cover
Contact Name
Muhrisun Afandi
Contact Email
risonaf@yahoo.com
Phone
+6282242810017
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat
ISSN : 25983865     EISSN : 26143461     DOI : https://doi.org/10.14421/panangkaran
Jurnal Panangkaran merupakan jurnal Assosiasi Peneliti Agama-agama yang bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai media komunikasi hasil penelitian para peneliti, ilmuwan dan cendekiawan. Tujuannya adalah untuk mewadahi, menyebarluaskan dan mendialogkan wacana ilmiah di bidang penelitian sosial keagamaan. Naskah yang dimuat dalam jurnal berasal dari hasil-hasil penelitian maupun kajian-kajian kritis para peneliti agama atau akademisi yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan sosial keagamaan, kelekturan, pendidikan dan keagamaan, agama dan sains. Jurnal terbit setahun 2 kali pada bulan Juni dan Desember.
Articles 161 Documents
Pergeseran Nilai Budaya Matrilineal pada Perempuan Lanjut Usia di Minangkabau: Studi pada 2 Panti Sosial Werdha di Sumatera Barat Irsyadunnas; Nurmahmi; Nailurrahmi
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v6i2.2928

Abstract

This article analyzes the phenomenon of Minang elderly women who become residents of panti sosial as a result of the shift in Matrilineal traditional values in the life of the Minang community. The purpose of this article is to analyze what traditional values have shifted, their causes and impacts. This study used a qualitative approach, data collection was carried out through interview, observation, and documentation techniques. The data were analyzed using the principles of qualitative data analysis from Miles and Huberman. The results show that there has been a shift in Matrilineal traditional values in the phenomenon of Minang elderly women who are residents of the Panti Werdha, namely the value of children's responsibility to their parents, the value of the meaning of life for Minang elderly women, the value of togetherness and the value of leadership in Bundo Kanduang. The cause is due to several factors, namely migration, busyness, economy and lack of understanding of Minang youth about customs and religion. Meanwhile, the impact is the fading of the sense of kinship, ethnicity and even humanity of every family member, especially children. So that the Minang elderly women in the Panti Werdha feel they are not respected, excluded, and even become a burden in the family. [Artikel ini menganalisis tentang fenomena perempuan lansia Minang yang menjadi penghuni panti sosial sebagai akibat terjadinya pergeseran nilai adat Matrilineal dalam kehidupan masyarakat Minang. Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis apa saja nilai adat yang telah mengalami pergeseran, penyebab dan dampaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Datanya dianalisis dengan prinsip-prinsip analisis data kualitatif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran nilai adat Matrilineal dalam fenomena perempuan lansia Minang yang menjadi penghuni Panti Werdha, yaitu nilai tanggungjawab anak terhadap orangtuanya, nilai tentang makna hidup bagi perempuan lansia Minang, nilai kebersamaan dan nilai kepemimpinan Bundo Kanduang. Adapun penyebabnya adalah karena beberapa faktor yaitu faktor merantau, kesibukan, ekonomi dan kurangnya pemahaman anak muda Minang tentang adat dan agama. Sedangkan dampaknya adalah semakin memudarkan rasa kekeluargaan, kesukuan dan bahkan kemanusiaan dari setiap anggota keluarga terutama anak. Sehingga para perempuan lansia Minang di Panti Werdha tersebut merasa tidak dihormati, tersisihkan, bahkan menjadi beban dalam keluarga.]
على نتائج تعلم مهارة القراءة طالبات فصل التاسع بالمدرسة الثانوية فمولانجان يوكياكرتا العام الدراسي 2022/2023 (Learning Cycle 5E)E فعالية نموذج التعليم "دورة التعلم الخماسية Hanan 'Adila, Nazalia Rosadanti; Amira Sa’idah, Mandrasi
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v6i2.2986

