cover
Contact Name
Susiana Nugraha
Contact Email
susiana_nugraha@urindo.ac.id
Phone
+6281222633154
Journal Mail Official
susiana_nugraha@urindo.ac.id
Editorial Address
Jl, Bambu Apus I no 3 Cipayung Jakarta TImur 13890
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
ISSN : 27158748     EISSN : 27157687     DOI : -
Core Subject : Health,
JUKMAS: Journal of Public Health is a scientific journal that presents research results, case reports, scientific papers or critical analytic studies in the field of health and articles in the form of reviews. The Focus and Scope of the Journal, covers: Health Policy and Management, Nutrition, Care, Environmental Health, Epidemiology, Reproductive Health, Health Promotion and Occupational Safety and Health. JUKMAS: Public Health Journal published twice a year, April and October. JUKMAS: Journal of Public Health receives original research articles and article reviews about original literature that have not been published in other media or other scientific journals.
Articles 171 Documents
Dukungan Sarana Dan Fasilitas Kantin Dengan Praktik Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah Di Sdn Cipayung 05 Tahun 2018 Thalia Vega Yunita; Sri Widodo
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.66 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v3i1.599

Abstract

Berdasarkan observasi sarana dan fasilitas dari tempat penyimpanan peralatan dikantin belum tersedia. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran praktek keamanan pangan jajanan anak sekolah pada siswa siswi sekolah di SDN Cipayung 05 .Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI yang berjumlah 96 orang. Teknik sampling dengan menggunakan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 77 responden. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan Tidak ada hubungan yang signifikan antara kondisi kantin dengan praktik keamanan PJAS (p value = 0,639).Ada hubungan yang signifikan antara sarana dan fasilitas dengan praktik keamanan PJAS (p value = 0,019).Tidak ada hubungan yang signifikan antara penjaja PJAS dengan praktik keamanan PJAS (p value = 0,434).Kesimpulan bahwa praktik keamanan PJAS tidak ada hubungan dengan kondisi kantin dan penjaja pjas. Sehingga disarankan kepada pihak SDN Cipayung 05 untuk memperhatikan penjual dari kantin di SDN Cipayung 05 dengan cara diberikan penyuluhan mengenai kebersihan kantin, sarana dan fasilitas dari kantin tersebut, serta makanan yang dilarang untuk dijual.Kata Kunci : Kebijakan, Sekolah, Keamanan Pangan.
Hubungan Antara Pengetahuan IBu Rumah Tangga Dengan Penerapan PHBS Di Wilayah RW 07 Kelurahan Cijantung Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur Tahun 2017 Sri Siswani; Anggita Cahyani Rizky
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.387 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v2i1.561

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah hubungan antara pengetahuan ibu rumah tangga dengan terapan PHBS di wilayah RW 07 Kelurahan Cijantung Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu rumah tangga dengan terapan PHBS di wilayah RW 07 Kelurahan Cijantung Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross sectional. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan ibu rumah tangga dan variabel terikat adalah terapan PHBS. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga di Wilayah RW 07 Kelurahan Cijantung berdasarkan kepemilikan rumah yaitu sejumlah 796 rumah. Sampel yang diambil berdasarkan perolehan sampel minimal yaitu 89 rumah. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan data skunder diperoleh dari dokumen Puskesmas Kelurahan Cijantung. Data yang diperoleh dalam penelitian diolah menggunakan statistik uji Chi Square dengan derajat kemaknaan (α) = 0,05. Hasil analisis data diperoleh p value 0,000 untuk hubungan pengetahuan ibu rumah tangga dengan terapan PHBS. Berdasarkan data tersebut disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan ibu rumah tangga dengan terapan PHBS.Kata kunci : Pengetahuan Ibu rumah tangga, Pelaksanaan PHBS
Hubungan Penggunaan Smartphone Dengan Aktivitas Fisik Remaja Di Desa Sumokali Kecamatan Candi Sidoarjo Meiana Harfika; Dini Mei Widayanti
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.393 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v3i2.605

