cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Penerapan Terapi Murotal sebagai Intervensi Nonfarmakologis untuk Meningkatkan Kualitas Tidur pada Pasien Lansia dengan Abdominal Pain Ilham Razaq Bagus Syahputra; Ollyvia Freeska Dwi Marta
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.48132

Abstract

Nyeri abdomen merupakan salah satu keluhan yang dapat menyebabkan gangguan tidur, terutama pada pasien lansia. Gangguan tidur yang tidak ditangani dapat menghambat proses penyembuhan dan memperburuk kondisi klinis pasien. Pendekatan nonfarmakologis seperti terapi murotal menjadi alternatif yang aman dan efektif untuk membantu mengatasi gangguan tidur yang dipicu oleh nyeri dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi murotal terhadap kualitas tidur pasien dengan nyeri abdomen. Penelitian menggunakan desain laporan kasus dengan pendekatan proses keperawatan terhadap Ny. S, usia 61 tahun, yang mengalami gangguan tidur akibat nyeri perut dan kecemasan karena dirawat selama bulan Ramadan. Intervensi terapi murotal menggunakan surat Ar-Rahman dengan durasi 15 menit diberikan setiap malam sebelum tidur selama 3 hari sebagai bagian dari dukungan tidur holistik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kualitas tidur, penurunan frekuensi terbangun malam hari, peningkatan rasa tenang pada pasien, dengan skor PSQI awal sebesar 11 yang kemudian menurun menjadi 6 setelah intervensi. Terapi murotal efektif mengurangi gangguan tidur pada pasien dengan nyeri abdomen, terutama melalui mekanisme relaksasi dan pendekatan spiritual. Temuan ini mendukung integrasi terapi murotal dalam praktik keperawatan sebagai intervensi nonfarmakologis yang dapat meningkatkan kualitas istirahat pasien di rumah sakit.
Analisis Hubungan PTSD dengan Resiliensi dan Efikasi Diri Warga Pascabanjir Riko Sandra Putra; Mustikasari Mustikasari; Rahmi Imelisa
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49144

Abstract

Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) merupakan reaksi terhadap trauma ekstrem terutama pada daerah yang rentan terhadap bencana alam. Resiliensi dan efikasi diri yang baik sangat diperlukan bagi individu yang mengalami trauma pascabencana untuk membantu mereka beradaptasi dan pulih dari dampak psikologis yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tanda gejala PTSD dengan resiliensi dan efikasi diri pada warga pascabanjir di Perumahan Sriwijaya Provinsi Sumatera Selatan tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah warga pascabanjir di Perumahan Sriwijaya Provinsi Sumatera Selatan yang mengalami banjir sebanyak 216 orang dengan teknik purposive sampling dengan kriteria warga yang mengalami banjir, dalam keadaan sadar dan mampu membaca dan menulis. Instrumen penelitian PTSD Checklist for Diagnostic and Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (PCL-5), resiliensi menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dan efikasi diri menggunakan General Self Efficacy Scale (GSES). Analisis bivariat Chi square dan analisis multivariat Regresi logistic berganda. Hasil penelitian terdapat hubungan tanda dan gejala PTSD dengan Resiliensi (p value 0,001) dan Efikasi (p value 0,003). Faktor yang paling berpengaruh terhadap resiliensi adalah tanda gejala PTSD dan pekerjaan. Sedangkan faktor yang paling berpengaruh terhadap efikasi diri adalah tanda gejala PTSD dan Pendidikan. Rekomendasi perlu adanya kerjasama dengan Dinas Kesehatan OKU serta pemerintah setempat membuat serta memastikan akses yang luas bagi masyarakat terdampak untuk mengatasi masalah psikologis pascabencana banjir di Perumahan Sriwijaya Provinsi Sumatera Selatan.
Hubungan Pengetahuan Tentang Bullying dengan Perkembangan Sosial-Emosi Anak di Sd Muhammadiyah Bangkinang Nia Aprilla; Elvira Harmia; Alini Alini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.49265

Abstract

Bullying terjadi karena adanya perbedaan antara anak satu dengan anak yang lainnya. Efek bullying dapat mempengaruhi psikologis anak, fisik dan dapat mempengaruhi akademik anak tersebut. Bullying bisa terjadi di lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar anak berada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang bullying dengan perkembangan sosial-emosi anak di SD Muhammadiyah Bangkinang. Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik, dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa dan siswi di SD Muhammadiyah Bangkinang yang berjumlah 623 orang dengan sampel sebanyak 86 orang dengan teknik pengambilan sampel statifief random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa kuesioner. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dengan perkembangan emosi sosial terhadap bullying pada siswa SD Muhammadiyah Bangkinang dengan p value 0,002. Diharapkan kepada pihak sekolah dapat memberikan program antisipasi agar tidak terjadi bullying di sekolah, guru lebih mengawasi dan lebih menjelaskan tentang bullying dan efek bullying kepada anak.
Efektifitas Terapi Zink Dibandingkan Dengan Terapi Standard Dalam Penanganan Diare Pada Anak Di Puskesmas Jatisampurna Tahun 2025 Tuti Rosmiyati; Achmad Fauzi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49944

