cover
Contact Name
Pepi Sugianto Umar
Contact Email
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Phone
+6282394946611
Journal Mail Official
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Editorial Address
Jalan Taman Pendidikan No. 36 Kel. Moodu Kec. Kota Timur Kota Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS
ISSN : 24078484     EISSN : 25497618     DOI : -
Jurnal Health and Nutritions adalah terbitan berkala yang memuat artikel penelitian ilmiah di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Health and Nutritions diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain. Jurnal Health and Nutritions diterbitkan 2 kali dalam setahun (bulan Februari dan Agustus) oleh Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Jurnal ini merupakan jurnal peer-reviewed dan open access journal yang berfokus pada ilmu gizi dan kesehatan.
Articles 188 Documents
DAYA TERIMA ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) Sri Tiansi J. Ruchban; Imran Tumenggung; Fitri Yani Arbie; Nangsih S. Slamet; Novian S. Hadi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 1 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i1.444

Abstract

Moringa plant (Moringa oleifera) is one of the plants that is very well known as a highly nutritious food, moringa may be to prevent malnutrition. This study aims to determine the panelists' acceptance of ice cream with the addition of 10 gr, 15 gr and 20 gr Moringa leaf flour. The research method used is organoelptic test with a scoring approach. Data collection is done by using a questionnaire. The results of the panelists' preference for taste, color, aroma and texture, it was found that the panelist's level of acceptance of the color of ice cream was the most, namely in treatment 1 the average value was 3.2. For the color of ice cream, panelists prefer aroma treatment 1 with an average value of 3.125. The most preferred flavor of ice cream is treatment 1 with an average value of 3.1 and the texture of ice cream that is most commonly found in treatment 1 with an average value of 3.6. The value of the test results of the best treatment effectiveness index on P1 ice cream (10 g of Moringa leaf flour) with a value of 0.561. The conclusion of this study is that the most preferred ice cream in terms of taste, color, aroma and texture is ice cream with treatment 1 (addition of 10 g of Moringa leaf flour). ABSTRAK  Tanaman  kelor  (Moringa oleifera) adalah salah satu tanaman yang sangat terkenal sebagai bahan pangan yang bergizi tinggi, kelor berpotensi untuk mencegah malnutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima panelis terhadap es krim dengan penambahan tepung daun kelor 10 gr, 15 gr dan 20 gr. Metode penelitian yang digunakan yaitu uji organoelptik dengan pendekatan skoring.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil uji kesukaan panelis terhadap rasa, warna, aroma dan tekstur didapatkan bahwa tingkat penerimaan panelis terhadap warna es krim yang paling banyak yaitu pada perlakuan 1 nilai rata-rata diperoleh 3,2. Untuk warna es krim panelis lebih suka aroma perlakuan 1 dengan nilai rata-rata 3,125. Aroma es krim yang banyak disukai yaitu perlakuan 1 dengan nilai rata-rata 3,1 dan untuk tekstur es krim yang paling banyak disukai terdapat pada perlakuan 1 dengan nilai rata-rata diperoleh 3,6. Nilai hasil uji indeks efektivitas perlakuan terbaik pada es krim P1 (10 gr tepung daun kelor) dengan nilai 0,561. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu es krim yang paling banyak disukai ditinjau dari rasa, warna, aroma dan tekstur yaitu pada es krim dengan perlakuan 1 (penambahan tepung daun kelor 10 gr). 
UJI DAYA TERIMA NUGGET JANTUNG PISANG DENGAN PENAMBAHAN IKAN TUNA Misnati Misnati; Nurafni Djafar; Nangsih Slamet; Misrawatie Goi; Anna Y. Pomalinggo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 1 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i1.443

