cover
Contact Name
Isnanto, S.Kep., Ns., MAN
Contact Email
-
Phone
+62274517065
Journal Mail Official
jurnal@stikesbethesda.ac.id
Editorial Address
Johar Nurhadi Number 6 Kota Baru
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 23387947     EISSN : 25020439     DOI : https://doi.org/10.35913/jk.v8i1.196
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan (e-ISSN: 2502-0439, p-ISSN: 2338-7947) merupakan jurnal yang meliputi bidang keperawatan dengan cakupan Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen dan Paliative Care. Jurnal Kesehatan publish 2 kali dalam setahun, setiap bulan Januari dan Juli dan dipublish oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum. Jurnal Kesehatan sudah terakreditasi oleh Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2016)" : 8 Documents clear
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DUKUHAN TIGABELAS SENDANGAGUNG MINGGIR SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2014 Intening, Vivi Retno; Esti S, Aprililia
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Status gizi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Secara fi sik anak dengan gizi kurang dan gizi buruk mengalami gangguan pertumbuhan dan mudah terkena penyakit infeksi. Gizi kurang atau buruk akan memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah, sehingga tidak mampu bersaing dan pada jangka panjang akan menjadi ancaman hilangnya generasi bangsaTujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Dukuhan Tiga belas Sendangagung Minggir Sleman Yogyakarta.Metode: Metode penelitian adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah quota sampling sebanyak 30 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat, dan analisis multivariat dengan regresi logistik.Hasil: Hasil pengujian dari Chi-square, tingkat kemaknaan α=0,05dengan analisis hubungan tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, dengan status gizi balita adalah nilai p=(0,281); (0,348); (0,725), dimana p>α maka tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, dengan status gizi balita. Hasil dari pengetahuan ibu tentang gizi balita adalah 0,033; dimana p<α, maka ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi balita dengan status gizi balita. Asupan nutrisi balita dengan nilai p=0,016, dimana p<α maka terdapat hubungan antara asupan nutrisi dengan status gizi balita. Analisis regresi logistik menunjukkan faktor pengetahuan ibu tentang gizi balita berhubungan dengan status gizi balita serta tingkat keeratan yang rendah C=0,309. Faktor yang berhubungan dengan status gizi balita adalah asupan nutrisi dengan nilai p sebesar 0,016, nilai OR sebesar 18,000 dan tingkat keeratan C=0,562.Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang gizi balita dan asupan nutrisi dengan status gizi balita di Dukuhan Tigabelas Sendangagung Minggir Sleman Yogyakarta.Saran: Peneliti lain diharapkan untuk meneliti tentang faktor-faktor lain yang berhubungan dengan status gizi balita, dengan lingkup penelitian yang lebih luas .Kata kunci: analisis faktor – balita – status gizi.ABSTRACTBackground: Nutrition status affects the growth and development of infants . Physically, children with malnutrition and malnutrition impaired growth and susceptible to infectious diseases. Malnutrition or bad will have a lower intelligence level, so it is not able to compete and in the long term will be the threat of loss of future generationObjective: The research was conducted to know the factors relating to the nutritional status of toddler in Dukuhan Tigabelas Sendangagung Minggir Sleman, Yogyakarta.Methods: The study was observational that used correlation design, cross sectional approach and quota sampling. There were 30 samples. The analysis of the data used were univariate, bivariate, and multivariate analysis to the logistic regression.Results: The results of the Chi-square test, signifi cance level α=0.05 to the analysis of the correlation between mother’s education, mother’s occupation, the family income, to the nutritional status of children was the value of p=(0,281); (0.348); (0.725), where p>α then the result is no relationship between the level of mother’s education, mother’s occupation, family income, to the nutritional status of children. Result of knowledge of mothers about nutrition toddler is 0.033; where p<α, then there is a relationship between nutritional knowledge of mothers about to the nutritional status of