cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
jpds.journal@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jpds.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial
ISSN : -     EISSN : 26552469     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) is a journal focused on articles of research and community service in the field of social science (Ideology, Citizenship, Human Geography, History, Social Studies, Sociology, Politics, Education and Humaniora).
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2023)" : 10 Documents clear
PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL INTERNASIONAL BEREPUTASI BAGI DOSEN-DOSEN PERGURUAN TINGGI ISLAM SWASTA (PTAIS) Luluk Sri Agus Prasetyoningsih; M. Faruq Ubaidillah; Nuris Shobah; Khoirotun Nisak; Sonny Elfianto
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i2p85-92

Abstract

REPUTABLE INTERNATIONAL JOURNAL ARTICLE WRITING TRAINING FOR PRIVATE ISLAMIC HIGHER EDUCATION LECTURERSThis community service activity aims to provide training to lecturers in producing journal articles that can be submitted for publication in national and international journals. This activity is carried out through online and offline seminars. The executor of this activity is the University of Islam Malang under the auspices of the Institute for Research and Community Service UNISMA. This activity was carried out at STAI Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura. The method of implementing the activity consists of several stages. The first stage is planning through discussions with the organizers to meet participants' expectations regarding the benefits of training activities. The second stage is the delivery of material and discussions through online seminars (zoom meetings) and offline or face-to-face. The third stage is further online discussion with participants who need additional explanation. Based on the satisfaction survey obtained from the participants after the activity took place, this activity was in accordance with the needs of the participants and was very useful for the participants as well as motivating the participants to improve the quality of research articles so that they could be submitted for publication in national and international journals.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada dosen dalam menghasilkan artikel jurnal yang dapat diajukan untuk publikasi di jurnal nasional dan internasional. Kegiatan ini dilaksanakan melalui seminar online dan offline. Pelaksana kegiatan ini adalah Universitas Islam Malang di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNISMA. Kegiatan ini dilaksanakan di STAI Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari beberapa tahapan. Tahap pertama adalah perencanaan melalui diskusi dengan pihak penyelenggara untuk memenuhi harapan peserta mengenai manfaat dari kegiatan pelatihan. Tahap kedua adalah penyampaian materi dan diskusi melalui seminar online (zoom meeting) dan offline atau tatap muka. Tahap ketiga adalah diskusi online lebih lanjut dengan peserta yang membutuhkan penjelasan tambahan. Berdasarkan survey kepuasan yang didapat dari peserta setelah kegiatan berlangsung, kegiatan ini sesuai dengan kebutuhan peserta dan sangat bermanfaat bagi peserta serta memotivasi peserta untuk meningkatkan kualitas artikel penelitian agar dapat diajukan untuk dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional.
PELUANG DAN TANTANGAN MENINGKATKAN KETERLIBATAN WARGA NEGARA MUDA DALAM MEMPROMOSIKAN PERDAMAIAN DI MASYARAKAT Rista Ayu Mawarti
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i2p93-100