Abstract

Banana flower is flowers produced by the banana (Mussa sp), it is a  kind of plants from the family of Musaceae which functions to produce the banana itself. Banana heart has many advantages for the health, especially to those who are on a diet program as it has high fiber, which is 20-35 gram per day and a little fat. This research aims to find out the acceptance test of banana hearts nugget and the addition of tuna 50 gr, 75 gr, 100 gr. The search method applies the organoleptic test and friedman test as well as the Wilcoxon test. The data collection is done through a questionnaire. The result of the acceptance of  banana hearts nugget toward the most preferred flavor by panelist is one the treatment 3 with the average value of 3.53 ; for the most preferred color by panelist is one the treatment 3 with the average value of 3.52; for the most preferred aroma by panelist is on the treatment 3 with the average value of 3.32; and for the most preferred texture by panelist is on the treatment 3 with the average value of 2.92. The conclusion is the most preferred banana herats nugget in terms of flavor, color, aroma, texture are on the treatment 3 (addition of  100 grams of Tuna).  Jantung pisang adalah bunga yang dihasilkan oleh pokok pisang (Mussa spp) yaitu jenis tumbuhan dari keluarga Musaceae yang berfungsi untuk menghasilkan buah pisang. Jantung pisang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, khususnya bagi yang ingin menjalankan program diet karena jantung pisang mengandung serat yang tinggi yaitu 20-35 gram perhari dan hanya sedikit lemak. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui daya terima panelis terhadap nugget jantung pisang dengan penambahan ikan tuna. Metode penelitian yang digunakan yaitu uji organoleptik dengan uji friedman test/perengkingan dan uji Wilcoxon. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil uji daya terima nugget jantung pisang terhadap rasa yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 3 nilai rata-rata diperoleh 3.53. untuk warna nugget jantung pisang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 3 dengan nilai rata-rata 3.52. untuk aroma nugget jantung pisang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 3 dengan nilai rata-rata 3.32 dan untuk tekstur nugget jantung pisang yang paling banyak disukai terdapat pada perlakuan 3 dengan nilai rata-rata diperoleh 2,92. Kesimpulan penelitian ini yaitu nugget jantung pisang yang paling banyak disukai ditinjau dari rasa, warna, aroma dan teksturnya itu pada nugget jantung pisang dengan perlakuan 3 yaitu penambahan ikan tuna 100 gram. 
POLA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MP-ASI PADA ANAK BALITA Syafitri Talibo; Salman Salman; Sofyawati Talibo; M. Anas Anasiru; Anna Y. Pomalingo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 1 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i1.450

Abstract

Breast milk (ASI) is the best food for babies aged 0-6 months and breastfeeding is given until the baby is 6 months old. Exclusive breastfeeding coverage in Indonesia is still relatively low. This study aims to describe the pattern of breastfeeding and complementary feeding for children under five in Iyok Village, West Bolangitang District, North Bolaang Mongondow Regency. The research method is descriptive survey method. The research sample was 31 children under five. The research variable is the pattern of breastfeeding and complementary feeding. The results showed that 13 children under five who were exclusively breastfed (41.9%) and those who did not receive exclusive breastfeeding were 18 (58.1%). There were 8 children under five who were given complementary foods according to the stages of giving it (25.8%). The conclusion of the study shows that the pattern of exclusive breastfeeding and complementary feeding is still lacking.  Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi usia 0-6 bulan dan pemberian ASI diberikan sampai bayi berusia 6 bulan. Cakupan ASI eksklusif di masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui gambaran pola pemberian ASI dan makanan pendamping ASI pada anak balita di Desa Iyok Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Metode penelitian yaitu metode survey deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 31 anak balita. Variabel penelitian yaitu pola pemberian ASI dan makanan pendamping ASI. Hasil penelitian menunjukaan bahwa anak balita yang diberikan ASI eksklusif sebanyak 13 anak balita (41,9%) dan yang tidak mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 18 anak balita (58,1%). Anak balita yang diberikan makanan pendamping sesuai dengan tahap-tahap pemberiannya sebanyak 8 anak (25,8%). Kesimpulan penelitian menunjukkan pola pemberian ASI eksklusif dan pemberian makanan pendamping ASI masih tergolong kurang. 
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ASI ESKLUSIF Sindi Sindi; Anna Yuliastani Pomalingo; Sofyawati Talibo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 2 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i2.491

