cover
Contact Name
Sugeng Maryanto
Contact Email
sugengmaryanto99@gmail.com
Phone
+6281225183599
Journal Mail Official
sugengmaryanto99@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
ISSN : 19780346     EISSN : 25803751     DOI : 10.35473
Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 280 Documents
Edukasi Kesehatan dan Gizi pada Forum Anak di Kawasan Rentan Kekerasan : Health and Nutrition Education at the Children's Forum in Violence-Prone Areas Iin Purnamasari; Suwarno Widodo; Sugeng Maryanto; Nur Cholifah; Siska Dea Novitasari; Vanes Ufi Safarah; Novia Eka Rahmawati; Ajeng Ayu Nur Fitriyani; Afim Rofkhul Roim
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.605

Abstract

Children's forums at the village level do not have an optimal role in health service accessibility. The children intended in this study are in the category of adolescents aged 12-18 years. This study was conducted to describe the importance of adolescent health and nutrition education, and to analyze the role of the Children's Forum in violence-prone areas in health access. The study was carried out using qualitative methods and phenomenological descriptive approaches. Data was obtained from observation and filling out adolescent healthy lifestyle questionnaires, health and nutrition accessibility questionnaires through the Youth Posyandu. Data analysis was carried out by triangulation of sources and techniques. The results of the study show that adolescent health and nutrition education needs to be carried out in a structured manner with continuous assistance by the right parties. It is also known that the Children's Forum has an important role in the accessibility of adolescent health in violence-prone areas. It was concluded that health and nutrition education at the Children's Forum in violence-prone areas can be carried out by optimizing adolescent health service posts (Posyandu) for adolescents, establishing health and nutrition service centers, and adolescent counseling on an ongoing basis.   ABSTRAK Forum anak di tingkat desa belum memiliki peran optimal dalam aksesibilitas layanan kesehatan. Anak yang dimaksudkan pada studi ini adalah kategori remaja dengan usia 12-18 tahun. Studi ini dilakukan untuk mendeskripsikan pentingnya pendidikan kesehatan dan gizi remaja, dan menganalisis peran Forum Anak di kawasan rentan kekerasan pada akses kesehatan. Studi dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif fenomenologis. Data diperoleh dari observasi dan pengisian kuesioner gaya hidup sehat remaja, kuesioner aksesibilitas kesehatan dan gizi melalui Posyandu Remaja. Analisis data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil studi menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dan gizi remaja perlu dilakukan secara terstruktur dengan pendampingan berkelanjutan oleh pihak yang tepat. Diketahui pula bahwa Forum Anak memiliki peran penting dalam aksesibilitas kesehatan remaja di Kawasan rentan kekerasan. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan dan gizi pada Forum Anak di kawasan rentan kekerasan dapat dilakukan dengan optimalisasi pos pelayanan kesehatan remaja (Posyandu) Remaja, dibentuknya sentra layanan kesehatan dan gizi, dan konseling remaja secara berkelanjutan.
Hubungan Pola Makan, Tingkat Stres, dan Durasi Tidur dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir : The Relationship between Diet, Stress Level, and Sleep Duration with Nutritional Status in Final-Year University Students Riska Amelia; Mardiyah, Sarah; Wiwit Wijayanti; Slamet Santoso Kurniawan
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.639

