cover
Contact Name
Sugeng Maryanto
Contact Email
sugengmaryanto99@gmail.com
Phone
+6281225183599
Journal Mail Official
sugengmaryanto99@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
ISSN : 19780346     EISSN : 25803751     DOI : 10.35473
Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 280 Documents
Pengaruh Pemberian Jus Campuran Jambu Biji Merah (Psidium guajava Linn) dan Buah Tomat (Solanum lycopersicum) Terhadap Kadar Asam Urat: Effect of Red Guava (Psidium guajava Linn) and Tomato (Solanum lycopersicum) Mixed Juice on Uric Acid Levels Joyeti Darni Darni; Retno Wahyuningsih; Ni Ketut Sri Sulendri; Sri Julia Wahyuni
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v15i2.440

Abstract

Gout is a disease caused by the accumulation of monosodium urate crystals in the body and disturbances in purine metabolism. Gout is caused by two main factors, namely inadequate excretion of uric acid from the kidneys and increased production of uric acid in the body due to purine metabolism disorders. Management of gout can be carried out non-pharmacologically, namely by increasing the consumption of foods that are high in vitamin C and fiber and antioxidants such as red guava and tomatoes.  To determine the effect of giving red guava (Psidium guajava Linn) and tomato (Solanum lycopersicum) mixed juice on uric acid levels in hyperuricemia patients in outpatient care in the working area of ​​the Langgudu Health Center. This research is a Quasy eksperimental research. The sampel came from the Langgudu District, Bima Regency. Juice intervention was given for seven consecutive days, once per day, in the morning as much as 350 ml of 200 grams of red guava, 50 grams tomato dan 100 ml of mineral water. The results were analyzed using the paired t-test. in the treatment group there was a decrease in uric acid levels of 1,3 mg/dl. Mean while, the difference in decreased uric acid levels in the group was 0,7 mg/dl. There was an effect of decreasing uric acid levels after being given a mixed guava juice intervention red seeds and tomatoes in hyperuricemia patients in the working area of the Langgudu Publik Health Center.   Asam urat merupakan suatu penyakit yang diakibatkan karena penimbunan kristal monosodium urat di dalam tubuh dan adanya gangguan metabolisme pada purin. Penatalaksanaan asam urat dapat dilakukan secara non farmakologi yaitu dengan cara meningkatkan konsumsi makanan yang tinggi vitamin C dan serat serta antioksidan seperti buah jambu biji merah dan buah tomat maka dari itu peneliti ingin membuat jus campuran jambu biji merah dan buah tomat yang tinggi vitamin C. Mengetahui pengaruh pemberian juice campuran jambu biji merah (Psidium guajava Linn) dan buah Tomat (Solanum lycopersicum) terhadap kadar asam urat pasien hiperurisemia pada pasien rawat jalan di wilayah kerja Puskesmas Langgudu, Kabupaten Bima, NTB. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasy eksperimental. Sampel berasal dari Puskesmas Langgudu berjumlah 20 sampel. Sampel dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi jus diberikan selama tujuh hari berturut – turut, satu kali pemberian perhari, diberikan pada pagi hari sebanyak 350 ml dari 200 gram jambu biji merah, 50 gram tomat dan 100 ml air mineral. Analisis data menggunakan uji t-berpasangan. Hasil penelitian bahwa pada kelompok perlakuan terjadi penurunan kadar asam urat sebesar 1,3 mg/dl. Sedangkan selisih penurunan kadar asam urat pada kelompok kontrol sebesar 0,7 mg/dl.  Terdapat pengaruh penurunan kadar asam urat setelah diberikan intervensi jus campuran jambu biji merah dan buah tomat pada pasien hiperurisemia di wilayah kerja Puskesmas Langgudu.
Faktor Perilaku Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Perempuan di SMPN 21 Banjarmasin: Compliance Behaviour Factors of Iron Tablet Suplement Consumption Among Adolescent Girls Junior High School 21 Banjarmasin Mina Rahmawaty; Nurul Hekmah; Siti Aisyah Solechah; Ainun Nisa
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v15i2.449

