cover
Contact Name
Ita Suryaningsih
Contact Email
idiomatik@umma.ac.id
Phone
+6281215391791
Journal Mail Official
idiomatik@umma.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ratulangi No. 62 Maros
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26549093     EISSN : 27982092     DOI : https://doi.org/10.46918/idiomatik
Core Subject : Education,
Jurnal Idiomatik adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros. Diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 119 Documents
Bahasa Daerah sebagai Instrumen Dakwah: Strategi Revitalisasi oleh Para Dai Kabupaten Maros Rahman, Abdul; Sya'baan, Andi Muh. Ruum
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): IDIOMATIK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v8i2.3066

Abstract

Tantangan globalisasi dan dominasi bahasa nasional maupun asing menjadikan penggunaan bahasa daerah mengalami penurunan. Penelitian ini mengkaji peran dai di Maros dalam merevitalisasi bahasa daerah melalui aktivitas dakwah di masjid, pesantren atau tempat lainnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen angket dan observasi lapangan. Penelitian menunjukkan bahwa dari 34 responden yang tersebar di 9 kecamatan berada pada rentang usia 19 hingga 51 tahun, Pendidikan SMA hingga Doktor, dan latar belakang ormas Islam. Dalam berdakwah menggunakan bahasa Bugis (33,3%), bahasa Makassar (45,5%) dan bahasa Indonesia (21,2%). Berdasarkan frekuensi: selalu 47,1,% sering 29,4%, kadang-kadang 23,5% dan tidak pernah 0%. Ketika khotbah Jumat (73,5%), pengajian majelis taklim (17,6%), dan media sosial (8,8%). Sarana komunikasi meliputi pembukaan (23,5%), isi khotbah (55,9%), dan sisipan humor atau nasehat (20,6%). Bahasa daerah membantu menjelaskan pesan khotbah (61,8%), untuk menyentuh hati jamaah (35,3%), menganggap kurang efektif dibandingkan bahasa Indonesia (2,9%). Berdasarkan urgensi pelestarian, 55,9% sangat penting, 41,2% penting, 2,9% tidak penting. Strategi variasi isi dakwah: mengutip pesan ulama (Pappasang To Panrita) (91,2%), cerita rakyat (5,9%), dan peribahasa (2,9%) dan berbasis cerita rakyat (0%). Kendala utama yang dihadapi oleh pendakwah menggunakan bahasa daerah yaitu heterogenitas jamaah (64,7%), kefasihan berbahasa daerah (20,6%), tidak adanya pelatihan berdakwah berbahasa daerah (11,8 %), dan anggapan bahasa daerah kurang formal (2,9%).
Pengaruh Model InSTAD Terhadap Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Bone Indramayanti, A. Titi; Fitriana, Irna; Sua, Andi Tenri
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): IDIOMATIK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v8i2.3072

Abstract

Kurikulum Merdeka merekomendasikan lima model pembelajaran untuk mendukung implementasi kurikulum. Namun, pada pembelajaran keterampilan menulis puisi kelas X di SMK Negeri 1 Bone, kelima model tersebut belum menunjukkan efektivitas yang optimal, yang ditandai dengan rendahnya nilai akhir peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan efektivitas model pembelajaran InSTAD terhadap keterampilan menulis puisi siswa kelas X Pemasaran (PN) SMK Negeri 1 Bone. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain pretest–posttest control group. Instrumen penelitian meliputi tes tertulis, produk tulisan puisi, dan lembar observasi aktivitas menulis siswa. Teknik analisis data terdiri atas uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran InSTAD efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas X PN SMK Negeri 1 Bone. Hal ini dibuktikan oleh hasil uji t pada nilai tes tertulis kemampuan kognitif menulis puisi dan nilai keterampilan menulis puisi pada tes akhir antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji t tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Perbedaan signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan menulis puisi membuktikan bahwa model InSTAD lebih efektif dibandingkan model pembelajaran konvensional Kurikulum Merdeka (Project Based Learning dan Cooperative Learning). Selain itu, penerapan model InSTAD juga mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, apresiasi, serta antusiasme siswa terhadap pembelajaran menulis puisi.
Bentuk Interjeksi dalam Novel Pascareformasi: Analisis Sosiopragmatik Ningsi, Surya; Safar, Muh.; Fitriana, Irna
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): IDIOMATIK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v8i2.3121

