cover
Contact Name
Jauhar Khabibi
Contact Email
jauhar_khabibi@yahoo.com
Phone
+6282213390515
Journal Mail Official
jurnalsilvatropika@unja.ac.id
Editorial Address
Kampus Pinang Masak Universitas Jambi Jl. Raya Jambi-Muara Bulian, KM 15 Mendalo Indah Kode Pos 36361
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Silva Tropika
Published by Universitas Jambi
ISSN : 26158353     EISSN : 26214113     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The tropical forest has a unique feature. Its biological and ecological diversity relies on a very complex and interrelated system. Managing the forest sustainably required a wide application in multiple scientific disciplines. Jurnal Silva Tropika is a periodic scientific article and conceptual thinking of tropical forest management covering all aspects of forest planning, forest policy, forest resources utilization, forest ergonomics, forest ecology, forest inventory, silviculture, and management of regional ecosystems. Jurnal Silva Tropika also welcomes the topics that directly or indirectly support tropical forest management, e.g., economics, anthropology, social, and the environment.
Articles 104 Documents
Pengaruh Kadar Air dan Ketebalan Papan Terhadap Laju Pengeringan Kayu Karet (Hevea brasiliensis) dengan Penerapan Fase Pendinginan : The Effect of Water Content and Thickness of Rubber Wood (Hevea brasiliensis) Board on The Drying Rate with the Application of the Cooling Phase Wijayanto, Arip
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i2.35227

Abstract

ABSTRACT Rubber wood is one of the wood species used as furniture raw material. Before processing it into furniture, it needs to be dried first until the moisture content meets the SNI requirements. In this study, drying data for rubber wood with different initial moisture content at several different thicknesses were taken from a furniture company in Central Java and then analyzed descriptively using Microsoft Excel. In the drying process, the company applies a cooling phase in between the heating phases. The results of the data analysis show that drying wood with a thickness of 30 mm takes longer than that with a thickness of 25 mm. On the other hand, in the same initial moisture content range, rubber wood with a thickness of 30 mm has a drying rate that is smaller than the drying rate for wood with a thickness of 25 mm. In the higher moisture content ranges the wood drying rate is greater than rubber wood with a low initial moisture content.   Keywords: cooling phase, drying, moisture content, rubber wood, thickness   ABSTRAK Salah satu jenis kayu yang digunakan sebagai bahan baku furnitur adalah kayu karet. Sebelum diolah menjadi furnitur kayu karet perlu dikeringkan terlebih dahulu sampai kadar airnya memenuhi persyaratan SNI tentang kayu untuk furnitur. Penelitian ini data pengeringan kayu karet dengan kadar air awal berbeda pada beberapa jenis ketebalan berbeda diambil dari perusahaan furnitur di Jawa Tengah dan kemudian diolah secara deskriptif menggunakan microsoft excel. Proses pengeringan di perusahaan tersebut menerapkan fase pendinginan di sela-sela fase pemanasan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pengeringan kayu ketebalan 30 mm membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan ketebalan 25 mm. Sebaliknya, pada rentang kadar air awal yang sama kayu karet dengan ketebalan 30 mm memiliki laju pengeringan yang lebih kecil dibandingkan laju pengeringan kayu ketebalan 25 mm. Rentang kadar air yang lebih tinggi laju pengeringan kayu lebih besar dibandingkan kayu karet dengan kadar air awal yang rendah.   Kata kunci: fase pendinginan,kadar air, kayu karet, ketebalan,  pengeringan
Kajian Ekologi Serdang (Livistona sp.) di Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi: Ecology of Serdang (Livistona sp.) in Sungai Gelam District, Muaro Jambi Regency Nursanti, Nursanti; Wulan, Cory; Puri, Suci Ratna; Albayudi, Albayudi
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i2.37391

