cover
Contact Name
Jauhar Khabibi
Contact Email
jauhar_khabibi@yahoo.com
Phone
+6282213390515
Journal Mail Official
jurnalsilvatropika@unja.ac.id
Editorial Address
Kampus Pinang Masak Universitas Jambi Jl. Raya Jambi-Muara Bulian, KM 15 Mendalo Indah Kode Pos 36361
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Silva Tropika
Published by Universitas Jambi
ISSN : 26158353     EISSN : 26214113     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The tropical forest has a unique feature. Its biological and ecological diversity relies on a very complex and interrelated system. Managing the forest sustainably required a wide application in multiple scientific disciplines. Jurnal Silva Tropika is a periodic scientific article and conceptual thinking of tropical forest management covering all aspects of forest planning, forest policy, forest resources utilization, forest ergonomics, forest ecology, forest inventory, silviculture, and management of regional ecosystems. Jurnal Silva Tropika also welcomes the topics that directly or indirectly support tropical forest management, e.g., economics, anthropology, social, and the environment.
Articles 113 Documents
Struktur Populasi dan Pola Penyebaran Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia Jack.) di Kawasan Lindung PT Wirakarya Sakti Provinsi Jambi: Population Structure and Distribution Pattern of Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia Jack.) in the PT Wirakarya Sakti Protected Area of Jambi Province Nursanti, Nursanti; Sari, Puja Permata; Adriadi, Ade; Albayudi, Albayudi
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.50570

Abstract

ABSTRACT Eurycoma longifolia Jack. including species from the family Simaroubaceae tree-shaped plants whose height can reach 10-15 m. E. longifolia Jack. is one of the potential medicinal plants and has high economic value if it is developed, because the extra roots of the earth pegs contain several medicinal compounds. Structure and pattern of distribution of individual populations of a species one alternative that can be done to support species conservation efforts. The area of ​​sampling area is 1 ha through 100 x 10 meter double plot vegetation analysis of 100 plots that are systematically located. In the condition of plant population structure, there are each individual growth stages most found in the 121 individual seedling stages and followed by 4 individual sapling growth stages. Through the calculation of the morisita index, it is known that the distribution pattern of the earth peg (E. longifolia Jack.) Groups with a morisita index value of 1.70. The distribution pattern of clusters shows that the presence of a plant will give an indication for similar plants, this is because individuals have a tendency to gather and look for environmental conditions that suit their needs.   Keywords: Eurycoma longifolia Jack, population structure and distribution patterns.   ABSTRAK Eurycoma longifolia Jack. termasuk spesies dari famili Simaroubaceae. Tumbuhan berbentuk pohon yang tingginya dapat mencapai 10-15 m. E.. longifolia Jack. adalah salah satu tumbuhan obat yang potensial dan punya nilai ekonomi tinggi jika dikembangkan, karena ekstra akar pasak bumi mengandung beberapa senyawa berkhasiat obat. Struktur dan pola penyebaran suatu spesies merupakan salah satu kajian yang perlu dilakukan untuk mendukung upaya konservasi spesies. Luas areal sampling 1 ha, pola penyebaran dipelajari melalui analisis vegetasi metode petak ganda ukuran 10 x 10 meter sebanyak 100 petak yang diletakkan secara acak pada tutupan hutan sekunder di areal lindung KSS PT. Wirakarya Sakti Distrik VII. Struktur populasi menunjukkan bahwa stadia pertumbuhan terbanyak pada stadia semai 121 individu dan diikuti stadia pertumbuhan pancang 4 individu. Melalui perhitungan indeks morasita diketahui bahwa pola penyebaran pasak bumi (E. longifolia Jack.) mengelompok dengan nilai indeks morasita 1,70. Pola penyebaran mengelompok menunjukkan bahwa hadirnya suatu tumbuhan akan memberikan indikasi untuk tumbuhan yang sejenis, hal ini disebabkan karena individu memiliki kecenderungan untuk berkumpul dan mencari kondisi lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya.   Kata kunci: Eurycoma longifolia Jack, struktur populasi dan pola penyebaran.
Etnobotani Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Desa Tohkuning Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah: Ethnobotany of Medicinal Plant Utilization by the Community in Tohkuning Village, Karanganyar District, Central Java Dwi Astuti, Nurayni; Agustina, Ana; Lasekti Wicaksono, Rezky
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.50715

