cover
Contact Name
Muhammad Luthfi Hamzah
Contact Email
muhammadluthfihamzah@gmail.com
Phone
+6282386056915
Journal Mail Official
ceej.yrpi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Amanah, Kec. Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ)
ISSN : 27159868     EISSN : 27159752     DOI : -
CEEJ is a journal for the development and application of science and technology that includes publication of the results of community service activities, models or concepts or their implementation in the context of increasing community participation in development, community empowerment or the implementation of community service. The scope and focus of this journal covers Human development, education and national competitiveness, Poverty alleviation based on local resources, Management of Wisdom and Rural Areas, Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, and MSMEs, Development of environmental technology, Health, nutrition, tropical diseases, and herbal medicines, arts, literature and culture, as well as national integration and social harmony. The CEEJ Journal is published twice a year, every January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,415 Documents
Analisis Strategi Inovasi Human Capital Dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi Di PT Iben Nefertiti Marzuki; Reimond H.M Napitupulu; Nani Kusmiyati
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/65qe9094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi inovasi human capital dalam meningkatkan kinerja organisasi di PT IBEN. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan strategi inovasi human capital melalui pengembangan kompetensi karyawan, pelatihan kerja, digitalisasi sistem kerja, employee engagement, dan penguatan budaya organisasi. Strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas kerja, kualitas pelayanan, efektivitas operasional, serta kepuasan pelanggan. Namun, implementasi strategi masih menghadapi kendala seperti keterbatasan kompetensi digital dan tantangan dalam mempertahankan talenta terbaik perusahaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi inovasi human capital memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja organisasi dan daya saing perusahaan di era transformasi digital.
Pengaruh Digital Leadership dan Work-Life Balance terhadap Employee Performance dengan Employee Engagement sebagai Variabel Mediasi Fatimah Ambarwati; Osly Usman
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/se8yg628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital leadership dan work-life balance terhadap employee performance melalui employee engagement sebagai variabel mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement, yang menunjukkan bahwa kemampuan pemimpin dalam memanfaatkan teknologi digital, mendukung inovasi, serta membangun komunikasi digital yang efektif mampu meningkatkan keterlibatan karyawan dalam organisasi. Work-life balance juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement, yang mengindikasikan bahwa keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis, motivasi, dan loyalitas karyawan terhadap organisasi. Selanjutnya, employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee performance, yang berarti bahwa karyawan dengan tingkat keterlibatan tinggi cenderung menunjukkan kualitas kerja yang lebih baik, produktivitas yang lebih tinggi, serta komitmen yang kuat terhadap tujuan organisasi. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa employee engagement mampu memediasi pengaruh digital leadership dan work-life balance terhadap employee performance. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa peningkatan kinerja karyawan pada era transformasi digital tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknologi dan sistem kerja, tetapi juga oleh kondisi psikologis karyawan, khususnya employee engagement. Oleh karena itu, organisasi perlu memperkuat implementasi digital leadership, menciptakan kebijakan work-life balance yang efektif, serta meningkatkan employee engagement sebagai strategi utama untuk mencapai kinerja karyawan yang berkelanjutan. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pendekatan manajemen sumber daya manusia yang adaptif dalam menghadapi perubahan digital dan kebutuhan kesejahteraan karyawan di lingkungan kerja modern.
Transmisi Preferensi Desain Interior Lintas Generasi Orang Tua dan Anak Alviona Vernica Shaf Akhdina; Susy Budi Astuti
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/dcdy0t89

