cover
Contact Name
Sugeng Maryanto
Contact Email
sugengmaryanto99@gmail.com
Phone
+6281225183599
Journal Mail Official
sugengmaryanto99@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
ISSN : 19780346     EISSN : 25803751     DOI : 10.35473
Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 280 Documents
Pukis Bayam (Amaranthus Hybridus L.) dan Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L.) untuk Mencegah Anemia: Uji Zat Besi dan Tingkat Kesukaan Rose Yana; Sigit Yudistira; Desya Medinasari Fathullah; Nurul Hekmah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The incident anemia in teenage girl is still quite high. One of the efforts to prevent anemia in teenage girl is to consume iron and vitamin C. Spinach and kepok banana are foods high in iron and vitamin C that can be processed into flour and made into pukis. Spinach and kepok banana can be processed into flour and made into pukis. Pukis is a snack that is liked by all people, especially for teenagers. This study aims to determine the iron content and hedonic scaling (color, aroma, texture, and taste) of pukis made from spinach and kepok banana. This research is an experimental study with a Completely Randomized Design (CRD) namely the formulation of spinach flour and kepok banana consisting of 4 treatments namely P0= 0%:0%, P1= 10%:5%, P2= 15%:10% and P3= 20%:15% with 3 replications. The research panelists consisted of 25 untrained panelists. The results of the iron content were tested by the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) method and statistical analysis using the Kruskal Wallis test, while the hedonic scaling used the Friedman test. The result showed that the highest average iron content was P3 (1.612 mg/100 g) while the lowest iron content was P0 (0.087 mg/100 g). The results of Kruskal Wallis statistical analysis showed that there was an effect of formulation of spinach flour and banana kepok flour on the iron content of pukis (p=0.015). There was an effect of the formulation of spinach flour and banana kepok flour on the hedonic scaling (color, aroma, texture, and taste) of pukis (p=0.001). ABSTRAKKejadian anemia pada remaja perempuan masih cukup tinggi. Salah satu upaya untuk mencegah anemia pada remaja perempuan adalah dengan mengonsumsi zat besi dan vitamin C. Bayam dan pisang kepok merupakan bahan makanan tinggi zat besi dan vitamin C yang dapat diolah menjadi tepung dan dibuat menjadi pukis. Pukis merupakan makanan selingan yang disukai semua kalangan terutama remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan zat besi dan tingkat kesukaan (warna, aroma, tekstur dan rasa) pukis bayam dan pisang kepok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu dengan formulasi tepung bayam dan tepung pisang kepok terdiri 4 perlakuan yaitu P0= 0%:0%, P1= 10%:5%, P2= 15%:10% dan P3= 20%:15% dengan 3 kali replikasi. Panelis penelitian berjumlah 25 panelis tidak terlatih. Hasil kandungan zat besi diuji dengan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) dan analisis statistik menggunakan uji Kruskal Wallis, sedangkan tingkat kesukaan menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata kandungan zat besi tertinggi adalah P3 (1,612 mg/ 100 g) sedangkan kandungan zat besi terrendah adalah P0 (0,087 mg/100 g). Hasil analisis statistik Kruskal Wallis menunjukkan ada pengaruh formulasi tepung bayam dan tepung pisang kepok terhadap kandungan zat besi pukis (p=0,015). Ada pengaruh formulasi tepung bayam dan tepung pisang kepok terhadap tingkat kesukaan (warna, aroma, tekstur dan rasa) pukis (p=0,001).
