cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Analisis Implementasi Rekam Medis Elektronik Menggunakan Fishbone di Puskesmas Sukoharjo Wati, Risa Kurnia; Widiyanto, Wahyu Wijaya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47862

Abstract

Digitalisasi pelayanan kesehatan melalui rekam medis elektronik (RME) menjadi kewajiban bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Namun, implementasi RME di tingkat puskesmas masih menghadapi beragam tantangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia hingga infrastruktur yang belum memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi RME di Puskesmas Sukoharjo dengan pendekatan Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan memberikan rekomendasi perbaikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari kepala unit dan petugas pelaksana, sementara analisis data dilakukan dengan teknik Miles dan Huberman serta triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan adanya kendala pada faktor Man (kompetensi dan pelatihan terbatas), Method (tidak adanya SOP yang tersosialisasi), dan Machine (perangkat dan jaringan tidak memadai). Selain itu, anggaran khusus untuk pemeliharaan dan pengembangan sistem tidak tersedia. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM, penyediaan sarana prasarana yang memadai, penyusunan SOP yang terstruktur, serta advokasi anggaran berbasis output agar implementasi RME berjalan optimal. Kata Kunci: rekam medis elektronik, fishbone, puskesmas, manajemen informasi kesehatan
Pemberian Pijat Oksitosin Untuk Memperlancar Produksi Asi pada Ibu Nifas Janah, Sherly Nur; Sulastri, Sulastri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47882

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alami terbaik yang sangat penting untuk tumbuh kembang bayi, terutama pada enam bulan pertama kehidupan. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target nasional, salah satunya disebabkan oleh masalah produksi ASI yang tidak lancar pada ibu nifas. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, termasuk intervensi non-farmakologis seperti pijat oksitosin. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus dengan subjek ibu nifas yang belum pernah mendapat pijat oksitosin dan mengalami hambatan produksi ASI. Intervensi pijat oksitosin dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 10–15 menit setiap sesi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI yang signifikan, baik secara subjektif maupun objektif, setelah dilakukan pijat oksitosin. Selain itu, ibu juga mengalami penurunan tingkat stres, peningkatan rasa percaya diri, serta pemahaman yang lebih baik mengenai teknik pijat oksitosin sehingga dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Pijat oksitosin memberikan stimulasi pada area punggung yang merangsang pelepasan hormon oksitosin, sehingga refleks let down menjadi lebih optimal dan produksi ASI meningkat. Efek relaksasi yang dihasilkan juga membantu menurunkan hambatan psikologis yang dapat mengganggu produksi ASI. Pijat oksitosin terbukti aman, mudah dilakukan, dan dapat dijadikan bagian dari program edukasi serta promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Keberhasilan intervensi ini juga dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti asupan nutrisi, perawatan payudara, dan dukungan keluarga. Dengan demikian, pijat oksitosin merupakan solusi praktis dan efektif untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas dan dapat berkontribusi dalam upaya peningkatan angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia
Prevalensi Global Diabetes Mellitus: Tinjauan Sistematis Negara-Negara dengan Beban Tinggi dan Strategi Penanganannya Sakul, Widya P; Andriani, Helen
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47890

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama di negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi negara dengan angka penderita diabetes tertinggi di dunia serta meninjau strategi penanganan dan pencegahan yang telah diterapkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA, menganalisis artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025 melalui basis data sepert;, PubMed, Google Scholar, Neliti.com, and ProQuest. Dari 567 artikel yang diidentifikasi, 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa Tiongkok, India, dan Amerika Serikat memiliki beban Diabetes Mellitus tertinggi, disusul Brasil dan Indonesia yang juga menunjukkan tren peningkatan signifikan. Strategi mitigasi yang ditemukan bervariasi, mulai dari skrining dini di layanan primer, edukasi perilaku, penguatan kebijakan fiskal seperti cukai gula, hingga pemanfaatan teknologi digital. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan lintas sektor dan adaptasi kebijakan berbasis konteks lokal untuk mengendalikan laju peningkatan diabetes di berbagai negara
Regina Kepuasan Pegawai dan Motivasi Kerja dalam Peningkatan Kinerja Pegawai di Rumah Sakit yang Berdampak pada Kualitas Pelayanan Kesehatan: Systematic Literature Review Maindoka, Regina Tirza; Paramarta, Vip; Kosasih, Kosasih; Yuliaty, Farida
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47895

