cover
Contact Name
Pepi Sugianto Umar
Contact Email
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Phone
+6282394946611
Journal Mail Official
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Editorial Address
Jalan Taman Pendidikan No. 36 Kel. Moodu Kec. Kota Timur Kota Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS
ISSN : 24078484     EISSN : 25497618     DOI : -
Jurnal Health and Nutritions adalah terbitan berkala yang memuat artikel penelitian ilmiah di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Health and Nutritions diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain. Jurnal Health and Nutritions diterbitkan 2 kali dalam setahun (bulan Februari dan Agustus) oleh Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Jurnal ini merupakan jurnal peer-reviewed dan open access journal yang berfokus pada ilmu gizi dan kesehatan.
Articles 188 Documents
DAYA SIMPAN DAN NILAI GIZI MIE BASAH DENGAN PENAMBAHAN BAYAM MERAH Dwi Indah Puspita Paramata; Denny Indra Setiawan; Indra Domili; Misrawati Goi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 2 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i2.546

Abstract

ABSTRACT Wet noodles are made from wheat flour but the protein and mineral content is still low. Therefore, other alternative food ingredients were carried out as a substitute for making wet noodles and complementary nutrients that were not present in wheat flour by adding red spinach leaves. This study aims to determine the shelf life of wet noodles with the addition of red spinach leaves. This research uses laboratory experimental methods. The treatment in this study was the addition of red spinach leaves which consisted of 4 treatments with 3 replications. The study was conducted to see the shelf life and nutritional value of the addition of red spinach leaves. The results showed that wet noodles with the addition of red spinach leaves showed that the color aspect had begun to change on the third day of room temperature deviation, namely the color of the noodles had started to turn brownish yellow with green spots. On the aspect of texture in the room temperature deviation the first day the noodles were still soft, and on the seventh day the noodles were very soft. On the first day of change, the aroma has not yet smelled, while on the seventh day the aroma in the noodles is already very rotten. The conclusion is that storage at room temperature, refrigeration and freezer can last approximately 7 days with a different process of changing color, aroma and texture. ABSTRAK  Mie basah dibuat dari tepung terigu namun kadar protein serta mineral masih rendah. Oleh karena itu, dilakukan alternatif  bahan pangan lain sebagai subtitusi pembuatan mie basah dan pelengkap nutrisi yang tidak ada dalam tepung terigu dengan menambahakan daun bayam merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya simpan mie basah dengan penambahan daun bayam merah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan daun bayam merah  yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 replikasi. Penelitian dilakukan untuk melihat daya simpan dan nilai gizi pada penambahan daun bayam merah. Hasil penelitian menunjukkan mie basah dengan penambahan daun bayam merah menunjukkan pada aspek warna sudah mulai terjadi perubahan pada hari ketiga pada penyimpangan suhu ruang yakni warna mie sudah mulai berubah kuning kecoklatan disertai bintik hijau. Pada aspek tekstur di penyimpangan suhu ruang hari pertama mie masih lembut, dan pada hari ketujuh mie sudah sangat lembek. Pada hari pertama perubahan aroma belum berbau, sedangkan pada hari ketujuh aroma yang ada pada mie itu sudah sangat busuk. Kesimpulan penyimpanan suhu ruang, refrigator dan frezeer dapat bertahan kurang lebih 7 hari dengan proses perubahan warna, aroma dan tekstur yang berbeda.  
UJI DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP MINUMAN SERBUK JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) Fitri Yani Arbie; Khairunnisa Saleh; Fihrina Mohamad
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 1 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i1.485