Abstract

Preferensi terhadap hunian dipengaruhi oleh dimensi psikologis dan sosiokultural yang membentuk identitas individu terhadap tempat tinggalnya. Identitas individu tersebut menghasilkan dimensi place identity yang berkembang bersama keterikatan emosional terhadap tempat (place attachment) serta persepsi individu terhadap waktu (sense of time). Identitas tersebut dapat terkonstruksi melalui interaksi hubungan orang tua (Generasi X) dan anak (Generasi Z). Dengan dipengaruhi latar belakang historis dan ekonomi yang berbeda, terdapat perbedaan pemaknaan hunian antara Generasi X dan Generasi Z. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana Generasi X dan Z memaknai place identity dalam kaitannya dengan preferensi hunian. Untuk itu, penelitian ini mengumpulkan data mengenai place identity terhadap preferensi hunian menggunakan metode kualitatif pada subsampel tiga keluarga yang masing-masing terdiri dari satu Generasi X (orang tua) dan satu Generasi Z (anak). Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan in depth interview dalam kurun waktu 1 Maret 2026 hingga 8 Maret 2026, serta mencakup berbagai variabel yang merepresentasikan dimensi Meaning, Physical Setting, Activity, dan preferensi hunian. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan mendasar dalam pemaknaan hunian: Generasi X lebih menekankan aspek historis dan stabilitas emosional, sementara Generasi Z cenderung lebih dinamis, minimalis, serta memprioritaskan fleksibilitas dan aksesibilitas. Penelitian ini berkontribusi terhadap pemahaman desain interior berbasis generasi sekaligus menawarkan pendekatan desain yang kontekstual dan adaptif terhadap pergeseran nilai serta identitas antar-generasi.
Strategi Digital Marketing dan Optimalisasi Media Sosial Dalam Peningkatan Infak, dan Sedekah Di Yayasan Jannahqu Kabupaten Bogor Abdul Halim Mahmud; Syahriyah Semaun; Musmulyadi Musmulyadi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ps2nqa68

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola penghimpunan dana sosial keagamaan, khususnya infak dan sedekah. Yayasan JannahQu memanfaatkan media sosial sebagai sarana digital fundraising, namun implementasinya masih menghadapi kendala seperti rendahnya engagement media sosial, keterbatasan sumber daya manusia digital, serta belum optimalnya segmentasi donatur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digital marketing yang diterapkan Yayasan JannahQu, mengetahui dampak penggunaan media sosial terhadap peningkatan infak dan sedekah, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam optimalisasi media sosial sebagai sarana penghimpunan dana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian dilakukan di Yayasan JannahQu Kabupaten Bogor. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengurus yayasan, admin media sosial, dan donatur, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi, laporan penghimpunan dana, buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi digital marketing Yayasan JannahQu dilakukan melalui pemanfaatan Instagram, WhatsApp, dan TikTok dengan konten edukasi, dakwah, dokumentasi kegiatan sosial, serta storytelling. (2) Penggunaan media sosial memberikan dampak positif terhadap peningkatan infak dan sedekah karena memudahkan akses donasi, memperluas jangkauan masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan donatur melalui transparansi informasi. (3) Tantangan yang dihadapi meliputi rendahnya engagement media sosial dan keterbatasan kemampuan digital sumber daya manusia, sedangkan peluang yang dimiliki yaitu meningkatnya penggunaan media digital dan minat masyarakat terhadap donasi online yang praktis dan transparan.
Electronic Performance Monitoring in the Digital Workplace: an Updated Systematic Literature Review (2016–2026) Heni Sulastri; Purwanto Purwanto
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/bcwwe333

Abstract

Electronic performance monitoring (EPM) has expanded rapidly with remote and hybrid work, enabling organizations to capture fine grained traces of employee activity through digital systems. This systematic literature review synthesizes 75 peer reviewed studies on EPM and related workplace surveillance to clarify core monitoring dimensions, employee focused outcomes, and contextual boundary conditions. Using PRISMA 2020 screening logic, we map how transparency, data granularity, and governance practices shape outcomes such as performance, well being, privacy invasion, trust, and safety compliance. The review contributes an integrative framework and highlights research gaps on longitudinal effects, equity and bias in data driven evaluation, and participatory governance for responsible monitoring.
Hospital Change Management in the Digital Era: A Systematic Literature Review of Leadership, Ambidexterity, and Innovation Yulivitri Yulivitri; Purwanto Purwanto
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/g4rpyv34

