cover
Contact Name
Ita Suryaningsih
Contact Email
idiomatik@umma.ac.id
Phone
+6281215391791
Journal Mail Official
idiomatik@umma.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ratulangi No. 62 Maros
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26549093     EISSN : 27982092     DOI : https://doi.org/10.46918/idiomatik
Core Subject : Education,
Jurnal Idiomatik adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros. Diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 138 Documents
Analisis Inferensi pada Humor Roasting Tokoh Politik: Studi Kasus Kiky Saputri dan Ate Roasting AMIN Lailatul Mutia Alda; Ngusman Abdul Manaf; Tressyalina
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Kajian Kritis Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v9i1.3077

Abstract

Penelitian ini berfokus mengidentifikasi jenis serta fungsi inferensi pragmatik yang muncul dalam acara humor roasting tokoh politik pada video “Kiky Saputri dan Ate Roasting AMIN”, yang disiarkan oleh Metro TV pada 5 Januari 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode simak bebas libat cakap, penelitian menganalisis 21 tuturan melalui kerangka inferensi Yule (1996) dan prinsip kerja sama Grice (1975). Hasilnya mengungkap dua tipe inferensi yang dominan: (1) inferensi umum, terdiri dari 11 tuturan yang bersandar pada kritik sosial‑politik dan dapat dipahami tanpa konteks khusus, contohnya sindiran tentang korupsi, ketimpangan sosial, dan kebebasan berpendapat; serta (2) inferensi khusus, mencakup 10 tuturan yang memerlukan pengetahuan konteks tertentu untuk ditafsirkan, seperti sindiran spesifik terhadap tokoh dan institusi politik. Fungsi utama inferensi dalam video tersebut meliputi penciptaan humor politis, penyampaian kritik implisit yang aman secara sosial, pembentukan opini publik, serta penguatan wacana deliberatif. Temuan ini menegaskan bahwa humor roasting berperan sebagai ruang diskursif alternatif dalam komunikasi politik digital. Studi ini menunjukkan bahwa inferensi tidak hanya krusial untuk mengartikan sebuah ucapan, melainkan juga menjadi metode yang efektif dalam humor politik untuk mengungkapkan kritik, memengaruhi pendapat publik, serta meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Oleh karena itu, humor politik di ranah digital merupakan bentuk komunikasi politik yang kompleks dengan makna implisit yang dapat ditelaah lewat pendekatan pragmatik dan analisis inferensi. Hasil ini menegaskan bahwa humor roasting berfungsi sebagai ruang  alternatif dalam komunikasi politik digital.
Permainan Bahasa dalam Cerpen Robohnya Surau Kami Karya A.A. Navis: Perspektif Wittgenstein Sukarni; Andi Muh. Taufiq
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Kajian Kritis Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v9i1.3211

Abstract

Penelitian ini menganalisis permainan bahasa (language games) dalam cerpen Robohnya Surau Kami karya A. A. Navis melalui perspektif filsafat bahasa Ludwig Wittgenstein. Penelitian bertujuan mengungkap bentuk permainan bahasa dan mekanisme pembentukan makna tuturan tokoh berdasarkan konteks religius, sosial, dan moral dalam teks sastra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif interpretatif. Data penelitian berupa dialog, monolog, dan fragmen narasi yang dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi berdasarkan konsep language games, rules, dan form of life. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam cerpen tidak berfungsi sebagai medium naratif yang netral, melainkan sebagai praktik sosial yang membentuk konflik dan kritik ideologis dalam teks. Penelitian menemukan empat bentuk permainan bahasa, yaitu religius-ritual, praktis-etis, satir-evaluatif, dan reflektif-interogatif. Benturan antara permainan bahasa religius dan praktis-etis menyebabkan terjadinya pergeseran makna kesalehan dari orientasi ritual individual menuju tanggung jawab sosial. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa makna bahasa dalam karya sastra bersifat kontekstual dan dibentuk melalui praktik penggunaan bahasa dalam kehidupan sosial tokoh. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan perspektif language games Wittgenstein untuk menjelaskan mekanisme pembentukan makna dan benturan ideologis dalam sastra Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini memperluas kajian sastra yang selama ini lebih dominan menggunakan pendekatan struktural, moral, dan tematik.
Feminisme dalam Novel Rissa Sebuah Pilihan Hidup Analisis Wacana Kritis Model Sara Mills Islah Nurfatiah; Ita Suryaningsih; Aryanti
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Kajian Kritis Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v9i1.3220

