Articles
71 Documents
EDUKASI PENGELOLAAN SERTA PENGGUNAAN OBAT YANG BAIK MELALUI GEMA CERMAT
Wardani, Wahyu Tusi
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/hjce.v7i1.1217
Penggunaan obat secara tidak rasional di masyarakat menjadi masalah serius yang dapat berdampak pada efektivitas pengobatan dan risiko kesehatan yang lebih besar. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, lebih dari 80% masyarakat menyimpan obat keras tanpa resep, termasuk antibiotik. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Kesehatan RI menginisiasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) sebagai upaya edukasi kesehatan publik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan serta penggunaan obat yang baik dan benar melalui penyuluhan kepada komunitas Balai Budaya Gambiran, Yogyakarta. Metode kegiatan meliputi survei lokasi, penyusunan materi berdasarkan pedoman Kemenkes, pelaksanaan penyuluhan, sesi tanya jawab, dan evaluasi posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, dengan sebagian besar peserta menjawab benar lebih dari 80% pertanyaan posttest. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas Gema Cermat dalam meningkatkan literasi obat di masyarakat.
EDUKASI STUNTING PADA REMAJA DI KELURAHAN COKRODININGRATAN KOTA YOGYAKARTA
Kumalasari, Vita;
Adnani, Hariza
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/hjce.v6i3.1231
Pada tahun 2022 prevalensi balita stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 16,4%, angka ini masih di atas target nasional yaitu di bawah 14%. Salah satu program pencegahan stunting di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta adalah pemberian tablet tambah darah pada remaja putri yang pendistribusiannya dilakukan ke wilayah dan sekolah (SMP, SMA/K). Namun program ini masih kurang efektif karena banyak remaja putri yang tidak meminum tablet penambah darah yang diberikan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan para siswi SMP dan SMA/K akan pentingnya mengkonsumsi tablet penambah darah untuk mencegah stunting. Tujuan pengabdian ini adalah mengedukasi siswi SMP dan SMA/K mengenai stunting. Pengabdian ini dilaksanakan di Aula lantai 2 kantor Kelurahan Cokrodiningratan yang diikuti oleh perwakilan siswi SMP dan SMA/K seKelurahan Cokrodiningratan. Sebelum dilakukan penyuluhan dilakukan pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang stunting dan pada tahap evaluasi dibagikan kuesioner posttest untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta setelah edukasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan peserta mengenai stunting, faktor-faktor penyebab dan cara mencegah stunting mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari nilai posttest peserta yang mengalami peningkatan jika dibandingkan nilai pretestnya. Dengan ilmu yang didapatkan diharapkan peserta dapat mulai mengubah pola hidup dan rutin meminum tablet penambah darah yang diberikan Puskesmas Jetis sebagai salah satu upaya menuju Indonesia “zero stunting”, serta dapat menjadi role model dan turut berperan aktif dalam pencegahan stunting, sehingga kedepan semua dapat anak tumbuh sehat dan menjadi generasi muda yang berkarakter dan tangguh serta memiliki daya saing.
PELATIHAN PEMBUATAN LIPTINT SERUM PADA SANTRI MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA
Sambodo, Dwi Kurniawati;
Efendi, Yuli Nurullaili
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/hjce.v7i1.1224
Bibir merupakan bagian dari wajah, bentuknya mempengaruhi persepsi estetika wajah. Berbeda dengan kulit yang terlindungi dari sinar matahari, bibir tidak memiliki perlindungan sehingga lebih sensitif. Untuk mengatasi masalah tersebut, berbagai produk bibir dapat digunakan, salah satunya adalah liptint serum. Serum memiliki kelebihan yaitu memiliki konsentrasi bahan aktif tinggi sehingga efeknya lebih cepat diserap, dapat memberikan efek yang lebih nyaman. Pelatihan pembuatan liptint serum yang dilakukan di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Yogyakarta diharapkan dapat memberikan keterampilan praktis dalam liptint serum, yang dapat menjadi nilai tambah bagi siswa dalam dunia kerja atau kewirausahaan di masa depan. Pelatihan ini dimulai dengan pemberian pre test, pemberian materi, dilanjukan dengan pembuatan liptint serum secara langsung, dan diakhiri dengan post test yang digunakan untuk mengukur sejauh mana pelatihan berhasil dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi peserta. Hasil pretest, dibandingkan dengan postest dilakukan uji T dan didapatkan hasil p < 0.05 yang menunjukkan bahwa pelatihan memiliki dampak yang signifikan pada skor peserta. Dari pelatihan pembuatan liptint dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan pengetahuan signifikan setelah diberikanya pelatihan kepada peserta.