Abstract

Spread of Livistona sp. located in Sungai Gelam Subdistrict, Muaro Jambi Regency in Parit Village, Petaling Jaya Village, Sungai Gelam Village which is the location where this research will be carried out because at that location there are still Livistona sp. The environmental requirements for growing Livistona sp. It is a healthy environment that must be composed of several components with supporting conditions, both physical and biotic components. Therefore, it is important to study the ecology of Serdang (Livistona sp.) in order to provide information that can be used in the sustainable management of these plant species. The ShannonWieners exposure value for plants other than serdang in Parit Village at the seedling level had a value of 2,596 (medium advertising category), 2,887 saplings (medium advertising category), 0,679 poles (low advertising category), 0,461 trees (low advertising category). For biodiversity other than serdang on line two in Petaling Jaya Village at the seedling level it has a value of 2,851 (medium category), 3,001 stakes (medium category), 1,707 poles medium category, trees 1,318 (medium category). The diversity of plants other than serdang on line three in Sungai Gelam Village at the seedling level had a value of 2,196 (moderate diversity category), saplings 2,076 (medium category category), poles and trees 0.596, 0.324 (low category category). Ecological factors around serdang plants for the humidity range of 290C – 30,370C. The condition of the soil at the study site is sandy soil with a pH of 3.75 – 4.89, light intensity ranges from 1137 Lux – 9518 Lux, the amount of light intensity can be affected by vegetation cover. The slope of the place where the prawns grow is between 2% and 4%, which means that the sedge grows on a gentle to slightly steep slope.
Peningkatan Kayu Pulai (Alstonia scholaris) dengan Metode Densifikasi Waktu Pengukusan : Improvement of Pulai Wood (Alstonia scholaris) by Steaming Time Densification Method Anggraini, Riana; Marwoto, Marwoto; Khabibi, Jauhar; Zaini, Beni
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i2.37797

Abstract

ABSTRACT Wood densification is a wood compaction process that aims to increase the density and strength of wood. The application of the densification method to low-quality wood is expected to provide added value to the wood so that it is used by the community. For example, in the type of pulai wood which is included in the IV–V strong class with an average specific gravity of 0.38 g/cm3. Wood densification is affected by wood plasticity, wood plasticization can be done with a softening technique before the wood is processed through pre-treatment such as steaming. The purpose of this study is to analyze the effect of steaming time on the physical and mechanical properties of densified pulai wood (A. scholaris). This study used a Complete Random Design of one factor of steaming time treatment with 5 levels of experiments, namely no treatment/control, steaming time of 30 minutes, 45 minutes, 60 minutes and 75 minutes. Physical and mechanical properties testing is carried out on test samples that have been densified. Physical property testing including moisture content and density refers to the standards JIS Z 2102 (1957) and JIS Z 2103 (1957). The mechanical properties tested are MOR and MOE referring to the JIS Z 2113 (1963) standard. The results showed that the steaming time had an effect on the value of moisture content, density, modulus of elasticity and modulus of rupture. The steaming 30-minute, 45-minute and 60-minute times provide results that are not noticeably different, but are markedly different from the 75-minute and control steaming times (without steaming).   Keywords: densification, pulai wood, steaming   ABSTRAK Densifikasi kayu merupakan suatu proses pemadatan kayu yang bertujuan untuk meningkatkan kerapatan dan kekuatan kayu. Penerapan metode densifikasi terhadap kayu-kayu berkualitas rendah diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada kayu tersebut sehingga ragam penggunaannya oleh masyarakat. Misalnya pada jenis kayu pulai yang termasuk dalam kelas kuat IV–V dengan berat jenis rata-rata 0,38 g/cm3. Densifikasi kayu dipengaruhi oleh plastisitas kayu, plastisisasi kayu dapat dilakukan dengan teknik pelunakan sebelum kayu dikempa melalui perlakuan pendahuluan (pre-treatment) seperti pengukusan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh waktu pengukusan terhadap sifat fisis dan mekanis kayu pulai (A. scholaris) yang didensifikasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor perlakuan waktu pengukusan dengan 5 taraf percobaan yaitu tanpa perlakuan/kontrol, waktu pengukusan 30 menit, 45 menit, 60 menit dan 75 menit. Pengujian sifat fisis dan mekanis dilakukan terhadap contoh uji yang telah didensifikasi. Pengujian sifat fisis meliputi kadar air dan kerapatan mengacu pada standar JIS Z 2102 (1957) dan JIS Z 2103 (1957). Sifat mekanis yang diuji adalah MOR dan MOE mengacu pada standar JIS Z 2113 (1963). Hasil penelitian menunjukkan waktu pengukusan memberikan pengaruh pada nilai kadar air, kerapatan, modulus of elasticity dan modulus of rupture. Waktu pengukusan 30, 45 dan 60 menit memberikan hasil yang tidak berbeda nyata, namun berbeda nyata dengan waktu pengukusan 75 menit dan kontrol (tanpa pengukusan). Kata kunci: densifikasi, pengukusan, kayu pulai
Studi Karakteristik Kimia Tanah Pada Berbagai Kelerengan di Lahan Agroforestri Berbasis Gaharu (Aquilaria malaccensis) : Study of Soil Chemical Characteristics at Various Slopes in Agarwood-Based Agroforestry Land (Aquilaria malaccensis) Hamzah, Hamzah; Rumondang, Jenny; Dinanty, Fawwaz; Safira, Doani Anggi; Puri, Suci Ratna; Farikhah, Anisatul; Nisya, Dian; Siregar, Helmalia Vareira
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i2.38373

