cover
Contact Name
Sugeng Maryanto
Contact Email
sugengmaryanto99@gmail.com
Phone
+6281225183599
Journal Mail Official
sugengmaryanto99@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
ISSN : 19780346     EISSN : 25803751     DOI : 10.35473
Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 280 Documents
Studi Potensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Nugget Ikan Tongkol terhadap Berat Badan Anak Balita Stunting: Development and Validation of Leaflet Educational Media Food Management for People with Hypertension Novia Zuriatun Solehah; Herviana; Junendri Ardian; Laksmi Nur Fajriani; M.Thontowi Jauhari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i2.558

Abstract

Stunting is a nutritional problem that is synonymous with a lack of energy and protein over a long period of time, characterized by height for age. Providing additional food (PMT) based on local food such as tuna, yellow sweet potato, nuts, and moringa leaves is one alternative that is expected to be able to overcome nutritional problems. This research aims to examine changes in body weight in stunted toddlers. The research design used a quasi-experimental design with a pre-post test with a control group design. The subjects used were 20 stunted toddlers. This research was carried out for 30 days by giving PMT nuggets twice a day in the amount of 100 g per portion as a snack. Statistically, giving Nugget for 30 days does not have a significant effect on the weight gain of stunted toddlers; however, PMT Nugget can increase the weight of toddlers with an average increase of 0.7 kg higher than the control group, namely 0.6 kg. ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi yang identik dengan kurangnya energi dan protein dalam jangka watu yang lama ditandai dengan tinggi badan menurut umur. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal seperti ikan tongkol, ubi jalar kuning, kacang-kacangan, dan daun kelor menjadi salah satu alternatif yang diharapkan mampu menangani masalah gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan berat badan pada balita stunting. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan rancangan pre post test with control group design. Subyek yang digunakan yaitu balita stunting sejumlah 20 orang. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari dengan pemberian PMT nugget sebanyak 2 kali dalam sehari sejumlah 100 g per porsi sebagai makanan selingan. Secara statistik pemberian nugget selama 30 hari tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan berat badan balita stunting namun PMT Nugget dapat meningkatkan berat badan balita dengan rata-rata kenaikan sebesar 0,7 kg lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok control yaitu sebesar 0,6 kg.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daging Buah Lerak dan Minyak Bunga Cengkeh terhadap Karakteristik Fisik dan Aktivitas Antibakteri Bio-Nano Detergen: Concentration Effect of Soap Berry Flesh Extract and Clover Flower Oil on The Physical Characteristics and Antibacterial Activity of Bio-Nano Detergens Jenni Aprilia Tumanggor; Amelia Nurjanah; Brigita Joyvanca Francillia Theophany; Putri Kamelia; Anasthasia Pujiastuti
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i2.575

