cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@arraayah.ac.id
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
jurnalinfo@arraayah.ac.id
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam
ISSN : 25033816     EISSN : 26862018     DOI : https://doi.org/10.37274/rais
Rayah Al-Islam (p-ISSN: 2503-3816, e-ISSN: 2686-2018) is a Journal of Islamic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of Islam, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Islamic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research.
Articles 549 Documents
Modifikasi Syariah Pada Kerangka Resiko dan Return Al Adib, Machfuddin; Mursyid
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1066

Abstract

Dalam dunia keuangan, investasi yang mengikuti prinsip syariah telah menjadi topik yang penting. Konsep modifikasi syariah menjadi dasar untuk pengembangan produk investasi yang sesuai dengan hukum Islam. Artikel ini menganalisis pengaruh modifikasi syariah terhadap kerangka risiko dan return. Data dikumpulkan dari literatur keuangan dan penelitian terkait, kemudian dianalisis untuk mengevaluasi implikasi modifikasi syariah. Hasilnya menunjukkan bahwa modifikasi syariah dapat mengurangi risiko dan tetap memberikan return yang kompetitif. In the financial world, investments following Sharia principles have become a significant focus. The concept of Sharia modification serves as the basis for developing investment products compliant with Islamic law. This article analyzes the impact of Sharia modification on the framework of risk and return. Data were collected from financial literature and related research, then analyzed to evaluate the implications of Sharia modification. The results indicate that Sharia modification can mitigate risks while still providing competitive returns.
Al-'Ajalah Al-Mahmûdâh fî Al-Sunnah Al-Nabawiyyah Abdul kareem, Salih
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1067

Abstract

جاء هذا البحث لمناقشة أحاديث مظاهر العجلة المحمودة في السنة النبوية المطهرة، ويهدف هذا البحث إلى التعريف بالعجلة، وتجلية أنواع العجلة، وبيان نظرة الإسلام الوسطية إلى العجلة، كما كشف البحث عن الصور التفصيلية للعجلة المحمودة في السنة النبوية، واقتضى ذلك أن يكون المنهج استقرائيا وصفيا، وبرزت أهمية البحث في إبراز الجانب المحمود في العجلة، والذي له أثر في تحسين العلاقة مع الله تعالى ومع الناس، إلى جانب تصحيح مفهوم قصر العجلة على الصور المذمومة، ويعمل البحث على تحرير: هل فرقت السنة بين أنواع العجلة ؟ هل اعتنت السنة ببيان معنى العجلة ؟ هل شملت السنة بيان مظاهر العجلة المحمودة
Pendidikan Multikultural dalam Perspektif Islam Mursalin, Hisan; Mu'ti, Abdul; Amirrachman, R. Alpha
Rayah Al-Islam Vol 8 No 2 (2024): Rayah Al Islam Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i2.1068

Abstract

Perspektif Islam mengenai pendidikan multikultural dan respons Islam terhadap keberagaman yang ada dalam masyarakat, terutama di lembaga pendidikan, sebagai upaya untuk menjamin setiap kelompok etnis agar memiliki hak yang setara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pandangan Islam terhadap pendidikan multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi pustaka, dimana berbagai referensi bersumber dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian dianalisis secara mendalam. Pendidikan ini merupakan pendidikan yang fokus pada kesetaraan dalam perbedaan budaya. Pendidikan multikultural merupakan suatu pendekatan yang menitikberatkan pada pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman budaya yang berbeda. Dalam perspektif Islam, perbedaan bukanlah menjadi penyebab konflik dan ukuran keagungan seseorang, tetapi dianggap sebagai kesempatan untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain. Pendidikan multikultural adalah landasan penting dalam menjaga persatuan dan integrasi sosial di tengah masyarakat yang heterogen, dengan cara mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesetaraan, keadilan, keberagaman, persatuan, ras, suku, bahasa, tradisi, serta menghargai kepercayaan agama, sehingga diharapkan terwujud kehidupan yang harmonis dan damai. Pendidikan Multikultural ini sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama Islam, yang terkandung dalam al-Qur'an yang menekankan tentang pentingnya menghargai keragaman. Hal ini juga telah diimplementasikan oleh Nabi Muhammad saw, dan para sahabat Rasul, sebagaimana yang tercantum dalam piagam Madinah. Islamic perspectives regarding multicultural education and Islamic responses to the diversity that exists in society, especially in educational institutions, as an effort to guarantee that every ethnic group has equal rights. The aim of this research is to explain the Islamic view of multicultural education. This research uses a qualitative literature study approach, where various references sourced from books, journals and previous research that are relevant to the research topic are analyzed in depth. This education is education that focuses on equality in cultural differences. Multicultural education is an approach that focuses on understanding and giving respect to the diversity of different cultures. In the Islamic perspective, differences are not a cause of conflict and a measure of someone's greatness, but are considered an opportunity to understand and respect each other. Multicultural education is an important foundation in maintaining social unity and integration in a heterogeneous society, by educating people about the importance of equality, justice, diversity, unity, race, ethnicity, language, traditions, as well as respecting religious beliefs, so that it is hoped that a harmonious life will be realized . and peaceful. Multicultural education is in accordance with the values of Islamic teachings, contained in the Koran which emphasizes the importance of respecting diversity. This has also been implemented by the Prophet Muhammad saw, and the companions of the Prophet, as stated in the Medina charter.
Tathbîq Al-Tiknûlûjiyâ Al-Mâliyyah fî Al-Waqf Riyansah Botutihe, Rahmad; Arif, Zainal
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1072

