cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Theoritical model of Responsiveness in Nursing Care: A Review Karuaniawathy, Sari Dewi; Asmaningrum, Nurfika; Rahmawati, Iis
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49125

Abstract

Background : In nursing, responsiveness is a key component for improving service quality, patient satisfaction, and equity across healthcare systems. The purpose of this systematic review was to identify and analyze theoretical models and frameworks important to nursing. Methods: Literature was retrieved from major databases (Scopus, PubMed, ScienceDirect, and Scholar) through June 2024. This study highlights the importance of models or frameworks for addressing health or safety issues, whether based on theory, intervention, or model evaluation. Data were analyzed thematically to identify key dimensions and components of responsive models. Results: Each article identified highlighted diverse settings and populations. Thematic analysis revealed that multifaceted responsive models comprised sector-specific collaboration, equity, dignity, autonomy, effective communication, business practices, and patient-centered care. There was a positive relationship between the implementation of these models and patient outcomes and satisfaction, as well as improvements in service quality and performance. Key factors were the organizational environment, cultural adaptation, and student reluctance. Conclusion: Responsive nursing theory can be used to develop nursing practices and procedures that are more flexible, responsive, and sensitive to patient needs across healthcare systems.
Pengaruh Hygiene dan Individu Terhadap Motivasi dan Dampaknya Pada Kinerja Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Ragab Begawe Caram Wibowo, Angga Wahyu Tri; Samino, Samino; Zuana, Eli; Riyanti, Riyanti; F, Christin Angelina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49194

Abstract

Rendahnya pencapaian indikator kinerja rumah sakit, terutama dalam hal waktu tunggu pelayanan dan kepatuhan prosedural, yang mengindikasikan adanya permasalahan pada aspek motivasi dan lingkungan kerja tenaga medis yakni dokter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hygiene dan individu terhadap motivasi serta dampaknya pada kinerja dokter di Rumah Sakit. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 orang dengan teknik total sampling dengan Instrumen lembar kuesioner dengan skala Likert untuk mengukur variabel hygiene, individu, dan motivasi, serta data sekunder berupa hasil penilaian kinerja (OPPE). Analisis data dilakukan dengan uji jalur (path analysis). Hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh signifikan hygiene dan individu terhadap motivasi kerja dokter. Motivasi juga berpengaruh positif terhadap kinerja, dan berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara hygiene dan individu terhadap kinerja. Faktor yang paling dominan memengaruhi kinerja dokter adalah motivasi. Peningkatan faktor-faktor motivasi internal dan eksternal perlu menjadi fokus dalam strategi manajemen SDM rumah sakit guna meningkatkan kualitas layanan medis secara menyeluruh.
Pengaruh Strategi Konseling Berimbang Terhadap Pemilihan Kontrasepsi Modern di Kota Padang Oktova, Rafika; Fitria, Henni; Yulizawati, Yulizawati; Handayani, Resty Sri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49228

Abstract

One of the additional family planning counseling methods in Indonesia that has been adapted since August 2016 until now to improve postpartum family planning counseling services is the balanced counseling strategy (BCS). The purpose of this study was to determine the effect of BCS on the behavior of using modern contraception. This quantitative research type was quasi-experimental with a non-randomized pretest-posttest with a control group design. Data collection was conducted from August to November 2023. The study sample was 20 postpartum women in each intervention and control group. The sampling technique was quota sampling. The research instrument was a structured questionnaire to measure the knowledge, attitudes, and decisions before and after the intervention. Data analysis used the Wilcoxon test (p<0.05). The intervention group had an average increase in knowledge, attitudes, and decisions in choosing family planning: 1.15, 0.90, 0.65. Control group, the average increase in knowledge, attitudes, and decisions in choosing family planning was 1.10, 0.85, and 0.55. The results of the Wilcoxon test (p=0.001). N-gain score for knowledge (0.785), attitude (0.818), and decisions (0.650). Counseling has a positive impact on knowledge, attitudes, and decisions regarding modern contraception selection, making the BCS method highly effective for postpartum family planning counseling.
Hubungan Riwayat Kekurangan Energi Kronis Saat Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita Desa Alai Wilayah Kerja Puskesmas Lembak Puspita, Seftyana; Faulina , Riza
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49251