Abstract

تعتبر أن مهارة القراءة من عوامل مهمة التي تحدد نجاح تعليم اللغة العربية، لأن القراءة نشاط تفاعلي لفهم قصد ومعنى الذي يحتويه النص ويساعد القارئ للحصول على حقائق وأفكار جديدة من قراءة النص. عقدت المدرسة الثانوية فمولانجان بتعليم مادة مهارة القراءة في تعليم اللغة العربية داخل الفصل. ومع ذلك، وجدت المشكلة في الفصل التاسع وهي صعوبة الطالبات في قراءة و فهم النصوص العربية، من بين الأسباب وهي قلّة ساعات تعلم اللغة العربية في المدرسة وقلّة التدريب في تعلم قراءة و فهم النصوص العربية وكذلك عدم نموذج التعليم المتنوعة لتعليمها، حتى تواجه الطالبات بصعوبة حين تقرأ النص العربي. وهذه المشكلات تؤثر إلى نقصان نتائج التعلم كما أن مهارة القراءة هي إحدى من المواد المستخدمة في الاختبار النهائي. وقامت الباحثة لحل هذه المشكلة باستخدام نموذج التعليم دورة التعلم الخماسية E لسهولة الطالبات على قراءة و فهم النصوص العربية. و غرض هذا البحث لمعرفة نتائج الاختبار القبلي و الاختبار البعدي للفصل التجريبي و فصل الضابط بالاضافة إلى معرفة مدى فعالية استخدام نموذج التعليم دورة التعلم الخماسية E على نتائج تعلم مهارة القراءة لطالبات الفصل التاسع بالمدرسة الثانوية فمولانجان يوكياكرتا. إن نوعية هذا البحث هي البحث الكمي التجريبي، باستخدام طريقة شبه تجريبية في شكل تصميم مجموعة ضابطة غير متكافئة. استخدم اختيار الفصل التجريبية والضابطة بتقنية أخذ عينة عمدية. وكان سكان في هذا البحث طلاب الصف التاسع بالمدرسة الثانوية فمولانجان يوكياكرتا، وكان عينة مستخدمة في فصلين وهي التاسع B و C، طريقة جمع البيانات باالاختبار و الوثائق المكتوبة و غير المكتوبة. وتحليل البيانات تستخدم الباحثة الاختبار غير بارمتراية بالاختبار الطبيعية، اختبار التجانس و الاختبار الفرضي   Mann Whitney ببرنامج  SPSS 16. واستنبطت من هذ البحث أن مجموعة نتيجة للاختبار القبلي من الفصل التجريبي 73،17 و في الفصل الضابط 73،79. وأما مجموعة نتيجة في الاختبار البعدي من فصل التجريبي 87،17 و في فصل الضابط 80،00. وتعتبر بأن استخدام نموذج التعليم دورة التعلم الخماسية E فعالة لأن مجموعة نتيجة الاختبار القبلي للفصل التجريبي أعلى من فصل الضابط وهي 87،17:80،00، و قد تم اثباته ببرنامج  SPSS 16 من خلال الاختبار غير بارمتراية Mann Whitney بنتيجة اختبار 0،002<0.050.. مؤسسا بصادق الاختبار ، اقترحت الباحثة أن تستخدم المدرسة نموذج التعليم دورة التعلم الخماسية E كبديل لنموذج التعليم مهارة القراءة في تعليم اللغة العربية. [Keterampilan membaca (maharah qiraah) merupakan suatu kegiatan interaktif untuk memahami maksud dan arti yang terkandung di dalam teks serta membantu pembaca untuk mendapatkan fakta dan ide ide baru dari teks yang dibaca, dan merupakan salah satu komponen penting dalam mempelajari bahasa Arab. oleh karena itu terdapat pembelajaran keterampilan membaca dalam pelajaran bahasa Arab di MTs Pamulangan tersebut. Namun ditemukan beberapa masalah dalam pembelajaran ketrampilan membaca diantaranya kesulitan membaca dan memahami teks bahasa Arab yang disebabkan oleh kurangnya jam belajar, latihan membaca teks bahasa Arab, serta kurangnya model pembelajaran yang sesuai dan dapat digunakan sebagai variasi pembelajaran ketrampilan membaca, khususnya di kelas 9 MTs Pamulangan Yogyakarta. Dalam hal ini peneliti berupaya memberikan solusi berupa model pembelajaran learning cycle 5e untuk mempermudah siswa dalam membaca dan memahami teks bahasa Arab. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui nilai pretest dan post test kelas eksperimen dan kontrol, serta untuk mengetahui adanya efektivitas penggunaan model pembelajaran learning cycle 5e terhadap hasil belajar maharah qiraah siswi kelas 9 MTs Pamulangan Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif eksperimen, menggunakan metode Quasi eksperimen, dan bentuk desain nonequivalent control group desain. serta menggunakan teknik purposive sampling, populasi merupakan siswa kelas 9 MTs Pamulangan Yogyakarta, sedangkan sampel kelas 9b dan 9c. teknik pengumpulan data berupa tes dan dokumentasi. teknik analisis data non parametrik menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis mann whitney dengan perhitungan menggunakan aplikasi SPSS 16. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa nilai rata rata pre test kelas eksperimen yaitu 73,17, sedangkan nilai rata rata pretest kelas kontrol adalah 73,79. Untuk hasil post test didapatkan nilai rata rata kelas eksperimen ialah 87,17 sedangkan rata rata kelas kontrol 80,00. Penggunaan model pembelajaran learning cycle 5e dinilai efektif karena diperoleh hasil rata rata post test kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu 87,17 : 80,00, dan dibuktikan dengan SPSS 16 melalui uji mann whitney dengan hasil 0,002 < 0,050. Berdasarkan hasil uji data yang valid, peneliti menyarankan untuk menggunakan model pembelajaran learning cycle 5e sebagai alternatif model pembelajaran maharah qiraah dalam pembelajaran bahasa arab.]
Perempuan dalam Gerakan Lintas Iman : Agen Perdamaian di Kota Manado Nelwan, Gerry
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v7i1.3045