Abstract

تهدف هذه الدراسة إلى استكشاف تطبيق التكنولوجيا المالية (Fintech) في مجال الوقف في إندونيسيا. تعتمد هذه الدراسة على مراجعة الأدبيات والتقارير الحالية. يعد الوقف أحد أشكال الصدقة الجارية في الإسلام، وقد شهد تطورًا كبيرًا في السنوات الأخيرة مع دمج التكنولوجيا المالية. تبحث هذه الدراسة في كيفية استخدام التكنولوجيا المالية لتحسين إدارة الوقف وزيادة فعاليته في إندونيسيا، وهي أكبر دولة إسلامية من حيث عدد السكان. النتائج الأولية تشير إلى زيادة ملحوظة في مشاركة المسلمين في أنشطة الوقف، وتحسن في شفافية وكفاءة إدارة الأصول الوقفية. الدراسة تخلص إلى أن التكامل بين التكنولوجيا المالية والوقف يمثل فرصة كبيرة لتعزيز التنمية الاجتماعية والاقتصادية في إندونيسيا، مع التأكيد على ضرورة وضع أطر تنظيمية مناسبة لضمان الامتثال للشريعة الإسلامية وحماية مصالح المستفيدين Wakaf adalah salah satu bentuk amal yang berkelanjutan dalam Islam dan telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir dengan adanya Teknologi Finansial (fintech). Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan Teknologi Finansial (Fintech) pada bidang wakaf di Indonesia. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur dan laporan yang ada. Studi ini menyelidiki dan membahas bagaimana Teknologi Finansial (Fintech) dapat digunakan untuk meningkatkan pengelolaan wakaf dan meningkatkan efektivitasnya di Indonesia, negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam partisipasi umat Islam dalam kegiatan wakaf, serta adanya peningkatan transparansi dan efisiensi pengelolaan aset wakaf. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi tekfin dan wakaf merupakan peluang yang signifikan untuk meningkatkan pembangunan sosial-ekonomi di Indonesia, sekaligus menekankan perlunya mengembangkan kerangka kerja regulasi yang tepat untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum Islam dan melindungi kepentingan penerima manfaat.
Kriteria Memilih Pasangan Ideal dalam Pandangan Khalid Basalamah: Prespektif Teologis dan Sosial Nizar, Muhammad; Kumaini, Ruston
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1073

