cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@arraayah.ac.id
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
jurnalinfo@arraayah.ac.id
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam
ISSN : 25033816     EISSN : 26862018     DOI : https://doi.org/10.37274/rais
Rayah Al-Islam (p-ISSN: 2503-3816, e-ISSN: 2686-2018) is a Journal of Islamic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of Islam, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Islamic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research.
Articles 549 Documents
Analisis Penerapan Waqf Core Principles Pada Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bogor Fathoni, Ahmad; Tanjung, H; Ayuniyyah, Q
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1091

Abstract

Kehadiran Muhammadiyah di Kabupaten Bogor telah dirasakan oleh masyarakat di banyak bidang kehidupan seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial. Seluruh aset tersebut berbasis pada pengelolaan wakaf yang diterima dari masyarakat. Waqf core principles merupakan sebuah kumpulan panduan dalam pengelolaan wakaf yang diterbitkan oleh Badan Wakaf Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Waqf Core Principles (WCP) pada pengelolaannya dengan menggunakan Indeks Implementasi Waqf Core Principles (IIWCP). Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi objek dan wawancara terstruktur. Penelitian ini dilakukan pada Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa nilai total indeks implementasi WCP pada Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Kabupaten Bogor adalah 0,4371 atau berada pada kategori cukup baik. Nilai tertinggi diperoleh aktivitas inti yang ditandai dengan kepemilikan SOP pengumpulan dan penyaluran harta wakaf mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan. Nazir juga telah memiliki basis data digital berupa SIMAM. Namun Nazir masih belum memiliki kode etik dalam memberdayakan aset wakaf dan SOP terkait dengan penentuan mitra pengelolaan aset wakaf serta diversi wakaf. Hal ini dikarenakan aset yang diterima sebagai wakaf oleh nazir masih berbentuk tanah dan bangunan. Tata kelola nazir memperoleh nilai tertinggi kedua dengan variabel pelaporan berpengaruh besar dalam penilaian IIWCP. Variabel pelaporan ini meliputi laporan keuangan dan pengelolaan wakaf yang dilakukan secara insidentil ataupun berkala sebagaimana amanah anggaran rumah tangga Muhammadiyah pasal 38. Nilai terkecil diperoleh manajemen risiko, diketahui bahwa nazir telah memiliki pengetahuan tentang menajemen resiko namun belum memiliki standar operasional prosedur serta sumber daya manusia yang dapat mengelola manajemen resiko. Pengetahuan terkait manajemen risiko secara umum ini tidak diikuti dengan pengetahuan manajemen lain seperti Risiko Kemitraan Pengelolaan Aset atau Dana Wakaf, Risiko Transfer dan Negara, Risiko Pasar, Risiko Kehilangan Reputasi dan Aset Wakaf, Risiko Penerimaan Bagi Hasil, Risiko Distribusi, Risiko Operasional dan Kepatuhan Syariah. The presence of Muhammadiyah in Bogor Regency has been felt by the community in many areas of life such as education, health, economy and social. All of these assets are based on the management of waqf received from the community. Waqf core principles are a collection of guidelines in waqf management issued by the Indonesian Waqf Board. This study aims to determine the management of waqf assets managed by the Waqf Utilization Council of Muhammadiyah Regional Leaders of Bogor Regency then analyze the application of Waqf Core Principles (WCP) in its management using the Waqf Core Principles (IIWCP) Implementation Index. This type of research uses qualitative research with data collection methods using object observation and structured interviews. This research was conducted at the Waqf Utilization Council of Muhammadiyah Regional Leaders of Bogor Regency. Based on the results of the analysis conducted, it was found that the total value of the WCP implementation index at the PDM Waqf Utilization Council of Bogor Regency was 0.4371 or was in the fairly good category. The highest value is obtained by core activities characterized by the ownership of SOPs for collecting and distributing waqf assets starting from planning, implementation, control and reporting. Nazir also has a digital database in the form of SIMAM. However, Nazir still does not have a code of ethics in empowering waqf assets and SOPs related to determining waqf asset management partners and waqf diversion. This is because the assets received as waqf by the nazir are still in the form of land and buildings. Nazi governance obtained the second highest score with reporting variables having a major influence in the IIWCP assessment. These reporting variables include financial statements and waqf management carried out incidentally or periodically as mandated by article 38 of the Muhammadiyah bylaws. The smallest value is obtained by risk management, it is known that Nazir already has knowledge about risk management but does not have standard operating procedures and human resources that can manage risk management. Knowledge related to risk management in general is not followed by other management knowledge such as Partnership Risk of Asset Management or Waqf Funds, Transfer and State Risk, Market Risk, Risk of Loss of Reputation and Waqf Assets, Risk of Revenue Sharing Acceptance, Distribution Risk, Operational Risk and Shariah Compliance
Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Diri Positif Melalui Pemberdayaan Berbasis Asset Based Community Development Bagi Santri di Pondok Pesantren Darul Ma'arif Bogor Rohmatullah, Niam; Nurpratiwi, Nayadila
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberdayaan berbasis Asset Based Community Development (ABCD) dalam meningkatkan pemahaman konsep diri positif di Pondok Pesantren Daarul Ma'arif Bogor. Melalui seminar dan kegiatan pemberdayaan, santri diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan kekuatan pribadi mereka dalam konteks keagamaan dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ABCD berhasil memperbaiki kepercayaan diri dan konsep diri positif santri, menciptakan lingkungan yang lebih mendukung pertumbuhan pribadi. Penelitian ini mengungkapkan pentingnya pemberdayaan berbasis aset dalam mendukung perkembangan konsep diri santri di lembaga pendidikan keagamaan. This study aims to evaluate the effectiveness of Asset Based Community Development (ABCD) empowerment in enhancing positive self-concept understanding at Pondok Pesantren Daarul Ma'arif Bogor. Through seminars and empowerment activities, students are given the opportunity to identify and develop their personal strengths within a religious and social context. The findings indicate that the ABCD approach successfully improved students' self-confidence and positive self-concept, creating a more supportive environment for personal growth. This research highlights the importance of asset-based empowerment in supporting the self-concept development of students in religious educational institutions.
Pembiayaan Murabahah Pada Perbankan Syariah di Indonesia Muchsony, Fajar; Mursyid
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1093