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi yang bertujuan untuk mendeskripsikan representasi feminisme dalam novel Rissa Sebuah Pilihan Hidup karya Larissa Chou berdasarkan analisis wacana kritis model Sara Mills. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi posisi subjek, posisi objek, dan posisi pembaca dalam narasi novel untuk mengungkap bagaimana perempuan direpresentasikan dalam konteks sosial, budaya, dan keluarga. Sumber data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan naratif dan dialogis dalam novel tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen dan pencatatan kutipan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menurut Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis terhadap 24 data, ditemukan bahwa tokoh utama Rissa paling dominan ditempatkan sebagai objek yakni sebanyak 21 kali, sedangkan sebagai subjek sebanyak 2 kali, dan sebagai subjek sekaligus objek sebanyak 1 kali. Tokoh lain seperti Mama ditemukan sebagai subjek sebanyak 5 kali, Oma 2 kali, Papa 1 kali, dan masyarakat 3 kali. Temuan ini menunjukkan bahwa tokoh perempuan utama lebih banyak diposisikan dalam posisi pasif dan dikendalikan, yang mencerminkan adanya relasi kuasa dan dominasi dalam struktur patriarkal yang direpresentasikan melalui keluarga dan lingkungan sosial.
Peluang Metaverse sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital: Studi Kajian Pustaka Rena Murdianti; Ani Rakhmawati
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Kajian Kritis Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v9i1.3427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang pemanfaatan metaverse sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia di era digital melalui studi pustaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis 14 artikel ilmiah nasional dan internasional yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, dan SINTA. Literatur yang dikaji dipublikasikan pada rentang tahun 2018–2026 dan diseleksi berdasarkan kesesuaian topik, tahun publikasi, serta keterkaitannya dengan metaverse, virtual reality (VR), augmented reality (AR), immersive learning, dan pembelajaran Bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan melalui proses identifikasi, kategorisasi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa metaverse berpeluang mendukung pengembangan keterampilan menyimak melalui simulasi interaktif, keterampilan berbicara melalui komunikasi virtual berbasis avatar, keterampilan membaca melalui penyajian sumber belajar yang lebih kontekstual, serta keterampilan menulis melalui aktivitas kolaboratif dan berbasis proyek. Selain itu, metaverse berpotensi meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan peserta didik, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, dan literasi digital sebagai bagian dari keterampilan abad ke-21. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, kesenjangan digital, kesiapan guru, pengembangan konten lokal, keamanan data, dan keberlanjutan penggunaan teknologi. Kajian ini memberikan gambaran konseptual mengenai peluang pemanfaatan metaverse sebagai inovasi media pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teknologi digital serta dapat menjadi rujukan bagi pengembangan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Analisis Semiotika Nilai Budaya dalam Tradisi Lisan Etnis Pakpak Mate Ncayur Ntua: Studi Literatur Claudia Ratna Ningsih; Ezra Natasya Hutabarat; Siti Fadilah Aini Siregar; Yasinta Theresya Claudia Malau; Yuliana Sari
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Kajian Kritis Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v9i1.3436