Hubungan Emotional Eating, Citra Tubuh, dan Tingkat Stres dengan IMT/U Remaja Putri di SMK Negeri 41 Jakarta Tahun 2022 Jihan Juzailah; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overweight problems in female adolescents can be caused by inappropriate eating behavior, one of which is emotional eating. Overweight can also be caused by stress or negative body perceptions. This can encourage adolescents to increase their food intake, so that if it’s done continuously it’ll have an impact on overweight. This study aims to determine the relationship between emotional eating, body image, and stress level with the BMI-for-age in female adolescents at SMK Negeri 41 Jakarta. This study used a cross-sectional design among 62 respondents determined by stratified random sampling technique. This study was conducted in May 2022. Data collected using The Dutch Eating Behavior Questionnaire-13 items (DEBQ-13), Figure Rating Scale (FRS), and Perceived Stress Scale-10 items (PSS-10). Relationship analysis performed using Chi Square test showed that there was no relationship between emotional eating (p value = 0, 642; p value > 0,05), body image (p value = 0,578; p value > 0,05), and stress level (p value = 1,000; p value > 0,05) with the BMI-for-age in female adolescents at SMK Negeri 41 Jakarta. It’s necessary to conduct further studies related to factors that can influence the BMI-for-age, especially in female adolescents. ABSTRAK Permasalahan gizi lebih pada remaja perempuan dapat disebabkan akibat perilaku makan yang tidak tepat, salah satunya emotional eating. Gizi lebih juga dapat disebabkan akibat stres maupun persepsi negatif terhadap tubuh. Hal tersebut dapat mendorong remaja untuk melakukan peningkatan asupan makanan, sehingga jika dilakukan secara terus menerus akan berdampak pada gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan emotional eating, citra tubuh, dan tingkat stres dengan IMT/U remaja putri di SMK Negeri 41 Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 62 responden yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Penelitian dilakukan pada Mei 2022. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner The Dutch Eating Behaviour Questionnaire-13 items (DEBQ-13), Figure Rating Scale (FRS), dan Perceived Stress Scale-10 items (PSS-10). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara emotional eating (p value = 0, 642; p value > 0,05), citra tubuh (p value = 0,578; p value > 0,05), dan tingkat stres (p value = 1,000; p value > 0,05) dengan IMT/U remaja putri di SMK Negeri 41 Jakarta. Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terkait faktor yang lebih mempengaruhi IMT/U terutama pada remaja putri.
Hubungan Frekuensi Pola Konsumsi dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Remaja Selama Pandemi Covid-19 Anastasya Fortuna; Al Mukhlas Fikri; Milliyantri Elvandari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consumption problems in adolescents are usually low-nutrient foods. Fulfillment of nutrients needs to be considered in adolescence, because at the age of adolescence requires balanced nutrition to support growth and development. And to achieve good nutritional status. In addition to changing diet and physical activity during the pandemic, the purpose of this study is to further analyze consumption patterns and physical activity and their relationship to the nutritional status of adolescents at SMK Negeri 1 Cikampek in this pandemic condition. The method used in this study is a quantitative study with a cross sectional approach and the sample was obtained through the use of purposive sampling technique. How to measure the frequency of consumption patterns using FFQ and physical activity using IPAQ-SF. The results obtained are the relationship betweem the frequency of consumption patterns and nutritional status (p>0,05), the relationship between physical activity and nutritional status (p=0.211). The conclusion is that there is no relationship between te frequency of consumption patterns and physical activity with nutritional status. ABSTRAKPermasalahan konsumsi pada remaja biasanya yaitu makanan rendah zat gizi. Pemenuhan zat gizi perlu diperhatikan pada masa remaja, karena pada usia remaja memerlukan zat gizi yang seimbang untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Serta untuk mencapai status gizi yang baik. Tujuan penelitian ini menganalisis lebih lanjut mengenai pola konsumsi dan aktivitas fisik dan hubungannya dengan status gizi remaja di SMK Negeri 1 Cikampek dalam kondisi pandemi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan sampel didapat melalui penggunaan teknik purposive sampling. Cara pengukuran frekuensi pola konsums menggunakan FFQ dan aktivitas fisik menggunakan IPAQ-SF. Hasil yang didapatkan hubungan frekuensi pola konsumsi dengan status gizi (p>0,05),hubungan aktivitas fisik dengan status gizi (p=2,11). Kesimpulan yaitu tidak terdapat hubungan antara frekuensi pola konsumsi dan aktivitas fisik dengan status gizi.
