cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
ANALISIS HUBUNGAN TINDAKAN PENGETAHUAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KECAMATAN MEUREBO Rodiah Fitri Yani Br. Munthe; Maiza Duana; Sufyan Anwar; Siti Maisyaroh Fitri Siregar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.14078

Abstract

Mengikuti pola makan sehari-hari dapat mengurangi timbulnya penyakit, salah satunya tekanan darah tinggi. Penelitian ini dilakukan pada lansia yang berobat ke Puskesmas Murebo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola makan terhadap prevalensi hipertensi di Kecamatan Meurebo Kabupaten Aceh Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, penderita hipertensi yang tercatat pada tahun 2022 di wilayah kerja puskesmas meureuboh aceh barat dengan jumlah 107 orang dan yang tidak hipertensi ada 185 orang. Sample yang diperoleh sebanyak 32 orang dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 32 lansia yang mempunyai pengetahuan yang salah 15 responden dengan 100.0% dan kejadian tidak hipertensi tidak ada responden. Dan 5 responden menjawab salah pada pengetahuan dengan persen 7.7%. kemudia dari 32 lansia yang mempunyai sifat yang setuju 24 responden dengan 92.3% dan kejadian tidak hipertensi 2 responden. Dan 6 responden menjawab tidak setuju pada sifat. diatas menunjukkan dari 32 lansia yang mempunyai perilaku yang menjawab kadang-kadang 14 responden dengan 53.8% dan kejadian tidak hipertensi tidak ada responden. Dan 6 responden menjawab sering pada perilaku dengan persen 100.0%. terdapat pengaruh yang berhubungan antara pengetahuan, sifat dan prilaku dengan kejadian hipertensi.
PENGARUH ERGONOMI TERHADAP KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH (LOW BACK PAIN ) PADA PEKERJA DINAS TRANSMIGRASI DAN TENAGA KERJA ACEH BARAT Nurul Hafni Harahap; Susy Sriwahyuni; Jun Musnadi Is; Lili Eky Nursia N
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.14080

Abstract

Ergonomi ialah suatu bagian dari ilmu pengetahuan terstruktur yang memberikan ulasan berupa penjelasan mengenai kemahiran dan dependensi manusia dalam bekerja, sehingga pekerja mampu bekerja secara maksimal dalam tatanan  yang teratur. Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang dapat terjadi salah satunya adalah gangguan pada bagian tulang belakang yang biasa dikenal dengan nyeri punggung bawah, yaitu gangguan Muskuloskeletel Disorders (MSDs) di daerah punggung bagian bawah yang ditandai oleh nyeri pada daerah menjalar maupun lokal. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara sikap kerja, masa kerja, fasilitas kerja, dan jenis kelamin terhadap keluhan nyeri punggung bawah (low back pain) pada pekerja Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Barat. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dengan jenis penelitian survey analitik desain cross sectionalsurvey. Populasi yang digunakan merupakan semua pekerja Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Barat yang berjumlah 52 orang dan sampel yang digunakan sebanyak 52 responden . Hasil analisis menggunakan uji chi square ditemukan bahwa adanya pengaruh antara faktor sikap kerja (P-value = 0,023), masa kerja (P-value = 0,000), fasilitas kerja (P-value = 0,017) dengan keluhan nyeri punggung bawah  dan tidak adanya pengaruh antara jenis kelamin (P-value= 0,630 ) dengan keluhan nyeri punggung bawah. Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan analisis statistik menunjukkan bahwa adanya pengaruh ergonomi dilihat dari faktor sikap kerja, masa kerja, dan fasilitas kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah .Sedangkan tidak ada pengaruh antara jenis kelamin terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja Dinas Trasmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Barat.
PENGARUH BEBAN KERJA DAN STRESS KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA DINAS TRANSMIGRASI DAN TENAGA KERJAACEH BARAT Syadila Putri; Maiza Duana; Jun Musnadi Is; Siti Maisyaroh Fitri Siregar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.14082

