cover
Contact Name
Winston Pontoh
Contact Email
-
Phone
+6285240839556
Journal Mail Official
tsss.lppm@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus UNSRAT
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
The Studies of Social Sciences
ISSN : 26863111     EISSN : 26863103     DOI : https://doi.org/10.35801/tsss
The master plan of research of Sam Ratulangi University is to produce human resources based on research culture which can run the national industrial system and infrastructure development of science, technology, art and culture, social science and humanity. In objective to actualize that master plan of research, The Institution of Research and Community Service of Sam Ratulangi University (or Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sam Ratulangi) publishes The Studies of Social Sciences. The Studies of Social Sciences starts since 2019 and publishes articles for twice a year both written in Indonesian and English. The Studies of Social Sciences welcome for contributions of academicians and practitioners. The articles which submitted to The Studies of Social Sciences are never been published or under review to other publishers.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 70 Documents
Strategi Mitigasi Bencana Tsunami Di Desa Kema Satu Kabupaten Minahasa Utara Tanauma, Adey; Pasau, Guntur; Tamuntuan, Gerald
The Studies of Social Sciences Vol 3, No 2 (2021): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.2021.3.2.37255

Abstract

AbstractKema Satu Village is one of the villages in North Minahasa Regency. The area is facing directly with the Molucca Sea which is the source of the highest intensity of earthquake in Indonesia. Based on the results of the survey and situation analysis, it is known that a group of people in this village do not understand things related to tsunami disaster risk reduction. Therefore, a community partnership program (Program Kemitraan Masyarakat) has been implemented in the form of socializing the tsunami disaster mitigation strategy in Kema Satu village. The methods that have been used are counseling and simulation. The discussion and evaluation conducted at the end of the activity revealed that the program implemented had increased the public's insight and knowledge about the earthquake and tsunami potential in the area. The participating communities have also understood the ways that need to be prepared or implemented in the context of tsunami disaster mitigation.Keywords: Mitigation; tsunami; earthquake AbstrakDesa Kema Satu adalah salah desa di Kabupaten Minahasa Utara dimana wilayahnya ke arah timur berhadapan langsung dengan Laut Maluku yang merupakan daerah sumber gempa bumi dengan intensitas tertinggi di Indonesia. Berdasarkan hasil survey dan analisis situasi diketahui bahwa kelompok masyarakat di desa ini kurang memahami hal-hal terkait pengurangan resiko bencana tsunami. Oleh karena itu telah dilaksanakan program kemitraan masyarakat dalam bentuk sosialisasi strategi mitigasi bencana tsunami di desa tersebut. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan simulasi sederhana. Dari diskusi dan evaluasi yang dilakukan pada akhir kegiatan diketahui bahwa program yang dilaksanakan telah meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang gempa dan potensi tsunami di daerah tersebut, serta cara-cara yang perlu dipersiapkan ataupun dilaksanakan dalam rangka mitigasi bencana tsunami.Kata kunci: Mitigasi; tsunami; gempa
Edukasi Pemanfaatan Eco-Enzim Hasil Fermentasi Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Hand-Sanitizer Di Kelurahan Meras Manado Tangapo, Agustina Monalisa; Kandou, Febby
The Studies of Social Sciences Vol 4, No 1 (2022): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.2022.4.1.38901

Abstract

This activity aims to enable the community in Meras Bunaken Village, Manado City, who are partners in this project, to provide their own hand sanitizer (HS), and at the same time as an effort to manage their organic waste. To increase the community’s understanding of eco-enzymes, the teams introduced eco-enzyme which is a liquid fermentation of organic garbage and its various benefits. The methods used in this activity are through lectures and discussions, workshop, mentoring and monitoring. The results of these activities showed that there was an increase in knowledge from the community about eco-enzymes. Initially, almost all partner members who participated in the activity did not know what eco-enzymes was and how it was made. After the lectures and workshop, the posttest result showed that there was an increase in the knowledge and skills of partner members regarding the benefit of eco-enzymes and how to make them.Keywords: Eco-enzymes; hand sanitizer; organic garbageAbstrakKegiatan pengabdian ini bertujuan agar kelompok masyarakat di Kelurahan Meras Bunaken Kota Manado yang menjadi mitra kegiatan ini dapat menyediakan hand sanitizer (HS) sendiri, dan sekaligus sebagai upaya pengelolaan sampah organik masyarakat. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang eco-enzim, tim memperkenalkan cairan eco-enzim yang merupakan cairan hasil fermentasi sampah organik dan berbagai manfaatnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui ceramah dan diskusi, pelatihan, pendampingan dan monitoring. Hasil kegiatan ini menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dari masyarakat tentang eco-enzim. Awalnya hampir semua anggota mitra yang mengikuti kegiatan tidak mengetahui apa itu eco-enzim dan bagaimana cara pembuatannya. Setelah sosialisasi dan pelatihan, dari hasil posttest menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota mitra mengenai manfaat eco-enzim dan cara pembuatannya.Kata kunci: Eco-enzim; hand sanitizer; sampah organik
Pemberdayaan Keluarga Melalui Pelatihan Pembuatan Teh Daun Kelor Bagi Masyarakat Desa Sea Mitra Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa Niode, Burhan; Sandiah, Nasrun
The Studies of Social Sciences Vol 4, No 1 (2022): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.2022.4.1.36204