Abstract

Final-year students often face various academic, social, and emotional pressures that can affect their diet, stress levels, and sleep duration. The combination of these three factors can potentially affect nutritional status, which is an important indicator of health and productivity. The impact of nutritional intake on nutritional status can be seen from body mass index. Someone who is overweight or underweight is at risk of health problems. This study aims to determine the relationship between diet, stress levels, and sleep duration with nutritional status in final-year nursing students at MH. Thamrin University in 2024. This research method uses an analytical observational design with a cross-sectional approach to measure the independent variables of diet, stress level, sleep duration, and the dependent variable of nutritional status. The results of the study on final-year nursing students at MH University and Thamrin University showed that 49.2% of respondents had a thin nutritional status, 61.1% experienced stress, 54.8% had a poor diet, and 64.3% had poor sleep duration. (p-value = 0.087).   ABSTRAK Mahasiswa tingkat akhir sering menghadapi berbagai tekanan akademik, sosial, dan emosional yang dapat memengaruhi pola makan, tingkat stres, dan durasi tidur mereka. Kombinasi dari ketiga faktor  ini berpotensi memengaruhi status gizi, yang merupakan indikator penting kesehatan dan produktivitas. Dampak asupan gizi terhadap status gizi dapat dilihat dari indeks massa tubuh. seseorang yang mengalami berat badan lebih dan berat badan kurang berisiko mengalami masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, tingkat stress, dan durasi tidur dengan status gizi pada mahasiwa keperawatan tingkat akhir Universitas MH. Thamrin tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional untuk mengukur variabel independent pola makan, tingkat stres, durasi tidur dan variabel dependen status gizi. Hasil penelitian pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir Universitas MH. Thamrin menunjukkan bahwa 49,2% responden memiliki status gizi kurus, 61,1% mengalami stres, 54,8% memiliki pola makan kurang baik, dan 64,3% memiliki durasi tidur yang buruk. (p-value = 0,087).
The Relationship of Dietary Intake and Nutritional Status to the Risk of Eating Disorders among University Students in Yogyakarta, Indonesia Habibah, Nurina; Amri, Aisyah Novita; Kusuma, Rio Jati
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.731

Abstract

Eating disorders are linked to poor nutritional status, often driven by dietary inadequacies such as caloric restriction or unhealthy eating behaviors. A university student was a vulnerable group in terms of susceptible to develop eating disorders. Understanding how dietary intake and nutritional status contribute to eating disorders’ risk is essential. This study aim to examining the relationship between dietary intake, nutritional status, and eating disorders’ risk among university students in Yogyakarta, Indonesia. We conducted a cross-sectional study in June-August 2024, assessing dietary intake via a 24-hour food record and analyzing nutritional status by body mass index (BMI). Eating disorders’ risk was measured using the EAT-26 questionnaire. Results indicated that 90.4% of students had deficient dietary intake, 4.8% low dietary intake, and the rest were moderate and adequate. While 11.9% students were underweight, 52.4% had normal BMI, and the remainder were overweight or obese. Dietary intake did not significanly related with eating disorders’ risk, but nutritional status significantly relateated (p 0.033). In conclusion, most participants had energy intake deficits but dietary intake was not significantly associated to eating disorders’ risk. Nutritional status, however, was significantly associated with eating disorders’ risk, with underweight individuals being particularly vulnerable.
Kadar MDA (Malondialdehyde) dan Aktivitas SOD (Superoxide Dismutase) pada Tikus Defisiensi Vitamin D dan Kalsium: Malondialdehyde (MDA) Levels and SOD (Superoxide Dismutase) Activity in Vitamin D and Calcium Deficiency Rat Untari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.732