Abstract

Masalah kurang nafsu makan pada balita merupakan tantangan umum yang dapat berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan status gizi anak. Salah satu pendekatan alami yang dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan adalah penggunaan bahan herbal seperti temulawak (Curcuma xanthorrhiza) yang mengandung kurkumin, serta madu yang kaya akan nutrisi dan energi. Kombinasi keduanya diyakini mampu merangsang sistem pencernaan dan meningkatkan selera makan secara alami. Untuk Mengetahui Hubungan Riwayat Kekurangan Energi Kronis Saat Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Desa Alai Wilayah Kerja Puskesmas Lembak Tahun 2025. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan variabel dependennya adalah stunting. Besar sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dari jumlah 110 ibu yang mempunyai balita berdasarkan data sekunder dari terdata Desa Alai Wilayah Kerja Puskesmas Lembak. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square, jika tidak memenuhi syarat maka akan dilanjutkan dengan uji fisher exact tes. Pada uji chy – square ini di dapatkan hasil P value 0,157 > 0,05 maka analisanya yaitu tidak adanya hubungan riwayat kekurangan energi kronis (KEK) saat hamil dengan kejadian stunting pada balita. Hasil perhitungan OR 0,357 yang artinya KEK saat hamil berpeluang kecil 0,357 kali stunting di bandingkan dengan tidak KEK (95% CI 0,083 – 1,540). Diharapkan agar memperkuat program intervensi gizi secara terpadu dan lintas sektor, termasuk mengoptimalkan program posyandu, PMT Bumil KEK, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala. Intervensi tidak boleh hanya difokuskan pada masa kehamilan, tetapi harus dilanjutkan hingga masa anak usia dini
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Menyusui di Puskesmas Putih Doh Kabupaten Tanggamus Tahun 2025 Su’aida, Su’aida; Sugiantini, Titin Eka
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49263

Abstract

Produksi ASI yang lancar sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi secara optimal, terutama pada masa awal kehidupan. Namun, tidak semua ibu menyusui mengalami kelancaran dalam memproduksi ASI. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat membantu merangsang produksi ASI adalah pijat oksitosin. Teknik ini diyakini mampu meningkatkan pelepasan hormon oksitosin yang berperan dalam proses pengeluaran ASI. Tujuan penelitian diketahui pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Putih Doh Kabupaten Tanggamus tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimen (one group pre-post test). Pelaksanaan di Puskesmas Putih Doh pada 11- 28 Juli 2025. Populasi penelitian adalah ibu menyusui, jumlah sampel 30 dengan teknik purposive sampling. Instrumen berupa lembar cheklist sebelum dan sesudah edukasi. Data primer dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dari 30 responden, rata-rata kelancaran produksi ASI sebelum pijat oksitosin adalah 3,00 kali (cukup), dan setelah pijat meningkat menjadi 9,13 kali per hari (baik). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000 (< 0,05), sehingga H0 ditolak. Artinya, terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Putih Doh, Kabupaten Tanggamus tahun 2025
Efektivitas Backward Walking Programme Terhadap Kontrol Postural Pada Lansia di Daerah 3T (Tertinggal. Terdepan, Dan Terluar) Sri Ariyanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49275

Abstract

Intervensi Backward Walking Programme (BWP) penting diterapkan karena mudah dilakukan, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh lansia. Latihan BWP meningkatkan cadangan temporal dan aktivitas otot, yang berperan dalam memperbaiki kemampuan sensorik serta keseimbangan tubuh baik dalam posisi statis maupun dinamis, sehingga kontrol postural dan keseimbangan dinamis pada lansia dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas BWP terhadap kontrol postural lansia di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test pada satu kelompok, tanpa kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Emparu dengan 30 lansia yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu lansia di atas 60 tahun tanpa gangguan neurologis, kardiovaskular, atau kognitif. Intervensi dilakukan sebanyak tiga kali seminggu selama empat minggu, dengan pengukuran kontrol postural menggunakan Berg Balance Scale (BBS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BWP yang dilakukan selama empat minggu efektif meningkatkan kontrol postural pada lansia (p = 0,000 < 0,05). Berdasarkan hasil ini, BWP direkomendasikan sebagai intervensi untuk meningkatkan keseimbangan tubuh lansia, khususnya di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.
Pengaruh Teknik Relaksasi Nostril Breathing Terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Febiola, Sinta; Purwanti, Okti Sri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49312