Abstract

Bio-nano detergent is a nanoparticle sized detergent with environmentally friendly ingredients, so it does not have a negative impact on environmental damage and is safe for living creatures. Plants that have potential as ingredients for bio-nano detergents include soap berries (Sapindus rarak DC.) and cloves (Syzygium aromaticum). This study aims to determine the effect of the concentration of soap berry flesh extract (Sapindus rarak DC.) and clove flower oil (Syzygium aromaticum) on the physical characteristics and antibacterial activity of bio-nano detergent. Making soap berry flesh extract (Sapindus rarak DC.) using the maceration method. Bio-nano detergent characterization tests include organoleptic, pH, viscosity, specific gravity, foam stability, mechanical stability, particle size, antibacterial and washing ability. The evaluation data was analyzed using statistics with the Anova test to determine differences in test results between samples. The results showed that the bio-nano detergent preparation had characteristics of yellowish brown to dark brown, homogeneous, viscosity 11.06-20.88 cP, pH value 5.7-9.06, specific gravity between 1.014-1.031, particle size between 100.99-439.37 nm, foam stability 35.28-80.85%, has very strong bacterial inhibition against Staphylococcus aureus bacteria with an inhibition zone of 23.52-26.72 mm, no phase separation occurs, and good detergent (able to clean dirt, soy sauce and sauces). The concentration of soap berry flesh extract (Sapindus rarak DC.) and clove oil (Syzygium aromaticum) affects the physical characteristics of bio-nano detergent including viscosity, pH, specific gravity, particle size and foam stability but does not affect antibacterial activity, stability. mechanics and detergency power.   ABSTRAK Bio-nano detergen merupakan detergen berukuran nanopartikel dengan bahan penyusun yang ramah lingkungan, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kerusakan lingkungan dan aman untuk makhluk hidup. Tanaman yang memiliki potensi sebagai bahan penyusun bio-nano detergen antara lain adalah lerak (Sapindus rarak DC.) dan cengkeh (Syzygium aromaticum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daging buah lerak (Sapindus rarak DC.) dan minyak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap karakteristik fisik dan aktivitas antibakteri bio-nano detergen. Pembuatan ekstrak daging buah lerak (Sapindus rarak DC.) menggunakan metode maserasi. Uji karakterisasi bio-nano detergen meliputi organoleptis, pH, viskositas, bobot jenis, stabilitas busa, stabilitas mekanik, ukuran partikel, antibakteri, dan kemampuan pencucian. Data hasil evaluasi di analisis menggunakan statistik dengan uji Anova untuk mengetahui perbedaan hasil pengujian antar sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan bio-nano detergen memiliki karakteristik berwarna coklat kekuningan hingga coklat gelap, homogen, viskositas 11,06-20,88 cP, nilai pH 5,7-9,06, bobot jenis antara 1,014-1,031, ukuran partikel antara 100,99-439,37 nm, stabilitas busa 35,28–80,85%, memiliki daya hambat bakteri yang sangat kuat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat 23,52–26,72 mm, tidak terjadi pemisahan fase, dan daya detergensi yang baik (mampu membersihkan kotoran tanah, kecap, dan saus). Konsentrasi ekstrak daging buah lerak (Sapindus rarak DC.) dan minyak cengkeh (Syzygium aromaticum) berpengaruh pada karakteristik fisik bio-nano detergen meliputi nilai viskositas, pH, bobot jenis, ukuran partikel, dan stabilitas busa tetapi tidak berpengaruh pada aktivitas antibakteri, stabilitas mekanik dan daya detergensinya.
Perbedaan Lingkar Lengan Atas (LILA) berdasarkan Kategori Status Gizi pada Remaja Putri di Kabupaten Kulonprogo: The Differences in Mid Upper Arm Circumference (MUAC) based on Adolescent Girsl’s Nutrition Status Category in Kulonprogo Regency Siti Budi Utami; Muhammad Primiaji Rialihanto
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i2.579

