cover
Contact Name
Jauhar Khabibi
Contact Email
jauhar_khabibi@yahoo.com
Phone
+6282213390515
Journal Mail Official
jurnalsilvatropika@unja.ac.id
Editorial Address
Kampus Pinang Masak Universitas Jambi Jl. Raya Jambi-Muara Bulian, KM 15 Mendalo Indah Kode Pos 36361
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Silva Tropika
Published by Universitas Jambi
ISSN : 26158353     EISSN : 26214113     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The tropical forest has a unique feature. Its biological and ecological diversity relies on a very complex and interrelated system. Managing the forest sustainably required a wide application in multiple scientific disciplines. Jurnal Silva Tropika is a periodic scientific article and conceptual thinking of tropical forest management covering all aspects of forest planning, forest policy, forest resources utilization, forest ergonomics, forest ecology, forest inventory, silviculture, and management of regional ecosystems. Jurnal Silva Tropika also welcomes the topics that directly or indirectly support tropical forest management, e.g., economics, anthropology, social, and the environment.
Articles 120 Documents
Kajian Beberapa Sifat Fisik Tanah Akibat Konversi Hutan Menjadi Lahan Pertanian Di Desa Mukai Pintu Kabupaten Kerinci: Study of Several Physical Properties of Soil Due to Forest Conversion to Agricultural Land in Mukai Pintu Village, Kerinci Regency Listyarini, Diah; Endriani, Endriani; Syamsudin, Abdullah Haris; Khabibi, Jauhar
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i1.45896

Abstract

ABSTRACT Land conversion due to human activities, such as clearing forest land for agricultural use, has led to a decline in land quality. This decline is characterized by a deterioration in the physical properties of the soil, reduced water absorption capacity, and increased surface runoff. Land use changes in highland areas generally involve slopes with gradients exceeding 15%. The village of Mukai Pintu is situated in the Siulak Mukai sub-district of Kerinci District. The area has undergone land use changes, where land on steeper slopes has a high potential for erosion and landslides. The objective of this study is to investigate changes in several physical properties of soil resulting from land conversion from forest to agricultural land on slopes with gradients of 25-40% and greater than 40% in Mukai Pintu Village. This study employed a survey method with a purposive sampling approach. The study focused on three land uses: forest, mixed gardens, and fields, as well as two slope classes: 25-40% and greater than 40%. The results of this study indicate that the conversion of forest land into agricultural land (mixed gardens and fields) causes changes in several physical properties of the soil, particularly on slopes with gradients of 25-40% and 40%, including a decrease in soil porosity, soil organic matter, percentage of formed aggregates, aggregate stability, soil permeability, and an increase in soil bulk density. Significant changes in soil physical properties occurred in fallow fields   Keywords: forest conversion, Kerinci, land use, soil physical properties   ABSTRAK Konversi lahan akibat aktivitas manusia dalam membuka lahan hutan menjadi lahan pertanian menyebabkan penurunan kualitas lahan. Penurunan kualitas lahan ditandai dengan penurunan kualitas dari sifat fisika tanah, kemampuan menyerap air, dan meningkatnya aliran permukaan. Perubahan penggunaan lahan pada kawasan dataran tinggi umumnya memiliki kemiringan lereng diatas 15%. Desa Mukai Pintu merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci. Daerah tersebut mengalami perubahan penggunaan, yang dimana lahan tersebut digunakan pada kemiringan lereng agak curam memiliki potensi erosi serta longsor yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari perubahan beberapa sifat fisika tanah akibat konversi lahan hutan menjadi lahan pertanian pada kelerangan 25-40% dan >40% di Desa Mukai Pintu. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dengan pendekatan purposive sampling. Penelitian ini difokuskan pada tiga penggunaan lahan yaitu hutan, kebun campuran dan tegalan serta pada dua kelas kemiringan lereng yaitu lereng 25-40% dan >40%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konversi hutan menjadi lahan pertanian (kebun campuran dan tegalan) menyebabkan perubahan beberapa sifat fisika tanah khususnya pada kemiringan lereng 25-40% dan 40% yaitu penurunan porositas tanah, bahan organik tanah, persentase agregat terbentuk, kemantapan agregat, permeabilitas tanah dan peningkatan bobot volume tanah. Perubahan sifat fisika tanah yang signifikan terjadi pada lahan tegalan.   Kata kunci: Kerinci, konversi hutan, penggunaan lahan, sifat fisik tanah
Identifikasi Jenis Burung di Hutan Adat Guguk Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin Provinsi Jambi : Identification of Bird Species in Guguk Customary Forest, Renah Pembarap District, Merangin Regency, Jambi Province Wulan, Cory; Pranesti, Ageng; Khabibi, Jauhar
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i1.46066

