cover
Contact Name
Jauhar Khabibi
Contact Email
jauhar_khabibi@yahoo.com
Phone
+6282213390515
Journal Mail Official
jurnalsilvatropika@unja.ac.id
Editorial Address
Kampus Pinang Masak Universitas Jambi Jl. Raya Jambi-Muara Bulian, KM 15 Mendalo Indah Kode Pos 36361
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Silva Tropika
Published by Universitas Jambi
ISSN : 26158353     EISSN : 26214113     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The tropical forest has a unique feature. Its biological and ecological diversity relies on a very complex and interrelated system. Managing the forest sustainably required a wide application in multiple scientific disciplines. Jurnal Silva Tropika is a periodic scientific article and conceptual thinking of tropical forest management covering all aspects of forest planning, forest policy, forest resources utilization, forest ergonomics, forest ecology, forest inventory, silviculture, and management of regional ecosystems. Jurnal Silva Tropika also welcomes the topics that directly or indirectly support tropical forest management, e.g., economics, anthropology, social, and the environment.
Articles 104 Documents
Potensi Dan Strategi Pengembangan Ekowisata Danau Tangkas Di Desa Tanjung Lanjut Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi: Potential and Strategy for the Development of Lake Tangkas Ecotourism in Tanjung Continue Village, Sekernan District, Muaro Jambi Regency Albayudi, Albayudi; Mekensi, Pedi; Adriadi, Ade; Napitupulu, Richard RP
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i1.35337

Abstract

ABSTRACT The background of this research is that one of the tourist destinations in Muaro Jambi Regency which offers a natural feel is Tangkas Lake Ecotorisme. This nature tour is located in Tanjung Lanjut Village, Sekernan District, Muaro Jambi Regency, Jambi Province. The natural tourism potential of Lake Tangkas itself is very diverse and there are still many that have not been identified, both the flora, fauna and the uniqueness of other natural resources. In the development of Lake Tangkas natural tourism, a good and appropriate strategy is needed. The purpose of this study is to analyze the potential and development strategies contained in Lake Tangkas, Tantung Lanjut Village, Sekernan District, Muaro Jambi Regency. This research was carried out in Muaro Jambi Regency which offers a natural feel, namely Tangkas Lake Nature Tourism. This nature tour is located in Tanjung Lanjut Village, Sekernan District, Muaro Jambi Regency, Jambi Province. The analytical method used in this research was descriptive qualitative and sampling for visitors was carried out using purposive sampling method, determining the number of respondents using the Slovin formula which obtained as many as 100 respondents. Data analysis techniques in this study are ADO-ODTWA analysis and SWOT analysis. The results showed that the natural tourism object of Lake Tangkas based on the results of ADO-ODTWA research had the potential to be developed because the scoring component scored very potential, namely tourist attraction (1100), accessibility (500), accommodation (45), facilities and infrastructure (180) and availability of clean water (630). The SWOT analysis is in quadrant 1 where this position is favorable for the development of the Lake Tangkas natural tourism object.   Keywords: potential, strategy, development, lake tangkas ecotourism   ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh salah satu destinasi wisata di Kabupaten   Muaro Jambi yang menawarkan nuansa alamnya adalah Ekowisata Danau Tangkas. Wisata alam ini berada di Desa Tanjung Lanjut, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Potensi wisata alam Danau Tangkas sendiri sangat beragam dan masih banyak yang belum teridentifikasi, baik flora, faunanya serta keunikan sumber daya alam lainnya. Dalam pengembangan wisata alam danau tangkas diperlukan strategi yang baik dan tepat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi dan strategi pengembangan yang terdapat di Danau Tangkas Desa Tanjung Lanjut, Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini dilaksanakan di di Kabupaten Muaro Jambi yang menawarkan nuansa alamnya adalah Wisata Alam Danau Tangkas. Wisata alam ini berada di Desa Tanjung Lanjut, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dan pengambilan sampel untuk pengunjung dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, penentuan jumlah responden dengan menggunakan rumus Slovin yang diperoleh sebanyak 100 responden. Teknik analasis data dalam penelitian ini adalah analisis ADO-ODTWA dan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan objek wisata alam Danau Tangkas berdasarkan hasil penelitian ADO-ODTWA sangat berpotensi untuk dikembangkan dikarenakan komponen penilaian scoring mendapatkan nilai sangat berpotensi yaitu daya tarik wisata (1100), aksebilitas (500), Akomodasi (45), sarana dan prasarana (180) serta ketersediaan air bersih (630). Analisi SWOT berada diposisi kuadran 1 dimana posisi ini menguntungkan bagi pengembangan objek wisata alam Danau Tangkas.   Katakunci: potensi, strategi, pengembangan, ekowisata danau tangkas
Identifikasi Spesies Burung di Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Sari Provinsi Jambi: Identification of Bird Species in Bukit Sari Grand Forest Park Jambi Province Wulan, Cory; Lorenza, Aprima; Khabibi, Jauhar
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i1.35824

