cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Implementation of Mother Toddler Classes in Improving Growth and Development Stimulation Behavior of Mothers of 4-5 Year Old Toddlers in the Cimahi Tengah Health Center Working Area Rizki, Fathia; Dhamayanti, Meita
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47980

Abstract

The preschool period, particularly at the ages of 4–5 years, is a golden age that is crucial for a child’s growth and development. The active role of parents, especially mothers, is essential in supporting the stimulation of preschool children's development. A lack of stimulation can lead to developmental delays. One of the main contributing factors is the low level of maternal behavior regarding the importance of stimulation, which stems from the absence of a structured educational platform to assist mothers in fulfilling this role. Educational interventions such as mother-toddler classes have not been fully optimized to change maternal behavior. This study aims to determine the effect of mother-toddler classes on changes in maternal behavior in providing stimulation to preschool-aged children. The research design used is a pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 39 mothers with children aged 4–5 years who met the inclusion and exclusion criteria. The study was conducted from October 2024 to April 2025. The intervention was carried out through mother-toddler classes over four weeks, divided into four sessions, and was evaluated using a validated and reliable questionnaire. The results showed that 64.1% of mothers had poor behavior in the pretest, while 61.5% had good behavior in the posttest. The McNemar test produced a p-value of 0.002 (p < 0.05). The conclusion of this study is that the implementation of mother-toddler classes is effective in improving the behavior of mothers in providing growth and development stimulation to children aged 4–5 years in the working area of Cimahi Tengah Public Health Center.
Studi Kasus Studi Kasus : Efektifitas Effleurage Massage pada Nyeri Akut Pasien Post Sectio Caesareatindakan Massage Punggung (Effleurage Massage) pada Pasien Post Sectio Caesarea di Ruang Kana Rsud Wonosari Juwartini, Dwi; Widiastuti, Dwi Wiwit; Kusumaningtyas, Dewi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48005

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Persalinan secara sectio caesarea merupakan persalinan melalui tindakan pembedahan dengan melakukan sayatan pada dinding abdomen dan uterus untuk mengeluarkan janin yang ada di rahim ibu. Tujuan: Mengetahui Tindakan Massage Punggung (effleurage massage) pada Pasien Post Sectio Caesarea dengan Masalah Nyeri Akut. Metode : Penelitian ini berupa Kualitatif Deskriptif dengan desain Studi Kasus yang dilakukan di Ruang Kana RSUD Wonosari selama 3 hari. Sampel yang digunakan adalah satu orang pasien. Pelaksanaan massage punggung dilakukan sekali dalam sehari dengan frekuensi 15 menit dimulai setelah 6 jam pasien post SC. Instrumen yang digunakan yaitu dengan lembar observasi dan format asuhan keperawatan post partum. Hasil: setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan hasil terapi non farmakologis massage punggung efektif untuk menurunkan nyeri pada pasien post sectio caesarea. Hal ini dibuktikan terdapat penurunan skala nyeri yang signifikan dari hari pertama dilakukannya tindakan massage punggung sampai hari ketiga. Skala nyeri menurun dari intervensi hari pertama sampai hari ketiga, dari skala nyeri 7 menjadi 2 (rentang 1-10). Kesimpulan: tindakan massage punggung (effleurage massage) efektif dilakukan untuk menurunkan nyeri pada pasien post sectio caesarea. Kata Kunci : Effleurage Massage, Sectio Caesarea, Nyeri Akut Case Study: Effleurage Massage in Patients with Post-Sectio Caesarean Section with Acute Pain Problems in The Cana Room Of Wonosari Hospital ABSTRACT Background: Sectio caesarean delivery is a surgical delivery by making incisions in the abdominal wall and uterus to remove the fetus in the mother's uterus. Objective: This study aims to determine the Effleurage Massage in Post Sectio Caesarea Patients with Acute Pain Problems. Method: This study is a Descriptive Qualitative research with a Case Study Design conducted in the Kana Room of Wonosari Hospital for 3 days. The sample used was one patient. Implementation of back massage is carried out once a day with a frequency of 15 minutes starting after 6 hours of post-SC patients. The instruments used were observation sheets and postpartum nursing care formats. Results: after 3x24 hours of nursing care, the results of non-pharmacologica therapy of back massage (effleurage massage) were obtained to reduce pain in post-sectio caesarean patients. This is evidenced by a significant decrease in the pain scale from the first day of back massage to the third day. The pain scale decreased from the first day of the intervention to the third day, from a pain scale of 7 to 2 (scale range 1-10). Conclusion: back massage (effleurage massage) is effective in reducing pain in post-sectio caesarean patients. Keywords : Effleurage Massage, Sectio Caesarea, Acute Pain
Pengaruh Metode Emotional Demonstration Terhadap Pengetahuan dan Efikasi Diri Ibu Hamil dalam Pemberian Asi Eksklusif di Kabupaten Minahasa Utara Komaling, Chrismyta Stevani; Wantania, John; Rampengan, Novie
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48011

