cover
Contact Name
Nazwar Hamdani Rahil
Contact Email
nhrahil@respati.com
Phone
+6282126797911
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Laksda Adisucipto, KM. 6.3 Depok
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
ISSN : 26572397     EISSN : -     DOI : -
Prosiding ini di terbitkan untuk publikasi artikel hasil penelitian, pengabdian masyarakat yang mencakup bidang kesehatan, sain s dan teknologi, ekonomi, sosial humaniora.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 253 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Terhadap Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Puskesmas Sadang Amelia Putri Prasetyaningtyas; Dhesi Ari Astuti
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua pada wanita di seluruh dunia. Di Indonesia,tingkat kejadian kanker serviks adalah 23,4 per 100.000 penduduk dengan angka kematian akibatkanker serviks adalah 13,9 per 100.000 penduduk. Namun cakupan pemeriksaan deteksi dini kankerserviks sebagai langkah awal pencegahan kanker serviks di Indonesia masih sangat rendah.Kurangnya deteksi dini kanker serviks dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan WUS tentangkanker serviks dan pemeriksaan IVA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkatpengetahuan tentang deteksi dini kanker serviks terhadap perilaku pemeriksaan IVA pada WUS diPuskesmas Sadang. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan CrossSectional. Sampel diambil menggunakan metode Purposive Sampling dengan jumlah 96 responden.Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan Uji Chi-Square dengannilai p-value 0,013 (α < 0,05), maka dapat disimpulkan terdapat hubungan tingkat pengetahuantentang deteksi dini kanker serviks terhadap perilaku pemeriksaan IVA di Puskesmas Sadang.Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan bagi Puskesmas Sadang lebih aktif dalam mensosialisasikanpentingnya pemeriksaan IVA kepada masyarakat.
Efektivitas Intervensi Keperawatan Komunitas untuk Mengatasi Manajemen Kesehatan Tidak Efektif Pada Anak usia Sekolah dengan Masalah Penggunaan Gadget di Dusun Pondok I Widodomartani, Ngemplak, Sleman Fajarina Lathu Asmarani; Endang Nurul Syafitri; Melania Wahyuningsih
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia sekolah terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologiyang pesat. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia menunjukkan lebih dari60% anak-anak di usia sekolah rutin menggunakan gadget, dengan durasi penggunaan yang seringkali melebihi batas rekomendasi dari World Health Organization. Dampak dari penggunaan gadgetyang berlebihan terhadap kesehatan anak-anak mencakup gangguan fisik, psikologis, dan sosial.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi keperawatan komunitas dalammengatasi manajemen kesehatan tidak efektif pada anak usia sekolah dengan masalah penggunaangadget di Dusun Pondok I, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Metode yang digunakan adalahaction research dengan 34 anak sebagai subjek penelitian. Intervensi melibatkan pendidikankesehatan, skrining kesehatan mata, dan rujukan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahamanmengenai dampak penggunaan gadget, penurunan durasi penggunaan gadget yang berlebihan, danperubahan perilaku anak dalam mengelola gadget. Saran dan rekomendasi meliputi pendidikankesehatan yang konsisten, pendekatan terpadu dengan orang tua, dan kolaborasi antara tenagakesehatan, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhkembang anak secara optimal.
Bentuk Gapura Perbatasan Kabupaten Ponorogo (Kajian Semiotika) Diana Setia Dewi
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPeradapan merupakan bentuk aktivitas dari suatau kelompok yang telah mengenal tatanan kehidupanmasyarakat, dengan adanya berbagai macam etnis, suku, agama dan alam lingkungan yang khasdengan kelokalannya. Seperti halnya menguatnya nilai budaya Bali, Dayak, Asmat, Toraja, Jawa danlain sebagainya. Diantara nilai budaya yang bersifat artefak adalah adanya pintu masuk atau pintugerbang. Seperti halnya daerah Bali yaitu Candi Bentar, daerah Kalimantan melihat Patung Patoha,Jawa Timur bangunan dari batubata merah yang mirip dengan Candi Bentar Bali. Begitu Juga masukke daerah Ponorogo Jawa Timur akan tampak pintu masuk Gapura dengan hiasan motif kesenianReog yang mencerminkan kesenian daerah Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui danmendeskripsikan konsep Gapura Kabupaten Ponorogo. Metode yang digunakan meliputi observasi,wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data kualitatif. Hasil penelitian adalah bahwa bentukGapura Kabupaten Ponorogo menggunakan konsep Hindu yaitu Tri Kaya Pari Suda. Terdapat tigaunsur kepala, badan dan kaki. Bentuk ragam hias pencerminan dari kebudayaan masyarakatPonorogo yaitu Majapahit dan kesenian Reog.