Abstract

Today, various inter-faith communities have been born with massive efforts to build peace and harmony, starting at the national and regional levels under government and independent institutions. However, there is something important to note again: not many communities across Indonesia pay attention to the involvement of women as the main actors in the peace-building process. This study aims to analyse the involvement of women in interfaith communities as part of gender justice, especially in the city of Manado. The research process was carried out using descriptive and qualitative methods through library research. Data were obtained through various scientific literature, journals, and books, as well as supporting documents, to write information related to the research. From this research, it was found that there are still a few interfaith communities that accommodate women, but for the context of Manado City itself, this community has not yet been found. The availability of spaces such as interfaith communities for women is an effort to encourage women's active involvement in building peace based on their strategies and approaches. [Dewasa ini lahir berbagai komunitas lintas iman dengan upaya membangun perdamaian dan kerukunan sangat masif dilakukan mulai dari taraf nasional dan daerah, di bawah lembaga pemerintah maupun yang bersifat independen. Namun ada yang penting untuk diperhatikan kembali, bahwa tidak banyak dari komunitas lintas di Indonesia yang memberi perhatian pada keterlibatan perempuan sebagai aktor utama dalam proses pembangunan perdamaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan perempuan dalam komunitas lintas iman sebagai bagian dari keadilan gender, khususnya yang ada di Kota Manado. Proses penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan. Data yang didapat melalui berbagai literatur ilmiah, jurnal, buku dan juga dokumen pendukung hingga informasi tertulis yang memiliki keterkaitan dengan penelitian tersebut. Dari penelitian ini ditemukan bahwa masih sedikit komunitas lintas iman yang mengakomodir perempuan, untuk konteks Kota Manado sendiri belum ditemukan komunitas tersebut. Ketersediaan ruang seperti komunitas lintas iman bagi perempuan menjadi satu upaya dalam mendorong keterlibatan aktif perempuan untuk membangun perdamaian berdasarkan strategi dan pendekatan nya sendiri.]
The Pattern of New Spiritual Movement in Indonesia Mujahidah, Affaf; Jamaluddin, Jamaluddin
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v7i1.3094

