cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
jpds.journal@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jpds.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial
ISSN : -     EISSN : 26552469     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) is a journal focused on articles of research and community service in the field of social science (Ideology, Citizenship, Human Geography, History, Social Studies, Sociology, Politics, Education and Humaniora).
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2025)" : 20 Documents clear
Pemberdayaan perempuan melalui ormas Islam wanita di Kota Serang Maisaroh, Ima; Mahpudin, Mahpudin; Stiawati, Titi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i12025p1-18

Abstract

Women’s empowerment through Islamic women’s organizations in Serang City Women’s Islamic organizations (Muslimat, Aisiyah, and Persistri) in Serang City have significantly increased women’s involvement in the public sphere. Although religiously based, these organizations implement strategic programs in non-religious sectors to strengthen women’s empowerment. Their efforts focus on addressing gender inequality and the strong patriarchal culture in Serang City while promoting the message that Islam supports gender equality and women’s independence. This study examines the contributions of Islamic women’s organizations, including Aisyiyah Muhammadiyah, Muslimat NU, and Persistri Persis, in empowering women in Serang City. The research employs an exploratory and developmental social method with a quantitative descriptive approach. The findings indicate that these organizations engage in religious activities and play a crucial role in women’s empowerment through various programs. The study concludes that there is significant potential for synergy between these organizations and other stakeholders to strengthen women’s empowerment further. Organisasi Islam perempuan (Muslimat, Aisyiyah, dan Persistri) di Kota Serang telah memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan keterlibatan perempuan di ranah publik. Meskipun berbasis keagamaan, organisasi ini melaksanakan program-program strategis di sektor non-keagamaan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan. Upaya mereka berfokus pada mengatasi ketimpangan gender dan budaya patriarki yang masih kuat di Kota Serang, sekaligus menyampaikan pesan bahwa Islam mendukung kesetaraan gender dan kemandirian perempuan. Penelitian ini mengkaji kontribusi organisasi Islam perempuan, termasuk Aisyiyah Muhammadiyah, Muslimat NU, dan Persistri Persis, dalam memberdayakan perempuan di Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode sosial eksploratif dan pengembangan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi-organisasi ini tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga berperan penting dalam pemberdayaan perempuan melalui berbagai program. Studi ini menyimpulkan bahwa terdapat potensi besar untuk sinergi antara organisasi-organisasi ini dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna semakin memperkuat pemberdayaan perempuan.
Pemetaan jalur pendakian Gunung Lawu via Babar berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai upaya mendukung wisata minat khusus Hidayat, Septian Nur; Wirahayu, Yuswanti Ariani; Astina, I Komang; Insani, Nailul
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i12025p19-30