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI PEMBENTUKAN POSYANDU REMAJA DI GUNUNGAN, PLERET, BANTUL
Kusumasari, RR Viantika;
Kurniati, Fitri Dian;
Murwani, Arita
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 7 No. 3 (2025)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/hjce.v7i1.1330
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, khususnya terkait kesehatan reproduksi dan gizi, akibat minimnya akses informasi yang akurat dan terbukanya pengaruh lingkungan sosial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja melalui pembentukan posyandu remaja sebagai sarana edukasi dan pelayanan promotif-preventif. Kegiatan dilaksanakan di Gunungan, Pleret, Bantul dengan melibatkan 19 remaja. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan status gizi dan anemia, serta pembentukan kader posyandu remaja. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta hasil pemeriksaan hemoglobin. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor pengetahuan dari rata-rata 60,1 menjadi 86,4 setelah edukasi. Selain itu, ditemukan 31,6% peserta mengalami anemia ringan, yang menjadi catatan penting untuk tindak lanjut kesehatan gizi remaja. Pembentukan kader remaja menunjukkan antusiasme positif dan membuka peluang keberlanjutan program jika mendapat dukungan lintas sektor. Kegiatan ini membuktikan bahwa posyandu remaja dapat menjadi media strategis dalam upaya peningkatan derajat kesehatan.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA SISWA SMA N 2 SLEMAN
Hidayah, Mudita Sri;
Dewi, Ulfa Syifa
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/hjce.v7i1.1152
Banyaknya populasi remaja, membuktikan bahwa remaja harus diperhatikan karena masa remaja merupakan masa yang sangat krusial karena remaja merupakan tonggak penerus bangsa. Salah satu tantangan di era globalisasi ini adalah krisis moral dan hancurnya generasi bangsa akibat seks bebas yang semakin marak terjadi di sekitar kita. Berbagai permasalahan kesehatan reproduksi remaja seperti kehamilan tidak diinginkan, NAPZA, freesex pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang rendah, dan pornografi menjadikan pendidikan tentang kesehatan reproduksi sangat penting diberikan kepada remaja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada siswa-siswi tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan dilakukan kepada siswa-siswi SMA N 2 Sleman dengan memberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media powerpoint dan video. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membagikan kuesioner pretest dan posttest. Didapati hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terdapat perubahan tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan ada perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan tentang kesehatan reproduksi pada siswa-siswi SMA N 2 Sleman.
