cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Policy to Accelerate Handling and Prevention of Stunting in Pakpak Bharat Regency Ti Aisyah; Lidia Burunea; Syamsuddin Syamsuddin; Aiyub Aiyub; Ahmad Yani; Muhammad Hasyem
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51774

Abstract

The policy for accelerating and handling stunting in West Pakpak Regency is a priority policy that must be implemented optimally considering the still high number of stunting in the Regency , even though the government has established policies and programs to accelerate the prevention and handling of stunting with the aim of reducing the number. s tuning . Stunting remains a serious problem with long-term impacts on the quality of human resources, making its handling a priority in public health development. The purpose of this study is to analyze how the policy for accelerating the prevention and handling of stunting is implemented in Pakpak Bharat Regency and the factors that hinder its success. This study uses a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques use an interactive model through the stages of data collection, data reduction, data presentation , and drawing conclusions. The results show that the policy for accelerating the prevention and handling of stunting in the Pakpak Bharat region has established several prevention and handling program activities, including the provision of supplementary feeding (PMT), vitamin A provision, and counseling. However, their implementation has not been optimal. Both counseling activities, vitamin A provision, and PMT distribution have not been implemented properly to the target community. Several factors that hinder the implementation of the program policy include low parental knowledge, weak networks, and limited access to health services. communication facilities, less supportive socio-economic and political conditions. In addition, the distribution of supplementary food for stunted children is not yet effective, so the nutritional value is low. Children are not receiving optimal support. Difficult road access to remote villages is also a major obstacle in distributing aid and implementing programs. Therefore, evaluation and improvement are needed. implementation of policies to accelerate prevention and handling of stunting.
Analisis Pola Hidup yang Berhubungan Dengan Kejadian Gagal Ginjal Kronik di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares, Di Timor-Leste Elisabeth F. C. X. Belo; Apris A. Adu; Maria M.Dwi Wahyuni; Serlie K. A. Litik; Anderias Umbu Roga
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51783

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat, termasuk di Timor-Leste. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola hidup yang mempengaruhi kejadian GGK di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares, Dili, Timor-Leste tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 100 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, konsumsi suplemen, konsumsi minuman berkarbonasi, aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, penggunaan obat analgesik, serta konsumsi garam dengan kejadian GGK. Faktor dominan yang paling berpengaruh adalah konsumsi garam dan kebiasaan merokok. Disimpulkan bahwa pola hidup tidak sehat berkontribusi besar terhadap peningkatan risiko GGK, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat untuk menekan angka kejadian GGK di masyarakat.
Systematic Review: Tantangan Penerapan Telemedicine dalam Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan Pasca Pandemi Covid-19 Di Indonesia Martini Viviana; Kosasih Kosasih; Farida Yuliaty; Vip Pramarta
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51797

Abstract

Telemedicine telah menjadi inovasi strategis yang berperan penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia, terutama setelah pandemi COVID-19 yang mempercepat transformasi digital di sektor kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan utama dalam penerapan telemedisin guna meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan di seluruh negeri. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA, menggunakan sumber literatur dari basis data seperti ProQuest, PubMed, dan Elsevier Science Direct. Pencarian dilakukan dengan kata kunci “Telemedicine Challenges in Indonesia after the COVID-19 Pandemic,” “Telemedicine Implementation in Indonesia,” dan “Telemedicine Infrastructure.”Hasil kajian menunjukkan terdapat lima dimensi utama tantangan, yaitu: (1) keterbatasan infrastruktur digital dan konektivitas, terutama di wilayah terpencil dan perbatasan; (2) rendahnya literasi dan kesiapan digital di kalangan tenaga kesehatan maupun masyarakat; (3) kerangka hukum dan regulasi yang belum memadai terkait perlindungan data dan akuntabilitas; (4) belum terintegrasinya pembiayaan telemedisin dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN); serta (5) resistensi sosial-budaya dan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan digital.Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, institusi kesehatan, dan masyarakat melalui peningkatan infrastruktur, pelatihan tenaga kerja, reformasi regulasi yang adaptif, serta edukasi publik yang berkelanjutan. Dengan upaya tersebut, telemedisin dapat menjadi pilar berkelanjutan dalam membangun sistem pelayanan kesehatan nasional yang inklusif, efisien, dan berkeadilan di Indonesia.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Olahan Mie Instan Terhadap Peningkatan Kadar Kolesterol Pada Remaja di Kota Semarang Lilik Setyowatiningsih; Teguh Budiharjo; Umi Rosida
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51811