Abstract

OPPORTUNITIES AND CHALLENGES OF INCREASING THE INVOLVEMENT OF YOUNG CITIZENS IN PROMOTING PEACE IN COMMUNITIESIn the current era where everyone has the convenience of interacting and communicating with each other across regional boundaries, student interest in gaining learning experiences not only in the "classroom" is also higher. Especially on content that tends to be theoretical like peace. Therefore, this article aims to discuss the service-learning learning model combined with peace education and the perspective of increasing citizen engagement which is the focus of this study. The method used is a qualitative approach with a participatory design involving lecturers and students in the Social Praxis course at the Department of Law and Citizenship, Faculty of Social Sciences. The results of the study show that: 1) the implementation of the learning model has the opportunity to increase the knowledge, skills and involvement of young citizens in promoting peace in society through material deepening activities, preparation of activity plans, to implementing peace education programs in the community; 2) the challenge of implementing the learning model is the development of a paradigm about the concept of imaginary peace in society with the category of social media users, so that students need to get more intense deepening of the material about this; 3) evaluation of the implementation of the learning model is an improvement in the intensity of guiding student activity designs by lecturers in Social Praxis courses to improve the quality of programs run by students. In general, it can be said that the service-learning model implemented could support increased student involvement as citizens in solving citizenship issues around them. As a follow-up, further studies are still needed on the effectiveness and efficiency of the program with the perspective of its benefit to the community so that a complete revision of a better learning model can be formulated.Pada era saat ini dimana setiap orang mendapatkan kemudahan untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi melintasi batas wilayah, ketertarikan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar tidak hanya pada “ruang kelas” juga menjadi lebih tinggi. Terutama pada konten yang cenderung teoritis seperti perdamaian. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk membahas model pembelajaran service-learning yang dipadukan dengan pendidikan damai dan perspektif meningkatkan keterlibatan warga negara menjadi fokus utama kajian ini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain partisipatif yang melibatkan dosen serta mahasiswa pada mata kuliah Praksis Sosial di Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) implementasi model pembelajaran berpeluang meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan keterlibatan warga negara muda dalam mempromosikan perdamaian di masyarakat melalui kegiatan pendalaman materi, penyusunan rencana kegiatan, hingga pelaksanaan program edukasi perdamaian di masyarakat; 2) tantangan dari implementasi model pembelajaran yaitu perkembangan paradigma tentang konsep perdamaian yang imajiner di masyarakat dengan kategori pengguna media sosial, sehingga mahasiswa perlu untuk mendapatkan pendalaman materi yang lebih intens tentang hal tersebut; 3) evaluasi dari implementasi model pembelajaran adalah perbaikan pada intensitas pembimbingan rancangan kegiatan mahasiswa oleh dosen pengampu mata kuliah Praksis Sosial untuk meningkatkan kualitas program yang dijalankan oleh mahasiswa. Secara umum, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran service-learning yang dilaksanakan berpeluang mendukung peningkatan keterlibatan mahasiswa sebagai warga negara dalam penyelesaian isu-isu kewarganegaraan di sekitarnya. Sebagai tindak lanjut, tetap diperlukan kajian lanjutan tentang efektivitas dan efisiensi program dengan perspektif kebermanfaatannya bagi masyarakat agar dapat dirumuskan sebuah revisi utuh model pembelajaran yang lebih baik.
PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF MELALUI PENGEMBANGAN JEJARING BISNIS KULINER KUE ROTI PISANG KHAS BANJARMASIN Acep Supriadi; Yadi Ruyadi; Supriyono Supriyono; Dadi Mulyadi Nugraha; Rista Ayu Mawarti
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i2p101-110

Abstract

EMPOWERMENT OF THE CREATIVE ECONOMY THROUGH THE DEVELOPMENT OF A CULINARY BUSINESS NETWORK BANJARMASIN TYPICAL BANANA BREAD CAKECommunity empowerment through the development of the creative economy in the era of globalization is very crucial. This economic development is based on creativity, culture and local excellence, and is a new hope in looking at the nation's economic changes in the future. Creative economy development can be carried out in rural communities, for example in Kayuambon Village, which is located around Lembang, West Bandung Regency, where one of its main commodities is bananas. It's just that the processing of these commodities has not been maximized, so it has not provided significant additional income for the community. Based on this, this research aims to educate the public regarding the innovation of various processed foods made from bananas as the main raw material, in particular the development of a culinary business typical of Kalimantan banana bread and a strategy for developing a network of processed businesses so that they can provide additional income for the Kayuambon Community in Lembang District. The method used is action research. The results of this research, namely the development of a culinary business network for Banjarmasin typical banana bread, can improve the welfare of the people of Kayuambon Village, Lembang District.Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif di era globalisasi menjadi sesuatu yang sangat krusial. Pengembangan ekonomi ini bertumpu pada kreatifitas, kebudayaan serta keunggulan lokal yang dimiliki, dan menjadi harapan baru dalam menatap perubahan ekonomi bangsa di masa mendatang. Pengembangan ekonomi kreatif dapat dilakukan pada masyarakat di pedesaan, contohnya Desa Kayuambon yang berada disekitaran Lembang, Kabupaten Bandung Barat dengan salah satu komoditas utamanya adalah pisang. Hanya saja, pengolahan komoditas tersebut belum maksimal, sehingga belum memberi penambahan pendapatan yang signifikan bagi masyarakatnya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait inovasi berbagai olahan makanan yang berbahan baku utama pisang, khususnya pengembangan bisnis kuliner roti pisang khas Kalimantan serta strategi pengembangan jejaring bisnis olahan tersebut sehingga dapat memberi tambahan pendapatan bagi Masyarakat Kayuambon Kecamatan Lembang. Metode yang digunakan yaitu action research. Hasil yang didapatkan setelah melaksanakan penelitian, yaitu pengembangan jejaring bisnis kuliner roti pisang khas Banjarmasin, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Kayuambon Kecamatan Lembang.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERBASIS FEMINIST RAPID RESPONSE RESEARCH (FRRR) DALAM ADVOKASI MEMINIMALISIR TINDAK KEKERASAN SEKSUAL Elly Malihah; Siti Komariah; Wilodati Wilodati; Rengga Akbar Munggaran; Lingga Utami; Arindini Ayu Kisvi Rizkia; Andreian Yusup
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i2p138-149

