cover
Contact Name
Sugeng Maryanto
Contact Email
sugengmaryanto99@gmail.com
Phone
+6281225183599
Journal Mail Official
sugengmaryanto99@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
ISSN : 19780346     EISSN : 25803751     DOI : 10.35473
Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 280 Documents
Penerapan Health Belief Model pada Anak Bawah Lima Tahun (BALITA) Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Salatiga: Model for Stunted Children Under Five Years (Five Years) in the Salatiga City Health Center Working Area Natijati, Arum; Davidson, Sarah Melati; Nusawakan, Arwyn Weynand
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a condition where children do not grow well because they do not receive healthy food for a long time, making them shorter than other children their age. The health belief model (HBM) can identify people's health and illness concepts and behavior related to stunting and can be used as a portrait of behavior in reducing stunting. Only now has research on stunting and identifying public health perspectives according to the HBM perspective, especially in Salatiga City. This study looks at the HBM picture of stunted children and the relationship between HBM components and the incidence of stunting through the height for age z-score (HAZ). This research uses numbers and measurements to examine a large group of children simultaneously. The criteria for respondents in this study were children aged 0-59 months and stunted, indicated as -2SD (standard deviation) based on the child's growth curve (WHO, 2020). Data collection occurred in April-May 2023 in the Salatiga City Health Center Working Area. Based on the HBM components, it was found that perceived vulnerability, perceived severity, perceived benefits, perceived obstacles, cues to action, and self-efficacy were higher in the category of stunted children but were not significantly related to the HAZ score (p>0.05). Future research can explore the behavior of children, mothers, and children related to stunting.   ABSTRAK Stunting adalah kondisi dimana anak tidak tumbuh dengan baik karena tidak mendapat makanan sehat dalam jangka waktu lama sehingga membuatnya lebih pendek dibandingkan anak lain seusianya. Model keyakinan kesehatan (HBM) dapat mengidentifikasi konsep dan perilaku sehat dan sakit masyarakat terkait stunting dan dapat dijadikan potret perilaku dalam menurunkan stunting. Belum banyak penelitian mengenai stunting dan identifikasi perspektif kesehatan masyarakat menurut perspektif HBM yang belum banyak dilakukan khususnya di Kota Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran HBM anak stunting dan hubungan komponen HBM dengan kejadian stunting melalui z-score height for age (HAZ). Penelitian ini menggunakan angka dan pengukuran untuk meneliti sekelompok besar anak secara bersamaan. Kriteria responden dalam penelitian ini adalah anak usia 0-59 bulan dan stunting yang terindikasi -2SD (standar deviasi) berdasarkan kurva tumbuh kembang anak (WHO, 2020). Pengumpulan data terjadi pada bulan April sampai Mei 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Salatiga. Berdasarkan uji chi-square, penelitian ini tidak menemukan hubungan antara 6 komponen HBM dengan skor HAZ. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak, dan efikasi diri terhadap kejadian stunting dengan skor HAZ (p>0,05). Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perilaku anak, ibu, dan anak terkait stunting.
