cover
Contact Name
Isnanto, S.Kep., Ns., MAN
Contact Email
-
Phone
+62274517065
Journal Mail Official
jurnal@stikesbethesda.ac.id
Editorial Address
Johar Nurhadi Number 6 Kota Baru
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 23387947     EISSN : 25020439     DOI : https://doi.org/10.35913/jk.v8i1.196
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan (e-ISSN: 2502-0439, p-ISSN: 2338-7947) merupakan jurnal yang meliputi bidang keperawatan dengan cakupan Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen dan Paliative Care. Jurnal Kesehatan publish 2 kali dalam setahun, setiap bulan Januari dan Juli dan dipublish oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum. Jurnal Kesehatan sudah terakreditasi oleh Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia.
Articles 173 Documents
EFEKTIVITAS ANKLE PUMPING DAN INTERMITEN PNEUMATIC COMPRESSION TERHADAP PENURUNAN RESIKO DEEP VEIN THROMBOSIS: KMB Pardede, Rumiris; Yuniarlina, Risma; Susilo, Wilherlmus Hary
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v7i2.158

Abstract

Impaired smooth flow of blood to the heart called Deep Vein Thrombosis is still quite high in patients post orthopedic surgery. This study aims to identify the effect of ankle pumping and intermittent pneumatic compression based on an Autar scale assessment in orthopedic surgical patients of the lower extremities. Quasi-experiment study method of pre-posttest design 144 respondents taken by purposive sampling with control 20, intervention 62 ankle pumping, and intervention 62 intermittent pneumatic compression. The results showed that there was no significant effect of ankle pumping intervention (p = 0.436, ? = 0.05) and intermittent pneumatic compression (p = 0.857, ? = 0.05) on the decrease of deep vein thrombosis but at interval ankle pumping age above 40 years (P = 0,001) and mobilization (p = 0,002) showed significant result and intermittent pneumatic compression intervention obtained significant result at mobilization (p = 0.000) to deep vein thrombosis decrease. Ankle pumping can be used as a self-administered nursing action to prevent Deep Vein Thrombosis in post-surgical orthopedic patients. Keywords: Ankle Pumping, intermitten pneumatic compression, Deep Vein Thrombosis, Orthopedi
EFEKTIFITAS TELENURSING TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN MALARIA DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN MIMIKA: Komunitas Berwulo, Johan; Kusumaningsih, Indriati; Adyatmaka, Andreas
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v7i2.159

Abstract

Abstract The impact of medication adherence on Malaria patients may increase the concentration of Plasmodium infections in the blood, increase parasitic resistance, disease recurrence, and increase the incidence of malaria. Telenursing interventions are expected to improve compliance with anti-malarial drugs with the Nola Pender health promotion approach to overcome limited regional coverage and utilize communication technology. This study uses Quasi Experimental design with random sampling posttest control group technique. The purpose of this study was to determine the effect of Telenursing on medication adherence to malaria patient at Puskesmas Work Area of ??Mimika Regency Health Office. The sample size of 117 respondents included 88 patients in the intervention group and 29 patients in the control group. Based on Health Promotion of Nola Pender, telenursing is packaged in the form of nursing care for malaria patient in reminding of taking medicine, educating the importance of treatment completely and its effect, perceived grievances and how to overcome them. Results of adherence improvement in the intervention group were 75 (85.2%) of the respondents compared to the control group of 9 (31.0%) respondents. Different independent test pValue = 0,000 (<0.05), there was a difference in medication adherence between the intervention group and the control group. Multivariate test showed there is an effect of telenursing on adherence pvalue = 0,000 (<0.005) OR 9,139. The study recommends that mutual trust between nurse-patient and the use of information technology (telephone / SMS / video call / IVR) can improve health services, especially on providing health education and promotion for patients in difficult to reach areas. Keywords: Telenursing, Medication Adherence, Malaria
EFEKTIFITAS BRIDGING EXERCISE TERHADAP KEKUATAN OTOT DAN KESEIMBANGAN TUBUH PADA PASIEN STROKE (DI RSUD POSO PROVINSI SULAWESI TENGAH) Manitu, Indrawan; Widani, Ni Luh; Aima, Havidz
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v7i2.160

