cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Studi Literatur Representasi Risiko Infeksi Kulit dalam Diskursus Media Sosial tentang Thrifting di kalangan Gen Z Shiba, Aisha Arifah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52355

Abstract

The growing popularity of thrifting among Generation Z has transformed this practice into a prominent form of digital consumption, yet it has simultaneously generated extensive discourse regarding the risk of skin infections associated with second-hand clothing. This study aims to identify and analyze how skin infection risks are represented in scientific literature and constructed within social media environments. A Systematic Literature Review (SLR) guided by PRISMA was conducted by examining studies published between 2016 and 2025 across multiple academic databases. From an initial pool of 326 records, 19 articles met the inclusion criteria and were analyzed thematically. The findings reveal that biological risks such as bacterial, fungal, and parasitic contamination are consistently reported in microbiological studies on second-hand clothing. Meanwhile, risk perceptions on social media are shaped through visual narratives, user experiences, and algorithmic amplification, resulting in multilayered and emotional representations that do not always align with empirical evidence. The discussion emphasizes that the interplay between scientific findings and digital discourses produces a complex construction of risk within thrifting practices. In conclusion, the representation of skin infection risks in thrifting is a multidimensional construct influenced by scientific data, social perceptions, and digital communication patterns among Generation Z.
Pengaruh Budaya Organisasi, Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Bkpsdm Kabupaten Belitung Oktrissyanti, Syarah; Kosasih, Kosasih; Yuliaty, Farida; Kadarisman, Sumeidi; Paramarta, Vip
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52356

Abstract

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Belitung berperan dalam mengelola dan meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berintegritas. Meskipun memiliki peran strategis, lembaga ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesenjangan kinerja antar pegawai, rendahnya tingkat inovasi, serta perbedaan motivasi kerja yang cukup mencolok. Kinerja ASN dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, yaitu budaya organisasi, kedisiplinan dalam kerja, dan motivasi, di mana motivasi berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat budaya organisasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aktual budaya organisasi, kedisiplinan, motivasi, serta kinerja pegawai di lingkungan BKPSDM Kabupaten Belitung, serta menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel tersebut. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan pemberian kuesioner kepada responden yang telah ditentukan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antarvariabel secara empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum budaya organisasi, kedisiplinan, motivasi, dan kinerja pegawai berada dalam kategori baik, meskipun masih diperlukan peningkatan pada aspek motivasi berprestasi dan konsistensi disiplin kerja. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dan kinerja pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebaliknya, disiplin kerja tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap motivasi maupun kinerja pegawai. Sementara itu, motivasi kerja terbukti menjadi faktor yang berperan besar dalam kinerja pegawai secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Factors Influencing Utilization of Chronic Disease Management Programs among Adults with Diabetes in Primary Care: A Scoping Review Shofiyana, Shofiyana; Jati, Sutopo Patria; Agushybana, Farid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52376

Abstract

Chronic disease management programs (CDMPs) in primary health care aim to improve outcomes and reduce avoidable utilization for people with type 2 diabetes, yet enrollment, engagement, and sustained use vary widely across settings. Objective: To map factors influencing utilization of CDMPs among adults with diabetes in primary care and identify leverage points to improve uptake and sustained participation. Methods: We conducted a scoping review of 12 original studies across diverse health systems, synthesizing patient-, program-, provider-, system-, and technology-level determinants of utilization. Results: Utilization was shaped by insura nce coverage and costs, care access and convenience, service quality, referral processes, provider capacity, health literacy, motivation, social support, and fit with clinic workflows. Evidence from Indonesia’s Prolanis linked program engagement to national insurance membership, primary care use, and glycemic monitoring, with active participation associated with fewer outpatient visits (Putra et al., 2024). Family support and perceived service quality strongly predicted active participation (Cahyaningrum et al., 2024). Technology-enabled programs such as remote patient monitoring (RPM) and telemedicine showed promise for widening access when adequately resourced and integrated, but sites reported variable delivery strategies and implementation barriers (staffing, leadership buy-in, reimbursement, and EHR workflows) (Kirkland et al., 2023). Conclusions: Multi-level, context-adapted strategies are needed to optimize CDMP utilization, including streamlined EHR-enabled referrals, aligned incentives, family-engaged care, provider training, and flexible digital options that fit clinic workflows and patient preferences.
The Effect of a Culture-Based mHealth Application “Bersama Peduli” on Pain, Sleep, and Fatigue Among Cancer Patients Supriyanto, Joko; Chayati, Nur
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52570