Abstract

Nutritional disorders in adolescence will lead to adult health problem. Early detection of malnutrition in adolescents is important to prevent the risk of worsening nutritional status. MUAC can be used as an alternative nutritional status screening tool in adolescent girls that is easier and cheaper than BMI for Age Z-Score (BAZ). The aims of the study were to examine the correlation between MUAC and BAZ,  & assess the difference of MUAC between nutritional status categories in adolescent girls. This study was a quantitative study by processing secondary data from Basic Data for Nutrition Program Planning, Department of Nutrition Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, 2023. There were 213 data of adolescent girls (13-18 years) analyzed. Data Body Weight, Height and Age were processed using the WHO AnthroPlus application to obtain the BAZ and categorized into 3 thinnes, normal, and overweight. Spearman Rank Correlation Test was used to test the correlation of BAZ and MUAC. Kruskal Wallis Test was used to test the difference of MUAC between nutritional status categories. The Results showed there was correlation between MUAC and BAZ (rs; 0.749; p = <0.001) and there was differences in MUAC among nutritional status categories; thinness (Median=19,7; IQR=1,5, normal (Median=19,7; IQR=1,5), and overweight (Median= 27,1; IQR=4,0), (p <0.001). The correlation between MUAC and Z-Score BAZ, as well as differences in MUAC ​​among the category of nutritional status in this study, can be used as a basis for evaluation and research development in determining the MUAC cut off for each category of nutritional status for adolescent girls in Indonesia.   ABSTRAK Gangguan gizi pada masa remaja akan berdampak pada masalah kesehatan di masa depan. Deteksi dini malnutrisi pada remaja penting dilakukan untuk mencegah risiko memburuknya status gizi. LILA dapat digunakan sebagai alternatif alat skrining status gizi pada remaja putri yang lebih mudah dan murah dibandingkan IMT/U. Penelitian ini bertujuan menguji korelasi antara LILA dan nilai Z-Score IMT/U serta menilai perbedaan LILA berdasarkan kategori status gizi pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan mengolah data sekunder (Data Dasar Perencanaan Program Gizi, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta tahun 2023). Sebanyak  213 data remaja putri berusia 13 -18 tahun dianalisis. Data Berat Badan (BB), Tinggi badan (TB) dan usia diolah menggunakan aplikasi WHO AnthroPlus untuk mendapatkan nilai Z-Score IMT menurut Usia (IMT/U) dan dikategorikan menjadi 3 yaitu gizi kurang, gizi baik, dan gizi lebih. Data diolah dengan  menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 27. Spearman Rank Correlation Test digunakan untuk menguji korelasi Z-Score IMT/U, LILA dan Usia, serta Kruskal Wallis Test digunakan untuk menguji perbedaan LILA antar kategori status gizi.  Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi antara LILA dan Z-Score IMT/U (rs; 0,749; p= <0,001) serta ada perbedaan LILA antar kategori status gizi; gizi kurang (Median =19,7; IQR=1,5), gizi baik (Median=19,7; IQR=1,5), dan gizi lebih (Median= 27,1; IQR=4,0), nilai p<0,001. Adanya korelasi antara LILA dan nilai Z-Score IMT/U serta perbedaan nilai LILA pada setiap kategori status gizi dalam penelitian ini, dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengembangan dalam menentukan cut off LILA pada setiap kategori status gizi remaja putri di Indonesia.
Studi Randomized Clinical Trial (RCT) Terapi Gizi pada Anak dengan ADHD: Literature Review: Randomized Clinical Trial (RCT) Study of Nutrition Therapy in Children With ADHD: Literature Review Miladitiya, Aulia
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i2.581

Abstract

Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) is a neurological behavioral problem seen in children, associated with learning disorders, impulsive behavior, hyperactivity, and inability to concentrate. Global Burden of Disease data in 2019 shows that the highest prevalence of children with ADHD aged 10-14 years is 2.9%. Adjusting diet and nutrition is a consideration to improve ADHD symptoms. This literature review aims to determine macro and micronutrients that have benefits in nutritional therapy for children with ADHD based on the results of RCT studies. The review was carried out by searching the literature on the PubMed database with the keywords "Nutrition Therapy", "ADHD", and "children". The results of the literature search obtained a total of 305 articles in the database, and 4 articles met the review criteria. The results of the literature review show that the macronutrient essential fatty acids (EPA) at a dose of 1.2 g is useful for nutritional therapy in children aged 6-18 years with ADHD through cognitive improvement. Micronutrients vitamin D3 2000 IU/day and magnesium 6 mg/kg BW/day can improve behavioral function and mental health and increase serum 25(OH)D levels in children with ADHD. Macronutrient (EPA) and micronutrient (vitamin D and magnesium) interventions in the form of supplementation play a role in reducing ADHD symptoms based on RCT studies.   ABSTRAK Attention-Deficit/Hiperactivity Disorder (ADHD) merupakan masalah perilaku terkait dengan saraf yang terlihat pada anak-anak, berkaitan dengan gangguan belajar, perilaku impulsif, hiperaktivitas dan tidak dapat memusatkan perhatian. Data Global Burden of Disease tahun 2019 menunjukkan prevalensi anak dengan ADHD paling tinggi usia 10-14 tahun sebesar 2,9%. Pengaturan pola makan dan gizi menjadi pertimbangan untuk memperbaiki gejala ADHD. Tujuan literature review ini untuk menentukan zat gizi makro dan mikro yang mempunyai manfaat dalam terapi gizi anak dengan ADHD berdasarkan hasil studi RCT. Review dilakukan dengan penelusuran literature pada database PubMed dengan kata kunci “Nutrition Therapy”, “ADHD”, “children”. Hasil penelusuran literature memperoleh sejumlah 305 artikel pada database, dan yang memenuhi kriteria review sejumlah 4 artikel. Hasil literature review menunjukkan bahwa zat gizi makro asam lemak esensial (EPA) dosis 1,2 g bermanfaat untuk terapi gizi pada anak usia 6-18 tahun dengan ADHD melalui perbaikan kognitif. Zat gizi mikro vitamin D3 2000 IU/hari dan magnesium 6 mg/kg BB/hari dapat memperbaiki fungsi perilaku dan kesehatan mental serta meningkatkan kadar 25(OH)D serum pada anak dengan ADHD. Intervensi zat gizi makro (EPA) dan zat gizi mikro (vitamin D dan magnesium) dalam bentuk suplementasi berperan dalam mengurangi gejala ADHD berdasarkan studi RCT. 
Evaluasi Nilai Protein Total, Albumin, Kreatinin, dan Bilirubin pada Tikus dengan Diet Rendah Protein: Evaluation of Total Protein, Albumin, Creatinine and Bilirubin Values in Rats on a Low Protein Diet Rakhmawati, Yunita; Sri Rahayu Lestari; Ajeng Radhita Putri Azella; Daradjatul Aulia; Dini Wijayanti; Dio Rizki Nadar Putra; Mellinda Setiani Nusa Diennata; Nesya Adiva Nurhasanah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i2.582

