cover
Contact Name
Jurnal Prakarsa Paedagogia
Contact Email
prakarsa@umk.ac.id
Phone
+6285640338615
Journal Mail Official
prakarsa@umk.ac.id
Editorial Address
Gondangmanis Po Box 53 Bae Kudus
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Prakarsa Paedagogia
ISSN : 26215039     EISSN : 26209780     DOI : 10.24176
Core Subject : Education,
iterbitkan sebagai media publikasi dan desiminasi hasil penelitian dan karya ilmiah di bidang Pendidikan baik dari Mahasiswa dan Dosen untuk memperkaya khasanah keilmuan pendidikan menuju tercapainya generasi emas Indonesia,
Articles 286 Documents
THE ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT STUDENTS PERCEPTIONS OF IDEAL ENGLISH TEACHER IN HIGH SCHOOL LEVEL Riza Maulana Ardiyanto; Sri Endang Kusmaryati; Farid Noor R.
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v2i1.3979

Abstract

Ideal English teacher is very important in teaching and learning English especially in high schools. According to Indonesia government regulation, an ideal English teacher is an English teacher who has 4 competencies. They are pedagogical, personal, social, and professional competence. This article is a report of the research aims to know the students of English Education Department perception of an ideal English teacher in high school level. It is designed through descriptive qualitative research. To collect the data, the writer use questionnaire. The result of this research shows that according to the students, in pedagogical competence, an ideal English teacher should understand the students’ characteristic. While in personal competence, an ideal English teacher should have high responsibilities. Furthermore, in social competence, the students think that an ideal English teacher should not discriminate the students based on the background of the family. In professional competence, an ideal English teacher should use many sources in delivering the material. Finally, the writer hopes this research can be used by the English teacher as a suggestion to be the truly ideal English teacher.
Peran Kepala Sekolah dalam Mendidik Karakter Pada Masa Pandemi Bagi Siswa SD Suhartinah Suhartinah
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i1.6739

Abstract

Salah satu kunci keberhasilan pendidikan pada masa pandemi adalah dengan cara pembentukan karakter siswa. Membentuk karakter harus diawali mendidik karakter oleh Kepala Sekolah. Penelitian ini berupaya untuk menggali informasi tentang implementasi pendidikan karakter pada masa pandemi Covid-19 yang dilakukan di SDN Kalianget Timur I. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini berupa wawancara dan studi pustaka. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan karakter pada masa pandemi Covid-19 bagi siswa sekolah dasar dengan cara pengintegrasian nilai-nilai karakter yang tertuang dalam setiap pelajaran, keteladanan dari seorang guru dan orang tua serta kemitraan hubungan yang baik antara orang tua, guru dalam mengimplementasikan karakter dalam proses pembelajaran selama masa pandemic.
Bimbingan Kelompok Teknik Role playing Untuk Mengatasi Dampak Negative Bulliying Terhadap Emosi Siswa Lia Anggun Ristiyana; Arista Kiswantoro; Richma Hidayati
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i1.5150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untukmendeskripsikan tindakan penelitian dalam pemberian layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk mengatasi dampak dari perilaku bullying. 2)Untuk mengetahui peran pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik role playing untuk mengatasi dampak negative bullying terhadap emosi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan bimbingan konseling. Dengan kata lain penerapan penelitian tindakan di dalam kelas diharapkan mampu mendorong guru untuk mempunyai kesadaran diri melakukan refleksi diri atau kritik diri terhadap aktivitas pembelajaran yang diselenggarakan. Berdasarkan hasil penelitian ketrampilan peneliti dalam layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing Pada siklus I pertemuan I mendapat skor 52 dalam kategori cukup. Siklus I pertemuan II mendapat skor 61 dalam kategori cukup. Siklus I pertemuan III mendapatkan skor 70 dalam kategori baik. Pada siklus II pertemuan I mendapatkan skor 79 dalam kategori baik. Siklus II pertemuan II mendapatkanskor 83 dalamkategoribaik.Siklus II pertemuan III mendapatkan skor 93 dalam kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian mengatasi dampak bullying melalui bimbingan kelompok dengan teknik role playing menunjukkan hasil pada pra siklus memperoleh rata – rata skor 17,75 dengan kategori sangat kurang, siklus I siswa 26,25dalam kategori cukup, yang artinya siswa dalam mengikuti bimbingan kelompok sudah cukup baik. Pada siklus II siswa memperoleh skor 38,2 dalam kategori baik, yang artinya siswa sudah mampu mengikuti bimbingan kelompok dengan baik.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKN MATERI KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM ACCELERATED INSTRUCTION PADA SISWA KELAS V SD 2 BAKALAN KRAPYAK KUDUS Sri Kusmini
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i1.5840