Abstract

Cancer patients commonly experience complex clusters of psychological and physiological symptoms, particularly pain, sleep disturbances, and fatigue. These symptoms require comprehensive and continuous management. This study introduced an innovative, non-pharmacological approach using a culture-based mobile health (mHealth) application Bersama Peduli to support primary symptom management. The study aimed to evaluate the effect of the Bersama Peduli mHealth application on pain, sleep quality, and fatigue among cancer patients. A quasi-experimental design with a one-group pre-test–post-test approach was employed. The sample consisted of 36 patients aged 18–75 years, selected through purposive sampling. Pain intensity was assessed using the Visual Analog Scale (VAS), sleep disturbances using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and fatigue using the Functional Assessment of Chronic Illness Therapy–Fatigue (FACIT–F). Measurements were taken over a four-week intervention period. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The findings demonstrated significant improvements in pain, sleep disturbances, and fatigue, with all outcomes showing p-values of 0.001 (p < 0.05). These results indicate that the culture-based mHealth application Bersama Peduli effectively reduces pain, improves sleep quality, and decreases fatigue among cancer patients. Integration of this intervention into comprehensive cancer care strategies is strongly recommended.
Pengaruh Foot Reflexology Terhadap Kecemasan Pada Pasien Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan Tahun 2025 Ndruru, Siska; Dhuka, Karolina; Salsabilla, Shayla Octaviana; Silaban, Cindy Faulina; Sigalingging, Ramanisah Sahputri; Anggeria, Elis
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52824

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan produksi maupun pemanfaatan insulin. Penderita diabetes melitus kerap mengalami kecemasan akibat penyakit kronis, komplikasi, dan terapi jangka panjang. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengatasinya adalah foot reflexology, yaitu pijatan pada titik refleksi telapak kaki yang terhubung dengan organ tubuh. Terapi ini membantu relaksasi, memperlancar sirkulasi darah, serta mengurangi ketegangan fisik maupun psikis. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh foot reflexology terhadap kecemasan pada pasien diabetes melitus. Metode: penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pasien diabetes melitus yang dirawat di RSU Royal Prima. Sebanyak 50 responden dijadikan sampel penelitian dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank, diperoleh nilai 0,00<α0,05. Kesimpulan: Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh foot reflexology terhadap penurunan kecemasan pada pasien diabetes melitus di RSU Royal Prima.
Hubungan Self Esteem Dengan Tingkat Stress Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSU Royal Prima Medan Tahun 2025 Siregar, Defani Hadispa; Zega, Elhani Ayu Purnama; Yanti T, Rita Try; Ndruru, Nirawati; Darwinanti, Riska; Nababan, Tiarnida
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52826

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) mengacu pada penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) yang berkelanjutan dan berlangsung lebih dari tiga bulan, yang menyebabkan gangguan fungsi ginjal dalam mengelola limbah metabolik (Brunner & Suddart, 2022). Kondisi ini berkontribusi terhadap perkembangan uremia dan azotemia (Inayati, 2020). PGK berkembang secara bertahap dan ditandai dengan kerusakan jaringan ginjal yang lambat, sering disertai gejala seperti mual, muntah, nafsu makan berkurang, kelelahan, gangguan tidur, kram otot, edema pada ekstremitas bawah, dan tekanan darah tinggi. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menilai harga diri pada pasien gagal ginjal kronis di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Metode pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang digunakan. Populasi penelitian terdiri dari 130 individu yang didiagnosis gagal ginjal kronis, dengan 50 partisipan dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diberikan kepada responden, dan analisis dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis statistik menghasilkan nilai p sebesar 0,001, yang menunjukkan signifikansi pada tingkat 0,05. Kesimpulan temuan ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara harga diri dan tingkat stres pada pasien gagal ginjal kronis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi yang bermanfaat untuk penelitian lebih lanjut mengenai harga diri, stres, dan manajemen penyakit ginjal kronis.
Pengaruh Kompetensi Tenaga Medis Terhadap Kepuasan Pasien : Literature Review Sari, Aliyya Rahma; Mahawati, Eni; Isworo, Slamet
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50973

