cover
Contact Name
Jurnal Prakarsa Paedagogia
Contact Email
prakarsa@umk.ac.id
Phone
+6285640338615
Journal Mail Official
prakarsa@umk.ac.id
Editorial Address
Gondangmanis Po Box 53 Bae Kudus
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Prakarsa Paedagogia
ISSN : 26215039     EISSN : 26209780     DOI : 10.24176
Core Subject : Education,
iterbitkan sebagai media publikasi dan desiminasi hasil penelitian dan karya ilmiah di bidang Pendidikan baik dari Mahasiswa dan Dosen untuk memperkaya khasanah keilmuan pendidikan menuju tercapainya generasi emas Indonesia,
Articles 263 Documents
Meningkatkan Percaya Diri Siswa Saat Berbicara Di Depan Kelas Melalui Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Aryanti Sagita; Susilo Rahardjo; Richma Hidayati
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v2i2.4507

Abstract

Tujuan penyusunan skripsi sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan tindakan peneliti dalam layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas X IPS 4 SMAN 1 Nalumsari saat berbicara di depan kelas tahun pelajaran 2018/2019. 2. Peneliti memperoleh data peningkatan rasa percaya diri siswasaat berbicara di depan kelas melalui layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama pada siswa kelas X IPS 4 SMAN 1 Nalumsari tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas X IPS 4 SMAN 1 Nalumsari sebanyak delapan siswa yang memiliki rasa percaya diri yang rendah. Analisis data dilakukan dengan teknik mixed method dengan menggabungkan analisis data kuantitatif yang diperkuat oleh data kualitatif agar diperoleh simpulan penelitian yang lebih kuat. Hasil penelitian diketahui percaya diri siswa saat berbicara di depan kelas pada periode pra siklus memperoleh skor 23 (58%) kategori (Kurang). Pada siklus I telah mengalami peningkatan dengan memperoleh skor 26 (65%) kategori baik. Kemudian siklus II juga mengalami peningkatan dengan memperoleh skor 30 (74%) masih dalam kategori baik.
Peningkatan Aktivitas Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Geomorfologi Melalui Metode Kolaboratif - Kontekstual Dalam Kegiatan Lesson Study Nurin Rochayati; Mas`ad Mas`ad; Agung Pramunarti; Ahmad Affandi; Arif Arif
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v1i1.2615

Abstract

Collaborative-contextual learning strongly emphasizes group activities, learning interactions, and collaboration between students in carrying out tasks. In learning with collaborative-contextual methods directed so that students can be actively involved, by conducting learning activities such as presenting assignments, paying attention to explanations from lecturers or colleagues, discussing, asking questions, expressing opinions, and answering questions. The aim of collaborative-contextual learning to be achieved is to improve learning activities and student participation in geomorphology learning. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach and action. The target in this study as the research subjects were 21 students in the third semester who took geomorphology courses. Data collection method using observation (observation sheet), test (question / case study), and documentation (photo, video). Data analysis using interactive analysis. Based on the data obtained from the research results it can be concluded that, the stages of collaborative-contextual learning that have been applied have successfully involved students actively during the learning process. This is because, all stages of learning activities emphasize the involvement of students from the beginning to the end of learning. Students become more active, the learning atmosphere becomes more conducive, group discussion becomes more lively because all group members prepare the discussion material well. They also became more enthusiastic and active in every lesson. With better quality learning, students' understanding of the learning process becomes good and understanding of the lecture material also becomes better
Peningkatan Hasil Belajar Perubahan Sifat Benda Melalui Model Kontekstual Yang Dilengkapi Media Realia Di SDN Wonoketingal 1 Demak Sulikhah Sulikhah
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v1i1.2449

Abstract

The purpose of this study include: 1) to describe the learning outcomes of science Class V students in SD Negeri Wonoketingal 1 District Karanganyar Demak Regency material changes the nature of the object. 2) to improve teachers' knowledge of appropriate and targeted teaching methods and to increase teaching motivation. 3) to improve students' motivation in following science lesson, especially on basic competence of change of object properties at SD Negeri Wonoketingal 1 District Karanganyar Demak Regency. This study uses a classroom action research design with direct planning, action, observation and reflection. Based on observation h and the results of research conducted at SDN Wonoketingal 1, it is known that the implementation of science learning in class V as a whole has been running. However, in the Competence of Change of Nature Nature, there are still many students who have not maximized their learning outcomes, such as the students only answer some teacher questions therefore the teacher uses contextual learning model with the aid of realia media seen there is an increase of the average value of 63,33 in cycle 1, increased to an average of 80.00 in cycle 2, it means already above KKM 70.00. The increase is in addition to the learning model conducted by contextual teachers so that learners in understanding the subject matter associated with the context of everyday life through the media realia learning more meaningful. Students are active because they use various sources, more integrated learning students feel happy not bored, sharing with friends, critical students and creative teachers.Thus there is an increase of 16.67 because with contextual learning through media realia students more active, disciplined and confident.
Meningkatkan Karakter Siswa Melalui Layanan Bimbingan Klasikal Dengan Pendekatan Holistik Setiyati Setiyati
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v2i1.4314