Abstract

Mapping the Mount Lawu hiking trail via Babar using a Geographic Information System (GIS) to support special interest tourism The popularity of Mount Lawu hiking as a special interest tourism has increased. Mount Lawu is a popular destination for hikers because of its natural beauty, history, and culture. Popular hiking trails are via Candi Cetho and via Cemoro Sewu. However, in 2019, a new alternative hiking trail was available, namely the Babar hiking trail, managed by the Wono Tirto Forest Village Community Organization (LMDH). The Babar hiking trail has the advantage of a lower slope than other trails, and there are several relic sites of the Majapahit kingdom along the hiking trail. The Babar hiking trail has not had an appropriate map of the hiking trail since its opening. This research aims to produce a Geographic Information System (GIS)-based digital map that provides information on special interest tourism hiking trails (Mount Lawu hiking) in supporting mountaineering management. The method used in this research is Participatory GIS (P-GIS) with an LMDH officer. Data was collected through ground surveys with the Avenza Maps application, and analyzed using Quantum Geographic Information System (QGIS) to produce digital maps. The resulting hiking trail map is equipped with necessary information, including Basecamp, post, shelter, water point, site point along the trail, peak, distance, and estimated travel time. The map can be accessed offline for navigation and location tracking. This digital map makes it easier for hikers to navigate and plan, reducing the risk of accidents during mountain hiking activities. Popularitas wisata minat khusus pendakian Gunung Lawu mengalami peningkatan. Gunung Lawu merupakan destinasi populer bagi pendaki berkat keindahan alam, sejarah, dan budaya. Jalur pendakian yang terkenal antara lain Jalur Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho dan via Cemoro Sewu, namun pada tahun 2019 tersedia jalur pendakian alternatif baru yaitu jalur pendakian via Babar yang dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Tirto. Jalur pendakian via Babar memiliki keunggulan yaitu kemiringan lereng lebih rendah dibandingkan jalur lain dan terdapat beberapa situs peninggalan kerajaan majapahit di sepanjang jalur pendakian. Jalur Pendakian Babar belum memiliki peta jalur pendakian yang memadai sejak dibuka. Penelitian ini bertujuan menghasilkan peta digital berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang memiliki manfaat untuk menyediakan informasi jalur pendakian wisata minat khusus (pendakian Gunung Lawu) dalam mendukung manajemen pendakian gunung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan implementasi SIG Partisipatif (SIG-P) bersama pengurus LMDH Wono Tirto. Data dikumpulkan melalui survei lapangan dengan aplikasi Avenza Maps, dan dianalisis menggunakan Quantum Geographic Information System (QGIS) untuk menghasilkan peta digital. Peta jalur pendakian yang dihasilkan dilengkapi dengan informasi penting antara lain Basecamp, pos, shelter, titik mata air, titik situs di sepanjang jalur, puncak, jarak, dan estimasi waktu tempuh. Peta tersebut dapat diakses secara offline untuk navigasi dan pelacakan lokasi. Peta digital ini memudahkan pendaki dalam navigasi dan perencanaan, mengurangi risiko kecelakaan selama kegiatan mendaki gunung.
Transformation of political campaigning in the digital era: The impact of social media and digital communication Dharta, Firdaus Yuni; Ghazalie, Ghazalie; Putra, Doly Andhika; Albrecht, Malte
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i12025p31-41

Abstract

The digital era has brought about a revolution in various aspects of life, including the realm of political campaigning. This study examines the transformation of political campaign strategies in the context of the influence of social media and digital communication. Utilizing a qualitative approach, this research investigates how digital platforms and social media have impacted campaign approaches, altered the interaction dynamics between candidates and voters, and influenced voter behaviour. The findings indicate that social media is central to informing, engaging, and mobilizing the masses, especially among the younger generation. Moreover, digital communication allows for more personalized, real-time, and data-oriented campaigns. However, the potential for disinformation and polarization also increases with the presence of social media as a campaign medium. This study provides insights into the importance of adapting political campaign strategies in the digital era and the necessity for a balanced approach between utilizing technology and considering ethics in communication.
Model pendidikan seks melalui pendekatan pedagogi kritis bagi remaja di Rifka Annisa Women’s Crisis Center Salsabela, Ristama Fitria; Pramono, Didi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i12025p42-59

Abstract

A model of sex education through a critical pedagogy approach for adolescents at Rifka Annisa Women’s Crisis Center The research aims to analyze the sex education model through Paulo Freire’s critical pedagogy approach for adolescents in Rifka Annisa and identify its impact. This research uses descriptive qualitative methods with observation, interviews, and documentation data collection techniques. The results showed that the models and forms of sex education activities for adolescents in Rifka Annisa are the Youth Class Community Forum, RGTS (Rifka Annisa Goes to School), RGTS by Order, RGTS by Project, and media campaigns. Sex education methods using the critical pedagogy approach are serial discussions, art, and reflective methods. The serial discussion method is a discussion with a different theme for each meeting that is still continuous. The art method is a creative and interesting medium used for sex education, including music, graphic design, and performing arts. The following method is the reflective method, which is a process of deepening, realizing, and reflecting on the material, experiences, and life around the participants. Sex education activities in Rifka Annisa that use these three methods impact changes in perspective, changes in behavior, and critical awareness of participants. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pendidikan seks melalui pendekatan pedagogi kritis Paulo Freire bagi remaja di Rifka Annisa dan mengidentifikasi dampaknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dan bentuk kegiatan pendidikan seks bagi remaja di Rifka Annisa adalah Forum Komunitas Kelas Remaja, RGTS (Rifka Annisa Goes to School) RGTS by Order dan RGTS by Project, dan media campaign. Metode pendidikan seks yang menggunakan pendekatan pedagogi kritis yaitu diskusi serial, metode seni, dan metode reflektif. Metode diskusi serial merupakan diskusi dengan tema yang berbeda setiap pertemuan namun tetap berkesinambungan. Metode seni merupakan media kreatif dan menarik yang digunakan sebagai bentuk pendidikan seks meliputi musik, desain grafis, dan seni pertunjukan. Metode selanjutnya adalah metode reflektif merupakan proses pendalaman, penyadaran, dan merefleksikan materi, pengalaman, dan kehidupan di sekitar peserta. Kegiatan pendidikan seks di Rifka Annisa yang menggunakan ketiga metode tersebut berdampak untuk perubahan perspektif, perubahan perilaku, dan kesadaran kritis peserta.
Upaya pengurangan potensi banjir pada kawasan karst melalui pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan pada siswa SMA Fahmi, Muhammad Rizieq; Sumarmi, Sumarmi; Rizal, Syah; Marlina, Marlina
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i12025p60-69