Abstract

Penelitian dilakukan di Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Barat, dimana jumlah pegawai di Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Barat adalah sebanyak 37 PNS.Berdasarkan hasil dengan 3 orang karyawan didapatkan bahwa permasalahan pada beban kerja yaitu ketika adanya pegawai yang dimutasi atau cuti maka rekan kerja mereka yang harus mengback-up pekerjaannya, sehingga pekerjaan akan menumpuk dan beban kerja yang mereka alami akan bertambah. Selain itu mereka mengeluhkan adanya kelelahan saat melakukan proses pekerjaan. Kebisingan di lingkungan kerja juga mereka rasakan sehingga timbul rasa stres pada saat bekerja,sehinggapekerjaan menumpuk dan tidak dapat diselesaikan dengan tepatwaktu.Permasalahan dan kondisi yang telah diuraikan diatas, dirasa dapat mempengaruhi kinerja karyawan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Barat. Untuk itu instansi perlu memperhatikan faktor-faktor yang terkait dengan beban kerja dan stress kerja kerja karyawan. Tujuan peneilitian ini ingin mengetahui Pengaruh Beban kerja dan Stres Kerja Terhadap Kinerja karyawan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Barat. Jenis penelitian ini adalahsurvei yang bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional,.Penelitian dilakukan di Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Barat. Sampel penelitian adalah 37 PNS Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Barat. Metode analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil  temuan penelitian, dapat diambil beberapa kesimpulan:Faktor beban kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja kerja karyawan pada Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Barat (P.Value = 0,002< 0,05), Faktor stres kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja kerja karyawan pada Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Barat (P.Value = 0,013< 0,05).
GAMBARAN PENGETAHUAN LANSIA PENDERITA GOUTY ARTRITIS TENTANG DIET GOUTY ARTRITIS DI PANTI SOSIAL TRESNA WREDHA “INA 1” SAHATI TONDANO Andro Ruben Runtu; Meilita Enggune; Djoise Kaunang
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.14316

Abstract

Pengetahuan tentang diet Gouty Artritis sangat berperan pada kesehatan lansia, sehingga sangatlah penting untuk memilih menu diet yang tepat bagi penderita Gouty Artritis. Diet adalah pengaturan jumlah dan jenis makanan dengan  tujuan  untuk  mempertahankan  kesehatan  serta  status  nutrisi   dalam penelitian ini diet Gouty Artritis. Tujuan penelitian ini adalah  untuk  mengetahui gambaran pengetahuan  lansia  penderita  tentang  diet  Gouty   Artritis   di   Panti Sosial Tresna Wredha “INA 1” Sahati Tondano.  Metode  penelitian  menggunakan  desain deskriptif dengan teknik  total sampling.  Dilakukan  di  Panti Sosial Tresna Wredha “INA 1” Sahati Tondano pada bulan Desember 2022 sampai bulan Februari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lansia penderita Gouty Artritis di Panti Sosial Tresna Wredha “INA 1” Sahati Tondano  tentang  diet  Gouty Artritis masih kurang yaitu yaitu 6 orang (50%), responden yang berpengetahuan cukup 4 orang (33,3%) dan responden yang berpengetahuan baik 2 orang (16,7%). Kesimpulan Untuk itu perlu meningkatkan  pengetahuan  lansia  penderita  Gouty Artritis  tentang  diet   Gouty Artritis dengan cara-cara yang  perlu  dilakukan  adalah  dengan  memberikan  konseling, poster, leaflet dan dengan  adanya  informasi  yang  berkualitas dan baik oleh tenaga kesehatan serta dapat mengikuti kegiatan seperti posyandu lansia yang ada di fasilitas kesehatan terdekat.
ANALISIS PELAKSANAAN STRATEGI PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT PADA ERA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT EFARINA ETAHAM BERASTAGI TAHUN 2022 Vitria Sarah Br Sembiring; Lukman Hakim; Frida Lina Tarigan Tarigan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.14329