Hubungan Pola Makan, Kualitas Tidur, dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi pada Anak Sekolah Dasar Selama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Rizqi Tsaniya; Al Mukhlas Fikri; Milliyantri Elvandari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The prevalence of nutritional status in children aged 5-12 years in Jepara district, Central Java in 2018 with the underweight category was 6.92%, while children who were overweight or obese were 8.72%. Limited face-to-face learning due to the Covid-19 pandemic is believed to interfere with the quality of sleep, physical activity, and eating patterns so that it can affect the nutritional status of children. Therefore, this study aims to analyze the relationship between sleep quality, physical activity and diet with nutritional status after limited face-to-face learning was applied to elementary school students. This research was conducted using quantitative methods with a cross sectional study design. The study was conducted at SD N 01 Kaligarang and SD N 02 Kaligarang Jepara with a sample of 70 students. The data taken in this study were eating patterns with a 1x24 hour recall, physical activity using the Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C), and sleep quality using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. The results of the study showed that students' eating patterns were more likely to have less results (83%), but had normal nutritional status (65.7%). Children's sleep quality is generally poor (77.1%) and has low physical activity (94.3%). The relationship between diet, sleep quality, and physical activity with nutritional status has a p-value <0.005. ABSTRAKPrevalensi status gizi pada anak yang berumur 5-12 tahun di kabupaten Jepara Jawa Tengah pada tahun 2018 dengan kategori kurus sebanyak 6,92% sedangkan anak dengan kelebihan berat badan atau obesitas sebanyak 8,72%. Pembelajaran tatap muka terbatas akibat pandemi Covid-19 diyakini dapat mengganggu kualitas tidur, aktivitas fisik, dan pola makan sehingga dapat mempengaruhi status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas tidur, aktivitas fisik dan pola makan dengan status gizi setelah diterapkan pembelajaran tatap muka terbatas pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di SD N 01 Kaligarang dan SD N 02 Kaligarang Jepara dengan jumlah sampel 70 siswa. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah pola makan dengan recall 1x24 jam, aktivitas fisik dengan kuesioner Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C), dan kualitas tidur dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan siswa lebih cenderung dengan hasil kurang sebanyak (83%), tetapi memiliki status gizi yang normal sebanyak (65.7%). Kualitas tidur anak umumnya buruk (77,1%) dan memiliki aktivitas fisik rendah (94,3%). Hubungan pola makan, kualitas tidur, dan aktivitas fisik dengan status gizi memiliki p-value <0.005.
Perbedaan Kandungan Protein, Zink, dan Tingkat Kesukaan Bakso Ikan Gabus (Channa Striata) Sebagai Makanan Selingan Balita Ani Fitriani; Nurul Hekmah; Desya Medinasari Fathullah; Nany Suryani
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Snakehead fish is a local food that is high in protein and zinc. Snakehead fishballs are expected to be an alternative snack for toddlers. The purpose of this study was to determine differences in protein, zinc, and acceptability of snakehead fishballs (Channa Striata) as a snack for toddlers. The research method is using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The research instrument was the protein content test using the Kjeldahl method, the zinc content test using the titrimetric method, and acceptance using the preference test. The results showed that the protein content of snakehead fishballs and tapioca flour was F0 (8.44 g), F1 (6.6 g), F2 (5.78 g), F3 (5.26 g). Zinc mineral content in snakehead fishballs and tapioca flour was F0 (3.12 mg), F1 (2.22 mg), F2 (2.09 mg), F3 (1.50 mg). The acceptability of snakehead fishballs and tapioca flour were the most desirable for color F0 (3.4%), aroma F0 (3.1%), taste F0 (3.2%), texture F0 (3.1%). The proportions of snakehead fish and tapioca flour had differences in protein content in meatballs with (p=0.000). The proportions of snakehead fish and tapioca flour had differences in zinc mineral content in meatballs with (p=0.000). There is a difference in the proportion of snakehead fish and tapioca flour on the acceptability of fishballs. Snakehead fishballs and tapioca flour can be used as snacks to prevent stunting toddlers by consuming snakehead fishballs. The most desirable treatment for nutrients and acceptability (De Garmo test) is at F0 as many as 3 pieces with a weight of 10 g snakehead fishballs for meet protein and zinc nutrition. ABSTRAKIkan gabus merupakan bahan pangan lokal yang tinggi protein dan zink. Bakso ikan gabus diharapkan mampu menjadi alternatif makanan selingan balita. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan kandungan protein, zink, dan tingkat kesukaan bakso ikan gabus (Channa Striata) sebagai makanan selingan balita. Metode penelitian bersifat menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 replikasi. Instrumen penelitian yaitu dengan uji kandungan protein metode kjeldahl, uji kandungan zink dengan metode titrimetri, dan tingkat kesukaan dengan uji kesukaan. Hasil penelitian didapat kandungan protein pada bakso ikan gabus dan tepung tapioka F0 (8,44 g), F1 (6,6 g), F2 (5,78 g), F3 (5,26 g). Kandungan mineral zink pada bakso ikan gabus dan tepung tapioka F0 (3,12 mg), F1 (2,22 mg), F2 (2,09 mg), F3 (1,50 mg). Tingkat Kesukaan bakso ikan gabus dan tepung tapioka yang paling diminati terhadap warna F0 (3,4%), aroma F0 (3,1%), rasa F0 (3,2%), tekstur F0 (3,1%). Proporsi ikan gabus dan tepung tapioka memiliki perbedaan terhadap kandungan protein pada bakso dengan (p=0,000). Proporsi ikan gabus dan tepung tapioka memiliki perbedaan terhadap kandungan mineral zink pada bakso dengan (p=0,000). Ada perbedaan proporsi ikan gabus dan tepung tapioka terhadap tingkat kesukaan pada bakso. Bakso ikan gabus dan tepung tapioka dapat dijadikan makanan selingan untuk mencegah balita stunting dengan konsumsi bakso ikan gabus perlakuan yang paling diminati untuk zat gizi dan tingkat kesukaan (uji De Garmo) yaitu pada F0 sebanyak 3 buah dengan berat bakso ikan gabus 10 g untuk memenuhi zat gizi protein dan zink.