Abstract

Efforts to reduce flood potential in karst areas through environment-based contextual learning for high school students MA Darussalam Ngentrong is located in the southern part of Tulungagung Regency. The area has the potential for flooding with high frequency during the rainy season. Therefore, to reduce the risk of flooding, efforts are needed to increase the capacity of disaster knowledge through learning activities in schools. Students need to understand disaster competencies based on the learning resources around them. This community service (PKM) aims to implement contextual learning based on the environment to increase disaster capacity in MA Darussalam Ngentrong. This PKM activity uses a participatory action research (PAR) approach that focuses on active participation from schools. The implementation of this program has three stages: introduction, PKM implementation, and evaluation. The results of this study include the implementation of PKM by implementing contextual learning based on the environment and student participation in planting trees as an implementation of the “one house, one tree” campaign. This program prepares the younger generation to reduce flood risk through knowledge socialization to the community and active participation in environmental restoration activities. MA Darussalam Ngentrong terletak di bagian selatan Kabupaten Tulungagung. Kawasan tersebut berpotensi ancaman banjir dengan frekuensi tinggi pada musim hujan. Maka, sebagai upaya mengurangi risiko bencana banjir, diperlukan usaha untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan bencana melalui kegiatan pembelajaran di sekolah. Siswa perlu memahami kompetensi kebencanaan berdasarkan sumber belajar disekitarnya. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk melaksanakan pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan sebagai upaya peningkatan kapasitas kebencanaan di MA Darussalam Ngentrong. Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan partisipasi (PAR) yang berorientasi pada partisipasi aktif dari sekolah. Pelaksanaan program ini mempunyai tiga tahap yaitu pendahuluan, pelaksanaan PKM, dan evaluasi. Hasil penelitian ini antara lain pelaksanaan PKM dengan menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan dan partisipasi siswa dalam penanaman pohon sebagai implementasi kampanye “satu rumah, satu pohon”. Program ini mempersiapkan generasi muda dalam upaya pengurangan risiko banjir melalui sosialisasi pengetahuan kepada masyarakat dan partisipasi aktif dalam kegiatan restorasi lingkungan.
Pengaruh model creative problem solving terhadap kemampuan memecahkan masalah dan motivasi belajar pada mata pelajaran Geografi Fadalena, Triya; Sahrina, Alfi; Aini, Zubaidah Nur
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i12025p70-86