Abstract

Vitamin D and calcium deficiencies are often associated with increased oxidative stress. Oxidative stress conditions can cause cell damage and metabolic stress and induce degenerative diseases. Several parameters that are often used to measure oxidative stress are MDA (malondialdehyde) and SOD (superoxide dismutase) which can be found in blood or body tissue. This study aims to determine MDA levels and SOD activity in the livers of mice with vitamin D and calcium deficiency. This research used a pre-experimental design with a static group comparison design. A total of 12 male Wistar white rats (Rattus novergicus) were divided into two groups. The first group (K+) is a healthy control group without any treatment and the second group (K-) is a deficiency group given feed without vitamin D and calcium content (Modified AIN-93M (vitamin D and calcium depleted)). After 14 days of treatment, the MDA levels and SOD activity in the liver tissue were seen. MDA levels were measured using TBARS (Thiobarbituric Acid Reactive Substances) and SOD activity was measured using the Superoxide Dismutase (SOD) Activity Assay Kit. The results showed that MDA levels in the deficiency group (K-) were higher than in the control group (p<0.001) and SOD activity was lower than in the control group (p<0.001). MDA levels were higher and SOD activity was lower in the group of deficient mice (K-) compared to the group of healthy control mice (K+). Vitamin D and calcium deficiency conditions increase oxidative stress conditions in the liver of rat.   ABSTRAK Defisiensi vitamin D dan kalsium sering dihubungkan dengan peningkatan stress oksidatif. Kondisi stres oksidatif dapat menyebabkan kerusakan sel dan stress metabolik dapat menginduksi penyakit degenerative. Beberapa parameter yang sering digunakan untuk mengukur stres oksidatif yaitu MDA (malondialdehyde) dan SOD (superoxide dismutase) yang bisa ditemukan di darah atau jaringan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar MDA dan aktivitas SOD pada organ hati tikus dengan defisiensi vitamin D dan kalsium. Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimental (pre-experimental) dengan design static group comparison. Sebanyak 12 ekor tikus putih (Rattus novergicus) jantan galur Wistar dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama (K+) yaitu kelompok kontrol sehat tanpa diberikan perlakuan apapun dan kelompok kedua (K-) yaitu kelompok defisiensi dengan diberikan pakan tanpa kandungan vitamin D dan kalsium (AIN-93M Termodifikasi (vitamin D and calcium depleted)). Setelah 14 hari perlakuan, dilihat kadar MDA dan aktivitas SOD di jaringan organ hati. Pengukuran kadar MDA menggunakan TBARS (Thiobarbituric acid reactive substances) dan pengukuran aktivitas SOD dengan menggunakan Superoxide Dismutase (SOD) Activity Assay Kit. Hasil penelitian menunjukkan kadar MDA pada kelompok defisiensi (K-) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p< 0.001) dan aktivitas SOD lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (p<0.001). Kadar MDA lebih tinggi dan aktivitas SOD lebih rendah pada kelompok tikus defisieni (K-) dibandingkan kelompok tikus kontrol sehat (K+). Kondisi defisiensi vitamin D dan kalsium meningkatkan kondisi stres oksidatif pada organ hati tikus.
Pengaruh Media Edukasi Nutri Case ULTAJAS (Ular Tangga Jajanan Sehat) terhadap Pengetahuan dan Sikap Konsumsi Jajanan Sehat Siswa Kelas V di SDN 101866 Batang Kuis: The Effect Of Nutri Case Education Media On The Knowledge And Attitude Of Consuming Healthy Snacks Class V At SDN 101866 Batang Kuis Dewi Syahfitri; Fitri Dian Nila Sari; Siti Nurlani; Chatrine Virginia Tamara
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.733

Abstract

School children are one of the groups of snack food connoisseurs, the habit of eating unhealthy and unnutritious snacks has a bad impact on health, one of which is diarrhea causing a lack of fluids. By consuming healthy, safe and nutritious snack food, it can meet nutritional needs for the growth and development process of children.  This study aims to: Determine the influence of nutri case educational media on knowledge, attitudes and interactions of nutri case educational media for the selection and consumption of healthy snacks for grade V students of SDN 101866 Batang Kuis. This study uses a quantitative research method with a quasi-experimental design (one-group pre-test - post-test design). Methods and Techniques This research uses data collection, namely the Likert scale questionnaire instrument and data analysis techniques, namely the Chi Square test, and the Anova Multivariate test. The results of the study showed that: with the Chi Square test,  there was an influence  of nutri case educational media  on knowledge of 0.000 and P-Value<0.05, in addition, the results of the analysis showed that there was no influence of nutri case educational media on attitudes of 0.778 and P-Value>0.05, In the Multivariate Anova test, the results were obtained that there was an influence  of nutri case educational media on knowledge and attitudes for the selection and consumption of healthy snacks with the results of Wilks' Lambda having an F-count value of 13.497 with a significance of 0.000<0.05, which means that there is an influence between nutri case educational media  together on the knowledge and attitude of healthy snack consumption of grade V students of SDN 101866 Batang Kuis.   ABSTRAK Anak sekolah menjadi salah satu kelompok penikmat makanan jajanan, kebiasaan makan jajanan yang tidak sehat dan tidak bergizi berdampak buruk bagi kesehatan salah satunya diare menyebabkan kekurangan cairan. Mengkonsumsi makanan jajanan yang sehat, aman dan bergizi dapat mencukupi kebutuhan nutrisi untuk proses pertumbuhan dan perkembangan anak.  Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui pengaruh media edukasi nutri case terhadap pengetahuan, sikap serta interaksi media edukasi nutri case untuk pemilihan dan konsumsi jajanan sehat siswa kelas V SDN 101866 Batang Kuis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperiment (one-group pre-test - post-test design). Metode dan Teknik Penelitian ini menggunakan pengumpulan data yaitu intrumen angket skala likert dan teknik analisis data yaitu uji Chi Square, serta uji Multivariate  Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: dengan uji Chi Square terdapat pengaruh media edukasi nutri case terhadap pengetahuan sebesar 0,000 dan P-Value<0,05,  selain itu hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh media edukasi nutri case terhadap sikap sebesar 0,778 dan P-Value>0,05, Pada uji Multivariate Anova didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh media edukasi nutri case terhadap pengetahuan dan sikap untuk pemilihan dan konsumsi jajanan sehat ada pengaruh antara media edukasi nutri case secara bersama terhadap pengetahuan dan sikap konsumsi jajanan sehat siswa kelas V SDN 101866 Batang Kuis. 
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Faktor Lainnya dengan Pola Konsumsi Sayur dan Buah pada Remaja SMA Negeri 6 Depok: Relationship Of Nutrition Knowledge And Other Factors With Vegetable And Fruit Consumption Patterns Among Adolescents At SMA Negeri 6 Depok Kusuma Dewi, Dianty Puspita; Kusumaningati, Walliyana
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.743