Abstract

ABSTRACT The diversity of bird species in an area can reflect the integrity of the ecosystem and the biodiversity found within it. The existence of a bird in a habitat is very important in a forest ecosystem, for example, birds play an important role in the process of reproduction of vegetation types in the forest, namely in the process of seed dispersal and pollination. This research on identifying this bird species was carried out in the Bukit Sari Grand Forest Park, Jambi Province, which was carried out in two habitats, namely secondary forest and bushes. Bird observations were carried out using the point count method. The results of the research show that in the Bukit Sari Grand Forest Park there are 13 species of birds from 10 families. In the secondary forest there are 9 species of birds from 8 families, in the bush there are 9 species of birds from 7 families. The highest number of individuals was found in the bush habitat with a total of 81 birds, while in the secondary forest habitat there were 52 individuals. The diversity index value (H'), Margalef species richness (R) and species evenness (E) of birds around the Bukit Sari Grand Forest Park, Jambi Province, respectively are H' 2.3, R is 2.5 and E is 0 .9. There are five dominant bird species at each observation point, namely the alang-alang moth (Centropus bengalensis), gray bentet (Lanius schach), merbah cerucuk (Pycnonotus goiavier), finches (Pycnonotus aurigaster) and yellow-rumped woodpecker (Picus flavinucha). Keywords: bird, Bukit Sari Grand Forest Park, habitat   ABSTRAK Keanekaragaman spesies burung di suatu daerah dapat mencerminkan keutuhan ekosistem dan keanekaragaman hayati yang terdapat di dalamnya. Keberadaan suatu burung disuatu habitat sangat penting dalam ekosistem hutan salah satu contohnya sebagaimana burung berperan penting dalam proses perkembangbiakan spesies vegetasi di dalam hutan yakni dalam proses penyebaran biji dan penyerbukan. Penelitian tentang identifikasi spesies burung ini di laksanakan di Taman Hutan Raya Bukit Sari Provinsi Jambi, yang dilakukan pada dua habitat yaitu hutan sekunder dan semak belukar. Pengamatan burung dilakukan dengan menggunakan metode point count. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kawasan Taman Hutan Raya Bukit Sari terdapat 13 species burung dari 10 famili. Pada hutan sekunder terdapat 9 spesies burung dari 8 famili, pada semak belukar terdapat 9 spesies burung dari 7 famili. Jumlah individu paling banyak terdapat pada habitat semak belukar dengan total 81 individu burung sedangkan pada habitat hutan sekunder sebanyak 52 individu. Nilai indeks keanekaragaman (H’), kekayaan spesies Margalef (R) dan kemerataan spesies (E)  burung di sekitar Taman Hutan Raya Bukit Sari Propinsi Jambi, masing-masing sebesar H’ 2,3 (sedang), R sebesar 2,5 (rendah) dan E sebesar 0,9 (tinggi). Terdapat lima spesies burung yang dominan pada 2 habitat pengamatan yaitu bubut alang-alang (Centropus bengalensis), bentet kelabu (Lanius schach), merbah cerucuk (Pycnonotus goiavier), cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster) dan pelatuk kuduk kuning (Picus flavinucha).   Katakunci: burung, habitat, Taman Hutan Raya Bukit Sari
Pengaruh Penambahan Berbagai Bahan Organik pada Media Tanam Sub Soil Terhadap Pertumbuhan Bibit Petai (Parkia speciosa): Effect of Adding Various Organic Ingredients to The Media Planting Sub Soil for Growth Petai Seeds (Parkia speciosa Hamzah, Hamzah; Hardiyanti, Rizky Ayu; Handayani, Rajjitha; Rumondang, Jenny; Utari, Indah Tri
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i1.35826