The Hubungan Kebiasaan Makan, Paparan Media Sosial dan Teman Sebaya dengan Status Gizi Mahasiswa Program Studi Gizi UPN Veteran Jakarta Gagar Milenianti Artadini; Sintha Fransiske Simanungkalit; Utami Wahyuningsih
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence requires adequate intake of nutrients to meet their nutritional status which can be seen from the food and the use of nutrients consumed in the body. Adolescent nutritional status can be influenced by various factors such as eating habits, exposure to social media, and also peers. Poor eating habits as well as social media exposure and peers influence play a role in unhealthy food choices and can increase the risk of overnutrition in adolescents. The purpose of this study was to determine the relationship between eating habits, social media exposure, and peers with the nutritional status of nutrition students UPN Veteran Jakarta. This study used a cross-sectional design which was taken with a stratified random sampling technique and sample with 117 respondents. Data was collected by filling out questionnaires and anthropometric measurements. Data processing using chi-square test. Based on the results of statistical tests, there is no relationship between eating habits and nutritional status (p-value = 0.148). There is a relationship between exposure to social media (p-value=0.037), peers (p-value=0.000) and nutritional status. Adolescents need to have a good friendship environment so that they can influence their behavior to be good, and can control time and be wisely in using social media. ABSTRAKMasa remaja memerlukan asupan zat gizi yang cukup dalam memenuhi status gizinya yang dapat dilihat dari makanan dan penggunaan zat gizi yang dikonsumi di dalam tubuh. Status gizi remaja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebiasaan makan, paparan media sosial, dan juga teman sebaya. Kebiasaan makan yang buruk serta paparan media sosial dan peran teman sebaya dapat berperan dalam pemilihan makanan yang tidak sehat dan dapat menyebabkan meningkatkan risiko terjadinya gizi lebih pada remaja. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan makan, paparan media sosial, dan teman sebaya dengan status gizi mahasiswa program studi gizi UPN Veteran Jakarta. Penelitian ini menggunakan desai studi cross sectional yang di ambil dengan teknik stratified random sampling dan sampel sebanyak 117 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukkan pengisian kuesioner dan pengukuran antropometri. Pengolahan data menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil uji statistik, tidak terdapat hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi (p-value=0,148). Terdapat hubungan antara paparan media sosial (p-value=0,037), teman sebaya (p-value=0,000) dengan status gizi. Remaja perlu memiliki lingkungan pertemanan baik agar dapat mempengaruhi perilaku menjadi baik pula, dan dapat mengontrol waktu dan bijak dalam penggunaan media sosial.