Abstract

Fruits and vegetables are foods that contain micronutrients needed for adolescents’s body metabolims. Lack of it can cause several nutrition problems that are influenced by internal factors, including physiological needs and characteristics, preferences, psychosocial development, beliefs, body image, and health status. External factors include family size and characteristics, parental habits, nutrition knowledge, peers, and other factors. To determine the relationship of nutrition knowledge and other factors with vegetable and fruit consumption patterns among adolescents at SMA Negeri 6 Depok. It was an analytical observational research with a cross sectional study design at SMAN 6 Depok in February-May 2024. The sample was 70 adolescents who were taken by Simple Random Sampling. Data on nutrition knowledge, vegetable and fruit preferences were taken using questionnaires. Vegetable and fruit consumption patterns were taken using the Food Frequency Questionnaire form and body image data were taken using a body image questionnaire. The data was analyze using chi-square test with SPSS. Most adolescents rarely consume vegetables and fruits (62,9%). There is no significant relationship between nutrition knowledge (pvalue = 0.912), body image (pvalue = 0.960), vegetable and fruit preferences (pvalue = 1.000) on vegetable and fruit consumption patterns. Nutrition knowledge, body image and vegetable and fruit preferences were not associated with fruit and vegetable consumption patterns among adolescents at SMAN 6 Depok. It needs support from parents and school to increase knowledge and awareness about fruit and vegetable consumption to meet the daily needs.   ABSTRAK Buah dan sayur merupakan bahan pangan yang mengandung zat gizi mikro yang diperlukan untuk proses metabolisme tubuh. Kurangnya konsumsi sayur dan buah pada remaja dapat menyebabkan beberapa masalah gizi yang dipengaruhi oleh faktor internal, diantaranya kebutuhan dan karakteristik fisiologis, preferensi, perkembangan psikososial, kepercayaan,  citra  tubuh,  dan  status  kesehatan. Faktor  eksternal,  diantaranya  besar  dan  karakteristik  keluarga,  kebiasaan  orangtua, pengetahuan  gizi,  teman  sebaya,  dan faktor lainnya. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan faktor lainnya dengan pola konsumsi sayur dan buah pada remaja di SMA Negeri 6 Depok. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 6 Depok pada bulan Februari-Mei 2024. Jumlah sampel 70 orang yang diambil secara Simple Random Sampling. Data pengetahuan gizi, preferensi sayur dan buah diambil dengan menggunakan pengisian kuesioner. Data pola konsumsi sayur dan buah diambil menggunakan form FFQ (Food Frequency Questionnaire) dan data citra tubuh diambil menggunakan kuesioner citra tubuh. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan SPSS. Sebagian besar remaja jarang mengonsumsi sayur dan buah (62,9%). Tidak ada hubungan signifikan pengetahuan gizi (pvalue = 0,912 ), citra tubuh (pvalue = 0,960), preferensi sayur dan buah (pvalue = 1,000 ) terhadap pola konsumsi sayur dan buah. Pengetahuan gizi, citra tubuh dan preferensi sayur dan buah tidak berhubungan dengan pola konsumsi sayur dan buah pada remaja di SMAN 6 Depok. Maka, perlu dukungan dari orangtua dan sekolah dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah setiap harinya agar tercukupinya kebutuhan gizi.
Daya Terima Soygurt pada Siswa Sekolah Dasar di Wilayah Ungaran Barat sebagai Jajanan Sehat Berbasis Pangan Lokal: Acceptability of Soygurt to Elementary School Student in West Ungaran Region As A Healthy Snack Based on Local Food Puji Afiatna; Dyah Kartika Wening; Indri Mulyasari; Sugeng Maryanto; Anisa Puspitasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.749