Abstract

ABSTRACT Guguk Customary Forest is one of the customary forests in Jambi Province with an area of 690 ha. It was designated as a customary forest starting 2003, through the Decree of the Regent of Merangin Number: 287 of 2003, on November 23, 2003 this customary forest located in Renah Pembarap District, Merangin Regency. This study was aim to identify various types of birds and analyze the diversity, evenness, richness and community similarities of bird species that have been carried out in 4 types of habitats (riparian river, mixed gardens, shrubs, and secondary forests) using point count and purposive sampling method. The total number of bird species in Guguk Customary Forest is 31 species of birds from 20 families. The results showed that the bird species diversity index (H ') is 3,14 (high diversity), the Richness index () is 5,13 (high), the Evenness Index (E) is 0,93 (even) and the results of calculations on the community similarity index show that the bird communities in the 4 habitat types are different.   Keywords: birds, diversity, Guguk customary forest   ABSTRAK Hutan Adat Guguk merupakan salah satu hutan adat di Provinsi Jambi dengan luas 690 ha. Hutan ini ditetapkan sebagai hutan adat mulai tahun 2003, melalui Keputusan Bupati Merangin Nomor: 287 Tahun 2003, tanggal 23 November 2003 hutan adat ini terletak di Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai jenis burung dan menganalisis keanekaragaman, kemerataan, kekayaan dan kesamaan komunitas jenis burung yang telah dilakukan pada 4 tipe habitat (sungai riparian, kebun campuran, semak belukar, dan hutan sekunder) dengan menggunakan metode point count dan purposive sampling. Jumlah jenis burung di Hutan Adat Guguk sebanyak 31 jenis burung dari 20 famili. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman jenis burung (H') sebesar 3,14 (keanekaragaman tinggi), indeks kekayaan () sebesar 5,13 (tinggi), indeks kemerataan (E) sebesar 0,93 (merata) dan hasil perhitungan pada indeks kesamaan komunitas menunjukkan bahwa komunitas burung pada 4 tipe habitat tersebut berbeda-beda.   Kata kunci: burung, Hutan Adat Guguk, keanekaragaman jenis
Karakteristik Briket Arang Cangkang Biji Karet dengan Campuran Serbuk Kulit Kayu Manis: Characteristics of Rubber Seed Shell Charcoal Briquettes with Cinnamon Bark Powder Mixture Khabibi, Jauhar; Anggraini, Riana; Anjali, Diwani; Wulan, Cory; Farni, Yulfita
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i1.47272