Abstract

Abstrak Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi dan sangat berperan dalam tumbuh kembang serta kelangsungan hidup anak. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Minahasa Utara masih di bawah target nasional dan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode Emotional Demonstration (Emo-Demo) terhadap pengetahuan dan efikasi diri ibu hamil dalam pemberian ASI eksklusif. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test post-test, melibatkan 40 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Intervensi diberikan dalam bentuk penyuluhan menggunakan metode Emo-Demo dan data dikumpulkan melalui kuesioner terstandar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dan efikasi diri setelah intervensi. Skor pengetahuan meningkat dari 5,55 menjadi 7,90 dan efikasi diri dari 19,82 menjadi 24,10, dengan nilai signifikansi < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Emo-Demo efektif dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil untuk menyusui secara eksklusif. Pendekatan edukatif berbasis emosional terbukti mampu menciptakan perubahan perilaku yang bermakna dan dapat menjadi strategi yang direkomendasikan dalam promosi kesehatan ibu dan anak. Kata Kunci: ASI eksklusif, ibu hamil, efikasi diri, pengetahuan, Emo-Demo Abstract Breast milk is the best nutrition for infants and plays a vital role in their growth, development, and survival. However, the rate of exclusive breastfeeding in North Minahasa Regency remains below both national and global targets. This study aims to analyze the effect of the Emotional Demonstration (Emo-Demo) method on the knowledge and self-efficacy of pregnant women in providing exclusive breastfeeding. A quasi-experimental design with a one-group pre-test post-test approach was used, involving 40 pregnant women at the Wori Public Health Center. The intervention consisted of health education sessions using the Emo-Demo method, with data collected via standardized questionnaires. The results showed a significant increase in both knowledge and self-efficacy scores after the intervention. Knowledge scores increased from 5.55 to 7.90, and self-efficacy scores from 19.82 to 24.10 (p < 0.05). These findings suggest that the Emo-Demo method is effective in preparing pregnant women to provide exclusive breastfeeding. Emotion-based educational approaches can successfully promote meaningful behavioral changes and are recommended for maternal and child health promotion programs. Keywords: exclusive breastfeeding, pregnant women, self-efficacy, knowledge, Emo-Demo
Hubungan Antara Supervisi Kepala Ruangan dengan Motivasi Perawat dalam Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Soliha, Soliha; Jannah, Rohilatul; Salamiyah, Icha Ruchy
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48013

Abstract

Motivasi yang dimiliki perawat dalam organisasi akan banyak menentukan kualitas prilaku yang ditampilkanya, baik dalam kontek belajar, bekerja dan dunia keperawatan maupun dalam kehidupan sehari-hari. tujuan dari penelitian untuk menganalisis hubungan antara supervisi kepala ruangan dengan motivasi perawat dalam pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Di RSU Anna Medika Madura. Desain penelitian yang digunakan kuantitatif dengan menggunakan metode analytic correlation dengan pendekatan cross sectional. Populasi 30 perawat dengan sampel 28 perawat. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel independen penelitian ini adalah supervisi kepala ruangan dan variabel dependen adalah motivasi perawat. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Uji statisik menggunakan spearman rank dengan p value < α (0,05). Hasil penelitian mengatakan bahwa supervisi kepala ruangan berada dalam kategori cukup sebanyak 13 responden (46,4%) dan motivasi perawat dalam pelaporan Insiden Keselamatan Pasien kategori kurang sebagian kecil dalam kategori kurang sebanyak 11 responden (39,3%). Berdasarkan hasil uji statistik spearman rank diperoleh nilai p value 0,016 < α (0,05) yang mana menunjukkan adanya hubungan signifikan variabel supervisi kepala ruangan dengan motivasi perawat. Sehingga korelasi diantara variable tersebut dapat dikatakan berhubungan dengan kategori moderate / sedang. Diharapkan kepala ruangan lebih meningkatkan dalam efektivitas supervisi kepala ruangan dengan pendekatan yang lebih suportif, terbuka, dan edukatif, sehingga mampu meningkatkan motivasi perawat dalam melaporkan insiden keselamatan pasien
Discharge Planning and Its Impact on Patient Outcomes: A Systematic Review Rahman, Wahyudin Abd; Chanif, Chanif; Samiasih, Amin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48014