Abstract

Pernikahan dalam Islam melibatkan hubungan seksual dan kontrak pernikahan, di mana pemilihan pasangan ideal sangat penting. Penelitian ini fokus pada pandangan Khalid Basalamah, seorang ustadz atau pendakwah terkemuka di Indonesia, mengenai kriteria pasangan hidup yang ideal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kriteria utama yang disarankan Khalid Basalamah, menilai peran agama dalam pemilihan pasangan, dan mengeksplorasi tantangan penerapannya di era modern. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan data diambil dari video ceramah Khalid Basalamah di YouTube, buku-buku, dan tulisan ilmiah. Temuan menunjukkan bahwa Khalid Basalamah menekankan pentingnya agama dalam memilih pasangan, baik untuk calon istri maupun suami. Aspek seperti sekufu, budaya, sosial, bahasa, dan tingkat ibadah juga penting, tetapi agama adalah prioritas utama. Khalid Basalamah merekomendasikan wanita salehah dan perawan sebagai calon istri, sedangkan untuk suami, agama, kemampuan finansial, dan sifat penya yang harus diperhatikan. Selain itu, Khalid Basalamah menjelaskan proses meminang dalam Islam, cara mengenali pasangan tanpa pacaran, serta menjaga privasi dan masa lalu pasangan. Tantangan seperti kurangnya pemahaman tentang nilai agama dan resistensi diidentifikasi, dengan solusi untuk penerapan panduan ini dalam kehidupan modern. Jurnal ini diharapkan memberikan panduan bermanfaat dalam memilih pasangan hidup sesuai nilai agama. Islam Marriage involves sexual interaction and a contract of a marriage, where the selection of an ideal partner is such an essential thing. This study brings a focus on Khalid Basalamah’s gaze, one of popular ustadz or preachers in Indonesia, on the ideal criteria for a life partner. This study intends to understand the main criteria suggested by Khalid Basalamah, rate the role of religion in selecting a life partner and exploring the challenges of implementing it in this modern era. Qualitative research method is used by the data taken from Khalid Basalamah's lecture videos on YouTube, books, and scientific papers. The observation shows that Khalid Basalamah emphasizes the importance of religion in choosing a partner, both for future wife and husband. Some aspects such as confederate, culture, language, and level of worship are also necessary, but religion is the first thing to concern. Khalid Basalamah recommends pious and virgin woman as the chosen future wife. for husband, religion, social, financial ability, and loving-type of future husband should be a consideration. In addition, Khalid Basalamah explains more of the process of proposing in Islam, how to get to know a partner without dating, and maintaining the privacy as well as the past of a partner. Some lack of understanding of religious values and resistance are identified as well as the solutions for implementing this guide in modern era. This journal is expected to provide beneficial guidance in choosing a life partner according to religious values.
Pengaruh Kompetensi Kepala Sekolah Terhadap Implementasi Gerakan Sekolah Sehat Dalam Konteks Pembelajaran Digital dan Profil Pelajar Pancasila di SMP Kabupaten Garut Irpani, Ayit; Rahmayani, Emay; Amrullah, Silmi
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1074