Abstract

The effect of the creative problem solving model on problem solving ability and learning motivation in Geography subjects Geography learning is contextual and focuses on issues related to the life of the surrounding environment. Problem-solving abilities and low student learning motivation are problems in geography learning. This research aims to determine the influence of the creative problem-solving model on problem-solving abilities and learning motivation in geography subjects at Kepanjen Islamic High School. This type of research is a quasi-experiment with a pretest and posttest control group design covering classes X-2 and X-4, sampling using purposive sampling. The data analysis used is prerequisite testing and hypothesis testing. Hypothesis testing was used the MANOVA (Multivariate Analysis of Variance) Test. Based on the analysis results, the average score for the experimental class was higher than that of the control classes. The MANOVA test results show that the F value for Pillai’s trace, Wilks’ lambda, Hotelling’s trace, and Roy’s Largest Root have the same value, meaning that the null hypothesis (Ho) is rejected, and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. The findings in this research are that the syntax of the creative problem-solving model, namely problem finding, idea finding, and solution finding, influences problem-solving abilities and learning motivation. The conclusion of this research shows a significant influence of the creative problem-solving learning model on the problem-solving abilities and learning motivation of students who are given treatment and those who use conventional learning models. Pembelajaran geografi bersifat kontekstual dan berfokus pada persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kehidupan lingkungan sekitar. Kemampuan memecahkan masalah dan motivasi belajar siswa yang rendah menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran geografi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model creative problem solving terhadap kemampuan memecahkan masalah dan motivasi belajar pada mata pelajaran geografi di SMA Islam Kepanjen. Jenis penelitian ini ialah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan pretest dan posttest control group design yang meliputi kelas X-2 dan X-4, pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis data yang digunakan ialah uji prasyarat serta uji hipotesis. Uji hipotesis dilaksanakan dengan menggunakan Uji MANOVA (Multivariate Analysis of Variance). Berdasarkan hasil analisis, nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada nilai kelas kontrol. Hasil uji MANOVA memperlihatkan bahwasannya nilai F untuk Pillai's trace, Wilks' lambda, Hotelling's trace, dan Roy’s Largest Root mempunyai nilai yang sama, artinya hipotesis nol (Ho) ditolak serta hipotesis alternatif (Ha) diterima. Temuan pada penelitian ini adalah sintaks model creative problem solving yaitu problem finding, ide finding dan solution finding berpengaruh terhadap kemampuan memecahkan masalah dan motivasi belajar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh model pembelajaran creative problem solving secara signifikan terhadap kemampuan memecahkan masalah dan motivasi belajar siswa yang diberikan perlakuan dan siswa dengan model pembelajaran konvensional.
Mengembangkan kompetensi guru Sejarah SMK yang inovatif melalui pelatihan videografi Sulistyo, Wahyu Djoko; Utami, Indah Wahyu Puji; Widiadi, Aditya Nugroho; Umami, Riza Oktavia; Ismail, Akhmat Safiudin
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i12025p87-96

Abstract

Enhancing the innovative competencies of vocational high school history teachers through videography training This videography training was conducted to train history teachers at vocational schools throughout the Malang Regency to be able to develop innovative history learning media in the form of videography. One of the indicators of an innovative teacher is being able to develop their own learning media according to the needs and characteristics of students in the class. A common problem in learning history in vocational schools is that students are less interested in history lessons because they are boring and not a subject that is appropriate for their field. One of the causes of student boredom is the lack of creativity and innovation of teachers in using learning media. So, it is necessary to conduct training to improve teacher competence in developing innovative learning media, namely videography. This training is realized in three stages, namely pre-activities, core activities and post-activities. The implementation of this history videography training was carried out for two days, namely on July 23, 2024, online using Zoom software and on July 25, 2024, offline at the Museology Laboratory, Department of History, State University of Malang. The results of the training, firstly showed that history teachers of vocational schools throughout Malang Regency assessed that the videography training succeeded in improving their competence with the results of the evaluation questionnaire of 80-93 percent, secondly the output of the videography project was able to be completed by the participants so that it can be used as an innovative learning media. With this training, it is hoped that history educators will not only teach but can also develop historical videos that can be used as a medium for learning history in the classroom. Pelatihan videografi ini dilakukan untuk melatih guru-guru sejarah SMK se-Kabupaten Malang agar dapat mengembangkan media pembelajaran sejarah yang inovatif dalam bentuk videografi. Karena salah satu indikator guru yang inovatif yaitu mampu mengembangkan sendiri media pembelajaranya sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik di kelas. Problematika umum dalam pembelajaran sejarah di SMK adalah siswa kurang tertarik dengan pelajaran sejarah karena membosankan dan bukan sebagai mata pelajaran yang sesuai di bidang mereka. Salah satu penyebab kebosanan siswa karena kurang kreatif dan inovatifnya guru dalam penggunaan media pembelajaran. Sehingga perlu dilakukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi Guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif, yaitu videografi. Pelatihan ini direalisasikan dengan tiga tahap yakni pra kegiatan, kegiatan inti dan pasca kegiatan. Pelaksanaan pelatihan videografi sejarah ini dilaksanakan selama dua hari yakni pada 23 Juli 2024 secara daring menggunakan software Zoom dan pada 25 Juli 2024 secara luring di Laboratorium Museologi Departemen Sejarah, Universitas Negeri Malang. Hasil pelatihan, yang pertama menunjukkan bahwa para guru sejarah SMK se-Kabupaten Malang menilai pelatihan videografi berhasil meningkatkan kompetensinya dengan hasil angket evaluasi 80-93 persen, kedua ouput project videografi mampu diselesaikan oleh para peserta sehingga dapat dijadikan media pembelajaran yang inovatif. Dengan pelatihan ini diharapkan para pendidik sejarah tidak hanya sekadar mengajar saja, melainkan dapat mengembangkan video sejarah yang dapat digunakan untuk media pembelajaran sejarah di kelas.
Peningkatan jalur komunikasi perangkat desa dalam bentuk perluasan akses hotspot pada kantor Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem Sukerti, Gusti Nyoman Ayu; Atmaja, I Made Ari Dwi Suta; Bawa, I Gusti Ngurah Bagus Catur; Indah, Komang Ayu Triana; Rudiastari, Elina; Astawa, I Nyoman Gede Arya
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i12025p97-106