Abstract

Latar Belakang: Stroke adalah kondisi gangguan peredaran darah di otak yang mengakibatkan perubahan fungsi otak. WHO menyebutkan 15 juta orang menderita stroke diseluruh dunia setiap tahun. Stroke berdampak pada penurunan kekuatan otot dan keseimbangan tubuh.penanganan yang baik dapat mencegah komplikasi, meningkatkan kemampuan pasiendalam aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup pasien. Tujuan: untuk mengetahui efektifitas Bridging Exercise terhadap kekuatan otot dan keseimbangan tubuh pada pasien stroke di RSUD Poso Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design dengan randomized pretest-posttest control group. Jumlah sampel 90 responden (67 responden kelompok intervensi Bridging Exercise, dan 23 responden kelompok kontrol). Uji Two independent sample test menunjukan ada perbedaan kekuatan otot (p=0,043) dan keseimbangan tubuh (p=0,000) antara kelompok intervensi dan kontrol. Hasil: hasil regresi linear berganda menunjukan ada pengaruh Bridging Exercise terhadap perubahan kekuatan otot (p=0,024) dan ada pengaruh Bridging Exercise terhadap keseimbangan tubuh (p=0,000). Jika dilihat dari persamaan matematis intervensi Bridging Exercise memberikan pengaruh sebesar 1,317 kali terhadap keseimbangan tubuh. Kesimpulan: bahwa latihan Bridging Exercise berpengaruh terhadap kekuatan otot dan keseimbangan tubuh. Saran: penelitian ini merekomendasikan agar intervensi Bridging Exercise sebagai dasar pertimbangan untuk terapi alternatif pasien stroke. Kata kunci : Bridging Exercise, kekuatan otot, keseimbangan tubuh
KARAKTERISTIK CLINICAL INSTRUCTOR DAN INDEKS PRESTASI MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI NERS Sudarta, I Wayan; Permina, Yullya; Adiyasa, Ratna Puspita
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v7i2.163

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pendidikan keperawatan bertujuan mempersiapkan mahasiswa keperawatan untuk menjadi lulusan yang mampu memberikan pelayanan keperawatan yang profesional dan berkualitas, termasuk dalam praktik klinik pelayanan mahasiswa kepada pasien. Clinical Instructor (CI)/ pembimbing klinik mempunyai peran yang penting dalam proses pembimbingan mahasiswa keperawatan. Khususnya bagi mahasiswa keperawatan yang sedang menjalani program pendidikan profesi ners. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik clinical instructor dengan Indeks Prestasi Mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Ners. Metode: Penelitian ini menggunakan design deskriptif korelasi dengan teknik pengambilan sampel dengan total sampling sejumah 55 responden. Hasil: karakteristik Clinical Instructor paling banyak adalah dalam kategori sangat baik dengan jumlah 52 responden (94,54%) dan sebagian besar pesponden memperolah IPK kategori Cumlaude dengan jumlah 52 responden (94,54%). Uji Analisis Bivariate Kendal Tau menunjukkan bahwa hasil p-value = 0,672 > ? = 0,05. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik Clinical Instructor dengan nilai Indeks Prestasi Komuliatif Mahasiswa Pendidikan Profesi Ners. Saran: Penelitian lebih jauh tentang topik ini dengan metode kualitatif mungkin dapat dilakukan untuk semakin memperkaya pengetahuan. Kata Kunci: Clinical Instructor - Characteristic – Indeks - Prestasi
Screening Gangguan Mental Emosional: Depresi, Ansietas, Stres Menuju Sehat Jiwa Pada Mahasiswa Keperawatan Semester I Di Salah Satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta 2020 Kurniawan, Erik Adik Putra Bambang; Ngapiyem, Ruthy
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v7i2.165