Abstract

The aim of this research is to find out how murabahah financing works in sharia banking in Indonesia. The research method used is library research, namely collecting data by using written materials. Sharia banks as sharia financial institutions have an intermediation function, namely sharia banks collect funds from the public in the form of savings and channel them through financing schemes. One form of channeling funds to sharia banks is through murabahah financing products. Murabahah is the sale and purchase of goods at the original price with additional agreed profits. The characteristic of murabahah is that the seller must notify the buyer of the purchase price of the product by stating the amount of profit added to the cost. 6 Murabahah can be done in two ways, namely purchasing with an order and without an order. Several survey results show that many Islamic banks, both in Indonesia and abroad, apply murabahah as their main financing method. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembiayaan murabahah pada perbankan syariah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka atau library research yaitu menghimpun data dengan cara menggunakan bahan-bahan tertulis.Bank syariah sebagai lembaga keuangan syariah memiliki fungsi intermediasi, yaitu bank syariah melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya melalui skema pembiayaan. Salah satu bentuk penyaluran dana pada bank syariah ialah melalui produk pembiayaan murabahah. Murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang sudah disepakati. Karakteristik murabahah yaitu bahwa penjual harus memberi tahu pembeli mengenai harga pembelian produk dengan menyatakan jumlah keuntungan yang ditambahkan pada biaya tersebut.6 Murabahah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pembelian dengan pesanan dan tanpa pesanan. Beberapa hasil survey menunjukkan bahwa bank-bank syariah baik yang terdapat di Indonesia ataupun di luar negeri banyak yang menerapkan murabahah sebagai metode pembiayaan mereka yang utama.
Bisikan Hati: Perpaduan Perspektif Tasawuf dan Psikologi Ali, Fathudin
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1101

