The Studies of Social Sciences
The master plan of research of Sam Ratulangi University is to produce human resources based on research culture which can run the national industrial system and infrastructure development of science, technology, art and culture, social science and humanity.
In objective to actualize that master plan of research, The Institution of Research and Community Service of Sam Ratulangi University (or Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sam Ratulangi) publishes The Studies of Social Sciences.
The Studies of Social Sciences starts since 2019 and publishes articles for twice a year both written in Indonesian and English. The Studies of Social Sciences welcome for contributions of academicians and practitioners. The articles which submitted to The Studies of Social Sciences are never been published or under review to other publishers.
Articles
70 Documents
Pemberdayaan Siswa Sekolah Dasar Melalui Inventarisasi dan Konservasi Mangrove Di Desa Palaes, Likupang Barat, Sulawesi Utara
Roni Koneri;
Pience Maabuat
The Studies of Social Sciences Vol. 5 No. 1 (2023): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35801/tsss.v5i1.50446
Hutan mangrove yang terletak di pesisir Pantai Desa Palaes, Kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara merupakan suatu kawasan memiliki peran yang sangat penting baik dari segi ekologi maupun ekonomi. Kelestarian hutan mangrove pada kawasan ini sangat tergantung kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan mangrove dan beraktivitas di pesisir pantai. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan mitra dalam inventarisasi dan konservasi mangrove. Mengubah perilaku masyarakat terhadap mangrove dan mengelola mangrove dengan baik sehingga memberikan manfaat ekologi dan ekonomi bagi masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yaitu melalui ceramah, diskusi, pelatihan, pembinaan, evaluasi, pendampingan dan monitoring. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap peserta dalam inventarisasi dan konservasi mangrove. Hasil kegiatan ini diharapkan terjaganya konservasi hutan mangrove di sepanjang Pesisisr Pantai Desa Palaes. Sehingga hutan mangrove pada Kawasan tersebut dapat terjaga fungsi ekologi dan manfaat ekonominya serta dapat dijadikan sebagai destinasi ekowisata
Pengembangan Kecerdasan Intelektual dan Soft Skill untuk Pendidikan dan Dunia Kerja bagi Pemuda dan Mahasiswa Batak di Manado
Parluhutan Siahaan;
Rowland Mangais
The Studies of Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2022): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35801/tsss.v4i1.50493
Dunia kerja atau dunia usaha memerlukan sumber daya manusia yang memiliki kecerdasan yang tinggi agar dapat bersaing dalam persaingan bisnis sedangkan sumber daya terpenting bagi suatu perusahaan adalah sumber daya manusia. Pemuda-pemuda dari Etnis Batak yang berstatus mahasiswa di Kota Manado dan sekitarnya perlu mengembangkan kecerdasan intelektual dan soft skill sebagai dasar dalam menunjang dalam dunia kerja. Tujuan pengabdian ini dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan juga soft skill pemuda dan mahasiswa dari etnis Batak tersebut agar siap pakai dan unggul dalam dunia kerja maupun dunia usaha. Metode yang dilakukan adalah memberikan pelatihan kepada pemuda dan mahasiswa Batak tentang bagaimana mengembangkan kemampuan atau kecerdasan intelektual dan soft skill mereka. Hasil evaluasi akhir yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang kecerdasan intelektual dan kesiapan pemuda Batak untuk mengembangkan soft skill sebagai modal dasar dalam persaingan dunia kerja dan udaha.
Fungisida Nabati Sebagai Alternatif Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman di Desa Palaes Minahasa Utara
Marhaenus Rumondor;
Marina Singkoh
The Studies of Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2022): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35801/tsss.v4i2.50494
Pemanfaatan fungisida nabati dalam menanggulangi masalah hama dan penyakit pada tanaman belum banyak digunakan oleh petani. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan petani untuk mengelola dan memanfaatkan sampah organik yang ada di areal perkebunan ataupun sekitar tempat tinggal mereka. Fungisida nabati merupakan salah satu alternatif penyelesaian kerusakan dan gangguan yang diakibatkan oleh hama dan penyakit tumbuhan di lahan-lahan pertanian yang penggunaannya mudah, efisien, murah, dan ramah lingkungan. Kegiatan PKM ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam pemanfaatan fungisida nabati untuk meningkatkan produski tanaman pertanian. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah bentuk penyuluhan dan pelatihan serta praktek pembuatan fungisida nabati. Setelah kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemahaman peserta tentang manfaat penggunaan fungisida nabati meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan PKM dengan pemberian materi dan praktek pembuatan fungisida nabati sangat bermanfaat bagi para petani. Peserta sangat antusias untuk mempraktekan cara pembuatan fungisida nabati yang kemudian digunakan dilapangan untuk menanggulangi masalah hama dan penyakit pada tanaman padi.