Abstract

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang kegiatannya mengarah kepada upaya promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dan ikut berperan serta aktif dalam mendukung perubahan perilaku dan lingkungan menuju pencapaian derajat kesehatan yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi deskriptif observasional dengan melakukan wawancara mendalam (indepth interview). Informan penelitian ini sebanyak 6 orang, yaitu 4 orang dari manajemen rumah sakit, 1 orang pasien rawat inap, 1 orang keluarga pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pandemi Covid-19 tim petugas kesehatan rumah sakit memberikan edukasi melalui media dan leaflet dikarenakan adanya pembatasan antara pasien dan petugas kesehatan. Sedangkan kegiatan promosi kesehatan di luar rumah sakit dilakukan melalui sosialisasi, menggunakan media yang bisa dijangkau oleh masyarakat salah satunya seperti televisi efarina, leaflet, spanduk, dan radio. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Strategi Promosi Kesehatan Rumah Sakit Pada Era Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi belum tercapai secara maksimal. Hal ini diakibatkan adanya pembatasan kegiatan selama pandemi Covid-19 dimana kegiatan - kegiatan promosi kesehatan tersebut hanya dapat disampaikan melalui media sosial ataupun media mPromosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang kegiatannya mengarah kepada upaya promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dan ikut berperan serta aktif dalam mendukung perubahan perilaku dan lingkungan menuju pencapaian derajat kesehatan yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi deskriptif observasional dengan melakukan wawancara mendalam (indepth interview). Informan penelitian ini sebanyak 6 orang, yaitu 4 orang dari manajemen rumah sakit, 1 orang pasien rawat inap, 1 orang keluarga pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pandemi Covid-19 tim petugas kesehatan rumah sakit memberikan edukasi melalui media dan leaflet dikarenakan adanya pembatasan antara pasien dan petugas kesehatan. Sedangkan kegiatan promosi kesehatan di luar rumah sakit dilakukan melalui sosialisasi, menggunakan media yang bisa dijangkau oleh masyarakat salah satunya seperti televisi efarina, leaflet, spanduk, dan radio. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Strategi Promosi Kesehatan Rumah Sakit Pada Era Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi belum tercapai secara maksimal. Hal ini diakibatkan adanya pembatasan kegiatan selama pandemi Covid-19 dimana kegiatan - kegiatan promosi kesehatan tersebut hanya dapat disampaikan melalui media sosial ataupun media massa yang dimiliki oleh rumah sakit, dibandingkan sebelum terjadinya pandemi Covid-19 pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan rumah sakit yang telah terprogram dapat terlaksana sepenuhnya, serta adanya kekurangan SDM untuk tim PKRS, oleh karena itu sebaiknya Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi menyediakan petugas yang sudah terlatih dalam kegiatan pelaksanaan PKRS.assa yang dimiliki oleh rumah sakit, dibandingkan sebelum terjadinya pandemi Covid-19 pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan rumah sakit yang telah terprogram dapat terlaksana sepenuhnya, serta adanya kekurangan SDM untuk tim PKRS, oleh karena itu sebaiknya Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi menyediakan petugas yang sudah terlatih dalam kegiatan pelaksanaan PKRS.
PERAN HORMON SEROTONIN DALAM FUNGSI MEMORI: SEBUAH STUDI LITERATUR Fika Tri Anggraini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.14623