Abstract

ABSTRACT Indonesia is an agrarian country with very large agricultural products. In addition, agricultural by-products are also produced that are largely unutilized, such as rubber fruit shells and cinnamon bark scrap waste. The two by-products have the potential to be used as alternative biomass fuels, one of which is charcoal briquettes. The use of charcoal briquettes tends to produce a pungent smell. Therefore, cinnamon bark powder can be used to reduce the pungent smell. This has the potential to change the aroma of conventional charcoal briquettes. But this related research is still very limited. Therefore, this research aims to analyze the influence of cinnamon bark powder composition on the characteristics of rubber seed shell charcoal briquettes. Charcoal briquettes from rubber seed shell charcoal material CK (100%) and added cinnamon bark powder CK:KM (80%:20%) were made with the addition of tapioca glue and prepared 5 times. Charcoal briquettes are then tested for their characteristics, including: 1. water content, 2. density, 3. ash content, 4. volatile matter content, 5. fixed carbon content, 6. caloric value, 7. compressive strength, and 8. burning rate. The analysis results show that CK (100%) charcoal briquettes have the characteristics of briquettes with low water content, high density, high ash content, high volatile matter content, low fixed carbon content, low calorific value, high compressive strength and high burning rate compared to CK:KM (80%:20%). Based on the values of these parameters, charcoal briquettes CK:KM (80%:20%) have better quality than CK (100%) on 4 parameters (ash content, volatile matter content, fixed carbon content, caloric value and burning rate).   Keywords: charcoal briquettes, rubber seed shell, characteristics, cinnamon bark powder   ABSTRAK Indonesia merupakan negara agraris dengan hasil pertanian sangat besar. Selain itu, juga dihasilkan produk samping pertanian yang sebagian besar belum dimanfaatkan, seperti cangkang buah karet dan limbah kerokan kayu manis. Dua buah produk samping tersebut, berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif biomassa salah satunya briket arang. Penggunaan briket arang cenderung menghasilkan bau yang menyengat. Oleh karena itu serbuk kayu manis mampu digunakan mengurangi bau menyengat tersebut. Hal ini sangat potensial mengubah aroma briket arang konvensional. Tetapi penelitian terkait ini masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komposisi serbuk kulit kayu manis terhadap karakteristik briket arang cangkang biji karet. Briket arang dari bahan arang cangkang biji karet CK (100%) dan tambahan serbuk kulit kayu manis CK:KM (80%:20%) dibuat dengan penambahan perekat tapioka dan disiapkan 5 ulangan. Briket arang kemudian diuji karakteristikya, diantaranya: 1. kadar air, 2. kerapatan, 3. kadar abu, 4. kadar zat menguap, 5. kadar karbon terikat, 6. kalor, 7. keteguhan tekan, dan 8. laju pembakaran. Hasil analisis menunjukkan briket arang CK (100%) memiliki karakter briket dengan kadar air rendah, kerapatan tinggi, kadar abu tinggi, kadar zat menguap tinggi, kadar karbon terikat rendah, kalor rendah, keteguhan tekan tinggi, dan laju pembakaran tinggi dibandingkan briket CK:KM (80%:20%). Berdasarkan nilai parameter-parameter tersebut briket arang CK:KM (80%:20%) memiliki kualitas lebih baik dibandingkan CK (100%) pada 4 parameter (kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat, kalor dan laju pembakaran).   Kata kunci: briket arang, cangkang biji karet, karakteristik, serbuk kulit kayu manis
Respon Pertumbuhan Bibit Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) Terhadap Pemberian Mikroorganisme Lokal Rebung Bambu: Response of Agarwood Seedling Growth (Aquilaria malaccensis Lamk.) to the Supply of Local Bamboo shoots microorganisms Hamzah, Hamzah; Rizky Ayu Hardiyanti; Fawwaz Dinanty; Anisatul Farikhah; Kevin Hendavid
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.44213