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn materi keutuhan negara kesatuan republik Indonesia melalui model pembelajaran team accelerated instruction pada siswa kelas V SD 2 Bakalan Krapyak Kudus.Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang terdiri dari 8 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I memperoleh rata-rata skor 20,50 dengan persentase 73,35% (sedang), siklus II meningkat menjadi 25,25 dengan persentase 90,13% (sangat tinggi). Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata kelas 74,72 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 72,22%. Pada siklus II nilai rata-rata kelas yang dicapai siswa 83,06 dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 88,89%. Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran team accelerated instruction terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn materi keutuhan negara kesatuan republik Indonesia pada siswa kelas V SD 2 Bakalan Krapyak Kecamatan Kaliwungu Kudus Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. The purpose of this study was to increase the activities and learning outcomes of Civics learning on the integrity of the unitary state of the Republic of Indonesia through the accelerated instruction team learning model for fifth grade students of SD 2 Bakalan Krapyak Kudus.The research subjects were grade V students consisting of 8 female students and 10 male students. This research was conducted in two cycles, each cycle consisting of two meetings. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementing, observing and reflecting.The results of this study indicate that student learning activities in the first cycle obtained an average score of 20.50 with a percentage of 73.35% (moderate), the second cycle increased to 25.25 with a percentage of 90.13% (very high). While student learning outcomes in the first cycle the class average value of 74.72 with classical learning completeness of 72.22%. In the second cycle the class average value achieved by students was 83.06 with classical learning completeness reaching 88.89%. It is concluded that the application of the accelerated instruction team learning model is proven to be able to increase Civics learning activities and outcomes of the integrity of the Republic of Indonesia in grade V SD 2 Bakalan Krapyak, Kaliwungu Kudus District Semester I of the 2017/2018 academic year.
Embracing Students’ Self Confidence: Bringing Instagram Into English Speaking Classroom, Why Not? Kharisma Mutiara; Sri Marmanto; Slamet Supriyadi
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i2.7253

Abstract

As one of the four English skills that has to be mastered, English learners still see that speaking mastery is challenging. Many of them are difficult to speak, although their writing, reading, and listening skills are good. This research presents a classroom action research of using Instagram in English speaking classroom with students in a private senior high school in Surakarta. The purpose of this research is to propose the use of Instagram as a social media to teach speaking as well as to find out the students' attitude towards the use of Instagram in enhancing their speaking skills. The study revealed that Instagram used in English speaking classroom brings effective meaning for them in learning English. Instagram also brings a positive attitude to students so that they can learn to speak English more easily.
Media Konkret Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengungkapkan Kalimat Permintaan Maaf Pada Kelas II SD Taufiq Ardy Cahyono; Himmatul Ulya; Ristiyani Ristiyani
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i2.5858

Abstract

This study aims to descrie the concrete media as an effort to improve the ability to express a sentence of apology i elementary school. The research method used is classroom action research. The subject of this study as much 24 student. Data collection techniques using interviews , observation and test. Concrete media is an object in the form of real or artificial object that have been used by teachers in conducting learning with the aim of student being able to easily understand the learning material. The result show that concrete media can improve the ability to express apology setences. Cycle I student complete with a percentage 77% and which is incomplete with a percentage 23% whie the cycle II student complete with a percentage 91% and which is incomplete with a percentage 9%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DAN TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN DEMAK Masrokhah Masrokhah; Sri Utaminingsih; Su`ad Su`ad
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i2.7249

Abstract

The purpose of research it is to determine : (1) the effect of the application of the model study of quantum against the results of learning Theme 5 on the charge lesson IPS participants learners grade elementary school in the District of Demak , (2) the effect of the application of the model of learning talking stick to the result of learning Scene 5 in charge of the lesson IPS participants learners grade elementary school in the District of Demak, and (3) differences in the influence of the model of learning quantum teaching and talking stick to the result of learning Theme 5 on the charge lesson IPS participants learners grade elementary school in the District of Demak. The method of research using a quasi-experimental design , with the population of the entire student class V School Elementary District of Demak from 55 elementary schools with the number of 1,627 participants learners . The sample of the study is the participant students grade VA SD Bintoro 5 (35 participant students ) and a class VB SD Bintoro 5 (34 participant students ), as a class experiment . As a class control is student class V SD Bintoro 2 with the number of 41 participants learners.
Layanan Informasi Dengan Menggunakan Media Visual Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Resiko Perilaku Seksual Pra Nikah Agnes Astri Wulandari
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i2.5738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Layanan  Informasi  dengan  Menggunakan  Media  Visual  dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang Resiko Perilaku Seksual Pra Nikah di  kelas IX E SMP Negeri 1 Pabelan tahun 2019/2020. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan penelitian tindakan bimbingan konseling. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah peningkatan pemahaman perilaku seksual pra nikah yang kemudian dianalisis dengan deskriptif komparatif yaitu membandingkan rata-rata perolehan skor dengan  indikator kinerja pada tiap siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Pabelan semester gasal tahun pelajaran 2019/ 2020 dengan jumlah siswa adalah 30 orang yang terbagi atas 14 laki laki dan  16 perempuan. Dari hasil pelaksanaan penelitian dengan 2 siklus dengan menggunakan layanan informasi dengan menggunakan media visual ini dapat meningkatkan pemahamam terhadap resiko perilku seksual pranikah  sebesar 54.67 pada siklus 1 dan 63.77 pada siklus 2. Data pra siklus  14 siswa dalam kategori sedang dan 16 siswa dalam kategori rendah meningkat menjadi 3 siswa dalam kategori sangat tinggi, 5 siswa dalam kategori tinggi, 10 siswa dalam kategori sedang dan 12 siswa dalam kategori rendah. Hasil silkus II, 7siswa dalam kategori sangat tinggi, 14 siswa dalam kategori tinggi, 4 siswa dalam kategori sedang dan 5 siswa dalam kategori rendah.
Penerapan Unggah-Ungguh Bahasa Jawa Sesuai Dengan Konteks Tingkat Tutur Budaya Jawa Puji Arfianingrum
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i2.6963