Abstract

Anemia in adolescent girls can cause decreased concentration, learning ability, memory, learning achievement, reproductive health, motor and mental development Compliance behaviour of iron tablet supplement consumption in adolescent girls is influenced by several factors, such as knowledge of anemia and iron tablet supplements and length of menstruation. This study aimed to analyze the compliance behaviour factors of iron tablet supplement consumption among adolescent girls in Junior High School 21 Banjarmasin. This analytical observational study used a cross-sectional design. A total of 159 adolescent girls were selected as research samples using the purposive sampling method. The data were analyzed using the Spearman’s rank correlation test with a p-value of < 0,05. The results showed that the majority of respondents had good knowledge of anemia and iron tablet supplement (69,8%), normal length of menstruation (64,2%), and good compliance of iron tablet consumption (61,6%). Knowledge of anemia and iron tablet supplement (p=0,001) and the length of menstruation (p=0,007) were associated with the compliance of iron tablet consumption. Health workers can improve counseling to teachers and students’ parents related to anemia and iron tablet so that they can properly supervise and support the adolescent girls to consume iron tablet regularly. ABTSRAK Anemia pada remaja putri dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, kemampuan belajar, daya ingat, prestasi belajar, kesehatan reproduksi, perkembangan motorik dan mental. Perilaku kepatuhan konsumsi suplemen tablet zat besi pada remaja putri dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pengetahuan tentang anemia dan suplemen tablet zat besi serta lamanya menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor perilaku kepatuhan konsumsi suplemen tablet zat besi pada remaja putri di SMP 21 Banjarmasin. Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain cross-sectional. Sebanyak 159 remaja putri dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi rank Spearman dengan nilai p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia dan suplemen tablet zat besi (69,8%), lama menstruasi yang normal (64,2%), dan kepatuhan konsumsi tablet zat besi yang baik (61,6%). Pengetahuan tentang anemia dan suplemen tablet zat besi (p=0,001) dan lama menstruasi (p=0,007) berhubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet zat besi. Petugas kesehatan dapat meningkatkan penyuluhan kepada guru dan orang tua siswa terkait anemia dan tablet zat besi sehingga dapat mengawasi dan mendukung remaja putri dengan baik untuk mengkonsumsi tablet zat besi secara rutin.
Modifikasi Formula Khusus untuk Pasien dengan Diet TKTP Berbahan Dasar Tepung Tempe, Tepung Jagung, dan Tepung Ikan Lele: Formula Modifications for Patients with TKTP Diet Ingredients Based on Tempe Flour, Corn Flour (Zea Mays) and Catfish Flour Indah Puspita Sari; Imelda Telisa; Terati
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v15i2.450