children. Premises toddler nutrition value of p=0.016, where p<α then there was a relationship between nutrient intake to the nutritional status of toddler. The analysis of logistic regression showed maternal factors on nutritional knowledge related to the nutritional status of toddler and low levels of closeness C=0.309. The factors relating to the nutritional status of children was the intake of nutrients to the P value of 0.016, OR value of 18,000 and the level of closeness C=0.562. Conclusion: Knowledge of mothers about toddler nutrition and nutrition are factors relating to the nutritional status of toddler in Dukuhan Tigabelas Sendangagung Minggir Sleman, Yogyakarta.Suggestion: Other researchers are expected to examine the other factors relating to the nutritional status of children, to the a broader scope of research.Keywords: factor analysis - toddlers -nutritional status
HUBUNGAN PERSEPSI PERAWAT, BIDAN TENTANG GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN KINERJA PERAWAT DAN BIDAN DI RUMAH SAKIT BETHESDA LEMPUYANGWANGI YOGYAKARTA 2015 Sukoco, Suryo; Sudarta, Wayan; Listyaningsih, Enik
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Gaya kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga tidak ada satu gaya kepemimpinan yang efektif untuk semua situasi, gaya kepemimpinan kepala ruang diharapkan meningkatkan kinerja bawahannya. Kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja. Tujuan : Mengetahui hubungan antara persepsi perawat dan bidan tentang gaya kepemimpinan kepala ruang dan kinerja perawat dan bidan pelaksana Di RSU Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta tahun 2015. Metode : Survey analitik dengan pendekatan cross sectional , menggunakan teknik pengambilan total sampel dengan jumlah 41 orang. Pengumpulan data gaya kepemimpinan menggunakan kuesioner, kinerja dengan lembar observasi, telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisa data secara univariat dan bivariat. Analisis telah dilakukan uji chi square secara program komputer dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil : Hasil chi square P (0,783) > alfa (0,05), maka H0 diterima dan Hα ditolak berarti tidak ada hubungan antara persepsi perawat dan bidan tentang gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kinerja perawat dan bidan pelaksana di RSU Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta tahun 2015. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara persepsi perawat dan bidan tentang gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kinerja perawat dan bidan pelaksana di RSU Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta tahun 2015. Saran : Direktur RSUB Lempuyangwangi Pelatihan gaya kepemimpinan, Karu menggunakan gaya kepemimpinan sesuai situasi dan kondisi.Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan – kinerja – perawat dan bidan.ABSTRACTBackground: Leadership styles have advantages and disadvantages so that no one leadership style that is effective in all situations, leadership style head space is expected to improve the performance of subordinates. Performance is shown the real behavior of each person as job performance. Objective: To determine the relationship between the perception of nurses and midwives about the leadership style of head space and the performance of nurses and midwives implementing at Lempuyangwangi Bethesda Hospital Yogyakarta in 2015. Methods: Survey analytic with cross sectional approach, using the technique of taking the total sample with the number of 41 people. Leadership style data collection using questionnaires, the performance of the observation sheet, has been tested for validity and reliability. The analysis of univariate and bivariate data. Research has been conducted chi square test is a computer program with a signifi cance level α = 0.05. Results: The results of chi square P (0.783)> alpha (0.05), then H0 is accepted and rejected Hα means there is no connection between the perception of nurses and midwives about the leadership style of head space with the performance of nurses and midwives executive at Bethesda Hospital Yogyakarta Lempuyangwangi in 2015. Conclusion: There is no relationship between the perception of nurses and midwives about the leadership style of head space with the performance of nurses and midwives implementing at Lempuyangwangi Bethesda Hospital Yogyakarta in 2015. Suggestion: Director of RSUB Lempuyangwangi leadership style training, the head space using a leadership style appropriate to the circumstances.Keywords: Leadership Style - performance - a nurse and midwife