Kajian Status Gizi dan Daya Tahan Kardiorespirasi (VO2Max) pada Remaja Putri SMA di Banda Aceh: Study of Nutritional Status and Cardiorespiratory Endurance (VO2Max) of High School Adolescent Girls in Banda Aceh Junita, Dini; Al-Rahmad, Agus Hendra; Fajarna, Farah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a phase of life with high activity, so it requires adequate and appropriate body intake for optimal growth and development and a healthy and fit body. The aim of this research is to examine the nutritional status and fitness condition of young women in terms of cardiorespiratory endurance. This research was carried out at SMA IT AL-Fityan Banda Aceh in July–September 2023. The sample was female teenagers from grades 9 and 10 with the inclusion criteria being in good physical and mental health, no history of chronic or heart disease, willing to be as many respondents as possible. 60 female students. This type of research is a cross-sectional study, nutritional status data collection is carried out using measurements of body weight and height, while cardiorespiratory uses VO2Max assessments. Data were processed using IBM SPSS Statistics 25 with the chi square statistical test to see the relationship between the two variables. The results of the study showed that of the total of 60 respondents there were still 17 young women who had abnormal nutritional status (28.3%), and 20 people (33.3%) who had low cardiorespiratory endurance. The findings of this research are certainly important to pay attention to because abnormal conditions can have an impact on the health status of young women, but this research has not been able to prove the relationship between nutritional status and low cardiorespiratory endurance in adolescent girls (p-value > 0.05).   ABSTRAK Usia remaja merupakan fase kehidupan dengan aktivitas yang tinggi, sehingga menuntut pemenuhan asupan tubuh yang cukup dan tepat agar pertumbuhan dan perkembangan optimal serta memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status gizi serta kondisi kebugaran remaja putri dilihat dari daya tahan kardiorespirasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA IT AL-Fityan Banda Aceh pada bulan Juli–September 2023. Sampel merupakan remaja putri siswa kelas XI-XII dengan kriteria inklusi dalam keadaan sehat jasmani rohani, tidak memiliki riwayat penyakit kronis dan jantung, bersedia menjadi responden sebanyak 60 siswi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian crossectional, pengumpulan data status gizi dilakukan dengan menggunakan pengukuran berat badan dan tinggi badan,sedangkang kardiorespirasi menggunakan penilaian VO2Max. Data diolah menggunakan IBM SPSS Statistic 25 dengan uji statistic chi square untuk melihat hubungan kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 60 orang responden masih terdapat remaja putri yang memiliki status gizi tidak normal sebanyak 17 orang (28,3%), dan memiliki daya tahan kardiorespirasi rendah 20 orang (33,3%). Temuan hasil penelitian ini tentunya penting menjadi perhatian sebab  kondisi ketidaknormalan dapat berdampak kepada status kesehatan remaja putri, untuk itu perlu dilakukan upaya lebih lanjut dalam penanggulangannya. Namun sangat disayangkan penelitian ini belum mampu membuktikan hubungan status gizi terhadap kondisi rendahnya daya tahan kardiorespirasi pada remaja putri (p-value > 0,05), artinya status gizi bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi daya tahan kardiorespirasi pada remaja putri.
Hubungan Keragaman Konsumsi Pangan dan Sanitasi Lingkungan terhadap Kejadian Stunting: The Relationship Between Dietary Diversity and Environmental Sanitation With Stunting Occurrence Lawini, Teni; Nisa, Ainun; Hekmah, Nurul; Norhasanah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i2.524

Abstract

Stunting is a condition in which a toddler has a height or length that is below the average for their age. Stunting is a nutritional health problem that indicates chronic malnutrition in toddlers. Stunting has long-term implications, such as reduced cognitive and physical development, lower performance in tests, and lower per capita household expenditures. This study aims to analyze the relationship between dietary diversity, environmental sanitation, and the occurrence of stunting in children. Data from a sample size of 58 toddlers were collected in the working area of the Pasar Panas Health Center, Benua Lima District, Barito Timur Regency. The study was conducted from December 2022 to March 2023. The analysis was performed using the Spearman Rank Correlation method. The results of the analysis showed that there was no significant relationship between dietary diversity and the occurrence of stunting (p=0.317, correlation coefficient = 0.134). However, there was a significant relationship between family environmental sanitation, availability of clean water (p=0.013, correlation coefficient=0.326), waste disposal (p=0.000, correlation coefficient=0.478), and household environmental conditions with the occurrence of stunting in children (p=0.003, correlation coefficient=0.387). Poor environmental sanitation increases the risk of infections and can hinder the growth and development of children. Therefore, access to adequate clean water, proper waste management, and good household environmental conditions are important in preventing the occurrence of stunting in children.