Abstract

Enteral formula is food in liquid form which is given to patients through mouth or tube (sonde) as long as the digestive tract is still functioning. One of the enteral formulas that is widely used in hospitals is the enteral formula for patients on the TKTP diet who require higher energy and protein than normal requirements. One of the efforts that can be made is through an enteral formula product innovation approach for the TKTP diet based on local food of high nutritional value.To find out the best formulation of a formula esspecially for the TKTP diet made from tempe flour, corn flour, and catfish flour, macronutrient content, viscosity, and acceptability.  This research is an experimental study using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 3 formulations. The subjects of the organoleptic test were 25 panelists. Based on the results of organoleptic tests (color, aroma, taste, and texture) it showed that the most favorable acceptability of the formula was F3 with 452.33 kcal energy, 20.80% protein, 17.29% fat, 53.38% carbohydrates, in 100 grams and a viscosity yield of 7.8 mpa.s. Based on the research results, this formulation made from tempe flour, corn flour and catfish flour can be used as an alternative enteral formula for patients on the TKTP diet.   ABSTRAK Formula enteral merupakan makanan dalam bentuk cair yang diberikan kepada pasien melalui oral atau pipa (sonde) selama saluran cerna masih berfungsi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendekatan inovasi produk formula enteral untuk diet TKTP berbahan dasar pangan lokal bernilai gizi tinggi. Untuk mengetahui formulasi terbaik formula khusus untuk diet TKTP berbahan dasar tepung tempe, tepung jagung, dan tepung ikan lele, kandungan gizi makro, viskositas, dan daya terimanya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 formulasi. Subjek penelitian uji organoleptik sebanyak 25 panelis. Berdasarkan hasil penelitian uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur) menunjukkan bahwa daya terima formula yang paling disukai adalah F3 dengan energi 452,33 kkal, protein 20,80%, lemak 17,29%, karbohidrat 53,38%, dalam 100 gram dan hasil viskositas 7,8 mpa.s. Berdasarkan hasil penelitian formula khusus berbahan dasar tepung tempe, tepung jagung dan tepung ikan lele ini bisa digunakan sebagai formula enteral alternatif untuk pasien dengan diet TKTP.  
Pengaturan Diet dan Pendidikan Gizi Meningkatkan Status Gizi dan Kesegaran Jasmani Atlet Sepakbola: Diet Combined with Nutrition Education Improve Nutritional Status and Physical Fitness of Football Athletes Hesti Permatasari; Galeh Septiar Pontang
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v15i2.451

Abstract

Excellent physical fitness and optimal nutritional status are conditions for an athlete to perform optimally. Proper diet combined with nutrition education program are supposed to support the achievements of athletes in addition to the scheduled training program. This study aimed to identify the effect of diet combined with nutrition education on the nutritional status and physical fitness football athletes. The study was designed with the pre-post test control group design. The population was the students of the football academy in Semarang, 14-18 years old. There were 60 subjects selected by purposive technic sampling and divided into two (2) groups: dietary pattern arranged group and control group. Diet was given for 3 weeks to the treatment group, both groups got nutrition education. The nutritional status was measured with body mass index (BMI), lean body mass (Bioelectrical Impedance Analyzer (BIA)), hemoglobin (Hb) (cyanmethemoglobin). Physical fitness was analyzed using the methods of Asian Committee on the Standardization of Physical Fitness Test (ACSPFT). Data of the study was analized with independent t-test, paired t-test, Mann Whitney, Wilcoxon and General Linera Model. There was an increased IMT in the treatment group (0.26 kg/m2) higher than the control group (0.02 kg/m2) p = 0.0001, lean body mass increased in the treatment groups(1.57%), while in the control group it decreased (0.12%) p = 0.0001, score of ACSPFT in treatment groups (116.27) was higher than in the control group (3.47) before and after controlled for resting pulse rate p = 0.0001. Nutritional status and physical fitness have improved by diet combined with nutrition education in football athletes. ABSTRAK Syarat yang penting dipenuhi atlet untuk berprestasi adalah kesegaran jasmani dan status gizi optimal. Pengaturan diit atlet disertai pendidikan gizi dapat dijadikan program penunjang agar atlet berprestasi. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh pengaturan diit atlet disertai pendidikan gizi terhadap status gizi dan kesegaran jasmani atlet sepak bola. Penelitian berdesain pre-post test control group dengan 60 subjek dipilih secara purposif dan dibagi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan. Tempat penelitian adalah salah satu akademi sepak bola di Kabupaten Semarang dengan kelompok usia 14-18 tahun. Kelompok perlakuan diberikan pengaturan diit atlet sesuai kebutuhan berdasarkan usia dan aktivitas selama 3 minggu. Pendidikan gizi diberikan kepada semua kelompok. Penilaian status gizi menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), komposisi lean body mass (Bioelectrical Impedance Analyzer (BIA), dan kadar hemoglobin (cyanmethemoglobin). Penilaian kesegaran jasmani menggunakan metode Asian Committee on the Standarduzation of Physical Fitness Test (ACSPFT). Data dianalisis menggunakan independent t-test, paired t-test, Mann Whitney, Wilcoxon dan General Linear Model. IMT kelompok perlakuan (0,26±0,42kg/m2) meningkat lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (0,02±0,38kg/m2) dengan nilai p=0,0001. Kelompok perlakuan mengalami peningkatan lean body mass (1,57±1,34%), sebaliknya kelompok kontrol menurun  (0,12±0,57%) (p=0,0001). Skor ACSPFT kelompok perlakuan (116,27±17,31) meningkat lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (3,47±23,27) sebelum maupun setelah dikontrol denyut nadi istirahat (p=0,0001). Pengaturan diit atlet disertai pendidikan gizi dapat meningkatkan status gizi dan kesegaran jasmani atlet sepak bola.  
Hubungan Asupan Energi dan Protein dengan Kejadian Stunting pada Anak Vegetarian Usia 5-12 Tahun di Komunitas Vegetarian Indonesia: Relationship of Energy and Protein Intake to Stunting Events of Vegetarian Children Aged 5-12 Years Old in Indonesia Vegetarian Community Fabiola Ainy Ejenia; Waisaktini Margareth Manalu; Ahmad Faridi
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v15i2.480