Abstract

Sea Mitra Village is one of the villages located in Pineleng District, Minahasa Regency. The results of observations show that in the yards of the houses of the people of Sea Mitra Village, many Moringa trees are found which are limited to being used as barriers to the yard of the house. In order to develop public knowledge about the efficacy of herbal plants and the development of family economic businesses, community empowerment activities were carried out in the form of training in making Moringa leaf tea. This training uses the method of discussion and demonstration plot (demplot). The results of the training showed that the participants really understood the content and efficacy of Moringa leaves for health because of the 20 participants, 95% very understanding of the material provided, and 5% quite understood the material provided. In addition, the participants understood the making of Moringa leaf tea. This was obtained through observations by the facilitator on the enthusiasm and work results of the participants. Keywords: moringa leaf tea; family empowerment; villagersAbstrakDesa Sea Mitra merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa. Hasil observasi menunjukan bahwa di pekarang-pekarang rumah dari masyarakat Desa Sea Mitra banyak ditemui pohon kelor yang terbatas dijadikan pembatas halalaman rumah. Guna mengembangkan pengetahuan masyarakat tentang khasiat tanaman herbal serta pengembangan usaha ekonomi keluarga maka dilaksanakanlah kegiatan pemberdayaan msyarakat berupa pelatihan pembuatan teh daun kelor. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi plot (demplot). Hasil pelatihan menunjukan bahwa para peserta sangat memahami kandungan dan khasiat dari daun kelor untuk kesehatan karena dari 20 peserta terdapat 95% sangat memahami materi yang diberikan, serta 5% cukup memahami materi yang diberikan. Disamping itu, para peserta memahami pembuatan teh daun kelor. Hal ini diperoleh melalui pengamatan oleh fasilitator terhadap antusiasme dan hasil kerja dari peserta.Kata kunci: teh daun kelor; pemberdayaan keluarga; masyarakat desa
Pendidikan Konservasi Satwa Endemik Sulawesi bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Palaes, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara Saroyo Sumarto; Parluhutan Siahaan; Adelfia Papu
The Studies of Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2022): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.2022.4.2.43433

Abstract

 Conservation education is important for early childhood because at this stage of development, they are easy to get influenced by external factors, especially on topics that are interesting for them and are able to generate interest and attention. North Sulawesi which is part of the Walllacea Region with high biodiversity with forms of endemism, especially animals, has provided uniqueness and benefits for the area. On the other hand, the high threat to their survival has become an international concern. Therefore, it is very important to implement conservation efforts through conservation education at an early age. The purpose of this community service activity is an effort to socialize the existence, benefits, threats, and conservation that can be done from an early age. The method of implementing the activity is through workshops on examples of Sulawesi endemic animals in North Sulawesi, threats to their survival, and conservation efforts. The evaluation was carried out through a simple pretest and posttest on knowledge and attitudes towards the diversity of Sulawesi endemic animals and their conservation. The results of the evaluation showed that there was an increase in knowledge from 3.8 to 6.2 and attitudes from 5.6 to 6.4. The conclusion of the activity is an increase in knowledge and attitudes of elementary school students towards knowledge and conservation of Sulawesi's endemic animals in North Sulawesi.Keywords: Conservation education; elementary school students; Sulawesi endemic animals; Palaes Village; North MinahasaAbstrakPendidikan konservasi penting bagi usia dini karena pada tahap perkembangan tersebut, mereka mudah untuk mendapatkan pengaruh faktor luar, apalagi pada topik-topik yang bagi mereka menarik dan mampu memunculkan minat dan perhatian. Sulawesi Utara yang merupakan bagian dari Kawasan Walllacea dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dengan bentuk-bentuk endemisme, terutama satwa telah memberikan kekhasan dan manfaat bagi kawasan. Di sisi lain, tingginya ancaman terhadap kelangsungan hidup mereka telah menjadi keprihatinan dunia internasional. Oleh karena itu upaya konservasi melalui pendidikan konservasi pada usia dini sangat penting untuk dilaksanakan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ialah upaya untuk sosialisasi keberadaan, manfaat, ancaman, serta konservasi yang bisa dilakukan sejak usia dini. Metode pelaksanaan kegiatan ialah melalui workshop contoh-contoh satwa endemik Sulawesi di Sulawesi Utara, ancaman terhadap kelangsungan hidupnya, serta upaya konservasinya. Evaluasi dilaksanakan melalui pretes dan postes sederhana terhadap pengetahuan dan sikap terhadap keanekaragaman satwa endemik Sulawesi dan konservasinya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dari 3,8 menjadi 6,2 serta sikap dari 5,6 menjadi 6,4. Kesimpulan hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap meningkat pada siswa sekolah dasar terhadap pengetahuan dan konservasi satwa endemik Sulawesi di Sulawesi Utara.
Edukasi Zoonosis dan Penyebarannya pada Peternak Sapi Desa Batuputih Bitung Propinsi Sulawesi Utara Meis Nangoy; Jane Onibala; Albert Podung; Endang Pudjihastuti; Agus Lomboan; Syl Laatung; Zul Poli; Femi Elly; Florencia Nery Sompie
The Studies of Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2022): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.2022.4.2.43436