Abstract

ABSTRACT The research was conducted on agarwood agroforestry land (Aquilaria malaccensis) in Muaro Pijoan Village, Muaro Jambi Regency, which has an ultisol soil type with a land slope of 3,33% and 7,27%. Agarwood was planted at a distance of 2 x 3 meters on an area of 2 hectares since 2007. Analysis was conducted on various soil chemical properties such as pH, C-Organic, N, P, and K and Cation Exchange Capacity (CEC) in three locations with different slopes. Results showed that soil pH at the study sites ranged from 4-4,05, indicating very high acidity, while C-Organic and CEC contents were low. Nitrogen and phosphorus contents also varied based on slope, potentially affecting agarwood growth. The highest increments in diameter (0,945 cm/year) and height (0,552 m/year) were observed on land with a 7,27% slope. These findings indicate the importance of soil chemistry and slope in supporting agarwood productivity in ultisol agroforestry.   Keywords: agarwood, nutrient elements, organic carbon, pH   ABSTRAK. Penelitian dilakukan pada lahan agroforestry berbasis gaharu (Aquilaria malaccensis) di Desa Muaro Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi, yang memiliki jenis tanah ultisol dengan kemiringan lahan 3,33% dan 7,27%. Gaharu ditanam pada jarak 2 x 3 meter di lahan seluas 2 hektar sejak tahun 2007. Analisis dilakukan terhadap berbagai sifat kimia tanah seperti pH, C-Organik, N, P, dan K serta Kapasitas Tukar Kation KTK) di tiga lokasi dengan kemiringan berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah di lokasi penelitian berkisar pada 4-4,05, menunjukkan tingkat keasaman yang sangat tinggi, sementara kandungan C-Organik dan KTK tergolong rendah. Kandungan nitrogen dan fosfor juga bervariasi berdasarkan kemiringan lahan, yang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan gaharu. Riap diameter dan tinggi tanaman gaharu tertinggi ditemukan pada lahan dengan kemiringan 7,27%, dengan riap diameter tahunan rata-rata sebesar 0,945 cm/tanaman/tahun dan riap tinggi sebesar 0,552 m/tanaman/tahun. Temuan ini menunjukkan pentingnya sifat kimia tanah dan kemiringan lahan dalam mendukung produktivitas tanaman gaharu di agroforestri ultisol.   Kata kunci: gaharu, unsur hara, karbon organic, pH
Respon Pertumbuhan Semai Tanjung (Mimusops elengi Linn) Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Ayam: Response of Seedling Growth of Tanjung (Mimusops elengi Linn.) to Doses of Chicken Manure Fertilizer Puri, Suci Ratna; Hamzah, Hamzah; Handayani, Rajjitha; Rif'atunidaudina, Ria; Rumondang, Jenny; Armada, Galang
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i2.38480

