cover
Contact Name
Rio Febriannur Rachman
Contact Email
dakwatunaiais@gmail.com
Phone
+6287855996086
Journal Mail Official
dakwatuna.iais@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Wonorejo Lumajang Jawa Timur 67358
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
ISSN : 24430617     EISSN : 26861100     DOI : -
Dakwatuna is Dawah and Islamic communication Journal. It has been published since 2015 provides a forum for scientific communication of thought and research of Islamic Counseling Guidance, Islamic Broadcasting Communication, Dawah Management. Published twice a year, February and August. The editors welcome articles and research reports in the study of Islamic Counseling Guidance, Islamic Broadcasting Communication, Dawah Management.
Articles 235 Documents
Nanggeleh: Kajian Filosofis dan Psikologi Dakwah Petani Pandalungan Abdul Ghofur; Zainil Ghulam; Bambang Subahri
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 8 No 1 (2022): PEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/dakwatuna.v8i1.1559

Abstract

Nanggeleh is a local term for the Pandalungan community which means plowing agricultural land. A term that is full of philosophical symbolic meanings and involves long term memory from a psychological perspective so as to form behavior that is in accordance with the principles of Da'wah Islamiyah. This research is a qualitative type of research with interview, observation and documentation data collection methods conducted in Ranuyoso Village, Ranuyoso District, Lumajang Regency. This study discusses 1). Nanggeleh's Philosophical Concepts and Practices in the Muslim Community of Pandalungan and 2). Psychology of Da'wah and Contextualization of Nanggeleh Farmers Pandalungan.
Dakwah Modern Pada Era Konvergensi Media: Studi Kasus Youtube Pondok Pesantren Nurul Jadid Nur Aisyah; Sawiyatin Rofiah
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 8 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v8i2.1632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pondok Pesantren Nurul Jadid memanfaatkan era konvergensi ini sebagai media untuk berdakwah secara modern. Pondok Pesantren Nurul Jadid adalah salah satu Pondok Pesantren terkenal di Jawa Timur. Pesantren ini dikenal sebagai pesantren modern, karena dalam lingkungannya menerapkan budaya modern tanpa menghilangkan sisi tradisional di dalamnya. Di zaman yang semakin maju ini, penerapan dakwah modern sangat dianjurkan untuk menyampaikan ajaran islam kepada masyarakat milenial dengan menggunakan media-media modern sebagai wasilah antara da’i dan mad’u. Melihat zaman yang terus berkembang memungkinkan untuk penyampaian dakwah secara kreatif serta inovatif agar dapat menarik perhatian masyarakat maya kepada dakwah yang disampaikan. Didalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis fenomenologi dengan teknik pengumpulan data, menganalisis data, wawancara serta observasi secara langsung. Hasil dari penelitian ini Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai Pesantren modern menerapkan media konvergensi sebagai media untuk mengajak orang lain dalam kebaikan, mengingatkan seseorang akan hari akhir, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar dengan dakwah yang dikemas secara rapi dan modern.
Strategi Komunikasi Radio Komunitas Pendidikan dan Dakwah dalam Mempertahankan Eksistensi di Kota Semarang Mustofa Hilmi; M Alfandi; Sefdha Prisdayanti
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 8 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v8i2.1623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi Radio Aska FM dalam mempertahankan eksistensinya sebagai radio pendidikan dan dakwah. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat strategi komunikasi yang digunakan Radio Aska FM dalam mempertahankan eksistensi. Pertama, identifikasi khalayak dengan mengadakan gathering, talkshow, dan membuka saluran komunikasi melalui berbagai kanal. Kedua, penyusunan pesan dengan menyusun program aktual sesuai informasi pada tahap pertama. Ketiga, penetapan metode. Keempat, pemilihan media baik secara konvensional dengan memakai frekuensi 107.9 FM maupun new media seperti streaming melalui facebook dan layanan Internet Live Streaming (ILS). Selain itu, Radio Aska FM juga melakukan inovasi dalam mempertahankan eksistensi dengan cara memberikan pelatihan secara periodik dan kontinu di bidang broadcast kepada khalayak, membangun sinergi dengan masyarakat, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak baik dalam skala regional maupun nasional guna merancang dan membangun program, mewujudkan kemandirian dengan menciptakan unit usaha yang dapat menopang dan mendorong biaya oprasional guna kelancaran siaran radio.
Moderat Islamic Da’wah to Eliminate Islamophobia Muhammad Amin Sila
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 8 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v8i2.1652