Abstract

ABSTRACT Background: The process of transition from High School to Higher Education is a period that is not easy for some first semester students, need self-skills in preparation for a new environment in Higher Education. This adjustment will be a problem for students who are not as expected, thus increasing mental emotional problems. To find a picture of emotional mental problems that can be done by screening using the DASS 42 instrument. Objective: To find a picture of the problem of mental emotional disorders: depression, anxiety, and stress based on the results of screening for mental emotional disorders to reach mental health students. Method: The research design in this study is a descriptive survey research method to describe the problem of mental emotional disorders of respondents. Results: From a total of 141 respondents, the number of respondents who experienced depression problems was 42 respondents (30%) divided into mild depression categories 25 respondents (18%), moderate depression 13 respondents (9%), and severe depression 4 respondents (3% ). Respondents with anxiety problems were 94 respondents (67%) who were divided into mild anxiety categories 25 respondents (18%), moderate anxiety 48 respondents (34%), severe anxiety 16 respondents (11%), and very severe anxiety 5 respondents (4 %). While respondents who experienced stress were 28 respondents (20%) who were divided into mild stress categories 19 respondents (13%), moderate stress 6 respondents (4%), and severe stress 3 respondents (2%). Conclusion: Based on the results of screaning, respondents have emotional mental disorders in the form of depression, anxiety, and stress. Suggestion: Academic advisers to be able to improve mentoring and monitoring related to mental emotional disorders in students. Keywords: Screaning, Emotional Mental Disorders, Mental Health
Bahasa Indonesia: Bahasa Inggris Daeli, Novita Elisabeth; Frisca, Sanny
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v8i1.166

Abstract

Bunion atau Hallux Valgus (HV) adalah peradangan sendi kronis yang terjadi saat ibu jari terdorong terus-menerus ke arah jari lainnya. Kelompok paling rentan mengalami bunion adalah kelompok lanjut usia (Lansia). Proses penuaan adalah siklus kehidupan yang ditandai dengan tahapan menurunnya berbagai fungsi organ tubuh, ditandai dengan semakin rentannya tubuh terhadap berbagai serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian misalnya pada sistem kardiovaskuler dan pembuluh darah, pernafasan, endokrin, musculoskeletal dan lain sebagainya. Adanya penurunan berbagai fungsi ini khususnya pada system musculoskeletal dapat mengakibatkan perubahan keseimbangan pada postur tubuh. Resiko yang paling membahayakan akibat hilangnya keseimbangan tubuh pada lansia adalah resiko jatuh. 1 dari 3 lansia berusia lebih dari 65 tahun mengalami jatuh setiap tahunnya dan kejadian jatuh ini disebabkan oleh berbagai hal salah satunya bentuk alas kaki yang digunakan seperti sepatu dengan tumit yang tinggi (high heels), sepatu dengan sol yang licin, serta sepatu dengan ketidakseimbangan antara ketinggian sol tengah dan tumit. Gangguan keseimbangan tubuh menyebabkan lansia memiliki resiko tinggi terhadap terjadinya jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Bunion (Hallux Valgus) dengan keseimbangan tubuh pada wanita pengguna sepatu high heels. Analisis univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan proporsi serta analisis bivariat dengan uji Kendal Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bunion terhadap keseimbangan tubuh lansia (p=0,041) dimana 25% penderita bunion mengalami 85% gangguan keseimbangan tubuh.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI PASIEN DIABETES MELITUS DALAM MENGONTOL KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA RUTENG, MANGGARAI Simon, Maria Getrida
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v8i1.168

Abstract

Latar belakang Peran dan fungsi keluarga sangat dibutuhkan oleh anggota keluarga yang sakit. Ketika salah satu anggota keluarga atau lebih mengalami masalah kesehatan maka keluarga berperan penting dalam memberikan dukungan dalam pemecahan masalah. Bentuk pemecahan masalah kesehatan khususnya pada pasien diabetes melitus yaitu dengan cara memotivasi pasien dalam mengontrol kadar gula darah. Pengontrolan kadar gula darah secara teratur harus dilakukan untuk mencegah komplikasi berupa luka gangren, koma diabetikum dan retinopati diabetikum. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara Dukungan keluarga dengan Motivasi pengontrolan gula darah pada pasien dengan Diabetes mellitus tipe 2.metode: Desain dalam penelitian ini menggunakan cross sectional design. Penelitian ini menggunakan uji statistik sperman rho untuk melihat hubungan antara kedua variabel. Penelitian ini akan dilakuan di Puskesmas di kabupaten Manggarai. Hasil: sebagaian besar responden mendapatkan dukungan keluarga cukup dan motivasi mengontrol gula darah kurang sebanyak 45 responden dengan P value 0,046 yang berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dan motivasi dalam mengontrol gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas kota Ruteng.kesimpulan: ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan motivasi dalam mengontrol gula darah pada diabetes melitus tipe 2 di pusksmas kota ruteng. Saran: melalui penelitian ini peneliti menyarankan bahwa sebagai tenaga kesehatan penting untuk meberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya mengontrol gula darah.
PENGARUH PEMBERIAN RELAKSASI GUIDED IMAGERY TERHADAP NYERI PADA PASIEN PASCA APENDIKTOMI : KMB isnanto, Isnanto; Lestari, Lesi
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v4i1.170