Abstract

Indonesia is the second highest country in Southeast Asia, Background: Indonesia is the second highest country in Southeast Asia, the prevalence of stunting in toddlers is 31.8% in 2020. The prevalence of stunting in toddlers in DKI Jakarta is 16.8%, and the prevalence of stunting in toddlers aged 0-59 months is 19.7 %. Stunting in toddlers and children (>5-12 years) with a vegetarian diet that occurs is influenced by energy and protein intake. The purpose of this study bas to determinine the relationship between energy and protein intake on the incidence of stunting in vegetarian children aged 5-12 years in the Indonesian Vegetarian Society, Jakarta. This study Led na observasional method with a cross sectional design.   Sampling using purposive sampling with a sampel of 43 people.  Primary data was obtained using a questionnaire in the form of a gform. Data processing used Chi Square test with 95% confidence level and = 0.05. The results of this study were 93.3% of children who were not stunted and 4.7% of children who were stunted, consumed 86% less energy intake, and 25.6% less protein intake. There was no relationship between energy and protein intake on the incidence of stunting (energy p<1,000 & protein p<1.451). The conclusion of the study is that  there is no relationship between energy and protein intake on the incidence of stunting in vegetarian children aged 5-12 years in the Jakarta IVS Community. ABSTRAK Indonesia merupakan negara tertinggi kedua di Asia Tenggara, prevalensi stunting pada balita 31,8% tahun 2020. Prevalensi  stunting pada balita di DKI Jakarta sebanyak 16,8%, dan prevalensi stunting pada balita usia 0-59 bulan sebanyak 19,7%. Stunting pada balita dan anak-anak (>5-12 tahun) dengan pola makan vegetarian yang terjadi dipengeruhi oleh asupan energi dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa  hubungan asupan energi dan protein terhadap kejadian stunting anak vegetarian Usia 5-12 Tahun Di Komunitas Indonesia Vegetarian Society Jakarta. Desain Penelitian ini adalah desain Cross Sectional dengan jumlah responden 43 dengan metode Purposive Sampling. Data primer diperoleh menggunakan kusioner dalam bentuk gform. Pengolahan data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% dan α = 0.05. Hasil penelitian ini 93.3% anak tidak stunting dan 4.7% anak yang mengalami stunting, konsumsi asupan energi kurang 86%, dan asupan protein kurang 25.6%. Tidak terdapat hubungan antara asupan energi dan protein terhadap kejadian stunting (p<0,05). Kesimpulan pada penelitian adalah tidak ada hubungan antara asupan energi dan protein terhadap kejadian stunting pada anak vegetarian usia 5-12 tahun di Komunitas IVS Jakarta.
Hubungan Tinggi Badan Ibu, Riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK), dan Usia Ibu Saat Hamil dengan Kejadian Stunting pada Batita Usia 12-35 Bulan Di Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen: The Correlation between Maternal Height, History of Chronic Energy Deficiency (CED) and Maternal Age During Pregnancy with Stunting Incidency in Toodlers Aged 12-35 Months in Mojokerto Village, Kedawung District, Sragen Regency Ratna Noviyanti; Indri
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v15i2.484

