cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kemusu Amara Nisa Dei Samanta; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51167

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah kondisi kronis yang memerlukan pengelolaan pola makan yang berkelanjutan. Pemahaman pasien terkait diet sangat berpengaruh terhadap kebutuhan akan pola makan yang direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kaitan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet pada individu dengan diabetes melitus tipe 2 di area kerja puskesmas Kemusu, Boyolali. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan longitudinal retrospektif. Sebanyak 200 responden dipilih melalui metode purposive sampling. Pengumpulan informasi dilakukan dengan dua kuesioner; yang pertama adalah kuisioner pengetahuan Diabetes Knowledge Questionnaire (DBQ), dan yang kedua adalah kuisioner kepatuhan Perceived Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik hingga cukup (75%) dan kepatuhan diet dalam kategori cukup (48,5%). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan diet dengan nilai p value = 0,000 dan koefisien korelasi r = 0,771, yang menunjukkan hubungan yang kuat dan searah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat pengetahuan yang lebih baik dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2.. Edukasi terarah dan berkelanjutan perlu dioptimalkan dalam praktik keperawatan.
Hubungan Tingkat Stres Ujian Dengan Status Tekanan Darah Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Putri Adinda Cintia Bella; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51169

Abstract

Mahasiswa termasuk kedalam kelompok yang rentan mengalami stres akademik terutama saat menghadapi ujian. Stres merupakan suatu respons fisiologis maupun psikologis yang berpotensi mempengaruhi fungsi tubuh, termasuk peningkatan tekanan darah. Hal ini dapat memicu gejala seperti pusing, jantung berdebar, dan kelelahan, namun seringkali diabaikan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres saat ujian dan kondisi tekanan darah pada mahasiswa keperawatan. Desain penelitian yang diterapkan adalah analisis korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah peserta dalam studi ini adalah 207 mahasiswa keperawatan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Tingkat stres dinilai melalui kuesioner standar yang disebut Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer yang diukur sebanyak dua kali yaitu pada masa pembelajaran biasa dan pada masa ujian. Analisis data dilakukan menggunakan uji non-parametrik Spearman Rank Correlation. Temuan studi mengindikasikan adanya korelasi yang penting antara tingkat stres saat ujian dan kondisi tekanan darah pada mahasiswa keperawatan (ρ = 0,000 ; r = 0,449) untuk tekanan darah sistolik dan (ρ = 0,000 ; r = 0,423) untuk tekanan darah diastolik.
Pengaruh Edukasi Terhadap Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kemusu Dinar Nur Cholifah; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51179