Abstract

Sumber daya manusia sebagai hal yang penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun pelayanan di rumah sakit. Sumber daya manusia juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan kualitas layanan yang dinilai dari kinerjanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis secara sistematis temuan ilmiah terkait kepuasan kerja dan motivasi kerja dalam peningkatan kinerja pegawai di rumah sakit. Penelusuran pustaka dilakukan melalui beberapa basis data elektronik, termasuk Google Scholar dan pubmed untuk menjaring artikel yang diterbitkan dari tahun 2020 hingga April 2025. Semua tahap seleksi didokumentasikan menggunakan diagram alir PRISMA. Hasil dari penelitian ini yaitu Kepuasan pegawai dan motivasi kerja sangat penting dalam peningkatan kinerja pegawai di rumah sakit dengan melakukan meningkatkan produktivitas, menurunkan turn over, meningkatkan kreativitas, dan meningkatkan kualitas perawatan. Dengan demikian, kepuasan pegawai dan motivasi kerja sangat penting dalam peningkatan kinerja pegawai di rumah sakit. Kata Kunci: Kepuasan Pegawai, Kinerja Pegawai, Kualitas Pelayanana Kesehatan, Motivasi Kerja.
Analisis Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Kelurahan Prapatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur Tahun 2023 Fatimatuzzahra, Tien; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita; Gunawan , Ike Anggraeni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47919

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) are a major public health challenge. The incidence of NCDs is influenced by modifiable and non-modifiable risk factors. This study aimed to evaluate the prevalence and associations of NCD risk factors in the Prapatan area through the PRAPATAN POSTER innovation. A retrospective cross-sectional study was conducted using data from 363 screenings; the prevalence of hypertension was 19.3%, diabetes 7.7%, with 51.2% being overweight or obese, 48.25% reporting physical inactivity, and 8.5% identified as smokers. Chi- square tests revealed significant associations between age and hypertension (p=0.000), age and type 2 diabetes (p=0.000), obesity and hypertension (p=0.000), as well as obesity and physical inactivity (p=0.000). Strengthening health promotion, early detection, and community- based interventions are recommended for NCD prevention and control. Keywords: Non Communicable Diseases, hypertension, diabetes, risk factors
Pengaruh Terapi Herbal Daun Salam Terhadap Penurunan Kadar Asam di Wilayah Kerja Puskesmas Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Aprillina, Yeriska; Tanjung, Riswani; Nasution, Siti Zahara; Khairunnisa, Khairunnisa; Bukit, Evi Karota
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47931

Abstract

Abstrak Kadar asam urat yang tinggi pada penderita gout arthritis menjadi masalah kesehatan yang signifikan, terutama di wilayah kerja Puskesmas Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh terapi herbal daun salam terhadap penurunan kadar asam urat. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-experimental dengan desain non-equivalent control group pretest-posttest, melibatkan 62 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi diberi terapi air rebusan daun salam dua kali sehari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar asam urat yang lebih signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata kadar asam urat menurun dari 10,87 mg/dL menjadi 7,90 mg/dL. Terapi daun salam terbukti efektif menurunkan kadar asam urat melalui kandungan flavonoid dan efek diuretiknya. Penelitian ini mendukung penggunaan terapi herbal sebagai pendekatan non-farmakologis dalam keperawatan komunitas.Kata Kunci: terapi herbal, daun salam, asam urat, keperawatan komunitas, gout arthritis. Abstract High uric acid levels in gout arthritis patients are a significant health issue, particularly in the working area of Sibolangit Health Center, Deli Serdang Regency. This study aimed to analyze the effect of bay leaf herbal therapy on reducing uric acid levels. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group pretest-posttest was applied, involving 62 respondents divided into intervention and control groups. The intervention group received boiled bay leaf water therapy twice daily for 14 days. Results showed a more significant decrease in uric acid levels in the intervention group compared to the control. The average uric acid level decreased from 10.87 mg/dL to 7.90 mg/dL. Bay leaf therapy proved effective in reducing uric acid levels due to its flavonoid content and diuretic effects. This study supports the use of herbal therapy as a non-pharmacological approach in community nursing. Keywords: herbal therapy, bay leaf, uric acid, community nursing, gout arthritis.
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Terhadap Kunjungan Pasien di Puskesmas Tepa Slarmanat, Intan Indah S.; Pertiwi, Junita Maja; Kaunang, Wulan Pingkan Julia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47933

