cover
Contact Name
Nazwar Hamdani Rahil
Contact Email
nhrahil@respati.com
Phone
+6282126797911
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Laksda Adisucipto, KM. 6.3 Depok
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
ISSN : 26572397     EISSN : -     DOI : -
Prosiding ini di terbitkan untuk publikasi artikel hasil penelitian, pengabdian masyarakat yang mencakup bidang kesehatan, sain s dan teknologi, ekonomi, sosial humaniora.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 253 Documents
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C DAN E TERHADAP LAJU HEMOLISIS SELAMA PENYIMPANAN DARAH DONOR Ni Luh Cherlin, Juvistha Gabriela Junus, Nurpuji Mumpuni, Francisca Romana SS,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 3, No 1 (2021): Strategi Mempertahankan Kualitas Penelitian dan Publikasi di Era Pandemi
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat hemolisis merupakan salah satu parameter kualitas darah donor. Selama proses penyimpanan darah, sel darah merah akan mengalami stres oksidatik dan kerusakan sel yang berakhir dengan hemolisis atau pecahnya sel darah merah. Vitamin C dan E merupakan antioksidan yang dipercaya dapat menekan stress oksidatif dan kerusakan sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian Vitamin C dan E terhadap laju hemolisis selama penyimpanan darah donor. Pada penelitian ini dilakukan 4 perlakuan sebagai berikut:(1) Kontrol; (2) perlakuan dengan pemberian Vitamin C; (3) perlakuan dengan pemberian Vitamin E; (4) perlakuan dengan pemberian kombinasi Vitamin C dan E. Uji hemolisis dilakukan pada hari ke 0 (sebelum perlakuan) , 1, 7, 14, 21 dan 28 penyimpanan darah donor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dari 1 - 14 laju hemolisis nampak bervariasi antar perlakuan, dimana pemberian perlakuan kombinasi Vitamin C dan E paling baik dalam menekan laju hemolisis. Mulai hari ke-15 sampai 28, terjadi kenaikan laju hemolisis secara signifikan pada semua kelompok, namun laju hemolisis tetap dapat ditekan pada kelompok perlakuan. Perlkuan kombinasi Vitamin C dan E menunjukkan hasil yang terbaik karena disamping Vitamin C dan E merupakan antioksidan, vitamin C juga merupakan penunjang kerja vitamin E. Hasil penelitian menunjukkan pemberian Vitamin C, E serta kombinasi Vitamin C dan E dapat menekan laju hemolisis selama penyimpanan darah donor.
COOKIES TEPUNG BERAS MERAH (ORYZA NIVARA) DAN TEPUNG KACANG KORO PEDANG (CANAVALIA ENSIFORMIS) DILIHAT DARI KADAR PROKSIMAT DAN SIFAT ORGANOLEPTIK Mita Purnama Sari,Shafa Minda Maliran, Devillya Puspita Dewi, Farissa Fatimah, Zahrah Zakiyah,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 3, No 1 (2021): Strategi Mempertahankan Kualitas Penelitian dan Publikasi di Era Pandemi
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronik yang timbul karena terlalu banyak glukosa yang terkandung dalam darah. Produk pangan yang rendah gula dan tinggi serat sangat dibutuhkan oleh penderita Diabetes Mellitus, karena dapat mengontrol kenaikan kadar glukosa pada penderita DM. Bahan makanan dengan kadar serat tinggi antara lain tepung beras merah dan tepung kacang koro pedang dapat di diversifikasi menjadi cookies. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai gizi dan sifat organoleptik Cookies Dengan Substitusi Tepung Beras Merah (Oryza nivara) dan Tepung Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis). Jenis penelitian yaitu True Experiment dengan Rancangan Acak Lengkap. Cookies yang dibuat dengan empat variasi yaitu cookies terigu (kontrol), cookies subsitusi tepung beras merah dan tepung koro pedang dengan perbandingan 0%, 15%, 25% dan 35%. Cookies diuji nilai gizi (karbohidrat, protein, abu, air, lemak dan serat pangan). Sifat organoleptik menggunakan uji hedonik dengan 25 panelis agak terlatih. Data nilai gizi dianalisis dengan ANOVA dan sifat organoleptik dengan Kruskall Walls. Kadar protein tertinggi ada pada cookies D yaitu 13,05%, karbohidrat pada cookies A yaitu 65,3%, lemak pada cookies D yaitu 17,5%, kadar air pada cookies A yaitu 16,57%, kadar abu pada cookies D yaitu 4,55%, kadar serat pangan tertinggi pada cookies D yaitu 19,25%. Sifat organoleptik cookies yang paling disukai adalah cookies C. Sehingga disimpulkan bahwa ada Pengaruh Substitusi Tepung Beras Merah (Oryza nivara) dan Tepung Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis) terhadap Nilai Gizi dan sifat Organoleptik
Hubungan Aktivitas Fisik dan Tingkat Stres dengan Tingkat Dismenore pada Siswi di SMK Negeri 2 Godean Sleman Yogyakarta Berliana Mita Endarti; Anjarwati; Intan Mutiara Putri
