cover
Contact Name
Sugeng Maryanto
Contact Email
sugengmaryanto99@gmail.com
Phone
+6281225183599
Journal Mail Official
sugengmaryanto99@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
ISSN : 19780346     EISSN : 25803751     DOI : 10.35473
Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 280 Documents
Pengaruh Edukasi Gizi Berbasis Edutainment Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Konsumsi Sayur Dan Buah Pada Siswa Sdn 5 Barandasi Mumba, A.Mumba'ul Mukhniyati; Kurnia Yusuf; St.Masithah; Musdalifah; Musliha Mustary
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i2.210

Abstract

Vegetables and fruits are some useful food source for health, development, and growth. So those are very important to be consumed especially for children. One of the causes the lack consumption of vegetables and fruit is the lack children knowledge that will have an impact on their behavior. One of the efforts can be made is through nutrition education, because changes in one's knowledge can be started by providing information. This research aims to find out the influence of edutainment-based nutrition education on the knowledge and behavior of vegetables and fruits consumption in sdn 5 Barandasi students. This type of research is the Quasi Experiment,designed using a one group pretest-posttest design. The population in this study was all grade VI students at SD Negeri 5 Barandasi, as many as 73 students and sampling techniques using Purposive Sampling technique. Measurements are made using questionnaire sheets. The statistical test used is the wilcoxon signed rank test because the data is not distributed normally. The results showed that there was an increase in the average knowledge and behavior of vegetables and fruits consumption before and after being given edutainment-based nutrition education. Wilcoxon Signed Ranks Test statistical test results show that edutainment-based nutrition education has a significant influence on vegetables and fruits consumption knowledge in SDN 5 Barandasi students aimed at results (p value 0,003<0,05) and vegetables and fruits consumption behavior in SDN 5 Barandasi students aimed at results (p value 0,004<0,05).There is an influence of edutainment-based nutrition education on the knowledge and behavior of vegetables and fruits consumption in SDN 5 Barandasi students. Abstrak Sayur dan buah merupakan sumber pangan yang bermanfaat bagi kesehatan, perkembangan, dan pertumbuhan maka dari itu sangat penting dikonsumsi terutama bagi anak-anak. Salah satu penyebab kurangnya konsumsi sayur dan buah adalah kurangnya pengetahuan anak yang akan berdampak pada perilaku anak. Salah satu upaya dapat dilakukan yaitu melalui edukasi gizi, karena perubahan pengetahuan sesorang dapat dimulai dengan memberikan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi berbasis edutainment terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi sayur dan buah pada siswa SDN 5 Barandasi. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment, dengan rancangan menggunakan desain one group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa(i) kelas VI di SD Negeri 5 Barandasi, sebanyak 73 siswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan lembar kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon signed rank test karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rerata pengetahuan dan perilaku konsumsi sayur dan buah sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi berbasis edutainment. Hasil uji statistik wilcoxon signed ranks test menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis edutainment memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan konsumsi sayur dan buah pada siswa SDN 5 Barandasi yang ditujukan dengan hasil (p value 0,003<0,05) dan perilaku konsumsi sayur dan buah pada siswa SDN 5 Barandasi yang ditujukan dengan hasil (p value 0,004<0,05). Terdapat pengaruh edukasi gizi berbasis edutainment terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi sayur dan buah pada siswa SDN 5 Barandasi.
Uji Daya Terima Dan Analisis Protein Es Krim Dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Syam, Marsuki; Fitri Wahyuni; Icha Dian Nurcahyani
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i2.212