Abstract

Stunting is a major nutritional problem in the world. Results of the Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) for 2022, the prevalence of stunting in 2022 is 21.6%. Risk factor of stunting are maternal height, history of chronic energy deficiency (CED) and maternal age during pregnancy. The aim of this study was to analize the correlation between maternal height, history of chronic energy deficiency (CED) and maternal age during pregnancy with stunting accident in toodlers aged 12-35 month in Mojokerto Village, Kedawung District, Sragen Regency. This research was correlation analytic research with a cross-sectional approach. The population in this study are toddlers aged (12-35 months) total 163 toddlers in Mojokerto Village, Kedawung District, Sragen Regency. The Sample were taken by simple random sampling with 60 toddlers. Collecting data using a questionnaire and measuring length/height using a length board and stadiometer. Analysis data was using contingency koeficient test (α=0.05). Prevaletion of Stunting 30%. There is no correlation between maternal height, history chronic energy deficiency (CED), and maternal age during pregnancy with a stunting accident (p=0.610, p=431, p=450, respectively). There is no correlation between a maternal height, chronic energy deficiency (CED) and maternal age during pregnancy with a stunting accident in toodlers aged 12-35 months in Mojokerto Village, Kedawung District, Sragen Regency.   ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi utama di dunia. Hasil Studi Status Gizi Indonesi (SSGI) tahun 2022 prevalensi stunting tahun 2022 sebesar 21.6%. Tinggi badan ibu, riwayat kekurangan energy kronis (KEK), dan usia ibu saat hamil merupakan faktor penybab terjadinya stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tinggi badan, riwayat kekurangan energy kronis (KEK), dan usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada batita usia 12-35 bulan di Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik korelasi dengan pendekatan crossectional. Populasi pada penelitian ini adalah batita usia (12-35 bulan) berjumlah 163 batita di Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Sampel ditentukan dengan menggunakan simple random sampling sejumlah 60 batita. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan pengukuran panjang badan/tinggi badan menggunakan alat length board dan stadiometer. Analisis data menggunakan uji koefisinesi kontingensi (α = 0.05). Prevalensi stunting sebesar 30%. Tidak ada hubungan antara tinggi badan ibu, riwayat kekurangan energy kronis (KEK) dan usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting (p=0.610, p=0.431, p=0.450).Tidak terdapat hubungan tinggi badan ibu, riwayat kekurangan energy kronis (KEK) dan usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada batita usia 12-35 bulan di Desa Mojokerto, Kecamata Kedawung, Kabupaten Sragen.
Mutu Hedonik, Kandungan Kalsium dan Protein pada Mi Kering dengan Substitusi Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius Sp.): Hedonic Quality, Calcium and Protein Content in Dry Noodles with Substitution of Patin Fish (Pangasius Sp.) Bone Flour Wahyu Rachmawati; Dyah Kartika Wening
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v15i2.492

