cover
Contact Name
M. Abdul Ghofur
Contact Email
jurnal.paud@fip.um.ac.id
Phone
+6285649547331
Journal Mail Official
jurnal.paud@fip.um.ac.id
Editorial Address
Jln. Ki Ageng Gribig No.45 Malang 65138, Telp. (0341) 712192 Pswt. 11, atau Telp./Faks. (0341) 712192.
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 26543818     EISSN : 26229765     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini content research article and/or critical-analytical study in early childhood education field. The purpose of this journal are to explore, to develop, and to explain knowledge about child education, development of children, problems and issues of children.
Articles 71 Documents
Pengaruh Media Smart Circle Untuk Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun Di PAUD Al-Khair Suhirman Suhirman; Nur Adiyah yuliastri; Rudi Alfian
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um053v5i1p51-58

Abstract

This research aims to know the effect of Smart Circle Media for Developing Language Capabilities in childhood 5-6 Years at PAUD AL-KHAIR Ambung, Masbagik Timur Village in the Academic Year 2019/2020. This research was an experimental and used one group pretest-posttest design research. The populations study were all students of group B PAUD AL-KHAIR Ambung, Masbagik Timur Village, totaling 28 students. As for the sampling technique using saturated sample technique. So there were 28 students as samples in the research activities. Data collection techniques used observation and interviews, while data collection instruments were carried out by means of observation sheets and interview guidelines. Based on the results of hypothesis testing using SPSS application version 23, it can be seen that the significance level of the results of the t test analysis is 0.03 < 0.05, so Ha is accepted and Ho is rejected, it can be concluded that the use of Smart Circle Media has an influence on children's language ability early age 5-6 years old in PAUD AL-KHAIR Ambung Masbagik Timur Village Academic Year 2019/2020.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Smart Circle untuk Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun di PAUD AL-KHAIR Ambung Desa Masbagik Timur Tahun Pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan menggunakan desain penelitian one group pretest-postest design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelompok B PAUD AL-KHAIR Ambung Desa Masbagik Timur yang berjumlah 28 Siswa. Sedangkan untuk teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Sehingga didapatkan siswa yang berjumlah 28 orang sebagai sampel dalam kegiatan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, sedangkan instrumen pengumpulan data dilakuan dengan menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan aplikasi SPSS versi 23, dapat dilihat bahwa taraf signifikansi dari hasil analisis uji t 0,03 < 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, maka dapat diambil kesimpulan pada penggunaan Media Smart Circle terdapat pengaruh terhadap kemampuan berbahasa anak usia dini usia 5-6 tahun di PAUD AL-KHAIR Ambung Desa Masbagik Timur Tahun Pelajaran 2019/2020.
Analisis Perkembangan Bahasa Anak Sindrom Down (Studi Kasus di Kota Parepare) Novita Ashari; Nurazizah Nurazizah; Ummi Rahayu; Nurul Nisya; Harpina Harpina; Riska Febrianti; Suryanita Zyaniah
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um053v5i2p78-87

Abstract

Down syndrome children experience slower language development due to anatomical differences and otitis media or infection of the middle ear. Language development barriers in children can occur in two forms. This study aims to analyze the language development of children with Down syndrome. The method used in this research is a qualitative research method with a case study approach model. The data collection techniques used in this research include interview, observation, and documentation techniques. This research was conducted in the Small Industry of Parepare City. The subject of this research was FJ who is eight years old with down syndrome. This study shows the results that of the nine indicators of speech and language development of eight-year-old children, FJ has not been able to tell funny stories and riddles to others, FJ has not been able to carry out orders and often asks for repetition of words, FJ has not known the reading that was shown but FJ was able to repeat the reading that was thrown by the researcher, FJ has not been able to write and send letters correctly, FJ has not been able to capture a vocabulary when communicating, FJ rarely responds to praise or criticism to others because FJ is lacking in communication, FJ has not been able to write letters with dotted lines, FJ has not understood code language such as the shape of a butterfly, and FJ has not been able to communicate fluently.Anak down sindrom mengalami perkembangan bahasa lebih lambat karena perbedaan anatomi dan otitis media atau infeksi pada bagian tengah telinga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode penelitian kualitatif dengan model pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Industri Kecil Kota Parepare. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa FJ belum mampu melontarkan cerita lucu dan teka-teki kepada orang lain, FJ belum mampu melaksanakan perintah dan sering meminta pengulangan kata, FJ belum mengetahui bacaan yang diperlihatkan namun FJ mampu mengulang bacaan yang dilontarkan oleh peneliti, FJ belum mampu menulis dan mengirim surat dengan tepat, FJ belum mampu menangkap suatu kosakata saat berkomunikasi, FJ jarang memberi respon pujian atau kritikan kepada orang lain, FJ belum mampu menulis huruf dengan garis putus-putus, FJ belum memahami bahasa kode seperti bentuk kupu-kupu, dan FJ belum mampu berkomunikasi dengan lancar.
Meningkatkan Kecerdasan Visual Anak Melalui Kegiatan Kolase Dari Biji-bijian Aida Suciyanti Nasution; Lia Khairiah; Dara Elfira; Nur Armayani; Syulistia Ayu Ningsih; Masganti Sitorus
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um053v5i2p88-94