Abstract

Moringa is a type of functional food that contains many nutrients both macro nutrients and micronutrients that have been widely used in combating malnutrition in children and efforts to improve the immune system in many developing countries. Ice cream is the most popular food in the world and is very popular by all circles of society because of its good taste, soft texture and high nutrient content and can be one of the media in nutritional improvement. To know the acceptability and analysis of the protein content of ice cream with the addition of moringa leaf flour. This type of research is experimental research with posttest design one shot group design that is done adding moringa leaf flour to the manufacture of ice cream with some concentration.Research shows that panelists' acceptability to color aspects, aroma, texture, and aspects of taste and weighting value, the best formulation of ice cream with the addition of moringa leaf flour is F1 compared to F2, F3, and F4, ie with a value of F1 52.86, F2 42.86, F3 42.01, F4 33.29, although when compared to F0 (ice cream krontrol) the value is lower ie , 54,65. The results of protein analysis Ice cream with the addition of moringa leaf flour increased from 3.3% to 4.1% this occurred after the addition of moringa leaf flour 5%. from the results of the study of acceptability to aspects of color, aroma, texture, and taste obtained the best formulation of ice cream with the addition of moringa leaf flour that is F1 compared to F2, F3, and F4, namely with a value of F1 52.86, F2 42.86, F3 42.01, F4 33.29, although when compared to F0 (ice cream control) the value is lower that is, 54.65. There is an increase in the protein content of ice cream with the addition of moringa leaf flour 10 g which is 0.0888 g, compared to without the addition of moringa leaf flour or 0 g of 0.0686g. ABSTRAK Kelor merupakan jenis pangan fungsional yang mengandung banyak zat gizi baik zat gizi makro maupun zat gizi mikro yang telah banyak digunakan dalam memerangi kekurangan gizi pada anak-anak dan upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dibanyak negara berkembang. Es krim merupakan makanan yang paling populer di dunia dan sangat digemari oleh semua kalangan masyarakat dikarenakan rasanya yang enak, teksturnya yang lembut dan mengandung zat gizi yang tinggi dan dapat menjadi salah satu media dalam perbaikan gizi. Untuk mengetahui daya terima dan analisis kandungan protein es krim dengan penambahan tepung daun kelor. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain posttest one shot group desain yakni dilakukan menambahkan tepung daun kelor pada pembuatan es krim dengan beberapa konsentrasi. Penelitian menunjukkan bahwa daya terima panelis terhadap aspek warna, aroma, tekstur, dan aspek rasa dan hasil pembobotan nilai, formulasi terbaik es krim dengan penambahan tepung daun kelor yaitu F1 dibandingkan dengan F2, F3, dan F4, yakni dengan nilai F1 52,86, F2 42,86, F3 42,01, F4 33,29, meskipun jika dibandingkan dengan F0 (es krim krontrol) nilainya lebih rendah yakni, 54,65. Hasil analisis protein Es krim dengan penambahan tepung daun kelor meningkat dari 3,3% menjadi 4,1% hal ini terjadi setelah penambahan tepung daun kelor 5%. dari hasil penelitian daya terima terhadap aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa diperoleh hasil formulasi terbaik es krim dengan penambahan tepung daun kelor yaitu F1 dibandingkan dengan F2, F3, dan F4, yakni dengan nilai F1 52,86, F2 42,86, F3 42,01, F4 33,29, meskipun jika dibandingkan dengan F0 (es krim kontrol) nilainya lebih rendah yakni, 54,65. Terdapat peningkatan kandungan protein es krim dengan penambahan tepung daun kelor 10 g yaitu 0,0888 g, dibandingkan dengan tanpa penambahan tepung daun kelor atau 0 g yaitu 0,0686 g.
Literature Review: Pengaruh Edukasi Tentang Anemia Melalui Media Cetak Dan Media Audio Visual Kepada Remaja Putri Ester, Stephanie Victoria; Ratih Kurniasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i2.215