Abstract

ABSTRACT Village communities generally still use medicinal plants as traditional medicine, one of which is the Tohkuning Village community. The use of plants as medicines has not been well documented. In fact, local knowledge of the community regarding medicinal plants can provide data on the process or ideas that are important to carry out. Therefore, the purpose of this study was to determine the types of medicinal plants and the knowledge of the Tohkuning Village community in utilizing medicinal plants and to identify medicinal plant conservation efforts carried out by the Tohkuning Village community. This research was conducted in Tohkuning Village in September-October 2024. The sample determination was carried out using purposive sampling and snowball sampling. Data analysis was carried out using qualitative and quantitative descriptive analysis. The results showed that there were 54 species of medicinal plants. The type of medicinal plant most often found in ginger (67.74%). The most commonly found organ of medicinal plants is leaves (57.41%). The conservation status of medicinal plants found in Tohkuning Village, according to the IUCN Red List, includes one species with Endangered status, namely big-leaf mahogany, and one species with Near Threatened status, namely tempuyung. Conservation efforts are carried out by cultivating and utilizing medicinal plants sustainably.   Keywords: conservation efforts, plant species, traditional medicine   ABSTRAK Masyarakat desa umumnya masih menggunakan tumbuhan berkhasiat obat sebagai pegobatan tradisional, salah satunya masyarakat Desa Tohkuning. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat-obatan belum terdokumentasi dengan baik. Padahal, pengetahuan lokal masyarakat mengenai tumbuhan obat dapat memberikan data dalam proses atau gagasan yang penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan obat dan pengetahuan masyarakat Desa Tohkuning dalam memanfaatkan tumbuhan obat serta mengidentifikasi upaya konservasi tumbuhan obat yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tohkuning. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tohkuning pada bulan September-Oktober 2024. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan penemuan bahwa terdapat 54 macam tumbuhan obat. Jenis tumbuhan obat yang banyak digunakan yaitu jahe (67,74%). Organ tumbuhan obat yang paling banyak digunakan adalah daun (57,41%). Status konservasi tumbuhan obat yang menurut IUCN Red list salah satunya ada yang berstatus Endangered yaitu mahoni daun lebar dan Near Threatened yaitu tempuyung. Upaya konservasi dilakukan dengan membudidayakan dan memanfaatkan tumbuhan obat secara berkelanjutan   Kata kunci: jenis tumbuhan, obat tradisional, upaya konservasi
Strategi Pengembangan Ekowisata Di Kawasan Inti Geopark Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin: Ecotourism Development Strategy in the Core Area of Geopark, Renah Pembarap Subdistrict, Merangin Regency Albayudi, Albayudi; Adriadi, Ade; Chairul, Muhammad; Aini, Yasri Syarifatul; Darsono, Beti Septiana; Nur’aini, Hanifah
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.51681

Abstract

ABSTRACT The Core Area of Merangin Geopark has high ecotourism potential based on its unique geological heritage, biodiversity, and local socio-cultural values. However, its development still faces various challenges that require appropriate and sustainable management strategies. This study aims to analyze the strategic position and formulate ecotourism development strategies in the Core Area of Merangin Geopark. The research employed a survey method by collecting primary data through observations, interviews, and questionnaires, as well as secondary data from literature reviews and relevant institutions. Data were analyzed using SWOT analysis through the development of IFAS and EFAS matrices. The results indicate that the ecotourism development position of Merangin Geopark falls within Quadrant II (ST strategy), suggesting that the area possesses strong internal strengths but faces considerable external threats. The recommended development strategy focuses on utilizing existing strengths to mitigate threats through strengthening conservation efforts, implementing zoning and carrying capacity management, enhancing environmental interpretation, and actively involving local communities in the management and monitoring of the area. This approach is expected to ensure the sustainability of natural resources and geological heritage while providing economic and social benefits for local communities.   Keywords: community-based management (CBM), ecotourism, geopark, SWOT analysis, ST strategy   ABSTRAK Kawasan Inti Geopark Merangin memiliki potensi ekowisata yang tinggi berbasis keunikan geologi, keanekaragaman hayati, dan nilai sosial budaya masyarakat lokal. Namun, pengembangannya masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan strategi pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi strategis serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata di Kawasan Inti Geopark Merangin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, serta data sekunder dari studi literatur dan instansi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan Analisis SWOT melalui penyusunan matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi pengembangan ekowisata Geopark Merangin berada pada Kuadran II (strategi ST), yang mengindikasikan bahwa kawasan memiliki kekuatan internal yang dominan namun dihadapkan pada ancaman eksternal yang cukup besar. Strategi pengembangan yang direkomendasikan menekankan pada pemanfaatan kekuatan kawasan untuk mengantisipasi ancaman melalui penguatan konservasi, penerapan zonasi dan daya dukung kawasan, peningkatan fungsi interpretasi lingkungan, serta pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pengawasan kawasan. Strategi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan warisan geologi sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal.   Kata kunci: analisis SWOT, ekowisata, geopark, strategi ST, pengelolaan berbasis masyarakat

Page 12 of 12 | Total Record : 113