Abstract

The school-age child is a growing age group that is actively engaged in a multitude of activities. It is not possible to meet the nutritional needs of schoolchildren in an optimal manner. To support growth and development and physical activity, it is essential to fulfill the nutritional needs of children. One effective approach is to provide them with healthy snacks. The objective of this study was to ascertain the level of acceptability and preference for soy yogurt as a healthy snack for school-aged children, with the utilization of locally sourced ingredients. This research is a descriptive study, wherein the level of liking and acceptability of soygurt are described based on indicators of color, taste, texture, and aroma. Data were collected through interviews with untrained panelists using the scoring method. The results indicated that the product was rated highly in terms of taste (94.12%), with relatively lower ratings for aroma (52.94%). Overall, soygurt was perceived as a healthy snack for school-age children, offering potential nutritional benefits.   ABSTRAK Anak usia sekolah merupakan kelompok usia masa pertumbuhan yang aktif dalam melakukan berbagai macam kegiatan. Pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah belum dapat dilakukan secara optimal. Pemenuhan kebutuhan untuk mendukung tumbuh kembang dan aktivitas fisik sangat diperlukan yang salah satunya adalah melalui konsumsi jajanan sehat. Tujuan penelitian ini mengetahui tingkat kesukaan dan daya terima soygurt sebagai jajanan sehat pada anak usia sekolah dengan pemanfaatan sumber bahan pangan lokal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggambarkan tingkat kesukaan dan daya terima soygurt berdasarkan indikator warna, rasa, tekstur dan aroma. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara kepada panelis tidak terlatih dengan metode skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memiliki tingkat kesukaan yang berbeda dengan nilai tertinggi pada indikator rasa (94,12%) dan tingkat kesukaan yang kurang pada indikator aroma (52,94%) dan memiliki daya terima dengan kategori baik (91,37%). Soygurt dapat diterima sebagai jajanan sehat untuk anak usia sekolah dengan kandungan gizi yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan.
Hubungan Konsumsi Sumber Protein, Lemak dan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Balita Underweight Usia 12 – 59 Bulan di Kabupaten Seluma, Bengkulu: Relationship Between Protein, Fat Consumption and History of Infectious Diseases With Underweight Toddler Age 12 – 59 Months In Seluma District, Bengkulu Karunia, Mekti; Arie Krisnasary; Desri Suryani; Kusdalinah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i2.573