Edukasi Pengendalian Lalat Penyebar Penyakit Pada Peternak Babi Tangkoko Bitung Sulawesi Utara Bitung Provinsi Sulawesi Utara
Meis Nangoy;
Jane Onibala;
Martha Kawatu;
Hapry Lapian;
Sylvia Laatung;
Roni Koneri;
Florencia Sompie
The Studies of Social Sciences Vol. 5 No. 1 (2023): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35801/tsss.v5i1.50499
Pig farmers in Batuputih Tangkoko Village generally raise pigs in cages made of wood or live plants, without a roof, or left loose in the yard. Limited levels of education and knowledge mean that they are unable to handle sanitation management. Therefore, the Sam Ratulangi University Faculty of Animal Husbandry Team, through the cluster 2 community partnership program, carried out educational activities to control flies that spread disease in this village. This activity was carried out for 6 months in Batuputih Tangkoko Village using the Focus group discussion method, lectures and practice. Focus group discussions are conducted to explore the potential of breeders. The lecture was conducted to provide knowledge about fly bioecology. The lecture was held at the village head's house. The practice was carried out at the farm site and divided into two topics, namely the practice of identifying types of flies and controlling flies using fly traps. A total of 10 pig farmers and 10 government officials were given knowledge about fly bioecology and its control using traps and sanitation practices. Regular mentoring activities are needed so that the level of concern for the community in this village in preventing the spread of disease is high and they behave cleanly and live a healthy life.
Pengenalan Satwa Endemik Sulawesi yang Hidup di Kota Bitung Bagi Siswa Sekolah Dasar di Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara
Saroyo, Saroyo;
Siahaan, Parluhutan;
Papu, Adelfia
The Studies of Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2023): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35801/tsss.v5i2.51604
Kota Bitung memiliki peranan yang penting dalam upaya konservasi satwa endemik Pulau Sulawesi karena terdapatnya beberapa jenis secara alami di daerah tersebut. Setelah berakhirnya masa pandemi covid-19, kegiatan wisata alam kembali berlangsung dengan perkembangan yang sangat cepat. Bahkan dapat dikatakan bahwa kegiatan wisata alam telah telah memegang peranan penting dalam perekonomian sebagian masyarakat Kota Bitung. Sebagai penunjang daerah tujuan wisata alam, terdapat satu kawasan konservasi penting di Kota Bitung, yaitu Taman Wisata Alam Batuputih. Kawasan ini terletak di Kelurahan Batuputih Bawah dan masih mendukung sebagian satwa endemik Pulau Sulawesi dan beberapa merupakan satwa kunci Pulau Sulawesi dan menjadi daya tarik wisata alam. Namun sayangnya, ancaman terhadap kelangsungan hidup satwa sangat besar terutama karena perburuan dan perusakan habitat. Dengan latar belakang tersebut, upaya konservasi satwa endemik penting untuk dilaksanakan termasuk upaya pengenalan kepada anak usia dini di daerah yang berbatasan langsung dengan kawasan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan di Kelurahan Batuputih Bawah dengan tujuan untuk memperkenalkan jenis-jenis dan manfaat satwa endemik Sulawesi yang hidup di Taman Wisata Alam Batuputih dan Cagar Alam Duasudara/Tangkoko sehingga tertanam sikap konservasi pada generasi usia dini sehingga diharapkan satwa tersebut tetap lestari. Kegiatan diikuti oleh 40 siswa sekolah dasar dengan metode tanya jawab, sumbang saran, dan game terhadap kekayaan satwa endemik Pulau Sulawesi di Kota Bitung. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa para siswa menyadari pentingnya keberadaan satwa tersebut beserta upaya keikutsertaan mereka dalam konservasi. Kesimpulan hasil kegiatan pengabdian ialah terjadinya peningkatan pengetahuan dan sikap peserta terhadap upaya konservasi satwa endemik Pulau Sulawesi di Kota Bitung.