Abstract

Abstrak Kompetensi tenaga kesehatan yang holistik menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan medis yang berkualitas dan berorientasi pada pasien. Kompetensi tenaga medis sangat penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berkualitas dan meningkatkan kepuasan pasien. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dimensi-dimensi kompetensi tenaga medis dan pengaruhnya terhadap mutu layanan kesehatan dan tingkat kepuasan pasien, dengan mempertimbangkan faktor pendukung seperti kepemimpinan klinis dan lingkungan kerja. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis sembilan penelitian terdahulu dalam rentang tahun 2019 - 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi tenaga medis yang mencakup keterampilan klinis, komunikasi, dan empati terbukti meningkatkan mutu layanan dan kepuasan pasien. Kepemimpinan klinis serta lingkungan kerja yang mendukung memperkuat dampak positif tersebut. Kesimpulannya, peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien sangat dipengaruhi oleh kompetensi tenaga medis yang bersifat holistik, mencakup aspek teknis, interpersonal, dan kepemimpinan Kata Kunci: kompetensi tenaga medis, kepemimpinan, mutu pelayanan kesehatan, kepuasan pasien. Abstract Holistic healthcare worker competency is a crucial foundation for delivering quality, patient-centered medical services. Medical worker competency is crucial for ensuring quality healthcare and improving patient satisfaction. This literature review aims to comprehensively analyze the dimensions of medical worker competency and their impact on healthcare service quality and patient satisfaction, considering supporting factors such as clinical leadership and the work environment. The method used was a literature review, analyzing nine previous studies conducted between 2019 and 2025. The results of the study indicate that medical worker competency, encompassing clinical skills, communication, and empathy, has been shown to improve service quality and patient satisfaction. Clinical leadership and a supportive work environment reinforce this positive impact. In conclusion, improving healthcare service quality and patient satisfaction is strongly influenced by holistic medical worker competency, encompassing technical, interpersonal, and leadership aspects. Keywords: competence of medical personnel, leadership, quality of health services, patient satisfaction.
Uji Aktivitas Antidiabetes Secara In Vivo Ekstrak Buah Averrhoa bilimbi Tikus Jantan Diabetes Arista, Devi; Pratiwi, Margareta
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51942

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting, karena jumlah kasus dan prevalensi diabetes melitus terjadi peningkatan dihampir semua provinsi di Indonesia. Penatalaksanaan diabetes melitus tipe 2 melibatkan tindakan farmakologis maupun nonfarmakologis. Penderita diabetes memerlukan pengobatan sepanjang hidupnya, namun pengobatan farmakologi memiliki efek samping yang tidak diinginkan serta biaya yang cukup dalam penggunaan jangka panjang . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak Averrhoa bilimbi memiliki efektifitas antihiperglikemik dibandingkan dengan penggunaan obat antihiperglikemik oral pada tikus diabetes yang diinjeksi streptozotocin dan pada dosis berapa ekstrak tersebut berpengaruh paling baik dalam penurunan kadar glukosa darah. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan Randomized Post Test Only Control Grup Design. Hewan coba tikus jantan sebanyak 20 ekor dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu control (metformin), perlakuan dosis ekstrak buah belimbing wuluh dosis 0,75 gr/kgBB, 1,5 gr/kgBB dan 2,25 gr/kgBB. Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak buah belimbing wuluh memiliki potensi antidiabetes. Terdapat perbedaan yang signifikan p < 0,001 antara kelompok control dengan dosis 1,5 mg/kgBB. Ekstrak etanol 70% buah belimbing wuluh dengan dosis 1,5 gr/kgBB merupakan dosis yang paling efektif terhadap penurunan kadar glukosa darah dibandingkan dengan kelompok control (metformin).
Pengaruh Pemberian Jus Pisang Ambon (Musa Paradisiaca L.) dan Senam Yoga terhadap Penurunan Nyeri Dismenore pada Remaja Putri Siahaan, Gustien; Badriyah, Lailatul; Mulyaningsih, Fifi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51943