Abstract

Islamophobia is one of the latent problems in many moslem country, including where the majority of the population is Muslim, such as Indonesia. Hatred and fear of Islam, can disturb the harmony in society. This article describes the dangers of Islamophobia, and some strategies which can be taken to handle it. The aims of this study are to explore what are the challenges and opportunities of the Indonesian people regarding these Islamophobia problems. This article uses the theory and concept of Islamophobia. In addition, the concept of discourse popularized by Jurgen Habermas is used to examine the problems. This qualitative study uses a literature approach. Based on the discussion conducted, Islamophobia in Indonesia can permeate the personalities of non-Muslims and Muslims alike. Therefore, efforts are needed to spread an understanding of the true teachings of Islam. Such efforts are the responsibility of all Muslims. One of the ways that can be taken, is echoing Islam rahmatan lil'alamin, spoken and written at every opportunity. Most importantly, practice behavior according to the noble values ​​of Islam in order to represent the goodness of Islam in front of the widest public. Keywords: Indonesia, Islam, Islamophobia, compassion, discourse
Domestikasi Media Sosial dalam Aktivitas Dakwah di Kalangan Millenial Diana, Zahrotul Farodis
Dakwah Vol 8 No 1 (2022): PEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trend dakwah yang selalu berubah secara dinamis menimbulkan banyak metode dan trategi baru dalam menyampaikannya, utamanya di kalangan pemuda-pemudia yang lumrah disebut dengan generasi millenial. Populasi generasi millenial yang semakin pesat menuntut para pendakwah untuk berinovasi, salah satunya oembaruan media dakwah. Studi ini mendeskripsikan proses domestikasi media sosial dalam dakwah di kalangan millenial. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini menghasilkan sebuah temuan bahwa kecenderungan para millenial yang menggemari gadet dan media sosial menyebabkan domestikasi media sosial dalam menyampaikan dakwah di kalangan millenial.
العلماء: دورهم الدعوي واقسامهم عند ابو حامد الغزالي Farid, Achmad
Dakwah Vol 8 No 1 (2022): PEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v8i1.1267

Abstract

This article aims to explain the concept of the division of scholars according to Imam Al-Ghazali in his phenomenal book Ihya' Ulumiddin, without exception, in theoretical and methodological aspects of preaching to these scholars. In the current era of technological progress, there is a crisis regarding the identity of the clergy. Especially for ordinary people, it becomes difficult in itself to determine scholars who deserve to be role models and role models. Not infrequently, with a good turban and a good one, there are some people who claim to be a cleric, but do not have the slightest capacity as a cleric, both intellectually and morally. Fame and followers have been obtained but not balanced with adequate knowledge will eventually lead the people to the brink of astray. By using the research literature method, especially from the books of Imam Al-Ghazali, it is hoped that this paper can answer the concerns above and be able to identify the Islamic scholars and self-reflection from bad and world-oriented scholars.
Pendidikan Akhlak Melalui Dakwah bil Uswah di Pondok Pesantren Yakin, Aenul; Nur, Tajuddin
Dakwah Vol 8 No 1 (2022): PEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Moral education in Islam is education that recognizes that good preaching is needed in human life and must be taught by Islamic boarding schools. By instilling good morals so that you can become an example if you graduate. At this time, the most important thing is to set an example in preaching, or it can be said to be Da’wah Bil Uswah. This article will discuss Da'wah Bil Uswah, and this type of research is qualitative research. The subjects of this study were caregivers, ustadz, and students of Pondok Pesantren At-Taubah Karawang. The place of research was conducted at Pondok Pesantren At-Taubah Karawang. The data collection method uses observation, interview, and documentation techniques. Furthermore, the data is presented in an appropriate form to read and understand. Then the data is analyzed, and conclusions are drawn. The results of this study state that 1) The implementation of the concept of Imam Al Ghazali's Moral education is categorized as having a good implementation, indicated by the contribution of caregivers and ustadz making the schedule for the Koran and scientific contributions; 2) Efforts made by caregivers and ustadz in implementing the concept of moral education through Dakwah bil Uswah at Pondok Pesantren At-Taubah Karawang, namely: a) Providing guidance; b) Giving Tausiyah; c) Providing exemplary; d) Applying habituation; 3) Supporting factors in implementing the concept of moral education at Pondok Pesantren At-Taubah Karawang, namely: a) Cooperation between caregivers and ustadz; b) Parental Support; c) Facilities. 4) The inhibiting factors in implementing the concept of moral education at Pondok Pesantren At-Taubah Karawang are a) Worldly nature; b) Limited Facilities and Infrastructure. Keywords; Concept of Moral Education, Pupils, Boarding Schools, Dakwah bil Uswah
Analisis Struktur Teks Pesan Dakwah dalam Novel Mencari Sebuah Titik Karya Torianu Wisnu Soraya, Serin Himatus; Maghfiroh, Hanif
Dakwah Vol 8 No 1 (2022): PEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v8i1.1382