Frekuensi ANC dan Ketidakpatuhan Minum TTD sebagai Faktor Risiko Terjadinya Anemia pada Ibu Hamil Trimester III: The Frequency of ANC and Non-adherence to Taking Iron Tablets as Risk Factors for Anemia in Third-Trimester Pregnant Women Yeni Sriwahyuni; Ria Purnawian Sulistiani; Agus Sartono; Purwanti Susantini
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia in pregnant women at the Cikedung Indramayu Community Health Center has increased in 2021 from 8.04% to 14.98%. Third trimester pregnant women are at risk of experiencing anemia. Anemia in pregnant women can influence the incidence of low birth weight. Anemia in pregnant women is influenced by the age of the pregnant woman, the quality of ANC, the nutritional status of the mother and consumption of blood supplement tablets. The aim of this study was to determine the risk factors for anemia in third trimester pregnant women at the Cikedung Community Health Center. This research method is analytical observational with a case control study design. The research sample of third trimester pregnant women was 106 people consisting of 53 cases and 53 controls. The case sampling technique used inclusion and exclusion criteria, while the control sample was matched for gestational age and random. Bivariate analysis using Chi-Square test and risk (OR). Chi Square analysis shows that the age of pregnant women (p-value 0.680) and the nutritional status of pregnant women with Chronic Energy Deficiency (p-value 0.235) are not risk factors for anemia in third trimester pregnant women, while the frequency of ANC is less than 6x (p-value 0.037; OR: 9.244) and non-compliance with taking TTD (p-value 0.000; OR: 8.135) as risk factors for anemia in third trimester pregnant women. ANC frequency of less than 6 times and non-compliance with taking TTD are risk factors for anemia in third trimester pregnant women.   ABSTRAK Anemia pada ibu hamil di Puskesmas Cikedung Indramayu mengalami peningkatan pada tahun 2021 dari 8,04% menjdi 14,98%. Ibu hamil trimester III beresiko mengalami anemia. Anemia pada ibu hamil dapat mempengaruhi kejadian Berat Badan Lahir Rendah. Anemia pada ibu hamil dipengaruhi umur ibu hamil, kualitas ANC, status gizi ibu dan konsumsi Tablet Tambah Darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko anemia ibu hamil trimester III di Puskesmas Cikedung. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain studi case control. Sampel penelitian ibu hamil trimester III sebanyak 106 orang terdiri dari 53 kasus dan 53 kontrol.Teknik pengambilan sampel kasus dengan kriteria inklusi dan ekslusi, sedangkan sampel kontrol dilakukan matching umur kehamilan dan random. Analisis secara bivariat dengan uji Chi-Square dan besar risiko (OR). Analisis Chi Square menunjukkan bahwa umur ibu hamil (p-value 0,680) dan status gizi ibu hamil KEK (p-value 0,235) bukan faktor risiko anemia ibu hamil trimester III, sedangkan frekuensi ANC kurang dari 6x (p-value 0,037; OR: 9,244) dan ketidakpatuhan minum TTD (p-value 0,000; OR:8,135) sebagai faktor risiko anemia ibu hamil trimester III. Frekuensi ANC kurang dari 6x dan ketidak patuhan minum TTD sebagai faktor risiko terjadinya anemia pada ibu hamil trimester III.