Abstract

ABSTRACT Petai is a plant that belongs to the MPTS (Multi Purpose Tree Species) plant type which can be used multiple times for both wood and non-wood. Petai also has benefits from an economic perspective (fruit and wood) and ecology (legume plants fertilize the soil) so it needs to be cultivated well. There are several factors that influence the quality of cultivation results, one of which is the planting media. The planting medium used is soil in the sub-soil layer as an alternative to top soil. However, this layer is not as fertile as the top soil layer, so it is necessary to add soil improving materials (Ameliorants), for example organic materials. This research aims to analyze the effect of adding various organic materials to sub-soil planting media on the growth of Petai seedlings and to obtain the best organic material composition to add to sub-soil planting media which can have a real influence on the growth of Petai seedlings. This research was carried out for 3 months using a completely randomized design (CRD) method with 1 factor, namely planting media (M) consisting of 5 treatments, namely m1 (Sub soil + compost 3:1), m2 (Sub soil + husk charcoal 2:1), m3 (Sub soil + Cocopeat 2:1), m4 (Sub soil + Boiler ash 4:1) and m5 (Sub soil + Laying chicken manure + Sand 1:2:1). The best organic material composition to add to the sub soil planting medium is cocopeat (2:1). Keywords: petai, planting media, organic materials. ABSTRAK Petai merupakan tumbuhan yang tergolong dalam jenis tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Species) yang dapat dimanfaatkan secara ganda baik kayu maupun non kayunya. Petai juga memiliki manfaat dari segi ekonomi (buah dan kayunya) maupun ekologi (tumbuhan legum menyuburkan tanah) sehingga perlu dibudidayakan dengan baik. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas hasil budidaya salah satunya media tanam. Media tanam yang digunakan adalah tanah pada lapisan sub soil sebagai alternatif pengganti tanah top soil. Namun, lapisan ini tidak sesubur lapisan top soil sehingga diperlukan penambahan bahan pembenah tanah (Amelioran) contohnya bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan berbagai bahan organik pada media tanam sub soil terhadap pertumbuhan bibit petai serta untuk mendapatkan komposisi bahan organik terbaik untuk ditambahkan ke media tanam sub soil yang dapat memberikan pegaruh nyata dalam pertumbuhan bibit Petai. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor yaitu media tanam (M) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu m1 (Sub soil + kompos 3:1), m2 (Sub soil + arang sekam 2:1), m3 (Sub soil + Cocopeat 2:1 ), m4 (Sub soil + Abu boiler 4:1 ) dan m5 (Sub soil + Pupuk kandang ayam petelur + Pasir 1:2:1). Komposisi bahan organik terbaik untuk ditambahkan ke dalam media tanam sub soil adalah cocopeat (2:1). Katakunci: petai, media tanam, bahan organik.
Analisis Kelayakan Potensi Ekowisata Bukit Gatan Pada Hutan Desa Sukorejo Kabupaten Musi Rawas: Feasibility Analysis of Gatan Hills Ecotourism Potential In The Forest Of Sukorejo Village, Musi Rawas District Pratama, Eko Nugroho; Ahyauddin, Ahyauddin; Ulfa, Maria
Jurnal Silva Tropika Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v7i1.36747