Abstract

Red ginger is a plant from Zingiberaceae family that had been utilized as traditional medicine hereditary because it contains higher volatile (atsiri oil) and non-volatile (oleoresin) components than other types of ginger. The rhizome of red ginger can be used as medicine for colds and indigestion, to decrease the cholesterol level, as an analgesic, antipyrectic, anti-inflammatory, etc., (Panjaitan, 2012). The research was aimed to investigate the consumer’s acceptance level test on red ginger (Zingiber officinale Roscoe) powder drink.It applied laboratory pre-experimental method. The data were collected by an organoleptic test using 30 rather trained panelists with 4 treatments: the addition of  10 gr, 20 gr, 30 gr ginger, and without the addition of ginger.It can be concluded that for taste criteria, the most preffered one is P1, the addition of  10 gr red ginger by having an average score of  3. The most preferred aroma was P1 by having the average score of  2.9, and the most preferred texture was P0 by having the average score of 3. ABSTRAK  Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan tumbuhan suku Zingiberaceae yang sudah digunakan sebagai obat secara turun-temurun sejak dulu karena mempunyai komponen volatile (minyak atsiri) dan non volatile (oleoresin) paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis jahe yang lain. Rimpang jahe merah biasa digunakan sebagai obat masuk angin, gangguan pencernaan, menurunkan kadar kolesterol, sebagai analgesik, antipiretik, antiinflamasi, dan lain-lain (Panjaitan, 2012).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima konsumen terhadap Minuman Serbuk Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe).Metode penelitian ini termasuk jenis penelitian pre eksperimental laboratorium. Data diperoleh dari uji organoleptik dengan menggunakan 30 panelis yang agak terlatih dengan 4 kali perlakuan yaitu penambahan jahe 10 gr, 20 gr, 30 gr, dan tanpa penambahan jahe.Hasil penelitian data menggunakan uji friedman test, diketahui uji daya terima konsumen terhadap minuman serbuk jahe merah (Zingiber officinale Roscoe).Kesimpulanuji daya terima konsumen terhadap minuman serbuk jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) yang paling banyak disukai dari kriteria rasa terdapat pada P1 dengan penambahan jahe 10 gr dengan nilai rata-rata 3, aroma yang paling banyak disukai terdapat pada P1 dengan penambahan jahe 10 gr dengan nilai rata-rata 2.9, warna yang paling banyak disukai terdapat pada P0 dengan tanpa tambahan jahe dengan nilai rata-rata 2.7, sedangkan tekstur yang paling banyak disukai terdapat pada P0 dengan tanpa tambahan jahe dengan nilai rata-rata 3.
PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG GIZI DAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH Uci Candika Pakaya; Mohammad Anas Anasiru; Yade Kurnia Yasin; Mutia Reski Amalia
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 1 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i1.445

Abstract

Nutritional knowledge is a person's understanding of everything about nutrition. Nutritional status is very influential on health so that in addition to food intake and other factors, parental knowledge about adequate nutrition will also support the level of children's health. . This research method is descriptive. Where the sample is all students at SDN 13 Wonosari, Boalemo Regency and their parents. The sampling technique using Accidental Sampling obtained 53 samples of students and 53 parents of students. The results showed that parents of students who had good knowledge were 7 people (13.2%), 31 people (58.5%), and less than 15 people (28.3%). Most of the students had normal nutritional status, namely 38 people (71.7%), obesity 4 people (7.5%), fat 7 people (13.2%), and thin 4 people (7.5%). This study shows that most parents have adequate nutritional knowledge and most students have normal nutritional status. Pengetahuan gizi adalah pemahaman seseorang dengan segala sesuatu tentang gizi. Status gizi sangat berpengaruh terhadap kesehatan sehingga selain asupan makanan dan faktor lainnya, pengetahuan orang tua tentang gizi yang cukup juga akan menunjang tingkat kesehatan anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran pengetahuan Orang Tua tentang Gizi dan status gizi Anak Sekolah di SDN 13 Wonosari Kabupaten Boalemo. Metode penelitian ini bersifat dekskriptif. Dimana sampel adalah semua siswa di SDN 13 Wonosari Kabupaten Boalemo beserta orang tuanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling didapatkan 53 sampel siswa dan 53 orang tua dari siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua siswa  yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 orang (13.2%), cukup sebanyak 31 orang (58.5%), dan kurang  sebanyak 15 orang (28.3%). Sebagian besar siswa memiliki status gizi normal yakni 38 orang (71.7%), obesitas 4 orang (7.5%), gemuk 7 orang(13.2%), dan kurus 4 orang (7.5%). Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua mempunyai pengetahuan gizi yang cukup dan sebagian besar siswa menpunyai status gizi yang normal. 
DAYA SIMPAN DAN ANALISIS NILAI GIZI SIRUP DAUN KELOR DENGAN SUBTITUSI GULA AREN Nana Apriana Hadi; Fitri Yani Arbie; Denny Indra Setiawan
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 1 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i1.460