Abstract

This study aims to improve children's visual intelligence through collage activities in early childhood. This study uses a class action research method (CAR). This research was conducted at Raudhatul Athfal Rabbani Islamic School which is located in the 1st district of Medan Helvetia. This research shows that: 1. Lack of children in doing sticking activities. 2. Children are less independent in completing collage activities. 3. Lack of children in sticking seeds into the shape of a picture pattern. Thus, to see an increase in visual intelligence through grain collage activities in early childhood learning at Raudhatul Athfal Rabbani Islamic School in Medan Helvetia sub-district 1, PAUD teachers need to pay attention to and apply it in order to improve early childhood learning media.Penelitian ini bermaksud guna mengoptimalkan kecerdasan visual anak dalam  kegiatan kolase pada anak usia dini. Penelitian ini menerapkan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di Raudhatul Athfal Rabbani Islamic School yang bertempat di lingkungan 1 kecamatan Medan Helvetia. Penelitian ini menunjukan bahwa: 1. Kurangnya anak dalam melakukan kegiatan menempel. 2. Kurang mandirinya anak dalam menyelesaikan kegiatan kolase. 3. Kurangnya anak dalam menempel biji kedalam bentuk pola gambar. Dengan demikian untuk melihat peningkatan kecerdasan visual melalui kegiatan kolase biji-bijian dalam pembelajaran anak usia dini di Raudhatul Athfal Rabbani Islamic School di lingkungan 1 kecamatan Medan Helvetia perlu diperhatikan serta diterapkan oleh para guru PAUD agar dapat meningkatkan media pembelajaran Anak Usia Dini.
Penanaman Jiwa Kewirausahaan Untuk Mengembangkan Aspek Sosial Anak Usia Dini Endah Wahyu Sugiharti; Erna Munastiwi
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um053v5i2p109-115

Abstract

Early childhood social development is one aspect that is considered in detail by researchers, educators and parents. The development of social aspects in children is formed from the family, neighbors and school environment. Character formation at an early age has a major influence on a child's life. One of the characters that has a big influence on children is the entrepreneurial spirit. The entrepreneurial spirit is a characteristic that has the ability to be independent, leadership, creative, responsible, courageous and innovative. The purpose of this study was to determine the importance of inculcating an entrepreneurial spirit in the development of the social aspects of early childhood. The research methodology used in this study isqualitative descriptive, which seeks to describe systematically, accurately the facts and characteristics that exist in the field. Data collection was obtained from the results of interviews, observations and documentation. Respondents in this study were 15 parents, 12 educators and 15 early childhood children. The data analysis technique used is in the form of textual analysis of the results of structured field notes. The data validity technique in this study uses credibility, triangulation and uses reference materials. The results showed that the cultivation of an entrepreneurial spirit in the development of social aspects of early childhood requires stimulation and support from the family environment, namely parents and the school environment, namely teachers or educators. The entrepreneurial spirit has an influence on the process of children's social development, namely children have the courage to interact with the surrounding environment.Perkembangan sosial pada anak merupakan hal penting yang diperhatikan secara rinci dan terus berkembang melalui para peneliti, pendidik dan orangtua. Perkembangan aspek sosial pada anak dibentuk dari lingkungan keluarga, tetangga dan sekolah. Pembentukan karakter pada masa usia dini memiliki pengaruh besar dalam kehidupan anak. Salah satu karakter yang memiliki pengaruh besar pada diri anak adalah jiwa kewirausahaan. Jiwa kewirausahaan merupakan karakteristik yang memiliki kemampuan dalam kemandirian, kepemimpinan, kreativitasan, bertanggung jawab, berani dan inovatif. Tujuan artikel ilmiah ini adalah untuk memperoleh pengetahuan pentingnya penanaman jiwa kewirausahaan pada masa perkembangan sosial anak usia dini. Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu berusaha untuk menggambarkan secara sistematik, akurat fakta dan karakteristik yang ada dilapangan. Pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara kepada respondenn, pendidik dan 15 anak usia dini. Teknik analisis data yang digunakan berupa analisis tekstual dari hasil catatan observasi dilapangan dan dokumentasi. Responden pada penelitian ini adalah 15 orang tua, 12 lapangan yang telah terstruktur. Teknik keabsahan data pada penelitian ini meggunakan credibility, triangulasi dan menggunakan bahan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman jiwa kewirausahaan dalam perkembangan aspek sosial anak usia dini membutuhkan stimulasi dan dukungan dari lingkungan keluarga yaitu orangtua dan lingkungan sekolah yaitu guru atau pendidik. Jiwa kewirausahaan memiliki pengaruh pada proses perkembangan sosial anak yaitu anak memiliki keberanian dalam berinteraksi pada lingkungan sekitar.
Implementasi Program Pendidikan Parenting Pada Masa Pandemi Covid-19 Kholilatul Umiyah; Tomas Iriyanto; Wuri Astuti
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um053v5i2p59-77