Abstract

Abstrak Mutu pelayanan kesehatan merupakan proses berkelanjutan yang memantau pemberian layanan dan hasilnya untuk menilai berbagai faktor frekuensi kunjungan pasien yang memengaruhi layanan kesehatan. Dengan cara ini, masalah dapat ditemukan dan sumbernya ditangani, yang mengarah pada kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik bagi mereka yang menggunakan layanan kesehatan Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut terhadap kunjungan pasien di Poliklinik Gigi dan Mulut di puskesmas Tepa melalui variabel Tangible (Wujud), Reliability (Kehandalan), Responsiveness (Cepat Tanggap), Assurance (Kepastian) dan Emphaty (Empati). Metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilaksanakan pada periode Januari-maret Tahun 2025 yang bertempat di Puskesmas Tepa, Kecematan Pulau Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya. Sampel penelitian yaitu 76 responden. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Data hasil survey dianalisis dengan menggunakan uji chi-square dan regeresi logistic. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tangible (Wujud), Reliability (Kehandalan), Responsiveness (Cepat Tanggap), Assurance (Kepastian) dan Emphaty (Empati) memiliki hubungan yang signifikan dan positif terhadap kunjungan pasien di Puskesmas Tepa. Adapun variabel yang paling berpengaruh terhadap kunjungan pasien di Puskesmas Tepa adalah variabel Responsiveness (Cepat Tanggap) dengan nilai signifikan sebesar 0,015 (p value < 0,05) OR = 0,025 (95% CI = 0,001 - 0,487) artinya responden yang merasa cepat tanggap (responsiveness) baik dari pelayan kesehatan mempunyai peluang 0,025 kali tidak puas terhadap responden yang menyatakan kurang cepat tanggap (responsiveness) dari petugas kesehatan dengan nilai koefisien B yaitu 3,691 bernilai positif, maka semakin kurang cepat tanggap (responsiveness) dari petugas kesehatan semakin kurang pasien yang melakukan kunjungan ke Puskesmas dengan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Tepa. Kesimpulan penelitian ini yaitu Tangible (Wujud), Reliability (Kehandalan), Responsiveness (Cepat Tanggap), Assurance (Kepastian) dan Emphaty (Empati) memiliki hubungan yang signifikan dan positif terhadap kunjungan pasien di Puskesmas Tepa. Kata Kunci: Wujud (Tangible); Kehandalan (Reliability); Cepat Tanggap (Responsiveness); (Assurance) Kepastian; Empati (Emphaty); Layanan Kesehatan Gigi dan Mulut Puskesmas Tepa Abstract Healthcare quality is an ongoing process that monitors service delivery and outcomes to assess the various patient visit frequency factors that influence healthcare services.. In this way, problems can be identified and their sources addressed, leading to better health and well-being for those who use health services.The purpose of this study was to analyze the relationship between the quality of dental and oral health services and patient visits to the Dental and Oral Polyclinic at the Tepa Health Center through the variables Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance and Empathy. Using a quantitative, cross-sectional approach.This research was conducted in the period of January-March 2025 which took place at the Tepa Health Center, West Babar Island District, Southwest Maluku Regency. The research sample was 76 respondents. The technique used is purposive sampling. Survey data were analyzed using the chi-square test and logistic regression. The results of this study indicate that Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance and Empathy have a significant and positive relationship with patient visits at the Tepa Health Center. The most influential variable on patient visits to the Tepa Health Center is the Responsiveness variable with a significant value of 0.015 (p value <0.05) OR = 0.025 (95% CI = 0.001 - 0.487) meaning that respondents who feel responsiveness from health services have a 0.025 times greater chance of being dissatisfied with respondents who state that the responsiveness of health workers is less than the responsiveness with a coefficient value of B, namely 3.691, which is positive, so the less responsiveness from health workers, the fewer patients will visit the Health Center with dental and oral health services at the Tepa Health Center. The conclusion of this study is that Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance and Empathy have a significant and positive relationship with patient visits at the Tepa Health Center. Keywords: Tangible; Reliability; Responsiveness; Assurance; Empathy; Tepa Community Health Center's dental and oral health services
Hubungan Status Pekerjaan, Pendapatan dan Kepatuhan Tablet Tambah Darah dengan Riwayat Ibu Hamil Anemia Salsabila, Isma; Andriani, Eka; Elvandari3, Milliyantri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47935