Abstract

Latar Belakang: Discharge planning adalah proses penting dalam transisi perawatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien, mengurangi rehospitalisasi, dan memperkuat kesiapan pasien serta keluarga. Namun, implementasinya di berbagai fasilitas kesehatan belum optimal. Metode: Studi ini merupakan systematic review berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan pada database Google Scholar, ProQuest, PubMed, ScienceDirect, dan SpringerLink dengan kata kunci: “discharge planning” OR “hospital discharge” OR “patient outcomes” OR “readmission” OR “rehospitalization”, dalam rentang tahun 2020–2024. Dari 294 artikel, 10 artikel dipilih setelah melalui proses seleksi. Hasil: Discharge planning berdampak positif terhadap kualitas hidup, kesiapan pulang, dan penurunan rehospitalisasi. Faktor pendukungnya meliputi motivasi perawat, supervisi, dan kepemimpinan. Hambatan utama adalah beban kerja tinggi dan kurangnya dokumentasi. Kesimpulan: Discharge planning yang efektif membutuhkan dukungan sistem, keterlibatan perawat, dan pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan pasien. Implementasi yang terstruktur dapat meningkatkan luaran pasien dan efisiensi layanan kesehatan. Kata Kunci: Discharge planning, rehospitalisasi, kesiapan pulang, luaran pasien, supervisi keperawatan Abstract Introduction: Discharge planning is a critical process in care transition aimed at improving patients’ quality of life, reducing rehospitalization, and enhancing the readiness of both patients and families. However, its implementation remains suboptimal across various healthcare facilities. Methods: This study is a systematic review conducted based on the PRISMA guidelines. Article searches were performed in Google Scholar, ProQuest, PubMed, ScienceDirect, and SpringerLink using the keywords: “discharge planning” OR “hospital discharge” OR “patient outcomes” OR “readmission” OR “rehospitalization”, with a publication range from 2020 to 2024. Out of 294 identified articles, 10 were selected after screening and eligibility assessment. Results: Discharge planning has a positive impact on quality of life, discharge readiness, and reduced rehospitalization rates. Supporting factors include nurse motivation, supervision, and leadership. Main barriers are high workload and lack of documentation. Conclusion: Effective discharge planning requires system support, active nurse involvement, and a patient-centered approach. Structured implementation can improve patient outcomes and healthcare service efficiency. Keywords: Discharge planning, rehospitalization, discharge readiness, patient outcomes, nursing supervision.
Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Meronce pada Pasien Halusinasi Dengan Diagnosa Medis Skizofrenia Tak Terinci di Rumah Sakit Jiwa Dr. Arif Zainudin Surakarta Baity, Feny Nur; Widodo, Arif
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48033

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang sering ditandai oleh gejala halusinasi, termasuk halusinasi pendengaran. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang digunakan untuk mengurangi gejala tersebut adalah terapi aktivitas kelompok (TAK) meronce manik-manik.Tujuan: Mengetahui efektivitas terapi aktivitas kelompok meronce terhadap penurunan gejala agitasi pada pasien skizofrenia tak terinci dengan halusinasi.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen one group pretest-posttest dengan sampel sebanyak 7 pasien yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan kegiatan meronce manik-manik dalam kelompok. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen PANSS-EC sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test.Hasil: Rata-rata skor PANSS-EC pra intervensi sebesar 15,14 menurun menjadi 5,71 pasca intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -2,371 dan p = 0,018 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan. Kesimpulan: Terapi aktivitas kelompok meronce terbukti efektif dalam menurunkan tingkat agitasi, permusuhan, ketegangan, dan gangguan kontrol impuls pada pasien skizofrenia dengan halusinasi.
Gambaran Penerimaan Diri Pada Ibu yang Mengalami Keguguran Akibat Stress Kehilangan Pekerjaan Ardiansyah, Khalil Firza; Fazrina, Zahwa Afrida; Iqbal, Muhammad
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48037

Abstract

Job loss remains a major source of stress for women, even if they have a partner who also works. As a mother, the psychological stress of losing a job role can have an impact on emotional and physical conditions, and can even increase the risk of pregnancy. Miscarriage is an emotionally challenging experience, both psychologically and physically for both parents. Self-acceptance is the psychological process of someone accepting and appreciating themselves as a whole, including their strengths, weaknesses, and all aspects of themselves. This study aims to explore the process of self-acceptance in a mother. The research subject with the initials ZZ, aged 54 years, is a mother who experienced a miscarriage due to stress caused by job loss. There are 3 informants, namely the subject's husband, the subject's close friend, and the subject's child. In the context of a mother who experienced a miscarriage due to stress due to job loss, self-acceptance has a very big influence on the challenges in her to face the problem. This study applies a qualitative method by conducting semi-structured interviews with a mother who experienced a miscarriage due to stress due to job loss. The results showed that the subject experienced emotional stress due to job loss and hunger. Through family support, a spiritual approach, and reconstruction of hope, the subject was able to accept the conditions she experienced. Subject self-acceptance is formed through self-understanding, realistic expectations, and a supportive environment.
Hubungan Aktivitas Perawatan Diri Diabetes dengan Kontrol Glikemik Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Bulan Medan Hutahaean, Moris Samsul Lamhot; Tarigan, Mula; Karota, Evi; Tanjung, Muhammad Sukri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48040