Abstract

ABSTRACT A specific type of plant that yield high-value non-timber forest products (NTFPs) that can be traded in large quantities is agarwood. Considering increasing demand and possibility of extinction to the agarwood population in natural forests, cultivation of this kind is imperative. Microorganisms found in local bamboo shoots are useful as fertilizers to promote the growth of agarwood seedlings. This research aims to investigate the effect of different doses of MOL fertilizer on the growth of agarwood seedlings and to determine the optimal dose for enhancing seedling development. This study has a completely randomized design with five treatments: m1 (10 ml/l), m2 (20 ml/l), m3 (30 ml/l), m4 (40 ml/l) and m5 (50ml/l). The results demonstrated that agarwood seedlings were impacted by the dosage of bamboo shoot MOL fertilizer. The optimum growth response to the parameters of height, diameter, number of leaves and root dry weight was obtained when bamboo shoot MOL fertilizer was treated at a concentration of 20 ml/l.   Keywords: agarwood, bamboo shoots, local microorganisms   ABSTRAK Gaharu merupakan jenis tanaman penghasil hasil hutan bukan kayu (HHBK) bernilai tinggi yang menghasilkan produk-produk turunan yang dapat dipasarkan secara luas. Budidaya jenis ini sangat diperlukan, mengingat kebutuhan yang semakin tinggi, sementara populasi gaharu di hutan alam semakin terancam punah. Mikroorganisme local rebung bambu merupakan pupuk yang dapat membantu pertumbuhan bibit gaharu. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk MOL rebung terhadap pertumbuhan bibit gaharu serta mendapatkan dosis terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan bibit gaharu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan yaitu m1 (10 ml/l), m2 (20 ml/l), m3 (30 ml/l), m4 (40 ml/l) dan m5 (50ml/l). Hasil penelitian menunjukkan dosis pemberian pupuk MOL rebung bambu berpengaruh terhadap bibit gaharu. Perlakuan pupuk MOL rebung bambu dengan dosis 20 ml/l memberikan respon pertumbuhan terbaik terhadap parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan berat kering akar.   Katakunci: gaharu, mikroorganisme lokal, rebung bambu
Identifikasi Degradasi Tutupan Lahan dan Kerapatan Vegetasi di Kabupaten Murung Raya Melalui Algoritma NDVI: Identification of Land Cover Degradation and Vegetation Density in Murung Raya Regency Using the NDVI Algorithm Mangga, Anggy Septrya; Santosa, Sigit Heru Murti Budi; Setiawan, Bakti
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.41470

Abstract

ABSTRACT As a strategic upstream area of the Barito River, Murung Raya Regency currently faces serious environmental challenges due to massive land clearing and development activities. This study aims to analyze the condition and density of vegetation in Murung Raya Regency using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) from 2023 Landsat 8 satellite imagery. The results show that the total study area is 20,211.68 Ha, which is heavily dominated by Non-Vegetation (44.19%) and Very Low Vegetation (44.18%) classes, totaling 17,864.54 Ha or 88.39% of the total area. Spatially, these low NDVI values strongly correlate with bareland, infrastructure networks, and land clearing activities. Meanwhile, high-density forest only accounts for 8.84%, primarily in the northern region. These findings emphasize the urgent need for spatial planning policy evaluation and forest area protection in the upstream to ensure the sustainability of ecological functions in the future.   Keywords: NDVI, Murung Raya, Vegetation Density, Landsat 8, Environmental Degradation.   ABSTRAK Sebagai wilayah hulu Sungai Barito yang strategis, Kabupaten Murung Raya saat ini menghadapi tantangan serius berupa degradasi lingkungan akibat aktivitas pembangunan dan pembukaan lahan yang masif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan kerapatan vegetasi di Kabupaten Murung Raya menggunakan indeks vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) melalui citra satelit Landsat 8 tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total luas wilayah studi adalah 20.211,68 Ha, yang didominasi secara masif oleh kelas Non-Vegetasi (44,19%) dan Vegetasi Sangat Rendah (44,18%), dengan total akumulasi mencapai 17.864,54 Ha atau 88,39% dari luas wilayah. Secara spasial, rendahnya nilai NDVI ini berkorelasi kuat dengan keberadaan area terbuka (bareland), jaringan infrastruktur, dan aktivitas pembukaan lahan (land clearing). Sementara itu, hutan dengan kerapatan tajuk tinggi hanya tersisa 8,84%, terutama di wilayah utara. Temuan ini menegaskan urgensi perlunya evaluasi kebijakan tata ruang dan perlindungan kawasan hutan di hulu untuk menjamin keberlanjutan fungsi ekologis di masa depan. Kata Kunci: NDVI, Murung Raya, Kerapatan Vegetasi, Landsat 8, Degradasi Lingkungan.
Monitoring Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr) di Hutan Kemasyarakatan Aik Bual Kabupaten Lombok Tengah: Growth and Productivity Monitoring of Sugar Palm (Arenga pinnata Merr) in the Aik Bual Community Forest, Central Lombok Regency Sani, Ahmad Luqman; Nurul Chaerani; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.47822