Abstract

Dalam hubungan tasawuf bahwa mengeksplorasi hubungan antara tasawuf (sufisme) dan psikologi dalam konteks pemahaman dan pengelolaan kondisi mental serta spiritual individu. Tasawuf, dengan fokusnya pada pembersihan hati dan pencarian kedekatan dengan Tuhan, menawarkan pendekatan spiritual untuk mengatasi berbagai tantangan emosional dan psikologis. Di sisi lain, psikologi modern menyediakan teori dan metode yang berlandaskan bukti untuk memahami serta mengatasi masalah mental dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki potensi integrasi antara konsep-konsep tasawuf, seperti dzikir, mujahadah, dan tazkiyah, dengan praktik-praktik psikologi klinis, seperti terapi kognitif-perilaku dan konseling. Adapun metode penelitian ini Melalui analisis literatur dan studi kasus, artikel ini menunjukkan bagaimana tasawuf dapat memperkaya praktik psikologis dengan memberikan dimensi spiritual yang seringkali diabaikan dalam pendekatan psikologi konvensional. Temuan studi ini mengindikasikan bahwa perpaduan antara tasawuf dan psikologi dapat menghasilkan pendekatan yang lebih holistik dan efektif dalam mendukung kesehatan mental dan spiritual individu. Dengan menawarkan kerangka teoretis dan praktis untuk integrasi kedua disiplin ini, artikel ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut serta aplikasi praktis dalam bidang kesehatan mental. In relation to Sufism, it explores the relationship between Sufism (Sufism) and psychology in the context of understanding and managing individual mental and spiritual conditions. Sufism, with its focus on cleansing the heart and seeking closeness to God, offers a spiritual approach to overcoming a variety of emotional and psychological challenges. On the other hand, modern psychology provides evidence-based theories and methods for understanding and treating mental and emotional problems. This research aims to investigate the potential for integration between Sufism concepts, such as dhikr, mujahadah, and tazkiyah, with clinical psychology practices, such as cognitive-behavioral therapy and counseling. As for this research method, through literature analysis and case studies, this article shows how Sufism can enrich psychological practice by providing a spiritual dimension that is often ignored in conventional psychological approaches. The findings of this study indicate that the combination of Sufism and psychology can produce a more holistic and effective approach in supporting individual mental and spiritual health. By offering a theoretical and practical framework for the integration of these two disciplines, it is hoped that this article will provide a basis for further research as well as practical applications in the field of mental health.
Upaya Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Dalam Mensejahterakan Karyawan Arifuddin; Darmawati; M. Tahir
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya yang dilakukan oleh Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan, khususnya bagi mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Yayasan ini mengelola berbagai unit usaha, seperti Pasar Mandani, Sakinah Mart, dan layanan logistik JNE, yang bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga pondok. Unit-unit usaha ini tidak hanya membuka kesempatan kerja tetapi juga memungkinkan kerjasama usaha yang meningkatkan pendapatan komunitas. Selain itu, kesejahteraan karyawan juga ditingkatkan melalui unit pendidikan yang ada di yayasan. Karyawan yang ditugaskan di sektor pendidikan menerima upah yang dapat menunjang kehidupan ekonomi mereka. Melalui diversifikasi strategi usaha dan pendidikan ini, Pondok Pesantren Hidayatullah berupaya menciptakan sistem kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh karyawan dan warga yang terlibat, serta mendorong kemandirian ekonomi di kalangan komunitas pesantren. Penelitian ini menemukan bahwa pendekatan integratif antara unit usaha dan pendidikan merupakan kunci dalam meningkatkan taraf ekonomi warga pesantren secara efektif. This study aims to analyze the efforts made by Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan in improving employee welfare, especially for those who are economically disadvantaged. The foundation manages various business units, such as Pasar Mandani, Sakinah Mart, and JNE logistics services, which aim to create jobs for the community. These business units not only provide employment opportunities but also enable business partnerships that increase community income. In addition, employee welfare is also improved through the foundation's education unit. Employees assigned to the education sector receive wages that can support their economic lives. Through this diversification of business and education strategies, Hidayatullah Islamic Boarding School seeks to create a sustainable welfare system for all employees and residents involved, as well as encourage economic independence among the pesantren community. This study found that an integrative approach between business and education units is the key to effectively improving the economic standard of the pesantren community.
Pengaruh Kepuasan Layanan Terhadap Motivasi Menabung di BTH Ummat Mandiri Kota Balikpapan Syarifuddin; Darmawati; Mursyid
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan layanan terhadap motivasi menabung di BTH Ummat Mandiri Kota Balikpapan. Kepuasan layanan merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi keputusan nasabah dalam menggunakan jasa perbankan, khususnya dalam hal menabung. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada nasabah BTH Ummat Mandiri dan dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan layanan dengan motivasi menabung. Semakin tinggi tingkat kepuasan nasabah terhadap kualitas layanan yang diberikan, semakin tinggi pula motivasi mereka untuk menabung di BTH Ummat Mandiri. Faktor-faktor seperti keramahan petugas, kecepatan layanan, kemudahan akses, dan kejelasan informasi layanan berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan motivasi menabung. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengelola BTH Ummat Mandiri dalam meningkatkan kualitas layanan untuk mendorong lebih banyak nasabah menabung.
Analisis Kinerja Keuangan Perbankan Syariah di Asia Tenggara Tahun 2018-2022: Pendekatan Sharia Conformity and Profitability (SCnP) Habibie, Muhammad; Alfitri; Mursyid
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1107