HUBUNGAN MOTIVASI KESEMBUHAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DEWASA DI RS KHUSUS PARU RESPIRA YOGYAKARTA Febryanto, Dwi; Ngapiyem, Ruthy
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Motivasi diperlukan untuk mendorong semangat dan meningkatkan kedisiplinan agar patuh terhadap program pengobatan Tuberkulosis sebab ketidakpatuhan akan menyebabkan kesembuhan rendah, kematian tinggi, kekambuhan meningkat, penularan kuman pada orang lain meningkat, dan terjadinya resistensi kuman terhadap obat anti tuberkusosis sehingga tuberkulosis paru sulit disembuhkan. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kesembuhan dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis Paru dewasa di Rumah Sakit Khusus Paru Yogyakarta. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah pasien Tuberkulosis Paru dewasa di Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta yang dalam tahap pengobatan TB selama enam bulan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden 25 orang. Metode mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Hasil: Penelitian ini telah dilakukan uji menggunakan Chi squere dengan manual dengan tingkat kemaknaan α=0,05 dan didapatkan nilai hitung 11,421 dan nilai tabel 5,991 maka Ho ditolak dan Hα diterima yang berarti ada hubungan antara motivasi kesembuhan dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis paru dewasa di Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta tahun 2016, kemudian dilakukan uji keeratan didapatkan 0,559 yang berarti hubungan agak rendah. Kesimpulan: Ada hubungan antara motivasi kesembuhan dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis Paru dewasa di Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta tahun 2016. Saran: saran ditujukan kepada RS Khusus Paru Respira Yogyakarta agar selalu memberikan penyuluhan kepada pasien Tuberkulosis Paru untuk tetap patuh terhadap program pengobatan.Kata kunci: Motivasi kesembuhan - Kepatuhan minum obat - Tuberkulosis ParuABSTRACTBackground: Motivation is needed to encourage and improve the discipline to adhere to TB treatment programs because of non-compliance will lead to lower recovery, higher mortality, increasing recurrence, increasing transmission of germs to others, and occurrence of bacteria resistance to anti tuberkusosis that makes it diffi cult to cure. Objective: This study was conducted to determine the relationship between healing motivation and medication compliance of adult patient with pulmonary tuberculosis in Pulmonary Hospital Yogyakarta. Methods:The study design was a cross sectional correlation, the population in this study was patient with pulmonary tuberculosis in Respira Pulmonary HospitalYogyakarta who were on the stage of TB treatment for six months with accidental sampling result 25 people as the respondent. Data collection used questionnaire. Results: This research was conducted by using Chi square manuallu with the signifi cance level α = 0.05. It this obtained that calculated value = 11,421 and table value = 5,991 therefore. Ho is rejected and Hα is accepted which means there is a relationship between healing motivation and medication compliance of adult patient with pulmonary tuberculosis in Pulmonary Hospital Yogyakarta in 2016. The level of closeness C = 0,559 which means the relationship is rather low. Conclusion: There is a relationship between healing motivation and medication compliance of adult patient with pulmonary tuberculosis in Pulmonary Hospital Yogyakarta in 2016.Advice: Advice addressed to Respira Hospital to always provide conceling/ education on treatment programs complince for patients with pulmonary tuberculosis.Keywords: Healing motivation - medication compliance - tuberculosis
PENGARUH MASASE PUNGGUNG TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DENGAN INSOMNIA DI PSTW ABIYOSO YOGYAKARTA Kustanti, Christina Yeni; Dermawan, Benny