Abstract

ABSTRACT Ecotourism is a type of responsible natural tourism development in unspoiled areas or naturally managed areas where the goal, apart from enjoying natural beauty, also involves elements of education and support for conservation efforts as well as increasing the income of the local community. Gatan Hill Ecotourism is ecotourism located in Sukorejo Village. , Suku Tengah District Lakitan Ulu Terawas, also one of the Village Forest ecotourism in Musi Rawas Regency. The purpose of this research is to determine the feasibility value of the ecotourism potential of Gatan Hill in Sukorejo Village, Suku Tengah District, Lakitan Ulu Terawas, Musi Rawas Regency. This research was carried out in the Gatan Hill area in the Sukorejo Village Forest, Suku Tengah District Lakitan Ulu Terawas, Musi Rawas Regency, South Sumatra. This type of research is descriptive qualitative research. The data collection technique uses interview methods, literature study and observation. The sampling technique uses 2 methods, namely purposive sampling and accidental sampling. The data analysis method used in this research is using 2 descriptive qualitative analysis methods and quantitative analysis as well as the DIRJEN PHKA 2003 ecotourism feasibility assessment (ADOOTWA) method. The results of the research show that the Gatan Hill ecotourism area has interesting ecotourism potential, including the potential for the peak of Gatan Hill and The potential of the Gatan waterfall which has its own characteristics and charm. For the results of the assessment of the feasibility of ecotourism potential in Gatan Hill ecotourism, Musi Rawas Regency, it can be seen that this area is suitable to be developed into an ecotourism area with a feasibility index value of 80.99%.   Keywords: Ecotourism, Potential of Gatan Hill, Sukorejo Village Forest   ABSTRAK Ekowisata merupakan jenis pengembangan wisata alam yang bertanggung jawab di daerah yang masih alami atau daerah yang dikelola secara alami dimana tujuannnya selain menikmati keindahan alam juga melibatkan unsur pendidikan dan dukungan terhadap usaha konservasi serta peningkatan pendapatan masyarakat setempat Ekowisata Bukit Gatan merupakan ekowisata yang berada di Desa Sukorejo, Kecamatan Suku Tengah Lakitan Ulu Terawas, juga salah satu ekowisata Hutan Desa yang ada di Kabupaten Musi Rawas. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kelayakan potensi ekowisata Bukit Gatan di Desa Sukorejo Kecamatan Suku Tengah Lakitan Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Bukit Gatan pada Hutan Desa Sukorejo, Kecamatan Suku Tengah Lakitan Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, studi literatur dan observasi, Teknik pengambilan sampel menggunakan 2 metode yaitu purposive sampling dan accidental sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitan ini yaitu menggunakan 2 metode analisis kualitatif deskriptif dan analisis kuantitatif serta metode penilaian kelayakan ekowisata (ADOOTWA) DIRJEN PHKA 2003. hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ekowisata Bukit Gatan menyimpan potensi ekowisata yang menarik diantaranya yaitu potensi puncak Bukit Gatan dan potensi air terjun Gatan yang mempunyai ciri khas dan daya tarik tersendiri. Untuk hasil penilaian kelayakan potensi ekowisata pada ekowisata Bukit Gatan Kabupaten Musi Rawas dapat diketahui bahwa kawasan ini layak untuk dikembangkan menjadi kawasan ekowisata dengan nilai indeks kelayakan 80,99 %. Kata Kunci: Ekowisata, Potensi Bukit Gatan, Hutan Desa Sukorejo
Analisis Strategi Pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun Di Kabupaten Sarolangun: The Development Strategy Analysis of Gunung Kembang Sarolangun Urban Forest in Sarolangun Regency Ulfa, Maria; Rana, Rana; Nurmansyah, Rahmad
Jurnal Silva Tropika Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v7i2.36796