Abstract

Berdasarkan seluruh kegiatan penelitian tindakan bimbingan konseling dapat disimpulkan bahwa karakter siswa SMP Negeri 2 Susukan Semarang dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan holistic, dengan hasil sebagai berikut: (1) Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa dalam layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan holistik siklus I mencapai rata-rata 76,3% pada kategori cukup  dan pada siklus II mencapai rata-rata 84,4%pada kategori baik, (2) Tingkat karakter anak pada kondisi awal secara klasikal rata-rata adalah 66,81 pada kategori cukup baik. Tingkat karakter anak siklus I secara klasikal rata-rata adalah 73,59 pada kategori cukup baik. Peningkatan karakter siswa secara klasikal sebesar 6,78%. Tingkat karakter anak siklus II secara klasikal adalah 80,70 pada kategori baik. Peningkatan karakter siswa secara klasikal sebesar 7,11%, (3) Berdasarkan indeks keberhasilan kinerja, pada Kondisi Awal karakter siswa kelas 8 D SMP Negeri 2 Susukan, Kabupaten Semarang yang mencapai skor ≥ 70 ada 9 siswa (33,3%). Pada siklus I yang mencapai skor ≥ 70 ada 21 siswa (77,8%) belum mencapai 80% secara klasikal, sehingga dilakukan tindak lanjut berupa pelayanan siklus II. Peningkatan indeks kinerja sebesar 44,4%. Pada siklus II yang mencapai skor ≥ 70 ada 26 siswa (96,37%) sudah mencapai 80% secara klasikal. Peningkatan indeks kinerja sebesar 22,7%.
Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Home Room Untuk Meningkatkan Sikap Anti Seks Bebas Farid Hidayat; Edris Zamroni; Sucipto Sucipto
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v1i2.3440

Abstract

The purpose of this study are: 1) Describe the implementation of group guidance services with homeroom techniques to improve anti-sex free attitudes in class XI TAV 2 students SMK Negeri 2 Kudus, 2) Know the increase in anti-sex free attitudes through group guidance services with homeroom techniques for class students XI TAV 2 of SMK Negeri 2 Kudus. Type of Research PTBK with stages: 1. Planning, 2. Implementation, 3. Observation, and 4. Reflections carried out in 2 cycles of research, each cycle carried out three meetings. Data analysis used is descriptive qualitative data analysis. The results of the study were pre-cycle conditions. The number of free anti-sex attitudes of 8 students of class XI TAV 2 of SMK Negeri 2 Kudus was 133 with a percentage of 42% in the very poor category, at the end of the first cycle the score of anti-free sex was 202 with percentage 63% in the less category and at the end of the second cycle the number of anti-sex free attitudes from 8 students of class XI TAV 2 of SMK Negeri 2 Kudus was 263 with a percentage of 82% in the good category. Selin also concluded that the hypothesis of action that researchers made in chapter II which reads Homeroom Technical Guidance Service Group can increase the anti-free attitude of students of class XI TAV 2 of SMK Negeri 2 Kudus, declared acceptable.
Penerapan Teknik Desentisasi Sistematis Melalui Penguatan Spiritual (Istighosah Akbar) Dalam Mengurangi Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional Abdul Rozak
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v2i2.4520

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang menitik beratkan pada data lapangan. Metode penelitian kualitatif sering disebut juga metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (Natural Setting). Data yang akan diteliti bukan berupa angka-angka, akan tetapi data berupa keadaan lapangan dalam bentuk (1) Observasi, penulis secara langsung mengamati aktivitas belajar siswa pada saat pembelajaran dilaksanakan. (2) Interview, untuk mengetahui tanggapan siswa dan kolaborator. (3) Dokumentasi, untuk mengumpulkan data pendukung penelitian bersifat documenter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Penerapan teknik desentisasi sistematis melalui penguatan spiritual (istighotsahakbar) ini dilatar belakangi oleh perasaan cemas siswakelas XII yang akan menghadapi ujian nasional. Yang mana memberikan penguatan spiritual keagamaan agar mampu menguatkan kepercayaan dan motivasi siswa ketika akan menghadapi ujian nasional. (2) Penerapan teknik desentisasi sistematis melalui penguatan spiritual ini dalam mengurangi kecemasan menghadapi ujian nasional, dilaksanakan sebelum siswa kelas XII menghadapi ujiannasional yang mana mempunyai tujuan untuk mengurangi rasa cemas saat akan menghadapi ujian. Dengan pemberian nasehat dan respon positif terhadap siswa yang akan menghadapi ujian nasional dan memberikan penguatan spiritual melalui istighotsah dengan memberikan bacaan-bacaan istighotsah yang dibaca berulang-ulang. (3) Kelebihan dang kekurangan dari penerapan teknik desentisasi sistematis melalui penguatan spiritual (istighotsah akbar) dari keduanya walaupun berbeda namun saling menutupi. Karena untuk kelebihannya mampu memberikan motivasi siswa yang mengalami kecemasan sehingga perasaan negative siswa terhadap ujian nasional mampu teratasi.
Hubungan Permainan Tradisional Betengan Terhadap Gerak Lokomotor Siswa Mohammad Syaffruddin Kuryanto; Ika Ari Pratiwi
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v1i2.2954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan positif antara permainan tradisional betengan terhadap gerak lokomotor siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SD 1 Muhammadiyah Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 29 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi product moment pearson dengan uji prasyarat linearitas dan normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data memenuhi uji prasyarat dengan signifikansi linearitas sebesar 0,898 dan signifikansi normalitas sebesar 0,20. Terdapat hubungan yang signifikan antara permainan tradisional terhadap gerak lokomotor siswa dengan koefisien signifikansi 0,708 lebih besar dari 0,05 atau 0,708 lebih besar dari 0,5 dengan kategori tingkat hubungan sangat kuat. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan permainan tradisional betengan memiliki hubungan yang kuat terhadap gerak lokomotor siswa.
Meningkatkan Etika Berbicara Dengan Teman Sebaya Melalui Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Modelling pada Siswa SMP Sumedi Sumedi
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v1i1.2611