Abstract

Mie Instan merupakan makanan cepat saji yang digemari remaja karena praktis, murah dan memiliki cita rasa yang sesuai dengan preferensi remaja. Kandungan lemak jenuh, natrium, serta bahan tambahan pangan pada mie instan berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam darah yang dapat beresiko menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi olahan mie instan terhadap peningkatan kadar kolesterol pada remaja di kota Semarang. Metode Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 30 responden yang diperoleh dengan teknik total sampling dengan kriteria usia 13-18 tahun, Informasi mengenai konsumsi mie instan diperoleh dari jawaban peserta dari pertanyaan tentang frekuensi rata-rata konsumsi mie instan dalam satu minggu. Hasil Analisa statistik uji korelasi Spearman diperoleh nilai koefisien korelasi (rs) sebesar 0,558 dengan nilai signifikansi (p) = 0,001. Nilai koefisien tersebut menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang antara kebiasaan konsumsi mie instan dengan kadar kolesterol. Artinya, semakin tinggi frekuensi konsumsi mie instan pada remaja, maka semakin tinggi pula kadar kolesterol pada remaja. Kesimpulan Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan konsumsi olahan mie instan terhadap peningkatan kadar kolesterol pada remaja di kota Semarang.
Pengaruh Intervensi Keperawatan Komunitas Menggunakan Aplikasi Nutrikost Dalam Peningkatan Gizi Remaja Ari Rahmat Aziz; Bayhakki Bayhakki; Sri Utami; Nurul Huda; Syava Ardilawati; Maharani Karlina; Aisyah Mukda Camila Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51848

Abstract

Saat ini, status gizi banyak remaja masih belum memadai. Kurangnya pengetahuan tentang kebutuhan gizi dan kemampuan untuk menyiapkan makanan bergizi merupakan faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan intervensi keperawatan komunitas menggunakan aplikasi Nutrikost untuk meningkatkan gizi remaja. Desain penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji-t dependen dan uji-t independen. Sampel penelitian ini adalah remaja yang memiliki ponsel pintar. Pada kelompok intervensi, remaja menerima intervensi komunitas menggunakan aplikasi Nutrikost selama satu bulan, dan kemudian pengetahuan dan status gizi mereka dinilai sebelum dan sesudah intervensi. Aplikasi ini menyediakan pendidikan dan konseling dua arah dan satu arah. Kelompok Kontrol menerima layanan kesehatan rutin di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam IMT remaja setelah intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (nilai p > 0,05). Ada perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan remaja setelah intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (nilai p< 0,05). Aplikasi Nutrikost dapat digunakan dalam pendidikan gizi untuk remaja. Perawat komunitas dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang gizi menggunakan aplikasi ini.  Kata Kunci: Aplikasi Nutrikost, Intervensi Keperawatan Komunitas, Nutrisi Remaja. Abstract Currently, the nutritional status of many adolescent remains inadequate. Lack of knowledge about nutritional needs and the ability to prepare nutritious meals are contributing factors. This study aims to conduct a community nursing intervention using the Nutrikost application to improve adolescent nutrition. The study design used a quasi-experimental design with a control group. Data analysis used t-dependent and independent t- test. The sample of this study was adolescents who owned smartphones. In the intervention group, adolescents received community intervention using the Nutrikost app for one month, and then their nutritional knowledge and status were assessed before and after the intervention. The App provides two-way and one-way education and counseling. The Control group received routine health services at the community health center (Puskesmas). The Results showed that there was no significant difference in BMI of adolescents after the intervention in the control and experimental groups (P value > 0.05).  There was a significant difference in adolescent knowledge after the intervention in the control and experimental groups (P value < 0.05). The Nutrikost application can use in nutrition education for teenagers. Community nurses can improve adolescents’ knowledge of nutrition using this application.   Keywords: Adolescent Nutrition; Community Nursing Intervention; Nutrikost Application
Burnout Akademik Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir dalam Konteks Pendidikan Tinggi: Scoping Review Faktor Risiko dan Protektif Pamela Utami; Irman Somantri; Siti Ulfah Rifa’atul Fitri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51882