Abstract

Learning from home during the Covid-19 pandemic, many parents had difficulty accompanying their children in studying. It is not easy for schools to gather and provide guidance to parents because it creates crowds. Various collaborations with parents are sought so that children continue to learn optimally. During the Covid-19 pandemic, Aisyiyah Bustanul Athfal 26 Malang Kindergarten implemented an online parenting education program. Research during the Covid-19 pandemic at Kindergarten ABA 26 Malang aims to describe (a) a general description of the implementation of activities, (b) supporting factors for activities, (c) factors inhibiting activities, (d) results of implementing activities for parents and children. This research uses a descriptive qualitative research design. Data collection methods: observation, interviews, and documentation. Informants for this research: school principals, teachers and parents. The research results show that during the Covid-19 pandemic, the parenting education program at Kindergarten ABA 26 Malang was: providing a platform for offline and online parent consultations, parenting education seminars via the zoom meeting application and YouTube live streaming with expert speakers, involving parents at home at the peak theme. The stages of the parenting education program with resource persons are: preparation, implementation and evaluation stages.Belajar Dari Rumah (BDR) pada masa pandemi covid-19 yang terjadi, banyak orang tua kesulitan mendampingi anak belajar. Sekolah tidak mudah mengumpulkan dan memberi pengarahan orang tua sebab menimbulkan kerumunan. Berbagai kerjasama dengan orang tua diupayakan agar anak tetap belajar optimal. Pada masa pandemi covid-19 TK Aisyiyah Bustanul Athfal 26 Malang melaksanakan program pendidikan parenting secara daring. Penelitian pada masa pandemi covid-19 di TK ABA 26 Malang bertujuan mendeskripsikan (a) gambaran umum pelaksanaan kegiatan, (b) faktor pendukung kegiatan, (c) faktor penghambat kegiatan, (d) hasil pelaksanaan kegiatan bagi orang tua terhadap anak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpul datanya: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ini: kepala sekolah, guru, dan orang tua. Hasil penelitian bahwa pada masa pandemi covid-19 program pendidikan parenting TK ABA 26 Malang yaitu: menyediakan wadah konsultasi orang tua secara offline dan online, seminar pendidikan parenting melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming youtube bersama narasumber ahli, pelibatan orang tua di rumah pada puncak tema. Tahapan program pendidikan parenting bersama narasumber yaitu: tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.
Pengaruh Religiusitas Orang Tua terhadap Perilaku Altruisme Anak Usia Dini Widya Puteri, Ika Apriati
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um053v6i1p1-8