Abstract

This study aims to (1) Describe the actions of counselors in using group guidance services with modeling techniques to improve the ethics of talking with peers. (3) Describe the improvement of the ethics of talking with peers by using group guidance services with modeling techniques for students of class IX.B SMP 1 Pancur Rembang Semester II Academic Year 2017/2018. Based on the results of the study the ethics of talking with peers in pre-cycle obtained a score of 130 on average 16.25 percentage 32.25% entered in the category of very poor (SK), cycle I obtained a total score of 533 an average of 22 percentages 44% entered the category less ( K), and in cycle II there was a total score of 939 on average 39 percent 78% in the good category (B). So from the pre-cycle, cycle I, cycle II, the results were 32.25% to 78%, so there was an increase of 45.75%. Based on the results of the discussion it can be concluded that group guidance services with modeling techniques can improve the ethics of talking with peers in class IX.B SMP 1 Pancur Semester II Academic Year 2017/2018
Penerapan Konseling Behavioristik Teknik Operant Conditioning untuk Mengatasi Prokrastinasi Siswa Ulfa Aulia Nurzulian; Susilo Rahardjo; Edris Zamroni
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v2i2.4502

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan prokrastinasi siswa kelas XI IPS 2 SMA 2 Kudus tahun ajaran 2017/2018, 2. Untuk mengatasi prokrastinasi siswa kelas XI IPS 2 SMA 2 Kudus tahun ajaran 2017/2018. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dirancang dalam bentuk studi kasus. Subjek yang diteliti yaitu AAP, AJR, dan SDP siswa kelas XI IPS 2 SMA 2 Kudus tahun ajaran 2017/2018 yang mengalami prokrastinasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah: 1) Wawancara, 2) Observasi, 3) Dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah induktif. Adapun cara menganalisis data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis mulai dari proses pengumpulan data, mengklarifikasi, mengdeskripsikan, dan menginterpretasikan masing-masing bagian. Dengan menggunakan konseling behavioristik teknik operant conditioning dapat menghasilkan perubahan tingkah laku pada klien untuk mampu memulai mengerjakan tugas, mampu menyelesaikan tugas yang telah dikerjakan, cepat dalam mengerjakan tugas, mengumpulkan tugas tepat waktu, dan mendahulukan mengerjakan tugas  daripada melakukan aktifitas lain.
Penerapan Model Eliciting Activities Berbantuan Media APPEM Untuk Meningkat Kemampuan Pemahaman Konsep Pada Siswa SD Bashrul Muna; Ratri Rahayu; Himmatul Ulya
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v2i1.3902

Abstract

This research aimed to describe the improvement of the ability of mathematical concept comprehension, the improvement of students’ activity, and the improvement of the teacher’s teaching skill through the implementation of Model Eliciting Activities model by using APPEMmedia.This classroom action research is conducted on the fourth grade of SDN6Klumpit Gebog Kudus in the Academic Year 2018/2019 with the number of subject is 14 students and here the researcher as the teacher. This research is conducted in 2 cycles which consist of 3 meetings for each cycle.The result of the research showed that (1) the students’ ability of mathematical concept comprehension on cycle I got the classical mean score 67,14 as a inoughpredicate and it improved on cycle II to 83.10 as a good predicate, (2) the students’ activity on cycle I got the classical average 70,76 as a inoughpredicate and improved to 82,59 as a goodpredicate on cycle II, (3) the teacher’s teaching skill on cycle I got avrage the classical 2,89 as a good criteria and improved to 3,21 as a good criteria on cycle II. Based on the research result, it can be concluded that the implementation of Model Eliciting Activities by using APPEM media can improve the ability of mathematical concept comprehension, the students’ activity and the teacher’s teaching skill in organizing the learning activity

Page 4 of 27 | Total Record : 263