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Proses menua pada lansia akan menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada fi sik, mental serta psikososial yang berpengaruh pada kualitas tidur pada lansia. Seseorang akan tertidur jika telah merasa nyaman dan rileks. Masase punggung merupakan salah satu tindakan memberi kenyamanan yang dilakukan pada punggung untuk meredakan ketegangan, merilekskan dan meningkatkan sirkulasi. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh masase punggung terhadap kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia di Panti Sosial Tresna Werdha Abiyoso Sleman Yogyakarta Tahun 2015. Metode: Penelitian ini menggunakan pra-eksperimental dengan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang tinggal di PSTW Abiyoso Sleman Yogyakarta 2015 yang berjumlah 126 lansia dengan sampel yang diperoleh berjumlah 19 lansia dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian untuk mengukur insomnia menggunakan Insomnia Rating Scale (IRS) dan Pitsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisa data menggunakan McNemar Test dengan signifi kansi α = 0,05. Hasil: Didapatkan nilai p < α dengan hasil perhitungan pretest dan posttest p= 0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh antara masase punggung terhadap kualitas tidur pada lansia dengan insomnia di PSTW Abiyoso Sleman Yogyakarta Tahun 2015. Saran: Terapi masase punggung dapat menjadi salah satu terapi dalam meningkatkan kualitas tidur lansia yang mengalami insomnia di PSTW Abiyoso Sleman Yogyakarta.Kata Kunci: Masase punggung – Kualitas tidur – Insomnia – LansiaABSTRACTBackground: The aging process in the elderly would possibly cause some changes in physical, mental and psychosocial that infl uence to the sleep quality of elderly. Someone would fall asleep if they already felt comfortable and relaxed. Back massage is one of treatment by giving comfort on the back to relieve tension, increase circulation, and relaxation. Objective: The research was done to identify the effect of back massage on sleep quality in elderly with insomnia of PSTW Abiyoso Sleman Yogyakarta 2015. Methods: This research used pra-eksperimental with one-group pretest-posttest design. Population of this research was 19 elderly in PSTW Abiyoso Yogyakarta selected purposively. The research instrument for measuring insomnia used Insomnia Rating Scale (IRS) and Pitsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to measure the quality of sleep. Data analysed with McNemar test with signifi cance α = 0.05 Results: result showed that p < α with a pretest and posttest results calculation p = 0.000. Conclusion: There is effect of back massage on sleep quality in elderly with insomnia of PSTW Abiyoso Sleman Yogyakarta 2015. Recommendation: Back massage may use for one of therapy to increase the quality of sleep in elderly with insomnia in PSTW Abiyoso Sleman Yogyakarta.Keywords: back massage – sleep quality – insomnia - elderly
PENGARUH AKUPUNTUR TERHADAP MIGREN PADA PASIEN DI KLINIK AKUPUNTUR COMMUNITY DEVELOPMENT BETHESDA YOGYAKARTA Derliantini, Ni Gusti A. Kd.; -, Djuminten; Haryanti, Priyani
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: akupuntur sangat populer sebagai metode pengobatan alternatif untuk penyembuhan penyakit. Akupuntur menimbulkan efek analgesi. Efek analgesik ini diperlukan untuk mengatasi penyakit disertai rasa nyeri seperti pada migren. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi akupuntur terhadap nyeri pada pasien migren di Klinik Akupuntur CD Bethesda Yogyakarta Tahun 2014. Metodologi Penelitian: penelitian ini menggunakan desain analitik quasi experimental dengan menggunakan pretest-posttest one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang melakukan terapi akupuntur di Klinik Akupuntur CD Bethesda Yogyakarta. Sampel penelitian ini adalah semua pasien dengan migren yang melakukan terapi akupuntur. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling sejumlah 20 subjek. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Numerical rating scale (NSR). Uji statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon signed rank. Hasil Penelitian: analisa statistik dengan wilcoxon signed ranks test menunjukkan hasil yang bermakna dengan signifi kansi P=0,000 dengan α=0,05 (P<0.05). Nilai rata-rata skala nyeri sebelum akupuntur 6,10 dan setelah akupuntur 2,80. Kesimpulan: ada pengaruh yang bermakna dari pelaksanaan terapi akupuntur terhadap nyeri pada pasien migren di Klinik Akupuntur CD Bethesda Yogyakarta tahun 2014. Saran: terapi akupuntur dapat menjadi salah satu terapi yang efektif dalam mengatasi nyeri pada pasien migren. Kata kunci: terapi akupuntur, nyeri, migren ABSTRACTBackground: acupuncture is very popular as a method of alternative medicine to cure the disease. Acupuncture effect analgesi. This analgesic