Gambaran Kecukupan Asupan Sarapan Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Yogyakarta Andri Wijaya; Endri Yuliati; Yunita Indah Prasetyaningrum
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarapan pagi berperan penting dalam memenuhi kebutuhan zat gizi anak sekolah. Sementara itu,melewatkan sarapan dapat mengurangi produktivitas di sekolah karena mengganggu proses pembelajaran sehingga anak tidak dapat berkonsentrasi. Untuk mengetahui gambaran kecukupanasupan sarapan siswa-siswi kelas XI di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan rancangan deskriptif analitik yang dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2024. Jumlah sampel 69 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner formulir food recall 1x24 jam sebanyak 3 kali, yaitu 2 kali saat weekday dan 1 kali saat weekend.Dari hasil penelitian diketahui mayoritas subjek penelitian memiliki kecukupan asupan sarapan dalam kategori kurang, yaitu 78,3%. Hasil analisis menunjukkan bahwa hampir seperempat subjek penelitian melewatkan sarapan setiap harinya. Berdasarkan hasil perbandingan konsumsi sarapan antara weekday dan weekend didapatkan bahwa pada saat hari kerja hanya 8,7% yang tidak sarapan sedangkan pada saat hari libur terdapat sebanyak 24,6% yang tidak sarapan.
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Status Gizi Anak Dewi Setyaningsih; Eko Mindarsih; Henny Noor Wijayanti; Almira Gitta Novika; Melania Wahyuningsih; Santi Susanti
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi sampai saat ini masih menjadi masalah global yang berkontribusi terhadap kematianpada anak. Masalah gizi anak dapat mengakibatkan tidak tercapainya potensi mental dan fisik secaramaksimal sehingga dapat menghambat potensi mereka dalam bidang akademik maupun pekerjaan dimasa depan. Status gizi pada balita dapat dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya status sosialdan ekonomi keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi keluarga(pekerjaan orang tua dan penghasilan keluarga) terhadap status gizi anak. Penelitian menggunakandesain cross sectional dengan pendekatan retrospektif dan penelitian dilakukan pada BulanSeptember-Oktober 2024. Lokasi penelitian di wilayah Puskesmas Ngemplak I, Sleman. Sampelberjumlah 50 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Karakteristik orangtua berdasarkan jenis pekerjaan ayah mayoritas bekerja di sektor non-formal (swasta dan lainnya)(60%), status pekerjaan ibu, paling banyak adalah ibu rumah tangga (56%), dan penghasilan keluargamayoritas berpenghasilan ≤ 2,5 juta (60%), status gizi anak mayoritas memiliki status gizi normal(86%). Pada uji bivariat, status pekerjaan ibu berpengaruh terhadap status gizi anak (p-value 0,023)sedangkan jenis pekerjaan ayah (p-value 0,416) dan penghasilan keluarga (p-value 0,416) tidakberpengaruh terhadap status gizi anak. Kesimpulan penelitian menunjukkan status pekerjaan ibuberpengaruh terhadap status gizi anak, tetapi jenis pekerjaan ayah dan penghasilan keluarga belumberpengaruh terhadap status gizi anak.
Kecemasan Ibu Hamil dalam Menghadapi Persalinan ditinjau dari Usia, Paritas dan Pekerjaan Dheska Arthyka Palifiana; Sitti Khadijah; Ririn Wahyu Widayati; Dita Septian Anggraini
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu hamil seringkali mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan, karena pada dasarnya kecemasan adalah respon psikologis terhadap stress tiap individu. Kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, paritas dan pekerjaan. Ibu hamil yang stress atau cemas memiliki kecenderungan untuk melahirkan bayi premature. Penelitian dilakukan pada bulan Juni – Agustus 2024 di Puskesmas Mantrijeron Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Pusposive Sampling dan Sampel penelitian yaitu 30 ibu hamil trimester III dengan Kriteria inklusi diantaranya bersedia menjadi responden, ibu hamil normal tanpa komplikasi kehamilan. Kriteria eksklusi yaitu ibu hamil yang didiagnosa gangguan mental seperti depresi. Pengambilan data menggunakan kuesioner demografi dan kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale untuk mengukur kecemasan. Analisis data menggunakan uji chi square pada variabel usia, paritas, pekerjaan terhadap kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan. ada hubungan antara usia (0,001), paritas (0,032) dengan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan, tidak ada hubungan antara pekerjaan (0,876) dengan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan.
Pengaruh Edukasi Gizi Kesehatan Reproduksi Terhadap Sikap Remaja Dalam Upaya Preventif Kasus Stunting Setyo Mahanani Nugroho; Kenik Sri Wahyuni
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja putri sebagai calon ibu harus mempunyai status gizi yang baik. Data Pusat Pemantauan Gizitahun 2017, 32% remaja putri di Indonesia berisiko kekurangan energi kronik (KEK), dengan adanyasiklus menstruasi bulanan akan semakin meningkatkan risiko anemia. Anemia yang terus berlanjutsampai seorang perempuan hamil akan meningkatkan risiko bayi mengalami anemia, BBLR,prematur, atau beresiko tinggi mengalami stunting. Remaja dengan status gizi baik, lebih mudahmemenuhi kebutuhan nutrisi saat hamil dan menyusui. Upaya untuk pencegahan dan memutus matarantai stunting bisa dimulai dengan memperhatikan gizi pada remaja. Perlu adanya penguatan sikapremaja tentang isu kesehatan dan gizi. Promosi kesehatan sebagai upaya pemberdayaan melaluikegiatan menginformasikan, memengaruhi, dan membantu remaja agar berperan aktif mendukungperubahan perilaku dan lingkungan serta menjaga dan meningkatkan kesehatan menuju status giziyang optimal. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi kespro terhadap sikap remajadalam upaya preventif kasus stunting. Desain penelitian kuantitatif menggunakan quasi eksperimentdengan metode pendekatan one group pretest posttest design. Sikap mendukung saat pretestsebanyak40.2%, pada posttest meningkat menjadi 84.8%. Hasil uji beda didapatkan nilai korelasi (r) 0.567dengan p value 0,000. Edukasi gizi kesehatan reproduksi terbukti secara statistik berpengaruhterhadap peningkatan sikap remaja mengenai upaya preventif stunting. Edukasi gizi kesehatanreproduksi memiliki pengaruh yang signifikan dan korelasi positif sedang terhadap sikap siswamengenai upaya preventif kasus stunting.