Abstract

Anemia is a global problem experienced by all countries, especially developing countries. According to Basic Health Research data in 2018, the incidence of anemia among pregnant women in 2018 was 48.9%, while in 2013 it was 37.1%, resulting in an increase of 11.8%. Researchers are interested in conducting research related to "The Relationship between Employment Status, Income, and Adherence to Blood Additive Tablets with the History of Anemic Pregnant Women" to find out the historical factors of anemic pregnant women. This type of research is quantitative with correlative analytic research using a cross sectional design. The population used was pregnant women in Mulyasari Village, Ciampel District. The sample in this study was 30 pregnant women with total sampling. The data collection technique used a questionnaire sheet for primary data collection and secondary data through the MCH book. The analysis test used chi square statistical test. The results showed there was no relationship between the mother's work status and the history of anemic pregnant women (p=0.850). Tidak ada hubungan pendapatan keluarga dengan riwayat ibu hamil anemia (p=0,506). Ada hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) dengan riwayat ibu hamil anemia (p=0,000). . Sebagian besar responden berada dalam usia 20-35 tahuan dengan status pekerjaan ibu rumah tangga, Sebagian besar responden sudah dalam trimester III. Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara status pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga dengan riwayat ibu hamil anemia. Terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) dengan riwayat ibu hamil anemia.
Pengaruh Senam Chair Exercise Terhadap Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii di Rumah Sakit Advent Medan Panjaitan, Jismer; Bangun, Herianto; Saragih, Hartaulina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47945

Abstract

Abstrak Diabetes melitus tipe II (DM Tipe II) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin dan resistensi insulin. Salah satu metode non-farmakologis untuk mengendalikan kadar glukosa darah adalah melalui aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam chair exercise terhadap kadar gula darah pada pasien DM Tipe II. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test. Sampel berjumlah 22 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan kadar gula darah sesudah intervensi (p = 0,001). Senam chair exercise dapat menjadi intervensi alternatif untuk membantu menurunkan kadar gula darah pasien DM Tipe II. Kata kunci: diabetes melitus tipe II, kadar gula darah, senam chair exercise Abstract Type II diabetes mellitus (Type II DM) is a chronic metabolic disease characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion and insulin resistance. One of the non-pharmacological methods to control blood glucose levels is through physical activity. This study aims to analyze the effect of chair exercise on blood sugar levels in Type II DM patients. This study used a quasi-experimental design with a one group pre-post test approach. The sample consisted of 22 respondents selected by purposive sampling. Data were analyzed using a paired t-test. The results showed a significant decrease in blood sugar levels after the intervention (p = 0.001). Chair exercise can be an alternative intervention to help lower blood sugar levels in Type II DM patients. Keywords: type II diabetes mellitus, blood sugar levels, chair exercise
Faktor Risiko dengan Endometriosis pada Ibu Postpartum di RSUD Dr Moewardi Suarakarta Aprilliyanti, Putri; Rahayuningsih, Faizah Betty
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47962

Abstract

The continuous growth of endometrial tissue can cause pain, irritation, and infertility. Perimenstrual symptoms with or without abnormal bleeding, infertility, chronic fatigue. This disease occurs in 6–10% of women in their fertile period, but the exact incidence is unknown because this disease must be diagnosed through laparoscopy, so there can be a delay in diagnosis for years. This study aims to determine the risk factors for endometriosis in postpartum mothers at Dr. Moewardi Surakarta Regional General Hospital and analyze the relationship between risk factors and the incidence of endometriosis at Dr. Moewardi Surakarta Regional General Hospital. The type of research used is a quantitative study with a case-control design, which is an observational analytical study conducted by comparing the case group and the control group based on their exposure status. The sample in this study were postpartum mothers with endometriosis recorded in the medical records at Dr. Moewardi Surakarta Regional General Hospital. Moewardi Surakarta from January 2022 to June 2025 with a total of 200 postpartum mothers, including 100 postpartum mothers with endometriosis and 100 postpartum mothers without endometriosis. From the results of the bivariate analysis, a P value of 0.000 <0.05 was obtained, there was a relationship between age and endometriosis, a P value of 0.004 <0.05 was obtained, there was a relationship between preeclampsia and endometriosis, a P value of 0.000 <0.05 was obtained, there was a relationship between placenta previa and endometriosis, a P value of 0.154 > 0.05 was obtained, there was no relationship between parietas and endometriosis, a P value of 0.000 <0.05 was obtained, there was a relationship between dysmesnor and endometriosis, a P value of 0.001 <0.05 was obtained, there was a relationship between menstrual cycles and endometriosis. It is hoped that this research can be a reference for future researchers using different methods.