Abstract

Proyek pemerintah Rempang Eco-City telah tercantum dalam Rencana Strategi Nasional 2023, dan aturan proses pembangunannya tercantum dan dijelaskan dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2023. Proyek ini merupakan proyek kawasan industri, komersial, dan pariwisata terpadu yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dengan dua negara tetangga (Malaysia dan Singapura) yang digarap oleh PT Makmur Elok Graha (MEG). Sebagai bagian dari rencana pengembangan Proyek Rempang Eco City, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Xinyi Group untuk merelokasi penduduk yang terkena dampak yang tinggal di lokasi pembangunan proyek. Namun, banyak warga yang menolak untuk direlokasi oleh pemerintah karena mereka telah tinggal di rumah mereka untuk waktu yang sangat lama, sehingga mereka berpikir bahwa pemerintah tidak memiliki hak untuk merelokasi warga setempat. Jenis penelitian ini adalah penelitian gabungan antara studi pustaka dan studi lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam pandangan ini meliputi tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kitab al amwal disebutkan bahwa jika seseorang mengkarantina tanah dengan cara menancapkan mercusuar atau menara di atasnya, menggali lubang-lubang di sekelilingnya, membuat tembok dan sejenisnya, maka hal tersebut merupakan kepemilikan. Masyarakat Pulau Rempang, khususnya wilayah pesisir, telah mengolah tanah dan membangun perkampungan sejak sebelum dikeluarkannya PP No. 28 tahun 1992 yang menyatakan bahwa Pulau Rempang masuk dalam wilayah pengolahan BP Batam. Namun tidak semua pulau rempang mereka garap dan buat perkampungan di atasnya, melainkan hanya di daerah pesisir saja dan ada sedikit di tengah pulau. Jika kita melihat kitab al amwal yang mengutip hadist nabi, “Barang siapa yang menghidupkan tanah yang mati, maka tanah itu menjadi miliknya, dan apa yang dimakan oleh makhluk hidup darinya adalah sedekah baginya,” maka wilayah kampung lama di pesisir pantai menjadi milik masyarakat, sedangkan wilayah yang belum pernah digarap atau baru digarap setelah PP No. 28 tahun 1992 dikeluarkan menjadi milik pemerintah. The Rempang Eco-City government project has been listed in the National Strategi Plan of 2023, and the rules of the development process are listed and explained in the Coordinating Minister for Economic Affairs Regulation Number 7 of 2023. The project is an integrated industrial, commercial and tourism regional project that aims to improve competitiveness with two neighboring countries (Malaysia and Singapore) that is being worked on by PT Makmur Elok Graha (MEG). As part of the development plan for the Rempang Eco City Project, the Indonesian government is working with the Xinyi Group to relocate affected residents living in the Project's construction site. However, many of the local people refused to be relocated by the government because they had been living in their houses for a very long time, so they thought that the government had no right to relocate local residents. This type of research is a combined research between literature and field studies with a qualitative approach. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. Data analysis in this view includes three streams of activities, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate that in the book of al amwal it is mentioned that if someone quarantines land by sticking a lighthouse or tower on it, digging holes around it, making walls and the like, then it is ownership. The people of Rempang Island, especially the coastal areas, have been cultivating the land and building villages since before the issuance of the 1992 Government Regulation No. 28, which states that Rempang Island is included in the processing area of BP Batam. But not all of rempang island that they cultivate and create a village on it, but in the coastal areas only and there is a little in the middle of the island. If we look at the book of al amwal, which quotes the hadith of the prophet, "Whoever revives a dead land, that land belongs to him, and what creatures eat from it is alms for him," then the old kampong area on the coast belongs to the people, while the area that has never been cultivated or was cultivated after the 1992 Government Regulation No. 28
Konsep Uang, Inflasi dan Dampak Intervensi Negara Terhadap Harga Dalam Pemikiran Ekonomi Al-Maqrizi Irawan, Lutfi; Mursyid; Vincy, Muhammad
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1108