Abstract

Exclusive breastfeeding is to give only breast milk without giving other food and drinks to babies from birth to 6 months of age, except for drugs or vitamins. However, it does not mean that after exclusive breastfeeding, breastfeeding is stopped, but it is still given to babies until the baby is 2 years old. The study aims to determine the description of breastfeeding mothers' knowledge about exclusive breastfeeding in Talango Village, Kabila District, Bone Bolango Regency. The type of research was a descriptive survey research. The number of samples was 26 samples. The research variable is the independent variable describing the mother's knowledge about exclusive breastfeeding. The results of the study were the knowledge of breastfeeding mothers, regarding exclusive breastfeeding is more in the good category with a total of 16 people with a percentage of 61.2% and the respondents in the sufficient category are 10 people, the most respondents according to age are 28-33 years old. amounted to 14 people with a percentage of 53.8%. For respondents according to occupation, most of them are IRT with a total of 22 people with a percentage of 84.6. Then respondents according to education more junior high school education with a total of 8 people with a percentage of 30.8%. The conclusion of the study was breastfeeding mothers with exclusive breastfeeding from 26 respondents showed that respondents who had good knowledge were 16 people with a percentage (61.2%) and those who had sufficient knowledge were 10 people with a percentage (38.5%).ASI eksklusif adalah memberikan hanya ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan, kecuali obat atau vitamin. Namun bukan berarti setelah pemberian ASI eksklusif pemberian ASI dihentikan, akan tetapi tetap diberikan kepada bayi sampai bayi berusia 2 tahun. Tujuan penelitian  untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu menyusui tentang ASI esklusif di Desa Talango Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian adalah  penelitian kuantitatif dengan metode survey deskriptif, untuk melihat gambaran pengetahuan ibu menyusui tentang ASI eksklusif di desa Talango. Hasil penelitian menunjukkan pengetahun ibu menyusui tentang ASI eskluisf lebih banyak kategori baik dengan jumlah 16 orang dengan presentase 61,2% dan responden kategori cukup berjumlah 10 orang, responden menurut usia  terbanyak yaitu  beusia 28-33 tahun yang berjumlah 14 orang dengan presentase 53,8%. Untuk responden menurut pekerjaan terbanyak IRT dengan jumlah 22 orang dengan presentase 84,6. Kemudian responden menurut pendidikan lebih banyak berpendidikan sekolah menengah pertama dengan jumlah 8 orang dengan presentase 30,8%. Kesimpulan penelitian yaitu ibu menyusui pengetahuan tentang ASI esklusif dari 26 responden menunjukan bahwa responden yang pengetahuannya baik berjumlah 16 orang dengan presentase (61,2%) dan yang memiliki pengetahuan cukup berjumlah 10 orang dengan presentase (38,5%).
UJI DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP DODOL DENGAN PENAMBAHANKULIT PISANG KEPOK Nurain Tresia Mamengko; Misrawati Goi; Misnati Misnati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 2 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i2.494