Kandungan Zat Gizi Makro Beras Analog Berbahan Suweg dan Ikan Wader: Macro Nutrient Content of Analogous Rice Made from Suweg and Wader Fish Maryanto, Sugeng; Dyah Kartika Wening
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i1.531

Abstract

The majority of Indonesian people use rice as a staple food, the production of which continues to decrease. One of the efforts to meet the need for rice consumption in Indonesia is to make imitation rice or analog rice. Ingredients that have a high carbohydrate content that can be used as raw materials for making analog rice are tubers. Tubers that are often found in Semarang district include suweg (Amorphophallus paeoniifolius, Dennst). The source of protein in this analog rice comes from wader fish which are often found in Rawa Pening Lake, Semarang Regency. This study aims to determine the carbohydrate, protein, fat and fiber content of analog rice made from suweg and wader fish. The research was conducted for 2 months from September to November 2023. This research was carried out at the Food Laboratory of Ngudi Waluyo University. The type of research carried out was quantitative descriptive. The tools that will be used in this research are knives, basins, cutting boards, trays, ovens, blenders, mixers, 80 mesh sieves, digital scales, and analog rice extruders. The materials needed for this research are suweg, corn flour, tapioca flour, wader fish meal, and water. The steps for making analog rice are carried out by mixing 3250 grams of suweg flour, 500 grams of corn flour, 50 grams of tapioca flour and 1000 grams of wader fish meal. Analysis of nutritional content was calculated based on TKPI 2019, including carbohydrate, protein, fat and fiber levels. Based on calculation analysis using TKPI 2019, the results show that the nutritional content of analog rice per 100 grams is 62g carbohydrates; protein 18.3g; fat 1.7g; and 3.8g fiber. Analog rice made from suweg and wader fish has a lower carbohydrate content than commercial rice, while the protein, fat and fiber content is higher.   ABSTRAK Masyarakat Indonesia mayoritas menjadikan beras sebagai makanan pokok, yang produksinya terus-menerus berkurang. Upaya ntuk memenuhi kebutuhan  konsumsi  beras  di  Indonesia salah  satunya  adalah  membuat  beras  tiruan atau beras analog. Bahan-bahan yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang dapat digunakan  sebagai  bahan  baku pembuatan  beras  analog  yaitu  umbi-umbian. Umbi-umbian yang banyak dijumpai di kabupaten Semarang diantarnya suweg (Amorphophallus paeoniifolius, Dennst).  Sumber protein dalam beras analog ini berasal dari ikan wader yang banyak ditemukan di danau Rawa pening, Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan serat beras analog berbahan suweg dan ikan wader. Penelitian dilakukan selama 2 bulan mulai September hingga November 2023. Penelitian ini  dilaksanakan  di  Laboratorium  Pangan Universitas Ngudi Waluyo. Jenis penelitian  yang dilakukan adalah  deskriptif  kuantitatif.  Alat  yang  akan digunakan  pada  penelitian  ini  yaitu  pisau, baskom,  talenan,  nampan,  oven,  blender, mixer, ayakan  80  mesh,  timbangan  digital, dan ekstruder  beras  analog. Bahan  yang  dibutuhkan  pada  penelitian  ini yaitu  suweg,  tepung  jagung, tepung  tapioka,  tepung ikan wader, dan  air.  Tahapan pembuatan beras analog dilakukan dengan mencampurkan tepung suweg 3250 gram, tepung jagung 500 gram, tepung tapioka 50 gram, dan tepung ikan wader 1000 gram.  Analisis kandungan zat gizi dilakukan penghitungan berdasarkan TKPI 2019, meliputi kadar karbohidrat, protein, lemak, dan serat.  Berdasarkan analisis perhitungan menggunakan TKPI 2019 diperoleh hasil kandungan zat gizi beras analog per 100gram adalah karbohidrat 62g; protein 18,3g; lemak 1,7g; dan serat 3,8g. Beras analog berbahan suweg dan ikan wader memiliki kandungan karbohidrat lebih rendah dibandingkan beras komersial, sedangkan kandungan protein, lemak, dan serat lebih tinggi.