Abstract

Pangasius fish bone is a byproduct of fish processing that contains macro and micro minerals, including calcium and essential proteins for bodily health. Therefore, a dried noodle product with substituted pangasius fish bone flour was developed and subjected to hedonic quality testing to determine consumer preferences towards the resulting product. To assess hedonic quality, calcium, and protein content of dried noodles with substituted pangasius fish bone flour. This study employed an Experimental Design approach. Treatments involved creating dried noodles with 5%, 10%, and 15% substitution of pangasius fish bone flour, followed by hedonic quality testing to determine the optimal formula. Subsequently, calcium and protein content analysis was conducted. Hedonic quality testing results for each formula of dried noodles with pangasius fish bone flour substitution yielded the following scores: F1 - color 4.32, aroma 3.24, taste 3.40, texture 3.68; F2 - color 4.00, aroma 3.20, taste 3.04, texture 3.32; F3 - color 3.96, aroma 2.36, taste 3.00, texture 3.12. The nutritional content of dried noodles with pangasius fish bone flour substitution in formula 1 exhibited an average calcium content of 239.25 mg/50g and protein content of 3.7%. The selected formula is formula 1, which contains 239.25 mg of calcium and 7.4% (equivalent to 3.7 grams) of protein in each serving of 50 grams. ABSTRAK Tulang ikan patin merupakan limbah pengolahan ikan yang mengandung mineral makro dan mikro di antaranya kalsium dan protein yang penting bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, produk mi kering dengan substitusi tepung tulang ikan patin dikembangkan dan diuji mutu hedoniknya untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Untuk mengetahui mutu hedonik, kandungan kalsium dan protein mi kering substitusi tepung tulang ikan patin. Penelitian ini merupakan penelitian Experimental Design. Perlakuan dilakukan dengan membuat mi kering dengan substitusi tepung tulang ikan patin sebesar 5%, 10%, dan 15% kemudian dilakukan uji mutu hedonik untuk mengetahui formula terbaik yang akan dilanjutkan dengan analisis kandungan kalsium dan protein.  Hasil uji mutu hedonik setiap formula mi kering substitusi tepung tulang ikan patin pada F1 untuk parameter warna sebesar 4,32. aroma 3,24, rasa 3,40, tekstur 3,68, F2 untuk parameter warna sebesar 4, aroma 3,20, rasa 3,04, tekstur 3,32, F3 untuk parameter warna sebesar 3,96, aroma 2,36, rasa 3, tekstur 3,12. Kandungan zat gizi mi kering substitusi tepung tulang ikan patin pada formula 1 dengan rata-rata kalsium 239,25 mg/50g dan protein 3,7% atau 3,7 g/50g. Formula terpilih adalah formula 1 dengan kandungan kalsium sebesar 239,25 mg dan kandungan protein sebesar 7,4% atau 3,7 gram dalam setiap sajiannya yang berisi 50 gram.
Daya Terima Menu Sayur di Sebuah Asrama Pendidikan di Kota Semarang: Acceptance of Vegetable Menu at A Reformatory in Semarang Puji Afiatna; Devinta Fitriani Rudin; Salisa Kinanti Nurul F; Ziana Andrian
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v15i2.496