Abstract

Abstrak Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pesan dakwah yang terkandung dalam novel berjudul Mencari Sebuah Titik karya Torianu Wisnu.Novel dapat dikatakan sebagai media dakwah yang usianya terbilang panjang karena bersifat dokumentasi, berbeda dengan dakwah yang dilakukan secara lisan. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan pengkajian terhadap pesan dakwahnya untuk memudahkan pembaca dalam memahami isi yang hendak disampaikan penulis. Dengan menggunakan analisis wacana model Teun A. Van Dijk, penelitian ini akan menganalisis struktur teks berupa tematik, skematik, semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris untuk menemukan pesan dakwah di dalamnya. Hasil yang ditemukan yaitu terdapat tiga jenis pesan dakwah berupa pesan akidah yaitu tentang takdir, jodoh, serta kepercayaan terhadap ujian dan cobaan. Sedangkan pesan syariah yang ditemukan berupa imbauan untuk senantiasa menjaga kesucian atau sering-sering berwudhu dan ajakan untuk menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup yang berkaitan dengan ibadah maupun muamalah. Adapun pesan akhlak di antaranya tentang urgensi meminta maaf, serta menjelaskan tentang tawakal kepada Allah. Abstract This study wants to explore the da’wah messages in a novel Mencari Sebuah Titik by Torianu Wisnu. Novel can be said as a medium of da’wah that lasts a long time because it is documentary, different from da’wah does by spoken. Therefore, it’s important to review the da’wah messages on that novel in order to make easier for readers to understand the contents. Using the discourse analysis of Teun A. Van Dijk, this study will analyzing the text structure such as thematic, schematic, semantic, syntactic, stylistic, and rhetoric to find the da’wah messages. The results were found that there are three of da’wah messages types are akidah messages about destiny, mates, test and temptation. While the syari’ah messages are appeal to always keep the purity or wudhu frequently and asking to make Al Qur’an be the life guidelines in the worship or social problem. As for the akhlak messages such as the urgency of apologizing and surrender to Allah.
Rekonstruksi Model Penyiaran Dakwah Islam Pada Masyarakat Pesisir Kuala Langsa Siregar, Mawardi
Dakwah Vol 8 No 1 (2022): PEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v8i1.1505

Abstract

Masyarakat Pesisir Kuala Langsa memiliki cara hidup yang khas sebagai nelayan. Kekhasan tersebut amat sangat penting dipahami untuk mendaratkan dakwah yang relevan dengan kondisi mereka. Tulisan ini memberikan gambaran model penyiaran dakwah Islam yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan dakwah Islam di pesisir Kuala Langsa. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang dipilih secara purvosif mewakili masyarakat dan pendakwah. Observasi yang dilakukan berulang-ulang dan studi dokumentasi juga menjadi pilihan pengumpulan data penelitian ini. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa realitas dakwah yang berlangsung selama ini belum mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat Kuala Langsa, sehingga kegiatan dakwah berjalan apa adanya. Kondisi ini akan dipaparkan pada bagian pertama tulisan ini. Pada bagian selanjutnya, dijelaskan rekonstruksi model dakwah yang relevan dengan situasi dan kondisi masyakat pesisir Kuala Langsa. Pada akhirnya, tulisan ini berargumen bahwa situasi dan kondisi, demikian juga kompleksitas persoalan masyarakat sasaran dakwah menuntut keahlian para pendakwah untuk merekonstruksi model dakwah yang relevan dan solutif.
Nanggeleh: Kajian Filosofis dan Psikologi Dakwah Petani Pandalungan Ghofur, Abdul; Ghulam, Zainil; Subahri, Bambang
Dakwah Vol 8 No 1 (2022): PEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v8i1.1559

Abstract

Nanggeleh is a local term for the Pandalungan community which means plowing agricultural land. A term that is full of philosophical symbolic meanings and involves long term memory from a psychological perspective so as to form behavior that is in accordance with the principles of Da'wah Islamiyah. This research is a qualitative type of research with interview, observation and documentation data collection methods conducted in Ranuyoso Village, Ranuyoso District, Lumajang Regency. This study discusses 1). Nanggeleh's Philosophical Concepts and Practices in the Muslim Community of Pandalungan and 2). Psychology of Da'wah and Contextualization of Nanggeleh Farmers Pandalungan.