Abstract

ABSTRACT Banana is an herbal fruit originating from southeast Asia, including Indonesia. This plant would spread to Madagascar in Africa, Europe, Sount America, and Central America. To determine consumer acceptance of the banana peels addition to the process of making dodol, this laboratory research was conducted. Further, the date were obtained from organoleptic tests by 25 trained panelists with 4 (four) treatments, namely dodol without banana peels, dodol with 50 grams of banana peels, dodol with 100 grams of banana peels, dodol with 125 grams of banana peels. The results of the date taken from the Friedman test showed that the most preferred taste test of dodol banana peels was treatment P31 (125 grams of banana peels) with a value of 3.05, the most preferred arowa was treatment P31 (125 grams of banana peels) with a value of 3.05 grams, the most preferred color was P31 treatment (125 grams of banana peels) with value of 3.05, and the most  preferred texture was P31 with a value of 3.05. the outcomes are dodol with sweet taste from the slightly aromatic banana peels with brown color and chewy texture. In conclusion, the most preferred dodol in terms of taste, aroma, color, and texture was P31 treatmentwith the addition of 125 grams of banana peels. ABSTRAK Pisang adalah tanaman buah berupa herbal yang asal mulanya dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini kemudian menyebar ke daerah madagaskar di Afrika, Eropa, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah. Mengetahui daya terima konsumen terhadap penambahan kulit pisang kepok untuk pembuatan dodol. Jenis penelitian yang dilakukanadalahjenis penelitian eksperimen laboratorium. Data diperoleh dari uji organoleptik oleh 25 orang panelis agak terlatih dengan 4 perlakuan yaitu dodol tanpa tambahan kulitpisangkepok, dodol dengan penambahan 50 gr kulit pisang kepok, dodol dengan penambahan 100 gr kulitpisangkepok dan dodol dengan penambahan 125 gr kulit pisang kepok. Hasil penelitian data diambil dari uji friedman test, diketahui uji daya terima rasa dodolkulitpisangkepok yang paling banyak disukai yaitu pada perlakuan P31 (125 gr kulitpisangkepok) dengan nilai 3.05, aroma yang paling banyak disukai yaitu  perlakuan P31 (125 gr kulitpisangkepok) dengan nilai 3.05,  warnayang paling banyak disukai yaitu perlakuan P31 (125 gr kulitpisangkepok) dengan nilai 3.05 dan untuk tekstur yang paling banyak disukai yaitu P31 dengan nilai 3.05, dengan menghasilkan dodolrasanyamanis, kulit pisang khas agak beraroma harum,berwarnacokelat dan teksturnya kenyal. Kesimpulan dodol yang paling banyak disukai dari segi rasa, aroma, warna dan tekstur adalah perlakuan P31 dengan penambahan 125gr kulit pisang kapok. 
DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP SELAI KACANG MERAH Maya Alamri; Salman Salman; Sofyawati D. Talibo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 2 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i2.472

Abstract

ABSTRACT  Red beans are only eaten in the form of old seeds, either fresh or aged. Red bean seeds are ingredients that have high energy and are potential sources of vegwtable, Moreover, red beans also can be used as vegetables, dodol wajik ingredients, and the other various foods (Astawan, 2009). The research aims at finding out the Consumers’ Acceptance of Red Bean jam. The research method used is an experimental method in the culinary laboratory. While, data are obtained from the organoleptic test by using 30 untrained panelists with three times treatments which are red bean of 800 g, 900 g, and 1000 g with the addition of peanuts are 200 g, 100 g, and chocolate 30 g. The most preferred taste in red bean jam was in the F3 formula of 1000 red beans without any addition. The most preferred flavor and texture in red bean jam were also in the F3 formula. The conclusion of the study based on the highest value of the acceptance test for red bean jam showed that the highest consumer’s acceptance towards taste, color, aroma, and texture was in F3 (1000 gram of Red beans). ABSTRAK  Kacang merah hanya dimakan dalam bentuk biji yang telah tua, baik dalam keadaan segar maupun yang telah tua. Biji kacang merah adalah bahan yang mempunyai energi tinggi dan sekaligus sumber nabati yang potensial. Kacang merah bisa digunakan sebagai sayuran, bahan dodol wajik dan aneka makanan lainya (Astawan, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Daya Terima Konsumen Terhadap Selai Kacang Merah. Metode penelitian yaitu metode eksperimen di laboratorium kuliner. Data diperoleh dari uji organoleptik dengan menggunkan 30 panelis tidak terlatih dengan 3 kali perlakuan yaitu kacang merah 800 g, 900 g dan 1000 g dengan penambahan kacang tanah 200 g, 100 g dan coklat 30 g. Rasa pada selai kacang merah yang paling banyak disukai yaitu pada formula F3 sebanyak 1000 gram kacang merah tanpa penambahan apapun.  Warna pada selai kacang merah yang paling banyak disukai yaitu pada formula F3. Aroma pada selai kacang merah yang paling banyak disukai yaitu pada formula F3, dan tekstur pada selai kacang merah yang paling banyak disukai yaitu pada formula F3. Kesimpulan penelitian menunjukkan berdasarkan nilai rangking yang tertinggi  uji daya terima selai kacang merah menunjukan  daya terima konsumen terhadap rasa, warna, aroma dan tekrur yang tertinggi pada F3 (1000 gram kacang merah). 
GAMBARAN STATUS GIZI SISWA SDN 61 KOTA TIMUR KOTA GORONTALO Febri Levina; M. Anas Anasiru; Salman Salman; Mutia Reski Amalia
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 1 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i1.452