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kompetensi Kepala Sekolah Terhadap Implementasi Gerakan Sekolah Sehat dalam Konteks Pembelajaran Digital dan Profil Pelajar Pancasila di SMP Kabupaten Garut”. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah sejauh mana pengaruh kompetensi kepala sekolah dalam pelaksanaan program Gerakan Sekolah Sehat dalam konteks pembelajaran digital dan penguatan profil pelajar pancasila. Hal ini terkait adanya persepsi bahwa kompetensi kepala sekolah dalam mendukung program sekolah sehat dalam pembelajaran digital dengan muatan profil pelajar pancasila belum maksimal. Selain itu, kompetensi kepala sekolah cenderung hanya melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaaan pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kompetensi kepala sekolah terhadap implementasi Gerakan Sekolah Sehat dan pembelajaran digital, serta dampaknya terhadap Profil Pelajar Pancasila di SMP Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi yang dijadikan sumber data dalam penelitian ini melibatkan 10 kepala sekolah, 20 guru, dan 40 siswa dari 10 SMP di Kabupaten Garut. Analisis menunjukkan bahwa kompetensi kepala sekolah (X1) memiliki nilai terendah 75 dan nilai tertinggi 90, dengan rata-rata 85,9 dan standar deviasi 4,37. Implementasi Gerakan Sekolah Sehat (X2) berkisar antara 70 hingga 90, dengan rata-rata 79,0 dan deviasi standar 5,30. Pembelajaran digital (X3) memiliki nilai antara 75 dan 88, dengan rata-rata 82,1 dan deviasi standar 3,16. Profil Pelajar Pancasila (Y) memiliki nilai antara 80 dan 90, dengan rata-rata 90,00 dan deviasi standar 2,75. Hasil ANOVA menunjukkan nilai F sebesar 1030,858 dengan tingkat signifikansi 0,001, yang lebih kecil dari 0,05. Nilai signifikansi adalah 0,054 untuk kompetensi kepala sekolah, 0,703 untuk Gerakan Sekolah Sehat, dan 0,943 untuk pembelajaran digital. Asumsi normalitas terpenuhi karena nilai signifikansi (2-tailed) untuk semua variabel lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan pentingnya kompetensi kepala sekolah dalam mengelola program-program pendidikan yang mendukung pengembangan karakter siswa. Diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi mereka serta optimalisasi Gerakan Sekolah Sehat dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. This study is entitled “The Effect of Principal Competence on the Implementation of the “Program Sekolah Sehat” in the Context of Digital Learning and the “Profil Pelajar Pancasila” in Junior High Schools in Garut Regency”. The problem raised in this study is the extent to which the influence of the principal's competence in implementing the Healthy School Movement program in the context of digital learning and strengthening the profile of Pancasila students. This is related to the perception that the principal's competence in supporting healthy school programs in digital learning with the content of the Pancasila student profile has not been maximized. In addition, the competence of school principals tends to only carry out monitoring and supervision of the implementation of learning in schools. Therefore, this study aims to examine the effect of principal competence on the implementation of the Healthy School Movement and digital learning, and its impact on the Pancasila Student Profile in junior high schools in Garut Regency. This study uses a quantitative approach with a correlational research design. The population used as data sources in this study involved 10 principals, 20 teachers, and 40 students from 10 junior high schools in Garut Regency. The analysis showed that the principal's competence (X1) had the lowest score of 75 and the highest score of 90, with an average of 85.9 and a standard deviation of 4.37. Implementation of the Healthy School Movement (X2) ranged from 70 to 90, with a mean of 79.0 and a standard deviation of 5.30. Digital learning (X3) had values between 75 and 88, with a mean of 82.1 and a standard deviation of 3.16. The Pancasila Learner Profile (Y) had values between 80 and 90, with a mean of 90.00 and a standard deviation of 2.75. The ANOVA results show an F value of 1030.858 with a significance level of 0.001, which is smaller than 0.05. The significance values are 0.054 for principal competency, 0.703 for Healthy School Movement, and 0.943 for digital learning. The normality assumption is met because the significance value (2-tailed) for all variables is greater than 0.05. So it can be concluded that the importance of principal competence in managing educational programs that support student character development. Continuous training is needed for principals to improve their competencies as well as optimization of the Healthy School Movement and the use of technology in learning.
Sanksi Denda Atas Keterlambatan Membayar Hutang Dalam Perspektif Fiqh Mardiansyah
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1075

Abstract

Salah satu permasalahan utama dalam topik ekonomi adalah lambannya pembayaran hutang dan pembayaran yang buruk (al-matl). Permasalahan inilah yang memantik pemikiran para pedagang, investor, dan pelaku bisnis pada umumnya, baik perorangan maupun korporasi. Selain itu, hal ini berdampak buruk pada mereka yang terlibat dalam industri perbankan dan koperasi, baik yang mengikuti praktik perbankan konvensional maupun syariah. Oleh karena itu, setiap produk hukum di pasaran menanggapi masalah ini dengan serius. Bank konvensional yang bertindak sebagai penyedia utang menentukan solusinya dengan meningkatkan jumlah pembayaran yang diwajibkan kepadanya akibat keterlambatan pembayaran utang, seperti bunga, terlepas dari mampu atau tidaknya ia membayarnya. Lembaga atau individu sebagai pemberi pinjaman juga menentukan denda jika debitur terlambat membayar pinjamannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa secara sederhana beberapa hal tentang sanksi denda bagi penghutang yang menunda-nunda pembayaran hutangnya dalam perspektif fiqih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode tinjauan pustaka, dengan data primer berupa referensi buku, jurnal dan sumber lainnya yang ada hubungannya dengan tema terkait. Mengacu hukum Islam, dalam perkara hutang sangat diperhatikan faktor kemampuan peminjam dalam pembayaran hutangnya, apakah mereka masuk kategori mampu atau tidak mampu. Sehingga terdapat beberapa sangsi dan konsekuensi sebagai resiko atas keterlambatan pembayaran utangnya. One of the main issues in economic topics is sluggish debt/loan repayment and poor payment (al-matl). This issue has sparked the ideas of traders, investors, and business people in general, whether they are individuals or corporations. This also has negative impact on those involved in the banking and cooperative industries, whether they follow conventional or syariah banking practices. Therefore, every legal product on the market takes this issue very seriously. The conventional banks act as debt provider determine a solution by increasing the amount of payment required of him due to late debt payments, such as interest, regardless of whether he is able to pay it or not. The institution or individual as a loans provider also determine fines if debtor is late in paying his loan. The purpose of this study was to analyze several things regarding fines for debtors who delay paying their debts from a fiqh perspective. The research method used is a library research method that uses primary data in this study are books, journals and others that exist in accordance with the theme of this study. According to Islamic law, in a debt cases, the debtor’s ability to pay their debts is very important, whether they are in the category of capable or not. So there are several types of consequences and risk determinations for those who are late in debt payment.
Analisis Dampak Pekerjaan Freelance Terhadap Penanaman Nilai-Nilai Islam Dalam Rumah Tangga (Studi Kasus Pada Pengguna Instagram) Hafizh, Muhammad Haidar; Galih Permana, Muhammad Yogi
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1077