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah yang sering kali disebut pembunuh diam – diam, kondisi ini umumnya tidak menunjukkan tanda – tanda tetapi dapat menyebabkan masalah yang serius. Suatu kondisi dianggap hipertensi jika tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan diastolik 90 mmHg. Tingkat kepatuhan mengonsumsi obat hipertensi di Indonesia masih relatif rendah sehingga diperlukan edukasi dapat meningkatkan kesadaran pasien. Mengetahui dampak pendidikan terhadap ketaatan pengambilan obat pada pasien hipertensi di area Puskesmas Kemusu. Metode desain penelitian yang digunakan adalah  Quasi-Eksperimental dengan rancangan non-randomized control group pretest-posttest Sampel sejumlah 120 responden (60 intervensi, 60 kontrol) diambil menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi menggunakan video berdurasi 5 menit mengenai pentingnya kepatuhan minum obat hipertensi. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan skor kepatuhan minum obat terhadap kelompok intervensi dengan nilai p=0,001 (p< 0,05) dengan koefisien  Hal ini menunjukkan edukasi memberi dampak efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien. Pendidikan kesehatan memberikan dampak yang baik terhadap ketaatan pasien hipertensi dalam mengonsumsi obat. Intervensi edukasi disarankan dilakukan secara rutin di fasilitas kesehatan guna mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
The Potensi Terapi Komplementer Minyak Pamboang dalam Menurunkan Nyeri dan Peradangan pada Pasien Musculoskeletal di Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Nurwahita Nurwahita; Aulia Rahmi Latif; Muhammad Amin. R; Ahmad Fayiz Muharram; Rahmania Rahmania; A.Nabila Refina Putri; Putri Aulia Salsabila
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pijat ringan menggunakan Minyak Pamboang terhadap penurunan nyeri muskuloskeletal pada masyarakat Mandar. Minyak Pamboang merupakan ramuan tradisional yang mengandung Oleum Cocos, Oleum Cajuputi, dan Oleum Cinnamomum Culilawan, yang secara empiris digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan. Desain penelitian ini menggunakan quasi-experimental pretest-posttest control group dengan total 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu intervensi dan kontrol (masing-masing 16 orang setelah drop out). Kelompok intervensi menerima pijat ringan menggunakan Minyak Pamboang tiga kali seminggu selama dua minggu, sedangkan kelompok kontrol menerima perawatan standar puskesmas. Pengukuran nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil menunjukkan penurunan rata-rata skor VAS sebesar 2,38 poin pada kelompok intervensi dan 2,69 poin pada kelompok kontrol. Tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p=0,085), namun keduanya mengalami penurunan nyeri yang bermakna secara klinis. Minyak Pamboang berpotensi digunakan sebagai terapi komplementer dalam penanganan nyeri ringan hingga sedang.
Hubungan Beban Fisik Dengan Kejadian GOTRAK Pada TKBM Pelabuhan di Pelabuhan Pekanbaru Milda Hastuty; Erna Tresnaningsih; Asril Asril
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51463

Abstract

GOTRAK adalah semua gangguan kesehatan dan cedera yang mengenai sistem gerak tubuh yang disebabkan atau diperberat oleh berbagai faktor risiko pekerjaan dan/ atau lingkungan kerja. Sekitar 15-25% ditemukan GOTRAK pada pekerja di Indonesia, dikarenakan perbedaan jenis pekerjaan paparan beban kerja,masa kerja serta kondisi ergonomi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Beban Fisik, Masa Kerja, IMT dan Umur dengan Kejadian GOTRAK pada TKBM Pelabuhan di Pelabuhan Pekanbaru. Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain studi penampang analitik. Sampel yang diambil adalah 126 pekerja yaitu seluruh populasi. Data primer dikumpulkan dengan cara observasional langsung, wawancara dengan menggunakan kuesioner, pengukuran berat beban dengan RWL dari NIOSH dan BRIEF Survey. Dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan multiple regresi analitik. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara Beban Fisik dengan Kejadian GOTRAK pada TKBM Pelabuhan (p = 0.000), POR = 21.219 (95%CI: 7.930 – 56.776). Masa kerja Confounding dengan beban fisik. Tidak ada hubungan IMT dan Umur dengan kejadian GOTRAK. Beban fisik ≥ 25 kg dengan PBM yang tidak benar berpengaruh terjadinya GOTRAK dibandingkan dengan beban fisik < 25 kg. Direkomendasikan kepada K-TKBM untuk mengikutsertakan anggota TKBM dalam Pelatihan PBM agar dapat mengurangi terjadinya GOTRAK.
A Continuity of Care In Post–Coronary Artery Bypass Grafting (Cabg) Patients: A Literature Review Irman Tabroni; Wan Nishfa Dewi; Sri Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51506