Abstract

ABSTRACT  Moringa plant (Moringa oleifera) is a tropical plant that has grown and developed in tropical areas such as Indonesia. This research method is experimental with shelf life test to determine the shelf life of Moringa leaf syrup with variations in the addition of palm sugar which consists of 4 treatments. The results showed that the characteristics of color, aroma and viscosity in 4 different storage treatments were also different. The value of the nutritional content contained in Moringa leaf syrup with 4 different treatments because the weight of the mixed palm sugar is different. On storage for 7 days at room temperature, the color, aroma and viscosity changed more and more day by day. Meanwhile, in cold storage for 7 days, the color, aroma and viscosity did not change, still the same as the first processed. The conclusion of Moringa leaf syrup with palm sugar substitution seen from the shelf life it was found that the best is stored at cold temperatures (refrigerator) because in terms of color the 4th treatment on the first day until the last observation still looks the same as the first processed, the viscosity also the same and the aroma of Moringa leaves and palm sugar is still good. Based on the nutritional value, the best is P3 with a mixture of 300 grams containing 1,104 calories of energy and 276 grams of KH. ABSTRAK  Tanaman kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang sudah tumbuh dan berkembang di daerah tropis seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya simpan dan analisis gizi produk terhadap sirup daun kelor dengan variasi penambahan gula aren. Metode penelitian ini bersifat eksperimental  dengan  uji daya simpan untuk mengetahui umur simpan terhadap sirup daun kelor dengan variasi penambahan gula aren  yang terdiri dari 4 kali perlakuan . Hasil penelitian menunjukkan  karakteristik warna, aroma dan kekentalan pada 4 perlakuan berbeda penyimpanan berbeda juga hasilnya. Nilai kandungan gizi yang terdapat pada sirup daun kelor dengan 4 perlakuan berbeda karena berat gula aren yang dicampurkan berbeda-beda. Pada penyimpanan selama 7 hari suhu ruang semakin hari warna, aroma dan kekentalannya berubah semakin tidak baik. Sedangkan pada penyimpanan suhu dingin selama 7 hari warna, aroma dan kekentalan tidak ada perubahan, masih tetap sama seperti pertama diolah. Kesimpulan sirup daun kelor dengan subtitusi gula aren dilihat dari umur simpan didapati bahwa yang paling baik adalah yang disimpan di suhu dingin (refrigator) karena dari segi warna ke-4 perlakuan ini pada hari pertama sampai dengan terakhir pengamatan masih terlihat sama seperti pertama diolah, kekentalan juga sama dan aroma daun kelor serta gula arennya masih baik. Berdasarkan kandungan nilai gizi yang paling bagus adalah P3 dengan campuran 300 gr mengandung Energi 1.104 kalori dan 276 gr KH.  
GAMBARAN POLA MAKAN DAN PREVALENSI STUNTING PADA BALITA UMUR 12 – 59 BULAN Misrawatie Goi; Fenli Charles Daed; Heni Panai
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 1 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i1.542

Abstract

ABSTRACT The eating pattern that is formed is closely related to a person's eating habits and will affect the nutritional status of toddlers such as stunting. This study aims to describe the diet and prevalence of stunting in toddlers aged 12-59 months in Tabumela village, Tilango sub-district, Gorontalo district. The research method uses a descriptive survey, namely a survey conducted to describe the variables studied. The population is 187 toddlers and the sample is 65 toddlers. Research variables include eating patterns and the incidence of stunting in toddlers. The results showed that from 65 samples of eating patterns under five in the good category, there were 40 people (61.5%) and 25 people in the poor category (38.5%). The prevalence of children under five who experienced stunting was 39 people (60.0%) and 26 people were not stunted (40.0%). The conclusion of the study showed that most of the eating patterns of toddlers were in good category and the prevalence of stunting with short and very short nutritional status. ABSTRAK Pola makan yang tebentuk  sangat erat kaitannya dengan kebiasaan makan seseorang dan akan berpengaruh terhadap status gizi pada balita seperti stunting. Penelitian ini bertujuan unntuk mengetahui gambaran pola makan dan prevalensi stunting pada balita umur 12-59 bulan di desa Tabumela kecamatan Tilango kabupaten Gorontalo. Metode penelitian menggunakan survey deskritif yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variabel yang diteliti. Populasi sebanyak 187 Balita dan sampel 65 Balita. Variabel penelitian meliputi pola makan dan kejadian stunting pada balita. Hasil penelitian menunjukkan dari 65 sampel pola makan balita yang kategori baik berjumlah 40 orang (61,5%) dan kategori kurang berjumlah 25 orang (38,5%). Prevalensi anak balita yang mengalami stunting berjumlah 39 orang (60,0%) dan tidak stunting berjumlah 26 orang (40,0%). Kesimpulan penelitian menunjukkan sebagian besar pola makan balita dengan kategori baik  dan prevalensi stunting dengan status gizi pendek dan sangat pendek.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA ANAK USIA 6-36 BULAN Salman Salman; Rahma Labatjo; Sri Yupita Apriyani Puko
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 2 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i2.459