Abstract

ABSTRACT The Gunung Kembang Sarolangun City Forest is located in the Sarolangun Regency Government Office Complex. The urban forest was originally a biodiversity park and is included in the green open space area which has an area of 9.8 hectares and is based on the Decree of the Regent of Sarolangun No. 238 of 2022. To maintain the preservation of areas in urban forests, it is necessary to have strategies and policies in urban forests that can function and benefit urban human life in a sustainable manner. Currently, there is no previous research related to the development planning of the Sarolangun City Forest. The purpose of this study is to analyze the development strategy of the Sarolangun Mountain Kembang Urban Forest in Sarolangun Regency. The research was carried out in May 2023 in the Gunung Kembang Sarolangun City Forest and data analysis was carried out at the Forestry Department Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jambi. The data was analyzed descriptively and qualitatively by the SWOT method. The results of the study show that the Gunung Kembang City Forest has been used for various activities such as leisurely walks and selfies. Internal strength factors are the condition of well-maintained urban forests, being a place for the community to gather, good and strategic accessibility, and policy support in urban forest development. Internal weaknesses are minimal budget, lack of research, lack of promotion and low public awareness. External opportunity factors are regional income opportunities, ecosystem-based tourism potential, recreational and camping sites, and support for multi-stakeholder cooperation for urban forest development. External challenge factors are the potential impact of environmental pollution and damage as well as the potential impact of global climate change. The SWOT diagram shows the strategic position that requires internal improvement and the utilization of existing opportunities so that the Gunung Kembang urban forest can be managed properly.   Keywords: development strategy, SWOT, urban forest    ABSTRAK Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun berada di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Hutan kota awalnya sebagai taman keanekaragaman hayati dan termasuk dalam kawasan ruang terbuka hijau yang memiliki kawasan seluas 9,8 Ha dan berdasarkan SK Bupati Sarolangun No. 238 Tahun 2022. untuk mempertahankan pelestarian kawasan di hutan kota perlu adanya strategi dan kebijakan pada hutan kota yang dapat berfungsi dan bermanfaat bagi kehidupan manusia perkotaan secara berkelanjutan. Saat ini belum ada penelitian terdahulu terkait perencanaan pengembangan Hutan Kota Sarolangun. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis strategi pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun di Kabupaten Sarolangun. Penelitian dilaksananakn pada bulai Mei 2023 di Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun dan analisis data dilakukan di Laboratorium Juruan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Data dianalisis secara deskriptif dan kualitatif dengan metode SWOT. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Hutan Kota Gunung Kembang telah dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas seperti jalan-jalan santai dan swafoto. Faktor kekuatan internal yaitu kondisi hutan kota yang terawat, menjadi tempat masyarakat berkumpul, aksesibilitas yang baik dan strategis, dukungan kebijakan dalam pengembangan hutan kota. Faktor kelemahan internal yaitu anggaran yang minim, kurangnya penelitian, kurangnya promosi dan rendahnya kesadaran masyarakat. Faktor peluang eksternal yaitu peluang pemasukan daerah, potensi wisata berbasis ekosistem, tempat rekreasi dan perkemahan serta dukungan Kerjasama multipihak untuk pengembangan hutan kota. Faktor tantangan eksternal yaitu potensi dampak pencemaran lingkungan dan kerusakan serta potensi dampak perubahan iklim global. Diagram SWOT menunjukkan posisi strategi (turn around) hang menghendaki perbaikan internal dan pemanfaatan peluang yang ada agar hutan kota gunung kembang bisa terkelolan dengan baik.   Kata kunci: hutan kota, strategi pengembangan, SWOT
Analisis Efektivitas Kelembagaan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Tebo Timur Unit X: Analysis of the Effectiveness of the TeboTimur Production Forest Management Unit (KPHP) Institution Unit X Haryani, Haryani; Ahyaudin, Ahyaudin
Jurnal Silva Tropika Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v7i1.36860

Abstract

ABSTRACT KPH is an organization that works at the site level and is expected to be a prerequisite for the implementation of a sustainable and just forest management system. The purpose of this study was to analyze the level of institutional effectiveness and determine the driving and inhibiting factors in the management of KPHP Tebo Timur Unit X. The sampling method used was purposive sampling method with 29 informants sampled. This type of research uses quantitative and qualitative approaches. In data analysis, the method used is a combined method of quantitative and qualitative data analysis, namely semi-structured interviews (questionnaires) and tested with a Likert scale. The results of the analysis show that the level of institutional effectiveness in KPHP Tebo Timur Unit X is in the fairly effective category. The driving factors in KPHP management are the high motivation of the community towards social forestry, easy accessibility, support from related agencies and the existence of references in forest management plans.   Keywords: KPH, effectiveness, institutional, driving factors, prevention factors.   ABSTRAK KPH adalah organisasi yang berkerja di tingkat tapak dan diharapkan menjadi prasyarat dari terlaksananya sistem pengelolaan hutan yang lestari dan berkeadilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat efektivitas kelembagaan dan mengetahui faktor-faktor pendorong serta penghambat dalam pengelolaan KPHP Tebo Timur Unit X. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan metode Purposive Sampling dengan 29 informan yang dijadikan sampel. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.  Dalam analisis data metode yang digunakan yaitu metode gabungan antara analisis data kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan wawancara semi terstruktur (kuesioner) dan diuji dengan skala likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat efektivitas kelembagaan di KPHP Tebo Timur Unit X tergolong dalam kategori cukup efektif. Adapun faktor pendorong dalam pengelolaan KPHP adalah motivasi yang tinggi dari masyarakat terhadap perhutanan sosial, kemudahan aksesbilitas, adanya dukungan dari instansi terkait dan adanya acuan dalam rencana pengelolaan hutan.   Kata kunci: KPH, efektivitas, kelembagaan, faktor pendorong, faktor penghambat
Optimalisasi Pertumbuhan Bibit Salam (Syzygium Polyantha Wight) dengan Pemberian Pupuk NPK dan Arang Sekam: Optimizing the Growth of Salam Seedlings (Syzygium Polyantha Wight) by Providing NPK Fertilizer and Husk Charcoal Hamzah, Hamzah; Hardiyanti, Rizky Ayu; Nofianti, Zera Olivia
Jurnal Silva Tropika Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v7i1.36863