Abstract

Altruism is a fairly abstract and complex concept to understand and explain to children. Early childhood tends to see things from their own perspective and selfishness, therefore, they requires training and examples to form altruistic behavior. One of the factors that influence altruism is religiosity. Religiosity is behavior which includes various dimensions that not only occur when individuals worship, but also when carrying out other activities that are driven by supernatural powers. Religious parents can be a model for children in cultivating altruistic behavior. When parents behave according to their religious teachings, which include altruistic behavior, then children will get role models and also practice to foster this altruistic behavior in everyday life. The purpose of this study was to determine the effect of parental religiosity on altruistic behavior in early childhood. There 42 subjects in this research. The instrument used is the Child Altruism Inventory (CAI) to measure the tendency of children's altruistic behavior, as well as using The Centrality of Religious Scale (CRS) to measure parental religiosity. The results showed that there was no influence of parental religiosity on early childhood altruism (p=0.314).  Altruisme merupakan konsep yang cukup abstrak dan cukup kompleks untuk dipahami dan dijelaskan pada anak. Anak usia dini cenderung melihat suatu hal dari sudut pandangnya sendiri dan mementingkan diri sendiri. Oleh karena itu, maka anak usia dini membutuhkan latihan dan teladan untuk membentuk perilaku altruisme. Salah satu faktor yang mempengaruhi altruisme adalah religiusitas. Religiusitas adalah keberagamaan yang meliputi berbagai macam dimensi yang bukan hanya terjadi ketika individu beribadah, tetapi juga ketika melakukan aktivitas lain yang didorong oleh kekuatan supranatural. Orangtua yang religius dapat menjadi model bagi anak dalam menumbuhkan perilaku altruisme. Saat orangtua berperilaku sesuai dengan ajaran agamanya, yang didalamnya termasuk perilaku altruisme, maka anak akan mendapatkan teladan dan juga latihan untuk menumbuhkan perilaku altruisme tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh religiusitas orangtua terhadap perilaku altruisme anak usia dini. Subjek penelitian ini adalah 42 responden, yaitu orangtua yang memiliki anak berusia 4-6 tahun dan berada dalam status pernikahan. Instrumen yang digunakan adalah Child Altruisme Inventory (CAI) untuk mengukur kecenderungan perilaku altruisme anak, serta menggunakan The Centrality of Religious Scale (CRS) untuk mengukur religiusitas orang tua. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh religiusitas orang tua terhadap perilaku altruisme anak usia dini (p=0,314).
Pengaruh Media ROCA (Roda Baca) Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Muslimat NU 2 Hasyim Asyari 2 Kabupaten Malang Riswanda Mahardhika; Usep Kustiawan; Rosyi Damayani Maningtyas
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um053v5i2p95-108

Abstract

This study aims to determine the ability of children's beginning reading before and after being given ROCA media treatment and to find out how the influence of ROCA (Reading Wheel) media on the ability of beginning reading in children aged 5-6 years at Muslimat NU 2 Hasyim Asyari Kindergarten, Malang Regency. The problem encountered by researchers in the field is the lack of a variety of learning media used by teachers so that students have difficulty recognizing letters, recognizing words, and recognizing vowels and consonants. In addition, during reading activities the teacher requires students to write so that there is very little time to learn to read so that the language aspects of children become less optimal. The research method used by researchers is quantitative research with a one group pretest-posttest research design. The media used as treatment in this research is ROCA media. Data were collected through observation and documentation data collection techniques. Researchers used the SPSS program to analyze data consisting of normality, homogeneity, t-test, simple linear regression, and coefficient of determination tests. The results showed that there was a significant effect of ROCA media on students' beginning reading skills. This is evidenced in the simple linear regression test results with a significance value of 0.000 <0.05. The effect of ROCA media on students' beginning reading ability has an R square value of 70.6% and other variables not discussed in this study have a percentage of 29.4%.Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan membaca permulaan anak sebelum dan sesudah diberikan treatment media ROCA serta mengetahui bagaimana pengaruh media ROCA (Roda Baca) terhadap kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5-6 tahun di TK Muslimat NU 2 Hasyim Asyari Kabupaten Malang. Permasalahan yang ditemui peneliti di lapangan yaitu kurangnya variasi media pembelajaran yang digunakan oleh guru sehingga siswa mengalami kesulitan mengenal huruf, mengenal kata, dan mengenal huruf vokal dan konsonan. Selain itu, pada saat kegiatan membaca guru mengharuskan siswa untuk menulis sehingga waktu untuk belajar membaca sangat sedikit sehingga aspek bahasa pada anak menjadi kurang optimal. Metode penelitian yang digunakan peneliti yaitu menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Media yang digunakan sebagai treatment pada penelitian ini yaitu media ROCA. Data dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data observasi dan juga dokumentasi. Peneliti menggunakan program SPSS untuk menganalisis data yang terdiri dari uji normalitas, homogenitas, t-test, regresi linear sederhana, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan media ROCA terhadap kemampuan membaca permulaan siswa. Hal tersebut dibuktikan pada hasil uji regresi linear sederhana dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Pengaruh media ROCA terhadap kemampuan membaca permulaan siswa memiliki nilai R square sebesar 70,6% dan variabel-variabel lain yang tidak dibahas pada penelitian ini memiliki persentase sebesar 29,4%.
Penerepan Metode Mediated Learning Experience (MLE) pada Ibu dengan Anak Usia 5-6 Tahun untuk Meningkatkan Kualitas Interaksi dalam Kegiatan Pendampingan Belajar Dzulfadhilah, Fitriani; Amriani, Sri Rika; Lismayani, Angri; Asti, A. Sri Wahyuni
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um053v6i1p9-16