Abstract

Burnout akademik merupakan masalah yang sering dialami mahasiswa keperawatan tingkat akhir akibat tingginya tuntutan akademik dan praktik klinik, yang berdampak pada performa belajar, kesehatan mental, dan kesiapan profesional. Penelitian ini bertujuan memetakan gambaran burnout akademik serta faktor yang memengaruhinya pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir melalui scoping review. Metode yang digunakan mengacu pada kerangka Population, Concept, Context (PCC) dan panduan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, ProQuest, ScienceDirect, Springer, dan Google Scholar terhadap artikel primer tahun 2020–2025, dan diperoleh 14 artikel yang dianalisis secara naratif. Hasil menunjukkan bahwa burnout akademik berada pada tingkat sedang hingga tinggi, dengan kelelahan emosional sebagai dimensi paling dominan, diikuti sinisme akademik dan penurunan efikasi akademik. Faktor risiko utama meliputi beban akademik dan klinik yang tinggi, stres psikologis, serta rendahnya efikasi diri dan dukungan sosial. Sebaliknya, psychological capital dan identitas profesional yang kuat berperan sebagai faktor protektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan lintas negara yang mengintegrasikan faktor individual, akademik, dan institusional dalam menjelaskan burnout akademik mahasiswa keperawatan tingkat akhir. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi kurikulum dan promosi kesehatan mental berbasis institusi.
Pengalaman dsn Beban Pengasuhan Pada Orangtua Dengan Anak Akut Limfoblastik Leukemia Yang Menjalani Kemoterapi : Literature Review Dwi Wahyuni; Sri Wahyuni; Nurul Huda
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51896

Abstract

ALL merupakan kanker anak yang membutuhkan pengobatan jangka panjang melalui kemoterapi. Kondisi ini menempatkan orang tua dengan tuntutan perawatan fisik, emosional, sosial, dan ekonomi yang tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan beban pengasuhan yang signifikan. Beban pengasuhan yang tidak terkelola dengan baik berdampak pada kesejahteraan orang tua serta kualitas perawatan dan kepatuhan pengobatan anak. Literatur review ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah terkait beban pengasuhan pada orangtua dengan anak ALL yang menjalani kemoterapi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan pedoman PRISMA 2020. Yang dilakukan melalui lima basis data daring, yaitu PubMed, ProQuest, Google Scholar, ClinicalKey, dan Wiley Online Library. Kriteria inklusi: artikel tahun 2019–2024 yang membahas beban pengasuhan orang tua anak dengan ALL atau kanker anak yang relevan secara konseptual, berbahasa Inggris atau Indonesia, dan tersedia dalam teks lengkap. Hasil review dari 10 artikel menunjukkan bahwa orang tua anak dengan ALL mengalami beban pengasuhan pada tingkat sedang hingga tinggi, terutama pada aspek psikologis berupa kecemasan, stres, dan kelelahan emosional. Faktor-faktor yang memengaruhi beban pengasuhan meliputi karakteristik orang tua, kondisi klinis anak, durasi dan intensitas pengobatan, tekanan ekonomi, serta ketersediaan dukungan sosial. Kesimpulan: Beban pengasuhan pada orang tua anak dengan ALL bersifat multidimensional dan memerlukan perhatian khusus dalam praktik keperawatan.
Hubungan Sleep Hygiene dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Kelas XII di SMAN 1 Tanah Putih Yulia Febrianita; Rita Anyalina; Lora Marlita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52014