Abstract

Anemia is a disease caused by the body's lack of iron nutrients, particularly in the formation of hemoglobin. The National Institute of Health, a 2011 case in which teenage girls are suffering from anemia (10 to 19 years old). In the case of anemia where HB does not reach the baseline, it can cause stress and persistent fatigue in the body's organs and can be inhibited activities and decreased of academic achievement. The purpose of this study is to find out the impact of nutrition education for students by providing printed media and audio-visual media relating with anemia, such as impact to knowledge, attitudes and behaviors. The method used by author in this study is some literatures related subject of this study. The result of the study will help the readers and health workers to know and able to make nutrition education plan about anemia for teenage girls by using printed media and audio-visual media. ABSTRAK Anemia adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan asupan zat gizi besi didalam tubuh, di mana hal ini sangat berperan dalam membentuk hemoglobin. Remaja putri (10-19 tahun) merupakan salah satu kelompok yang sangat rawan mengalami anemia (National Institute of Health, 2011). Dalam kasus anemia, apabila kandungan Hb tidak mencapai batas normal dapat menyebabkan komplikasi seperti stres dan kelelahan yang berkelanjutan sehingga dapat menimbulkan rasa lelah, letih dan lesu pada organ tubuh dan mengganggu aktifitas serta mengakibatkan penurunan prestasi belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan gizi dengan menggunakan media cetak dan media audio-visual pada siswa terkait pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai anemia. Metode yang digunakan penulis dalam kajian ini yaitu dengan menggunakan beberapa literatur yang berkaitan dengan judul kajian ini. Hasil dan pembahasan kajian ini akan membantu pembaca serta tenaga kesehatan dalam membuat perencanaan edukasi gizi kepada remaja putri mengenai anemia menggunakan media cetak dan media audio-visual.
Literature Review: Pemanfaatan Media terhadap Kepatuhan Diet Penderita Diabetes Mellitus Type 2 Pasaribu, Sarah Grasya Elisabeth; Ratih Kurniasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i2.216

Abstract

Diabetes Mellitus Type 2 is a chronic non-communicable disease characterized by an increase in blood sugar levels. Typical symptoms of Type 2 Diabetes Mellitus consist of polyuria, polydipsia, polyphagia and weight loss for no apparent reason. Diabetes Mellitus cannot be cured but its severity can be controlled by adopting a good lifestyle such as taking medication regularly, doing physical activity and adhering to a recommended diet such as the 3J diet. One way to increase the compliance of the 3J diet in people with Diabetes Mellitus Type 2 can be done by providing education through both print and audio-visual media. The aim was to determine the level of adherence of the 3J diet to the adherence of the 3J diet. The author collects data or sources related to a particular topic that can be obtained from various sources such as journals, books, the internet, and other libraries. Based on 4 reviewed journals, it was found that people with Type 2 Diabetes Mellitus have the potential to increase knowledge and compliance of patients with Diabetes Mellitus Type 2 to the 3J diet. The use of media, either print media or through applications that can increase the knowledge of Type 2 Diabetes Mellitus sufferers, is very well given and educated to patients with Type 2 Diabetes Mellitus. ABSTRAK Diabetes Mellitus Type 2 merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular yang bersifat kronik ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah. Gejala khas Diabetes Mellitus Tipe 2 terdiri dari poliuria, polidipsia, polifagia dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas. Diabetes Mellitus tidak dapat disembuhkan tetapi tingkat keparahannya dapat dikendalikan dengan menerapkan pola hidup yang baik seperti mengonsumsi obat – obatan secara teratur, melakukan aktifitas fisik dan mematuhi pola diet yang disarankan seperti diet 3J. Salah satu cara untuk meningkatkan kepatuhan diet 3J pada penderita Diabetes Mellitus Type 2 dapat dilakukan dengan memberikan edukasi melalui media baik media cetak maupun melalui media aplikasi. Adapun tujuannya untuk mengetahui tingkat kepatuhan diet 3J terhadap kepatuhan diet 3J. Penulis mengumpulkan data atau sumber yang berhubunga pada sebuah topik tertentu yang bisa didapat dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, internet, dan pustaka lain. Berdasarkan 4 jurnal yang di review, didapatkan hasil bahwa penderita Diabetes Mellitus type 2 memiliki potensi untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien penderita Diabetes Mellitus Type 2 terhadap diet 3J. Penggunaan media baik itu media cetak atau melalui aplikasi yang dapat menambah pengetahuan penderita Diabetes Mellitus Type 2 sangat baik diberikan dan diedukasi kepada pasien penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.
Studi Fenomenologis : Kekerasan Dalam Pacaran Pada Remaja Di Kecamatan X Kabupaten Semarang Pranoto, Heni; Masruroh
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i2.219