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri menstruasi (89,5%) merupakan masalah menstruasi paling umum pada remaja. Aktivitas fisik yang kurang menjadi salah satu penyebab terjadinya dismenore. Ketika dismenore oksigen tidak dapat tersalurkan ke pembuluh darah di organ reproduksi yang saat ini terjadi vasokontriksi sehingga menyebabkan timbulnya rasa nyeri. Stres berdampak pada kehidupan dan kesehatan, salah satunya terjadinya nyeri saat siklus menstruasi. Rasa nyeri dismenore memberikan dampak negatif pada kualitas hidup penderita, terganggu aktivitas sehari-hari, ketinggalan mata pelajaran atau kuliah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan aktivitas fisik dan tingkat stres dengan tingkat dismenore siswi SMK Negeri 2 Godean. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini siswi kelas XI dan XII tatabusana sebanyak 68 orang. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi aktivitas fisik, tingkat stres, dan tingkat dismenore. Analisa data pada penelitian ini menggunakan exact fisher. Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,027<0,05 untuk tingkat stres dengan tingkat dismenore dan p-value 0,003<0,05 untuk tingkat aktivitas fisik dengan tingkat dismenore. Terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan tingkat stres dengan tingkat dismenore pada siswi di SMK Negeri 2 Godean.
Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko Seks Bebas pada Remaja di Padukuhan Pondok 1 Widodomartani, Ngemplak, Sleman Endang Nurul Syafitri; Fajarina Lathu Asmarani; Melania Wahyuningsih
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam kehidupan, di mana individu menghadapi banyak tantangan dan risiko perilaku, termasuk perilaku seksual pranikah. Di Indonesia, jumlah remaja yang besar menjadi perhatian, terutama dengan meningkatnya paparan terhadap pornografi dan tingginya angka hubungan seksual pranikah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan pada Juli 2024 di Padukuhan Pondok I, Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Subjek penelitian adalah remaja di wilayah tersebut yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi perilaku kesehatan yang berisiko terhadap seks bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja tidak melakukan aktivitas seksual, namun terdapat perilaku berisiko seperti berciuman dan berpelukan. Paparan informasi terkait seks bebas cukup tinggi, namun perilaku berisiko tetap ada, sehingga menunjukkan perlunya pendidikan kesehatan seksual yang lebih komprehensif. Edukasi ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman remaja terhadap risiko dan membantu mereka membuat keputusan yang sehat.
Faktor Determinan yang Mempengaruhi Kadar Gula Darah Puasa Pengidap Diabetes Melitus Tipe 2 Santi Damayanti
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka komplikasi dan kematian akibat dari Diabetes Melitus disebabkan karena tingginya angka gula darah yang tidak terkontrol, yang di akibatkan pengidap DM tidak patuh melakukan penatalaksanaan diabetes melitus. Kepatuhan adalah tingkat perilaku pasien yang tertuju terhadap instruksi atau petunjuk yang diberikan dalam bentuk terapi apapun yang ditemukan, baik diet, latihan, pengobatan, atau menepati janji pertemuan dengan dokter. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kadar gula darah puasa pengidap diabetes mellitustipe 2 di Puskesmas Depok. Metode penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional.Teknik sampling yang digunakan Purposive Sampling. Sampel yang digunakan 140 responden. Instrument penelitian adalah data sekunder hasil pemeriksaan GDS, dan kuesioner. Analisis data menggunakan T-Test Independen, Pearson, Spearman, One Way-ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil uji karakteristik responden (usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, status pernikahan, lama mengidap DM) dengan kadar gula darah puasa menunjukkan nilai p-value 0,009; 0,004; 0,004; 0,482; 0,071; 0,061. Hasil uji kepatuhan penatalaksanaan DM (kepatuhan diet, kepatuhan olahraga, kepatuhan pemantauan kadar gula darah, kepatuhan pengobatan) dengan kadar gula darah menunjukkan nilai p-value 0,005; 0,967; 0,004; 0,842. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, kepatuhan diet, kepatuhan pemantauan kadar gula darah dengan kadar gula darah puasa. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin, status pernikahan, lama mengidap DM, kepatuhan olahraga, kepatuhan pengobatan dengan kadar gula darah puasa.