Abstract

Indonesia legitimates six religions (Islam, Protestant, Catholic, Buddhism, Hinduism, and Confucianism) as official religions. Beside those official religions, Indonesia also overcrowded by other religions, which can be divided as indigenous and new movement of religious and spiritual. Both those branches face difficulties regarding the consideration as heretical movement. However, new spiritual movements in Indonesia still flourishing, Susila Budhi Darma (SUBUD), Anand Ashram, and Salamullah are some of examples. Even though spiritual movements in Indonesia are vary in their teaching, but certain patterns can be drawn. Spiritual movements usually combine others religion ethics as their teaching. Some of them are lead by leader claims themselves as savior (possesses messiah complex symptom). This article try to portray those patterns found in Susila Budhi Darma (SUBUD), Anand Ashram, and Salamullah by Lia Aminuddin. Grounding questions for this article are from which religions they extract their teaching? Do their leader posses messianic complex? Chapters will be divided into fours, first until third chapter will discuss each movement from their history and teaching, later continued by analysis of pattern of teaching and leader in last chapter. [Negara Indonesia melegalkan enam agama sebagai agama resmi yang dianut oleh warga negaranya yakni Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Meski demikian, berbagai keyakinan atau aliran di luar keenam agama resmi tersebut berkembang dengan pesat. Keyakinan atau aliran tersebut secara sederhana dapat dikategorikan sebagai kepercayaan (agama) leluhur dan gerakan keagamaan baru. Kedua kategori tersebut seringkali menghadapi problematika karena dianggap sebagai gerakan heretik. Namun, anggapaan tersebut tidak menyurutkan berbagai aliran di luar agama resmi untuk terus berkembang, tiga diantaranya adalah Susila Budi Dharma (SUBUD), Anand Ashram, dan Salamullah. Meski ajaran-ajaran aliran-aliran sangat berbeda, namun secara gerakan dapat digambarkan pola tertentu. Kebanyakan, keyakinan atau aliran tersebut mengkombinasikan berbagai ajaran agama sebagai ajaran utama mereka. Selain itu, pemimpin keyakinan atau aliran tersebut mengklaim bahwa dirinya sebagai juru selamat. Artikel ini mencoba untuk menguraikan pola tiga aliran yaitu Susila Budi Dharma (SUBUD), Anand Ashram, dan Salamullah. Rumusan masalah yang ingin ditemukan jawabannya adalah ajaran dari agama atau keyakinan apa yang memiliki pengaruh besar terhadap ketiganya, dan bagaimana para pemimpin gerakan ini memposisikan dirinya. Pembahasan dalam artikel ini dibagi menjadi empat sub bab yang terdiri dari pembahasan masing-masing keyakinan atau aliran pada sub bab satu hingga sub bab tiga, serta penjelasan tentang pola gerakan pada sub bab empat.]
Creating Religious Relationality in Digital Media Platform Dewantri, Puja
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v7i1.3135

Abstract

Today's digital era has manifested a massive movement of people from an old society to a new society. This digital world has also changed the way people see and practise religion. Here, at least two questions are asked. First, consider how the use and accessibility of digital media affect religious knowledge and practise in order to raise religious awareness. The second question is how religion can be both a social practise and a discourse so that more people can participate in the discussion. This research aims to answer these two questions by adopting the indigenous religion paradigm which based on relationality. Indirectly, the main objective of this research is to figure out the interactions related to religious content in digital media as an up-to-date portrait of how religiosity is understood using the alternative of the religious paradigm as the embodiment of new topics in religious studies and the digital world: religious relationality paradigm. Through the three principles of the paradigm—responsibility, ethics, and reciprocity—digital media has helped to create distinctive religious awareness. [Era digital saat ini telah mewujudkan perpindahan masyarakat secara masif dari masyarakat lama ke masyarakat baru. Dunia digital ini juga telah mengubah perspektif dan praktik seseorang dalam kehidupan beragama. Karenannya, dalam artikel ini, setidaknya terdapat dua pertanyaan yang diajukan. Pertama, bagaimana penggunaan dan aksesibilitas media digital memengaruhi pengetahuan dan praktik keagamaan untuk meningkatkan kesadaran beragama. Pertanyaan kedua adalah bagaimana agama dapat menjadi praktik sosial sekaligus wacana sehingga lebih banyak orang dapat berpartisipasi dalam diskusi keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut dengan mengadopsi paradigma agama lokal yang berbasis relasionalitas. Secara tidak langsung tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi terkait konten keagamaan dalam media digital sebagai potret terkini bagaimana religiusitas dipahami dengan menggunakan alternatif paradigma keagamaan sebagai pengejawantahan topik baru dalam kajian agama dan dunia digital: paradigma relasionalitas agama. Melalui tiga prinsip paradigma—tanggung jawab, etika, dan timbal balik—media digital telah membantu menciptakan kesadaran beragama yang khas.]
Transformasi Spiritual Masyarakat Jawa Kontemprer: Eksistensi dan Makna Ritual di Parangkusumo Yuwono, Dandung Budi
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v7i1.3142