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a group of metabolic diseases that occur when the body cannot effectively use the insulin it produces, resulting in hyperglycemia. T2DM mostly affects adults and is usually caused by age, overweight and inactivity. To manage diabetes appropriately or achieve adequate glycemic control, patients must perform diabetes self-care activities by organizing a proper diet, doing physical exercise, monitoring blood sugar levels, complying with prescribed medications, performing foot care, and quitting smoking. The purpose of this study was to determine the relationship of diabetes self-care activities with glycemic control in type 2 diabetes patients in the Padang Bulan Medan Health Center. This research method is quantitative non-experimental with correlation design. The majority of respondents carried out insufficient self-care activities (47.1%) with 79.3% uncontrolled glycemic control. The relationship between diabetes self-care activities and glycemic control was significant with p = 0.000 (<0.001) with a value of r = 0.643. Health center workers are expected to provide diabetes self-care education. Improving the implementation of diabetes self-care activities is aimed at preventing further complications and improving the quality of life of patients. Keywords: Diabetes. T2DM, diabetes self-care activities, glycemic control
Pengaruh Hypnobreastfeeding Terhadap Tingkat Kecemasan dan Produksi ASI pada Ibu Menyusui di Wilayah Perbatasan Kalimantan Utara Noviani, Doris; Yulianti, Ika; Padlilah, Rahmi; Rahmawati, Niken
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48041

Abstract

Produksi ASI dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kondisi psikologis ibu menyusui. Kecemasan yang tinggi dapat menghambat kerja hormon prolaktin dan oksitosin, sehingga berdampak pada menurunnya produksi ASI. Hypnobreastfeeding merupakan salah satu metode terapi non-farmakologis yang bertujuan untuk meningkatkan relaksasi, menurunkan kecemasan, dan memperlancar produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hypnobreastfeeding terhadap tingkat kecemasan dan produksi ASI pada ibu menyusui di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan desain posttest only control group design. Sampel berjumlah 40 orang ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Instrumen pengukuran kecemasan menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS), sedangkan produksi ASI diukur berdasarkan indikator observasi bayi dan respon ibu. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol terhadap tingkat kecemasan (p < 0,05). Selain itu, terdapat peningkatan produksi ASI yang lebih baik pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Hypnobreastfeeding efektif menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Metode ini dapat digunakan sebagai alternatif terapi komplementer dalam mendukung keberhasilan menyusui, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.
Hubungan Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Karundeng, Andri Harce; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Kaunang, David E.
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48054

Abstract

Abstrak Masalah mutu pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama dalam meningkatkan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan dan kepuasan pasien di IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 100 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis model SERVQUAL, yang mencakup lima dimensi: keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi mutu pelayanan memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan pasien (p < 0,05), dengan keandalan sebagai faktor paling dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan yang responsif, empatik, dan profesional sebagai strategi untuk meningkatkan persepsi pasien terhadap layanan rumah sakit. Penelitian ini memberikan dasar empiris bagi manajemen rumah sakit untuk mengembangkan kebijakan mutu pelayanan yang lebih terarah. Kata Kunci: mutu pelayanan, kepuasan pasien, instalasi gawat darurat, SERVQUAL. Abstract The quality of healthcare services remains a crucial issue in Indonesia, especially in improving patient satisfaction in Emergency Departments (ED). This study aimed to analyze the relationship between service quality and patient satisfaction at the Emergency Department of RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. A quantitative approach with a cross-sectional design was applied, involving 100 respondents selected through accidental sampling. Data were collected using a questionnaire based on the SERVQUAL model, encompassing five dimensions: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. The results showed that all service quality dimensions were significantly associated with patient satisfaction (p < 0.05), with reliability being the most dominant factor. These findings emphasize the need for responsive, empathetic, and professional healthcare services to improve patient perception of hospital care. This research provides empirical evidence to support the development of more targeted service quality policies in hospital management. Keywords: service quality, patient satisfaction, emergency department, SERVQUAL.