Abstract

Purpose: Hospitals are undergoing digital transformation through electronic health records, telemedicine, virtual care, artificial intelligence, patient portals, and data-driven operations. Yet the implementation of these technologies frequently produces organizational tensions that cannot be explained by technology-adoption logic alone. This systematic literature review examines hospital change management in the digital era by integrating evidence on leadership, ambidexterity, and innovation. Design/methodology/approach: The review followed the SPAR-4-SLR logic of assembling, arranging, and assessing the literature and used a PRISMA-informed screening flow. The evidence boundary was deliberately restricted to Scopus-confirmed Q1/Q2 journal articles. From 1,343 raw records, 1,323 unique records were retained after deduplication. After source-quality, document-type, and topical screening, 175 articles were included in qualitative synthesis. Findings: The review identifies five interrelated patterns. First, hospital digital change is a sociotechnical process that reshapes workflow, accountability, professional identity, and care coordination. Second, readiness is multidimensional, combining digital competence, technological self-efficacy, managerial capability, psychological safety, and learning climate. Third, leadership operates as a translation mechanism between executive digital strategy and frontline clinical practice. Fourth, ambidexterity provides a strategic explanation for how hospitals balance reliability, standardization, and safety with experimentation and innovation. Fifth, innovative work behaviour is a proximal behavioural pathway through which digital change becomes embedded in practice. Originality/value: The review develops a paradox-informed digital leadership framework for hospital change management. It contributes by connecting hospital digital transformation, paradoxical leadership, digital leadership, ambidexterity, and innovative work behaviour into a coherent agenda for future empirical research.
Pengaruh Employee Experience dan Inclusive Leadership Terhadap Loyalitas Karyawan dengan Work Engagement sebagai Variabel Mediasi di Regional Mekaar Bangka PT. PNM Cabang Bangka Belitung Elisa Ramayanti; Teuku Noerman
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/9w1eqa46

Abstract

Industri pembiayaan mikro menuntut layanan cepat, empatik dan berintegritas khususnya bagi karyawan yang bergelut di dunia lapangan seperti Account Officer (AO). Meningkatnya angka turnover karyawan yang mencerminkan adanya tantangan dalam mempertahankan loyalitas karyawan. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk memperkuat praktik pengelolaan sumber daya manusia melalui penciptaan pengalaman kerja yang positif serta penerapan kepemimpinan yang inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh employee experience dan inclusive leadership terhadap loyalitas karyawan dengan mempertimbangkan work engagement sebagai variabel mediasi pada Regional Mekaar Bangka PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bangka Belitung. Pendekatan yang digunakan kuantitatif melalui metode survei. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan Regional Mekaar Bangka khususnya posisi Account Officer (AO). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode non probability sampling. Analisis data dilakukan menggunakan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa employee experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan, inclusive leadership berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap loyalitas karyawan, employee experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement, inclusive leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement. Selain itu, work engagement terbukti memiliki peran penting dalam meningkatkan loyalitas karyawan artinya keduanya memiliki pengaruh positif dan signifikan. Lebih lanjut, dalam pengaruh tidak langsung variabel work engagement mampu memediasi secara signifikan pengaruh employee experience dan inclusive leadership terhadap loyalitas karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan loyalitas karyawan tidak hanya bergantung pada faktor organisasi secara langsung, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat keterikatan psikologis karyawan terhadap pekerjaannya. Penelitian ini menegaskan pentingnya bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas employee experience serta mendorong penerapan kepemimpinan yang inklusif guna memperkuat work engagement, yang pada akhirnya dapat mendukung terciptanya loyalitas karyawan secara berkelanjutan.
Pengaruh Kompetensi, Independensi, Skeptisisme Profesional, Pengalaman Audit, Dan Beban Kerja Terhadap Kemampuan Pengaudit Dalam Mendeteksi Kecurangan (Studi Empiris Pada Auditor BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Barat) Gerald Hermanuel Purba; Suhairi Suhairi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i6.11322