Abstract

Masa remaja merupakan periode persiapan menuju masa dewasa yang akan melewati beberapa tahapan perkembangan penting dalam hidup. Pola kebiasaan berolahraga/aktivitas fisik yang menjadi sumber kesehatan seluruh tubuh yang perlu ditingkatkan di usia remaja karena fase remaja adalah peluang terbesar bagi remaja untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Era globalisasi ikut berpengaruh terhadap perubahan gaya hidup dan pola perilaku remaja, terutama perkotaan. Dalam waktu singkat telah berkembang pola perilaku dengan frekuensi konsumsi internet dan media sosial yang tidak terbatas. Penggunaan Smartphone dengan bijak mampu mengendalikan angka kejadian kriminalitas akibat penyalahgunaan fasilitas dari smartphone. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat aktivitas fisik dan tingkat kecanduan penggunaan smartphone pada remaja di Desa Sumokali Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah remaja di Desa Sumokali Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo yang berjumlah 160 orang. Instrumen pada penelitian berupa kuisioner yaitu Physical Activity Quistionnaire – for Adolescents untuk mengukur tingkat aktivitas fisik dan Smartphone Addiction Scale untuk mengukur tingkat kecanduan penggunaan smartphone.  Hasil penelitian tingkat aktivitas fisik menunjukkan bahwa sebagian besar remaja mempunyai tingkat aktivitas fisik dalam kategori rendah yaitu sebesar 94 remaja (58,8%). Sedangkan pada penggunaan smartphone menunjukkan bahwa sebagian besar remaja mempunyai tingkat kecanduan penggunaan smartphone tinggi yaitu sebesar 105 remaja (65,5%). Hasil analisa statistik bivariat menunjukan adanya hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan penggunaan smartphone dengan nilai p = 0.044.  Implikasi penelitian yaitu mengurangi penggunaan smartphone pada remaja agar aktivitas fisik dapat lebih ditingkatkan.Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Kecanduaan Smartphone, Remaja, Perilaku Gaya Hidup.
Hubungan Karakteristik Individu Dan Karakteristik Situasional Dengan Kepatuhan Pemeriksaan Kehamilan Pada Ibu Hamil Di Poli Kia Puskesmas Kelurahan Karet Kuningan Khusnawati Khusnawati; Sri Siswani
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.842 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v1i1.550

Abstract

Faktor penyebab resiko kematian dan kesakitan ibu salah satunya adalah karena tidak terdeteksinya tanda bahaya kehamilan karena kunjungan ANC yang tidak teratur. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil yang berkunjung ke Poli KIA Puskesmas Kelurahan Karet Kuningan tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dan karakteristik situasional dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil dipuskesmas Kel. Karet Kuningan tahun 2016. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 33 responden. Data dianalisis dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil uji univariat menujukan responden yang patuh memeriksakan kehamilan sebanyak 15 orang ( 45,5 %) sedangkan yang tidak patuh sebanyak 18 orang ( 54, 5%). Hasil uji bivariat dengan 8 variabel menujukan ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilan dengan OR=36,4 CI = 3,7 – 354,4, pengetahuan OR= 3,06 CI= O,68 – 13,7, jarak tempuh OR= 52,0 CI= 6,4 – 421,3, dukungan keluarga OR= 7,150 CI = 1,53 – 33,3. Dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara umur, pengetahuan, jarak tempuh dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilan. Sedangkan 4 karakteristik yang lain tidak ada hubungan yang bermakna dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilan yaitu, pendidikan, pekerjaan, akses dan biaya. Diharapkan ibu hamil dapat mengikuti kegiatan penyuluh kesehatan terutama dengan pemeriksaan kehamilan agar dapat meningkatkan perlindungan bagi kesehatan janin dan ibu, baik yang diadakan di puskesmas maupun di rumah sakit.Kata kunci  : Kepatuhan – karakteristik individu – karakteristik situasional.
Perbedaan Kadar Kolesterol Di Antara Pekerja Di Bandara Soekarno Hatta Nia Kurniawati; Laila Ulfa
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.637 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v2i2.585

Abstract

Prevalensi penyakit kardiovaskular berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 yaitu penyakit jantung koroner umur ≥15 tahun (1,5%), gagal jantung (0,3%), dan stroke (12,1‰). Hiperkolesterolemia dapat menyebabkan atherosclerosis yang merupakan penyebab utama dari penyakit kardiovaskular.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan rata rata kadar kolesterol di antara pekerja di Bandara Soekarno Hatta. Penelitian cross-sectional ini menggunakan data sekunder Posbindu Penyakit Tidak Menular di Bandara Soekarno Hatta.. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta Posbindu Penyakit Tidak Menular di Bandara Soekarno Hatta, dengan total sampling 411 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji T Independen). Hasil penelitian menemukan rata rata kadar kolesterol responden adalah 205 mg/dl. Ada perbedaan yang signifikan rata-rata kadar koleserol pada pekerja di Bandara Soekarno Hatta diantara kelompok jenis pekerjaan, usia dan jenis kelamin. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa rata-rata kadar kolesterol lebih tinggi pada responden yang bekerja di lapangan, usia > 45 tahun dan pada laki-laki. Kata Kunci       : Kolesterol, pekerja, Posbindu, umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan
Determinan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Bekasi Timur Erlina BR Sinulingga; Samingan Samingan
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.579 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v3i1.593