Abstract

Inflasi merupakan masalah ekonomi yang terjadi di hampir setiap negara di dunia. Dalam sistem ekonomi, masalah inflasi tidak hanya terjadi di negara berkembang, tetapi juga di negara maju. Di antara sekian banyak yang membahas perdebatan inflasi adalah Al Makrizi, seorang cendekiawan muslim yang memikirkan masalah ekonomi, khususnya kajian tentang inflasi dan uang. Penelitiannya berpendapat bahwa munculnya masalah inflasi dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor alam atau bencana alam dan faktor kesalahan manusia seperti masalah korupsi dan peningkatan peredaran uang. Al-Maqrizi mempertimbangkan argumen inflasi dalam konteks kontemporer. Penelitiannya memberikan pemerintah kekuasaan untuk mengatur dan mengontrol uang yang beredar di masyarakat dengan menggunakan alat kontrol harga bank sentral. Namun Al-Makrizi juga percaya bahwa intervensi lembaga negara atau campur tangan pemerintah negara, dan dampaknya terhadap harga-harga pada roda ekonomi, akan berdampak buruk pada tatanan ekonomi negara. Dampak dari intervensi pemerintah ini berdampak pada perekonomian negara, bersamaan dengan masalah-masalah yang memperburuk situasi negara. Inflation is an economic problem that occurs in almost every country in the world. In the economic system, the problem of inflation occurs not only in developing countries but also in developed countries. Among the many who discuss the inflation debate is Al Makrizi, a Muslim scholar who thinks about economic issues, specifically the study of inflation and money. His research argues that the emergence of inflation problems can be caused by two factors: natural factors or natural disasters and human error factors such as corruption problems and increased money circulation. Al-Maqrizi considers considering the inflation argument in a contemporary context. His research gives governments the power to regulate and control the money circulating in society using central bank price control tools. But Al-Makrizi also believes that the intervention of state institutions or the intervention of state governments, and the impact on prices of the economic wheel, will adversely affect the economic order of the country. The impact of this government intervention is impacting the country's economy, along with problems that are exacerbating the country's situation.
Analisis Interaksi Tingkat Pendidikan dan Kesadaran Beragama pada Kesiapan Wanita dalam Rangkaian Ibadah Haji Tanpa Mahram Yasin, Ahmad Alamuddin
Rayah Al-Islam Vol 8 No 4 (2024): Rayah Al Islam November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i4.1112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi pengaruh tingkat pendidikan dan kesadaran beragama terhadap kesiapan wanita tanpa mahram dalam melaksanakan ibadah haji. Penelitian ini menggunakan desain ex post facto dan pendekatan kuantitatif dengan sampel berjumlah 129 wanita. Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS. Data primer dikumpulkan melalui angket skala Likert yang disebarkan kepada para wanita melalui Google Form, sementara data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah dan situs web. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Cirebon. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesiapan wanita dalam melaksanakan ibadah haji tanpa mahram, dengan nilai t sebesar -1.016 dan signifikansi 0.367 (p > 0.05). Sebaliknya, kesadaran beragama menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap kesiapan wanita, dengan koefisien regresi 0.180 dan nilai signifikansi 0.004 (p < 0.05). Temuan ini memberikan rekomendasi bahwa tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kesiapan wanita untuk melaksanakan ibadah haji tanpa mahram. Namun, peningkatan kesadaran beragama terbukti dapat meningkatkan kesiapan wanita. Selain itu, kesiapan wanita berhaji tanpa mahram juga dipengaruhi oleh kesehatan, pengetahuan, dukungan finansial, teknologi, dan jaminan keamanan. Hambatan yang dihadapi meliputi norma sosial serta kondisi fisik dan mental. Para ulama memiliki pandangan yang berbeda: sebagian mewajibkan mahram, sementara sebagian lainnya membolehkan jika keamanan terjamin. This study aims to examine the significance of the influence of education level and religious awareness on the readiness of women without mahrams in carrying out the hajj. This study uses an ex post facto design and a quantitative approach with a sample of 129 women. Data analysis was carried out using the SPSS application. Primary data were collected through a Likert scale questionnaire distributed to women via Google Forms, while secondary data was obtained from scientific literature and websites. This research was carried out in Cirebon Regency. The results of the analysis showed that the level of education did not have a significant influence on women's readiness to perform the hajj without a mahram, with a t-value of -1,016 and a significance of 0.367 (p > 0.05). On the contrary, religious awareness showed a significant positive influence on women's readiness, with a regression coefficient of 0.180 and a significance value of 0.004 (p < 0.05). These findings provide a recommendation that education level has no significant effect on increasing women's readiness to perform the hajj without a mahram. However, increasing religious awareness has been shown to increase women's readiness. In addition, the readiness of women to perform Hajj without a mahram is also influenced by health, knowledge, financial support, technology, and security guarantees. The obstacles faced include social norms as well as physical and mental conditions. The scholars have different views: some require mahrams, while others allow them if security is guaranteed.
Membangun Komunikasi Islam Lewat Dakwah di Platform Media Digital Nur Haditama, Irfan; Duraesa, M. Abzar; Inaiyah, Sitti Syahar; Syobah, Sy. Nurul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1113

