cover
Contact Name
Sugeng Maryanto
Contact Email
sugengmaryanto99@gmail.com
Phone
+6281225183599
Journal Mail Official
sugengmaryanto99@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
ISSN : 19780346     EISSN : 25803751     DOI : 10.35473
Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 280 Documents
EFEK PERASAN BUAH PIR (Pyrus communis) SEBAGAI ANTI ALERGI PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI PERASAN UDANG Riska Kurnia Oktaviani; Richa Yuswantina; Jatmiko Susilo
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alergi merupakan suatu kelainan reaksi berlebih (hipersensitivitas) system imun tubuhterhadap substansi spesifik (allergen) yang mengakibatkan kerusakan jaringan. Buah pir(Pyrus communis) mengandung quercetin yang diduga mempunyai efek anti alergi. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui efek perasan buah pir sebagai anti alergi pada tikus putihjantan galurWistar.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan desain pre and posttest control group yang terdiri dari 5 kelompok. Tikus diinduksi perasan udang pada hari ke 1dan 2, kemudian masing-masing kelompok diberi perlakuan meliputi kontrol negatif(aquadest + CMC Na 0,5%), kontrol positif (loratadine + CMC Na 0,5%), perasan buah pirkadar 7,5% v/v, 15% v/v, dan 22,5% v/v. Data dianalisa menggunakan SPSS versi 21,0 forwindows dengan uji Kruskal-Wallis taraf kepercayaan 95%.Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis selisih eosinofil dan diameter bentolan antaraperasan buah pir dan loratadine didapatkan signifikasi (p>0.05) yang berarti perasan buah pirkadar 22,5% v/v memiliki efek anti alergi yang sebanding dengan loratadine.
UJI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) TERHADAP KELARUTAN BATU GINJAL KALSIUM IN VITRO Roviq Prasetiyo; Niken Dyah Ariesti; Richa Yuswantina
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) mengandung flavonoid yang didugamempunyai efek terhadap kelarutan batu ginjal kalsium. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efek ekstrak etanol 70% daun belimbing wuluh terhadap kelarutan batu ginjalkalsium secara in vitro.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan desain post test.Perlakuan terdiri dari 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok I kontrol negatif (aquadest),kelompok II ekstrak kadar 0,5% b/v, kelompok III ekstrak kadar 1% b/v, dan kelompok IVkadar ekstrak 2% b/v. Perendaman batu ginjal dilakukan selama 7 jam, kemudian kalsiumyang terlarut diidentifikasi dengan menggunakan spektrofotometer AAS. Data kelarutan batuginjal dianalisis menggunakan SPSS 15.0 for windows menggunakan uji Kruskall Wallis danMann-Whitney dengan taraf kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun belimbing wuluhdengan kadar 0,5% b/v, 1% b/v, dan 2% b/v mempunyai daya melarutkan batu ginjal kalsiumsecara in vitro, yaitu pada kadar 0,5% b/v adalah sebesar 4,98 ± 2,26 mg/L, pada kadar 1%b/v adalah sebesar 11,5 ± 3,85 mg/L, dan pada kadar 2% b/v adalah sebesar 14,3 ± 2,26mg/L.
EFEKTIVITAS JUS TOMAT (Lycopersicum esculantum) PADA MENCIT HAMIL YANG TERPAPAR ASAP ROKOK Rozalia; Nova Hasani Furdiyanti; Dian Oktianti
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan asap rokok sangat mengkhawatirkan beberapa kelompok sosial termasuk wanita hamil. Bahan kimia yang dikeluarkan asap rokok jika terhisap akan berpengaruh kepada kehamilan, mempengaruhi plasenta dan pertumbuhan janin serta bisa terjadi hipoksia pada janin. Tomat dikenal sebagai sumber utama lycopene.Lycopene termasuk senyawa karotenoid yang memberikan warna merah pada tomat. Telah dibuktikan secara in vitro bahwa lycopene merupakan penangkal radikal bebas yang paling efektif diantara karotenoid yang lain, termasuk ß-caroten. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas jus tomat terhadap mencit hamil yang terpapar asap rokok. Jenis rancangan penelitian ini bersifat eksperimental murni dengan post test only control group design dengan Rancangan Acak Lengkap(RAL) yang terdiri dari satu kelompok kontrol negatif (1 batang rokok/hari), satu kelompok kontrol positif (vitamin E dosis 130 IU), dan dua kelompok perlakuan (jus tomat (Lycopersicum esculantum) dosis 675mg/20 BB dan 900mg/20g BB).Data dianalisis menggunakan ujiKruskall-Wallis satu jalan dan ujiMann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok perlakuanjus tomat (Lycopersicum esculantum) dosis 675mg/20g BB dan900mg/20g BBmemiliki efek dilihat dari PKBP induk mencit dan berat badan fetus mencit yang terpapar asap rokok dan kelompok jus tomat (Lycopersicum esculantum) dosis 675mg/20g BB memiliki efek dilihat dari PKBP induk mencit dan berat badan fetus mencit yang terpapar asap rokok sebanding dengan vitamin E dosis 130 IU.
HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI AIFARINA DENGAN STUNTING PADA BALITA 24-59 BULAN DI DESA URAHOU KECAMATAN HATULIA KABUPATEN ERMERA TIMOR LESTE Maria Bella Pereira; Sugeng Maryanto; Indri Mulyasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Aifarina/singkong merupakan makanan pokok, dengan kandungan tinggi energi dan rendah protein. Mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi aifarina dengan stunting pada balita 24-59 bulan di Desa Urahou Kecamatan Hatulia Kabupaten Ermera Timor Leste. Studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita 24-59 bulan di Desa Urahou, Kecamatan Hatulia, Kabupaten Ermera, Timor Leste. Didapatkan sampel 94 balita dengan metode simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan microtoice dan FFQ semi kuantitatif. Analisis bivariat menggunakan spearman rank (α = 0,05). Rata-rata jumlah konsumsi aifarina pada balita adalah 88,24 gram dimana konsumsi paling rendah 50 gram dan konsumsi paling tinggi 150 gram. Rata-rata frekuensi konsumsi aifarina 4,62 kali per minggu. Frekuensi sering 43,6%, selalu 36,2%, dan jarang 20,2%. Stunting sebesar 23,54 % dengan rincian kategori pendek 54,3% dan sangat pendek 24,4 %. Ada hubungan antara jumlah konsumsi aifarina dengan stunting (p = 0,002) dan ada hubungan antara frekuensi konsumsi aifarina dengan stunting (p = 0,022) Ada hubungan antara kebiasaan dan frekuensi konsumsi aifarina dengan stunting pada balita di Desa Urahou Kecamatan Hatulia Kabupaten Ermera Timor Leste.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA KIDANG KECAMATAN PRAYA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH Marni Trisnawati; Galeh S. Pontang; Indri Mulyasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu dampak masalah gizi dari asupan masa lampau yang diakibatkan oleh kurangnya asupan zat gizi makro dan mikro (seperti protein, vitamin A, seng), serta frekuensi terjadinya penyakit infeksi seperti diare serta berat badan lahir rendah (BBLR). Dampak dari Kejadian stunting adalah apatis, gangguan bicara, gangguan perkembangan dan penurunan skor IQ Tujuan penelitian ini untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Kidang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah. Desain penelitian adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh balita usia 24-59 bulan di Desa Kidang. Didapatkan 90 sampel dengan pemilihan sampel menggunakan proportional random sampling. Pengambilan data menggunakan FFQ semikuantitatif dan wawancara lagsung. Analisis data menggunakan uji Chi Square (a=0,05) Asupan energi balita kategori lebih sejumlah 52,2%. Asupan protein balita kategori lebih sejumlah 48,9%. Asupan seng balita kategori lebih sejumlah 45,6%. Balita mengalami diare kategori sering yaitu 43,3%. Berat badan lahir balita yaitu kategori BBLR sejumlah 65,6%. Balita mengalami stuting 51,1% dan tidak stunting 48,9%. Ada hubungan antara asupan energi, protein seng (Zn), frekuensi diare dan BBLR dengan kejadian stunting (p=0,03; p=0,026; p=0,04; p=0,035; p=0,22). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Desa Kidang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah adalah asupan energi, protein, seng, frekuensi diare dan berat badan lahir rendah.
HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN FREKUENSI ISPA DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI DESA KAWENGEN KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Titin Ida Zulianingsih; Indri Mulyasari; Purbowati
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi kurang merupakan salah satu masalah gizi dari asupan masa sekarang.Faktor yang mempengaruhi gizi kurang yaitu tingkat kecukupan energi, zat gizi makro, frekuensi terjadinya penyakit infeksi seperti ISPA dan diare yang akan berdampak tehadap terhambatnya pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan zat gizi makro dan frekuensi ISPA dengankejadian gizi kurang pada balita usia 12-59 bulan di Desa Kawengen Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Desain penelitian deskriptif korelasi menggunakan pendekatancross sectional.Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh balita usia 12-59 bulan di Desa Kawengen. Didapatkan 88 sampel dengan pemilihan sampel menggunakan proportional random sampling. Pengambilan data menggunakan recall 3x24 jam dan wawancara lagsung. Analisisdata menggunakan uji kendall tau ( =0,05). Tingkat kecukupan kabohidrat paling banyak yaitu kategori baik yaitu 50%. Tingkatkecukupan protein paling banyak yaitu kategori baik dan kurang yaitu sama-sama 39,8%. Tingkat kecukupan lemak paling banyak yaitu kategori baik yaitu 65,9%. Paling banyak balita yang mengalami ISPA kategori jarang yaitu 65,9%. Balita yang mengalami gizi kurang 35,2% dan balita yang tidak gizi kurang 64,8%. Ada hubungan tingkat kecukupan protein dan frekuensi ISPA dengan kejadian gizi kurang (p=0,0001; p=0,0001). Tidak ada hubungan tingkat kecukupan karbohidrat dan lemak dengan kejadian gizi kurang (p=0,372; p=0,086). Ada hubungan tingkat kecukupan protein dan frekuensi ISPA dengan kejadiangizi kurang. Tidak ada hubunngan tingkat kecukupan karbohidrat dan lemak dengan kejadian gizi kurang pada balita usia 12-59 bulan di Desa Kawengen Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten semarang.
UJI EFEK DIURETIKA PERASAN BUAH PIR (Pyrus communis L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Uswatun Khasanah; Nova Hasani Furdiyanti; Richa Yuswantina
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diuretik adalah zat-zat yang dapat memperbanyak pengeluaran kemih (diuresis)melalui kerja langsung terhadap ginjal. Buah pir (Pyrus communis L.) mengandung senyawaflavonoid yang dapat digunakan sebagai diuretik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuipengaruh efek diuretik perasan buah pir (Pyrus communis L.) terhadap tikus putih jantan galurwistar.Jenis rancangan penelitian ini bersifat eksperimental murni dengan post test onlycontrol yang terdiri dari satu kelompok kontrol negatif CMC Na 1 %, satu kelompok kontrolpositif (furosemid) dosis 0,5068 mg/200 g, dan tiga kelompok perlakuan (perasan buah pir(Pyrus communis L.) dosis 2,5 g/kg BB, 5 g/ kg BB dan 7,5 g/kg BB). Data dianalisismenggunakan uji Kruskall-Wallis satu jalan dan uji Mann-Whitney.Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok perlakuan perasan buah pir (Pyruscommunis L.) dosis 2,5 g/kg BB, 5 g/ kg BB memiliki efek diuretik dan kelompok perasanbuah pir (Pyrus communis L.) dosis 7,5 g/kg BB memiliki efek diuretik yang sebandingdengan furosemid dosis 0,5068 mg/200 gram BB.
HUBUNGAN PERILAKU CARING DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRA OPERASI MAYOR DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG Widodo Rony Sungkowo; Zumrotul Choiriyyah; Priyanto
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah-masalah yang bisa terjadi berkaitan dengan kecemasan pada masa pre operatif antara lain tingkat kecemasan meningkat dengan cepat, pasien menjadi marah dan bermusuhan, pasien menjadi depresi karena dilingkupi kecemasan dan perasaan tidak berdaya. Intervensi yang dapat diberikan oleh perawat antara lain menggunakan sentuhan untuk mengkomunikasikan sikap ”caring” perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pasien pra operasi mayor di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Kabupaten Temanggung. Jenis desain dalam penelitian ini berbentuk desain studi korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah semua pasien pre operatif di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung sebanyak 95 pasien dengan sampel 95 orang dan teknik sampling accidental sampling. Analisis data yang digunakan chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku caring perawat sebagian besar kategori baik yaitu sebanyak 27 orang (58,7%).Kecemasan pasien pra operasi mayorsebagian besar kategori cemas ringan yaitu sebanyak 33 orang (71,7%).Ada hubungan perilaku caring perawat dengan kecemasan pasien pra operasi mayor di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung, dengan pvaluesebesar 0,037 (α = 0,05).