Abstract

Dating violence is one of the crucial issues at a global level facing adolescents and young adults. Dating violence includes physical, emotional, verbal, social, and sexual aggression behaviors aimed at controlling and hurting a partner. The cause of the high rate of dating violence is that many women do not understand the forms of physical, psychological and sexual violence in love.This study aims to find the description of dating violence on youth. This was a qualitative study with phenomenological approach. Respondents were 5 youth aged 18-21 years and had been dating. The data sampling used snowball sampling technique, and data analysis used the kualitatif method.The results of this study indicate that the types of dating violence include jealousy, interrogation, threats, being called by unwelcome term, promised to call, forced kissing, touching, sexual intercourse, slapped and pinched. From these results, it can be concluded that violence in dating is still common, whether it is emotional violence, sexual violence, or physical violence. ABSTRAK Kekerasan dalam pacaran merupakan salah satu isu krusial di tingkat global yang dihadapi para remaja dan dewasa muda. Kekerasan dalam pacaran mencakup perilaku agresi secara fisik, emosional, verbal, sosial, dan seksual yang bertujuan mengendalikan dan menyakiti pasangan. Penyebab tingginya angka kekerasan dalam pacaran adalah banyaknya perempuan yang tidak memahami bentuk kekerasan fisik, psikis dan seksual dalam percintaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kekerasan pacaran pada remaja. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Responden 5 remaja yang berusia 18-21 tahun dan pernah berpacaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan snow ball, analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bentuk-bentuk kekerasan yang dialami remaja saat berpacaran yaitu cemburu, interogasi, ancaman, dipanggil dengan sebutan yang tidak disukai, berjanji menelepon, paksaan berciuman, meraba, berhubungan seksual, ditampar, serat dicubit. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa kekerasan dalam pacaran masih sering terjadi, baik kekerasan emosional, kekerasan seksual, maupun kekerasan fisik.
Pengaruh Penyuluhan Gizi Seimbang Terhadap Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Selama New Normal didesa Temmappaduae Kecamatan Marussu Kabupaten. Maros 2020 Villda Nuraini Ade Saputri; Musdalifah; Nur Nikmah Siradjuddin; Suherman; H. Syafruddin
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i2.220

Abstract

In nutrition science known five kinds of nutrients, namely carbohydrates, fats, proteins, minerals, and vitamins. The purpose of this research aims to know the influence of balanced nutrition counseling on knowledge and attitudes in the community during the new normal in the village temmappaduae District Marussu Maros district. This type of research using Quasi Experimental design of this study using Pretest Group Design Posttest observations were conducted at the beginning (pretest) and end of activity (posstest). The rate of change in respondents was seen by comparing the pretest results with the posstest. The population in this study was the community in Sinar Griya Cendana Housing, as many as 250 families and sampling techniques using purposive sampling techniques. Measurements are performed using questionnaire sheets. The results showed that there was an increase in knowledge and attitude of balanced nutrition counseling before and after being given balanced nutrition counseling. Wilcoxon Signed Ranks Test statistical test results show that balanced nutrition counseling has a significant influence on the knowledge and attitude of balanced nutrition counseling in the community of sandalwood rays aimed at results (p<0.05). Based on these results, it can be concluded that there is an influence of balanced nutrition counseling on the knowledge and attitudes of the community during the new normal in dessa temmappaduae Marussu Subdistrict Maros. ABSTRAK Dalam ilmu gizi dikenal lima macam zat gizi, yaitu karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan gizi seimbang terhadap pengetahuan dan sikap pada masyarakat selama new normal di desa temmappaduae kecamatan Marussu kabupaten Maros. Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment desain penelitian ini menggunakan Desain Grup Pretest Posttest observasi dilakukan pada awal (pretest) dan akhir kegiata (posstest). Tingkat perubahan responden dilihat dengan membandingkan antara hasil pretest dengan posstest. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat di Perumahan Sinar Griya Cendana, sebanyak 250 kk dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap penyuluhan gizi seimbang sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan gizi seimbang. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa penyuluhan gizi seimbang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan dan sikap penyuluhan gizi seimbang pada masyarakat sinar griya cendana yang ditujukan dengan hasil (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan gizi seimbang terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat selama new normal di dessa temmappaduae Kecamatan Marussu Kabupaten Maros.
Analisis Uji Proximat, Karoten Total dan Organoleptik Roti Manis dengan Substitusi Tepung Bit Merah Nurzihan, Nastitie Cinintya; Oktavina Permatasari; Aryanti Setyaningsih
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i2.221