Abstract

Batuputih Village, Ranowulu District, Bitung, North Sulawesi Province is a buffer village in the Tangkoko conservation area. The daily life of this village community coexists with wild animals, and their cattle are often grazed on the outskirts of the area causing them to have risk factors for contracting zoonoses. Therefore, education on zoonoses and their distribution to cattle farmers in Batuputih Bitung village, North Sulawesi Province has been carried out by a team from the Faculty of Animal Husbandry, Sam Ratulangi University from April to August 2022 through a community partnership program. The method of implementing these activities is carried out in 3 forms, namely Focus group discussions and interviews, Lectures, and Rabies Vaccination and Practices. A total of 10 cattle breeders and 10 government officials were given knowledge to be able to recognize signs of illness in livestock and how to control them and how to report them to livestock health officers. A total of 60 dogs have been vaccinated against Rabies. The local government and the people of Batuputih have understood the dangers of zoonoses. Regular mentoring activities are needed so that the level of awareness of this village community in preventing zoonoses is high and they behave in a clean and healthy way. Keywords: Zoonosis; Rabies; Vaccination; Batuputih AbstrakDesa Batuputih, Kecamatan Ranowulu, Bitung, Propinsi Sulawesi Utara merupakan desa penyangga di kawasan konservasi Tangkoko. Kehidupan sehari-hari masyarakat desa ini berdampingan dengan satwa liar, dan ternak sapinya sering digembalakan di pinggiran kawasan menyebabkan mereka mempunyai faktor resiko tertular zoonosis. Oleh karena itu telah dilakukan Edukasi zoonosis dan penyebarannya pada peternak sapi di desa Batuputih Bitung Propinsi Sulawesi Utara oleh tim Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi pada bulan April hingga Agustus 2022 melalui program kemitraan masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan tersebut  dilakukan dalam 3 bentuk yaitu Fokus grup diskusi dan wawancara, Ceramah, serta Praktek dan vaksinasi Rabies. Sejumlah 10 orang peternak sapi  dan 10 orang aparat pemerintah diberikan pengetahuan untuk mampu mengenal tanda-tanda sakit pada ternak dan cara mengendalikannya serta cara pelaporannya kepada petugas kesehatan ternak. Sejumlah 60 ekor anjing telah divaksin Rabies. Pemerintah setempat dan masyarakat Batuputih telah memahami akan bahaya zoonosis.   Diperlukan kegiatan pendampingan secara regular agar tingkat kepedulian masyarakat desa ini dalam mencegah  zoonosis menjadi tinggi dan berprilaku  bersih dan hidup sehat.Kata kunci: zoonosis; rabies; vaksinasi; Batuputih
Penerapan Teknologi Jamur Trichoderma sp. Isolat Lokal untuk Mengendalikan Jamur Fusarium solani Penyebab Layu pada Tanaman Hortikultura Kelompok Tani Tomohon Ardelia Santoso; Dwina Kristianti; Krista Sitorus; Parluhutan Siahaan
The Studies of Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2022): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.2022.4.2.43462