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG POSYANDU BALITA DENGAN KUNJUNGAN IBU KE POSYANDU BALITA DI DESA TAMBAKSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ROWOSARI Feni Setyowati; Fitria Primi Astuti; Sundari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk menurunkan Angka Kesakitan Balita yaitu salah satunya dengan kegiatan posyandu. Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Bersumber Daya Masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Pada tahun 2013 jumlah posyandu di Kabupaten Kendal yang aktif yaitu sebanyak 1.397 posyandu. Data kunjungan Posyandu terendah di Kabupaten Kendal yaitu di Wilayah Kerja Puskesmas Rowosari tepatnya di Desa Tambaksari yaitu terdapat balita sebanyak 2638 balita (69,3%). Desain penelitian ini menggunakan pendekatan secaraCross Sectional, dengan desain penelitian studikorelasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2015 di Desa Tambaksari Wilayah Kerja Puskesmas Rowosari. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 12-59 bulan di Desa Tambaksari Wilayah Kerja Puskesmas Rowosari yang berjumlah 228 responden. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik Proportionate Random Sampling Hasil penelitian ini menunjukan Sebagian besar responden dengan pengetahuan kurang yaitu sejumlah 36 responden (51,4%); Sebagian besar responden yang kunjungannya tidak baik yaitu sejumlah 40 responden (57,1); Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang posyandu balita dengan kunjungan ibu ke posyandu balita di Desa Tambaksari Wilayah Kerja Puskesmas Rowosari, diketahui bahwa p value=0.005 < a (0,05). Saran yang diberikan pada masyarakat khususnya ibu yang mempunyai balita diharapkan supaya selalu aktif dalam berkunjung ke posyandu agar tumbuh kembang balita terpantau.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BATITA DI DESA KEMIRI KECAMATAN JEPON KABUPATEN BLORA Martha Nilawati; Sugeng Maryanto; Indri Mulyasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi kurang atau buruk pada masa bayi dan anak –anak terutama pada umur kurang dari 3 tahun dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan jasmani dan kecerdasan anak. Faktor-faktor yang terkait dengan kejadian Gizi Kurang adalah tingkat kecukupan energi, tingkat kecukupan protein, lama pemberian ASI, penyakit infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada batita di Desa Kemiri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora. Metode dalam penelitian ini adalahStudi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 206 batita dengan sampel sebanyak 75 batita yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian kuesioner dan Dacin. Analisis bivariat menggunakan Chi square dan Uji kendall tau (α=0,05). Tingkat kecukupan energi normal 39 batita (52%), tingkat kecukupan protein normal 50 batita (66,7%), lama pemberian ASI paling banyak memberikan ASI usia 13 sampai 24 bulan berjumlah 28 batita (37,3%), penyakit infeksi pada batita paling banyak sejumlah 34 batita (45,3%) dan batita yang tidak menderita penyakit infeksi sejumlah 41 batita (54,7%), serta kejadian gizi kurang pada batita sejumlah 32 batita (42,7) dan gizi baik sejumlah 43 batita (57,3%). Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara tingkat kecukupan energi (p= 0,0001) , tingkat kecukupan protein (p=0,001), lama pemberian ASI (p=0,002) dengan kejadian gizi kurang .Tidak ada hubungan antara penyakit infeksi dengan kejadian gizi kurang (p= 0,637). Ada hubungan antara tingkat kecukupan energi, tingkat kecukupan protein dan lama pemberian ASI dengan kejadian gizi kurang. Tidak ada hubungan antara penyakit infeksi dengan kejadian gizi kurang pada batita di Desa Kemiri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora.

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 24 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 21 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 20 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 17 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN0 Vol 7 No 16 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 14 (2015): JURAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 6 No 11 (2014): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 10 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 9 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 8 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 7 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 6 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 5 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 4 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 3 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN More Issue