Gambaran Pemberian Makanan Baduta Stunting Usia 12-24 Bulan: Description of Parenting Patterns of Feeding of Stunted Infants Aged 12-24 Months Murtadlo, Muhammad Hafidh; Meirina Dwi Larasati; Dian Luthfita Prasetya Muninggar; Ria Ambarwati
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i2.535

Abstract

Stunting is a chronic condition in toddlers that describes the inhibition of body growth due to long-term nutritional deficiencies. One of the factors that play a role in the occurrence of stunting is improper feeding parenting. Improper feeding parenting causes babies to not get enough nutrient intake so that baby growth is inhibited.  To determine the parenting pattern of feeding stunted infants aged 12-24 months in the area of Public Health Center (Puskesmas) Tlogosari Wetan Semarang.  This research was a descriptive study with a cross-sectional design. Subjects were taken using the total sampling method. The subjects used were 18 stunted infants aged 12-24 months with 3 infants included in the study exclusion. This study took data in the form of parenting practices in feeding, food diversity, and complementary feeding. Data on feeding parenting patterns were obtained by filling out questionnaires independently by respondents using a modified Child Feeding Questionnaire (CFQ) questionnaire based on the type of food, amount of food, and food schedule with a total of 15 questions. Food diversity data was obtained by direct interview method using the Individual Dietary Diversity Score (IDDS) form instrument through 24-hour Food Recall. Data on complementary feeding was obtained using a direct interview method using a questionnaire form. Data on complementary feeding was obtained by direct interview method using a questionnaire form based on the frequency given, food texture, and portion of complementary feeding to under-five children.  Most of the respondents' feeding parenting was appropriate, complementary foods were given appropriately based on frequency and texture, while complementary foods were given inappropriately based on portion, and the subject's food diversity was high. Parenting style of feeding (15 respondents), appropriate complementary feeding based on frequency (12 subjects) and based on texture (13 subjects) and inappropriate complementary feeding based on portion (11 subjects), high food diversity (14 subjects).   ABSTRAK Stunting merupakan kondisi kronis pada balita yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan tubuh karena kekurangan zat gizi dalam jangka panjang. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya kejadian stunting adalah pola asuh pemberian makanan yang tidak tepat. Pola asuh pemberian makanan yang tidak tepat menyebabkan bayi tidak mendapatkan asupan zat gizi yang cukup sehingga pertumbuhan bayi menjadi terhambat. Mengetahui gambaran pola asuh pemberian makanan baduta stunting usia 12-24 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tlogosari Wetan Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Pengambilan subjek  menggunakan metode total sampling. Subjek yang digunakan yaitu 18 baduta stunting usia 12-24 bulan dengan 3 baduta masuk dalam eksklusi penelitian. Penelitian ini mengambil data berupa praktik pola asuh pemberian makanan, keragaman pangan, dan pemberian MPASI. Data pola asuh pemberian makanan diperoleh dengan cara pengisian kuesioner secara mandiri oleh responden menggunakan kuesioner Child Feeding Questionnaire (CFQ) yang telah dimodifikasi berdasarkan jenis makanan, jumlah makanan, dan jadwal makanan dengan jumlah soal sebanyak 15 pertanyaan. Data keragaman pangan diperoleh dengan metode wawancara secara langsung kepada responden menggunakan instrument formulir Individual Dietary Diversity Score (IDDS) melalui Food Recall 24 jam. Data pemberian MPASI diperoleh dengan metode wawancara secara langsung menggunakan formulir kuesioner berdasarkan frekuensi yang diberikan, tekstur makanan, dan porsi pemberian MPASI kepada baduta. Sebagian besar pola asuh pemberian makanan responden tepat, pemberian MPASI secara tepat berdasarkan frekuensi dan tekstur, sedangkan MPASI diberikan tidak tepat berdasarkan porsinya, dan keragaman pangan subjek tinggi. Pola asuh pemberian makanan tepat (15 responden), pemberian MPASI secara tepat berdasarkan frekuensi (12 subjek) dan berdasarkan tekstur (13 subjek) serta pemberian MPASI secara tidak tepat berdasarkan porsi (11 subjek), keragaman pangan tinggi (14 subjek).