Abstract

The Indonesian Nutritional Status Study (SSGI) in 2022 showed that the prevalence of underweight is still quite high in Indonesia at (17.1%). Underweight or low body weight can be interpreted as a condition where infants or toddlers fail to achieve their ideal body weight. Having a nutritional status with a BB/U indicator on the threshold <˗2 SD. The main factors that cause underweight are inadequate food intake and infectious diseases. The aim of this research is to determine the relationship between consumption of protein, fat and history of infectious diseases with underweight toddlers aged 12 - 59 months in the working area of Cahaya Negeri Health Center, Seluma Regency in 2024. This research method uses analytical descriptive with a cross sectional approach with a sample size of 50 underweight toddlers. The data taken were protein and fat consumption data by interview using the Semi FFQ form, history of infectious diseases by interview using a questionnaire and body weight data carried out by directly weighing the toddlers. Statistical analysis uses the Pearson correlation test. The average protein consumption was 16.8 grams, the average fat consumption was 22.5 grams, the average history of infectious disease was 2 times in the last 3 months and the average z-score result was -2.2. Protein consumption was associated with underweight (p=0.000), fat consumption was associated with underweight (p=0.003) and a history of infectious disease was associated with underweight (p=0.001). There is a relationship between the consumption of protein, fat and a history of infectious diseases in underweight toddlers aged 12 - 59 months in the working area of Cahaya Negeri Health Center, Seluma Regency in 2024. There is a need to provide a nutritious menu for additional food and monitor growth and development in underweight toddlers.   ABSTRAK Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukan bahwa prevalensi underweight masih tergolong cukup tinggi di Indonesia sebesar (17,1%.). Underweight atau berat badan kurang dapat diartikan kondisi dimana anak bayi atau balita gagal dalam mencapai berat badan idealnya. Memiliki status gizi dengan indikator BB/U diambang batas < ˗2 SD. Faktor utama yang mengakibatkan underweight adalah asupan makanan yang kurang dan penyakit infeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsumsi protein, lemak dan riwayat penyakit infeksi dengan balita underweight usia 12 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cahaya Negeri Kabupaten Seluma tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 50 balita dengan underweight. Data yang diambil adalah data konsumsi protein dan lemak dengan cara wawancara menggunakan formulir Semi FFQ, riwayat penyakit infeksi dengan cara wawacara menggunakan kuesioner serta data berat badan yang dilakukan dengan penimbangan langsung kepada balita. Analisis statistik menggunakan uji korelasi pearson. Rata rata konsumsi protein yaitu 16,8 gram, rata rata konsumsi lemak yaitu 22,5 gram, rata rata riwayat penyakit infeksi yaitu 2 kali dalam 3 bulan terakhir dan rata rata hasil z-skor yaitu -2,2. Konsumsi protein berhubungan dengan underweight ( p=0.000), konsumsi lemak berhubungan dengan underweight (p=0.003) dan riwayat penyakit infeksi berhubungan dengan underweight (p=0.001). Ada hubungan antara konsumsi protein, lemak dan riwayat penyakit infeksi dengan balita underweight usia 12 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cahaya Negeri Kabupaten Seluma tahun 2024. Perlunya pemberian menu yang bergizi pada makanan tambahan dan pemantuan tumbuh kembang pada balita  underweight.
Gambaran Kejadian Hipertensi pada Remaja dengan Status Gizi Lebih di SMP Negeri 13 Kota Semarang: Overview of Hypertension Incidents in Adolescents with Overnutritional Status at State Middle School 13, Semarang City Tsiompah, Gregorius; Andrea Putri Sekar Tunjung; Maria Dolorosa Peni Sogen
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i2.744

Abstract

Health problems that are currently a global concern that generally occur in developing and developed countries are overweight due to their relationship to complications of degenerative diseases, one of which is hypertension. Individuals with abnormal BMI and waist circumference are more likely to experience hypertension compared to those with normal BMI and waist circumference. As a predictor of hypertension in adulthood, blood pressure levels in adolescence are more reliable than in childhood. This study was conducted to determine the picture of blood pressure in adolescents with overweight status at SMP Negeri 13 Semarang City. This study was cross-sectional and conducted with a quantitative descriptive approach. The selection of respondents using the purposive sampling method and met the research inclusion criteria, and were willing to become respondents by filling out informed consent. A total of 34 respondents were measured for weight, height, waist circumference and blood pressure. In this study, the dominant respondents who experienced overweight were aged 12 to 14 years. The nutritional status of respondents according to the BMI/U z-score standard showed that they were included in the obesity category, which was 21 people and 17 people suffered from hypertension. Meanwhile, the results of measuring waist circumference revealed that 34 respondents were classified as obese and 30 people suffered from hypertension (88.23%), while 4 other people were included in the normal blood pressure category. The problem of excess nutrition in adolescents has an impact on increasing blood pressure (hypertension). A person who is obese based on the results of waist circumference measurements and/or based on the BMI/U z-score is more likely to experience hypertension.   ABSTRAK Masalah kesehatan yang saat ini menjadi perhatian secara global yang umumnya terjadi di negara-negara berkembang dan negara maju adalah masalah gizi lebih karena kaitannya dengan komplikasi terhadap penyakit-penyakit degeratif, salah satunya adalah hipertensi. Individu dengan IMT dan lingkar pingggang yang tergolong abnormal lebih mungkin mengalami hipertensi dibandingkan dengan mereka yang memiliki IMT dan lingkar pinggang normal. Sebagai prediktor hipertensi dimasa dewasa, tingkat tekanan darah pada masa remaja lebih dapat diandalkan dibandingkan pada masa kanak-kanak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tekanan darah pada remaja dengan status gizi lebih di SMP Negeri 13 Kota Semarang. Penelitian ini bersifat cross-sectional dan dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pemilihan responden dengan metode purposive sampling dan memenuhi kriteria inklusi penelitian, serta bersedia menjadi responden dengan mengisisi informed consent. Sebanyak 34 orang responden dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang serta tekanan darah. Pada penelitian ini, dominan responden yang mengalami gizi lebih, yaitu berusia 12 sampai 14 tahun.  Status gizi responden menurut standar z-score IMT/U menunjukan termasuk dalam kategori obesitas, yaitu sebanyak 21 orang dan yang menderita hipertensi sebanyak 17 orang. Sedangkan hasil ukur lingkar pinggang diketahui sebanyak 34 orang responden tergolong dalam kategori obesitas dan yang menderita hipertensi sebanyak 30 orang (88,23%), sedangkan 4 orang lainnya termasuk dalam kategori tekanan darah normal. Masalah gizi lebih pada remaja berdampak meningkatnya tekanakan darah (hipertensi). Sesorang yang mengalami obesitas berdasarkan hasil pengukuran lingkar perut dan atau berdasarkan z-skore IMT/U lebih mungkin mengalami hipertensi.  
Hubungan Asupan Natrium dan Kalium dengan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi: Sodium and Potassium Intake with Blood Pressure in Hypertension Patients Srikandi; Nunung Sri Mulyani
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i2.757