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan yang sangat serius. Di puskesmas jatimulya Tambun Selatan Bekasi Timur, penyakit hipertensi masih menjadi masalah utama pada kalangan lansia. Pada tahun 2018 data kasus hipertensi pada bulan januari – juli sebanyak 2.654 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinana kejadian Hipertensi pada lansia di puskesmas Jatimulya Tambun Selatan Bekasi Timur Tahun 2018. Penelitian ini dilakukan bulan Mei sampai Agustus tahun 2018.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional dengan menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adlaah seluruh pasien hipertensi dan tidak hipertensi yang datang berobat di puskesmas jatimulya sebanyak 425 orang, sampel yang diambil adalah sebanyak 156 sampel dengan teknik accidental sampling.  Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariate dengan uji statistic Chi Square. Hasil analisis bahwa ada hubungan IMT dengan kejadian Hipertensi dan tidak ada hubungan yang signifikan kejadian hipertensi dengan jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga dan konsumsi makanan akan tetapi memiliki kecenderungan dengan kejadian hipertensi pada jenis kelamin (68,7%), pendidikan rendah (65,2%), pekerjaan pada bekerja (60,8%), kebiasaan merokok (66,3%), kebiasaan berolahraga tidak teratur (64,5%), kebiasaan konsumsi makananan pada garam (65,1%), minuman (softdrink) (61,8%), makanan (fastfood)(68,4%), serta buah dan sayuran (62,3%).  Bagi para lansia, menjaga kesehatan baik dari tidak merokok, berolahraga teratur dan mengkonsumsi makanan yang sehat agar mengurangi resiko tinggi terhadap hipertensi serta memeriksakan rutin kesehatan khususnya tekanan darah bila perlu.Kata kunci           : Hipertensi, Lansia, Puskesmas Jatimulya
Analisis Perilaku Kerja Radiografer Di Rumah Sakit Tipe B Jakarta Pusat Tahun 2017 Bintang Evelyn; Hadi Siswanto
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.402 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v2i1.566

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan pada Rumah Sakit Tipe B Jakarta Pusat tahun 2017 didapatkan sebanyak 55% radiografer berperilaku tidak aman tanpa menggunakan perlengkapan proteksi radiasi saat bekerja dan 45% radiografer berperilaku aman dengan menggunakan perlengkapan proteksi radiasi saat bekerja. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada penyebab yang berhubungan mengenai perilaku kerja radiografer di Rumah Sakit Tipe B Jakarta Pusat tahun 2017.Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional.  Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2017. Populasi pada penelitian ini berjumlah 40 orang dan menggunakan teknik sampling jenuh dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen (perilaku kerja) dan dilakukan dengan uji chi square. Hasil penelitian, diketahui 57,5% radiografer berperilaku tidak aman dan 42,5% berperilaku aman. Variabel yang diketahui memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku kerja adalah pengetahuan, sikap dan pelatihan sedangkan variabel umur dan ketersediaan fasilitas tidak ada hubungan yang bermakna dengan perilaku kerja.Kata kunci           : Keselamatan, Radiasi, Perilaku Kerja, Radiografer, Rumah Sakit Tipe B
The Relationship Between Indoor Air Quality And Sick Building Syndrome (Sbs) In Oil Gas Refinery Dessy Laksyana Utami
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.8 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v3i2.610