Abstract

WOMEN'S EMPOWERMENT BASED ON FEMINIST RAPID RESPONSE RESEARCH (FRRR) IN ADVOCACY TO MINIMIZE ACTS OF SEXUAL VIOLENCEThis study aims to analyze the implementation of women's empowerment in the form of advocacy efforts to minimize instances of sexual violence. Sexual violence poses a severe challenge that threatens women's well-being and hinders the achievement of gender equality. Various cases of sexual violence highlight the necessity of community involvement as an essential element in addressing prevention and advocacy for handling crimes and sexual violence against women. The Feminist Rapid Response Research (FRRR) approach is one form of methodology that combines feminist principles with rapid responses to gender issues, enabling an efficient approach to addressing sexual violence. In this research, a qualitative approach and descriptive method are employed to gain profound insights into how women's empowerment through advocacy efforts using the FRRR approach is implemented. Data collection involves conducting in-depth interviews with groups such as the Family Welfare Empowerment and Youth Association to gather information about their perceptions of advocacy in minimizing sexual violence. The research findings indicate that, due to the crisis of sexual violence, there is a need to provide protection for women by enacting appropriate regulations to prevent and reduce sexual violence while also combatting it. Additionally, there is a need for mentorship-based programs capable of achieving new outcomes, such as advocating for resources and supporting facilities that enable collective understanding in documenting collectively when formulating strategies for new feminist organizational approaches as efforts to minimize cases of sexual violence in their environment.Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pemberdayaan perempuan berbentuk upaya advokasi dalam meminimalisir tindak kekerasan seksual. Kekerasan seksual menjadi tantangan serius yang mengancam kesejahteraan perempuan dan menghambat pencapaian kesetaraan gender. Berbagai kasus kekerasan seksual yang terjadi menyebabkan perlunya peran serta masyarakat sebagai eleman yang berperan menangani bentuk pencegahan dan advokasi penanganan kasus kejahatan dan kekerasan seksual pada perempuan. Pendekatan Feminist Rapid Response Research (FRRR) merupakan salah satu bentuk pendekatan yang menggabungkan prinsip-prinsip feminis dengan respons cepat terhadap isu-isu gender, memungkinkan penanganan yang efisien terhadap tindak kekerasan seksual. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif dan metode deskriptif digunakan untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang bagaimana implementasi pemberdayaan perempuan berbentuk upaya advokasi dengan pendekatan FRRR. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam pada kelompok PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dan Karang Taruna, untuk mengumpulkan data tentang persepsi mereka terhadap advokasi dalam meminimalisir kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, atas dasar krisis kekerasan seksual, perlu memberikan perlindungan bagi perempuan dengan menjadikan regulasi yang tepat untuk mencegah dan mengurangi kekerasan seksual sekaligus memeranginya. Selain itu, perlu program berbasis pendampingan yang mampu memberikan capaian baru berupa advokasi sarana dan prasarana pendukung yang memungkinkan pemahaman untuk mendokumentasikan secara kolektif dalam penyusunan strategi untuk cara-cara baru pengorganisasian feminis sebagai upaya dalam meminimalisir kasus kekerasan seksual di lingkungan mereka.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN MOTIF DAN PELATIHAN BATIK BERBASIS RAGAM HIAS SITUS CANDI SINGOSARI Aditya Nugroho Widiadi; Yuliati Yuliati; Najib Jauhari; Ronal Ridhoi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i2p150-161

