cover
Contact Name
Sugeng Maryanto
Contact Email
sugengmaryanto99@gmail.com
Phone
+6281225183599
Journal Mail Official
sugengmaryanto99@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
ISSN : 19780346     EISSN : 25803751     DOI : 10.35473
Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 280 Documents
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI DAN SERAT DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWI DI STIKES NGUDI WALUYO Srimaharani; Sugeng Maryanto; Purbowati
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kadar hemoglobin adalah salah satu parameter yang digunakan untukmenetapkan status anemia. Kadar hemoglobin dapat dipengaruhi oleh asupan protein, zat besidan serat.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara asupan protein,zatbesidanseratdengan kadarhemoglobin pada mahasiswi di STIKes Ngudi WaluyoMetode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif menggunakan pendekatan crosssectional dengan populasi mahasiswi di STIKes Ngudi Waluyo dan jumlah sampel 88responden diambil dengan metode purposive sampling. Asupan protein, zat besi dan seratdiukur menggunakan kuesioner FFQ semi kuantitatif. Kadar hemoglobin diukurmenggunakan alat hemoglobinometer digital dengan ketelitian 0,1 g/dl. Analisis bivariatmenggunakan uji korelasi spearman (α = 0,05).Hasil : Asupan protein terdiri dari 11 mahasiswi (12,5%) kategori defisit sedang, 10mahasiswi (11,4%) kategori defisit ringan, 56 mahasiswi(63,6%) kategori normal dan 12,5%kategori diatas kebutuhan. Asupan zat besi terdiri dari 12,5% kategori defisit sedang 11mahasiswi (11,4%) kategori defisit ringan 56 mahasiswi (63,6%) kategori normal dan 11mahasiswi (12,5%) kategori diatas kebutuhan. Asupan serat terdiri dari 3 mahasiswi (3,4%)kategori defisit ringan, 43 mahasiswi (48,9%)kategori normal, 42 mahasiswi (47,7%) kategoridiatas kebutuhan. Kadar hemoglobin terdiri dari 56 mahasiswi (63,6%) kategori anemia dan32 mahasiswi (36,4%) kategori tidak anemia. Terdapat hubungan yang bermakna antaraasupan protein, zat besi dan serat dengan kadar hemoglobin (p = 0,0001, p = 0,0001, p =0,0001)Simpulan : Terdapat hubungan antara asupan protein, zat besi dan serat dengan kadarhemoglobin.
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS SENTRAL DENGAN TEKANAN DARAH PADA WANITA USIA 30-45 TAHUN DI DUSUN KINTELAN DESA PASEKAN KECAMATAN AMBARAWA Gushella Putri Kinasih; Indri Mulyasari; Purbowati
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Tekanan darah merupakan faktor yang amat penting pada sistem sirkulasi darah. Apabila terjadi peningkatan ataupun penurunan tekanan darah akan mempengaruhi homoestatsis tubuh. Berdasarkan data Riskesdas 2013 prevalensi hipertensi di Kabupaten Semarang masih tinggi yaitu 25,8%. Salah satu faktor yang mempengaruhi tekanan darah yaitu obesitas sentral. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara obesitas sentral dengan tekanan darah pada wanita usia 30-45 tahun di Dusun Kintelan Desa Pasekan Kecamatan Ambarawa. Metode: Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel 92 orang diambil dengan metode total sampling. Pengukuran obesitas sentral dengan menggunakan pengukuran lingkar pinggang sedangkan tekanan darah dengan menggunakan alat spygmomanometer air raksa. Analisis bivariat menggunakan uji kendall tau. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan 65 orang (70,7%) mengalami obesitas sentral dengan tekanan darah kategori hipotensi 5 orang (7,7%) normotensi 34 orang (52,3%), prehipertensi 20 orang (30,8%) dan hipertensi grade 1 sebanyak 6 orang (9,2%), sedangkan 27 orang tidak mengalami obesitas sentral dengan tekanan darah hipotensi sebanyak 3 orang (11,1%), normotensi 22 orang (81,5%) dan prehipertensi 2 orang (7,4%). Analisis bivariat menunjukan ada hubungan yang bermakna antara obesitas sentral dengan tekanan darah p-value= 0,005 (p<0,05) dengan kekuantan kolerasi sedang (r = 0,582). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara obesitas sentral dengan tekanan darah pada wanita usia 30-45 tahun di Dusun Kintelan Desa Pasekan Kecamatan Ambarawa