Abstract

ABSTRACT The sugar palm (Arenga pinnata Merr) is a multipurpose tree species of considerable ecological and economic significance, naturally occurring in forest ecosystems, including the Community Forest (HKm) of Aik Bual, Central Lombok. This study aimed to assess population dynamics and productivity changes of sugar palm over a five-year period (2019–2024). A complete enumeration was conducted, recording all individuals and classifying them by growth stage (seedling, sapling, pole, and tree) and productivity category (non-productive, nearly productive, productive, and no longer productive). Results showed that the population increased from 433 individuals in 2019 to 1,195 individuals in 2024, representing an increase of 762 individuals (approximately 176%). In 2024, the population consisted of 287 seedlings, 339 saplings, 230 poles, and 88 trees classified as non-productive; 1 pole and 122 trees as nearly productive; 88 trees as productive; and 40 trees as no longer productive. This population growth was supported by favorable environmental conditions, including fertile Mollic Andosol soils, annual rainfall of 1,629–2,823 mm/year, and mean temperatures of 26–27°C.   Keywords: aik bual community forest, growth, monitoring, productivity, sugar palm   ABSTRAK Aren (Arenga pinnata Merr) merupakan jenis tanaman serbaguna (Multi Purpose Tree Species) yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi, yang tumbuh secara alami di Kawasan hutan, termasuk di Hutan Kemasyarakatan (HKm) Aik Bual, Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan tanaman aren di HKm Aik Bual dari sisi pertumbuhan dan produktivitas dalam kurun waktu lima tahun yaitu tahun 2019-2024. Metode yang digunakan adalah sensus (sampling jenuh) terhadap seluruh individu tanaman aren, dengan paremeter yang diamati meliputi tingkat pertumbuhan (Semai, Pancang, Tiang, dan Pohon) dan tingkat produktivitas (Belum Produktif, Hampir Produktif, Produktif, dan Sudah Tidak Produktif). Hasil menunjukkan peningkatan populasi tanaman aren dari 433 individu pada tahun 2019 menjadi 1.195 individu pada tahun 2024, bertambah sebanyak 762 individu atau naik sekitar 176%. Komposisi aren pada tahun 2024 meliputi 287 individu tingkat semai, 339 individu tingkat pancang, 230 individu tingkat tiang, dan 88 individu tingkat pohon yang semuanya masuk dalam kategori belum produktif. Pada kategori hampir produktif terdapat satu individu tiang dan 122 individu pohon, sementara itu, 88 individu pohon telah memasuki kategori sudah produktif, dan 40 individu pohon lainnya tergolong sudah tidak produktif. Peningkatan populasi aren didukung oleh kondisi lingkungan seperti jenis tanah yang sesuai, seperti jenis tanah Andosol Molik yang subur, curah hujan tahunan antara 1.629–2.823 mm/tahun, dan suhu rata-rata antara 26–27°C   Kata kunci: aren, HKm aik bual, monitoring, pertumbuhan, produktivitas
Persepsi Masyarakat Terhadap Fungsi Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin Jambi: Community Perceptions Toward the Functions of Sultan Thaha Syaifuddin Grand Forest Park, Jambi Fazriyas, Fazriyas; Muryunika, Rince; Lestari, Eni; Marwoto, Marwoto; Ahyauddin, Ahyauddin; Jamaluddin, Jamaluddin
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.48540