Abstract

 Exclusive breastfeeding is the practice of giving breast milk from a mother to the infants aged 0-6 months without supplementary food or drink, except medicine for therapy (treatment of disease). Breastfeeding is a kind of food which has sufficient elements of the baby's needs. Breastfeeding can form emotional development as during breastfeeding, the baby is in the mother's arms, in direct contact with the mother, so the baby gets the warmth, love, and security.This research aims to obtain the description of a mother’s knowledge of exclusive breastfeeding and giving exclusive breastfeeding on children aged 6-36 months at Limba U II village, Gorontalo city.The research method is a descriptive method, which is a research that describes a mother’s knowledge of exclusive breastfeeding and giving exclusive breastfeeding on children aged 6-36 months.The findings on mother’s knowledge about exclusive breastfeeding at Limba U II village, Gorontalo city are: 38 respondents (92,7%) have good knowledge, and 3 respondents (7,3%) have enough knowledge. Breastfeeding that is categorized exclusive is 23 respondents (56,1%) and non-exclusive is 18 respondents (43,9%).Mother’s knowledge about exclusive breastfeeding at Limba U II village, Gorontalo city is mostly good, and the children are mostly breastfed exclusively.   ASI Eksklusif adalah pemberian air susu ibu kepada bayi umur 0-6 bulan tanpa diberikan makanan atau minuman tambahan selain obat untuk terapi (pengobatan penyakit). ASI merupakan satu jenis makanan yang mencukupi unsur kebutuhan bayi. Pemberian ASI dapat membentuk perkembangan emosional karena dalam dekapan ibu selama disusui, bayi bersentuhan langsung dengan ibu sehingga mendapatkan kehangatan, kasih sayang dan rasa aman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif dan pemberian ASI eksklusif pada anak usia 6-36 bulan di Kelurahan Limba U II Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian bersifat deskriptif yakni penelitian yang menggambarkan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dan pemberian ASI eksklusif pada anak usia 6-36 bulan.Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif di Kelurahan Limba U II Kota Gorontalo yakni terdapat 38 responden (92,7 %) yang memiliki pengetahuan baik dan 3 responden (7,3 %) yang memiliki pengetahuan cukup. Untuk pemberian ASI yang tergolong dalam kategori eksklusif sebanyak 23 responden (56,1 %) dan yang tergolong tidak eksklusif sebanyak 18 responden (43,9 %).Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif di Kelurahan Limba U II Kota Gorontalo sebagian besar baik dan sebagian besar memberikan ASI Eksklusif. ASI Eksklusif adalah pemberian air susu ibu kepada bayi umur 0-6 bulan tanpa diberikan makanan atau minuman tambahan selain obat untuk terapi (pengobatan penyakit). ASI merupakan satu jenis makanan yang mencukupi unsur kebutuhan bayi. Pemberian ASI dapat membentuk perkembangan emosional karena dalam dekapan ibu selama disusui, bayi bersentuhan langsung dengan ibu sehingga mendapatkan kehangatan, kasih sayang dan rasa aman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif dan pemberian ASI eksklusif pada anak usia 6-36 bulan di Kelurahan Limba U II Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian bersifat deskriptif yakni penelitian yang menggambarkan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dan pemberian ASI eksklusif pada anak usia 6-36 bulan.Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif di Kelurahan Limba U II Kota Gorontalo yakni terdapat 38 responden (92,7 %) yang memiliki pengetahuan baik dan 3 responden (7,3 %) yang memiliki pengetahuan cukup. Untuk pemberian ASI yang tergolong dalam kategori eksklusif sebanyak 23 responden (56,1 %) dan yang tergolong tidak eksklusif sebanyak 18 responden (43,9 %).Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif di Kelurahan Limba U II Kota Gorontalo sebagian besar baik dan sebagian besar memberikan ASI Eksklusif.
UJI SIMPAN BAKSO IKAN GABUS DAN JANTUNG PISANG Lusiana Moha; Indra Domili; Fitri Yani Arbie; M. Anas Anasiru; Misrawati Goi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 2 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i2.547