Variasi Penggunaan Tepung Garut dan Tepung Kacang Merah Terhadap Sifat Sensori dan Kadar Serat Pangan Pada Pengembangan Cookies Penanganan Obesitas Riana Swasti Saputri; Desty Ervira Puspaningtyas; Vio Nita
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya konsumsi serat dapat mengakibatkan berbagai dampak yang memicu obesitas. Mayoritas konsumsiserat orang Indonesia mengalami penurunan. Tepung garut dan tepung kacang merah memiliki kandungan serat larut sebesar 5,03% dan 1,36% dalam 100gram bahan. Penggunaan tepung garut dan tepung kacang merah dalam bentuk cookies merupakan salah satu solusi penanganan obesitas, mengingat cookies merupakan makanan ringan yang disukai banyak kalangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan sifat sensori dan kadar serat pangan pada penggunaan tepung garut dengan tepung kacang merah pada pengembangan cookies penanganan obesitas. Penelitian eksperimen dengan Racangan Acak Sederhana (RAS) dengan tiga formulasi cookies, yaitu cookies A (tepung terigu 150 gram, tepung garut 0 gram, tepung kacang merah 0 gram), cookies B (Tepung terigu 0 gram, tepung garut 100 gram, tepung kacang merah 50 gram), cookies C (tepung terigu 0 gram, tepung garut 75 gram, dan tepung kacang merah 75 gram). Uji sensori dilakukan menggunakan uji hedonik berdasarkan tingkat kesukaan warna, aroma, rasa dan tekstur terhadap 30 panelis. Serat pangan diuji menggunakan metode multienzim. Pada uji sensori kategori warna 93,3% panelis lebih menyukai cookies A, kategori aroma 93,3% panelis menyukai cookies A dan B, kategori rasa 80% panelis menyukai cookies A dan C, sedangkan kategori tekstur 88,3% panelis menyukai cookies A. Berdasarkan hasil Kruskal Wallis diketahui warna (p=0,154), aroma (p=0,933), rasa (p=0,750) dan tekstur (p=0,003). Pada uji laboratorium menghasilkan kadar serat pangan paling tinggi terdapat pada cookies C sebanyak 7,16%, dilanjutkan cookies B 4,94% dan paling rendah pada cookies A 3,10%, dengan hasil uji LSD (p <0,001). Ada perbedaan secara nyata pada tekstur, tetapi tidak ada perbedaan warna, aroma dan rasa diantara varian cookies. Pada kadar serat, ada perbedaan secara nyata kadar serat pangan pada variasi penggunaan tepung garut dan tepung kacang merah pada pengembangan cookies penanganan obesitas.
Gambaran Stres Pada Ibu Postpartum di Puskesmas Tegalrejo Melania Wahyuningsih; Fajarina Lathu Asmarani; Endang Nurul Syafitri
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu nifas dalam 24 jam pertama mengalami penurunan hormone estrogen dan progesterone hingga 90-95%, yang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi meori, kognitif dan suasana hati, dan fungsi otak lainnya. Pada ibu nifas juga mengalami peningkatan hormone endorphin dan oksitoksin.Ketidak seimbangan hormone ini bisa menyebabkan mood swing dan stres pada ibu nifas. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran stres pada ibu nifas. Jenis penelitian adalah diskriptif, denganpopulasi ibu nifas hari ke 3 – 10 yang berjumlah 62 orang. Sampel sebanyak 57 orang, dengan teknik kuota sampling. Pengambilan data dengan kuesioner DASS. Hasil penelitian mayoritas ibu nifas usiareproduksi sehat 20-35 tahun 78,95%, berpendidikan menengah 66,67 %, tidak bekerja 80,70 %, multipara 56,14 %. Mayoritas ibu nifas stres ringan 57,9 %. Kesimpulan Sebagian besar ibu nifasmengalami stres ringan.