Abstract

ABSTRACT Senami Forest is a conservation area with strategic functions, including education, research, socio-cultural development, and tourism.  However, its designation as a forest park is not without its challenges of land conversion and social issues. This study aims to analyze community perceptions of the functions of the Sultan Thaha Syaifuddin Grand Forest Park in Jambi, covering aspects of education, research, socio-cultural roles, as well as tourism and recreation. The research was conducted in Jangga Baru Village, Batin XXIV Subdistrict, Batanghari Regency, from November to December 2023, involving 90 respondents selected through proportional random sampling. Data were collected using a three-point Likert scale questionnaire and analyzed descriptively. The results showed that community perceptions of forest park functions in education (33.33%) and research (33.33%) were in the poor category, while socio-cultural (44.61%) and tourism-recreation (55.60%) were in the moderate category. Overall, the community tends to view the area as more beneficial if converted into plantations, due to limited economic access, low educational levels, and minimal involvement in management activities. These findings highlight the importance of management strategies that actively involve local communities to ensure the balance between conservation, social, and economic functions.   Keywords: batanghari, community perceptions, conservation, forest functions, forest park   ABSTRAK Hutan Senami merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi strategis yaitu fungsi pendidikan, penelitian, sosial budaya dan wisata. Namun, penetapannya menjadi Tahura STS tidak terlepas dari berbagai persoalan alih fungsi lahan dan masalah sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap fungsi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi yang mencakup aspek pendidikan, penelitian, sosial budaya, serta wisata dan rekreasi. Penelitian dilaksanakan di Desa Jangga Baru, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari pada November–Desember 2023 dengan melibatkan 90 responden yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert tiga poin dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap fungsi Tahura STS pada aspek pendidikan (33,33%) dan penelitian (33,33%) berada pada kategori buruk, sosial budaya (44,61%) pada kategori sedang, serta wisata dan rekreasi (55,60%) juga pada kategori sedang. Masyarakat cenderung memandang kawasan lebih bermanfaat jika dialihfungsikan menjadi perkebunan karena keterbatasan akses ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, dan minimnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pengelolaan kawasan. Hasil ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan Tahura STS yang melibatkan masyarakat secara aktif agar fungsi konservasi, sosial, dan ekonomi dapat berjalan beriringan.   Katakunci: batanghari, fungsi hutan, konservasi, persepsi masyarakat, taman hutan raya
Evaluasi Status Kesuburan Tanah dan Kesesuaian Lahan Jelutung Rawa (Dyera Lowii Hook. F) : Evaluation of Soil Fertility Status and Land Suitability of Jelutung Rawa (Dyera Lowii Hook. F) Tamin, Rike Puspitasari; Napitupulu, Richard Robintang Parulian
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.49778

Abstract

ABSTRACT Jambi Province is one of the regions in Indonesia with a fairly extensive peat forest area, spread across several districts, including Muaro Jambi Regency and Tanjung Jabung Timur Regency. In recent years, the peat swamp forests in this area have experienced degradation, primarily due to land fires. One important conservation area is the Orang Kayo Hitam Grand Forest Park, which is dominated by a peat swamp forest ecosystem with high plant diversity. The main problem faced is the decline in peat soil quality after the fire, which impacts the success of rehabilitation activities. This study aims to evaluate the status of soil fertility and land suitability for the growth of swamp jelutung on post-fire peatlands. The results show that the soil fertility status at the study site is still quite good, but there are main limiting factors in the form of nutrient retention and low potassium availability. Under these conditions, the current land suitability class is quite suitable (S2) and can be improved to very suitable (S1) with moderate management by adding 150-200 g of dolomite per planting hole to increase soil pH and adding 180.34 g of KCl single fertilizer per planting hole for peat soil with a BV of 0.2.   Keywords: land suitability, peatland, jelutung rawa   ABSTRAK Provinsi Jambi merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kawasan hutan gambut cukup luas, tersebar di beberapa kabupaten, salah satunya Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Beberapa tahun terakhir, hutan rawa gambut di kawasan ini mengalami degradasi terutama akibat kebakaran lahan. Salah satu kawasan konservasi penting adalah Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam yang didominasi oleh ekosistem hutan rawa gambut dengan keanekaragaman tumbuhan tinggi. Permasalahan utama yang dihadapi adalah penurunan kualitas tanah gambut pasca kebakaran yang berdampak pada keberhasilan kegiatan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status kesuburan tanah dan kesesuaian lahan terhadap pertumbuhan jelutung rawa pada lahan gambut pasca kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesuburan tanah di lokasi penelitian masih tergolong cukup baik, namun terdapat faktor pembatas utama berupa retensi hara dan ketersediaan unsur kalium yang rendah. Kondisi tersebut, kelas kesesuaian lahan saat ini cukup sesuai (S2) dan dapat ditingkatkan menjadi sangat sesuai (S1) dengan pengelolaan sedang melalui penambahan dolomit 150 - 200 g per lubang tanam untuk meningkatkan pH tanah serta penambahan pupuk tunggal KCl sebanyak 180,34 g per lubang tanam untuk tanah gambut dengan BV 0,2.   Kata kunci:  kesesuaian lahan, lahan gambut, jelutung rawa
Pengawet Alami Kayu Sengon dengan Ekstrak Umbi Gadung terhadap Rayap Kayu Kering: Natural Preservatives of Sengon Wood with Umbi Gadung Extract Against Drywood Termites Anggraini, Riana; Tarmadi, Didi; Ardiansyah, Ardiansyah; Ridho, Muhammad Rasyidur; Adelka, Yunia Frida; Fadia, Saviska Luqyana; Simanullang, Sumiati
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.49784