effect is required to cope with the disease is accompanied pain such as migraine. Objective: the objective of this study was to determine the effect of acupuncture on the pain of migraine patients of the Community Development Bethesda Acupuncture Clinic in Yogyakarta 2014.” Method: this was quasi experimental study with one-group pretest - posttest design. The population was all patients undergoing acupuncture therapy in CD Bethesda Yogyakarta Acupuncture Clinic. The sample was all patients with migraine who perform acupuncture therapy. There were 20 samples. The instrument used were questionnaires of Numerical rating scale (NSR). The result was tested statistically by wilcoxon signed ranks test. Results: statistical analysis by wilcoxon signed ranks test showed signifi cant results with signifi cance value P = 0.000 at α = 0.05. The mean score obtained in the pre-test was 6.10, while the result of the post-test gained the mean score of 2.80. The decreasing level of migraine pained was shown by the difference value of 3.30. Conclusion: there was a signifi cant difference before and after acupuncture therapy on the pain of migraine patients at CD Bethesda Yogyakarta Acupuncture Clinic in 2014. Recomendation: acupuncture therapy is effective in curing the pain of migraine patients. Keywords: acupuncture, migraine, pain
ASSESSING THE QUALITY OF LIFE OF THE ELDERLY IN SELECTED REGIONS KELURAHAN TERBAN, YOGYAKARTA, INDONESIA Melati, Nimsi
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Indonesia is the third biggest Asian country with a total population aged 60 years and older population after China and India. Based on data from the year 2012 Susesnas Indonesia, elderly population distribution by province shows that the 13.04% of elderly living in Yogyakarta. The elderly need support to face the live changes to maintain high quality of life. Health care provider, family and community around older people should work hand in hand to be support system for our elderly. Objective: to explore about elderly quality of life and fi nd out if there is a signifi cant difference in the self-assessed quality of life of the elderly respondents when their personal profi le characteristics are taken as test factors. Method: This study uses descriptive correlational design. The population are 95 elderly who live in in RW 5 and RW 10 Kelurahan Terban, Yogyakarta. Their quality of life was assessed by themselves and tested by T-test and Anova. Result: Majority of the respondents are 60-70 years old (63%), female (63%), and living with their signifi cant other (78%). There is no signifi cant difference in the self-assessed quality of life of the elderly respondents when their personal profi le (age (F value of 1.849514) and gender (T value of 0.5085)) characteristics are taken as test factors. On other hand, there is a signifi cant difference in the self-assessed quality of life of the elderly respondents when their personal profi le characteristics (living condition) (T value of 2.0972) is taken as test factor. Conclusion: The quality of life of the elderly are good and the living condition has signifi cant difference in self-assessed quality of life of the elderly respondents. Recommendations: There are inputs for enhancement health care service program especially additional activities in Posyandu Lansia.Keywords: Elderly - Quality of Life – PosyanduABSTRAKLatar belakang: Indonesia adalah negara ketiga terbesar yang memiliki populasi lanjut usia (lansia) usia 60 tahun keatas setelah Cina dan India. Berdasarkan data Susenas Indonesia tahun 2012, distribusi populasi lansia berdasarkan provinsi menunjukkan bahwa 13.04% lansia tinggal di Yogyakarta. Lansia memerlukan dukungan untuk menghadapi perubahan kehidupan untuk mempertahankan qualitas hidupnya. Penyedia layanan kesehatan, keluarga dan komunitas disekitar lansiaa harus bekerja sama untuk menjadi pendukung bagi para lansia kita. Tujuan: Mengetahui tentang kualitas hidup lansia dan mengetahui adanya perbedaan signifi kan qualitas hidup dengan karakteristik lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan dekriptif korelasi. Populasi penelitian ini adalah 95 lansia yang tinggal di RW 5 dan RW 10 Kelurahan Terban, Yogyakarta. Kualitas hidup lansia diukur oleh lansia sendiri dan diuji dengan T-tes dan Anova. Hasil: Mayoritas response berusia 60-70 tahun (63%), wanita (63%), dan tinggal bersama keluarga (78%). Tidak ada perbedaan signifi kan antara qualitas hidup lansia dengan usia (F value 1.849514) dan jenis kelamin (T value 0.5085). Di sisi lain, ada perbedaan signifi kan antara kualitas hidup lansia dengan kondisi hidup (T value 2.0972). Kesimpulan: Kualitas hidup lansia baik dan kondisi hidup memiliki perbedaan signifi kan dengan kualitas hidup lansia. Saran: Beberapa masukan di berikan untuk meningkatkan program pelayanan kesehatan terutama kegiatan tambahan di Posyandu Lansia. Kata kunci: Lansia-Kualitas Hidup- Posyandu