Abstract

Indonesia has a target of eliminating all forms of nutritional problems by 2030. However, cases of malnutrition in Indonesia are still relatively high, namely 21.7% stunting, 17.7% underweight, and this figure has decreased over a relatively long period of 20 years, while children's growth and development continues to run. One of the main problems is inadequate protein intake which has an impact on biological systems in the body. To solve this problem, it is necessary to understand the underlying mechanisms related to biological problems arising from malnutrition. Sampling of the human body in children is very limited, so creating experimental animal models is key to help explain biological events like the subjects observed.  This study aimed to evaluate several blood biomarkers in mice given a low-protein diet. This research method was carried out experimentally by giving an LPD (Low Protein Diet) diet for 3 weeks; then blood analysis was carried out. In general, the group of experimental animals given a low-protein diet had lower values of total protein, albumin, creatinine, and bilirubin than the normal diet group. In addition, the average results of the blood analysis also have lower values than normal referent values.   ABSTRAK Indonesia memiliki target dalam menghilangkan segala bentuk masalah gizi pada tahun 2030. Namun, kasus malnutrisi di Indonesia masih relatif tinggi yaitu 21,7% stunting, 17,7% underweight, dan angka ini menurun relatif lama dalam waktu 20 tahun, sementara tumbuh kembang anak terus berjalan. Salah satu masalah utama adalah asupan protein yang tidak akuat sehingga berdampak pada masalah biologis di dalam tubuh. Untuk mencari solusi masalah ini, memahami mekanisme mendasar yang menyeluruh terkait masalah biologis yang timbul akibat malnutrisi perlu dilakukan. Pengambilan sampel pada tubuh manusia untuk apalagi pada anak-anak sangat terbatas, sehingga pembuatan model hewan coba adalah kunci untuk membantu menjelaskan kejadian biologis yang mirip dengan subjek yang diamati.  Tujuan penelitian ini melakukan evaluasi terhadap beberapa biomarker darah pada tikus yang diberikan diet rendah protein. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan pemberian diet LPD (Low Protein Diet) selama 3 minggu, selanjutnya dilakukan analisis darah. Hasil analisis secara umum, kelompok hewan coba yang diberikan diet rendah protein memiliki nilai protein total, albumin, kreatinin, dan bilirubin yang lebih rendah daripada kelompok diet normal, dan  rata-rata hasil analisis darah tersebut juga memiliki nilai yang lebih rendah daripada nilai rujukan normal.
Tingkat Kesukaan dan Kandungan Zat Gizi Cookies Menggunakan Salak Pondoh (Salacca Zalacca Var Pondoh): Level of Favorite and Nutritional Content of Cookies Using Salak Pondoh (Salacca Zalacca Var Pondoh) Miftana Fitri Aditami; Maryanto, Sugeng; Puji Afiatna
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i2.583