Abstract

Diare menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup anak. WHO mengestimasikan bahwa insiden tahunan diare pada anak-anak mendekati 1,7 miliar kasus secara global. Tidak tercapainya target tersebut disebabkan karema masih belum optimalnya pemberian oralit dan zink sesuai pedoman tata laksana diare oleh tenaga kesehatan di puskesmas. Untuk mengetahui Efektifitas terapi zink dibandingkan dengan terapi standard dalam penanganan diare pada anak di Puskesmas Jatisampurna tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian adalah balita dengan diare sebanyak 30 responden dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Gambaran rata-rata frekuensi diare anak sebelum diberikan terapi standar adalah sebesar 5,20 kali per hari. Setelah diberikan terapi standar menurun menjadi 2,80 kali per hari. Pada anak yang sebelum diberikan terapi zink rata-rata frekuensi diare adalah sebesar 6,67 kali per hari dan setelah diberikan zink menurun menjadi 2,33 kali per hari. Hasil analisis bivariat menunjukkan Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengaruh terapi standar dan terapi zink dalam penanganan diare pada balita. Didapatkan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05). terdapat pengaruh zink dalam menurunkan kejadian diare pada balita dengan diare. Dengan demikian, para ibu yang memiliki balita didorong untuk aktif mencari informasi mengenai diare dan pencegahannya, tidak hanya dari tenaga kesehatan tetapi juga dari berbagai media. Dengan demikian, diharapkan ibu dapat berpartisipasi aktif dalam pemberian zinc sebagai salah satu upaya pencegahan diare
Medical Waste Management Innovation Based on Thermal and Chemical Degradation of Polymers Ilyu 'Ainun Najie'; Muhammad Dary Adhidrawa Margolang; Muhammad Diaz Supandi; Keysa Najmi Tsaqib; Niken Sylvia Puspitasari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50135

Abstract

The massive growth of healthcare services, particularly post-COVID-19, has significantly increased volumes of hazardous polymer-based and infectious medical waste. Conventional methods like open incineration pose environmental and health risks due to toxic emissions and incomplete sterilization, highlighting an urgent need for safer, efficient, and sustainable management innovations. This study analyzes the effectiveness of thermal (pyrolysis, gasification) and chemical (depolymerization, Advanced Oxidation Processes/AOPs) degradation technologies through qualitative library research. Data from credible sources (indexed journals, WHO/UNEP reports, government policies; 2018–2025) were descriptively-critically and comparatively analyzed. Results demonstrate that controlled thermal degradation reduces waste volume by 90%, neutralizes pathogens at 400–800°C, and converts waste into valuable products (syngas, bio-oil), while chemical approaches (catalysts, AOPs) decompose polymers at the molecular level and neutralize heavy metals/organic contaminants without dioxin emissions. Integrating both technologies via capacity-based regional clustering and blended finance schemes proved technically-economically feasible. Contributions include: (1) Policy recommendations for the Ministry of Health/Environment to standardize green technologies; (2) Technology-as-a-Service business models for healthcare facilities; (3) Collaborative implementation frameworks (government-private-academia) supporting SDGs and Indonesia’s 2045 Golden Vision through pollution prevention, circular economy, and improved public health outcomes
Aplikasi Telenursing Menurunkan Readmisi dan Meningkatkan Self-Care Behavior Pasien Gagal Jantung Aisiyah Lubis; Herman Sahrial
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50444

Abstract

Gagal jantung merupakan penyakit yang membutuhkan rejimen pengobatan yang kompleks. Pasien dengan manajemen diri yang baik memiliki perilaku perawatan diri yang baik, menurunkan readmisi sehingga mengurangi biaya rumah sakit dan menurunkan angka kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  telenursing perawatan diri pada readmisi dan self-care behavior pasien gagal jantung. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan sampel berjumlah 51 responden di setiap kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengukur self-care behavior adalah The European Heart Failure Self-care Behavior scale (EHFScB). Hasil penelitian ini menunjukkan untuk readmisi terdapat hubungan bermakna dengan nilai p-value=0.004 sedangkan untuk self-care behavior menunjukkan hubungan yang bermakna dengan p-value=0.000. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan telenursing gagal jantung sangat berpengaruh dalam  menurunkan readmisi dan meningkatkan perawatan diri pasien gagal jantung. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk melihat lebih dalam pengaruh telenursing gagal jantung terhadap readmisi dan self-care behavior
Efektivitas Ankle Pumping Exercise dan Buerger Allen Exercise Terhadap Sirkulasi dan Sensitivitas Kaki Abdilah Septiana Putri Putri; Tria Astika, E; Fitrian Rayasari; Dhea Natashia; Dedeh Komalawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50905