Abstract

The Exploring the potential of local food ingredients is carried out as an effort to achieve national food security. The high use of flour as a raw material in the food industry requires the import of wheat-based flour that does not grow in tropical climates such as Indonesia. Efforts to reduce dependence on wheat flour need a source of flour from local food ingredients. One of the tubers that can be used in making flour is red beet which is commonly used as a natural dye. Lack of utilization of red beet which resulted in the abundance of red beet. Sweet bread is one type of food that is very popular with various levels of society by modifying the substitution of wheat flour with red beet flour. The research was conducted with an experimental type of research using a randomized design with 3 treatment groups. The results showed that there was a significant difference in the substitution of red beet flour with concentrations of 0%, 15% and 30% and the results of the proximate test showed that there was no significant difference in the nutritional value of protein, while there was a significant difference in the total carotene content in sweet bread with substitution. red beet flour. Based on the results of the study, it was found that the optimization of the use of red beet as flour can be done as a potential local food alternative. ABSTRAK Penggalian potensi bahan pangan lokal dilakukan sebagai upaya dalam pencapaian ketahanan pangan nasional. Tingginya penggunaan tepung sebagai bahan baku dalam industri pangan mengharuskan adanya import tepung terigu yang berbasis gandum yang tidak tmbuh di wilayah iklim tropis seperti halnya Indonesia. Upaya dalam mengurangi ketergantungan dengan tepung terigu perlu adanya sumber tepung dari bahan pangan lokal. Salah satu umbi yang dapat digunakan dalam pembuatan tepung adalah bit merah yang biasa digunakan sebagai pewarna alami. Kurangnya pemanfaatan bit merah yang mengakibatkan melimpahnya bit merah. Roti manis menjadi salah satu jenis makanan yang sangat digemari berbagai lapisan masyarakat dengan melakukan modifikasi pada substitusi tepung terigu dengan tepung bit merah. Penelitian dilakukan dengan jenis penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok 3 perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa adanya perbedaan nyata pada substitusi tepung bit merah dengan konsentrasi 0%, 15% dan 30% serta hasil uji proksimat diketahui bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan nilai gizi protein, sedangkan ada perbedaan secara signifkan pada kandungan total karoten pada roti manis dengan substitusi tepung bit merah. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa optimalisasi penggunaan bit merah sebagai tepung dapat dilakukan sebagai alternatif pangan lokal yang berpotensi.
Kandungan Gizi dan Organoleptik Biskuit dengan Subtitusi Tepung Sukun dan Stevia Muhlishoh, Arwin; Aryanti Setyaningsih; Zuhria Ismawanti
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i2.231