Abstract

Reformatory is an institution that organizes food for its people. Students as residents of reformatory need to get quality food and contain balanced nutrients to meet their needs. Fulfillment of nutrients one of them is through vegetables. Vegetables are one of the menus served for boarding students and there are the most leftovers. The purpose of this study was to describe the acceptability of vegetable menus in educational dormitories in the city of Semarang. This research is a descriptive observational study with a cross sectional approach with a sample of 32 large bowls of vegetables and 172 respondents. The data collected were vegetable residues which were weighed with digital scales with an accuracy of 0.1 gram and vegetable preferences collected with a preference test questionnaire. The result was that 56.25% of the vegetables served were not consumed. 31.25% leftover vegetables >20% and 25% leftover vegetables <20%, 43.75% consumed. Acceptability of vegetables is 79.91% included in the enough category. Texture that is too overcook, taste and boredom in the vegetables served are related to poor acceptance. Training for processing staff is needed so that they process vegetables properly and modify vegetable recipes. ABSTRAK Asrama pendidikan merupakan institusi yang menyelenggarakan makanan untuk warganya. Siswa sebagai warga asrama pendidikan perlu mendapatkan makanan yang berkualitas dan mengandung zat gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhannya. Pemenuhan zat gizi salah satunya adalah melalui sayur. Sayur menjadi salah satu menu yang disajikan untuk siswa asrama dan paling banyak terdapat sisa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran daya terima menu sayur di asrama pendidikan di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 32 mangkuk besar sayur dan 172 responden. Data yang dikumpulkan adalah sisa sayur yang ditimbang dengan timbangan digital dengan ketelitian 0,1 gram dan kesukaan sayur yang dikumpulkan dengan kuesioner uji kesukaan. Diperoleh hasil bahwa 56,25% sayur yang disajikan tidak dihabiskan. 31,25% sisa sayur >20% dan 25% sayur sisa <20%, 43,75% habis dikonsumsi. Daya terima menu sayur adalah 79,91% termasuk dalam kategori cukup. Presentase terendah daya terima sayur ada pada aspek tekstur, yaitu 78,73%. Tekstur yang terlalu lunak (overcook), citarasa dan rasa bosan pada sayur yang disajikan berkaitan dengan kurang baiknya daya terima. Diperlukan pelatihan petugas pengolah agar dalam mengolah sayur dengan tepat dan modifikasi resep sayur.
Determinan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Edison Jaar Tahun 2023: Determinants of stunting incidents in the working area of Edison Jaar Primary Health Center In 2023 Ladi; Ainun Nisa; Yulianti; Siti Aisyah Solechah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i1.464

Abstract

Stunting is a persistent nutritional issue in children that may begin during pregnancy, leading to impaired growth and resulting in a child's height being lower than expected for their age (dwarfism) (Izwardy, 2020). Stunting is a health concern demanding immediate attention, as emphasized by the Presidential Regulation of the Republic of Indonesia Number 72 of 2021. In Indonesia, stunting in children under five years old poses a substantial public health challenge. This research aims to establish the correlation between determinant factors, including the history of pregnant mothers experiencing chronic energy deficiency (CED), pregnant mothers with anemia, infants born with low birth weight (LBW), and the history of exclusive breastfeeding, with the occurrence of stunting in children aged 24-59 months in the operational area of Edison Jaar Community Health Center. This correlational descriptive study adopts a case-control research design. The sample, comprising 106 participants, was selected using purposive sampling, with 53 cases and 53 controls. Data were analyzed using the chi-square test.The findings revealed that a history of pregnant mothers with CED (p=0.000, OR=6.006, 95% CI=2.191-16.464), a history of pregnant mothers with anemia (p=0.002, OR=4.655, 95% CI=1.843-11.755), a history of babies born with LBW (p=0.000, OR=5.867, 95% CI=2.245-2.915), and a history of exclusive breastfeeding (p=0.000, OR=33.683, 95% CI=11.287-100.522) were associated with stunting in children aged 24-59 months. It is crucial to enhance promotion, education, and health interventions that emphasize the significance of caregiving during the first 1000 days of life for both mothers and children. Improved coordination and advocacy across sectors are also essential to enhance maternal and child health services, addressing risk factors contributing to stunting in toddlers.   ABSTRAK Stunting adalah masalah kurang gizi pada anak yang berlangsung lama yang menyebabkan gangguan pertumbuhan anak yaitu tinggi badan anak lebih rendah dari usianya (kerdil) (Izwardy, 2020). Stunting merupakan masalah kesehatan yang perlu segera diatasi (Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021).Stunting pada anak di bawah lima tahun adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor determinan, seperti riwayat ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK), riwayat ibu hamil anemia, riwayat bayi berat badan lahir rendah (BBLR), dan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Edison Jaar. Penelitian deskriptif korelatif ini menggunakan desain penelitian case control (kasus dan kontrol). Sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 106 yang kemudian dibagi menjadi 53 sampel sebagai kasus dan 53 sampel sebagai kontrol. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat ibu hamil dengan KEK (p=0,000, OR=6,006, 95% CI=2,191-16,464), riwayat ibu hamil dengan anemia (p=0,002, OR=4,655, 95% CI=1,843-11,755), riwayat bayi lahir dengan BBLR (p=0,000, OR=5,867, 95% CI=2,245-2,915), dan riwayat pemberian ASI eksklusif (p=0,000, OR=33,683, 95% CI=11,287-100,522) berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Promosi, edukasi dan intervensi kesehatan mengenai pentingnya pola asuh dalam 1000 hari pertama kehidupan pada ibu dan anak perlu ditingkatkan. Koordinasi dan advokasi dengan lintas sektor juga perlu diperbaiki untuk meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan ibu dan anak agar dapat menangani faktor risiko yang dapat menyebabkan kejadian stunting pada balita.
Hubungan Pengetahuan Gizi, Pola Makan, dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Status Gizi Lebih pada Remaja di Man 2 Jakarta Timur: The Relationship of Nutrition Knowledge, Eating Pattern, and Physical Activity with The Incidence of Overnutrition Status in Adolescents at MAN 2 East of Jakarta Fadhelina Luthfiah Azzahra; Inne Indraaryani Suryaalamsah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i1.467