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan global yang meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular serta menurunkan kualitas hidup. Penerapan terapi nonfarmakologis, seperti teknik relaksasi nostril breathing (ANB), menjadi alternatif yang semakin diakui untuk membantu pengendalian tekanan darah. Tujuan : Studi ini bertujuan mereview efektivitas ANB dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi berdasarkan kajian literatur nasional dan internasional. Metode : Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis terhadap artikel penelitian yang membahas efek nostril breathing pada tekanan darah pasien hipertensi, baik dengan desain pre-eksperimental, quasi eksperimen, maupun randomized controlled trial (RCT). Hasil : Hasil review dari 10 literature menunjukkan nostril breathing secara konsisten menghasilkan penurunan tekanan darah sistolik 7–39 mmHg dan diastolik 4–15 mmHg pada berbagai tingkat hipertensi. Nostril breathing juga berkontribusi terhadap penurunan kecemasan dan memperbaiki kualitas hidup. Mekanisme utama melibatkan peningkatan tonus parasimpatis, stimulasi baroreseptor, dan pengurangan stres, sehingga menghasilkan efek antihipertensi yang konsisten. Kesimpulan : nostril breathing adalah intervensi pelengkap efektif, aman, dan mudah diadopsi pada pasien hipertensi, sehingga dapat menjadi intervensi dalam program pengelolaan hipertensi di pelayanan kesehatan dan komunitas.
Perencanaan Kehamilan Merupakan Faktor Dominan Yang Memengaruhi Kejadian Depresi Postpartum Pada Populasi Ibu Postpartum di Wilayah Bandung Timur Kurnasih, Siti; Afiyanti, Yati; Hidayat, Monna Maharani; Baihaqi, Windy Natasya Al; Murtiningsih, Murtiningsih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49323

Abstract

Depresi postpartum merupakan gangguan kesehatan mental yang umum terjadi setelah persalinan dan berdampak signifikan pada kesejahteraan ibu, bayi, dan keluarga secara keseluruhan. Salah satu aspek yang diyakini berkontribusi terhadap kejadian depresi postpartum adalah perencanaan kehamilan, di samping dukungan suami dan karakteristik ibu lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dukungan suami dan kejadian depresi postpartum serta karakteristik yang memengaruhi pada ibu postpartum di wilayah Bandung Timur. Desain penelitian yang digunakan yaitu desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 103 subjek direkrut secara cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dukungan suami, perencanaan kehamilan dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa perencanaan kehamilan merupakan faktor dominan yang berpengaruh signifikan terhadap depresi postpartum (p = 0,001), di mana ibu yang tidak merencanakan kehamilan memiliki risiko 7,902 kali lebih besar mengalami depresi postpartum setelah dikontrol variabel dukungan suami dan jenis dukungan. Dukungan suami secara umum maupun jenis dukungan (emosional, instrumental, informatif) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan depresi postpartum (p > 0,05). Variabel usia ibu dan jenis persalinan bertindak sebagai confounder, namun tidak berpengaruh signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa perencanaan kehamilan merupakan faktor utama yang berperan dalam kejadian depresi postpartum pada ibu postpartum di wilayah Bandung Timur.
Pengaruh Aspek Manajemen Program Penanggulangan Tuberkulosis Paru, Pengetahuan Masyarakat, dan Aksesibilitas Masyarakat terhadap Capaian Penemuan Kasus Penderita Tuberkulois Paru Prasetia, Ageng; Kosasih, Kosasih; Rulia, Rulia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49324

Abstract

Pulmonary tuberculosis remains a major public health challenge in Indonesia, with suboptimal case detection rates. This study aims to analyze the influence of program management aspects, community knowledge, and community accessibility on the achievement of pulmonary tuberculosis case detection at community health centers (Puskesmas) in Sukabumi Regency. This research employed a quantitative approach using a census method, involving 58 respondents responsible for tuberculosis programs. Data were collected through interviews, questionnaires, and document analysis, and were subsequently analyzed using multiple linear regression. The findings indicate that all three independent variables program management aspects, community knowledge, and community accessibility have a positive and statistically significant influence, both simultaneously and partially, on the achievement of pulmonary tuberculosis case detection (p < 0.05). The coefficient of determination (R²) of 87.4% demonstrates that the combination of these variables explains a substantial portion of the variance in case detection achievement. These results suggest that improvements in program management, community education, and access to health services are critical to enhancing early detection of tuberculosis at the primary healthcare level.
Pengaruh Teknologi Rekam Medis Manual Dan Rekam Medis Elektronik Terhadap Kepuasan Pasien Melalui Kecepatan Waktu Pelayanan Di Poliklinik Neurologi RSUD Pulang Pisau Pisau (Kalimatan Tengah) Tahun 2025 Oktaviana Niken Prawitasari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49333

Abstract

This study aims to analyze the influence of manual and electronic medical record technologies on patient satisfaction through service time efficiency at the Neurology Polyclinic of RSUD Pulang Pisau, Central Kalimantan. The background of this research stems from the issue of patient waiting times exceeding service standards, alongside the transition from manual to electronic systems that began in March 2023. This research employs a quantitative approach using descriptive and verification methods. The sample consists of 72 respondents selected through simple random sampling. Data were collected via questionnaires and analyzed using path analysis. The results indicate that electronic medical records significantly improve service speed and enhance patient satisfaction. Service time efficiency also serves as a mediating variable between medical record systems and patient satisfaction. These findings highlight the importance of digital transformation in healthcare services to improve efficiency and service quality, particularly in remote areas.