Abstract

Snakehead fish has a high enough protein content so that it can be developed into protein-rich processed products, while the addition of banana flower is very efficient in making meatballs for people who do not like vegetables. The purpose of this study was to determine the shelf life of snakehead fish balls and banana flower with good and bad criteria. The research method was used experimental method and analyzed using descriptive analysis. The results showed that snakehead fish balls and banana buds were good to be stored in refrigeration storage at a temperature of 1-5oC for a period of 7 days in all treatments and storage in a freezer at a temperature of - 20oC for a period of 7 days in all treatments. While the criteria are lacking, namely storage at room temperature with a temperature of 25oC for a period of 2 days (48 hours) in all treatments. The conclusion the storage of snakehead fish balls and banana flower was stored at a temperature of 1-5oC and at a temperature of - 20oC they will last 7 days, while at a temperature of 25oC for a period of 2 days (48 hours). ABSTRAK Ikan gabus memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehinggva dapat dikembangan menjadi produk olahan kaya protein, sementara  dengan penambahan jantung pisang sangat efisien dalam pembuatan bakso untuk orang yang tidak menggemari sayuran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya simpan bakso ikan gabus dan jantung pisang dengan kriteria baik dan kurang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experiment untuk kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa bakso ikan gabus dan jantung pisang baik untuk disimpan pada penyimpanan refrigator dengan suhu 1-5oC dalam jangka waktu ≥ 7 hari di semua perlakuan dan penyimpanan di freezer dengan suhu -20oC dalam jangka waktu ≥ 7 hari pada semua perlakuan. Sedangkan kriteria kurang yaitu penyimpanan di suhu ruang dengan suhu 25oC dalam jangka waktu 2 hari (48 jam) pada semua perlakuan. Kesimpulan penyimpanan bakso ikan gabus dan jantung pisang disimpan pada suhu 1-5oC dan  pada suhu -20oC akan bertahan ≥ 7 hari, sementara pada suhu 25oC dalam jangka waktu 2 hari (48 jam).  
GAMBARAN KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN PADA IBU HAMIL Rahma Sita Hadi; Fitri Yani Arbie; Imran Tumenggung
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 1 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i1.468

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is a natural process occurred at women who are started by conception stage. The percentage of pregnant women in Indonesia according to energy and protein consumption in Gorontalo Province is 67,9% for energy and 89,6% for protein. In addition, 11,5% of pregnant women in 2017 had a risk of Chronic Energy Deficiency (CED). The research aimed to find out the description of energy and protein consumption at pregnant women in the working area of Puskesmas Dungingi of Gorontalo City. The finding of research found that energy consumption of pregnant women with low category was 18 people (81,8%) and the good category was 4 people (18,2%). In addition, the protein consumption of pregnant women with low category was 17 people (77,3%), and the good category was 5 people (22,7%). Then, pregnant women who did not experience CED were 16 people (72,7%), where as pregnant women who experienced CED were 6 people (27,3%). In brief, the most number of energy consumption of pregnant women was in a low category. Meanwhile, most number of protein consumption of pregnant women was in good category. The proportion of pregnant women who experience Chronic Energy Deficiency (CED) was 6 people. ABSTRAK Kehamilan adalah sebuah proses alami yang terjadi pada seorang wanita yang diawali dengan tahap pembuahan. Persentase ibu hamil di Indonesia menurut konsumsi energi dan protein di Provinsi Gorontalo, yaitu energi 67,9% dan protein 89,6%. Persentase ibu hamil yang mempunyai risiko Kurang Energi Kronis (KEK) pada tahun 2017 adalah 11,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi energi dan protein pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Dungingi Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi studi (sampel) terdiri dari 22 orang ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Dungingi Kota Gorontalo. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi energi ibu hamil dengan kategori kurang sebanyak 18 orang (81,8%) dan kategori baik sebanyak 4 orang (18,2%). Konsumsi protein ibu hamil dengan kategori kurang sebanyak 17 orang (77,3%) dan kategori baik sebanyak 5 orang (22,7%). Ibu hamil yang tidak KEK sebanyak 16 orang (72,7%) dan ibu hamil yang KEK sebanyak 6 orang (27,3%). Kesimpulsn penelitian ini adalah, konsumsi energi ibu hamil dengan jumlah terbanyak yaitu kategori kurang. Konsumsi protein ibu hamil dengan jumlah terbanyak yaitu kategori baik. Proporsi ibu hamil yang Kekurangan Energi Kronis (KEK) yaitu sebanyak 6 orang.  
GAMBARAN STATUS GIZI PADA PASIEN HIPERTENSI LANSIA Indri Adam; Indra Domili; Rahma Labatjo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 1 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i1.454