Abstract

Improving communication channels for village officials by expanding hotspot access in the Sibetan Village administration, Bebandem Subdistrict, Karangasem Regency Sibetan Village is one of the villages located in the Bebandem Subdistrict, Karangasem Regency. Based on survey results, Sibetan Village faces limited access to the internet and hotspots, which slows down administrative processes and public services at the village office. The village officials also experience difficulties in accessing fast and accurate information. In response to these issues, the Computer Network Administration Study Program from the Information Technology Department carried out a community service activity on May 28-29, 2024. The activity involved expanding the hotspot network around the village office to cover a wider area and provide stable and fast Internet access. Additionally, the village officials were trained on the management and maintenance of the hotspot network. The purpose of this activity was to improve communication capabilities and information access for village officials and the general public, making public services in Sibetan Village more effective. The activity was evaluated through user satisfaction surveys using questionnaires and interviews. Based on the survey results from 50 respondents, 50 percent stated that the initiative was implemented appropriately, and 60 percent reported that the expansion of the hotspot made it easier for village officials, especially in administrative services. Interviews with the Head of Sibetan Village indicated that the village officials felt supported by the hotspot expansion initiative. Desa Sibetan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, Desa Sibetan memiliki keterbatasan akses internet dan hospot sehingga memperlambat proses administrasi dan pelayanan publik di kantor desa serta perangkat desa mengalami kesulitan dalam mengakses informasi yang cepat dan akurat. Mengacu pada permasalahan tersebut, Program Studi Administrasi Jaringan Komputer Jurusan Teknologi Informasi melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada pada tanggal 28-29 Mei 2024 dalam bentuk perluasan jaringan hotspot di sekitar kantor desa untuk mencakup area yang lebih luas dan menyediakan akses internet yang stabil dan cepat. Selain itu, perangkat desa diberikan pelatihan terkait pengelolaan dan pemeliharaan jaringan hotspot. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi dan akses informasi bagi perangkat desa serta masyarakat secara umum serta layanan publik di Desa Sibetan menjadi lebih efektif. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan survei kepuasan pengguna menggunakan kuisioner serta wawancara. Berdasarkan hasil survei kepuasan pengguna terhadap 50 responden, 50 persen menyatakan kegiatan sudah diimplementasikan secara tepat serta 60 persen menyatakan adanya perluasan hotspot mempermudah kinerja perangkat desa terutama dalam hal pelayanan administrasi. Hasil wawancara terhadap Kepala Desa Sibetan menyatakan bahwa perangkat desa merasa terbantu dengan diadakannya kegiatan perluasan hotspot ini.
Makna dan pengalaman anggota Purple Lovers Community dalam mengartikulasikan warna ungu Sudana, Dea Ramadani Putri; Rusmana, Agus; Perbawasri, Susie
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i12025p107-117