HUBUNGAN KEBISASAAN KONSUMSI MINUMAN BERPEMANIS DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA DI SMA INSTITUT INDONESIA SEMARANG Farhatus Saidah; Sugeng Maryanto; Galeh Septiar Pontang
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Obesitas adalah keadaan dimana terjadi peningkatan massa jaringan lemak dalam tubuh. Obesitas dapat terjadi karena adanya ketidak seimbangan antara energi yang masuk dan energi yang dikeluarkan. Minuman ringan berpemanis merupakan minuman ringan dalam kemasan yang menambahkan pemanis berkalori sebagai salah satu bahan atau kandungan dalam minuman. Minuman ringan berpemanis termasuk dalam golongan karbohidrat sederhana. Dampak buruk obesitas menyebabkan penyakit seperti tekanan darah tinggi, jantung, diabetes militus, gangguan pernapasan karena saluran pernapasan tersumbat oleh lemak yang menghimpit saluran pernapasan sehingga sulit untuk bernafas. Tujuan : mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi minuman berpemanis dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMA Institut Indonesia Semarang. Metode : Jenis penelitian ini adalah korelasional menggunakan pendekatan cross sectional dengan populasi siswa SMA Institut Indonesia Semarang dan jumlah sampel 99 responden diambil dengan metode proposional random sampling. Pengambilan data menggunakan timbangan injak digital, mikrota dan untuk data konsumsi minuman berpemanis menggunakan FFQ. Hasil : frekunsi kebiasaan konsumsi minuman berpemanis sebanyak 43,4% responden jarang, 34,7% sering, 22,4% selalu, 0% tidak pernah. Sedangkan responden yang mempunyai ststus gizi lebih sebanyak 10,2% dan 89,8% status gizi normal. Hasil uji kendall’s tau didapatkannilai p 0,001 < =0,05 Simpulan : Ada hubungan kebiasaan konsumsi minuman berpemanis dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMA Institut Indonesia Semarang (p=0,001).
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI, KARBOHIDRAT DAN LEMAK DENGAN PERSEN LEMAK TUBUH PADA SISWA SMP USIA 13- 15 TAHUN DI KECAMATAN UNGARAN BARAT Fahrun Arofan Nisa; Galeh Septiar Pontang; Purbowati
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang :Prevalensi gizi lebih pada remaja cenderung meningkat setiap tahunnya.Asupan energi, karbohidrat dan lemak yang berlebihan disimpan dalam jaringan adiposa dibawah kulit atau rongga abdomen sebagai cadangan energi.Persen lemak tubuh sebagaiindikator status gizi.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara asupan energi, karbohidrat dan lemak denganpersen lemak tubuh pada siswa SMP usia 13-15 tahun di Kecamatan Ungaran Barat.Metode :Jenis penelitian ini merupakan studi korelasi menggunakan pendekatan crosssectional dengan populasi siswa SMP di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang.Sampel sebanyak 335 responden diambil menggunakan metode proporsional randomsampling.Asupan energi, karbohidrat dan lemak responden diukur menggunakan FFQ semikuantitatif.Persen lemak tubuh responden diukur menggunakan BIA (BioelectricalImpedanceAnalysis). Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman (α=0,05).Hasil : Rata-rata asupan energi, karbohidrat dan lemak responden dibandingkan kebutuhansehari masing-masing sebesar 105,9% (27,2%),131,3% (46,9%), 87,8% (35,9%). Rata- ratapersen lemak tubuh responden sebesar 25,12% (5,75%). Terdapat hubungan yang bermaknaantara asupan energi, karbohidrat dan lemak dengan persen lemak tubuh (p=0,0001,p=0,0001, p=0,0001).Simpulan :Terdapat hubungan antara asupan energi, karbohidrat dan lemak dengan persenlemak tubuh
HUBUNGAN ASUPAN LEMAK, SERAT, KALIUM, NATRIUM, DAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN GORENGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LAKI-LAKI USIA 40-50 TAHUN DI KELURAHAN GEDANGANAK KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Sinarti; Indri Mulyasari; Galeh Septiar Pontang