Abstract

Pekerjaan freelance merupakan pekerjaan dengan fleksibilitas yang memungkinkan setiap individu dapat menggabungkan pekerjaan dengan kehidupan pribadinya. Lalu muncul pertanyaan bagaimana pekerjaan freelance ini berdampak terhadap penanaman nilai-nilai Islam dalam rumah tangga? Antara hak dan kewajiban, dampak ekonomi, psikologi, sosial, spiritual, serta kesehatan dan biologis dari pekerjaan freelance ini. Instagram merupakan salah satu platform terbesar bagi pekerja freelance. Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) Menganalisis dan menemukan pandangan islam mengenai pekerjaan freelance dan dampaknya terhadap penanaman nilai-nilai islam dalam rumah tangga, (2) Menganalisis dan menemukan dampak positif dan negatif pekerjaan freelance terhadap penanaman nilai-nilai islam dalam rumah tangga, (3) Menganalisis dan menemukan solusi dari dampak pekerjaan freelance terhadap penanaman nilai-nilai islam dalam rumah tangga. Hasil dari penelitian ini yaitu; (1) Islam sangat perhatian terhadap pekerjaan seorang muslim dari penanaman nilai-nilai islam dalam rumah tangga serta dampak yang terjadi bagi pekerja freelance. (2) Ada 5 dampak pekerjaan freelance terhadap penanaman nilai-nilai Islam dalam rumah tangga dan ada 4 dampak negatif pekerjaan freelance terhadap penanaman nilai-nilai islam dalam rumah tangga pada pengguna instagram. (3) Ada 5 strategi pekerja freelance terhadap penanaman nilai-nilai islam dalam rumah tangga. Freelance work is a job with flexibility that allows individuals to combine work with their personal lives. Then the question arises how this freelance work affects the cultivation of Islamic values in the family? About rights and obligations, the economic, psychological, social, spiritual, and health and biological impacts of this freelance work. Instagram is one of the largest platforms for freelance workers. The objectives of this study are; (1) To analyze and find the Islamic view of freelance work and its impact on the cultivation of Islamic values in the household, (2) To analyze and find the positive and negative impacts of freelance work on the cultivation of Islamic values in the household, (3) To analyze and find solutions to the impact of freelance work on the cultivation of Islamic values in the household. The results of this study are; (1) Islam is very concerned about the work of a Muslim from the cultivation of Islamic values in the household and the impact that occurs for freelance workers. (2) there are 5 impacts of freelance work on the cultivation of Islamic values in the household and there are 4 negative impacts of freelance work on the cultivation of Islamic values in the household on Instagram users. (3) There are 5 strategies of freelance workers towards the cultivation of Islamic values in the household.
Penerapan Al-Qawaid Al-Fiqhiyah dalam Kasus Bagi Hasil di Bank Syariah Sarnining
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1078