Abstract

Latar Belakang : Apendisitis merupakan penyakit Gastrointestinal yang perlu kita waspadai. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa insiden Apendisitis diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya. Salah satu prosedur penanganan apendisitis adalah dengan tindakan pembedahan yaitu Apendiktomi.Pasca dilakukannya Apendiktomi pasien mengalami keluhan nyeri. Penanganan nyeri yang dapat dilakukan adalah dengan tehnik non farmakologis yaitu memberikan guided imagery. Tujuan Penelitian :Mengetahui pengaruh relaksasi Guided Imagery terhadap nyeri pada pasien pasca Apendiktomi di RSUD Wirosaban Tahun 2016. Metode : Penelitan ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan rancangan one group pre-posttest design. Populasinya adalah pasien pasca apendiktomi yang ada di RSUD Wirosaban Yogyakarta.Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden 20 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner NRS (Numeric Rating Scale). Analisa data yang digunakan menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil : Hasil analisis uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh p value = 0.000 dengan taraf signifikansi < 0.05, dengan demikian nilai probabilitas 0.000 lebih kecil daripada ? = 0.05. Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian relaksasi guided imagery terhadap nyeri padapasien pasca apendiktomi di RSUDWirosaban tahun 2016. Saran : Penelitian ini diharapkan dapat di terapkan di bidang keperawatan dan menjadi referensi dalam pendidikan serta penelitian selanjutnya yang terkait dengan tehnik terapi non farmakologi. Kata Kunci : Apendiktomi - Guided Imagery – Nyeri
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PANTI WREDHA BUDHI DHARMA YOGYAKARTA Listyaningsih, Enik; Ratmawati , Yuni
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: In 2014, the number of elderly in DIY was above national average with percentage of 15%, while national average is 7% (B2P3KS, 2015). Physical problems are experienced by elderly because of the aging process, one of them is sleep disorder. The increasing of physical disorders can cause changes in their quality of life. Research Objective: To know the correlation between quality of sleep and quality of life of elderly at Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta in 2016. Methods: Correlational study with cross sectional design. Population was 52 elderly who live in Panti Wredha Budhi Dharma. It used purposive sampling with 30 samples. The research instrument used questionnaire that had been modified from PSQI and WHOQOL_BREF. Data were analyzed using Spearman Rank. Results: In this study, p value < ?, ie 0.009 <0.05 means that H0 is rejected and H? is accepted, so there is a correlation between quality of sleep and quality of life of elderly at Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta in 2016. Conclusion: There is a correlation between quality of sleep and quality of life of elderly at Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta in 2016. Suggestion: Further researchers are suggested to use observation about quality of sleep and quality of life. Keywords: sleep quality - quality of life – elderly
PENGARUH BERAS HITAM TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI DUSUN KADIROJO II, SLEMAN, YOGYAKARTA Istiarini, Chatarina Hatri
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v4i2.173

Abstract

Background: Diabetes Melitus (DM) is a chronic condition with the indication of blood glucose that exceeds normal level (Perkeni, an Association of Indonesian Endocrinology, 2016). Indonesia is now at the forth rank after US, China and India. It is estimated that in 2020 Indonesian citizens above 20 with diabetes will be 178 million with an assumsion of DM prevalence of 4.6% will be 8.2 million (Perkeni, 2016). Objective: To investigate the influence of black rice toward blood glucose in DM clients type II. Method: It was a Pre-Experimental research with one-group pretest-posttest. T-test analysis was applied to investigate its mean differences between blood glucose level before and after having black rice in DM clients type II of Kadirojo II. Result: The result shows that p val: 0,013, it means smaller than ?: 0,05.Conclusion: There is an influence of black rice toward blood glucose in DM clients type II in Kadirojo II, Sleman, Yogyakarta in August 2016. Suggestion: DM clients type II in Kadirojo II are suggested to consume black rice as an alternative of low glocose but high fiber carbohydrate; the local government is suggested to socialize the benefit of black rice to control blood glucose level.

Page 6 of 18 | Total Record : 173