Edukasi Mitigasi Bencana Hidrometeorologis Bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Kelurahan Tumumpa Satu dan Tumumpa Dua
Pandara, Dolfie P;
Ferdy, Ferdy;
Bobanto, Maria D;
Tamuntuan, Gerald H;
Kolibu, Hesky S;
Mosey, Handy I R;
Ponumbol, Yuki;
Unso, Kristina
The Studies of Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2023): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35801/tsss.v5i2.51608
Bencana banjir adalah bencana hidrometeorologis yang sering melanda Indonesia termasuk Kota Manado. Potensi banjir dan tingkat kerentanan resiko banjir di beberapa wilayah Kota Manado cukup tinggi seperti di Kelurahan Tumumpa Satu dan Tumumpa Dua. Kegiatan PKM ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman mitigasi banjir dari aparat kelurahan dan kader masyakarat sehingga memiliki kemampuan untuk memberi edukasi kepada masyarakat lainnya dan menjadi penggerak dalam upaya-upaya mitigasi banjir. Edukasi diberikan dalam kegiatan PKM ini melalui sosialisasi dan diskusi (FGD: focus group discussion). Materi sosialisasi dan FGD meliputi aspek-aspek hidrometeorologis, kondisi faktual bencana banjir Kota Manado, mitigasi dan manajemen bencana banjir, sistem peringatan dini, dan kampung tangguh bencana. Tingkat ketercapaian pelaksanaan sosialisasi dan FGD diukur dari lima aspek mitigasi bencana banjir meliputi perencanaan penanggulangan bencana, pengurangan resiko bencana, persyaratan analisis resiko bencana, persyaratan analisis resiko bencana, dan edukasi melalui pendidikan dan pelatihan. Hasil PKM menunjukkan bahwa persepsi perangkat kelurahan, kepala-kepala lingkungan dan kader masyarakat tentang mitigasi bencana sangat baik. Hasil ini menunjukkan adanya kesiapan dalam menghadapi bencana banjir. Kegiatan PKM ini merekomendasikan perlu dikembangkannya sistem peringatan dini berbasis IOT di DAS Bailang, penegakkan aturan tata ruang secara bijaksana dan penggalakkan pembuatan biopori di pekarangan warga.
Kelompok Nelayan dengan Usaha Sampingan Transportasi Perahu di Desa Paputungan Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara
Longdong, Florence V;
Tumbol, Reiny A
The Studies of Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2023): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35801/tsss.v5i2.51609
Kegiatan PKM di Desa Paputungan terlaksana dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan masyarakat nelayan dalam mengelola usahanya terutama dalam menerapkan manajemen keuangan sederhana sereta memberi penguatan potensi diversifikasi usaha sebagai alternatif ketika tidak melakukan penangkapan ikan. Metode yang diterapkan bersifat klasikal, melalui penyuluhan yang diawali dengan pengamatan langsung melalui pra survei dan wawancara yang dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Desa Paputungan merupakan salah satu desa pesisir di Kecamatan Likupang Barat yang sebagian besar masyarakatnya adalah nelayan tradisional. Berprofesi sebagai nelayan dan memiliki usaha sampingan jasa transportasi perahu. Hasil kegiatan pengabdian menyimpulkan: usaha sampingan yang dijalankan nelayan masih dikatagorikan sebagai pekerjaan serabutan yang masih jauh sasarannya terhadap promosi pariwisata di wilayah Likupang yang telah ditetapkan sebagai sebagai Kawasan KEK pariwisata. Tujuannya pekerjaan masih sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga sehari-hari. Tindak lanjut yang dapat menjadi saran bagi penentu kebijakan: keterlibatan masyarakat dalam menunjang program pariwisata Nasional ini, perlu menjadi perhatian pemerintah disamping dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
Sosialisasi Literasi Pembayaran Digital pada Kelompok Petani Gula Aren Kelurahan Pinaras Kota Tomohon
Rumawas, Wehelmina;
Tamengkel, Lucky;
Rogahang, Joula
The Studies of Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2023): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35801/tsss.v5i2.51651
Era digital saat ini, tidak hanya menyediakan barang, namun juga produk dan layanan keuangan digital. Literasi keuangan sangat diperlukan bagi setiap orang karena literasi keuangan sudah seharusnya menjadi pengetahuan dasar setiap orang agar terhindar dari permasalahan keuangan. Sosialisasi Literasi Pembayaran Digital petani gula aren desa Pinaras bertujuan agar mitra dapat memahami dan memanfaatkan layanan keuangan digital dalam kegiatan usahanya. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan dan diskusi. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah mitra sudah memahami literasi keuangan digital dan mereka sudah dapat bertransaksi menggunakan aplikasi pembayaran digital.