Abstract

ABSTRACT The sufficiency of nutrients in the soil greatly affected the growth and development of plants. The type of plant largely determines its nutritional requirement. Tanjung (Mimusops elengi Linn.) is one of type the forestry plant that has the ability of adapt to air pollution, so that it making it potential to be developed as a protective tree in urban forest development programs. The objective of this research was to determine how the Tanjung seedling growth responds to the dose of chicken manure in the nursery of the Agriculture Faculty, Jambi University. The study used a completely randomized design with a dose of chicken manure as the treatment. The treatments consisted of 5 levels, namely without chicken manure, 500 g/polybag, 750 g/polybag, 1000 g/polybag, and 1250 g/polybag. The research results showed that the dose of chicken manure affected on growth of Tanjung seedlings. The application of 1250 g of chicken manure per polybag had best effect on diameter, number of leaves, shoot dry weight, total dry weight, and root shoot ratio.   Keywords: chicken manure, doses, growth, seedling of Mimusops elengi, ultisol soil   ABSTRAK Kecukupan unsur hara dalam tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Kebutuhan akan nutrisi sangat ditentukan oleh jenis tanaman itu sendiri. Tanjung (Mimusops elengi Linn.) merupakan salah satu tanaman kehutanan yang yang memiliki kemampuan adaptasi terhadap polusi udara sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai pohon pelindung pada program pengembangan hutan kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis pupuk kandang yang optimal untuk pertumbuhan bibit tanjung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dosis pupuk kandang ayam sebagai perlakuan yang terdiri atas 5 taraf yaitu tanpa pemberian, 500 g/polibag, 750 g/polybag, 1000 g/polybag, and 1250 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan dosis pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit tanjung. Perlakuan pupuk kandang dengan dosis 1250 g/polybag memberikan respon pertumbuhan terbaik terhadap diameter, jumlah daun, berat berat kering tajuk, berat kering total dan nisbah tajuk akar pada bibit tanjung.   Kata kunci: dosis, pertumbuhan, pupuk kandang ayam, semai tanjung, tanah ultisol
Parameter Demografi Simpai (Presbytis melalophos) di Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin Jambi: Demographic parameters of simpai (Presbytis melalophos) in Sultan Thaha Syaifuddin Grand Forest Park Jambi Wulan, Cory; Rifanda, Mahardhika; Rahmilija, Femei; Nahlunnisa, Hafizah; Darsono, Beti Septiana
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i2.38551

Abstract

Simpai (Presbytis melalophos) are one of protected primate species in Indonesia. This species listed as endangered on the IUCN Red List, indicating a significant risk of extinction in the foreseeable future. This species faces severe threats due to habitat loss from forest area conversion, increasing forest fires, and illegal logging. This study investigates key demographic parameters of the simpai population within Sultan Thaha Syaifuddin Grand Forest Park in Jambi, Sumatra, aiming to provide valuable data for local conservation efforts. The research was conducted from March to April 2022 using purposive sampling method with a total of 4 transects, each measuring 500 m x 20 m. Demographic parameters assessed include population size, density, age structure, and sex ratio. Results indicate an estimated simpai population density ranging from 318 to 1,053 individuals per km², with an average density of 9 individuals per hectare. Age structure analysis shows a predominance of young individuals, with 74 young, 63 adults, and 24 juveniles recorded, while the adult sex ratio is approximately 1:1,36, consisting of 58 males and 79 females
Nilai Kepentingan Budaya Keanekaragaman Tumbuhan Obat Masyarakat Desa Teluk Rendah Ilir Kabupaten Tebo: Index Cultural Significance of Medicinal Plants in the Community of Teluk Rendah Village, Tebo Ilir District, Tebo Regency Albayudi, Albayudi; Adriadi, Ade; Budilaksono, Tri; Aini, Yasri Syarifatul; Nur'aini, Hanifah; Mandala, Bakti
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i2.38685