PERBEDAAN MEMORI JANGKA PENDEK LANSIA SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI HUMOR MELALUI MEDIA DAGELAN JAWA DI UNIT PELAYANAN TERPADU (UPT) PANTI WERDHA BUDHI DHARMA YOGYAKARTA Listyaningsih, Enik; Sambung, Yohana Hardika
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v4i1.86

Abstract

Latar Belakang: Salah satu permasalahan pada proses penuaan adalah gangguan memori jangka pendek. Menurut Santrock memori jangka pendek adalah sistem memori berkapasitas terbatas, dimana informasidisimpan selama 30 detik, kecuali informasi diulang dapat disimpan lebih lama. Salah satu cara untuk meningkatkan memori jangka pendek adalah terapi humor. Humor merupakan suatu perangsang yangmerefleks tawa yang digunakan untuk mengatasi stres. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan memori jangka pendek lansia sebelum dan sesudah terapi humor melalui media dagelan Jawa di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Panti Werdha Budhi Dharma, Yogyakarta Tahun 2014. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan Pra-experimental dengan pendekatan one-group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 57. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dengan jumlah sampel yang didapat sesuai kriteria 18 orang. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Main Pairs Test. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan memori jangka pendek lansia sebelum dan sesudah terapi humor melalui media dagelan Jawa di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Panti WerdhaBudhi Dharma Yogyakarta. Uji statistik menunjukan p value<0,05 (p value=0,000). Kesimpulan: terdapat peningkatan memori jangka pendek lansia setelah melakukan terapi humor melalui media dagelan Jawa selama 4 hari berturut-turut di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Panti Werdha Budhi Dharma tahun 2014.Saran: Terapi humor dapat dijadikan sebagai terapi untuk meningkatkan memori jangka pendek lansia. Kata Kunci: memori jangka pendek - terapi humor melalui media dagelan Jawa –lansi
PENGARUH PEMBERIAN RELAKSASI GUIDED IMAGERY TERHADAP NYERI PADA PASIEN PASCA APENDIKTOMI : KMB isnanto, Isnanto; Lestari, Lesi
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v4i1.170

Abstract

Latar Belakang : Apendisitis merupakan penyakit Gastrointestinal yang perlu kita waspadai. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa insiden Apendisitis diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya. Salah satu prosedur penanganan apendisitis adalah dengan tindakan pembedahan yaitu Apendiktomi.Pasca dilakukannya Apendiktomi pasien mengalami keluhan nyeri. Penanganan nyeri yang dapat dilakukan adalah dengan tehnik non farmakologis yaitu memberikan guided imagery. Tujuan Penelitian :Mengetahui pengaruh relaksasi Guided Imagery terhadap nyeri pada pasien pasca Apendiktomi di RSUD Wirosaban Tahun 2016. Metode : Penelitan ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan rancangan one group pre-posttest design. Populasinya adalah pasien pasca apendiktomi yang ada di RSUD Wirosaban Yogyakarta.Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden 20 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner NRS (Numeric Rating Scale). Analisa data yang digunakan menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil : Hasil analisis uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh p value = 0.000 dengan taraf signifikansi < 0.05, dengan demikian nilai probabilitas 0.000 lebih kecil daripada ? = 0.05. Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian relaksasi guided imagery terhadap nyeri padapasien pasca apendiktomi di RSUDWirosaban tahun 2016. Saran : Penelitian ini diharapkan dapat di terapkan di bidang keperawatan dan menjadi referensi dalam pendidikan serta penelitian selanjutnya yang terkait dengan tehnik terapi non farmakologi. Kata Kunci : Apendiktomi - Guided Imagery – Nyeri

Page 1 of 1 | Total Record : 8