Abstract

Tradisi lisan merupakan bagian penting dari warisan budaya takbenda yang berfungsi sebagai media pewarisan nilai, norma, dan identitas budaya suatu masyarakat. Salah satu tradisi lisan yang masih dipertahankan oleh masyarakat Pakpak di Sumatera Utara adalah Mate Ncayur Ntua, yaitu upacara adat kematian bagi orang tua yang telah lanjut usia dan menyelesaikan tanggung jawab sosialnya dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai budaya yang direpresentasikan dalam tradisi lisan Mate Ncayur Ntua melalui perspektif semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, skripsi, prosiding, dan dokumen akademik yang relevan dengan tradisi lisan Pakpak, semiotika budaya, dan Mate Ncayur Ntua. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada klasifikasi tanda Peirce yang meliputi ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk tanda yang dominan dalam tradisi lisan Mate Ncayur Ntua meliputi Tangis Milangi, Peseh-peseh, pemberian ulos, Gendang Si Sangkar Laus, dan pemanggilan nama almarhum. Tanda-tanda tersebut didominasi oleh kategori indeks dan simbol. Analisis semiotika menunjukkan bahwa tradisi lisan Mate Ncayur Ntua merepresentasikan nilai penghormatan, spiritualitas, solidaritas sosial, tanggung jawab keluarga, dan identitas budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi lisan Mate Ncayur Ntua tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari ritual kematian, tetapi juga sebagai media transmisi nilai budaya dan pelestarian identitas etnis Pakpak.
Analisis Unsur Intrinsik Novel Mao Mao & Berang-berang: Penerbangan Ajaib ke Ujung Dunia Karya Clara Ng dan Relevansinya sebagai Bahan Bacaan Literasi Sastra Anak Anisah Khoirunnisa; Dian Hartati; Dewi Suprihatin
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Kajian Kritis Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v9i1.3460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur intrinsik dan hubungan antarunsur intrinsik dalam novel Mao Mao & Berang-berang: Penerbangan Ajaib ke Ujung Dunia karya Clara Ng serta mendeskripsikan relevansinya sebagai bahan bacaan literasi sastra anak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian yang tidak hanya mengidentifikasi unsur intrinsik, tetapi juga mengkaji keterkaitan antarunsur intrinsik dan pemanfaatannya sebagai bahan bacaan literasi sastra anak. Penelitian menggunakan pendekatan struktural dengan metode kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori unsur intrinsik menurut Burhan Nurgiyantoro yang meliputi tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Data dikumpulkan melalui teknik baca-catat dan dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur intrinsik dalam novel saling berkaitan dalam membangun struktur cerita. Tema petualangan berkembang melalui alur perjalanan tokoh utama, didukung oleh latar fantasi yang imajinatif, tokoh-tokoh hewan yang menarik, penggunaan sudut pandang orang ketiga, gaya bahasa figuratif, serta amanat yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa novel ini relevan sebagai bahan bacaan literasi sastra anak karena sesuai dengan karakteristik sastra anak, mampu mengembangkan imajinasi, menanamkan nilai moral, serta mendukung pembentukan karakter dan kemampuan literasi anak. Dengan demikian, novel Mao Mao & Berang-berang: Penerbangan Ajaib ke Ujung Dunia layak direkomendasikan sebagai bahan bacaan literasi sastra anak.
Karakteristik Tokoh Utama Sebagai Cerminan Realitas Sosial dalam Film Kaka Boss 2024: Kajian Sosiologi Sastra Harsohlimin; Sesilia Seli
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Kajian Kritis Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v9i1.3464