Abstract

Artikel ini membahas penerapan Al-Qawaid Al-Fiqhiyah dalam kasus bagi hasil di Bank Syariah. Al-Qawaid Al-Fiqhiyah menjadi landasan penting dalam aktivitas umat Islam sehari-hari untuk memahami ajaran Islam secara menyeluruh. Dalam konteks perbankan syariah, Al-Qawaid Al-Fiqhiyah memainkan peran kunci dalam mengatur transaksi ekonomi agar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan data yang bersumber dari berbagai literatur terkait. Dengan pemahaman yang mendalam terhadap kaidah-kaidah fiqhiyah, artikel ini memberikan gambaran jelas tentang bagaimana prinsip-prinsip tersebut diterapkan dalam konteks bagi hasil di Bank Syariah. Kesimpulannya, penerapan Al-Qawaid Al-Fiqhiyah menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan dan keberkahan dalam aktivitas ekonomi umat Islam melalui lembaga keuangan syariah. This article discusses the application of Al-Qawaid Al-Fiqhiyah in the case of profit sharing in Islamic Banks. Al-Qawaid Al-Fiqhiyah is an important foundation in the daily activities of Muslims to understand the teachings of Islam as a whole. In the context of Islamic banking, Al-Qawaid Al-Fiqhiyah plays a key role in regulating economic transactions to comply with sharia principles. The research method used is library research, with data sourced from various related literature. With a deep understanding of the fiqhiyah principles, this article provides a clear picture of how these principles are applied in the context of profit sharing in Islamic Banks. In conclusion, the application of Al-Qawaid Al-Fiqhiyah is key in maintaining sustainability and blessings in the economic activities of Muslims through Islamic financial institutions.
Implikasi Pernikahan Anak Bujang Suku Minangkabau Dengan Wanita di Luar Suku Minangkabau Menurut Adat Minangkabau Dalam Tinjauan Hukum Islam Febrian Ilham, Fadlan; Son Ashari, Winning
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1079

Abstract

Tradisi budaya Minangkabau memiliki sistem kekerabatan (matrilineal), di mana pernikahan adalah peristiwa penting yang melibatkan integrasi laki-laki ke dalam keluarga istrinya dan menambah anggota baru ke komunitas Rumah Gadang. Namun, peran laki-laki dalam perkawinan Minangkabau tradisional sebagai "urang sumando" atau tamu membuat perannya sebagai suami dan ayah menjadi minimal. Penelitian ini juga mengkaji implikasi hukum adat dan hukum Islam terhadap pernikahan campuran. Hukum adat Minangkabau yang bersifat matrilineal dan hukum Islam, yang menekankan kesetaraan dan keadilan, sering kali saling berkonflik dalam konteks pernikahan campuran yang menjadikan penelitian ini dirasa cukup penting yang juga dikarenakan adat suku Minangkabau berbeda dengan suku-suku yang ada di Indonesia. Beberapa kebiasaan yang ada pada masyarakat umum Indonesia bertentangan dengan hukum adat dan beberapa hukum adat bertentangan dengan hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat mengenai ketetapan hukum Islam dan mengenalkan hukum Islam bahwa Islam mempermudahkan bagi para pemeluknya dalam hal pernikahan dan jauh dari kata mempersulit proses terrsebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, menganalisis berbagai sumber data seperti buku referensi dan artikel jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan campuran dalam adat Minangkabau berpotensi menimbulkan konflik, namun dapat diselesaikan melalui pendekatan hukum Islam yang menekankan keadilan dan kesejahteraan bersama. The Minangkabau cultural tradition has a matrilineal kinship system, where marriage is a significant event that involves the integration of a man into his wife's family and adds new members to the Rumah Gadang community. However, the role of men in traditional Minangkabau marriages as "urang sumando" or guests minimizes their roles as husbands and fathers. This study also examines the implications of customary law and Islamic law on mixed marriages. The matrilineal nature of Minangkabau customary law and Islamic law, which emphasizes equality and justice, often conflict in the context of mixed marriages, making this research crucial given that Minangkabau customs differ from those of other Indonesian ethnic groups. Some practices common in broader Indonesian society conflict with Minangkabau customary law, and some customary laws conflict with Islamic law. This research aims to raise awareness among the public about the provisions of Islamic law and to introduce the concept that Islam facilitates marriage for its adherents rather than complicating it. This study uses a qualitative approach with a literature review method, analyzing various sources such as reference books and academic journal articles. The results show that mixed marriages in Minangkabau customs have the potential to cause conflicts but can be resolved through the application of Islamic law, which emphasizes justice and collective well-being.