Kajian Pengungkapan Akuntansi dalam Task Force on Climate-related Financial Disclosures Bertold L. Loy Panda; Khaula Lutfiati Rohmah
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena perubahan iklim yang terjadi saat ini telah menjadi ancaman dan tantangan yang serius pada berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor bisnis. Bisnis sebagai salah satu penggerak perekonomian yang memiliki hubungan yang erat dengan perubahan iklim dituntut untuk menerapkan praktik bisnis yang transparan dan berkelanjutan. Penerapan akuntansi dan pelaporan keuangan terkait iklim merupakan salah satu langkah tepat yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam rangka menanggulangi perubahan iklim yang masih terus berlanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerangka kerja Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD) yang merupakan salah satu acuan pelaporan keuangan yang dapat digunakan oleh organisasi di berbagai sektor dan yurisdiksi. Melalui empat rekomendasi elemen inti pengungkapan keuangan terkait iklim, yaitu tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target, TCFD membantu kreditor, investor, dan stakeholder dalam memahami serta menilai risiko dan peluang terkait iklim. Sehingga perusahaan dalam menjalankan bisnisnya dapat mengambil keputusan dan strategi bisnis yang tepat, berkelanjutan, dan tanggap terhadap perubahan iklim. Melalui metode studi literatur, penelitian ini akan mengkaji empat rekomendasi elemen inti pengungkapan terkait iklim dan manfaat pengungkapannya. Hasil penelitian ini diharapkan mampu mendorong perusahaan- perusahaan untuk menerapkan rekomendasi TCFD sebagai upaya dalam menanggulangi perubahan iklim.
Hubungan Kepatuhan Penatalaksanaan Diabetes Melitus Dengan Kualitas Hidup Pada Pengidap DiabetesMelitus Tipe 2 Di Puskesmas Depok 2 Sleman Yogyakarta Luhde Damayanti; Santi Damayanti; Cornelia Dede Yoshima Nekada; Metty Metty
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) berdampak pada kualitas hidup pada pengidap DM, oleh karena itu membutuhkan kepatuhan penatalaksanaan untuk kontrol glikemik. Tujuan: untuk mengetahui kepatuhan penatalaksanaan DM dengan kualitas hidup pada pengidap DM tipe 2 di Puskesmas Depok 2 Sleman Yogyakarta. Metode penelitian: kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan Purposive Sampling. Sampel yang digunakan adalah 140 responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner kepatuhan diet, kepatuhan kontrol gula darah, MMAS-8, GPAQ, WHOQOL-Bref. Analisis data menggunakan uji Chi Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil: Sebagian besar kepatuhan diet dalam kategori patuh sebanyak 85.7%. Sebagian besar memiliki kepatuhan aktivitas dalam kategori sedang sebanyak 70%. Sebagian besar memiliki kepatuhan kontrol gula darah dalam kategori baik sebanyak 51.4%. Sebagian besar memiliki kepatuhan minum obat dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 42.2%. Sebagian besar memiliki kualitas hidup dalam kategori sedang yaitu sebanyak (56.4%). Uji bivariat kepatuhan diet dengan kualitas hidup p value= 0,186. Kepatuhan aktivitas dengan kualitas hidup p value= 0,232. Kepatuhan kontrol gula darah dengan kualitas hidup p value= 0,016. Kepatuhan obat dengan kualitas hidup p value= 0,892. Kesimpulan: Ada hubungan antara kepatuhan kontrol gula darah dengan kualitas hidup pada pengidap DM tipe 2
Pengaruh Edukasi dengan Media Audiovisual terhadap Pengetahuan Demam Berdarah Dengue pada Siswa SMP N 10 Yogyakarta Ismi Azizah; Paulinus Deny Krisnanto
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Oktober 2021, Indonesia mencatat 37.646 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan total361 kematian. Kelompok usia yang paling banyak terkena DBD adalah anak-anak berusia 5-14 tahun(43,44%), diikuti kelompok usia 15-44 tahun (33,25%). Salah satu faktor penyebab meningkatnyakasus DBD adalah rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai cara penularan, penyebab,dan pencegahannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuantersebut adalah melalui edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberianedukasi menggunakan media audiovisual terhadap pengetahuan tentang DBD pada siswa SMPNegeri 10 Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desainone group pretest dan posttest. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik proportionaterandom sampling, dengan jumlah responden sebanyak 39 siswa. Pengukuran pengetahuan dilakukansebelum dan sesudah intervensi edukasi. Sebelum edukasi diberikan, nilai rata-rata skor pengetahuansiswa adalah 57,82. Setelah diberikan edukasi melalui media audiovisual, nilai rata-rata meningkatmenjadi 83,59. Uji bivariat dengan paired t-test menunjukkan bahwa edukasi menggunakan mediaaudiovisual memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa tentang DBD,dengan nilai p = 0,00. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa edukasi dengan mediaaudiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang DBD pada siswa SMP Negeri 10Yogyakarta.