Pengaruh Media Promosi Gizi terhadap Pengetahuan dan Sikap Gizi Seimbang Siswa SDN Sukaluyu IV Karawang: The Effect of Nutrition Promotion Media on Balanced Nutrition education and behaviour for Elementary School Students Sukaluyu IV karawang Kayla Wulandari; Ratih Kurniasari; Eka Andriani
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i2.544

Abstract

The school-age period is prone to health problems that affect children's future development. One of the prevention efforts through increasing knowledge in order to achieve changes in nutritional knowledge and can reduce the problem of balanced nutrition. This study aims to determine the effect of using pocket book media, balanced nutrition pyramid and balanced nutrition spinning wheel on the knowledge and attitude of balanced nutrition of SDN Sukaluyu Karawang students. This research method is a quasi-experiment with a pre and posttest design with control group design with 33 respondents of 5th grade students of SDN Sukaluyu IV. The statistical test used was the Shapiro Wilk test. Bivariate analysis used Paired Sample T-test because the data was normally distributed. The results showed there was a significant change in knowledge using nutrition media p<0.5 and attitude p<0.05 (0.04) with the use of Pocket Book media. Conclusion, nutrition promotion media such as Pocket Books, Balanced nutrition Pyramid and Nutrition Balanced Spinning Wheel can affect elementary school children's knowledge about balanced nutrition but have no effect on attitudes.   ABSTRAK Masa usia sekolah rentan terdapat masalah Kesehatan hingga mempengaruhi perkembangan anak dimasa depan. Salah satu upaya pencegahan melalui Peningkatan pengetahuan demi mencapai perubahan dari pengetahuan gizi dan dapat mengurangi permasalah gizi Seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media buku saku, piramida gizi seimbang dan nutrition balanced spinning wheel terhadap pengetahuan dan sikap gizi seimbang siswa SDN Sukaluyu Karawang. Metode penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan pre and posttest with control group design dengan jumlah responden sebanyak 33 siswa kelas 5 SDN Sukaluyu IV. Uji statistik yang digunakan adalah uji Shapiro Wilk. Analisis bivariat menggunakan Uji Paired Sample T-test karena data terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan pengetahuan yang signifikan menggunaan media gizi p<0.5 dan sikap p<0.05 (0.04) dengan penggunaan media Buku Saku. Kesimpulan, Media promosi gizi seperti Buku Saku, Piramida gizi Seimbang dan Nutrition Balanced Spinning Wheel dapat mempengaruhi pengetahuan anak sekolah dasar mengenai gizi seimbang namun tidak berpengaruh terhadap sikap.
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Gizi Seimbang dengan Tingkat Kebugaran pada Atlet Non-Elit Kategori Stop and Go Sport di UKM Olahraga UNESA: The Relationship Between Knowledge, Attitudes, and Behavior of Balanced Nutrition with Fitness Levels in Non-Elite Athletes of Stop and Go Sport Categories in Sports UKM UNESA Aiko Aristawati Nabila; Satwika Arya Pratama; Cleonara Yanuar Dini; Rita Ismawati; Endang Sri Wahjuni
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i2.545

Abstract

Physical fitness is the physical ability of a person to carry out daily activities without feeling excessive fatigue. In achieving good physical fitness, a proper diet is needed, especially for athletes. Proper dietary habits can be formed through the existence of knowledge, attitudes, and behavior of balanced nutrition that is also appropriate in an athlete. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, and behavior of balanced nutrition with the fitness level of non-elite athletes in football, basketball, and volleyball UKM UNESA. This type of research is quantitative with a cross-sectional approach. Respondents in this study amounted to 56 athletes consisting of soccer, basketball, and volleyball athletes obtained by purposive sampling technique. The results of this study indicate the majority of the level of knowledge of balanced nutrition is moderate (59%), the attitude of balanced nutrition is positive (52%), the behavior of balanced nutrition is positive (52%), and physical fitness is less (64%). The results of the study using the Rank Spearman statistical test showed that there was no relationship between knowledge (p value = 0.526 > 0.05) and balanced nutrition attitudes (p value = 0.458 > 0.05) with athletes' physical fitness. While there is a relationship between balanced nutrition behavior and athletes' physical fitness (p value = 0.043 <0.05). Therefore, it can be concluded that there is no relationship between knowledge and attitude of balanced nutrition with physical fitness. But there is a relationship between balanced nutrition behavior and physical fitness.   ABSTRAK Kebugaran jasmani merupakan kemampuan fisik seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa merasakan kelelahan yang berlebih. Dalam mencapai kebugaran jasmani yang baik diperlukannya pola makan yang tepat terutama bagi atlet. Pembiasaan pola makan yang tepat dapat terbentuk melalui adanya pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi seimbang yang tepat pula pada diri seorang atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi seimbang dengan tingkat kebugaran atlet non-elit di UKM sepak bola, basket, dan voli UNESA. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan secara cross-sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 56 orang atlet yang terdiri dari atlet sepak bola, basket, dan voli yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas tingkat pengetahuan gizi seimbang sedang (59%), sikap gizi seimbang positif (52%), perilaku gizi seimbang positif (52%), dan kebugaran jasmani kurang (64%). Hasil penelitian menggunakan uji statistik rank spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p value = 0,526 > 0,05) dan sikap gizi seimbang (p value = 0,458 > 0,05) dengan kebugaran jasmani atlet. Sedangkan terdapat hubungan antara perilaku gizi seimbang dengan kebugaran jasmani atlet (p value = 0,043 < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap gizi seimbang dengan kebugaran jasmani. Akan tetapi, terdapat hubungan antara perilaku gizi seimbang dengan kebugaran jasmani.