Abstract

COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH THE DEVELOPMENT OF BATIK MOTIFS AND TRAINING BASED ON THE DECORATIVE VARIETIES OF THE SINGOSARI TEMPLE SITECandirenggo village has extraordinary tourism potential to be developed as a source of community empowerment. One of these potentials is the existence of Singosari Temple. Unfortunately, the existence of Singosari Temple cannot be utilized optimally because it only relies on tourist visits to the temple and surrounding sites. Even though the Singosari Temple site has so many ornamental motifs on some parts of the temple as well as on some artifactual relics located in the temple courtyard. This article aims to explain the development of batik motifs by taking inspiration from the variety of decorations that exist in Singosari Temple and several statues around it. Then, the motif was offered to the people of Candirenggo village through batik training activities. The method of developing batik motifs was through identification studies at the Singosari Temple site. Then continued with focus group discussion activities with archeologist and local community leaders. The result of this development is a form of batik motif named Singhāsana Padma. In the final stage, a community empowerment program is carried out through batik training activities in Singosari village which can be used for iconic merchandise for Singosari Temple tourism.Kelurahan Candirenggo memiliki potensi wisata yang luar biasa untuk bisa dikembangkan sebagai sumber-sumber pemberdayaan masyarakat. Salah satu potensi tersebut adalah keberadaan Candi Singosari. Namun sayangnya, keberadaan Candi Singosari belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena hanya mengandalkan kunjungan wisatawan ke candi dan situs sekitarnya. Padahal situs Candi Singosari memiliki kekayaan motif ragam hias pada beberapa bagian dinding candi maupun pada beberapa peninggalan artefaktual yang terletak di halaman candi. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan pengembangan motif batik dengan mengambil inspirasi dari ragam hias yang ada pada Candi Singosari dan beberapa arca di sekitarnya. Untuk kemudian, motif tersebut ditawarkan kepada masyarakat Kelurahan Candirenggo melalui kegiatan pelatihan membatik. Metode pengembangan motif batik ini melalui studi identifikasi di situs Candi Singosari, lalu dilanjutkan dengan kegiatan focus group discussion dengan para arkeolog dan tokoh masyarakat setempat. Hasil dari pengembangan ini adalah bentuk motif batik yang diberi nama Singhāsana Padma. Pada tahap akhir dilaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan membatik di Kelurahan Singosari yang dapat dimanfaatkan untuk merchandise ikonik untuk wisata Candi Singosari.
OPTIMALISASI VARIAN DAN BRANDING PRODUK HASIL INDUSTRI TAHU DI KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO Khofifatu Rohmah Adi; Idris idris; Fatiya Rosyida; Desinta Dwi Rapita
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i2p111-119

Abstract

OPTIMIZATION OF VARIETY AND BRANDING OF TOFU INDUSTRY PRODUCTS IN BALEN DISTRICT, BOJONEGORO REGENCYThe important thing that can be learned from the 1997 economic crisis that hit Indonesia is that small industries have the ability to survive. Small industries are also a manifestation of the Ekonomi Kerakyatan. The advantages possessed by this small industry encourage policies that can strengthen it. The ability of small industrial players to compete in this era. Efforts for the development of small industries are needed. The problem that often occurs is that they have less knowledge of business development strategies. One of the industries that many people are involved in, especially in Kabunan Village, is the tofu industry. The tofu industry in this village still has a limited number of variations and does not yet have a brand. The implementation method carried out in this service is the preparation made to analyse the situation and needs, implementation, and evaluation of the program. This activity was carried out well. This can be seen from the results of the questionnaire answer that 95 percent of the participants were happy with this socialization, 90 percent were satisfied with the material presented, and 90 percent stated that the material presented was interesting.Hal penting yang dapat dipetik dari krisis ekonomi 1997 yang menghampiri Indonesia adalah bahwa industri kecil memiliki kemampuan bertahan. Industri kecil juga merupakan wujud dari ekonomi kerakyatan. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh industri kecil ini mendorong adanya kebijakan yang dapat menguatkannya. Kemampuan pelaku industri kecil dalam bersaing di era seperti saat ini sangat penting untuk dimiliki. Upaya-upaya untuk pengembangan industri kecil sangat diperlukan. Permasalahan yang sering terjadi adalah pelaku industri kecil memiliki pengetahuan yang kurang akan strategi-strategi untuk mengembangkan usaha mereka. salah satu industri yang banyak digeluti masyarakat di Desa Kabunan adalah industri tahu. Industri tahu yang ada di desa ini masih memiliki jumlah variasi yang terbatas dan belum memliki nama dagang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang variasi produk tahu, dan memperluas wawasan tentang branding produk. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah persiapan yang dilakukan untuk menganalisis situasi dan kebutuhan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Kegiatan ini berjalan dengan baik sebagaimana ditunjukkan pada angket bahwa 95 persen peserta merasa senang dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, 90 persen peserta puas dengan materi yang disampaikan, dan 90 persen peserta menyatakan materi yang disampaikan menarik.
PENINGKATAN KAPASITAS SISWA SEKOLAH DASAR DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA ERUPSI GUNUNG API MELALUI SIMULASI MITIGASI BENCANA DI DAERAH GUNUNG SEMERU Syamsul Bachri; Sumarmi Sumarmi; Listyo Yudha Irawan; Heni Masruroh; Tabita May Hidiyah; A. Riyan Rahman Hakiki; Egi Nursari Billah; Nanda Regita Cahyaning Putri; Mellinia Regina Heni Prastiwi; Huang Zimo
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i2p162-171