Abstract

ABSTRAK Salam (Syzygium polyantha wight) salah satu Tanaman asli Indonesia dengan banyak potensi serta nilai ekonomi yang tinggi karena hampir semua bagiannya dapat memberikan keuntungan serta dapat tumbuh di berbagai tempat. Salam termasuk kedalam family Mirtaceae, dapat hidup pada kondisi kualitas kesuburan tanah yang rendah yaitu tanah ultisol. Faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan pada tanaman yaitu faktor eksternal. Pada faktor eksternal perlu dilakukan tindakan silvikultur dengan cara pemupukan. Pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk majemuk NPK dan Arang Sekam. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis respons pertumbuhan bibit tanaman salam terhadap pemberian pupuk NPK dan arang sekam serta untuk mendapatkan dosis terbaik pupuk NPK dan arang sekam terhadap pertumbuhan tanaman salam. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hutan pendidikan dan kebun pembibitan Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu pupuk majemuk NPK dan arang sekam. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tanaman Salam memberikan respons tidak nyata terhadap pemberian pupuk NPK dan Arang Sekam. Dari semua perlakuan menunjukan bahwa Pemberian pupuk NPK 20 g 60 g arang sekam/polybag merupakan dosis terbaik dari pertumbuhan bibit tanaman salam. Kata Kunci : Arang Sekam, Bibit Salam, Pupuk Majemuk NPK ABSTRACT Salam (Syzygium polyantha wight) is one of the native Indonesian plants with a lot of potential and high economic value because almost all of its parts can provide benefits and can grow in various places. Salam belongs to the Mirtaceae family, can live in conditions of low soil fertility quality, namely ultisol soil. Factors that can influence plant growth are external factors. For external factors, it is necessary to carry out silvicultural measures by means of fertilization. Fertilizers that can be used are NPK compound fertilizer and husk charcoal. The aim of this research was to analyze the growth response of laurel seedlings to the application of NPK fertilizer and husk charcoal and to obtain the best dose of NPK fertilizer and husk charcoal for the growth of laurel plants. This research was carried out at the educational Forest Laboratory and nursery of the Forestry Study Program, Faculty of Agriculture, Jambi University. This research was conducted using the Completely Randomized Design (CRD) method with a single factor, namely NPK compound fertilizer and husk charcoal. The research results showed that the bay plant gave an insignificant response to the application of NPK fertilizer and husk charcoal. Of all the treatments, it shows that giving 20 g of NPK fertilizer to 60 g of husk charcoal/polybag is the best dose for the growth of bay plant seeds. Keywords: Salam seeds, NPK compound fertilizer, husk charcoal
Persepsi Wisatawan Terhadap Pengembangan Wisata Alam Pendakian Gunung Pundak, Taman Hutan Raya Raden Soerjo: Tourist Perceptions of The Development of Natural Tourism Pundak Mountain Climbing, Taman Hutan Raya Raden Soerjo Zulfa, Nurya Rufaida; Sucahyo, Clara Ammelia; Agustina, Ana; Supriyadi, Supriyadi; Fatma, Hilda Nuzulul
Jurnal Silva Tropika Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v7i2.36864