Abstract

This study aims to determine the effect of applying the Mediated Learning Experience (MLE) method on mothers with children aged 5-6 years to improve the quality of interaction in learning assistance activities. The research approach used is quantitative with pre-experimental types. The research design used was single-group, pretest-posttest. The population of this study was all students at Nadira Kindergarten, Takalar Regency. The sampling technique used to obtain samples was purposive sampling so the subjects in this study were 7 children aged 5-6 years. The data collection technique used in this study was the NST questionnaire, interviews, and Mediated Learning Experience Rating Scale (MLERS) instrument. The analysis technique used is descriptive statistical analysis and nonparametric statistical analysis using the Wilcoxon test. The results of hypothesis testing using the SPSS version 22 application, show that the data Asymp (2-tailed) = 0.018 <0.05, then Ha is accepted and H0 is rejected. The results showed that there was an effect of applying the Mediated Learning Experience (MLE) method on mothers with children aged 5-6 years to improve the quality of interaction in learning assistance activities.
Implementasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia Dini Zuhri, Muhammad Syaifuddin; Afandi, Nur Kholik
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um053v6i1p35-44

Abstract

Lembaga pendidikan anak usia dini idealnya dapat memenuhi layanan kepada peserta didiknya secara utuh, layanan yang dimaksudkan adalah layanan pendidikan, pengasuhan serta gizi dan kesehatan. ketiga layanan itu diberikan dengan tujuan mengoptimalkan aspek pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia dini. Dimana pada usia ini menjadi fondasi yang penting bagi masa depan mereka. TK Nasional KPS menunjukkan sesuatu desain pembelajaran yang unik dengan menggunakan kegiatan pemberian makanan tambahan sebagai media untuk meningkatkan kemampuan kemandirian pada peserta didiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang aspek kemandirian anak yang berkembang pada saat pemberian makanan tambahan. Adapun metode penelitian yang dipakai menggunakan rancangan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian adalah kelompok B1 TK Nasional KPS, Guru, Kepala sekolah dan orangtua murid. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini diantaranya adalah lembar observasi, catatan wawancara dan dokumentasi. Adapun prosedur pengumpulan data yang dipergunakan adalah metode observasi, prosedur wawancara serta prosedur dokumentasi. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada 83,33% anak mampu menunjukkan kemandiriannya saat kegiatan pemberian makanan tambahan dilaksanakan.
STRATEGI MENANAMKAN KECERDASAN MULTIKULTURAL PADA ANAK USIA DINI DI PAUD GRIYA NANDA Nurhaliza, Nurhaliza; Yusuf, Yusri Az-zahro; Ma’rifah, Indriyani
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um053v6i1p17-25

Abstract

Instilling the value of multiculturalism in early childhood is very important. This study aims to determine the strategies used in building multicultural intelligence in early childhood at Griya Nanda PAUD. This research is a field study research and seen from the type of data, this research is a qualitative research. The data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The results showed that PAUD Griya Nanda implemented an effective strategy in building multicultural intelligence in early childhood. The teacher uses various methods such as national anthems, folk songs, audio-visual performances, and traditional dances from various regions. In addition, activities such as parades in traditional clothes on Kartini Day and August 17 are also carried out to increase understanding of cultural diversity. An inclusive and friendly learning environment is also provided to make it easier for children to interact with friends who have various backgrounds. Thus, children can get used to and be trained in accepting cultural differences, so as to increase multicultural intelligence in early childhood.