Abstract

Film merupakan karya sastra audiovisual yang tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang representasi realitas sosial dalam kehidupan masyarakat. Penelitian mengenai film Indonesia umumnya berfokus pada aspek komedi dan naratif, sehingga kajian tentang karakterisasi tokoh sebagai cerminan realitas sosial, khususnya dalam film Kaka Boss, masih terbatas. Film Kaka Boss dipilih karena menampilkan berbagai isu sosial, seperti relasi ayah dan anak, mobilitas sosial, stigma terhadap profesi, serta stereotip masyarakat Indonesia Timur yang masih jarang dikaji dalam penelitian film Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakterisasi tokoh Ferdinand Omakare (Kaka Boss) serta menjelaskan cerminan realitas sosial yang direpresentasikan melalui tokoh tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif sosiologi sastra dan teori karakterisasi Nurgiyantoro. Data penelitian berupa kutipan dialog, tindakan tokoh, konflik sosial, interaksi sosial, serta representasi kehidupan masyarakat yang diperoleh melalui teknik observasi, dokumentasi, dan pencatatan adegan film. Data dianalisis melalui tahap identifikasi adegan, pengelompokan bentuk karakterisasi, interpretasi realitas sosial, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Ferdinand Omakare dikonstruksi sebagai sosok ayah yang pekerja keras, pemimpin yang berwibawa, serta individu yang mengalami transformasi identitas. Karakterisasi tersebut merefleksikan berbagai realitas sosial, seperti relasi ayah dan anak, stigma terhadap profesi, legitimasi sosial, serta stereotip masyarakat Indonesia Timur. Film Kaka Boss menunjukkan bahwa karakterisasi tokoh utama tidak hanya berfungsi sebagai unsur dramatik, tetapi juga sebagai medium representasi problematika sosial. Penelitian ini memperkaya kajian karakterisasi dalam film Indonesia dengan menunjukkan bahwa pembentukan karakter tokoh dapat merefleksikan persoalan identitas, realitas sosial, dan penerimaan sosial dalam masyarakat.
Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi melalui Pendekatan Deep Learning Berbantuan Media Canva pada Siswa Kelas XI SMAN 6 Malang Muhammad Taufiq Rizqi Abdullah; Hadi Wardoyo; Jekti Wulandari
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Kajian Kritis Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v9i1.3476

Abstract

Rendahnya keterampilan menulis puisi siswa kelas XI-6 SMAN 6 Malang menjadi titik tolak penelitian ini: hanya 34,3% siswa mencapai KKM 75 pada asesmen awal, dengan kelemahan paling mencolok pada kedalaman makna dan diksi. Puisi yang dihasilkan cenderung generik karena siswa tidak diajak menghayati pengalaman pribadinya sebelum menulis. Untuk menjawab persoalan ini, diterapkan pendekatan Deep Learning yang memadukan tiga pilar saling berkait: Mindful Learning melatih siswa mengamati objek dan pengalaman secara penuh kesadaran sebagai sumber diksi; Meaningful Learning mendorong mereka menulis dari peristiwa personal yang benar-benar bermakna; dan Joyful Learning menciptakan iklim belajar yang bebas tekanan. Ketiganya diwujudkan melalui Canva, yang berfungsi bukan sekadar alat hias, melainkan medium bagi siswa untuk menerjemahkan emosi abstrak menjadi komposisi visual-tekstual yang utuh. Penelitian dirancang sebagai PTK model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus, dengan data dihimpun melalui rubrik unjuk kerja, observasi, dan angket. Nilai rata-rata meningkat dari 68,5 menjadi 85,4, dan ketuntasan klasikal dari 34,3% menjadi 88,6%, seiring perubahan nyata pada cara siswa berproses: dari menulis tanpa arah menjadi menulis dengan kesadaran dan kepemilikan atas karyanya. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi Deep Learning dan Canva efektif membangun keterampilan menulis puisi yang otentik.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Kajian Kritis Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Kajian Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Perspektif Sosia Vol. 8 No. 1 (2025): Kajian Bahasa, Literasi, dan Pemaknaan Budaya dalam Perspektif Media dan Pembel Vol 7 No 2 (2024): IDIOMATIK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Integrasi Kajian Sastra, Media, dan Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berba Vol 7 No 1 (2024): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Dinamika Bahasa, Tindak Tutur, dan Komunikasi dalam Konteks Sosial, Budaya, dan Vol 6 No 2 (2023): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2023): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2022): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Idiomatik Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Idiomatik Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Idiomatik Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Idiomatik Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Idiomatik Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Idiomatik Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Idiomatik Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Idiomatik Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Idiomatik Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Idiomatik Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Idiomatik Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Idiomatik More Issue