PKM Kelompok Tani Tiga Berlian Kelurahan Paslaten Dua Kota Tomohon, tentang Penggunaan Elisitor Methyl Jasmonat dalam Budidaya Tanaman Sayuran
Rampe, Henny L;
Pontororing, Hanny;
Rampe, Meytij J
The Studies of Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2023): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35801/tsss.v5i2.51687
Methyl jasmonat sebagai elisitor kimia dapat menginduksi resistensi tanaman terhadap serangga hama herbivora melalui produksi metabolit sekunder. Metil jasmonat dapat memodulasi proses fisiologis tumbuhan dalam kondisi cekaman abiotik. Kelurahan Paslaten Satu Kota Tomohon sebagian penduduknya berprofesi sebagai petani. Untuk meningkatkan produksi dan menekan adanya hama dan penyakit pada tanaman pertanian, umumnya para petani menggunakan pestisida kimia yang berdampak negatif bagi lingkungan dan terjadinya akumulasi pestisida pada produk pertanian. Salah satu strategi untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia adalah dengan menerapkan konsep pertanian tanpa pestisida, dengan cara menginduksi resistensi tanaman menggunakan elisitor methyl jasmonat. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan tahapan : 1) Pemberian teori/ceramah, 2) Praktek pembuatan larutan methyl jasmonat, 3) Praktek aplikasi larutan methyl jasmonat pada tanaman sayuran, 4) pendampingan pada peserta kelompok tani 5) Evaluasi dan monitoring. Kontribusi dan target khusus yang ingin dicapai adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam pemanfaatan elisitor methyl jasmonat yang memberikan dampak positif yaitu perobahan perilaku ke pola pertanian tanpa pestisida kimia, mengurangi dampak negatif pestisida, dan dapat meneruskan kepada para petani yang belum menjadi peserta penyuluhan. Tujuan dan target khusus yang ingin dicapai adalah peningkatan pengetahuan mitra, perobahan perilaku ke pertanian tanpa pestisida kimia, dengan memanfaatkan elisitor methyl jasmonat. Kegiatan PKM tentang penggunaan elisitor methyl jasmonat dalam budidaya tanaman sayuran memberikan dampak positif bagi petani berupa pengetahuan dan ketrampilan tentang aplikasi elisitor methyl jasmonat pada tanaman sayuran.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pelatihan Pembuatan Bio Spray Anti Nyamuk Di Kelurahan Mapanget Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara
Lolo, Widya Astuty;
Wiyono, Weny Indayany
The Studies of Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2023): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35801/tsss.v5i2.51692
Pada awal tahun 2023 telah tercatat sejumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulawesi Utara. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk melakukan tindakan pencegahan melalui dinas terkait bekerjasama dengan masyarakat. Mitra pada program ini yaitu kelompok ibu-ibu PKK Kelurahan Mapanget Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara. Kegiatan ini dipandang perlu karena berdasarkan hasil survey diketahui bahwa kesadaran masyarakat akan perilaku hidup bersih dan sehat masih kurang, seperti membuang sampah di sembarang tempat maupun sanitasi lingkungan yang belum memadai sehingga banyak ditemukan genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD. Salah satu upaya untuk menghindari gigitan nyamuk yaitu dengan menggunakan anti nyamuk sintetik yang mengandung bahan kimia yang digunakan dengan cara dibakar, semprot maupun dalam bentuk lotion. Bahan-bahan kimia yang terkandung dalam insektisida anti nyamuk antara lain organoklorin, organofosfat, karbamat, piretroid, dan DEET. Bahan kimia ini akan berdampak buruk bagi kesehatan jika digunakan secara terus-menerus dan tidak terjangkau oleh semua warga karena harga yang relatif mahal. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan ini yaitu membuat bio spray anti nyamuk yang aman dengan memanfaatkan bahan alam di lingkungan tempat tinggal warga sehingga terjangkau dan mudah diperoleh. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain (1) ceramah untuk mengedukasi masyarakat tentang penyakit DBD, nyamuk Aedes Aegypti, pencegahan DBD, serta tanaman pengusir nyamuk; dan (2) pelatihan pembuatan bio spray anti nyamuk. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik dan diikuti oleh 57 orang peserta. Kegiatan ini menghasilkan produk bio spray anti nyamuk dengan dua jenis formula. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang DBD dan upaya pencegahannya serta masyarakat telah memiliki keterampilan dalam membuat bio spray anti nyamuk.