Abstract

Studi ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Pengaruh Kompetensi terhadap Kemampuan Pengaudit dalam Mendeteksi Kecurangan. (2) Pengaruh Independensi terhadap Kemampuan Pengaudit dalam Mendeteksi Kecurangan. (3) Pengaruh Skeptisisme Profesional terhadap Kemampuan Pengaudit dalam Mendeteksi Kecurangan. (4) Pengaruh Pengalaman Audit terhadap Kemampuan Pengaudit dalam Mendeteksi Kecurangan. (5) Pengaruh Beban Kerja terhadap Kemampuan Pengaudit dalam Mendeteksi Kecurangan. Studi ilmiah ini termasuk dalam studi ilmiah kuantitatif. Data yang digunakan pada studi ilmiah ini berupa data primer dengan menggunakan metode survei. Metode pengambilan data untuk studi ilmiah, yaitu dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh pengaudit yang bekerja pada kantor Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Sumatera Barat. Metode penyampelan yang digunakan adalah metode purposive sampling. Pengujian data menggunakan aplikasi SPSS 27. Hasil dari studi ilmiah ini adalah (1) Kompetensi berimplikasi positif dan signifikan terhadap kemampuan pengaudit dalam mendeteksi kecurangan. (2) Independensi berimplikasi positif dan signifikan terhadap kemampuan pengaudit dalam mendeteksi kecurangan. (3) Skeptisisme Profesional berimplikasi positif dan signifikan terhadap kemampuan pengaudit dalam mendeteksi kecurangan. (4) Pengalaman Audit berimplikasi positif dan signifikan terhadap kemampuan pengaudit dalam mendeteksi kecurangan. (5) Beban Kerja berimplikasi negatif dan signifikan terhadap kemampuan pengaudit dalam mendeteksi kecurangan.
Adaptasi Wajib Pajak Terhadap Coretax DJP Pada Masa Transisi 2025-2026: Netnografi Diskursus Publik Digital Happy Tatemba; Harke Revo Leonard Polii
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/5p31c423

Abstract

This study examines the adaptation of individual taxpayers (non-employees) and Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to the implementation of the Directorate General of Taxes (DJP) Coretax system during the 2025–2026 transition period. The research employs a qualitative approach using netnography and qualitative content analysis of 48 purposively selected units of publicly available digital texts derived from official DGT documents, tax regulations, online news media, X/Twitter, YouTube, Instagram, and Facebook. The verified official data incorporated in this study include the pre-implementation phase (16–31 December 2024), the full implementation on 1 January 2025, the DJP official statement containing data as of 9 January 2025 at 18:55 WIB, the administrative sanctions relief policy under Decree KEP-67/PJ/2025, and data as of 5 March 2026 indicating that more than 6 million Annual Income Tax Returns (SPT) for Fiscal Year 2025 had been submitted, 15,268,493 Coretax accounts had been activated, and 12,514,829 individual taxpayers had registered for Authorization Codes/Electronic Certificates. The findings reveal three major themes: digital transition shock and procedural confusion, digital literacy gaps among non-employee individual taxpayers and MSMEs, and fluctuations in public trust toward the tax authority. The study demonstrates that technical difficulties do not occur in isolation; rather, they evolve into procedural uncertainty, encourage users to rely on informal learning resources and online tutorials, and ultimately influence trust in the DJP. The novelty of this article lies in its explanation of digital spaces as mechanisms of collective adaptation that operate through technical frictions, informal learning processes, and the reconstruction of trust during the adoption of digital taxation services. Practical implications include the need to strengthen user experience design, provide segmented digital literacy assistance, develop responsive risk communication strategies, and utilize digital spaces as valuable sources of policy feedback.  
Efektivitas Sistem Monitoring Digital Berbasis Key Performance Indicator Terhadap Kinerja Karyawan di PT Javan Cipta Solusi Muhammad Suherman; Suhartini Suhartini
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i6.11333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan sistem monitoring kinerja digital berbasis Key Performance Indicator (KPI) dalam meningkatkan kinerja karyawan di PT Javan Cipta Solusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap karyawan serta pihak terkait yang terlibat dalam penerapan sistem KPI. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, sedangkan proses analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem monitoring digital berbasis KPI memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja karyawan melalui kejelasan target kerja, peningkatan akuntabilitas, serta proses evaluasi kinerja yang lebih objektif. Penggunaan platform digital seperti Collab, Taiga, dan QA Tools membantu perusahaan dalam memantau progres pekerjaan secara lebih sistematis dan transparan. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti perbedaan pemahaman karyawan terhadap konsep KPI serta perlunya integrasi antarplatform digital yang lebih optimal untuk menghindari ketidaksesuaian data. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memperkuat integrasi sistem dan meningkatkan pemahaman karyawan terkait sistem manajemen kinerja digital.

Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 5 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 3 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 2 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 1 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 3 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 1 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 3 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 2 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 1 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 1 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 1 (2021): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ) Vol. 2 No. 3 (2021): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 2 No. 2 (2021): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 2 No. 1 (2021): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 1 No. 2 (2020): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 1 No. 1 (2020): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) More Issue