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah salah satu penyakit yang sering menyebabkan gangguankardiovaskuler. Data Riskesdas tahun 2013 prevalensi hipertensi pada usia 45-54 tahun sebesar35,6%. Faktor-faktor yang mempengaruhi hipertensi antara lain asupan zat gizi seperti asupanlemak, serat, kalium, natrium dan frekuensi konsumsi gorengan.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan asupan lemak, serat, kalium, natrium dan frekuensikonsumsi gorengan dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 40-50 tahun.Metode: Studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruhlaki-laki usia 40-50 tahun dikelurahan gedanganak. Sampel 103 orang dengan metodeproportional random sampling. Pengambilan data menggunakan sphygmomanometer air raksa,lembar Food Frequency semikuantitatif, mikrotoa, timbangan injak. Analisis bivariatmenggunakan uji chi-square (α=0,05).Hasil: Asupan lemak paling banyak dalam kategori baik yaitu 74,8%. Asupan serat palingbanyak dalam kategori baik yaitu 77,6%. Asupan kalium paling banyak dalam kategori baik yaitu64,1%. Asupan natrium paling banyak dalam kategori baik yaitu 50,5%. Frekuensi konsumsimakanan gorengan paling banyak dalam kategori kadang yaitu 41,7%. Kejadian hipertensi 52orang (50,5%) dan tidak hipertensi 51 orang (49,5%). Ada hubungan antara asupan lemak, serat,natrium, dan frekuensi konsumsi makanan gorengan dengan kejadian hipertensi (p=0,0001,p=0,002, p=0,0001, p=0,0001). Tidak ada hubungan antara asupan kalium dengan kejadianhipertensi (p=0,560).Simpulan: Ada hubungan antara asupan lemak, serat, natrium, dan frekuensi konsumsi makanangorengan dengan kejadian hipertensi.
BISKUIT BERBAHAN TEPUNG UBI JALAR KUNING (Ipomea Batatas) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KACANG HIJAU DAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN ANAK SEKOLAH DASAR YANG ANEMIA Rasmaniar; Ahmad; Sukina Balaka
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang :Anemia Gizi Besi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi pada anak usia 5-12 tahun sebesar 29% di Indonesia (Riskesdas, 2013). Salah satu upaya penanggulangan anemia defisiensi besi adalah denganpemberian makanan tambahan pada anak sekolah dasar.Makanan Tambahan berupa biskuit yang berbahan baku pangan lokal yang kaya zat gizi makro (Protein )dan mikro (Fe) untuk mencegah anemia gizi besi pada anak Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian makanan tambahan (biskuit ) berbahan tepung ubi jalar kuning (Ipomea batatas) dengan penambahan tepung kacang hijau danrumput laut(Eucheuma cottonii) terhadap status anemia anak sekolah dasar. Metode : Metode penelitian ini adalah pra eksperimen dengan desain one group pretest posttest design. Produk biscuit yang terpilih diberikan kepada anak sekolah dasar yang mengalami anemia sebanyak 100 siswa.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan November tahun 2016 . Skrining Anemia di tiga Sekolah Dasar ((SDN 01 Mandonga, SDN 18 Mandonga, SDN 19 Mandonga) di wilayah Kecamatan Puuwatu Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara sejumlah 216 orang . Diperoleh sampel sebesar 100 siswa yang menderita anemia (kadar Hb <11.5 mg/dl), selanjutnya dilakukan intervensi pemberian makanan tambahan berupa biskuit yang berbahan tepung ubi jalar kuning penambahan tepung kacang hijau dan rumput laut. Hasil : Asupan sebelum pengamatan yakni energi sebesar 1302,14 Kkal, asupan protein sebesar 35,21 gram dan asupan Fe sebesar 3,32 mg. Asupan sesudah pengamatan yaitu energi sebesar 1423,46 Kkal, protein sebesar 38,03 gram dan asupan Fe sebesar 4,09 mg. Hasil analisis uji wilcoxon, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang siginifikan antara asupan energi sebelum dan sesudah intervensi ( p= 0,000), terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan protein sebelum dan sesudah intervensi ( p= 0,001), serta terdapat perebedaan yang signifikan antara asupan Fe sebelum dan sesudah intervensi (p= 0,000). Kadar Hb sebelum intervensi sebesar 11,1mg/dl, setelah intervensi sebesar 11,4mg/dl. Hasil analisis korelasi dan regresi setiap variabel dengan kadar Hb menunjukkan bahwa variabel asupan energi, protein, Fe, tidak ada hubungan bermakna positif terhadap peningkatan kadar Hb siswa SD ,sedangkan hasil analisis regresi linear, hanya asupan Fe yang memiliki pengaruh lebih tinggi terhadap kadar Hb yaitu 1% (r2 = 0,10). Kesimpulan :Ada pengaruh pemberian biscuit tepung ubi jalar kuning (Ipomea batatas) penambahan tepung kacang hijau dan rumput laut (Eucheuma cottonii) terhadap peningkatan kadar Hb anak Sekolah Dasar