Hubungan Nafsu Makan dengan Status Gizi Balita Sitti Khadijah; Dheska Arthyka Palifiana; Tia Amestiasih; Stevany Stevy
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balita sebagai kelompok usia rentan terhadap masalah gizi, dikarenakan mengalami percepatanpertumbuhan dan perkembangan. Salah satu permasalahan gizi pada balita adalah gangguan nafsumakan. Nafsu makan balita yang berkurang dan berlangsung lama akan berpengaruh pada status gizi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nafsu makan dengan statu gizi balita. Desainpenelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah balita diDusun Jenengan Maguwoharjo sejumlah 29 balita. Teknik sampling yang digunakan adalahpurposive sampling. Status gizi balita ditentukan dengan parameter BB/U dan PB/U atau TB/U. Datadianalisis univariat (karakteristik dan status gizi balita) dan bivariat menggunakan uji Kendall tau.Hasil analisis data mayoritas jenis kelamin laki-laki (54,2%), umur kategori >36-48 bulan dan >48-60 bulan sama (29,2%), berat badan lahir normal (79,2%), pendidikan ayah menengah (66,7%) danpendidikan ibu juga menengah (58,3%). Berdasarkan indeks antropometri BB/U, balita memilikinafsu makan tidak baik dan status gizi kurang sejumlah 3 balita (12,5%), balita memiliki nafsu makanbaik dan status gizi lebih sejumlah 2 balita (8,33%). Nilai sig 0,314 > dari 0,05. Berdasarkan indeksantropometri PB/U atau TB/U, balita memiliki nafsu makan tidak baik dan pendek sejumlah 3 balita(12,5%), balita memiliki nafsu makan baik dan tinggi sejumlah 2 balita (8,33%). Nilai sig 0,016 <dari 0,05. Kesimpulannya tidak ada hubungan nafsu makan dengan status gizi balita berdasarkanindeks antropometri BB/U dan ada hubungan nafsu makan dengan status gizi balita berdasarkanindeks antropometri PB/U atau TB/U.
Pengaruh Kompensasi, Prestasi Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PDAM Tirta Keumueneng Kota Langsa Putri Balkis; Tengku Putri Lindung Bulan; Syardiansah
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang merupakan salah satu unit usaha milik daerah, yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum yang terdapat di setiap provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kompensasi, prestasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai PDAM Tirta Keumueneng Kota Langsa. Desain penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel jenuh yang berjumlah 135 orang dan merupakan seluruh pegawai PDAM Tirta Keumueneng Kota Langsa. Metode analisis data menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji-t, uji-F dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil uji-t, kompensasi 0,000 < 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Prestasi kerja 0,000 < 0,05 dapat dinyatakan bahwa prestasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Kepuasan Kerja 0,036 < 0,05 dapat dinyatakan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Hasil uji F, 0,000 < 0,05 dapat dinyatakan bahwa kompensasi, prestasi kerja dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Hasil uji koefisien determinasi (Adjusted R2) yang diperoleh adalah 69,7% kompensasi, prestasi kerja dan kepuasan kerja dapat menjelaskan kinerja karyawan dan sisanya 30,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR) Aissa Siti Rahmanda; Anjarwati; Intan Mutiara Putri
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, dimana pada masaitu terjadi pertumbuhan yang pesat termasuk fungsi reproduksi sehingga mempengaruhi terjadinyaperubahan-perubahan perkembangan baik fisik, mental maupun peran sosial. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang TRIAD KRR di SMP Muhammadiyah 1Gamping Tahun 2024. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitianyang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian iniberjumlah 74 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Dalam penelitianini peneliti menggunakan jenis analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuanremaja tentang tiga ancaman dasar kesehatan remaja di SMP Muhammadiyah 1 Gamping sebanyak70,2% dalam kategori baik. Diharapkan kepada guru SMP Muhammadiyah 1 Gamping lebih aktifdan inovatif dalam memberikan informasi dan pendidikan kesehatan kepada siswa-siswi mengenaitiga ancaman dasar kesehatan reproduksi remaja.