Abstract

Latar Belakang: Sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes mellitus tipe 2 merupakan dua aspek kritis yang sering mengalami gangguan akibat komplikasi penyakit ini. Hiperglikemia kronis memicu aterosklerosis dan penebalan dinding pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke ekstremitas bawah serta dapat menyebabkan akumulasi sorbitol dan fruktosa dalam sel saraf yang dapat menimbulkan stres osmotik yang merusak mitokondria dan fungsi saraf. Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas Ankle Pumping Exercise dan Burger Allen Exercise terhadap sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes mellitus tipe 2. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy-experimental The Two-Group Pretest-Posttest. Sampel: Total sampel 26 orang (13 Ankle Pumping Exercise dan 13 Burger Allen Exercise). Hasil penelitian: Responden dalam penelitian memiliki proporsi usia paling banyak lansia awal (46-55 tahun) dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan. Hasil uji t menunjukkan terdapat pengaruh nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan sensitivitas kaki pada kelompok Ankle Pumping Exercise dan Buerger Allen Exercise dengan nilai p-value 0,018 dan 0,009. Kesimpulan: Kedua latihan berpegaruh terhadap sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes melitus tipe 2. Namun peneliti menyimpulkan bahwa Buerger Allen Exercise lebih efektif dalam meningkatkan sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes mellitus tipe 2. Saran: Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan yang dapat dilakukan oleh penyandang diabetes mellitus tipe 2 dalam memperlancar sirkulasi kaki dan mencegah terjadinya ulkus diabetik.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Menjalankan Diet Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Pajang Surakarta Rizki Nana Kusumaningrum; Abi Muhlisin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50962

Abstract

Hipertensi ialah keadaan kesehatan yang digejalai dengan tekanan darah tinggi pada dinding arteri, yang bila tidak mendapat penanganan yang baik, bisa mengakibatkan beragam komplikasi yang kronis. Di antara berbagai strategi untuk mengelola hipertensi, penerapan pola makan yang tepat merupakan salah satu pendekatan utama. Namun, banyak pasien mengabaikan aspek ini, sehingga peranan dukungan keluarga menjadi krusial dalam memberikan motivasi dan pemantauan. Penelitian ini ditujukan guna menyelidiki hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan menjalankan diet pada pasien hipertensi di Puskesmas Pajang, Surakarta. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 57 peserta, dan memanfaatkan kuesioner untuk menilai tingkat dukungan keluarga dan kepatuhan terhadap diet hipertensi. Temuan penelitian mengindikasikan, mayoritas responden menerima dukungan keluarga yang baik, yaitu 29 orang (50,9%), dan menunjukkan tingkat kepatuhan diet yang patuh pada 46 orang (80,7%). Analisis uji Chi-Square menghasilkan skor p senilai 0,000 (p < 0,05), mengindikasikan terdapatnya hubungan yang signifikan secara statistik antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet pada pasien hipertensi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Menjalankan Diet Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Pajang Adinda Isna Yanuarinta; Abi Muhlisin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50969

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit metabolisme kronis yang ditandai oleh tingginya kadar gula darah dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, serta protein akibat masalah fungsi insulin. Asupan makanan memiliki hubungan sangat erat dengan diabetes melitus. diabetes ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah dengan hasil ≥ 200 mg/dl. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Pajang. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 51 responden penderita diabetes melitus di Puskesmas Pajang, peneliti menggukan tekhnik sampling Simple Random Sampling dalam pengambilan data dengan menggunkan kuesioner. Pengolahan data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus di puskesmas pajanh dengan p-value=0,001. Dengan diadakan penelitian ini dapat menjadi panduan perawat, pasien dan rumah sakit serta dapat meningkatkan mutu pelayanan pada pasien. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan Diet, Diabetes Melitus
Kesenjangan Integrasi Pelaporan dan Pencatatan Kasus Tbc di Fasiltas Kesehatan Indonesia Ana Shodaqotul Fauziyah; MG Catur Yuantari; Nurjanah Nurjanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51136

Abstract

Pelaporan kasus Tuberkulosis (TBC) merupakan komponen penting dalam upaya eliminasi TBC, namun implementasinya di fasilitas kesehatan masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan integrasi sistem pelaporan TBC dan kepatuhan pelaporan melalui literature review. Kajian dilakukan terhadap tujuh artikel terbitan 2020–2024 yang membahas pencatatan dan pelaporan TBC di Indonesia, dengan fokus pada kendala, pelatihan, beban kerja ganda, serta rekomendasi perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pelatihan, beban tugas ganda, serta penerapan standar operasional prosedur yang belum merata. Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) juga masih menghadapi masalah teknis berupa error jaringan, data ganda, dan integrasi yang belum optimal. Selain itu, keterbatasan kebijakan dan pendanaan turut memengaruhi kualitas data dan kepatuhan pelaporan. Kesenjangan integrasi pelaporan TBC masih menjadi tantangan besar, sehingga diperlukan strategi perbaikan melalui penguatan kapasitas SDM, pelatihan berkelanjutan, stabilisasi sistem informasi, serta dukungan regulasi dan koordinasi lintas sektor.