Abstract

The problem of excess nutritional status in adolescents has an 80% chance of being obese as an adult. In 2018, Basic Health Research Data (Riskesdas) reported that Indonesia had a prevalence of obese nutritional status of 11.3% in adolescents aged 13 - 15 years. Overnutrition that occurs in adolescents can continue into adulthood and can cause non-communicable diseases such as cardiovascular disease, diabetes and cancer. This study aims to determine the relationship between nutritional knowledge, diet, and physical activity with overweight status in adolescents at MAN 2, East Jakarta. This research is a quantitative observational study with a cross-sectional design. The number of samples is 54 respondents taken by simple random sampling technique. The research instrument used a nutritional knowledge questionnaire, a semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ), a physical activity level (PAL) questionnaire, and anthropometric data. Research result show that as many as 36% of adolescents had malnutrition status, 34% of adolescents had good nutritional knowledge, 32% of adolescents had poor eating patterns, and 34% of adolescents with mild physical activity. For the results of bivariate analysis using the chi square test, it was found that all variables in this study had a significant relationship (p ≤0.05) with the incidence of overweight in adolescents at MAN 2, East Jakarta.   ABSTRAK Masalah status gizi lebih pada remaja memiliki peluang 80% dengan kejadian obesitas saat dewasa. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 melaporkan bahwa Indonesia memiliki prevalensi status gizi gemuk sebanyak 11,3% pada remaja usia 13 – 15 tahun. Gizi lebih yang terjadi pada remaja dapat berlanjut hingga usia dewasa dan dapat menimbulkan penyakit tidak menular seperti kardiovaskular, diabetes, dan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, pola makan, dan aktivitas fisik dengan status gizi lebih pada remaja di MAN 2 Jakarta Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, pola makan, dan aktivitas fisik dengan status gizi lebih pada remaja di MAN 2 Jakarta Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anyak 36% remaja memiliki status tidak gizi lebih, 34% remaja memiliki pengetahuan gizi baik, 32% remaja memiliki pola makan tidak baik, dan 34% remaja dengan aktivitas fisik ringan. Untuk hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square didapatkan hasil yaitu seluruh variabel pada penelitian ini memiliki hubungan yang signifikan (p ≤0,05) dengan kejadian status gizi lebih pada remaja di MAN 2 Jakarta Timur.

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 24 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 21 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 20 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 17 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN0 Vol 7 No 16 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 14 (2015): JURAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 6 No 11 (2014): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 10 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 9 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 8 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 7 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 6 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 5 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 4 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 3 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN More Issue