Abstract

ABSTRACT Indonesia  is  a  country  with a  high  biodiversity, including medicinal plants. Fertile soil, a supportive climate, and flora diversity are significant potential for producing natural-based medicines. The use of plants in traditional medicine has long been practiced by various ethnic groups or communities across Indonesia. One way to document the use and interaction of communities with plants is through ethnobotanical studies. Quantitative ethnobotanical studies analyze plant species that hold significance for communities, aiming to support the valuation of useful plant diversity from both social and economic perspectives. This study focuses on identifying important plant species, particularly medicinal plants, that play a vital role in the lives of the people in Teluk Rendah Village, Tebo Ilir Subdistrict, Tebo Regency. The use of medicinal plants has been a long-standing tradition among the residents of Teluk Rendah Ilir Village, Tebo Ilir Subdistrict, Tebo Regency. The study was conducted from September to October 2020 in Teluk Rendah Ilir Village, Tebo Ilir Subdistrict, Tebo Regency. This research is descriptive-quantitative, employing survey methods, in-depth interviews, and quantitative analysis using the Index of Cultural Significance (ICS). A total of 65 species from 35 families were identified as medicinal plants utilized by the community. The ICS results indicated two medicinal plants with the highest scores: Zingiber officinale with an ICS value of 60 and Citrus aurantifolia with an ICS value of 54. Plants with moderate ICS values included 7 species, while 39 species were categorized as low, and 17 species were categorized as very low.   Keywords: ethnobotany, ICS (Index of Cultural Significance), medicinal plants   ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumberdaya hayati, termasuk tumbuhan obat. Kesuburan tanah, iklim yang mendukung, serta keanekaragaman flora yang melimpah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi sebagai penghasil obat-obatan dari bahan alam. Penggunaan tumbuhan dalam pengobatan tradisional telah lama dilakukan oleh berbagai suku atau etnis di Indonesia. Salah satu cara pendokumentasian penggunaan dan interaksi masyarakat dengan tumbuhan adalah dengan studi etnobotani. Studi etnobotani kuantitatif dengan menganalisis jenis-jenis tumbuhan yang penting bagi masyarakat dilakukan untuk mendukung upaya valuasi keanekaragaman tumbuhan berguna baik dari nilai sosial dan ekonominya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan khususnya tumbuhan obat yang penting dalam kehidupan masyarakat Desa Teluk Rendah Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Index Nilai Budaya dari tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Teluk Rendah Ilir Kabupaten Tebo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober tahun 2020. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode survey dan wawancara in-depht interview dan analisis kuantitatif menggunakan analisis nilai kepentingan budaya (Index of Cultural Significanse/ICS). Terdapat sebanyak 65 spesies dari 35 famili yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat Desa Teluk Rendah Illir. Nilai Index Cultural Significance (ICS) menunjukkan 2 jenis tumbuhan obat dengan nilai ICS tertinggi, yaitu Zingiber officinale (jahe merah) dengan nilai ICS sebesar 60 dan Citrus aurantifolia (jeruk nipis) dengan nilai ICS sebesar 54. Tumbuhan dengan dengan nilai ICS kategori moderat/sedang sebanyak 7 spesies, kategori rendah sebanyak 39 spesies dan kategori sangat rendah sebanyak 17 spesies.   Kata kunci: etnobotani, ICS (Index of Cultural Significance), tumbuhan obat
Keragaman Jenis Tumbuhan Invasif Kelurahan Jambula, Kota Ternate Provinsi Maluku Utara: Invasive Plant Species Diversity in Jambula Urban Village, Ternate City, North Maluku Province Nurjannah, Siti; Nahlunnisa, Hafizah; Adriani, Adriani; Ashari, Reyna; Darsono, Beti Septiana
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i1.43151