Abstract

Partners in this activity are the farmer group "Sombor Wanua Talumangan" located in Kakaskasen 3, Tomohon Utara District, Kota Tomohon Regency, North Sulawesi which cultivates horticultural crops. The problems faced by partners are the decline in the quality of production and production of chili plants due to wilt disease attacks caused by Fusarium solani and lack of knowledge of partner farmers about environmentally friendly pest and disease control. The solution to overcome the partner's problems is the application of Trichoderma sp. local isolates. The method of implementing is counseling on the benefits of Trichoderma sp., training on making Trichoderma sp. on rice media, the implementation of Trichoderma sp. on chili plants affected by Fusarium solani, and evaluation. The result showed an improved farmer’s knowledge and the skills of partner farmers in the manufacture and application of Trichoderma sp. on rice media. Based on the results of the implementation of Trichoderma sp. shows that chili plants become sturdy, leaves become lush, and there is an increase in chili plant growth and an increase in fruit production. Keywords: Trichoderma sp.; Fusarium solani; Counseling; Farmer Groups.AbstrakMitra dalam kegiatan ini adalah kelompok tani “Sombor Wanua Talumangan” Desa Kakaskasen 3, Kecamatan Tomohon Utara, Kabupaten Kota Tomohon, Sulawesi Utara yang mengusahakan tanaman hortikultura. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah menurunnya kualitas produksi dan hasil produksi tanaman cabai akibat serangan penyakit layu yang disebabkan oleh jamur Fusarium solani dan rendahnya pengetahuan petani mitra tentang pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan. Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan mitra adalah penerapan teknologi pengendali hayati Trichoderma sp. isolat lokal. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi penyuluhan mengenai manfaat Trichoderma sp., pelatihan pembuatan Trichoderma sp. pada media beras, implementasi hasil pembuatan Trichoderma sp. pada tanaman cabai yang terserang Fusarium solani, dan evaluasi. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan petani mitra dan keterampilan petani mitra dalam pembuatan dan penerapan Trichoderma sp. pada media beras. Berdasarkan hasil implementasi Trichoderma sp. pada tanaman cabai yang layu menunjukkan bahwa tanaman cabai menjadi lebih kokoh, daun menjadi lebih rimbun, dan terjadi peningkatan pertumbuhan tanaman cabai serta peningkatan produksi buah.Kata kunci: Trichoderma sp.; Fusarium solani; Pelatihan; Kelompok Tani
Edukasi Literasi Digital Bagi Kaum Ibu dan Pemuda Remaja di Jemaat Bukit Karmel Bitung Wehelmina Rumawas
The Studies of Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2022): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.2022.4.2.43564

Abstract

The development of internet technology has had a significant impact on obtaining information. This development is accompanied by various social media applications that have sprung up such as Facebook, Twitter, YouTube, WhatsApp and so on, which can be utilized by the public and the government in conveying information. On the other hand, the use of social media is misused by several individuals in conveying hoaxes and negative content. Therefore, the PKM team carried out digital literacy education activities for mothers and youth of the Bukit Karmel Bitung Congregation. This PKM activity aims to provide the individual understanding and ability to use social media. The implementation method is carried out using training in the form of lectures and discussions. The result of this activity is an increase in the ability to read, compose sentences and write information on social media and counteract negative content and fake news.Keywords: digital literacy; training; social mediaAbstrakPerkembangan teknologi internet memberikan dampak yang signifikan dalam memperoleh informasi. Perkembangan tersebut diiringi oleh berbagai aplikasi media sosial yang bermunculan seperti Facebook, twiter, youtube, whatsapp dan lain sebagainya, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah dalam menyampaikan informasi. Di sisi lain, pemanfaatan media sosial disalahgunakan oleh beberapa oknum dalam meyampaikan berita bohong (hoaks) dan konten negatif. Oleh karena itu tim PKM melakukan kegiatan edukasi literasi digital bagi kaum ibu dan pemuda remaja Jemaat Bukit Karmel Bitung. Tujuan kegiatan PKM ini adalah memberi pemahaman serta kemampuan individu dalam menggunakan media sosial.  Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara pelatihan dalam bentuk ceramah dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan membaca, merangkai kalimat serta menulis informasi di media sosial serta kemampuan menangkal konten negatif dan berita bohong.
Tata Kelola Keuangan Keluarga Pada WKI GMIM Zaitun Karombasan Ranotana-Weru Riane Johnly Pio; Danny David Samuel Mukuan; Christofel Kojo
The Studies of Social Sciences Vol. 5 No. 1 (2023): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.2023.5.1.45794