Potret Penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus pada Usia Lanjut: Studi Potong Lintang di Kota Yogyakarta: Portrait of Hypertension and Diabetes Mellitus Diseases in the Elderly: A Cross-Sectional Study in Yogyakarta City Trisnowati, Heni; Gustina, Erni; Aziizah, Aabidah Ummu; Naini, Rohmatus; Andriyani Pratamawati, Diana; Utami Kartika
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i2.552

Abstract

The number of elderly people in Yogyakarta continues to increase but the problems of old age are increasingly complex such as increasing chronic diseases, decreased physical, mental, and cognitive functions. Comprehensive elderly health care is increasingly needed. The purpose of this study was to determine the description of hypertension and diabetes mellitus and their risk factors in the elderly. This study uses quantitative methods with a cross sectional design. The research sample was representatives of the elderly in Yogyakarta City who were members of the Muhammadiyah Branch Leadership of Yogyakarta City.  The sampling technique was done purposively and obtained 21 people. Risk factors for hypertension and diabetes mellitus were measured using a structured questionnaire. Height, weight, blood pressure, blood sugar levels were measured directly by the nurse.  Respondents who had a history of hypertension were 47.6% and respondents who had diabetes millitus were 14.3%. Men have a higher percentage of hypertension and diabetes mellitus than women. Physical activity, BMI, and smoking behavior have almost the same percentage to experience hypertension and DM. Fruit and vegetable eating patterns of respondents who were < 3 times had a higher percentage to experience hypertension and diabetes mellitus. Men have a higher percentage of hypertension and diabetes mellitus than women. Health promotion efforts on behavior change in the community need to be done so that risk factors change into protective factors.   ABSTRAK Jumlah usia lanjut di Yogyakarta terus mengalami peningkatan namun permasalahan usia lanjut semakin komplek seperti meningkatnya penyakit kronis, penurunan fungsi fisik, mental, dan kognitif. Perawatan kesehatan kesehatan lansia yang bersifat komprehensif semakin diperlukan. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran penyakit hipertensi dan diabetes melitus serta faktor risikonya pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah perwakilan lansia di Kota Yogyakarta yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Yogyakarta.  Teknik sampling dilakukan secara purposive dan diperoleh 21 orang. Faktor risiko penyakit hipertensi dan diabetes melitus diukur menggunakan kuesioner terstruktur. Tinggi badang, berat badan, tekanan darah, kadar gula darah dilakukan pengukuran langsung oleh perawat.  Responden yang memiliki riwayat hipertensi sebesar 47,6% dan responden yang memiliki diabetes millitus sebesar 14,3%. Laki-laki memiliki persentase lebih tinggi untuk mengalami hipertensi dan diabetes melitus dibandingkan perempuan. Aktivitas fisik, IMT, dan perilaku merokok memiliki persentase yang hampir sama untuk mengalami hipertensi dan DM. Pola makan buah dan sayur responden yang < 3 kali memiliki persentasae lebih tinggi untuk mengalami hipertensi dan diabetes melitus. Laki-laki memiliki persentase lebih tinggi untuk mengalami hipertensi dan diabetes melitus dibandingkan perempuan. Upaya promosi kesehatan tentang perubahan perilaku dimasyarakat perlu dilakukan agar faktor risiko berubah menjadi faktor protektif.
Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pola Asuh Makan, dan Higiene Sanitasi dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Padangdangan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep: The Relationship Between Mother`S Nutrition Knowledge, Parental Feeding Style, and Sanitation Hygiene with the Incidence of Stunting Toddlers in Padangdangan Village, Pasongsongan District, Sumenep Regency Agustin, Adelia; Siti Sulandjari; Amalia Ruhana; Satwika Arya Pratama
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i2.553

Abstract

Stunting is a growth and development disorder in children caused by suboptimal nutritional status or repeated infections. Based on the results of the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey, the prevalence of stunted toddlers nationally reached 21.6%. Meanwhile, the stunting rate among toddlers in East Java province reached 19.2%. Noted as an area with a fairly high prevalence of stunting under five in East Java is Sumenep Regency, namely 21.6%. The aim of this research was to determine the relationship between the level of maternal knowledge, parenting patterns, and sanitation hygiene with the incidence of stunting in toddlers in Padangdangan Village, Pasongsongan District, Sumenep Regency. This research is a correlational quantitative research using a cross sectional design. The sample in this study was 66 respondents taken using the purposive random sampling method. Data were collected using nutritional knowledge tests and food parenting questionnaires as well as sanitation hygiene questionnaires. Data analysis using the Chi Square test (α=0.05). The results show that in the level of knowledge category, mothers with good knowledge, all toddlers do not experience stunting (47%), mothers with sufficient knowledge have as many toddlers as stunting (7.5%). Moreover, among mothers with insufficient knowledge, the majority of toddlers experienced stunting (24.2%). In the category of inappropriate maternal eating patterns (28.8%) toddlers experienced stunting. Aside from that, based on sanitary hygiene conditions in the category of poor sanitary hygiene conditions (25.8%) toddlers experience stunting. There is a significant relationship between maternal nutritional knowledge (p= 0.000), parenting patterns (p= 0.000), and sanitation hygiene (p= 0.000) with the incidence of stunting in toddlers in Padangdangan Village, Pasongsongan District, Sumenep Regency   ABSTRAK Stunting  merupakan gangguan tumbuh kembang pada anak yang disebabkan oleh keadaan status gizi yang tidak optimal atau infeksi secara berulang. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 prevalensi balita stunting secara nasional mencapai angka 21,6%. Sedangkan angka stunting  pada balita di provinsi Jawa Timur mencapai angka 19,2%. Tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi balita stunting cukup tinggi di Jawa Timur adalah Kabupaten Sumenep yaitu 21,6%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, pola asuh makan, dan hygiene sanitasi dengan kejadian stunting pada balita di Desa Padangdangan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 66 responden yang diambil dengan metode purposive random sampling. Pengumpulan data menggunakan tes pengetahuan gizi dan kuesioner pola asuh makan serta kuesioner hygiene sanitasi. Analisis data menggunakan uji Chi Square (α=0,05). Hasil menunjukkan bahwa dalam kategori tingkat pengetahuan, ibu dengan pengetahuan yang baik, keseluruhan balita tidak mengalami stunting (47%), ibu dengan pengetahuan cukup memiliki balita stunting sebanyak (7,5%). Sedangkan pada ibu dengan pengetahuan yang kurang sebagian besar balita mengalami stunting (24,2%). Kategori pola asuh makan ibu yang tidak tepat (28,8%) balita mengalami stunting. Selain itu berdasarkan kondisi hygiene sanitasi dengan kategori kondisi hygiene sanitasi yang tidak baik (25,8%) balita mengalami stunting. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu (p= 0,000), pola asuh makan (p= 0,000), dan higiene sanitasi (p= 0,000) dengan kejadian stunting pada balita di Desa Padangdangan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 24 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 21 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 20 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 17 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN0 Vol 7 No 16 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 14 (2015): JURAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 6 No 11 (2014): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 10 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 9 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 8 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 7 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 6 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 5 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 4 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 3 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN More Issue