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecurigaan peneliti terhadap adanya pengaruh perubahan penggunaan tindak tutur dalam novel sebagai konsekuensi dari perubahan perilaku berujar masyarakat. Perubahan tersebut berdampak pada munculnya bentuk-bentuk interjeksi dalam novel yang tidak ditemukan dalam Bahasa Indonesia baku. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik telaah pustaka, simak-catat, dan reflektif-introspektif. Validasi data menggunakan teknik triangulasi data, sedangkan analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel pascareformasi menggunakan sepuluh jenis interjeksi yang berbeda dari interjeksi dalam Bahasa Indonesia. Interjeksi tersebut meliputi: (1) interjeksi kejijikan, seperti hi dan hi hi; (2) interjeksi kekesalan, seperti hus, lonte, persetan, anjing, perek, bodoh, tolol, dan anjir; (3) interjeksi kekaguman, seperti wow, wah, dan wuidiiih; (4) interjeksi kesyukuran, seperti syukurlah, oh syukurlah, alhamdulillah, dan syukur alhamdulillah; (5) interjeksi harapan, seperti ya Gusti Allah, please ya, ya Allah, semoga, good luck, dan amin; (6) interjeksi keheranan, seperti oh ya, hmmm, kok, lho kok, duh, dan waduh; (7) interjeksi kekagetan, seperti hah, wah, astagfirullah, innalillah, wualah, dan hedede wadidau; (8) interjeksi ajakan, seperti yuk, ayuk, ayolah, hayo, kemarilah, dan yok; (9) interjeksi panggilan, seperti hoooiii, oi, woooeee, hey, hei, heh, hellooow, dan wahai; serta (10) interjeksi simpulan, seperti yah, toh, yeah, nah good, dan na.
Representasi Perempuan dalam Novel Ipar Adalah Maut Karya Elizasifaa Membongkar Stereotip dan Konstruksi Gender: Analisis Wacana Kritis Saidah, St.; Idris; Fitriana, Irna
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): IDIOMATIK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v8i2.3122

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk membongkar stereotip terhadap perempuan yang terdapat dalam novel yang berkaitan dengan fenomena sosial melalui pemaknaan dibalik bahasa. Isu gender sebagai salah satu realitas sosial yang menarik perhatian untuk diteliti. Hal menarik tersebut diungkap melalui perspektif wacana kritis Sara Milss. Metode penelitian menggunakan deskriptif analisis. Sumber data dalam penelitian ini berupa data tertulis yang terdapat dalam novel serta data pendukung berupa hasil studi pustaka penelitian dalam bentuk jurnal dari situs internet. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah telaah pustaka, simak-catat, dan reflektif-introspektif, Instrumen dalam penelitian ini peneliti sebagai instrumen utama. Keabsahan data menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian ditemukan bahwa level teks pada posisi subjek-objek dalam wacana tergambar bahwa posisi subjek ketika perempuan (tokoh Nisa dan Rani) menampilkan dirinya dan eksistensinya dalam teks menghadapi persoalan melawan ketidakadilan dari dominasi patriarki. Posisi subjek dan objek dalam cerita dipertukarkan untuk mencerminkan konflik emosional, moral, dan gender. Posisi penulis cenderung sebagai narator yang memanfaatkan narasi-narasi dari tokoh Nisa dan Rani serta posisi pembaca diarahkan untuk bersimpati pada tokoh perempuan Nisa dan memberikan sanksi sosial kepada tokoh Rani dan Aris.
Perbandingan Model DL dan Model PjBL dalam Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas XI SMKN 1 Bone Idamayanti, A.; Sua, Andi Tenri; Idris
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): IDIOMATIK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v8i2.3123

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa SMK Negeri 1 Bone dalam menulis teks prosedur, khususnya dalam menyusun kalimat secara utuh, mengorganisasikan ide, menggunakan bahasa yang tepat, serta memahami aspek teknis penulisan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan rancangan static group comparison. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI TKJ, dengan kelas XI TKJ 1 menggunakan model Project Based Learning dan kelas XI TKJ 2 menggunakan model Discovery Learning dalam pembelajaran menulis teks prosedur. Instrumen penelitian divalidasi melalui validitas isi. Analisis data dilakukan menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%, setelah terlebih dahulu memenuhi uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar menulis teks prosedur pada kedua kelompok setelah perlakuan. Uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan baik pada hasil pretest–posttest masing-masing kelompok maupun pada hasil posttest antara kedua kelompok (p < 0,05). Hasil perbandingan menunjukkan bahwa model Project Based Learning lebih efektif dibandingkan dengan model Discovery Learning dalam meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur siswa.
Implikatur Percakapan pada Film Ipar Adalah Maut: Kajian Pragmatik Nurwahida; Nasrullah, Ince; Suryaningsih, Ita
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): IDIOMATIK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v8i2.3126