Abstract

Breadfruit flour is a local food ingredient that can be used as a substitute for flour with a low glycemic index content, as well as high levels of starch, amylose and resistant starch. While stevia is a source of natural sweeteners with a sweetness level of 200-300 times sweeter than cane sugar. Both ingredients are safe for patients with diabetes mellitus. This study was conducted to evaluate the nutritional and organoleptic content of biscuits substituted with breadfruit and stevia flour. Nutritional content was carried out by proximate test. Meanwhile, the organeleptic test was carried out by the hedonic test. The study was conducted using a completely randomized design with four proportion factors adding 15-50% breadfruit flour, while 8 grams of stevia was added. There was a significant difference in the average organoleptic test for each treatment of breadfruit flour and stevia biscuit formulations (p<0.05). From the results of the different test using Tukey HSD, it is known that the respondents "rather like" the taste, aroma, texture and appearance of the F1 biscuit formulation which is statistically the same as the F0 biscuit formulation (control) (p> 0.05). There was no significant difference in the average chemical quality test (moisture, ash, protein, fat, carbohydrate, and crude fiber content) in each treatment group of breadfruit flour and stevia biscuit formulations (p>0.05). Biscuit F1 is the product of choice in the manufacture of biscuits substituted with breadfruit flour and stevia with nutritional and organoleptic content close to the control. ABSTRAK Tepung sukun merupakan bahan pangan lokal yang dapat digunakan sebagai pengganti terigu dengan kandungan indeks glikemik rendah, serta kadar pati, amilosa dan pati resisten yang tinggi. Sedangkan stevia adalah sumber bahan pemanis alami dengan tingkat kemanisan 200-300 kali lebih manis dari pada gula tebu. Kedua bahan tersebut aman untuk pasien diabetes mellitus. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kandungan gizi dan organoleptik pada biskuit yang disubtitusi tepung sukun dan stevia. Kandungan gizi dilakukan dengan uji proksimat. Sedangkan uji organeleptik dilakukan dengan uji hedonik. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat faktor proposi penambahan tepung sukunsebanyak 15 – 50%, sedangkan stevia ditambahkan sebesar 8 gram. Terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata uji organoleptik pada tiap perlakuan formulasi biskuit tepung sukun dan stevia (p<0,05). Dari hasil uji beda menggunakan Tukey HSD, diketahui bahwa responden “agak suka” terhadap rasa, aroma, tekstur dan kenampakan formulasi biskuit F1 yang secara statistik sama dengan formulasi biskuit F0 (kontrol) (p>0,05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata uji mutu kimia (kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat kasar) pada tiap kelompok perlakuan formulasi biskuit tepung sukun dan stevia (p>0,05). Biskuit F1 merupakan produk terpilih pada pembuatan biskuit subtitusi tepung sukun dan stevia dengan kandungan gizi dan organoleptik mendekati kontrol.
The Effect of Fermentation Time on Protein and Fat Content in The Red Beans (Phaseolus Vulgaris L.) Tempeh Nur Wulan; Sugeng Maryanto; Indri Mulyasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i2.236

Abstract

Red beans is one of the local foods that is included in the type of legume and has a high nutrition content of vegetable protein and low fat. Red beans can be processed into red beans tempeh, with a fermentation time treatment that can affect protein and fat levels. This research aims to describes the protein and fat content in fermented red beans tempeh for 3 days. This study uses Experimental Design research using a one-shot case study design, which is to provide treatment time of red beans tempeh for 3 days, each 3 pieces of tempeh / day with each treatment using 100 grams of red beans mixed with 0.1 gram of yeast tempeh Rhizopus sp. Tempeh that has been formed will be analyzed for the nutritional content of protein and fat.The result showed that the protein content in red beans tempeh on day 2 contained as much protein (13.64 grams), on day 3 (13.64 grams) and on day 4 (9.64 grams). While the fat content in red beans tempeh on day 2 is (0.62 grams), day 3 (1.11 grams) and day 4 (1.14 grams). The protein and fat content in red beans tempeh, the longer the fermentation, the more it will affect the nutrients.
The Effect of Fermentation on The Nutrients of Processed Cowpea (Vigna unguiculata l. Walp) Cicik Lestari; Sugeng Maryanto; Riva Mustika Anugrah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i2.237

Abstract

Cowpea is a type of legume in Indonesia but utilization not optimal. Cowpea can be used as a basic of making tempeh. The purpose of the study is to know the effect of fermentation on the nutrients of processed cowpea. The design of the study was Pra Eks/imen Design with Completely Randomized Design in laboratory to test nutrients which were repeated 3 times. Data analysis used SPSS (Statistical Product Service Solution) application. The measurement of carbohydrate used anthron method, crude fiber used refluks method, total protein used kjeldhal method, and fat used soxhlet method. Nutrients of boiled cowpea is carbohydrate content of 31,21%; crude fiber content of 13,94%; total protein content of 26,71% and fat content of 7,35%. Nutrients of cowpea tempeh is carbohydrate content of 26,71%; crude fiber content 17,21%; total protein content of 15,38% and fat content of 1,44%. There are not statistical different nutrients of boiled cowpea and tempeh cowpea, but different values

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 24 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 21 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 20 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 17 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN0 Vol 7 No 16 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 14 (2015): JURAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 6 No 11 (2014): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 10 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 9 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 8 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 7 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 6 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 5 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 4 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 3 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN More Issue