Abstract

ABSTRACT School children are one of the nutritionally vulnerable groups who need attention to their nutritional status so that in the future they become quality human resources. This study aims to describe the nutritional status of students at SDN 61 Kota Timur Gorontalo City. The research method used is descriptive research. The population is students in grades II, III, IV, and V at SDN 61 Kota Timur Gorontalo City totaling 260 people. The sample of this study amounted to 158 people. The variables in this study are independent variables, namely the description of nutritional status. The results showed that from 158 respondents who were categorized as undernourished, 2 people (1.2%), good nutrition (normal) amounted to 88 people (55.8%), at risk of overnutrition amounted to 38 people (24%), over nutrition totaled 22 people (13.9%) and obesity amounted to 8 people (5%). Respondents in the very short category are 1 person (0.63%), short are 8 people (5.0%), normal are 142 people (89.8%), high are 7 people (4.4%) respondents. The study concludes that of the 158 students who were sampled, all of them were included in the good nutrition category, but there was 1 person (0.63% included in the very short category). ABSTRAK Anak sekolah merupakan salah satu kelompok rawan gizi yang perlu mendapatkan perhatian keadaan gizinya, agar di kemudian hari mereka menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi siswa di SDN 61 Kota Timur Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif. Populasi yaitu siswa/siswi kelas II, III, IV dan V SDN 61 Kota Timur Kota Gorontalo berjumlah 260 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 158 orang. Variable dalam penelitian ini adalah variabel mandiri yaitu gambaran status gizi. Hasil Penelitian menunjukan dari 158 responden yang termasuk kategori gizi kurang berjumlah 2 orang (1,2%) , gizi baik (normal) berjumlah 88 orang (55,8%), beresiko gizi lebih berjumlah 38 orang (24%), gizi lebih berjumlah 22 orang (13,9%) dan obesitas berjumlah 8 orang (5%). Responden dengan kategori sangat pendek 1 orang (0,63%) , pendek berjumlah 8 orang (5,0%),normal berjumlah 142 orang (89,8%) , tinggi berjumlah 7 orang (4,4%) responden. Kesimpulan penelitian adalah dari 158siswa yang dijadikan sampel seluruhnya termasuk dalam kategori gizi baik,namunterdapat 1 orang (0,63% termasuk kategori sangat pendek. 
GAMBARAN PENGETAHUAN MAKANAN SIAP SAJI DAN STATUS GIZI PADA SISWA Lidyawati Anis; Sofyawati D. Talibo; Fitri Yani Arbie; Indra Domili
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 1 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i1.471

Abstract

ABSTRACT Fast Food is a food that contains high calories, high fat and low fiber. High consumption of fast food is thought to cause obesity because of the content of fast food. Various foods that are classified as fast food include french fries, fried chicken, hamburgers, soft drinks, pizza, hot dogs, donuts, and others. This study to determine the description of knowledge about fast food and nutritional status of adolescents in SMA 1 Kabila, Kabupaten Bone Bolango. The research method uses descriptive research to describe knowledge about fast food and nutritional status of adolescents with a sample of 92 adolescents. The results that the knowledge was good as many as 60 people (78.9%), 9 people (11.8%) enough and 7 people (9.2%) lacking. Nutritional status in the less category as many as 24 people (26.1%), the Normal category as many as 58 people (63%), the more category as many as 8 people (8.7%) and the obesity category as many as 2 people (2.2%). The conclusion of this study is that most teenagers have good knowledge about fast food and the nutritional status of adolescents in the normal. ABSTRAK Makanan siap saji atau fast food merupakan makanan yang mengandung tinggi kalori, tinggi lemak dan rendah serat. Konsumsi yang tinggi terhadap makanan cepat saji diduga dapat menyebabkan obesitas karena kandungan dari makanan cepat saji tersebut. Berbagai makanan yang tergolong makanan cepat saji antara lain kentang goreng, ayam goreng, hamburger, soft drink, pizza, hotdog, donat, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan tentang Makanan Siap Saji dan Status Gizi Remaja di SMA 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian Deskriptif  untuk menggambarkan pengetahuan tentang makanan siap saji dan status gizi remaja dengan jumlah sampel 92 orang remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuannya baik sebanyak 60 orang (78.9%), Cukup sebanyak 9 orang (11.8%) dan yang Kurang sebanyak 7 orang (9.2%). Status Gizi kategori kurang sebanyak 24 orang (26,1%), kategori Normal sebanyak 58 orang (63%), kategori lebih sebanyak 8 orang (8,7%) dan kategori obesitas sebanyak 2 orang (2,2%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebagian besar siswa berpengetahuan baik dengan status gizi normal. 
GAMBARAN POLA KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA REMAJA DI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES GORONTALO Noviawati Mohamad; Imran Tumenggung; Nur Ayu Ruhmayanti
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 1 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i1.453