Abstract

Salak fruit is perishable, has a limited shelf life, so it is necessary to use appropriate technology to process snake fruit. Salak processed using simple technology that can last quite a long time is making snake fruit flour. Salak flour is processed into raw materials for making processed products into cookies. The aim of this research was to determine the level of preference and nutritional content in processed salak flour cookies. This research uses an experimental design. The sample used was 25 untrained panelists. This was done by making 4 formulations for each product using salak flour F1 (25%: 75%), F2 (50%: 50%), F3 (75%: 25%), F4 (100%) then carried out a liking test . Next,  a  nutrient  content  test  is  carried  out.  Analysis  of  protein,  ash,  water,  fat, carbohydrate and fiber content. The protein content of Pondoh salak cookies is 7.6%, energy 469,615 Kcal, ash 1.60%,  water  content  4.3%,  fat  content  19.9%,  carbohydrates  64.9%,  fiber  content 2.8%. The cookie test results based on the highest level of preference were F2 with average values for color (78.4%), aroma (75.3%), taste (77.6%), texture (74.4%). The most popular salak pondoh cookie formula is formula 2 with an average score of 76.4% in the "Fair" category. ABSTRAK Buah salak bersifat mudah rusak, umur simpan terbatas, sehingga diperlukan penggunaan teknologi yang tepat guna mengolah salak . Oalahan salak diproses dengan menggunakan teknologi sederhana, dapat bertahan cukup lama adalah pembuatan tepung salak. Tepung salak diolah menjadi bahan baku pembuatan produk olahan menjadi cookies. penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan dan kandungan zat gizi dalam olahan cookies tepung salak Penelitian ini menggunakan experimental design. Sampel yang digunakan sebanyak  25  panelis  tidak  terlatih.  Dilakukan  dengan  pembuatan  4  formulasi pada masing-masing produk dengan menggunakan tepung salak F1 (25%: 75%), F2 (50% :50%), F3 ( 75% : 25%), F4 ( 100%) kemudian dilakukan uji kesukaan. Selanjutnya dilaksanakan uji kandungan zat gizi. Analisis kandungan kadar protein, abu, air, lemak, karbohidrat dan serat. Kandungan protein cookies salak pondoh yaitu 7.6%, Energi 469.615 Kkal, Abu 1.60%, kadar air 4.3%, kadar lemak 19.9%, karbohidrat 64.9%, kadar serat 2.8%. Hasil uji cookies berdasarkan tingkat kesukaan tertinggi adalah F2 dengan nilai rerata warna (78.4%) , aroma (75.3%), rasa (77.6%) , tekstur (74,4%). Formula cookies salak pondoh yang paling disukai adalah formula 2 dengan nilai rata-rata 76.4% dalam kategori “Cukup”.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Pola Pemberian ASI di Bidan Praktik Mandiri Desa Ketanireng Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan: Factors Influencing The Selection Of Breastfeeding Patterns In Independent Midwives Practice Of Ketanireng Village, Prigen District, Pasuruan Regency Fatihatur Rizqy, Nanda Salsabila; Siti Sulandjari; Rahayu Dewi Soeyono; Cleonara Yanuar Dini
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.566