Abstract

ABSTRACT Biodiversity in Indonesia faces serious threats due to ecosystem degradation, climate change, and especially alien plant invasions. Invasive plant species can replace local vegetation, disrupt ecosystem balance, and trigger conflicts between humans and wildlife. This study aims to identify and analyze the diversity of invasive plant species in Jambula Urban Village, Ternate City, North Maluku Province as preliminary data for sustainable management of biological resources. The method used was purposive sampling combined with field exploration on open land and roadsides during January-March 2025. The results showed that there were 44 invasive plant species belonging to 21 families, with the dominance of the Asteraceae and Poaceae families. Some species such as Chromolaena odorata, Miconia crenata (Clidemia hirta), Lantana camara, and Mikania micrantha are included in the list of the 100 most invasive plants in the world. Identification analysis shows that 13 plant species are categorized as invasive according to three main sources: PermenLHK No P.94/2016, IUCNGISD, and a guidebook on invasive species in Indonesia. These results emphasize the importance of monitoring and managing invasive plants to preserve the ecosystem of Jambula Urban Village, Ternate City.   Keywords: diversity, invasive, Jambula Urban Village, plant   ABSTRAK Keanekaragaman hayati di Indonesia menghadapi ancaman serius akibat kerusakan ekosistem, perubahan iklim, dan terutama invasi tumbuhan asing. Jenis tumbuhan invasif dapat menggantikan vegetasi lokal, mengganggu keseimbangan ekosistem, dan memicu konflik antara manusia dan satwa liar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keberagaman jenis tumbuhan invasif di Kelurahan Jambula, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara sebagai data awal pengelolaan sumber daya hayati secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dikombinasikan dengan eksplorasi lapangan pada lahan terbuka dan tepi jalan selama Januari–Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 44 jenis tumbuhan invasif yang tergolong dalam 21 famili, dengan dominasi dari famili Asteraceae dan Poaceae. Beberapa spesies seperti Chromolaena odorata, Miconia crenata (Clidemia hirta), Lantana camara, dan Mikania micrantha termasuk dalam daftar 100 tumbuhan paling invasif di dunia. Analisis identifikasi menunjukkan 13 jenis tumbuhan termasuk dalam kategori invasif menurut tiga sumber utama: PermenLHK No P.94/2016, IUCNGISD, dan buku panduan spesies invasif di Indonesia. Hasil ini menegaskan pentingnya pengawasan dan pengelolaan tumbuhan invasif guna menjaga kelestarian ekosistem di Kelurahan Jambula, Kota Ternate.   Kata kunci: invasif, keanekaragaman, Kelurahan Jambula, tumbuhan
Keanekaragaman Dan Pola Sebaran Spesies Tumbuhan Asing Invasif Di Kawasan Cagar Alam Durian Luncuk II: Diversity and Distribution Patterns of Invasive Alien Plant Species in the Durian Luncuk II Nature Reserve Mandala, Bakti; Nursanti, Nursanti; Darmawan, Hari
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i1.43966