ROLE PLAY DALAM PEMBELAJARAN SPEAKING SISWA SMK AMANAH HUSADA YOGYAKARTA
Maryani, Maryani;
Arroyyani, Risa;
Nurhayati, Pipin
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/hjce.v7i2.1329
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa SMK dalam konteks bahasa Inggris keperawatan melalui penerapan metode role play. Metode ini dipilih karena dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang kontekstual, komunikatif, dan menyenangkan bagi siswa. Kegiatan dilaksanakan di SMK Amanah Husada Yogyakarta dengan melibatkan siswa kelas XII jurusan keperawatan. Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan contoh percakapan yang berkaitan dengan situasi medis. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa partisipasi dan antusiasme siswa meningkat secara signifikan. Mereka mampu menggunakan frasa dan ekspresi yang sesuai dengan konteks komunikasi medis, serta menunjukkan peningkatan dalam kelancaran berbicara. Selain itu, respon siswa terhadap metode role play sangat positif; mereka merasa lebih percaya diri dan memahami pentingnya keterampilan speaking dalam dunia kerja keperawatan. Secara umum, kegiatan ini berhasil meningkatkan performa berbicara siswa, baik dari segi struktur bahasa maupun keberanian untuk berkomunikasi
PENDAMPINGAN PENCEGAHAN PERILAKU MEROKOK SISWA SMK DENGAN PENDEKATAN PERAN IBU, GURU DAN PENJUAL ROKOK ECER
Sugiono, Sugiono;
Widiyaningsih, Dwi
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/hjce.v7i2.1331
The ASEAN Tobacco Control Atlas menempatkan Indonesia sebagai negara yang menduduki peringkat pertama sebagai negara prevalensi perokok terbanyak di ASEAN. Menurut data Riskesdas tahun 2020 prevalensi perokok di Indonesia (baik perokok hisap maupun pengunyah tembakau) pada kelompok umur >15 tahun cenderung meningkat setiap tahunnya bahkan didapatkan data di SMK Sewon perokok remaja semakin meningkat, dari 10 remaja laki-laki yang ditemui 9 sudah merokok sejak SD. Faktor yang paling dominan yang mendorong remaja untuk merokok adalah rasa ingin tahu yang besar akan rasa rokok, keinginan untuk membuktikan bahwa mereka sudah dewasa, serta rokok dianggap memberikan kenikmatan dan perasaan tenang. Selain dari kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menekan angka perokok ada beberapa peran yang juga penting untuk menekan angka perokok tersebut, yaitu peran orang tua dan guru. Guru dan orang tua memiliki peranan yang sama, oleh sebab itu, penting bagi orang tua memahami seluk beluk pubertas beserta problem-problem yang menderanya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah mengurangi angka perokok pada siswa SMK melalui upaya pendampingan pencegahan perilaku merokok siswa SMKN 2 Sewon Bantul dengan pendekatan peran ibu, peran guru dan keberadaan penjual rokok ecer. Hasil pengabdian menunjukan ada kemauan keras pihak terkait terutama pihak sekolah agar angka perokok di sekolah menurun, meskipun belum begitu nampak adanya penurunan angka perilaku merokok di sekolah namun beberapa kebijakan dibuat salah satunya adalah ada upaya kerjasama antara guru dan orangtua ditunjukan dengan kesanggupan orangtua untuk turut serta memberikan arahan terkait dengan rokok. Selain itu hasil pengabdian ini menghasilkan beberapa kebijakan tekait himbauan dan saran bagi penjual sekitar sekolah agar tidak melayani penjualan rokok secara ecer dan tidak melayani pembelian rokok bagi siswa yang berseragam sekolah.