Abstract

Exclusive breastfeeding in East Java shows that 40.05% of babies receive exclusive breastfeeding of 12.01%, partial breastfeeding and 1.45% predominant.  The picture of exclusive breastfeeding coverage in Ketanireng Village Independent Practice midwives is also still low, at 11%. The purpose of this study was to determine whether family support, maternal motivation, early breastfeeding, economic status, working status, absence of family support are factors that influence the pattern of exclusive breastfeeding. To find out whether the support of health workers is a factor that influences predominant breastfeeding patterns. And to find out whether the support of family and the surrounding environment, the mother's attitude is a factor that influences the pattern of partial breastfeeding for infants in the Independent Midwife Practice of Ketanireng Village, Prigen District, Pasuruan Regency. This study used a qualitative descriptive approach. A sample of 10 main informants and 3 key informants were determined using the purposive sampling method using a data collection method in the form of Focus Group Disscussion (FGD). The results showed that there were driving and inhibiting factors in the selection of breastfeeding patterns in the independent practice midwives of Ketanireng Village. Driving factors for exclusive breastfeeding include: 1) Family Support 2). Mother's motivation. While the inhibiting factors of exclusive breastfeeding are: 1). Early MP-ASI 2). Economic Status 3) Working Status 4). The absence of family support. Driving factors in predominant breastfeeding include: 1) Health Worker Support. And the driving factors for partial breastfeeding include: 1) Family and Environmental Support 2) Mother's Attitude.   ABSTRAK Pemberian ASI eksklusif di Jawa Timur menunjukkan 40,05% bayi mendapat ASI Eksklusif sebesar 12,01%, ASI parsial dan 1,45% predominan.  Gambaran cakupan ASI eksklusif pada bidan Praktik Mandiri Desa Ketanireng juga masih rendah, yaitu 11%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya dukungan keluarga, motivasi ibu, MP-ASI dini, status ekonomi, status bekerja, tidak adanya dukungan keluarga merupakan faktor yang mempengaruhi pola pemberian ASI eksklusif. Untuk mengetahui apakah dukungan tenaga kesehatan merupakan merupakan faktor yang mempengaruhi pola pemberian ASI predominan. Dan untuk mengetahui apakah dukungan keluarga dan lingkungan sekitar, sikap ibu merupakan faktor yang mempengaruhi pola pemberian ASI parsial pada bayi di Bidan Praktik Mandiri Desa Ketanireng Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sampel sejumlah 10 informan utama dan 3 informan kunci yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa Focus Group Disscussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorong pada pemberian ASI eksklusif yaitu : Dukungan Keluarga dan Motivasi Ibu. Sedangkan faktor penghambat pemberian ASI secara eksklusif yaitu : MP-ASI Dini, Status Ekonomi, Status Bekerja, dan Tidak adanya dukungan keluarga. Faktor pendorong pada pemberian ASI predominan yaitu : Dukungan Tenaga Kesehatan. Dan Faktor pendorong pada pemberian ASI parsial yaitu : Dukungan Keluarga dan Lingkungan serta sikap Ibu.
Hubungan Paparan Literasi Digital Kesehatan terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pemenuhan Gizi Seimbang dalam Menu Harian (Studi pada Pegawai Kantor Poltekkes Kemenkes Yogyakarta): Relationship of Digital Health Literacy Exposure to Knowledge, Attitudes, and Practices of Fulfilling Balanced Nutrition in Daily Menus (Study on Employees of the Yogyakarta Ministry of Health Polytechnic Office) Pratamawati, Diana Andriyani; Sunarti; Dyah Suryani
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.587