Abstract

INCREASING THE CAPACITY OF PRIMARY SCHOOL STUDENTS IN VOLCANO ERUPTION DISASTER PREPAREDNESS THROUGH DISASTER MITIGATION SIMULATION IN THE MOUNT SEMERU REGIONIndonesia is one of the countries prone to volcanic eruptions. One of the volcanic eruption disasters that occurred was the Semeru Volcano in 2021 and 2022 in Lumajang Regency. The impact of the Semeru Volcano eruption resulted in many casualties. This proves that the lack of understanding of the community in dealing with the threats and risks of volcanic disasters. Thus, the importance of action to minimize the impact of future disasters. The community service activities carried out by the community service team from the State University of Malang in the Decentralized Research and Service Program of the Faculty of Social Sciences are one of the solutions to increase community capacity in reducing the risk of volcanic disasters. The community service activities were carried out with disaster learning and volcano disaster mitigation simulations carried out in Sumbermujur Village, Lumajang Regency at a school directly affected by the eruption of Mount Semeru, namely SDN Sumberwuluh 2. Disaster learning activities and simulations aim to increase disaster knowledge and knowledge of volcano disaster simulations and minimize the impact of the eruption of the Semeru Volcano. The method is carried out with four stages: initial observation, socialization, implementation, and evaluation. The results show that disaster learning and disaster simulation need to be routinely carried out in schools to provide early disaster knowledge to deal with the threat of disasters that can occur at any time. From the activities carried out, students also gain knowledge skills in carrying out self-rescue steps in the event of a volcano disaster at school.Indonesia ialah salah satu negara yang rawan terhadap bencana erupsi gunung api. Salah satu bencana erupsi gunung api yang yang terjadi adalah Gunung Api Semeru Tahun 2021 dan 2022 di Kabupaten Lumajang. Dampak letusan Gunung Api Semeru mengakibatkan banyaknya korban jiwa. Hal itu membuktikan bahwa kurangnya pemahaman masyarakat dalam menghadapi ancaman dan risiko bencana gunung api. Dengan demikan pentingnya tindakan untuk meminimalisir dampak akibat bencana yang akan datang kedepannya. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdian dari Universitas Negeri Malang dalam program penelitian dan pengabdian Desentralisasi Fakultas Ilmu Sosial sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengurangi risiko bencana gunung api. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan pembelajaran kebencanaan dan simulasi mitigasi bencana gunung api yang dilaksanakan di Desa Sumbermujur Kabupaten Lumajang pada sekolah yang terdampak langsung erupsi Gunung Semeru yakni SDN Sumberwuluh 2. Kegiatan pembelajaran kebencanaan dan simulasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kebencanaan dan pengetahuan simulasi bencana gunung api, serta meminimalisir dampak erupsi Gunung Api Semeru. Metode diakukan dengan 4 tahapan yakni observasi awal, sosialisasi, pelaksanan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran kebencanaan dan simulasi bencana perlu rutin dilakukan di sekolah guna memberikan pengetahuan kebencanaan sejak dini untuk menghadapi ancaman bencana yang sewaktu waktu dapat terjadi. Dari kegiatan yang dilakukan peserta didik juga mendapatkan pengetahuan, keterampilan dalam melakukan langkah-langkah penyelamatan diri bila terjadi bencana gunung api di sekolah.
DILEMA ANTARA KRISIS EKONOMI DAN TRADISI: EDUKASI MASYARAKAT DAMPAK PERNIKAHAN DINI DI DESA LUMBANG, KABUPATEN PASURUAN Faline Izza Nisa’u; Ananda Dwitha Yuniar; Fahim Syah; Florica Dwi Egadiantasari; Rizqi Ananda Alfita
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i2p120-127