Abstract

ABSTRACT Sengon wood (A. chinensis) is a type of wood that has great potential as a source of industrial raw materials and holds significant economic value. However, sengon wood has low natural durability, classified as durability class IV–V, making it highly susceptible to attack by wood-destroying organisms such as termites. Therefore, wood preservation treatment is necessary to extend its service life. This study aims to analyze the interaction effect between the concentration of gadung tuber (D. hispida) extract with ethanol solvent and the soaking duration on the durability of sengon wood using the cold soaking method. The extract concentrations used were 1%, 3%, and 5%, and the soaking durations were 1 day, 2 days, and 3 days. The preserved samples were subjected to forced feeding tests using 50 healthy and active drywood termites (C. cynocephalus Light) on test specimens measuring 2.5 cm × 2.5 cm × 2 cm. The preservative performance parameters included absorption and retention, while the wood durability parameters included weight loss and termite mortality rate. The interaction between gadung tuber extract concentration and soaking duration significantly affected the retention and absorption values, while weight loss and termite mortality showed no significant effect. The highest retention and absorption values were obtained at a soaking duration of 3 days and a concentration of 5%, with average retention and absorption values of 0.028 g/cm³ and 0.438 g/cm³, respectively   Keywords: drywood termites, gadung tuber extract, sengon wood, wood preservation   ABSTRAK Kayu sengon (A.chinensis) merupakan kayu yang memiliki potensi sebagai penyedia bahan baku industri dan memiliki nilai ekonomi yang cukup besar. Kayu sengon memiliki tingkat keawetan yang rendah, yaitu kelas awet IV-V sehingga sangat mudah diserang oleh organisme perusak kayu seperti rayap. Perlu dilakukan proses pengawetan kayu untuk meningkatkan umur pakai kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi antara konsentrasi ekstrak umbi gadung (D. hipsida) dengan pelarut etanol dan lama perendaman terhadap keawetan kayu sengon dengan metode perendaman dingin. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 1%, 3% dan 5% dan lama perendaman yang dilakukan 1 hari, 2 hari dan 3 hari. Pengawetan diumpan paksa dengan rayap kayu kering (C. cynocephalus Light) yang sehat dan aktif sebanyak 50 ekor pada contoh uji yang berukuran (2,5 cm x 2,5 cm x 2 cm). Parameter pengujian bahan pengawet terdiri dari absorbsi dan retensi, sedangkan parameter pengujian keawetan kayu terdiri dari penurunan bobot dan nilai mortalitas rayap kayu kering. Interaksi antara konsentrasi ekstrak umbi gadung dan lama perendaman terhadap keawetan kayu sengon memberikan pengaruh nyata terhadap nilai retensi dan absorbsi, sedangkan penurunan bobot dan mortalitas tidak memberikan pengaruh nyata. Interaksi retensi dan absorbsi nilai tertinggi diperoleh pada lama perendaman 3 hari dan konsentrasi 5%, dengan nilai rata-rata retensi 0,028 g/cm3 dan absorbsi 0,438 g/cm³.   Katakunci: ekstrak umbi gadung, kayu sengon, pengawetan kayu, rayap kayu kering
Struktur Komunitas Estimasi Simpanan Karbon Tegakan Mangrove Di Pesisir Sungai Sambas Besar, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas: Community Structure and Estimation of Mangrove Stand Carbon Stock on the Coast of the Sambas Besar River, Tekarang Subdistrict, Sambas Regency Haq, Izhar Amirul; Urabi, Debby; Jordi, Jordi; Audina, Mia; Junaidi, Junaidi
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.49796