Abstract

Dismenore adalah nyeri menstruasi yang umum dialami oleh remaja putri dan berdampak pada kualitas hidup, konsentrasi belajar, serta kehadiran di sekolah. Penggunaan obat pereda nyeri konvensional sering kali menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi non-farmakologis berupa pemberian jus pisang Ambon dan latihan yoga dalam menurunkan nyeri dismenore. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Two Group Pretest-Posttest with Control Group, melibatkan 30 remaja putri berusia 15–18 tahun. Kelompok intervensi diberikan perlakuan berupa jus pisang Ambon 1 kali per hari dan senam yoga 3 kali per minggu selama 30 hari, sementara kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat nyeri dismenore yang signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Kandungan kalium, magnesium, dan vitamin B6 pada pisang Ambon, serta efek relaksasi dari yoga, berperan dalam meredakan nyeri. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian jus pisang Ambon (Musa paradisiaca L.) yang dikombinasikan dengan latihan yoga efektif dalam mengurangi nyeri haid pada remaja putri. Hasil ini menunjukkan potensi penggabungan intervensi gizi dan aktivitas fisik sebagai alternatif alami, aman, dan ekonomis dalam manajemen dismenore.
Hubungan Antara Regulasi Emosi dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RST II dr. Soepraoen Septa Jaya Amanda; Indari, Indari; Patria, Dion Kunto Adi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52050

Abstract

AbstrakKanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan prevalensi tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Proses kemoterapi sering menimbulkan efek samping fisik dan psikologis yang berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Regulasi emosi memiliki peran penting dalam membantu pasien mengatasi stres selama menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara regulasi emosi dan kualitas hidup pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RST II dr. Soepraoen Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional dan melibatkan 80 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner ERQ dan EORTC QLQ-C30, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki regulasi emosi dan kualitas hidup dalam kategori baik. Terdapat hubungan positif signifikan antara regulasi emosi dan kualitas hidup dengan nilai r = 0,289 dan p = 0,009 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan mengatur emosi dapat membantu individu beradaptasi terhadap stres akibat pengobatan. Oleh karena itu, intervensi psikologis yang berfokus pada penguatan strategi regulasi emosi disarankan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara.Kata Kunci: Kanker Payudara, Regulasi Emosi, Kualitas Hidup. AbstractBreast cancer is one of the most prevalent cancers worldwide, including in Indonesia. Chemotherapy often causes physical and psychological side effects that can significantly reduce patients’ quality of life. Emotional regulation plays a crucial role in helping patients cope with stress during treatment. This study aimed to analyze the relationship between emotional regulation and quality of life among breast cancer patients undergoing chemotherapy at RST II dr. Soepraoen Malang. The study employed a quantitative correlational approach with a cross-sectional design involving 80 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) and the EORTC QLQ-C30, then analyzed using the Spearman Rho correlation test. The results showed that most respondents had good emotional regulation and quality of life levels. A significant positive correlation was found between emotional regulation and quality of life (r = 0.289; p = 0.009, p < 0.05). These findings indicate that the ability to regulate emotions helps individuals adapt to treatment-related stress. Therefore, psychological interventions focusing on strengthening emotional regulation strategies are recommended to enhance the quality of life of breast cancer patientsKeywords: Breast cancer, Emotional regulation, Quality of life.