EDUKASI SWAMEDIKASI DENGAN OBAT TRADISIONAL DAN OBAT SINTETIS PADA MASYARAKAT DESA WONOLELO
Efendi, Yuli Nurullaili;
Sambodo, Dwi Kurniawati;
Murti, Daniek Yulia Setya;
Salwa, Siti
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 7 No. 3 (2025)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/hjce.v7i3.1362
Swamedikasi yang dilakukan secara tidak tepat dapat menyebabkan resiko berbahaya yaitu terjadinya kesalahan dalam penggunaan obat yang tidak tepat. Kesalahan swamedikasi disebabkan oleh salah mengenali gejala yang muncul, salah memilih obat, salah cara penggunaan, salah dosis, dan keterlambatan dalam mencari nasihat/saran tenaga kesehatan bila keluhan berlanjut risiko melakukan swamedikasi misal efek samping yang jarang muncul namun parah, interaksi obat yang berbahaya, dosis tidak tepat, dan pilihan terapi yang salah. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa Wonolelo tentang swamedikasi menggunakan obat tradisional dan obat sintetis dan memiliki keterampilan dalam mencari informasi obat secara tepat dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi yang telah tersedia di masyarakat. Program ini melibatkan masyarakat desa Wonolelo yang terdiri dari 48 lansia. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah dengan bantuan layar LCD yang dilakukan di selasar masjid dan pekarangan rumah penduduk setempat. Evaluasi dilakukan melalui angket sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan dalam pemahaman peserta mengenai pentingnya membaca label obat, risiko penggunaan obat. Sebelum edukasi, 77,99% peserta memahami swamedikasi, dan setelah edukasi angka ini meningkat menjadi 88,5%. Dari program ini diperlukannya edukasi yang berkelanjutan dan komprehensif untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Pemerintah dan organisasi kesehatan perlu mendukung inisiatif ini dengan menyediakan sumber daya informasi yang mudah diakses dan dipahami. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan swamedikasi dengan lebih aman dan efektif, mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di bidang kesehatan dan pendidikan.
PENANAMAN MANGROVE DI PANTAI SAMAS, DESA SRIGADING, KABUPATEN BANTUL
Rawana, Rawana
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 7 No. 3 (2025)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/hjce.v7i3.1379
Pantai Samas mengalami degradasi ekosistem pesisir akibat abrasi dan sedimentasi yang berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan dan mata pencaharian masyarakat lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan rehabilitasi ekosistem mangrove sebagai upaya mitigasi abrasi dan pengembangan potensi ekowisata di Pantai Samas. Penanaman mangrove dilakukan pada 20 April 2025 dengan melibatkan 49 partisipan dari berbagai stakeholder. Sebanyak 200 bibit Rhizophora mucronata berumur 3 bulan ditanam di area laguna dengan jarak tanam 2×2 meter dan dipasang ajir bambu sebagai penopang. Seluruh bibit berhasil ditanam dengan menggunakan metode penanaman yang tepat sesuai kondisi substrat laguna. Program ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal RT 63 dan 64 serta berbagai instansi. Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan langkah awal dalam upaya restorasi ekosistem pesisir yang berkelanjutan dan dapat menjadi model pengembangan ekowisata berbasis konservasi.
OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI GRIYA JAHIT KHOTIJAH
Purnomo, Parmadi Sigit;
Setyowati, Sri;
Supatmi, Supatmi;
Mahmudah, Ani Mashunatul;
Rahayu, Bety Agustina
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 7 No. 3 (2025)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/hjce.v7i3.1383
Media sosial berperan penting sebagai sarana komunikasi, interaksi sosial, sekaligus media promosi dalam pemasaran usaha. Pemanfaatan media sosial secara tepat dapat memperluas jangkauan pasar, memperkuat brand awareness, serta berdampak positif terhadap peningkatan produksi dan pendapatan usaha kecil dan menengah (UKM). Griya Jahit Khotijah masih menghadapi kendala dalam promosi dan pemasaran yang dilakukan secara konvensional, sehingga belum mampu menjangkau konsumen secara luas. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran digital juga menjadi hambatan dalam pengembangan usaha. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dengan metode ceramah, diskusi interaktif, serta praktik langsung. Fokus kegiatan adalah pelatihan pemanfaatan media sosial untuk pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 80% peserta mampu membuat akun bisnis dan mengelola tampilan profil secara profesional, serta 70% peserta mampu membuat konten promosi (foto dan caption) yang menarik. Selain itu, jumlah pengikut akun Instagram Griya Jahit Khotijah meningkat dari 50 menjadi 150 dalam dua minggu setelah pelatihan. Berdasarkan hasil evaluasi kepuasan, peserta memberikan nilai rata-rata 4,6 dari 5. Dengan demikian, kegiatan PKM ini terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan promosi digital mitra.