Abstract

Fungsi memori menjadi masalah kesehatan yang menarik karena termasuk gangguan kognitif yang berhubungan yang menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Hormon serotonin disintesis di neuron serotonergis di sistem saraf pusat dan memiliki fungsi kognitif termasuk memori. Hormon serotonin (5-hidroksitriptamin/ 5-HT) mengatur suasana hati, rasa nyeri, siklus tidur hingga memori. Tujuan: meninjau dan membahas hormon serotonin dalam fungsi memori. menggunakan studi literature review penelitian tahun 2019-2023 yang sudah terpublikasi di media elektronik seperti Science direct, ProQuest, CINAHL, Pubmed, dan google scholar. Jumlah artikel penelitian Randomized controlled trials (RCTs) yang diperoleh terdapat 8 artikel yang memenuhi kriteria. Subjek penelitian adalah hormon serotonin. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa peran hormon serotonin sangat penting dalam fungsi memori, kadar serotonin yang rendah mengakibatkan kelemahan dalam menyimpan memori. Neurotransmiter pada hormon serotonin baik secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam proses penyimpanan memori, sehingga penting agar dapat meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh dalam batas nilai normal.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DESA MERANTI PAHAM Fipi Jayanti; Fitri Dian Nila Sari Sari; Siti Nurlani Harahap
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 2 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.17846