Abstract

Latar belakang: Penyakit kardiovaskular, terutama morbiditas dan mortalitas global. Operasi Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) dilakukan untuk memulihkan aliran darah miokardium dan fungsi jantung, namun pasien pasca-CABG akan menghadapi keterbatasan mobilitas, kelelahan, nyeri, dan masalah psikososial, sehingga memerlukan Continuity of Care (CoC) setelah pulang dari Rumah Sakit. Tujuan: Memetakan penerapan CoC pasca-CABG, menilai dampaknya terhadap hasil kesehatan dan praktik keperawatan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya. Metode: Literature review mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur di PubMed, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar (2015–2025) menghasilkan 6.429 artikel, dari mana 7 artikel penelitian asli disertakan. Data diekstraksi mencakup karakteristik studi, bentuk intervensi CoC, dan hasil utama. Analisis tematik digunakan, sementara kualitas studi dinilai dengan Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Tools. Hasil: Tiga tema utama muncul: 1) Ragam bentuk implementasi CoC (rujukan otomatis, rehabilitasi rawat jalan, tele-rehabilitasi, discharge planning, yoga-based), 2) Dampak terhadap pemulihan klinis, kualitas hidup, dan kemandirian pasien, serta 3) Faktor yang memengaruhi efektivitas (usia, komorbiditas, kesiapan fisik, dukungan keluarga, akses teknologi). Kesimpulan: CoC pasca-CABG efektif mendukung pemulihan klinis, kualitas hidup, dan kemandirian pasien melalui pendekatan multidisiplin, edukasi, dukungan sosial, dan pemanfaatan teknologi.
Pengaruh Diabetes Miletus terhadap resiko terjadinya katarak : Sebuah Studi Tinjauan Pustaka Kwik Kezia Kusumawati Hadinata; Nurjanah Nurjanah; Eti Rimawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51548

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah salah satu penyakit metabolik yang paling sering ditemui dan dapat mengakibatkan berbagai komplikasi, termasuk masalah penglihatan seperti katarak. Katarak adalah penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah, dan jumlah penderitanya lebih tinggi di antara mereka yang menderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi keterkaitan antara diabetes melitus dan munculnya katarak melalui tinjauan sistematis artikel-artikel terkait.Studi ini mengadopsi metode tinjauan sistematis dengan pendekatan prisma. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, dan BMC menggunakan kata kunci yang relevan. Sebanyak 3. 878 artikel ditemukan, lalu disaring dan dianalisis menurut kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 10 artikel yang layak untuk ditelaah.Kebanyakan artikel menunjukkan bahwa diabetes melitus adalah faktor risiko yang signifikan bagi munculnya katarak. Faktor lain yang mempengaruhi termasuk usia tua, lama menderita DM, pengendalian glikemik yang buruk, tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, serta paparan sinar ultraviolet. Kesimpulannya, ada hubungan yang konsisten antara DM dan kejadian katarak. Deteksi awal serta pengelolaan DM yang baik dapat membantu mengurangi risiko kebutaan akibat katarak pada individu yang menderita diabetes. Kata Kunci: Diabetes melitus, Katarak, Faktor risiko, Komplikasi Mata
Pengaruh Intervensi Apoteker Pada Pasien Hipertensi Terhadap Pengetahuan, Kepatuhan, Outcome Klinis, Kualitas Hidup Dan Persepsi Produk Halal Di Apotek Kimia Farma Lueng Bata Megawati Megawati; Wiryanto Wiryanto; Aminah Dalimuthe
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51608