Gambaran Pengetahuan Orangtua Tentang Gizi, Asupan Makanan, Pola Asuh Orangtua, Jumlah Anggota Keluarga Pada Balita Gizi Buruk Di Rumah Sakit HNGV Dili Timor-Leste Quiteria Libania Marques; Sugeng Maryanto
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnutrition has negative impact to human’s growth, development and well being. Children’s physical become short, thin, reduce intelligence, and risk of infection and even death. It caused by several factors including knowledge, food intake, parenting and number of family members. This study is to identify the description of parental knowledge about nutrition, food intake, parenting style, number of family members and number of children malnourished. The design of this research is descriptive with a survey approach. The population that used in this study was mothers and children between 1 to 5 years who were malnourished at the HNGV Dili Hospital Timor-Leste with a sample of 71 people who were taken by total sampling technique. The measuring instrument is used a questionnaire. The data were analyzed using the frequency distribution formula and processed using the SPSS data processing program. Mothers of severely malnourished children under five had parental knowledge about nutrition, most of them were in sufficient category (54.9%), had mostly unbalanced food intake (57.7%), had most of the parenting styles in poor categories (53.5%). ) and has a large number of family members (> 4 people) (60.6%). Mothers of malnourished children have sufficient knowledge about nutrition, but the food intake given is not balanced, has poor parenting style and has a large number of family members. ABSTRAKGizi buruk berdampak pada tumbuh kembang yang tidak sempurna. Tubuh anak bisa menjadi pendek, kurus, menurunkan kecerdasan, berisiko terkena infeksi hingga kematian. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor diantaranya pengetahuan, asupan makanan, pola asuh dan jumlah anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan orangtua tentang gizi, asupan makanan, pola asuh orangtua, jumlah anggota keluarga pada balita gizi buruk. Desain penelitian adalah ini deskriptif dengan pendekatan survey.Populasi dalam penelitian ini ibu dan balita 1-5 tahun yang mengalami gizi buruk di Rumah Sakit HNGV Dili Timor-Leste dengan sampel sebanyak 71 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Data di analisis menggunakan rumus distribusi frekuensi diolah menggunakan program pengolahan data SPSS. Ibu balita gizi buruk mempunyai pengetahuan orang tua tentang gizi sebagian besar kategori cukup (54,9%), mempunyai asupan makanan sebagian besar kategori tidak seimbang (57,7%), mempunyai pola asuh sebagian besar kategori kurang (53,5%) dan mempunyai jumlah anggota keluargasebagian besar kategori besar (> 4 orang) (60,6%). Ibu balita gizi buruk mempunyai pengetahuan yang cukup tentang gizi, tetapi asupan makanan yang diberikan tidak seimbang, pola asuh yang kurang baik dan jumlah anggota keluargayang besar.
Literature Review: Pengaruh Bentuk Media Edukasi Gizi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Anak: Literature Review : The Influence of Nutrition Education Media Forms on Increasing Mother's Knowledge to Prevent Stunting in Children Grisvia Zain; Ratih Kurniasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v15i1.281

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam rentan waktu yang cukup lama. Stunting adalah masalah kesehatan yang harus diperhatikan dengan penanganan sedini mungkin karena berdampak pada tingkat kecerdasan, produktivitas, dan kekebalan tubuh terhadap penyakit, yang selanjutnya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi sehingga meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan yang berefek jangka panjang pada penderita, keluarganya dan Negara. Edukasi gizi mengenai stunting kepada mayarakat dapat membantu menekan kejadian stunting untuk masa yang akan datang. Pengetahuan akan mempengaruhi tindakan manusia, dengan demikian semakin baik pengetahuan seseorang maka kualitas hidupnya pun akan lebih baik. Pada penyampaian edukasi, bentuk dari sebuah media juga berpengaruh dalam keefektifan penyampaian informasi. Untuk itu tujuan dari penulisan ini adalah menilai tingkat informasi yang diserap dari sebuah media terhadap pemahaman ibu dalam mengenal masalah stunting dan cara pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam penulisan adalah telaah sistematis dan pencarian materi melalui jurnal penelitian pada laman sinta ristekdikti dengan kata kunci Media pendidikan gizi, Pengetahuan ibu, dan Pencegahan stunting. Berdasarkan 3 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dalam pembahasan ini, diketahui peningkatan tertinggi dihasilkan oleh media integrating card sebagai media informasi stunting yang dinilai efektif meningkatkan pengetahuan ibu dengan menggunakan metode bermain kartu. Pada uji efektivitas ketiga media menunjukkan adanya pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai stunting. Namun pada media integrating card mendapatkan peningkatan pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan media lain. Hal ini menunjukkan bahwa media interaktif yang menyenangkan lebih dapat diterima isi materinya dibandikan dengan media yang memaparkan materi dengan bentuk yang formal seperti bentuk dari media lembar balik dan modul risiko deteksi stunting.