Abstract

Hypertensionis high blood pressure which is synonymous with an increase in blood pressure beyond normal limits. A person is said to be hypertensive if the results of his systolic blood pressure measurement are ? 140 mmHg and his diastolic ? 90 mmHg. This study aims to determine whether there is a relationship between eating patterns and individual characteristics with the incidence of hypertension in the elderly in Hamlets III and IV, Meranti Paham Village, Labuhan Batu Regency, North Sumatra Province. The method used in this research is descriptive analytic method with cross sectional research design. From the research conducted, the results obtained were elderly who experienced hypertension (57.8%), elderly who did not experience hypertension (42.2%); the elderly who have a bad diet (45.3%), a good diet (54.7%); elderly male sex (59.4%), female (40.6%); the elderly have a low education level (96.9%), a high education level (3.1%); the elderly have a family history of hypertension (57.8%), the elderly have no family history of hypertension (42.2%). From the results of the study it can be concluded that there is a significant relationship between diet and the incidence of hypertension with a p value (0.000); there is a significant relationship between individual characteristics (gender) and the incidence of hypertension with a p value (0.000); there is no significant relationship between individual characteristics (level of education) and the incidence of hypertension with a p value (0.504); there is a significant relationship between individual characteristics (history of hypertension in the family) with the incidence of hypertension with a p value (0.000) 6%); the elderly have a low education level (96.9%), a high education level (3.1%); the elderly have a family history of hypertension (57.8%), the elderly have no family history of hypertension (42.2%). From the results of the study it can be concluded that there is a significant relationship between diet and the incidence of hypertension with a p value (0.000); there is a significant relationship between individual characteristics (gender) and the incidence of hypertension with a p value (0.000); there is no significant relationship between individual characteristics (level of education) and the incidence of hypertension with a p value (0.504); there is a significant relationship between individual characteristics (history of hypertension in the family) with the incidence of hypertension with a p value (0.000) 6%); the elderly have a low education level (96.9%), a high education level (3.1%); the elderly have a family history of hypertension (57.8%), the elderly have no family history of hypertension (42.2%). From the results of the study it can be concluded that there is a significant relationship between diet and the incidence of hypertension with a p value (0.000); there is a significant relationship between individual characteristics (gender) and the incidence of hypertension with a p value (0.000); there is no significant relationship between individual characteristics (level of education) and the incidence of hypertension with a p value (0.504); there is a significant relationship between individual characteristics (history of hypertension in the family) with the incidence of hypertension with a p value (0.000) 1%); the elderly have a family history of hypertension (57.8%), the elderly have no family history of hypertension (42.2%). From the results of the study it can be concluded that there is a significant relationship between diet and the incidence of hypertension with a p value (0.000); there is a significant relationship between individual characteristics (gender) and the incidence of hypertension with a p value (0.000); there is no significant relationship between individual characteristics (level of education) and the incidence of hypertension with a p value (0.504); there is a significant relationship between individual characteristics (history of hypertension in the family) with the incidence of hypertension with a p value (0.000) 1%); the elderly have a family history of hypertension (57.8%), the elderly have no family history of hypertension (42.2%). From the results of the study it can be concluded that there is a significant relationship between diet and the incidence of hypertension with a p value (0.000); there is a significant relationship between individual characteristics (gender) and the incidence of hypertension with a p value (0.000); there is no significant relationship between individual characteristics (level of education) and the incidence of hypertension with a p value (0.504); there is a significant relationship between individual characteristics (history of hypertension in the family) with the incidence of hypertension with a p value (0.000) From the results of the study it can be concluded that there is a significant relationship between diet and the incidence of hypertension with a p value (0.000); there is a significant relationship between individual characteristics (gender) and the incidence of hypertension with a p value (0.000); there is no significant relationship between individual characteristics (level of education) and the incidence of hypertension with a p value (0.504); there is a significant relationship between individual characteristics (history of hypertension in the family) with the incidence of hypertension with a p value (0.000) From the results of the study it can be concluded that there is a significant relationship between diet and the incidence of hypertension with a p value (0.000); there is a significant relationship between individual characteristics (gender) and the incidence of hypertension with a p value (0.000); there is no significant relationship between individual characteristics (level of education) and the incidence of hypertension with a p value (0.504); there is a significant relationship between individual characteristics (history of hypertension in the family) with the incidence of hypertension with a p value (0.000) 000); there is no significant relationship between individual characteristics (level of education) and the incidence of hypertension with a p value (0.504); there is a significant relationship between individual characteristics (history of hypertension in the family) with the incidence of hypertension with a p value (0.000) 000); there is no significant relationship between individual characteristics (level of education) and the incidence of hypertension with a p value (0.504); there is a significant relationship between individual characteristics (history of hypertension in the family) with the incidence of hypertension with a p value (0.000) Keywords:hypertension, elderly, diet, gender ABSTRACT Hypertension is high blood pressure exceeds normal limits. Someone is said to be hypertension if the result is systolic blood pressure ? 140 mmHg and diastolic ? 90 mmHg. This research is to determine the relationship between habits and individual characteristics with cases of hypertension in hamlet III and IV Meranti Paham, Labuhan Batu, North Sumatra. The research method was descriptive analytic with a cross-sectional design. The result was elderly with hypertension (57.8%), elderly not hypertension (42.2%); elderly with bad eating habits (45.3%), elderly with not bad eating habits (54.7%); elderly male (59.4%), elderly female (40.6%); elderly with low education level (96.9%), elderly with high education level (3.1%); elderly with genetic hypertension (57.8%), elderly do not have genetic hypertension (42.2%). The conclusions of the research results are a significant relationship between habits and individual characteristics with cases of hypertension (p value 0.000); there was a significant relationship between individual characteristics (gender) and cases of hypertension (p value 0.000); there was no significant relationship between individual characteristics (level of education) and cases of hypertension (p value 0.504); there was a significant relationship between individual characteristics (genetic) and cases of hypertension (p value 0.000). 000); there was no significant relationship between individual characteristics (level of education) and cases of hypertension (p value 0.504); there was a significant relationship between individual characteristics (genetic) and cases of hypertension (p value 0.000). 000); there was no significant relationship between individual characteristics (level of education) and cases of hypertension (p value 0.504); there was a significant relationship between individual characteristics (genetic) and cases of hypertension (p value 0.000).
HUBUNGAN PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP STATUS GIZI BALITA Darmin, Darmin; Noris, M
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.18163