Abstract

Buah dan sayur merupakan sumber pangan yang kaya akan vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, perkembangan, dan pertumbuhan. Anjuran konsumsi sayur dan buah di Indonesia sebanyak 3-4 porsi untuk sayur perorang perhari sedangkan untuk buah sebanyak 2-3 porsi perorang perhari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola konsumsi sayur dan buah pada remaja di Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo. Metode penelitian ini termasuk jenis penelitian Survey Deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 119 remaja yang berusia 17-20 tahun bersedia menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar FFQ (food frequency questionnaire) dan formulir Recall 24 jam. Hasil penelitian diperoleh frekuensi konsumsi sayur >1x/hari sebanyak 0%, dan paling banyak remaja yang jarang konsumsi sayur yaitu 72,3%. Untuk konsumsi buah >1x/hari sebanyak 0%, dan paling banyak remaja yang konsumsi buah di 1-2x/Minggu yaitu 53,8%. Jumlah konsumsi sayur diperoleh kategori baik yaitu 1,7%, dan kurang yaitu 98,3%. Jumlah konsumsi buah kategori baik diperoleh 30,3% dan kategori kurang yaiu 69,7%. Penelitian ini adalah pola konsumsi sayur dan buah pada remaja di Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo masih kurang.
GAMBARAN ASUPAN ZAT BESI DAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI Siti Nur Fatinah; Anna Yuliastani Pomalingo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 2 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i2.492

Abstract

Iron is an essential microelement for the body. This substance is especially needed in hemopoboesis (blood formation), namely the synthesis of hemoglobin (Hb) an oxygen that delivers erythrocytes to function important for the body. Hemoglobin consists of Fe (iron), protoporphyrin, and globin (1/3 weight of Hb consists of Fe). Objective of the study was describe the iron intake and nutritional status of adolescent girls in Dutohe Barat Village, Bone Bolango Regency. Research methods was used a descriptive survey, which is a survey conducted to describe the variables studied. The population was 83 people, with a sample that meets the inclusion criteria of 40 people. The results was showed that all young women (100%) in Dutohe Barat Village had less iron intake. Adolescent girls with good nutritional status are 37 people (92.5%), overweight are 2 people (5%), and obese are 1 person (2.5%). Conclusion was all young women as a subject in the study have low iron intake, while the majority of their nutritional status (BMI/U) was in good category. ABSTRAK  Zat besi merupakan mikroelemen yang esensial bagi tubuh. Zat ini terutama diperlukan dalam hemopoboesis (pembentukan darah) yaitu sintesis hemoglobin (Hb) suatu oksigen yang mengantarkan eritrosit berfungsi penting bagi tubuh. Hemoglobin terdiri dari Fe (zat besi), protoporfirin, dan globin (1/3 berat Hb terdiri dari Fe). Tujuan Penelitian : untuk mengetahui gambaran asupan zat besi dan status gizi pada remaja putri di Desa Dutohe Barat Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan survey deskriptif, yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variabel yang diteliti. Populasi berjumlah 83 orang, dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua remaja putri (100%) memiliki asupan zat besi kurang. Remaja putri berstatus gizi baik berjumlah 37 orang (92,5%), gizi lebih berjumlah 2 orang (5%), dan obesitas berjumlah 1 orang (2,5%). Kesimpulan seluruh remaja putri memiliki asupan zat besi dengan kategori kurang, sedangkan mayoritas status gizinya (IMT/U) berkategori baik.  

Page 11 of 19 | Total Record : 188