Abstract

The life of the Javanese people is full and attached to the mystical world. They are associated with supernatural things, and always do the 'other way'. How to understanding life they perform various rituals, one of which is the ritual on Selasa (Tuesday) Kliwon and Jumat (Friday) Kliwon nights in Parangkusumo. The ritual is an attempt to seek clarity and guidance from the ancestors, namely Panembahan Senopati as the first Islamic Mataram King and Kanjeng Ratu Kidul. This ritual is the embodiment of an 'ingrained' myth about the existence of Kanjeng Ratu Kidul, a spirited creature with powerful powers, the ruler of the southern seas who has enormous supernatural powers, who are believed to be able to give peace to the Javanese people. As a traditional cultural phenomenon, the rituals of the Selasa (Tuesday) Kliwon and Jumat (Friday) Kliwon nights in Parangkusumo are difficult to separate from the daily life of the Javanese. How the ritual process takes place, what is the meaning of the ritual, and is it true that religious identity struggles continue among the Javanese, are the questions that will be answered through this research. This research is a qualitative research using a phenomenological. Data collection techniques were carried out by means of participatory observation and in-depth interviews. The data analysis was done interpretively. Another thing, this research will try to see the common thread between the concept of Islam and the Javanese religion which is considered to have a lot to influence the behavior of the Javanese people. [Kehidupan masyarakat Jawa, penuh dan lekat dengan dunia mistis. Mereka berhubungan dengan hal-hal gaib, dan senantiasa melakukan ‘jalan lain’. Dalam memahami kehidupan mereka melakukan berbagai ritual, salah satunya ritual malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon di Parangkusumo. Ritual tersebut merupakan upaya mencari kejernihan dan petunjuk dari leluhur, yakni Panembahan Senopati sebagai Raja Mataram Islam pertama dan Kanjeng Ratu Kidul. Ritual tersebut merupakan perwujudan mitos yang ‘mendarah daging’ tentang keberadaan Kanjeng Ratu Kidul, sosok makhluk halus berkekuatan sakti, penguasa laut selatan yang memiliki kekuatan gaib maha besar, yang diyakini dapat memberi ketentraman bagi masyarakat Jawa. Sebagai fenomena kebudayaan tradisional, ritual malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon di Parangkusumo sulit dilepaskan dari kehidupan sehari-hari orang Jawa. Bagaimana proses ritual itu berlangsung, apa makna ritual, dan benarkah terus terjadi pergulatan identitas religius pada orang Jawa, adalah pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab melalui penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan perspektif fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Adapun analisis data dilakukan secara interpretif. Hal lain, penelitian ini akan coba melihat benang merah antara konsep Islam dengan Agama Jawa yang dianggap banyak mempengaruhi perilaku kehidupan masyarakat Jawa.]
Fajar Pers Muslim Bumi Putra di Masa Hindia Belanda: Wacana Anti Kapitalisme dalam Majalah Medan Moeslimin (1915-1926) Triyanta, Agus
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v7i1.3156

Abstract

This study examines the Islamic Communist discourse in the Medan Moeslimin magazine in Surakarta in 1915-1926. This newspaper had created by Haji Misbah, an activist in Surakarta. This newspaper reviews many ideas such as Islamic discourse, movements and resistance that had initiated by Haji Misbach. In additionally, the idea of women's discourse had included in this newspaper. This newspaper often called out against the Dutch colonial government because it had felt to be oppressing the people. To facing toward the Dutch colonial government, Haji Misbach combined two different ideologies into one, namely the Islamic ideology and the Communist ideology. This had used to fight because these two ideologies were able to fight against the Dutch colonial government. This research is a literature review (Library Research) and this had used historical analysis methods including topic selection, heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The primary sources is Medan Moeslimin newspaper and contemporary newspapers such as Islam Bergerak newspaper found in the Jakarta National Library. To support the data for research, the secondary books had used such as the Gerakan Komunis Islam in Surakarta in 1916-1942 and other books. This research had found the results: 1. The Medan Moeslimin newspaper was the media used by Haji Misbach to spread ideas against the Dutch colonial government; 2. This newspapers as media for Islamic da'wah in order to educate the people of Surakarta who still common in learning of Islam. [Penelitian ini mengulas wacana komunis Islam dalam majalah Medan Moeslimin di Surakarta tahun 1915-1926. Surat kabar ini didirikan oleh Haji Misbach seorang tokoh pergerakan di Surakarta. Surat kabar ini banyak mengulas berbagai gagasan seperti wacana keislaman, pergerakan dan perlawanan yang diserukan Haji Misbach. Surat kabar ini sering kali menyerukan penentangan terhadap pemerintahan kolonial Belanda yang menindas rakyat. Untuk menentang pemerintahan kolonial Belanda, Haji Misbach memadukan dua ideologi berbeda yaitu, Ideologi Islam dan Ideologi Komunis. Hal ini digunakan karena dua ideologi tersebut mampu melawan pemerintah kolonial Belanda. Ideologi Komunisme mengajarakan masyarakat tanpa kelas dan kesetaraan  sedangkan Ideologi Islam mengajarakan persatuan Islam persaudaran antar umat Islam maka dari itu Haji Misbah mengabung dua ideologi tersebut untuk melawan pemerinatah kolonial Belanda.  Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (Library Research) dan menggunakan metode analisi historis meliputi pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpertasi dan historiografi. Sumber primer yang digunakan berupa surat kabar Medan Moeslimin dan surat kabar sejaman seperti surat kabar Islam Bergerak   Untuk menunjang data penelitian penulis menggunakan buku-buku sekunder seperti Gerakan Komunis Islam di Surakarta tahun 1916-1942 dan buku lainnya. Penelitian ini  media yang digunakan Haji Misbach untuk menyebarkan gagasan menentang pemerintah kolonial Belanda, surat kabar Medan Moeslimin juga berperan sebagai media dakwah Islam di  Surakarta yang masih sangat awam dengan ajaran agama Islam.]
Pesan Dakwah dalam Musik Reggae: Analisis Musik Islami Alpha Blondy M. Ibnu Naufal Maskuri
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v6i2.2918