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are the main cause of disease burden. The increase in the prevalence of non-communicable diseases in Indonesia, especially catastrophic ones, has resulted in the Special Region of Yogyakarta being among the top 10 provinces with the most NCDs in Indonesia. Sleman is one of the regions in Yogyakarta that has a high prevalence.  One of the efforts to reduce the prevalence of NCDs is community literacy towards health. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of digital literacy of the fulfillment of balanced nutrition with the level of knowledge, attitudes, and practices (PSP) of fulfilling balanced nutrition. Methods: descriptive crosssectional with survey instruments using gform questionnaires sent to respondents. The sampling technique was not randomized quota sampling based on the order of the name of the telephone number of the Yogyakarta Poltekkes Kemenkes employees and took a minimum sample size of 30 respondents. The results showed that the level of health digital literacy regarding the fulfillment of balanced nutrition of most respondents was good (83.3%), for the level of knowledge most were in the moderate category by 86.7%, while for the level of attitude most were in the supportive category by 53.3%, and for the level of practice most were in the good category by 90%. The results of the correlation test between the level of health digital literacy about fulfilling balanced nutrition with the level of knowledge, attitudes, and behavior showed no relationship because p> 0.05. This shows that   ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab utama dari beban penyakit. Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia khususnya katastropik di Daerah Istimewa Yogyakarta masuk dalam 10 provinsi dengan PTM terbanyak di Indonesia. Sleman merupakan salah satu wilayah DIY yang memiliki prevalensi tinggi.  Salah satu upaya untuk menurunkan prevalensi PTM  yaitu literasi masyarakat terhadap kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat literasi digital pemenuhan gizi seimbang dengan tingkat pengetahun, sikap, dan praktik (PSP) pemenuhan gizi seimbang. Metode : deskriptif crosssectional dengan instrumen survei menggunakan kuesioner gform yang dikirim ke responden. Teknik sampling tidak acak quota sampling berdasarkan  keterwakilan karakteristik pekerjaan pegawai Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan mengambil minimum jumlah sampel responden sebanyak 30 orang. Hasil menunjukkan bahwa tingkat literasi digital kesehatan tentang pemenuhan gizi seimbang sebagian besar responden baik (83,3%), untuk tingkat pengetahuan sebagian besar pada kategori sedang sebesar 86,7%, sedangkan untuk tingkat sikap sebagian besar pada kategori mendukung sebesar 53,3%, dan untuk tingkat praktik sebagian besar pada kategori baik sebesar 90%. Hasil uji korelasi hubungan antara tingkat literasi digital kesehatan tentang pemenuhan gizi seimbang dengan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku menunjukkan hasil tidak ada hubungan karena p> 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat literasi digital kesehatan dengan tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik pemenuhan gizi seimbang pada pegawai Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Daya Terima Bakpia dengan Penambahan Tepung Pati Ganyong dan Tepung Ikan Lele Sebagai Snack Tinggi Energi Tinggi Protein untuk Remaja: Acceptability of Bakpia with the Addition of Ganyong Starch Flour and Catfish Flour as a High Energy High Protein Snack for Adolescent Nurhafifa, Gusti Madya; Telisa, Imelda; Muzakar, Muzakar
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.592

Abstract

Chronic Energy Deficiency is a condition of nutritional problems that occurs due to an imbalance in energy and protein intake over a long period of time. Teenagers need good nutritional intake to meet their needs. Unfulfilled nutritional intake will cause nutritional problems. Efforts to provide adolescents with nutritious food can be done by providing distractions that are high in energy and high in protein. To find out the formulation, acceptability and analysis of macro nutrients (carbohydrates and protein). This research method is an experiment with a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with organoleptic tests on 30 untrained panelists. Furthermore, a nutritional content test was carried out using proximate analysis. The energy content of bakpia canna starch flour and catfish flour per is 391.06 Kcal, protein 9.21%, fat 17.02%, carbohydrates 50.26% in 100 g bakpia. Based on the Kruskal wallis test, there was a significant influence between the acceptability of bakpia with canna starch flour and catfish flour on taste and aftertaste. The results of the research show that bakpia canna starch flour and catfish flour can be used as an alternative high-energy, high-protein snack.   ABSTRAK Kekurangan Energi Kronis merupakan suatu kondisi masalah gizi yang terjadi akibat adanya ketidakseimbangan asupan energi dan protein dalam jangka waktu yang lama. Remaja membutuhkan asupan gizi yang baik untuk memenuhi kebutuhannya. Asupan gizi yang tidak terpenuhi akan menyebabkan masalah gizi Upaya pemenuhan makanan bergizi pada remaja dapat dilakukan dengan pemberian selingan yang tinggi energi dan tinggi protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi bakpia, daya terima serta analisis zat gizi makro (Karbohidrat dan protein). Metode penelitian ini adalah eskperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial dengan uji organoleptik pada panelis tidak terlatih sebanyak 30 orang. Penentuan nilai gizi menggunakan analisis proksimat. Formula bakpia tepung pati ganyong dan tepung ikan lele yang terpilih adalah F1 (70:30). Kandungan energi bakpia tepung pati ganyong dan tepung ikan lele per 100 gram yaitu 391,06 Kkal, protein 9,21 %, lemak 17,02 %, karbohidrat 50,26 %.. Berdasarkan uji Kruskal wallis terdapat pengaruh yang signifikan antara daya terima bakpia tepung pati ganyong dan tepung ikan lele dengan Rasa dan Aftertaste. Hasil penelitian menunjukkan bakpia tepung pati ganyong dan tepung ikan lele ini bisa digunakan sebagai alternatif selingan tinggi energi tinggi protein.  
Hubungan Ketidakpuasan Tubuh dan Gangguan Makan dengan Status Gizi Mahasiswa : Relationship between Body Dissatisfaction and Eating Disorders with Nutritional Status of College Students Dyah Ayu Kusuma Wardani; Dewi Kusumawati; Budi Prasetyo
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.599