Abstract

Gizi baik merupakan fondasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan penanda keberhasilan pembangunan serta terpenuhinya hak azasi manusia terhadap pangan dan kesehatan. Berdasarkan hasil survey pendahuluan pada balita di Desa Karampi Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima bahwa masih terdapat 3,36%  balita mengalami gizi kurang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian bantuan sosial dan pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif terhadap status gizi balita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik.  Populasi penelitian meliputi ibu dan balita di desa Karampi, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Sample dalam penelitian menggunakan 52 responden yang terdiri atas ibu dan balita. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antara bantuan sosial dan pemberian ASI ekslusif terhadap status gizi balita. Hasil analisis univariat pemberian bantuan sosial sebesar 57.7% dan tidak menerima bantuan sosial sebesar 42.3%. Sedangkan yang memberian ASI Eksklusif sebesar 90.4% dan tidak memberikan ASI Ekslusif sebesar 9.6%. Hasil analisis bivariat antara hubungan penerimaan bantuan dengan status gizi balita menunjukkan bahwa terdapat 15.4% balita dengan gizi buruk dan 84.6% balita dengan gizi baik. Namun, tidak ada pengaruh yang signifikansi 0.708 (P-value ? 0.05) antara bantuan sosial dengan status gizi anak. Sedangkan hubungan antara pemberian asi eksklusif dengan status gizi berpengaruh secara signifikan dimana p-value (0.000?0.05).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS TELADAN MEDAN TAHUN 2023 Martina Harahap; Frida Lina Tarigan; Donal Nababan; Janno Sinaga
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 2 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.18170

Abstract

Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat sehingga Puskemas harus mampu memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat. Untuk mewujudkan pelayanan Puskesmas yang optimal diperlukan kinerja pegawai yang optimal pula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai di Puskesmas Teladan Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan variabel bebas meliputi Iklim organisasi, disiplin kerja, reward system dan kompetensi pegawai, sedangkan variabel terikatnya adalah kinerja pegawai Puskesmas. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai UPT Puskemas Teladan Kota Medan sebanyak 52 orang. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan regresi logistik binary dengan signifikansi 5% (? = 0,05). Hasil analisis meliputi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan di Puskesmas adalah iklim organisasi (15,09), disiplin kerja (OR 49,15), dan Kompetensi (OR 18,53). Variabel yang tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan adalah reward system. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Puskesmas adalah disiplin kerja.
IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PT UAI BERDASARKAN KRITERIA AWAL PP NO 50 TAHUN 2012 Made Adhyatma Prawira Natha Kusuma; Komang Angga Prihastini; I Gusti Agung Haryawan; Ni Made Citra Aryani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 2 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.18174

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi SMK3 berdasarkan kriteria awal Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012. Penelitian ini adalah studi kualitatif dengan rancangan penelitian adalah cross-sectional. Penelitian dilakukan di PT UAI yaitu perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik terletak di Kabupaten Tabanan-Bali. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner checklist, observasi, dan wawancara kepada petugas K3. Kuesioner berisikan pertanyaan sesuai dengan PP No. 50 Tahun 2012 dengan kategori jawaban sesuai dan belum sesuai. Hasil penelitian menujukkan penerapan SMK3 dari 64 kriteria hanya terpenuhi sejumlah 44 kriteria (68,75%). Terdapat beberapa elemen yang belum terpenuhi dengan baik yaitu pembangunan dan pemeliharaan komitmen serta pelaporan dan perbaikan kekurangan. Namun terdapat juga elemen yang sudah terpenuhi dengan baik yaitu keamanan bekerja dalam SMK3. Dapat disimpulkan bahwa penerapan Sistem Manajemen K3 di PT UAI dalam kategori baik (60-84%). Namun persentase ini masih cukup rendah jika dilihat rentang persentase tertinggi dalam kategori baik. Rekomendasi penelitian ini adalah sebagai langkah awal PT UAI perlu untuk segera melakukan sertifikasi SMK3 dan perusahaan diupayakan memiliki perhatian penuh pada penerapan SMK3 untuk meningkatkan produktivitas kerja sehingga produk dan kualitasnya semakin meningkat.

Page 48 of 216 | Total Record : 2155