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KETAHANAN FISIK PADA ATLET BULUTANGKIS USIA 13-18 TAHUN DI PERSATUAN BULUTANGKIS EKSTRA DAN BINTANG JUNIOR DI KOTA CILACAP Nevita Arya A; Indri Mulyasari; Galeh S. Pontang
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Ketahanan fisik menunjang atlet dalam bertanding, sehingga dalam pertandingan atlet tidak mengalami kelelahan dan terhindar dari cedera yang dapat mengganggu penampilannya. Salah satu upaya untuk mendapatkan ketahanan fisik yang baik diperlukan asupan energi dan kadar hemoglobin yang baik. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara asupan energi dan kadar hemoglobin dengan ketahanan fisik pada atlet bulutangkis usia 13-18 tahun. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional dengan populasi atlet PB Ekstra dan Bintang Junior di Kota Cilacap dan jumlah sampel 42 responden diambil dengan metode total sampling.Asupanenergi diukurmengguunakankuesioner FFQ semi kuantitatif, kadar hemoglobin diukur menggunakan alat tes hemoglobin merk Easy Touch dengan ketelitian 0,1 g/dl. Ketahanan fisik diukur menggunakan test Cooper lari 2400 meter. AnalisibivariatmenggunakanujiSpearman Rank (α = 0,05). Hasil : Rata-rata asupan energi 79,6 % ± 11,5, rata-rata kadar hemoglobin 12,6 g/dl ± 2,1. Rata-rata ketahanan fisik 832,6 detik ± 194,3. Tidak terdapat hubungan antara asupan energi dengan ketahanan fisik atlet (r = 0,178; p = 0,258). Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar hemoglobin dengan ketahanan fisik atlet (r = -0,459; p = 0,002). Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara asupan energi dengan ketahanan fisik atlet. Terdapat hubungan antara kadar hemoglobin dengan ketahanan fisik atlet.
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN MAGNESIUM, KALSIUM, DAN ZAT BESI DENGAN DAYA TAHAN OTOT PADA ATLET BULUTANGKIS USIA 13-18 TAHUN DI PERSATUAN BULUTANGKIS EKSTRA DAN BINTANG JUNIOR Shintia Dewi May Vebrianingsih; Sugeng Maryanto; Galeh Septiar Pontang
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Daya tahan otot adalah kemampuan seseorang untuk mempergunakankekuatan maksimum saat atlet bulutangkis melakukan jumpuing smash. Konsumsi mineralmagnesium, kalsium, dan zat besi dapat berpengaruh terhadap daya tahan otot seorang atletbulutangkis. Kesehatan dan kebugaran jasmani yang menurun dapat menyebabkan kelelahan,sistem otot dalam keadaan lemah menyebabkan kecepatan dan daya tahan otot rendah.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara asupan magnesium, kalsium dan zat besidengan daya tahan otot pada atlet bulutangkis usia 13-18 tahun di Persatuan BulutangkisEkstra dan Bintang Junior.Metode : Jenis penelitian ini merupakan studi korelasi yang menggunakan pendekatan crosssectional dengan populasi atlet bulutangkis usia 13-18 tahun di Persatuan Bulutangkis Ekstradan Bintang Junior. Sampel sebanyak 45 responden diambil menggunakan metode totalsampling. Asupan magnesium, kalsium, dan zat besi responden diukur menggunakan FFQsemi kuantitatif. Daya tahan otot responden diukur menggunakan tes push up selama satumenit. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Kendall tau (α= 0,05).Hasil : Asupan magnesium, kalsium, dan zat besi responden paling banyak dengan kategorinormal secara berturut-turut adalah 44,4%, 48,9% dan 55,6%. Sedangkan, asupan magnesiumdan kalsium yang paling sedikit dengan kategori diatas kebutuhan 0,0%, asupan zat besipaling sedikit dengan kategori defisit berat 2,2%. Daya tahan otot yang paling banyak dengankategori baik 51,1% dan paling sedikit dengan kategori kurang sekali 4,4%. Terdapathubungan yang bermakna antara asupan magnesium dan zat besi dengan daya tahan otot (p =0,006, dan p = 0,001). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan kalsium dengandaya tahan otot (p = 0,078).Simpulan : Terdapat hubungan antara asupan magnesium dan zat besi dengan daya tahanotot. Tidak terdapat hubungan antara asupan kalsium dengan daya tahan otot.