Abstract

Early marriage is a form of phenomenon that is often found in Lumbang Village, this is motivated by various factors ranging from education, socio-culture, and economy. Efforts are needed to raise public awareness in preventing early marriage for adolescents and parents. Various efforts have also been made by village officials to help suppress early marriages that occur in Lumbang Village. So, this service aims to provide material on understanding the impact of early marriage from the health sector so that people become aware of the importance of health before deciding to get married and can reduce the number of early marriages that occur in Lumbang Village. The results of this field service concluded that most of the participants who attended the socialization still cared about their health, while among those who were married, based on social and economic factors, they were forced to choose early marriage. After this socialization activity, the implementing group monitored and reviewed the level of early marriage in Lumbang Village with marriage data through the Office of Religious Affairs (KUA) administrator.Pernikahan dini menjadi salah satu bentuk fenomena yang banyak ditemui pada Desa Lumbang. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai faktor mulai dari pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi. Diperlukan usaha untuk menyadarkan masyarakat dalam mencegah terjadinya pernikahan dini, baik pada remaja dan juga orang tua. Berbagai upaya juga telah dilakukan oleh perangkat desa untuk turut menekan pernikahan dini yang terjadi di Desa Lumbang. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan materi pemahaman dampak melakukan pernikahan dini dari bidang kesehatan agar masyarakat menjadi peduli akan pentingnya kesehatan sebelum memutuskan untuk menikah dan dapat menekan angka pernikahan dini yang terjadi di Desa Lumbang. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini yakni menggunakan metode partisipatoris, dimana penulis dapat memperoleh hasil berupa gambaran, arahan, dan respon mitra secara langsung. Hasil dari pengabdian ini menyimpulkan bahwa dari sebagian peserta yang hadir pada sosialisasi masih banyak yang peduli akan kesehatan mereka sementara itu mereka yang sudah menikah didasari karena faktor sosial dan ekonomi sehingga mereka terpaksa memilih menikah dini. Pasca kegiatan sosialisasi ini kelompok pelaksana melakukan monitoring dan meninjau tingkat pernikahan dini di Desa lumbang dengan data pernikahan melalui pengurus di Kantor Urusan Agama (KUA).
PENGEMBANGAN WEB VIRTUAL TOUR BERBASIS ADVENTURE UNTUK BRANDING PANTAI PERAWAN DI KABUPATEN MALANG Sumarmi Sumarmi; Syamsul Bachri; Alfyananda Kurnia Putra; A.Riyan Rahman Hakiki; Tabita May Hidiyah; Sharina Osman
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i2p172-183