Abstract

Music is an art that can be used to communicate with audiences and listeners quite effectively. This study tries to elaborate the message of Islamic da'wah carried out by Alpha Blondy in musical works through the lyrics of the song Seba Allah Y’E. The research approach used in this study is based on the content analysis theory of Harold D. Laswell. That is a method of in-depth analysis of data that has been written or printed on the mass media. In this content analysis explore the message of Islamic da'wah from the lyrics of the song Seba Allah Y’E. The results of the study show that the reggae music sung by Alpha Blondy is far from the bad stigma of society in general, so this music can be an option for listening to Islamic da'wah communications about the benefits of monotheism rububiyah, uluhiyah and asma wa sifat that covered in the lyrics of the song Seba Allah Y’E. [Musik adalah seni yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan para penonton dan para pendengar secara cukup efektif. Penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasi dan menjelaskan pesan dakwah islami yang dilakukan oleh Alpha Blondy dalam karya seni musik melalui lirik lagu Seba Allah Y’E. Adapun Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah didasarkan pada teori analisis isi Harold D. Laswell. Yaitu sebuah metode analisis yang bersifat mendalam mengenai data yang telah ditulis atau dicetak pada media massa. Dalam proses analisis isi, penulis mencoba mengelaborasi pesan dakwah Islam dari lirik lagu Seba Allah Y’E. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa musik reggae yang dilantunkan oleh Alpha Blondy jauh dari stigma buruk masyarakat pada umumnya, sehingga musik ini dapat menjadi opsi untuk mendengarkan komunikasi dakwah tentang manfaat tauhid rububiyah, uluhiyah dan asma wa sifat yang dikandung dalam lirik lagu Seba Allah Y’E.]
Eksistensi Masyarakat dan Pengaruh Agama Adi Saingo, Yakobus
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v8i1.3101