Abstract

 Hypertension is a disease that can affect anyone, whether young or old, whether rich or poor. Hypertension is one of the deadliest diseases in the world. As many as 1 billion people in the world or 1 in 4 adults suffer from this disease. It is even estimated that the number of people with hypertension will increase to 1.6 billion by 2025.This study aims to determine the description of the nutritional status of elderly hypertension in the working area of the North City Health Center.The type of research used in this study is a descriptive survey method, namely to obtain an overview of the nutritional status of elderly hypertensive patients. The research sample was 54 people. Data analysis using univariate analysis.Nutritional status of the hypertensive elderly in the North City Health Center Working Area with the category of normal nutritional status 16 people, 18 overweight people and the hypertensive elderly in the North City Health Center Working Area with blood pressure of 140-159 mmHg (Stage 1) as many as 23 people. or equivalent to 63.88%.Overview of the Nutritional Status of Elderly Hypertensive Patients In the North City Health Center Work Area the most with blood pressure of 140-159 mmHg or stage 1 hypertension. Most or 50% of 36 elderly hypertension patients have overweight nutritional status .Hipertensi merupakan suatu  penyakit yang bisa menyerang siapa saja, baik mudah maupun tua, entah orang kaya maupun miskin. Hipertensi merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Sebanyak 1 miliar orang di dunia atau 1 dari 4 orang dewasa menderita penyakit ini. Bahkan diperkirakan jumlah penderita hipertensi akan meningkat menjadi 1,6 milyar menjelang tahun 2025.Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran status gizi hipertensi lansia di wilayah kerja Puskesmas Kota Utara.Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei deskriptif yaitu untuk memperoleh gambaran status gizi pasien hipertensi lansia. Sampel penelitian sebanyak 54 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat. Status  gizi pada lansia hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Utara dengan kategori status gizi normal 16 orang, kelebihan berat badan 18 orang dan lansia yang hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Utara dengan tekanan darah 140-159 mmHg (Stadium 1) sebanyak 23 orang atau setara dengan 63,88%.Gambaran Status Gizi Pasien Hipertensi Lansia Di Wilayah   Kerja Puskesmas Kota Utara paling banyak dengan tekanan darah 140-159 mmHg atau hipertensi stadium 1. Sebagian besar atau 50% dari 36 orang pasien hipertensi lansia memiliki status gizi kelebihan berat badan 
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STATUS GIZI BALITA Putri Angraini Lalu; Sofyawati D. Talibo; Denny Indra Setiawan
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 1 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i1.442

Abstract

Under-five childrens nutritional status is an indicator that describes the level of community welfare as they are prone to health and nutrition issues. This library study aimed to conduct a literature review on the description of maternal knowledge about nutritional status in under-five children. It collected data or research objects to solve some profound problems with relevant library materials on the aforementioned topics. The results of a study at the Puskemas (community Health Center) Karangayung showed that most respondents had less knowledge of 9% and good knowledge of 61%/ compared with the results at Puskesmas Gambesi in Ternate, the respondts had good knowledge and nutrition (87.5&) and were under nourish (10%). In addition, in the working area of the Puskesmas Sadannya, it was found that respondents’ knowledge was low (52%) and good (33%).Status Gizi Balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat karena anak usia dibawah lima tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap kesehatan dan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur tentang gambaran pengetahuan ibu tentang status gizi pada balita. Metode penelitian ini adalah penelitian kepustakaan bertujuan mengumpulkan data atau obyek penelitian yang bersifat kepustakaan untuk memecahkan suatu masalah mendalam terhadap bahan pustaka yang relevan untuk melihat gambaran pengetahuan ibu tentang status gizi balita. Hasil penelitian di puskesmas karangrayung menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 9%, pengetahuan baik sebanyak 61% di bandingkan hasil penelitian di puskesmas gambesi ternate bahwa responden memiliki pengetahuan dan status gizi baik yaitu sebanyak 85,7%, dan status gizi kurang sebanyak 10%. Pada wilayah kerja puskesmas sadananya diperoleh hasil bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 52% dan responden dengan pengetahuan baik sebanyak 33%.