Abstract

ABSTRACT   Mount Pundak natural tourism is a mountain climbing tourist attraction located in Taman Hutan Raya Raden Soerjo area. Excavating information related to tourist perceptions needs to be carried out in order to develop the tourist attraction, which in this case is the Mount Pundak tourist attraction. The aim of this research is to determine factors in tourist’s percepstions of the development of the natural tourist attraction climbing Mount Pundak as well as efforts to develop the natural tourist attraction Mount Pundak. The data collection methods used were observation, questionnaires, literature, and documentation. The data measurement technique uses a Likert measurement scale which is used to measure attitudes, opinions, and perceptions of a person or group to find out whether they agree or disagree with the statement or question asked. The results of the research show that visitor perceptions, especially regarding the attractioness of climbing Mount Pundak, reached a score of 125 with an average percentage of 83,3%, which means that the views and natural conditions are still maintained, this ensuring tourist comfort.   Keywords: Perception, tourist, development     ABSTRAK   Wisata alam Gunung Pundak merupakan objek wisata pendakian gunung yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Penggalian informasi yang berkaitan dengan persepsi wisatawan perlu dilakukan guna pengembangan objek wisata tersebut, yang dalam hal ini adalah objek wisata Gunung Pundak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor persepsi wisatawan terhadap pengembangan objek wisata alam pendakian Gunung pundak serta upaya pengembangan objek wisata alam Gunung Pundak. Metode pengambilan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner, dengan jumlah responden sebanyak 50 orang dipilih secara acak dari pengunjung yang mendatangi lokasi objek wisata. Teknik pengukuran data menggunakan skala pengukuran linkert yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat serta persepsi seseorang atau kelompok untuk mengetahui setuju atau tidak setuju terhadap pernyataan atau pertanyaan yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengunjung khususnya pada daya tarik pendakian Gunung Pundak mencapai skor 125 dengan rata-rata persentase 83,3% yang berarti bahwa pemandangan dan kondisi alam yang masih terjaga sehingga menjamin kenyamanan wisatawan.   Kata Kunci: Persepsi, wisatawan, pengembangan
Analisis Pengaruh KPHP Terhadap Pendapatan Masyarakat Usaha Madu di Wilayah Kerja KPHP Kerinci Unit I Kabupaten Kerinci: Analysis of the Influence of KPHP on the Income of Honey Business Communities in the Kerinci Unit I KPHP Working Area, Kerinci Regency Fazriyas, Fazriyas; Wardani, Fenny; Ahyauddin, Ahyauddin
Jurnal Silva Tropika Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v7i2.36902

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to examine the analysis of the influence of KPHP on the income of the honey business community in the working area of KPHP Kerinci. The sampling method in this study used a simple snowball sampling method and obtained 30 respondents from the honey business community under the guidance of KPHP Kerinci and those who were not under the guidance of KPHP Kerinci. Data analysis technique in this research is multiple linear regression Dummy Variable. There are four variables used in this study, namely the price information assistance variable, the technology variable, the training/counseling variable and the marketing variable. The price information assistance variable and the marketing assistance variable have no effect on changes in farmers' income. While the other two variables (technological assistance variable and training/counseling assistance variable) have an influence on changes in farmers' income with the income of the honey business community per year reaching Rp. 772.463.666   Keywords: changes in the income of farmers, Kerinci KPHP and the honey business community   ABSTRAK Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengkaji analisis pengaruh KPHP terhadap pendapatan masyarakat usaha madu di wilayah kerja KPHP Kerinci. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode simple snowball sampling dan diperoleh responden sebanyak 30 responden masyarakat usaha madu dibawah binaan KPHP Kerinci maupun yang bukan binaan KPHP Kerinci. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda Dummy Variable. Variabel yang digunakan pada penelitian ini ada empat variabel yaitu variabel bantuan informasi harga, variabel teknologi, variabel pelatihan/penyuluhan dan variabel pemasaran. Variabel bantuan informasi harga dan variabel bantuan pemasaran tidak memiliki pengaruh terhadap perubahan pendapatan petani. Sedangakan dua variabel lainnya (variabel bantuan teknologi dan variabel bantuan pelatihan/penyuluhan) memiliki pengaruh terhadap perubahan pendapatan petani dengan Pendapatan masyarakat usaha madu per tahun mencapai Rp. 772.463.666   Kata kunci: perubahan pendapatan petani, KPHP Kerinci dan masyarakat usaha madu
Analisis Lingkungan Biofisik Tempat Tumbuh Nibung (Oncosperma tigillarium) di Provinsi Jambi: Penentuan Teknik Silvikultur Tanaman HHBK Daerah Pesisir: Biophysical Analysis of Nibung (Oncosperma tigillarium) habitat in Jambi Province: The Determination of Silviculture technique for NTFP in Coastal Areas Hamzah, Hamzah; Muryunika, Rince; Napitupulu, Richard RP
Jurnal Silva Tropika Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v1i1.36908

Abstract

Page 8 of 11 | Total Record : 104