Abstract

ABSTRACT The plant diversity in Indonesia is often disrupted by the introduction of invasive alien species (IAS), which can have negative impacts on ecosystems and biodiversity. Invasive alien species possess the ability to grow rapidly and compete with native plants, threatening biodiversity in protected areas. This study aims to identify invasive plant species in the Durian Luncuk II Nature Reserve and analyze their impact on the local ecosystem. The research employs a combination of transect and plot line methods with a sampling rate of 2% of the total area. Data collected include plant species, individual counts, habitus, and vegetation analysis using relative density, relative frequency, and the Importance Value Index (IVI). The results show 16 invasive plant species, with Clidemia hirta having the highest IVI (44,21%), dominating nearly all observation plots. The distribution pattern of invasive species is predominantly clumped. These findings indicate that invasive species, particularly C. hirta, have the potential to threaten biodiversity and the integrity of ecosystems in the Durian Luncuk II Nature Reserve, necessitating control and rehabilitation measures to maintain ecosystem balance.   Keywords: Durian Luncuk II Nature Reserve, biodiversity, distribution pattern, invasive alien species   ABSTRAK Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia sering terganggu oleh masuknya spesies tumbuhan asing invasif (IAS) yang dapat menyebabkan dampak negatif terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati. Tumbuhan asing invasif memiliki kemampuan untuk tumbuh cepat, bersaing dengan tumbuhan lokal. Ancaman dari tumbuhan invasif merupakan salah satu faktor utama penyebab kerusakan biodiversitas di Indonesia, termasuk dalam kawasan cagar alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies tumbuhan asing invasif di Kawasan Cagar Alam Durian Luncuk II serta menganalisis dampaknya terhadap ekosistem lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi metode jalur dan garis berpetak dengan pengambilan sampel sebesar 2% dari total luas kawasan. Data yang dikumpulkan mencakup spesies tumbuhan, jumlah individu, habitus, serta analisis vegetasi menggunakan kerapatan relatif, frekuensi relatif, dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 spesies tumbuhan asing invasif, dengan Clidemia hirta memiliki INP tertinggi (44,21%), mendominasi hampir seluruh petak pengamatan. Pola sebaran spesies invasif umumnya mengelompok (clumped). Temuan ini menunjukkan bahwa spesies invasif, terutama C. hirta, berpotensi mengancam keberagaman hayati dan integritas ekosistem di Cagar Alam Durian Luncuk II, sehingga memerlukan tindakan pengendalian dan rehabilitasi untuk menjaga keseimbangan ekosistem..   Kata kunci: Cagar Alam Durian Luncuk II, keanekaragaman hayati, pola sebaran, tumbuhan asing invasif
Variasi Tekstur Tanah dan Bahan Organik Berdasarkan Kerapatan Tajuk Studi Kasus pada Hutan Kota Muhammad Sabki, Kota Jambi: Variation of Soil Texture and Organic Matter Based on Canopy Density A Case Study in the Muhammad Sabki City Forest, Jambi City Safira, Doani Anggi; Rusdiana, Omo
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i1.44117

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the variation in soil texture and organic matter content across different canopy density levels in Muhammad Sabki Urban Forest, Jambi City. A purposive sampling method was applied to determine three plots based on canopy density (dense, moderate, sparse). Soil texture was analyzed based on sand, silt, and clay fractions, and organic matter content was obtained from secondary data. The results show that soils in dense and moderate canopy plots were dominated by clay textures and had higher organic matter content, at 7,28% and 6,40% respectively. In contrast, sparse canopy plots exhibited more varied textures and lower organic matter content (5,05%). Higher canopy density tends to increase organic matter accumulation and influence finer soil textures.   Keywords: canopy density, Muhammad Sabki Urban Forest, organic matter, soil texture.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi tekstur tanah dan kandungan bahan organik pada berbagai tingkat kerapatan tajuk di Hutan Kota Muhammad Sabki, Kota Jambi. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan tiga plot berdasarkan tingkat kerapatan tajuk (rapat, sedang, jarang). Analisis tekstur dilakukan pada fraksi pasir, debu, dan liat, serta bahan organik dianalisis menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah pada kerapatan tajuk rapat dan sedang didominasi oleh tekstur lempung dan memiliki kandungan bahan organik lebih tinggi, masing-masing sebesar 7,28% dan 6,40%. Sementara itu, pada kerapatan tajuk jarang, tekstur tanah bervariasi dan kandungan bahan organik lebih rendah (5,05%). Kerapatan tajuk yang lebih tinggi cenderung meningkatkan akumulasi bahan organik dan mempengaruhi tekstur tanah yang lebih halus.   Kata kunci: bahan organik, Hutan Kota Muhammad Sabki, kerapatan tajuk, tekstur tanah.

Page 9 of 11 | Total Record : 104