Abstract

Penyebaran Informasi Komunikasi Islam di media online mengacu pada proses dan praktik menyebarkan informasi, pengetahuan, dan nilai-nilai Islam melalui platform digital dan internet. Media online yang dimaksud di sini termasuk website, blog, forum, media sosial, aplikasi, dan platform streaming video. Tujuan dari penyebaran informasi komunikasi Islam di media online adalah untuk memberikan akses yang lebih mudah dan luas kepada umat Islam dan masyarakat luas dalam memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan wawasan tentang ajaran Islam. Media online juga memungkinkan orang-orang untuk berinteraksi, berbagi pengalaman, dan berdiskusi tentang isu-isu keagamaan melalui komentar dan fitur-fitur kolaboratif lainnya. Di media online, informasi komunikasi Islam dapat berupa berbagai format seperti tulisan, audio, video, gambar, dan presentasi multimedia. Konten yang disebarkan mencakup topik-topik seperti tafsir Al-Qu’ran, hadis, sejarah Islam, fiqh, tazkiyah, syariat, dakwah, hikmah, kisah-kisah Islami, dan berita terkait agama. Penyebaran Islam di media online juga memberikan ruang bagi tokoh agama, ulama, cendekiawan muslim, dan pemikir Islam untuk berbagi pemikiran, pengajaran, khutbah, dan ceramah melalui kanal mereka sendiri. Selain itu, ada juga lembaga-lembaga pendidikan agama yang menyediakan bahan pelajaran, kursus, materi belajar, dan forum diskusi online. Dissemination of Islamic Communication Information in online media refers to the process and practice of disseminating Islamic information, knowledge, and values through digital platforms and the internet. The online media referred to here include websites, blogs, forums, social media, apps, and video streaming platforms. The purpose of disseminating Islamic communication information on online media is to provide easier and wider access to Muslims and the wider community in gaining knowledge, understanding, and insight into Islamic teachings. Online media also allows people to interact, share experiences and discuss religious issues through comments and other collaborative features. In online media, Islamic communication information can be in various formats such as writing, audio, video, images, and multimedia presentations. The content disseminated covers topics such as tafsir of the Qur'ran, hadith, Islamic history, fiqh, tazkiyah, sharia, da'wah, hikmah, Islamic stories, and religion-related news. The spread of Islam in online media also provides space for religious leaders, scholars, Muslim scholars, and Islamic thinkers to share their thoughts, teachings, sermons, and lectures through their own channels. In addition, there are also religious education institutions that provide study materials, courses, learning materials, and online discussion forums.