cover
Contact Name
Rahmi Hidayati
Contact Email
rahmihidayati54@gmail.com
Phone
+6282322515697
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Ringroad Selatan Blado Potorono Banguntapan Bantul Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)
ISSN : -     EISSN : 27157431     DOI : https://dx.doi.org/10.32504
Core Subject : Health,
Humanism: Journal Of Community Empowerment adalah Jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKes Surya Global Yogyakarta. Jurnal ini fokus pada karya ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat yang meliputi bidang Ilmu Kesehatan Masayrakat, Ilmu Keperawatan dan farmasi serta ilmu-ilmu yang sebidang dengan kesehatan.
Articles 77 Documents
UPAYA PENGENDALIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KAPANEWON KALASAN MELALUI PAK TANI BASMI SUKET TEKI Murwani, Arita; Sipora, Sriyati; Kristiarini , Juda Julia; Mindarsih, Eko
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 7 No. 3 (2025)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v7i3.1421

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular pada sistem kardiovaskuler yang dikenal sebagai silent killer karena sering tanpa gejala namun berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Di Kapanewon Kalasan, hipertensi menempati urutan pertama dari sepuluh besar penyakit, dengan peningkatan kasus dari 2.626 pada tahun 2016 menjadi 3.528 pada tahun 2018. Hasil survei PIS-PK menunjukkan 73,4% penderita belum berobat secara teratur. Kondisi ini menjadi tantangan dalam pencapaian tujuan SDGs nomor 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat bagi semua usia. Melalui program PAK TANI BASMI SUKET TEKI, yang berfokus pada pemberdayaan kader remaja dalam kegiatan Posbindu PTM, dilakukan upaya pengendalian hipertensi secara mandiri dan berkesinambungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan pelayanan penderita hipertensi sesuai standar melalui peningkatan pengetahuan, kepatuhan minum obat, dan kontrol tekanan darah secara rutin.
EDUKASI DAN PRAKTIK LITERASI KEUANGAN REMAJA SEBAGAI STRATEGI MENDUKUNG KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN Chanif Kurniasari
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v8i1.1396

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada fase transisi menuju dewasa, di mana mereka mulai menghadapi tantangan pengelolaan keuangan secara mandiri. Literasi keuangan yang rendah pada remaja dapat memicu masalah finansial yang berujung pada tekanan psikologis dan penurunan kesehatan mental. Penelitian dan program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan remaja melalui edukasi dan praktik pengelolaan keuangan sederhana, serta mengaitkannya dengan upaya menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan hidup. Metode yang digunakan meliputi pemberian materi edukasi literasi keuangan, pelatihan pencatatan keuangan pribadi, serta simulasi perencanaan anggaran berbasis kebutuhan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mengelola uang saku, merencanakan pengeluaran prioritas, dan memahami pentingnya tabungan untuk kesehatan masa depan. Dengan demikian, literasi keuangan terbukti memiliki peran strategis dalam mendukung kesejahteraan finansial sekaligus kesehatan mental remaja.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PEMANFAATAN REBUSAN KAYU MANIS SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Ridho Alpiani; Mahlianor Amelia; Rika Purnama Sari; Novi Febriyanti; Karima Khubba; Subhannur Rahman; Rian Tasalim; Akbar Muhammad Ilham
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v8i1.1474

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dan penyebab utama morbiditas serta mortalitas pada kelompok lanjut usia. Lansia sebagai kelompok rentan seringkali memiliki keterbatasan dalam akses dan toleransi terhadap terapi farmakologis tertentu. Penggunaan jangka panjang seringkali menimbulkan efek samping, ketergantungan, serta permasalahan kepatuhan minum obat pada lansia. Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan nonfarmakologis sebagai terapi komplementer yang aman, mudah diperoleh, dan memiliki efek samping minimal. Tujuan kegiatan ini untuk menganalisa efektivitas terapi rebusan kayu manis sebagai intervensi komplementer dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode dalam pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan Koordinasi, identifikasi awal kondisi lansia yang mengalami hipertensi dengan wawancara dan pengukuran. Tahap selanjutnya persiapan dan Implementasi serta evaluasi. Media yang digunakan yaitu kayu manis, alat pengukur tekanan darah (tensimeter digital atau manual dan stetoskop), lembar observasi, serta lembar evaluasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 8,9 mmHg dan diastolik sebesar 7 mmHg setelah intervensi dibandingkan sebelum intervensi. Maka disimpulkan bahwa pemberian rebusan kayu manis berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Wisma Seroja PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru.
DETEKSI DINI DIABETES MELLITUS PADA REMAJA MELALUI PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN SKRINING Ubaidillah Ubaidillah; Naqiya Fauzia; Lita Eliana
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v8i1.1478