Abstract

The meaning and experiences of Purple Lovers Community members in articulating the color purple In Indonesia, the phenomenon of fans or fanatics of the color purple can be seen from the loyalty or activities of a person or group that always involves the color purple in their daily activities. Various forms of daily activities of purple lovers can be found through the way they dress, decorate their rooms, and personal items they own. This study aims to see the meaning and experience of members of the purple lover’s community in articulating the color purple. The study used a qualitative method that focused on the tradition of phenomenological research. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the color purple for community members is not just a color but a symbol of identity and a glue that unites each individual with different backgrounds but who have the same love and appreciation for the aesthetics and meaning of the color. The meaning of the color purple in this community is formed and strengthened through social interaction between members. The interaction that exists between community members towards the color purple creates a different meaning and experience for each member of the community. Communication and events experienced by members of the Purple Lovers Community with their environment form a transactional communication experience. Di Indonesia, fenomena penggemar atau fanatik terhadap warna ungu dapat terlihat dari kesetiaan maupun aktivitas seseorang atau kelompok yang selalu melibatkan warna ungu dalam setiap kegiatan hariannya. Berbagai bentuk kegiatan sehari-sehari penyuka warna ungu ini dapat dijumpai lewat cara berpakaian, dekorasi ruangan maupun barang-barang pribadi yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk melihat makna dan pengalaman anggota purple lovers community dalam mengartikulasikan warna ungu. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang berfokus pada tradisi penelitian fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan warna ungu bagi anggota komunitas bukan hanya sekedar warna, melainkan simbol identitas dan perekat yang menyatukan tiap individu dengan latar belakang yang berbeda namun memiliki kesamaan cinta dan apresiasi terhadap estetika dan makna warna tersebut. Makna warna ungu pada komunitas ini terbentuk dan diperkuat melalui interaksi sosial antaranggota. Interaksi yang terjalin antar anggota komunitas terhadap warna ungu menciptakan masing-masing makna dan pengalaman yang berbeda bagi setiap anggota komunitas. Komunikasi dan peristiwa yang dialami anggota komunitas Purple Lovers Community dengan lingkunganya membentuk sebuah pengalaman komunikasi yang sifatnya transaksional.
Menghadapi ancaman siber di era society 5.0: Inovasi strategi diplomasi pertahanan untuk stabilitas sosial Aritonang, Alice Agatha Delfreeta
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i12025p118-132

Abstract

Addressing cyber threats in the society 5.0 era: Strategic innovations in defense diplomacy for social stability The Society 5.0 era introduces the integration of advanced technologies such as Artificial Intelligence (AI), the Internet of Things (IoT), big data, and robotics into the social, political, and economic spheres of global society. Japan, as the pioneer of Society 5.0, formulated this concept as a response to various social challenges, including those related to security and defense diplomacy. This article examines the implications of Society 5.0 for defense diplomacy, particularly in strategies for cyber and non-traditional security, aimed at safeguarding national security and social stability amid technological change. Using a literature review approach and secondary data analysis, this study identifies three key strategies: national security, technological enhancement, and international collaboration. The analysis reveals that defense diplomacy now involves collaborative approaches and digital strategy to respond to modern threats. These findings highlight the importance of international cooperation and increased technological literacy at the community level to support social security in the Society 5.0 era. Era Society 5.0 memperkenalkan integrasi teknologi tinggi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), big data, dan robotika dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi masyarakat global. Jepang sebagai pelopor Society 5.0 merumuskan konsep ini sebagai jawaban atas berbagai tantangan sosial, termasuk di bidang keamanan dan diplomasi pertahanan. Artikel ini mengkaji implikasi Society 5.0 dalam diplomasi pertahanan, khususnya pada strategi keamanan siber dan non-tradisional, yang bertujuan untuk melindungi keamanan nasional dan stabilitas sosial di tengah perubahan teknologi. Dengan menggunakan pendekatan literature review dan analisis data sekunder, penelitian ini menemukan tiga strategi utama: keamanan nasional, penguatan teknologi, dan kolaborasi internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa diplomasi pertahanan kini melibatkan pendekatan kolaboratif dan strategi digital untuk merespons ancaman modern. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dan peningkatan literasi teknologi pada tingkat komunitas dalam mendukung keamanan sosial di era Society 5.0.

Page 1 of 2 | Total Record : 20