Abstract

The sick building syndrome comprises of various nonspecific symptoms that occur in the occupants of a building. It is commonly increases sickness absenteeism and causes a decrease in productivity of the workers. Evidence suggests that what is called the Sick Building Syndrome are at least three separate entities, which has at least one cause. The following are some of the factors that might be primarily responsible for Sick Building Syndrome such as : Chemical contaminants, Biological contaminants, Inadequate ventilation and Electromagnetic radiation. In many cases it is due to insufficient maintenance of the HVAC (heating, ventilation, air conditioning) system in the building. As this syndrome is increasingly becoming a major occupational hazard. It was used the analytic cross-sectional design. Based on data obtained 80% of respondents reported significant ongoing health problems in the eyes, head, and the nose. 60% had bad symptoms in the throat, the stomach and cough, 50% had gastrointestinal disorders, 40% fatigue and 25% occurred all symtoms sick building syndrome. The 40 respondents were recruited to the study, with a mean age of 35 years (range 20-55). To support the evidence of Sick Building Syndrome, further checks are needed for some of the factors in next research. Measurement of Chemical contaminants, Biological contaminants, Inadequate ventilation & Electromagnetic radiation. Keyword : indoor air pollution, sick building syndrome, occupational health
Analisis Hubungan Safety Climate Dengan Safety Behavior Pada Pekerja Konstruksi Proyek Apartemen El-Centro, Pt Totalindo Eka Persada, Bogor Citra Indah Setiawan; Evi Nopiyanti; Agus Joko Susanto
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.226 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v1i1.557

Abstract

Persepsi pekerja konstruksi terhadap iklim keselamatan (safety climate) masih banyak yang negatif, sehingga mempengaruhi perilakunya dalam melaksanakan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis safety climate dengan safety behavior pada pekerja konstruksi Proyek Apartemen El-Centro, PT Totalindo Eka Persada, Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 139 orang, yang terdiri dari 4 orang manajemen dan 135 orang pekerja konstruksi. Penilaian NOSACQ-50 iklim keselamatan proyek didapat hasil 1,30–1,59. Hasil univariat iklim keselamatan pada pekerja konstruksi semua dari 7 dimensi iklim keselamatan mempunyai iklim keselamatan yang negatif dan mempunyai perilaku keselamatan yang kurang baik. Tingkat iklim keselamatan (safety climate) pada proyek Apartemen El-Centro adalah termasuk katagori sangat rendah dengan nilai 1,30 – 1,59. Tujuh dimensi dalam safety climate semua berhubungan dengan safety behavior, P value dari 7 dimensi yang didapat adalah dari 0,017 – 0,047 artinya ada hubungan secara signifikan antara safety climate (7 dimensi) dengan safety behavior.  Dengan OR 1,908 - 2,500 artinya pekerja yang memiliki persepsi negatif terhadap keselamatan kerja memiliki peluang 1,908 – 2,500 kali mengalami perilaku tidak aman. Saran yang dapat diberikan adalah komitmen terhadap kebijakan K3 yang sudah dibuat, serta menjalankan program K3 yang sudah direncanakan. Kata kunci  : Safety climate, safety behavior, NOSACQ-50
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan keikutsertaan masyarakat berprofesi wirausaha dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional BPJS di Kelurahan Kalisari Jakarta Timur Amalia Ulul ‘ Azmi; Tamri Tamri
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.939 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v3i1.600

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan atau yang biasa dikenal dengan BPJS adalah salah satu program yang dicanangkan pemerintah guna untuk mensejahtrakan masyarakat indonesia. Dengan adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ini diharapkan semua lapisan masyarakat khususnya pada masyarakat yang berprofesi wirausaha. Melihat masih banyaknya masyarakat yang berprofesi wirausaha yang belum menggunakan BPJS bisa dikarenkan beberapa faktor antara lain faktor pendidikan , pengetahuan , penghasilan, keterpaparan informasi dan sikap kepala keluarga yang menjadi faktor masyarakat yang berprofesi wirausaha tidak mengikuti jaminan kesehatan nasional BPJS. Adapun tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan masyarakat yang berprofesi wirausaha di kelurahan Kalisari Jakarta Timur Tahun 2017. Penelitian dilakukan di wilayah kelurahan kalisari pada bulan Juli-Agustus 2017 ± 290 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Analisa data dengan univariat yaitu untuk mengetahui gambaran distribusi frekuensi dan bivariat yaitu untuk mengetahui hubungan masing-masing yang mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel pengetahuan (p value0,028), variabel penghasilan (p value 0,009), variabel keterpaparan informasi (p value 0,024). Saran yang diberikan kepada pihak BPJS untuk mensosialisasi secara menyeluruh terkait informasi BPJS khususnya di wilayah kalisari sehingga hal ini menjadi faktor yang mendorong masyarakat yang berprofesi wirausaha untuk mau mengikutsertakan dirinya beserta keluarganya agar terjamin kesehatannya. Kata kunci  : Keikutsertaan – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

Page 2 of 18 | Total Record : 171