Tingkat Kesukaan Minuman dari Bubuk Daun Kersen dengan Penambahan Bubuk Kunyit: The Level of Preference for Beverage from Cherry Leaf Powder with the Addition of Turmeric Powder Sinta Puspita Dewi; Milliyantri Elvandari; Linda Riski Sefrina
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minuman bubuk daun kersen dengan penambahan bubuk kunyit merupakan produk yang dapat dijadikan pilihan sebagai minuman yang mengandung antioksidan. Daun kersen dan kunyit memiliki manfaat sebagai anti inflamasi, anti bakteri, dan antioksidan. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap minuman bubuk daun kersen dengan penambahan bubuk kunyit dan melalui uji organoleptik. Uji organoleptik dilakukan dengan uji hedonik, mutu hedonik, dan uji rangking. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan penambahan bubuk kunyit pada bubuk daun kersen sebanyak 0%, 7,5%, 10%, dan 12,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan rata-rata uji hedonik tiap perlakuan pada semua parameter (p>0,05), sedangkan rata-rata uji mutu hedonik tiap perlakuan pada parameter aroma, rasa, kejernihan, dan aftertaste terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05). Nilai rata-rata tingkat kesukaan panelis melalui uji rangking terhadap parameter warna, aroma, rasa, kejernihan dan aftertaste setiap perlakuan menunjukkan bahwa sampel dengan penambahan bubuk kunyit sebanyak 10% merupakan produk terpilih. Sampel dengan penambahan kunyit 10% merupakan produk terpilih dengan kategori disukai memiliki kriteria mutu berwarna agak gelap, beraroma harum, rasa pahit, agak keruh, dan memiliki aftertaste yang kuat.
Hubungan Status Gizi, Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di SMAN 98 Jakarta: Relationship of Nutritional Status, Sleep Quality and Physical Activity with The Menstrual Cycle in Adolescent Girls at SMAN 98 Jakarta Anggi Ayuni Moulinda; Iin Fatmawati Imrar; Ikha Deviyanti Puspita; M. Ikhsan Amar
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual disorders are common in adolescents girl. Disorders that occur include delayed menstruation, irregular menstrual cycles, pain in body areas, and abnormal bleeding during menstruation. According to WHO, 75% of adolescent girls experience menstrual cycle disorders. The purpose of this study was to analyze the relationship between nutritional status, sleep quality and physical activity with the menstrual cycle in adolescent girls at SMAN 98 Jakarta. This research is a quantitative study using a cross-sectional study design with the sampling technique used is stratified random sampling and obtained a sample of 100 respondents. The results of the univariate analysis showed the prevalence of menstrual cycle disorders in adolescent girls at SMAN 98 Jakarta was 41%. The results of the chi-square test showed that there was a significant relationship between nutritional status (p-value = 0.018) and physical activity (p-value 0.003) with the menstrual cycle, while there was no significant relationship between sleep quality (p-value = 0.136) and the menstrual cycle. menstruation. The conclusion obtained in this study is that there is a significant relationship between nutritional status and physical activity in the menstrual cycle and there is no significant relationship between sleep quality and the menstrual cycle. ABSTRAKGangguan menstruasi merupakan hal sering terjadi pada remaja putri. Gangguan yang terjadi diantaranya tertundanya menstruasi, siklus menstruasi tidak teratur, nyeri pada area tubuh, dan perdarahan di luar kewajaran saat menstruasi. Menurut WHO sebesar 75% remaja putri mengalami gangguan siklus menstruasi. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis hubungan status gizi, kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 98 Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain study cross-sectional dengan teknik sampling yang digunakan yaitu stratified random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 100 responden. Hasil analisis univariat menunjukkan prevalensi gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 98 Jakarta sebesar 41%. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (p-value = 0,018) dan aktivitas fisik (p-value 0,003) dengan siklus menstruasi, sementara itu tidak ada hubungan signifikan antara kualitas tidur (p-value = 0,136) dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 98 Jakarta. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan aktivitas fisik pada siklus menstruasi serta tidak ada hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan siklus menstruasi.  

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 24 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 21 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 20 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 17 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN0 Vol 7 No 16 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 14 (2015): JURAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 6 No 11 (2014): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 10 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 9 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 8 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 7 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 6 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 5 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 4 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 3 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN More Issue