ANALISA FAKTOR FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU PERAWAT DALAM PENGGUNAAN SIMRS DI RSUD AMBARAWA Imron Rosyidi; Suharnomo; Bambang Edi Warsito
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai dengan UU RS No. 44 tahun 2009 disebutkan bahwa setiap rumah sakit wajib memiliki atau mengelola Sistem informasi rumah sakit, SIMRS , RSUD Ambarawa sudah memiliki SIMRS tetapi dalam pelaksanannya belum optimal, dana yang dikeluarkan untuk pembuatan SIMRS sekitar 500 Juta, sebuah kerugian besar jika sistem yang dibiayai mahal tersebut tidak dimaksimalkan, keuntungan memaksimalkan SIMRS dapat dimanfaatkan semua lini dirumah sakit, penelitian ini bertujuan mengetahui faktor – faktor apa sajakah yang berpengaruh terhadap belum optimalnya perilaku perawat dalam menggunakan SIMRS Desain penelitian yang digunakan explanatory research, proses pengambilan sampel menggunakan total sampling pada perawat pelaksana di unit rawat inap RSUD Ambarawa, Faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku perawat dalam menggunakan SIMRS adalah faktor pengetahuan, pemahaman responden terhadap SIMRS tidak berkaitan dengan pelatihan yang didapatkan tetapi dikaitkan dengan seberapa sering mereka menggunakan SIMRS dalam kegiatan pendokumentasian segala aktivitas terkait dengan pasien. Selain pelatihan dibutuhkan supervisi dan pengarahan dari atasan langsung atau kepala ruang agar penggunaan SIMRS dapat optimal sesuai dengan instruksi yang tertuang dalam UU No. 44 tahun 2009 tentang rumah sakit bahwa setiap rumah sakit seharusnya melakukan proses pendokumentasian segala kegiatan dan aktivitas menggunakan SIMRS.
HUBUNGAN TEKSTUR MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 6-12 BULAN DI PUSKESMAS TRUCUK I KECAMATAN TRUCUK KABUPATEN KLATEN Kartika Pibriyanti; Dwi Atmojo
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO (2013) beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian MPASI antara lain adalah frekuensi, jumlah takaran, tekstur, dan jenis. Tekstur makanan harus disesuaikan dengan kondisi dan usia bayi agar bisa dicerna dengan mudah dan tidak terjadi kurang gizi. Ukuran lambung bayi yang masih kecil tidak bisa makan makanan dengan tekstur dan jumlah seperti yang dimakan orang dewasa. Keterlambatan dalam meningkatkan tekstur makanan akan membuat anak sulit untuk memakan makanan bertekstur padat ketikabertambah usia. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan tekstur MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6-12 bulan di Desa Kradenan Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten. Metode : Penelitian menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional pada 45 bayi usia 6-12 bulan di Desa Kradenan Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten. Variabel bebas adalah tekstur MP-ASI, sedangkan variable terikat adalah status gizi. Analisis data menggunakan uji statistic chi square. Hasil : Tekstur MP-ASI bayi usia 6-12 bulan di Desa Kradenan Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten sebanyak 30 responden (66,7%) adalah kental. Status gizi bayi usia 6-12 bulan di Desa Kradenan Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten sebanyak 28 orang (62,2%) adalah baik. Hasil uji statistik dengan chi square diperoleh data p = 0,005. Simpulan : ada hubungan tekstur MP-ASI dengan Status Gizi Bayi Usia 6-12 bulan di Desa Kradenan Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten dengan nilai p = 0,005 (p<0,05)

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 24 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 21 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 20 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 17 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN0 Vol 7 No 16 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 14 (2015): JURAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 6 No 11 (2014): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 10 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 9 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 8 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 7 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 6 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 5 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 4 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 3 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN More Issue