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami makna tersembunyi dalam percakapan tokoh film sebagai bentuk representasi realita sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk dan makna, serta fungsi implikatur percakapan dalam film Ipar Adalah Maut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data berupa transkrip percakapan dalam film Ipar Adalah Maut, yang dikumpulkan melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi. Analisis data didasarkan pada teori implikatur percakapan oleh George Yule serta fungsi tindak tutur ilokusi oleh Searle. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 84 data implikatur percakapan yang terdiri dari 24 implikatur percakapan umum, 36 implikatur percakapan khusus, dan 24 implikatur percakapan berskala. Selain itu, ditemukan 73 data fungsi implikatur, yakni 20 fungsi implikatur asertif atau representatif, 22 fungsi implikatur direktif, 16 fungsi implikatur ekspresif, 8 fungsi implikatur komisif, dan 7 fungsi implikatur deklaratif. Temuan ini mengindikasikan bahwa implikatur percakapan khusus dan fungsi implikatur direktif lebih dominan, yang merefleksikan ketergantungan makna pada konteks spesifik serta adanya kecenderungan tokoh dalam menyampaikan perintah atau permintaan. Hasil penelitian ini menunjukkan kontribusi signifikan terhadap kajian pragmatik dalam memahami dinamika interaksi verbal dalam karya sebuah film.
Penggunaan Bahasa Persuasif dalam Konten Endorsement Akun Tiktok @Musiil Zul, Wardania; Kasmawati; Fadli, Irwan
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): IDIOMATIK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v8i2.3127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik bahasa persuasif yang digunakan dalam konten endorsement pada akun TikTok @Musiil. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan teknik catat. Data diambil menggunakan tangkapan layar ponsel (Screenshot). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1994), yang terdiri atas tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengelola data mentah menjadi informasi yang lebih terstruktur dan bermakna. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan enam teknik bahasa persuasif yang digunakan dalam konten endorsement akun TikTok @Musiil, yaitu: Teknik rasionalisasi, teknik identifikasi, teknik sugesti, teknik konformitas, teknik kompensasi, dan teknik pengganti. Dari seluruh data yang dianalisis, teknik bahasa persuasif yang paling dominan digunakan @Musiil adalah teknik sugesti, karena efektif memengaruhi perasaan audiens tanpa perlu alasan logis yang rumit.
Slang pada Media Sosial Twitter Kajian Sosiolinguistik Rahmi B.; Aryanti
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): IDIOMATIK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v8i2.3129

Abstract

Slang Pada Media Sosial Twitter Kajian Sosiolinguistik (dibimbing oleh Kasmawati dan Irwan Fadli). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk slang dan fungsi slang pada media sosial Twitter. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan rekam. Sumber data penelitian adalah tweet dan komentar dari akun pengguna Twitter. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, conclusion drawing (verification). Berdasarkan hasil analisis ditemukan empat bentuk slang pada media sosial twitter yaitu bentuk singkatan, bentuk yang dipendekkan, bentuk salah ucap yang lucu, bentuk interjeksi. Bentuk slang yang paling banyak digunakan yaitu bentuk salah ucap yang lucu. Selanjutnya ditemukan lima fungsi slang yaitu fungsi emotif, fungsi referensial, fungsi konatif, fungsi fatik, dan fungsi puitik. Fungsi slang yang paling banyak ditemukan yaitu fungsi emotif.
Kajian Historis dan Nilai Budaya Mabbissa Arajang Di Kabupaten Soppeng Yusmah; Supriadi
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): IDIOMATIK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v8i2.3130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah dan nilai budaya dari tradisi Mabbisa Arajang yang ada di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Mabbisa Arajang merupakan sebuah tradisi budaya yang telah ada sejak lama dalam masyarakat Soppeng, yang melibatkan berbagai upacara adat sebagai bentuk penghormatan dan penguatan ikatan sosial antar warga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menggali lebih dalam tentang asal-usul, perkembangan, dan pengaruh Mabbisa Arajang dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Soppeng. Melalui wawancara mendalam dengan para tokoh adat, masyarakat setempat, dan pengamatan langsung, penelitian ini mengidentifikasi berbagai nilai budaya yang terkandung dalam Mabbisa Arajang, termasuk nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap leluhur, serta pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Mabbisa Arajang menghadapi tantangan modernisasi, tradisi ini masih dipertahankan dan dihormati oleh masyarakat Soppeng sebagai simbol kekuatan budaya yang menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pelestarian budaya lokal dan pemahaman lebih dalam mengenai keberagaman budaya di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.

Page 12 of 12 | Total Record : 119