Abstract

Nutritional status is condition of body as a result of the use and absorption of food. National prevalence of nutritional status was underweight 9,3%, normal 55,3%, overweight 13,6% and obese 21,8%. Body dissatisfaction plays a role in development of eating disorders. Eating disorders are characterized by changes in poor eating behavior, negative perceptions about body shape and inappropriate weight management. Aim of this study was to analyze relationship between body dissatisfaction and eating disorders with nutritional status of college students. Design used was cross sectional. Sample in this study was 117 college students at Kusuma Husada University, Surakarta taken using purposive sampling technique. Body dissatisfaction was measured using contour drawing rate scale (CDRS), eating disorders using 26-item eating attitude test (EAT-26) and nutritional status using body mass index (BMI). Data analysis used chi square and Fisher's exact tests. Results of analysis showed that most respondents felt dissatisfied with bodies (90,6%). Most respondents were not at risk of eating disorders (7,5%). Most respondents had normal nutritional status (54,7%). There was no relationship between body dissatisfaction and nutritional status (p=0,752). Although, there was relationship between eating disorders and nutritional status (p=0,037). Conclusion in this study was that there was relationship between eating disorders and nutritional status, however there was no relationship between body dissatisfaction and the nutritional status of college students.   ABSTRAK Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat dari pemakaian, penyerapan, dan penggunaan makanan. Prevalensi status gizi secara nasional adalah kurus 9,3%, normal 55,3%, berat badan lebih 13,6% dan obesitas 21,8%. Ketidakpuasan tubuh memiliki peran dalam perkembangan gangguan makan. Gangguan makan ditandai dengan perubahan perilaku makan menjadi kurang baik, persepsi negatif tentang bentuk tubuh dan pengaturan berat badan yang kurang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan ketidakpuasan tubuh dan gangguan makan dengan status gizi mahasiswa. Desain yang digunakan adalah cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 117 mahasiswa di Universitas Kusuma Husada Surakarta yang diambil dengan teknik quota sampling. Ketidakpuasaan tubuh diukur dengan contour drawing rate scale (CDRS), gangguan makan dengan eating attitude test 26 item (EAT-26) dan status gizi dengan indeks massa tubuh (IMT). Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan sebagian responden merasa tidak puas dengan tubuhnya (90,6%). Sebagian besar reponden tidak berisiko mengalami gangguan makan (73,5%). Sebagian besar responden memiliki status gizi normal (54,7%). Tidak ada hubungan ketidakpuasan tubuh dengan status gizi mahasiswa (p=0,752). Ada hubungan gangguan makan dengan status gizi mahasiswa (p=0,037). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan gangguan makan dengan status gizi namun tidak ada hubungan ketidakpuasan tubuh dengan status gizi mahasiswa.

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 24 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 21 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 20 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 17 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN0 Vol 7 No 16 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 14 (2015): JURAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 6 No 11 (2014): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 10 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 9 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 8 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 7 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 6 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 5 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 4 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 3 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN More Issue