Abstract

Tata kelola keuangan merupakan salah faktor yang penting dalam aktivitas kehidupan keluarga. Setiap anggota keluarga khususnya ibu-ibu rumah tangga diharapkan memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola keuangan keluarga karena sering diidentikan sebagai bendahara. Peran ibu sebagai bendahara dituntut memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan anggota keluarga lain dalam mengelola keuangan. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode: penyuluhan, diskusi dan post test. Hasilnya mengindikasikan bahwa anggota WKI GMIM Zaitun Karombasan-Ranotana Weru pada umumnya belum pernah mengikuti penyuluhan yang berhubungan dengan tata kelola keuangan keluarga, namun memiliki sikap positif terhadap perencanaan keuangan. Tidak semua membuat perencanaan keuangan bahkan hanya sebagian kecil yang membuat catatan atau pembukuan penggunaan keuangan keluarga. Untuk mengembangkan ekonomi keluarga pada umumnya memilih untuk berwirausaha karena didukung dengan karakter yang berani mengambil resiko dan bersedia membuka usaha baru serta menciptakan produk baru. Kendala utama membuka usaha disebabkan kurangnya modal. Untuk kegiatan arisan, umumnya menyatakan bersedia mengikuti aturan yang ditetapkan pengurus dan mendukung diterapkan etika dalam interaksi dengan anggota lainnya. Dalam kenyataan cukup banyak ibu-ibu yang punya pengalaman yang kurang menyenangkan dengan pengembalian arisan. Untuk mengakomodir kebutuhan ibu-ibu peserta pengabdian dalam mengembangkan ekonomi keluarga, maka perlu melakukan pelatihan kewirausahaan, akuntansi sederhana dan akses mendapatkan modal usaha dari lembaga keuangan. Supaya dapat menjadi kenyataan, maka perlu membangun kemitraan dengan instansi tehnis dan lembaga keuangan yang relevan.
PKM Pendidikan Politik Bela Negara Bagi Siswa-Siswi SMU Dan Pondok Pesantren Alkhairaat Manado Burhan Niode; Ismail Rachman
The Studies of Social Sciences Vol. 5 No. 1 (2023): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v5i1.49528

Abstract

Program kemitraan berupa pendidikan politik bela negara bertujuan untuk membentuk dan menumbuhkan kesadaran dan orientasi politik siswa. Kemudian, dapat partisipasi dalam aspek kesadaran berbangsa, pembentukan karakter dan meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme. Kegiatan pendidikan politik bela negara bagi siswa SMA Alkhairaat dan Pesantren Alkhairaat Manado dilaksanakan dalam bentuk ceramah, diskusi, dan brainstorming. Materi pendidikan politik bela negara yang diberikan meliputi fungsi dan tujuan bela negara, serta manfaat bela negara. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan karena para peserta mampu menyerap hampir semua materi yang diberikan. Hal ini terlihat dari hasil penilaian pemahaman peserta menunjukkan bahwa 92% peserta memiliki pemahaman materi bela negara yang sangat baik dan 8% peserta termasuk dalam kategori pemahaman materi bela negara yang cukup baik. Setelah kegiatan ini diharapkan para siswa dapat berperan sebagai pelopor dalam upaya bela negara khususnya di lingkungan sekolah.
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Jamu Sehat Pada Kelompok UMKM PKK Lingkungan VII Kelurahan Malendeng Manado: - Fatimawali Fatimawali; Billy Kepel; Widdhi Bodhi; Aaltje Manampiring; Fona Budiarso; Paulina Yamlean; Trina Tallei
The Studies of Social Sciences Vol. 5 No. 1 (2023): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v5i1.49725

Abstract

Indonesia kaya akan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Obat tradisional merupakan warisan nenek moyang Indonesia yang diperoleh secara empiris, biasanya dibuat dalam bentuk minuman herbal Jamu. Sampai saat ini keberadaan jamu terus berkembang karena sebagian besar masyarakat mengkonsumsi jamu yang memberikan manfaat kesehatan baik untuk pencegahan dan pengobatan terhadap suatu penyakit maupun meningkatkan stamina tubuh. Tujuan penyuluhan dan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat melalui kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lingkungan VII Kelurahan Malendeng Manado tentang manfaat dan cara pembuatan jamu herbal yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan berdaya guna bisnis. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kepada kelompok PKK tentang manfaat herbal yang dapat dibuat jamu seperti temulawak, jahe, kunyit, sereh dan jeruk nipis dalam meningkatkan imunitas tubuh, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan jamu herbal kepada kelompok UMKM. Hasil penyuluhan dan pelatihan dapat menambah pengetahuan kelompok UMKM PKK tentang manfaat jamu herbal dan cara pembuatannya yang dapat dimanfaatkan sebagai usaha kelompok.