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas tahun 2018 prevalensi ditemukan 34,1% penderita terdiagnosa hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia di atas 18 tahun di Indonesia, di Provinsi Aceh prevalensi hipertensi yaitu 12,259 (26,4%) penderita. Tujuan: penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh intervensi apoteker terhadap pengetahuan, kepatuhan, outcome klinis, kualitas hidup dan persepsi produk halal pada pasien hipertensi di Apotek Kimia Farma Lueng bata. Metode: Penelitian dilakukan di Apotek Kimia farma Lueng Bata pada Januari Februari 2025 dengan desain kuasi eksperimental two group pretest-posttest design menggunakan metode total sampling, melibatkan 108 pasien hipertensi peserta rujuk balik aktif. Instrumen penelitian berupa kuisioner HK-LS, kepatuhan (kuesioner MARS-5), outcome klinis diukur nilai tekanan darah (mmHg), kualitas hidup (kuesioner WHOQOL-BREF) serta Persepsi Produk halal pasien menggunakan kuisioner tertutup skala likert. Hasil: Pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan bermakna antara pretest dan posttest pada tingkat pengetahuan (p=0,06), Tingkat kepatuhan pada kelompok kontrol juga tidak menunjukkan peningkatan outcome klinis tekanan darah sistolik (p=0,06), outcome klinis lain (p=0,09), kualitas hidup (p=0,19), maupun persepsi produk halal (p=0,15). Sebaliknya, pada kelompok intervensi terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara pretest dan posttest pada semua variabel, meliputi peningkatan tingkat pengetahuan (p<0,01), kepatuhan (bertambah 30 responden patuh), perbaikan outcome klinis (p<0,01), peningkatan kualitas hidup (p<0,01), serta peningkatan persepsi produk halal (p<0,01). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh intervensi apoteker terhadap tingkat pengetahuan, kepatuhan, outcome klinis, kualitas hidup dan persepsi produk halal pada pasien hipertensi di Apotek Kimia Farma Lueng bata.
Efektivitas Aplikasi SafeTeens terhadap Peningkatan Literasi Kesehatan Mental Remaja: Studi Kuasi-Eksperimen Tesha Hestyana Sari; Jumaini Jumaini; Syeptri Agiani Putri; Novita Kusumarini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51680

Abstract

Mental health problems among adolescents continue to increase, coupled with low levels of mental health literacy, which can lead to delays in seeking professional help. Innovative technology-based efforts are needed to ensure wider access to mental health information and services. This study aims to develop and test the effectiveness of the SafeTeens app as an educational tool for improving adolescent mental health literacy. The study used a quasi-experimental design with an intervention and control group. A sample of 60 adolescents was selected based on inclusion criteria and divided proportionally into two groups. The research instrument was a mental health literacy questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Chi-Square test to determine differences in mental health literacy levels before and after the intervention. The results showed that the intervention group experienced a significant increase in mental health literacy levels after using the SafeTeens app (χ² = 19.14; p = 0.00007), whereas the control group showed no significant change (χ² = 0.66; p = 0.719). The SafeTeens app has proven effective in improving adolescents' understanding of mental health issues, distinguishing myths from facts, and how to seek appropriate help. This study recommends further development of the SafeTeens app with gamification features and periodic reminders to increase user engagement, as well as long-term testing to assess the sustainability of improvements in mental health literacy. Furthermore, cultural and local language adaptations need to be continuously refined to make the app more relevant to Indonesian adolescents.
Pengaruh Senam Kaki Diabetes Dan Diet Rendah Gula Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Oka Afriza Yanto; Joko Prasetyo; Novita Ana Anggraini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51750

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah melebihi batas normal, yaitu ≥200 mg/dl untuk glukosa sewaktu atau ≥126 mg/dl untuk glukosa puasa. Penyakit ini sering kali baru terdeteksi setelah komplikasi muncul karena gejalanya tidak langsung terlihat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam kaki diabetes dan diet rendah gula terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Johan Pahlawan Aceh Barat. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pre-test and post-test one-group design with control group. Sampel sebanyak 104 responden dipilih dengan teknik purposive sampling dan penelitian dilaksanakan pada September–Oktober 2025. Instrumen yang digunakan meliputi SOP senam kaki diabetes, SOP Food Frequency Questionnaire (FFQ), alat ukur gula darah Autocheck, video senam kaki, dan lembar evaluasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan senam kaki diabetes pada kelompok kontrol kategori buruk sebesar 63,5% dan sebelum penyuluhan diet gula pada kelompok kontrol sebesar 84,6%. Setelah dilakukan senam kaki diabetes pada kelompok kontrol, kategori baik meningkat menjadi 84,6%, sedangkan sesudah penyuluhan diet gula pada kelompok intervensi kategori baik sebesar 78,8%. Hasil uji T menunjukkan pengaruh signifikan (p < 0,05), yaitu 0,034 dan 0,000 pada intervensi senam kaki serta 0,000 dan 0,008 pada diet gula. Hal ini membuktikan bahwa senam kaki diabetes dan diet rendah gula berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes melitus.