Abstract

Bahasa Jawa memiliki unggah-ungguh atau tingkat tutur sebagai ciri khas yang membedakan bahasa Jawa dengan bahasa daerah lain. Unggah - ungguh bahasa Jawa merupakan kaidah yang ada pada masyarakat Jawa dalam bertutur kata atau bertingkah laku dengan memperhatikan penutur dan lawan tutur serta melihat situasi dengan tujuan menjaga kesopansantunan untuk saling menghormati serta menghargai orang lain. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam susunan tata bahasa Jawa yang dikenal dengan strata penggunaan bahasa atau unggah ungguh basa. Secara garis besar susunan tata bahasa Jawa (tingkat tutur) terbagi menjadi dua, yaitu Ngoko dan Krama. Ngoko terbagi menjadi dua yaitu Ngoko Lugu dan Ngoko Alus, sedangkan Krama juga terbagi menjadi dua yaitu Krama Lugu dan Krama Alus. Budaya Jawa dalam era globalisasi semakin berkurang, dibandingkan dengan budaya barat atau budaya K-Pop dari korea. Hal ini dipengaruhi oleh kemajuan teknologi komunikasi terutama tayangan televisi yang lebih banyak menayangkan budaya metropolitan dan juga budaya global. Dikhawatirkan, budaya yang dikenal adiluhung akan hilang diterjang zaman. Orang Jawa sebagai pendukungnya tidak lagi peduli pada budaya warisan leluhurnya. Akibatnya banyak anak muda yang mulai kehilangan pengetahuannya tentang budaya Jawa. Hal ini menyebabkan keberadaan budaya Jawa semakin terancam dan semakin jauh dari anak muda sebagai generasi penerus bangsa. Budaya Jawa perlu diterapkan dan dikenalkan kepada anak-anak sejak dini terutama anak zaman sekarang, untuk menghindari hilangnya budaya yang semakin terkikis dengan adanya globalisasi. Tindak laku berbahasa dalam budaya Jawa disebut sebagai unggah-ungguh basa. Pentingnya penerapan Unggah-Ungguh bahasa Jawa dalam bermasyarakat khususnya masyarakat Jawa di daerah sekitar Jawa Tengah, Yogyakarta dan sekitarnya. Unggah-ungguh bahasa Jawa memberikan pembeda dalam berinteraksi dengan orang sebaya atau sederajat, dengan orang yang lebih tua, atau lebih tinggi status sosialnya.
Bimbingan Kelompok Teknik Self Management Untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Julia Wijayanti; Sumarwiyah Sumarwiyah; Sucipto Sucipto
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i1.5154

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendiskripsikan bimbingan kelompok dengan teknik self management untuk meningkatkan penerimaan diri anak Panti Asuhan Nurul Jannah, 2. Memperoleh peningkatan penerimaan diri anak Panti Asuhan Nurul Jannah melalui bimbingan kelompok teknik self management. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling dengan menggunakan dua siklus. Simpulan hasil penelitian ini adalah Terjadinya peningkatan pada penerimaan diri setelah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik self management mengalamai peningkatan dalam setiap pertemuan. Pada pra siklus diperoleh rata-rata 24 (48%) termasuk dalam kategori sangat kurang. Pada siklus I hasil observasi pertemuan pertama memperoleh hasil 54% dengan kategori cukup, pertemuan kedua memperoleh hasil 56% dengan kategori cukup, pertemuan ketiga memperoleh hasil 58% dengan kategori cukup. Pada observasi siklus II pertemuan pertama memperoleh hasil 68% dengan kategori baik, pertemuan kedua memperoleh hasil 72% dengan kategori baik, dan pertemuan ketiga memperoleh hasil 84% dengan kategori sangat baik. Oleh karena itu, terjadi peningkatan sebesar 36% dari tahap pra siklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian dalam menerapkan bimbingan kelompok teknik self management yang telah dilakukan oleh peneliti untuk meningkatkan penerimaan diri anak panti asuhan Pada siklus I pertemuan ketiga memperoleh hasil 71% dengan kategori baik, dan siklus II pertemuan ketiga memperoleh hasil 93% dengan kategori sangat baik. Oleh karena itu, terjadi peningkatan sebesar 34% dari tahap siklus I, dan siklus II. Dengan demikian Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Self Management dapat Meningkatkan Penerimaan Diri Anak Panti Asuhan Nurul Jannah.

Page 6 of 29 | Total Record : 286