Abstract

Diabetes Mellitus bukan hanya diderita oleh dewasa awal, akhir, dan lansia melainkan juga rentan terjadi pada usia remaja. Mayoritas siswa di MA Sunni Darussalam dengan rentang usia 16-18 tahun belum pernah melakukan pemeriksaan rutin penyakit tidak menular, sehingga dilakukan penyuluhan dan pemeriksaan diabetes sebagai deteksi dini penyakit tidak menular pada remaja dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa. Metode pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan yang dilakukan di MA Sunni Darussalam yakni dengan sasaran usia remaja. Outcome yang diharapkan dari pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan siswa tentang penyakit penyakut DM, patuh pada pengendalian terpadu PTM dan terdeteksinya suspect DM pada peserta penyuluhan. Outcome ini diukur dengan melihat tingkat pemahaman materi dalam bentuk posttest yang diberikan setelah penyuluhan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan yang dilaksanakan menunjukkan para siswa sangat antusias dalam mendengarkan kegiatan yang disampaikan terbukti dengan adanya peningkatan nilai pretest (88,31%) dan posttest (95,36%), menjadi acuan keberhasilan dalam peningkatan pemahaman siswa, dengan demikian dapat disimpulkan kegiatan ini tersampaikan dengan baik sesuai tujuan kegiatan.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING UNTUK PENINGKATAN SOFT SKILL PADA SISWA MADRASAH ALIYAH SWASTA BABURROYYAN Woro Ispandiyah; Bety Agustina
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v8i1.1399

Abstract

Kemampuan berbicara di depan umum atau biasa dikenal dengan public speaking merupakan salah satu soft skills yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan akademik, pengembangan karier, serta interaksi sosial. Keterampilan ini harus dilatih sejak usia dini, karena tidak setiap individu memiliki kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi yang baik untuk berbicara di depan umum. Kondisi tersebut juga ditemukan pada lingkungan pendidikan, di mana sebagian peserta didik belum menunjukkan kepercayaan diri serta kompetensi komunikasi yang optimal, sehingga diperlukan upaya pelatihan sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Swasta Baburroyyan, Kalasan, Sleman dengan melibatkan 11 santri sebagai peserta. Metode yang digunakan yaitu dengan edukasi dalam bentuk pelatihan public speaking di kelas dengan tujuan meningkatkan kemampuan presentasi dan rasa percaya diri santri dalam proses pembelajaran di kelas. Adapun tahapan intervensi dalam kegiatan ini adalah pretest, ceramah, diskusi, praktik, tanya jawab dan postest. Peserta sangat antusias pada setiap tahapan yang dilaksanakan dan memberikan respon positif berupa keaktifan dalam diskusi maupun pada sesi tanya jawab. Pelaksanaan pengabdian masyarakat disimpulkan berlangsung dengan baik dan bermanfaat bagi santri, terutama pada pengetahuan dan keterampilan dalam berbicara di depan kelas.
GERAKAN "SADAR LEPTO" : SOSIALISASI DAN EDUKASI PHBS GUNA MENEKAN ANGKA KEJADIAN LEPTOSPIROSIS Sri Setyowati; Riza Yulina Amry; Supatmi Supatmi; Parmadi Sigit Purnomo; Suyatno Suyatno
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v8i2.1507

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia. Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih tercatat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi mencapai 234 kasus dan 12 kematian. Tingginya curah hujan, sanitasi lingkungan yang buruk, serta minimnya kesadaran masyarakat dalam memutus rantai penularan melalui modifikasi lingkungan rumah tangga menjadi faktor risiko utama penyebaran penyakit ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Gerakan "SADAR LEPTO" dilaksanakan sebagai upaya preventif berbasis pemberdayaan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Guyub Waras RT 03 Kepek, Timbulharjo, Sewon, Bantul, mengingat peran strategis perempuan sebagai pengelola sanitasi domestik rumah tangga. Kegiatan ini dihadiri oleh 40 pengurus dan anggota PKK dengan partisipasi serta antusiasme yang tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman peserta mencapai target minimal (75%) pada seluruh indikator, yaitu identifikasi gejala awal leptospirosis (87,5%), pengenalan vektor utama penular (95,0%), dan penerapan tindakan PHBS rumah tangga (90,0%). Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif melalui observasi partisipasi peserta, diskusi interaktif, dan kemampuan peserta menjawab pertanyaan selama sesi berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan peserta aktif berdiskusi, mampu mengidentifikasi gejala, faktor risiko, dan upaya pencegahan leptospirosis, serta menunjukkan antusiasme dalam mendiskusikan penerapan PHBS di lingkungan rumah tangga.
PENINGKATAN PENGETAHUAN POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT ANAK SEKOLAH MELALU EDUKASI KESEHATAN DI PONDOK PESANTREN Anna Nur Hikmawati; Muskhab Eko Riyadi; Suib Suib; RR.Viantika Kusumasari; Fitri Dian Kurniati
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v8i2.1510

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan suatu hal yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat. Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga. Untuk mencapai tujuan itu, pemerintah telah mengkampanyekan program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui institusi kesehatan daerah dengan berbagai cara promosi keseluruh elemen masyarakat termasuk lembaga pendidikan seperti sekolah, perguruan tinggi, dan pesantren. Pengabmas ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sekolah di Pondok Pesantren MBS Pleret Bantul. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan intervensi berupa pendidikan kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan metode ceramah, yaitu penyampaian materi menggunakan media power point dan video sekaligus praktik langsung, serta metode diskusi, yaitu penyampaian pendapat peserta mengenai materi yang sudah diberikan. Peserta adalah santriwati Pondok Pesantren MBS Pleret Bantul sebanyak 87 santriwati. Untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan maka dilakukan pretest dan posttest menggunakan kuesioner. Hasil pengabmas menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan sebelum edukasi yaitu 58 (kurang) dan nilai rata-rata setelah edukasi yaitu 88 (baik). Pendidikan kesehatan pada kegiatan pengabmas di Pondok Pesantren MBS Pleret Bantul mampu meningkatkan pengetahuan santriwati tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.