Abstract

The relationship between society and religion has experienced ups and downs, because there are members of the community who see religion as the foundation of moral and spiritual values, but there are also many people who perceive religion as a mistake that mankind believes in. But even so, the existence of society cannot be separated from religion and its influence. The existence of society is quite identical as religious beings. The purpose of this study is to find out and explain the existence of society and the influence of religion, including the existence of individuals as part of society which is quite influenced by religion, and the functions of religion, as well as the dynamics of religious theory which is quite influencing the existence of society. The research method used is literature research by collecting data from various literature such as journals published in the last 5 years. The results of the study and analysis of the data found that there were developing dynamics of religious theory that sufficiently influenced the existence of society, including: the theory of evolution, the theory of marxism, the theory of thermodynamics and the theory of liberalism. Religion also has an impact through its function for the existence of society, including: as a source of value in maintaining decency, a means of solving problems, a means of satisfying curiosity. Apart from that, in the context of the influence of religion in society, several forms of influence have been identified, namely: educative influence, giving awareness about safety, its effect as conciliation, its influence as social control, its influence in strengthening solidarity, its influence in transformative values, religious encouragement to be productive, motivation sublimative. [Hubungan masyarakat dengan agama mengalami pasang-surut, karena ada anggota masyarakat yang melihat agama sebagai pondasi nilai moral dan spiritual, namun banyak juga kalangan masyarakat yang menganggap agama sebagai suatu kesalahan yang dipercayai umat manusia. Namun sekalipun demikian, eksistensi masyarakat tidak dapat dipisahkan dari agama dan pengaruhnya. Eksistensi masyarakat cukup identik sebagai makhluk beragama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai eksistensi masyarakat dan pengaruh agama, di antaranya eksistensi individu sebagai bagian dari masyarakat yang cukup dipengaruhi agama, dan fungsinya agama, serta dinamika teori keagamaan yang cukup mempengaruhi keberadaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan yaitu literature research dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur seperti buku jurnal yang diterbitkan 5 tahun terakhir. Hasil kajian dan analisis data ditemukan bahwa terdapat dinamika teori keagamaan yang berkembang sehingga cukup mempengaruhi eksistensi masyarakat, antara lain: Teori evolusi, teori marxisme, teori thermodynamics dan teori liberalisme. Agama juga berdampak melalui fungsinya bagi eksistensi masyarakat, di antaranya: sebagai sumber nilai dalam menjaga kesusilaan, sarana mengatasi permasalahan, sarana memuaskan perasaan ingin tahu. Selain itu pada konteks pengaruh agama dalam Masyarakat maka telah diketahui beberapa bentuk pengaruh, yaitu: pengaruh edukatif, memberi kesadaran tentang keselamatan, pengaruhnya sebagai pendamaian, pengaruhnya sebagai kontrol sosial, pengaruh dalam memperkuat solidaritas, pengaruhnya dalam nilai transformatif, dorongan agama untuk produktif, motivasi yang sublimatif.]
Meninjau Gerakan Moderasi Beragama pada Organisasi Sipil: Strategi Organisasi Kemahasiswaan di Kota Semarang Andhika Putri Maulani; Khasiatun Amaliyah; Ismi Zakiyah; Nailatus Zahro
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v7i1.3128

Abstract

One of the strategic agents of religious moderation is university student organisations. This research discusses student organisations interfaith in Semarang City. The approach used here is the functional structural theory by Talcott Parson regarding civil organisations as a social system in society. Through this approach, researchers aim to examine the role of student organisations in Semarang in implementing the values of religious moderation. This research shows that student organisations in Semarang reflect a diverse vision of religious moderation. From the study of six organisations including PMII, HMI, KAMMI, GMNI, IMM, and PMKRI, researchers formulate models of religious moderation movement in these student organisations, namely, (1) Through the student interfaith discussion forum which emphasises the provision of facilities and forums given to students in implementing the values of religious moderation; (2) Through the public interfaith forum reaches out the general public through various activities that integrated the value of religious moderation and social movements; (3) Through the Orientation of Organisational Movement, the role and function of the organisation, both through works program, vision and mission with concerns towards implementing and practising religious moderation. This research is qualitative and uses the descriptive-analytical method. The data of the research are presented in descriptive form. [Salah satu agen strategis moderasi beragama adalah organisasi kemahasiswan. Penelitian ini membahas organisasi kemahasiswaan lintas agama di Kota Semarang. Pendekatan yang digunakan adalah teori struktural fungsional yang dikembangkan oleh Talcott Parson tentang organisasi masyarakat sebagai suatu sistem sosial dalam masyarakat. Melalui pendekatan ini, peneliti hendak menelaah peran organisasi kemahasiswaan di Semarang dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama. Penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi-organisasi kemahasiswaan di Kota Semarang memiliki visi yang beragam tentang moderasi beragama. Dari telaah pada 6 organisasi yang meliputi PMII, HMI, KAMMI, GMNI, IMM, dan PMKRI, penulis merumuskan model-model gerakan moderasi beragama pada organisasi kemahasiswaan tersebut, di antaranya, (1) Melalui forum diskusi lintas agama (Linag) Mahasiswa yang menekankan pada penyediaan sarana maupun forum yang diberikan kepada mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama; (2) Melalui forum kegiatan lintas agama (Linag) Umum yang menjangkau masyarakat umum lewat berbagai kegiatan yang mengintegrasikan nilai moderasi beragama dan gerakan sosial; (3) Melalui Arah Gerak Organisasi, yakni melalui peran serta fungsi organisasi, baik melalui program-program kerja, visi dan misi dengan konsen yang beorientasi pada mengimplementasikan maupun pengamalan moderasi beragama. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif-analitis. Data-data penelitian yang diperoleh disajikan dalam bentuk deskriptif.]