Abstract

Hypertension is one of the most common diseases suffered by the elderly. At the age of ≥ 40 years, both men and women are at risk of suffering from hypertension, one of which is an unbalanced diet. Imbalance in the regulation of micronutrients such as sodium and potassium is one of the factors that plays an important role in the occurrence of hypertension. The purpose of this study was to determine the relationship between Sodium and Potassium Intake and Blood Pressure in Hypertension Patients in the Kuta Baro Aceh Besar Health Center Area. This type of research is observational analytic with a cross-sectional design conducted at the Kuta Baro Aceh Besar Health Center in September 2023. The sample consisted of 35 people. The data collected included sodium and potassium intake using food recall and blood pressure data using a sphygmomanometer. Data analysis using the Chi Square statistical test. The results of the study showed that sodium intake did not match the recommendations as many as 25 (71.4%), potassium intake according to the recommendations as many as 28 (80.0%), and blood pressure was pre-hypertension as many as 18 (51.8%). There is a relationship between sodium intake and blood pressure in hypertension patients, and there is no relationship between potassium intake and blood pressure in hypertension patients in the Kuta Baro Aceh Besar Community Health Center area.   ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh lansia. Pada usia ≥ 40 tahun baik pada laki-laki ataupun wanita akan berisiko untuk menderita hipertensi salah satunya adalah pola makan yang tidak seimbang. Ketidak seimbangan dalam pengaturan zat gizi mikro seperti natrium dan kalium merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam kejadian hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan Asupan Natrium Dan Kalium Dengan Tekanan Darah pada Penderita Hipetensi Diwilayah Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan dipuskesmas Kuta Baro Aceh Besar pada bulan September 2023. Sampel berjumlah 35 Orang. Data yang dikumpulkan meliputi asupan natrium dan kalium menggunakan food recall dan data tekanan darah dengan menggunakan alat sphygmomanometer.  Analisa data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa asupan natrium tidak sesuai yang dianjurkan sebanyak 25 (71,4%), asupan kalium sesuai yang dianjurkan sebanyak 28 (80,0%), dan tekanan darah yaitu pre hipertensi sebanyak 18 (51,8%). Ada hubungan asupan natrium dengan tekanan darah pada penderita hipertensi, dan tidak ada hubungan asupan kalium dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah puskesmas Kuta Baro Aceh Besar.

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 24 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 21 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 20 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 17 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN0 Vol 7 No 16 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 14 (2015): JURAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 6 No 11 (2014): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 10 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 9 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 8 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 7 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 6 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 5 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 4 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 3 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN More Issue