Abstract

DEVELOPMENT OF AN ADVENTURE-BASED VIRTUAL WEB TOUR FOR BRANDING PERAWAN BEACH IN MALANG DISTRICTMalang Regency has great natural tourism potential, especially its beach tourism. This is due to the construction of the Southern Crossing Line (JLS) to facilitate accessibility to coastal areas in southern Malang Regency. One of the beaches that has excellent potential is Perawan Beach. However, the potential of Perawan Beach has not been in line with the increase in the number of visitors. This is due to the lack of information about Perawan Beach's potential that is conveyed to potential visitors. In addition, Perawan Beach is also a beach that is not yet well known as a preferred beach tourist destination in Malang Regency. This service aims to develop an adventure-based virtual tour web for branding Perawan Beach, Sidoasri Village, Malang Regency. The method used to achieve this goal is to identify the potential of the Perawan Beach. Then, these potentials are made rides/tourism products offered to potential tourists through the digital web. To develop a digital web, data is taken in the form of photos and videos of the rides that have been made using a 360 camera for virtual presentation. The data is then compiled and packaged as attractive as possible which is then presented in the form of a virtual web as a branding of the Perawan Beach. The results of the service carried out, improving the Perawan Beach tourism manager and Sidoasri Village officials related to tourism management and promotion through adventure-based virtual tour web. Which in the end can increase revenue in tourism management at the Perawan Beach.Kabupaten Malang memiliki potensi wisata alam yang besar, terutama wisata pantainya. Hal ini disebabkan adanya pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) untuk mempermudah aksesibilitas ke wilayah pesisir di Kabupaten Malang bagian selatan. Salah satu pantai yang memilki potensi besar adalah Pantai Perawan. Namun, potensi yang dimiliki Pantai Perawan tersebut belum sejalan dengan peningkatan jumlah pengujung. Hal ini disebabkan belum maksimalnya informasi terkait potensi Pantai Perawan yang tersampaikan ke calon pengunjung. Ditambah lagi, Pantai Perawan juga merupakan pantai yang belum begitu terkenal sebagai destinasi wisata pantai pilihan di Kabupaten Malang. Tujuan dari pengabdian ini yaitu mengembangkan web virtual tour berbasis adventure untuk branding Pantai Perawan Desa Sidoasri Kabupaten Malang. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu mengidentifikasi potensi-potensi yang dimiliki Pantai Perawan. Kemudian potensi-potensi tersebut dibuat wahana/produk wisata yang ditawarkan ke calon wisatawan melalui web digital. Untuk mengembangkan web digital dilakukan pengambilan data berupa foto dan video dari wahana yang sudah dibuat dengan menggunakan kamera 360 untuk penyajian secara virtual. Data tersebut kemudian disusun dan dikemas semenarik mungkin yang selanjutnya disajikan dalam bentuk web virtual sebagai branding Pantai Perawan. Hasil pengabdian yang dilakukan, meningkatkan manajemen pengelolaan dan promosi wisata pengelola wisata Pantai Perawan dan perangkat Desa Sidoasri melalui web virtual tour berbasis adventure. Dimana akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dalam pengelolaan wisata di Pantai Perawan.
TREN FASHION MERK LOKAL: ANTARA GAYA HIDUP DAN REPRESENTASI NASIONALISME DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Bayusar Candra Pradana; Atika Wijaya
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i2p128-137

Abstract

Local brand fashion is a style of dress using original clothing brands made in Indonesia. The trend of using local fashion brands has begun to develop among urban students, one of whom is a Semarang State University (UNNES) student in Semarang City. Local fashion brands also have a connection with nationalism because they are included in domestic products. This article aims to explain how UNNES students interpret local brand fashion trends as part of a lifestyle and find out the meaning of using local brands when associated with nationalism. This research uses qualitative methods. The subjects of this study were active UNNES students. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that fashion trends for local brands among UNNES students have changed student lifestyle patterns, besides that the use of local brand fashion is a form of love for UNNES students for domestic products. UNNES students represent a sense of nationalism by using local fashion brands which are native domestic products.Fashion merk lokal merupakan gaya berpakaian dengan menggunakan merk pakaian asli buatan Indonesia. Tren penggunaan fashion merk lokal sudah mulai berkembang di kalangan mahasiswa perkotaan, salah satunya adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang berada di Kota Semarang. Fashion merk lokal juga memiliki keterkaitan dengan nasionalisme karena termasuk produk dalam negeri. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana mahasiswa UNNES memaknai tren fashion merk lokal sebagai bagian dari gaya hidup dan mengetahui makna tindakan menggunakan brand lokal jika dikaitkan dengan nasionalisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa aktif UNNES. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tren fashion merk lokal di kalangan mahasiswa UNNES merubah pola gaya hidup mahasiswa, selain itu penggunaan fashion merk lokal merupakan salah satu bentuk rasa cinta mahasiswa UNNES terhadap produk dalam negeri. Mahasiswa UNNES merepresentasikan rasa nasionalisme dengan cara menggunakan fashion merk lokal yang merupakan produk asli dalam negeri.

Page 1 of 1 | Total Record : 10