Abstract

ABSTRACT Mangrove ecosystems play an important role in coastal protection, habitat provision, and carbon storage (blue carbon). This study aimed to analyze mangrove community structure and to estimate carbon stocks and CO₂ sequestration along the Sambas Besar River, Tekarang Subdistrict, Sambas Regency. The research was conducted in September 2025 using an exploratory approach with purposive sampling near a bridge construction area. Vegetation data were collected using line transects and quadrats of 10×10 m, 5×5 m, and 2×2 m according to growth stages. Community structure was assessed using density, frequency, dominance, and the Importance Value Index (IVI). Biomass was estimated using allometric equations for Sonneratia caseolaris, Nypa fruticans, and a general mangrove model. Carbon stocks were calculated using a carbon fraction of 0.47, and CO₂ sequestration was estimated based on molecular ratios. Three mangrove species were identified (S. caseolaris, N. fruticans, and Acanthus ilicifolius), with S. caseolaris as the dominant species (mean IVI 226.026 at the tree level and 300 at the sapling level). The average stand biomass was 35.355 t/ha, mean carbon stock was 14.266 t/ha, and estimated CO₂ sequestration reached 111.302 t/ha. Measured water parameters (pH ≈ 6.9; DO ≈ 5.4 mg/L; temperature ≈ 30 °C; salinity ≈ 12 ppt) supported mangrove ecosystem functions. These results confirm the contribution of mangrove stands to carbon storage and emission mitigation and emphasize the need for conservation management, periodic monitoring, and targeted rehabilitation.   Keywords: biomass, community structure, Sambas River, stand carbon.   ABSTRAK Ekosistem mangrove berperan penting dalam proteksi pesisir, habitat, dan penyimpanan karbon (blue carbon). Pemahaman mengenai struktur komunitas dan estimasi simpanan karbon tegakan diperlukan untuk perencanaan konservasi dan mitigasi iklim. Penelitian ini bertujuan mengetahui struktur komunitas dan mengestimasi simpanan karbon serta serapan CO₂ pada tegakan mangrove di pesisir Sungai Sambas Besar, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas. Penelitian dilaksanakan pada Bulan September 2025 dengan pendekatan eksplorasi dan pemilihan stasiun purposive di sekitar pembangunan jembatan. Data vegetasi dikumpulkan melalui transek garis dan kuadran 10×10 m, 5×5 m, dan 2×2 m sesuai kategori pertumbuhan. Analisis meliputi kerapatan, frekuensi, dominansi, dan Indeks Nilai Penting (INP). Biomassa tegakan diperkirakan menggunakan persamaan allometrik spesifik untuk S. caseolaris, N. fruticans, dan model umum mangrove. Simpanan karbon dihitung dengan faktor fraksi karbon 0,47; serapan CO₂ dihitung berdasarkan rasio molekuler CO₂ terhadap C. Tiga spesies teridentifikasi yaitu S. caseolaris, N. fruticans, dan A. ilicifolius. S. caseolaris sebagai spesies yang dominan (INP rata-rata 226,026 pada tingkat pohon; 300 pada tingkat pancang). Rata-rata biomassa tegakan 35,355 ton/ha, simpanan karbon 14,266 ton/ha, dan estimasi serapan CO₂ 111,302 ton/ha. Parameter perairan yang telah diukur (pH ≈ 6,9; DO ≈ 5,4 mg/L; suhu ≈ 30 °C; salinitas ≈ 12 ppt) memenuhi standar yang relevan serta mendukung fungsi ekosistem mangrove. Hasil menegaskan kontribusi tegakan mangrove terhadap stok karbon dan mitigasi emisi serta menuntut pengelolaan konservasi, monitoring berkala, dan rehabilitasi terarah.   Kata kunci: biomassa, karbon tegakan, struktur komunitas, Sungai Sambas.

Page 11 of 12 | Total Record : 120