Abstract

Sleep hygiene activities play an important role in supporting normal sleep needs. Therefore, every individual should practice proper sleep hygiene regularly to achieve healthy and normal sleep patterns. Globally, insufficient sleep has become a common issue among adolescents. The World Health Organization (WHO) reports that nearly 30% of adolescents worldwide experience sleep disturbances such as insomnia and circadian rhythm disorders. In the United States, a survey conducted by the National Sleep Foundation (2020) found that 72.7% of adolescents reported sleeping less than eight hours per night on school days, which is below the minimum recommended duration. The purpose of this study was to determine the relationship between sleep hygiene and sleep quality among 12th-grade students at SMAN 1 Tanah Putih. The sampling technique used in this study was random sampling, with a total of 109 respondents. The research instrument used was a questionnaire. The results of the study on sleep hygiene showed that 7 respondents (6%) had good sleep hygiene, 66 respondents (61%) had moderate sleep hygiene, and 36 respondents (33%) had poor sleep hygiene. The results of the quantitative analysis on sleep quality revealed that 13 respondents (11.9%) had good sleep quality, while 96 respondents (88.1%) had poor sleep quality. The Chi-square test showed a p-value of 0.031, which is less than the significance level of 0.05. This finding indicates that there is a significant relationship between sleep hygiene and sleep quality among 12th-grade students at SMAN 1 Tanah Putih. It is recommended that 12th-grade students at SMAN 1 Tanah Putih increase their awareness of the importance of maintaining proper sleep hygiene to improve their overall sleep quality.
Hubungan Literasi Kesehatan dan Frailty pada Lansia di Komunitas: Meta Analisis Lusty Frisky Wilyagripina; Ella Nurlaella Hadi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52021

Abstract

Abstrak Frailty merupakan sindrom klinis multidimensional pada lansia yang meningkatkan risiko kejadian buruk seiring penuaan populasi global. Literasi kesehatan (health literacy) yang rendah pada lansia dapat menghambat manajemen mandiri kesehatan dan pencegahan penurunan fungsional. Rendahnya literasi kesehatan diduga berkontribusi terhadap peningkatan risiko frailty melalui mekanisme perilaku, sosial, dan fisiologis tetapi hubungannya dengan frailty belum banyak dieksplorasi secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematik dan kuantitatif hubungan antara literasi kesehatan dan frailty pada lansia yang tinggal di komunitas. Meta-analisis ini mengikuti pedoman PRISMA 2020, dengan pencarian literatur pada PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Scopus (2021-2025) menggunakan kata kunci seperti "health literacy" AND "elderly" AND "frailty". Kriteria inklusi mencakup studi observasional analitik pada lansia ≥60 tahun di komunitas dengan laporan odds ratio (OR) atau data yang memungkinkan perhitungannya. Data dianalisis menggunakan model random effects pada Review Manager 5.4, dengan evaluasi heterogenitas (I²) dan bias publikasi (funnel plot). Tiga studi (n=1.956) menunjukkan bahwa literasi kesehatan tinggi berhubungan dengan penurunan risiko frailty (OR gabungan=0,58; 95% CI: 0,48–0,71; p<0,00001), tanpa heterogenitas signifikan (I²=0%) atau bias publikasi. (Times New Roman 11, reguler, spasi 1, spacing before 6 pt, after 6 pt) Kata Kunci: frailty, komunitas, literasi kesehatan, lansia. Abstract Frailty is a multidimensional clinical syndrome in older adults that increases the risk of adverse health outcomes as the global population ages. Low health literacy (HL) among the elderly can hinder self-management and the prevention of functional decline. Poor health literacy is suspected to contribute to an increased risk of frailty through behavioral, social, and physiological mechanisms; however, its quantitative association with frailty has not been widely explored. This study aimed to systematically and quantitatively analyze the association between health literacy and frailty among community-dwelling older adults. This meta-analysis followed the PRISMA 2020 guidelines, with literature searches conducted in PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, and Scopus (2021–2025) using keywords such as “health literacy” AND “elderly” AND “frailty.” The inclusion criteria comprised analytical observational studies involving community-dwelling older adults aged ≥60 years that reported odds ratios (ORs) or provided sufficient data for calculation. Data were analyzed using a random-effects model in Review Manager 5.4, with assessment of heterogeneity (I²) and publication bias (funnel plot). Three studies (n = 1,956) demonstrated that higher health literacy was associated with a reduced risk of frailty (pooled OR = 0.58; 95% CI: 0.48–0.71; p < 0.00001), with no significant heterogeneity (I² = 0%) or publication bias observed. Keywords: community, frailty, health literacy, older adults.
Systematic Review of Nurse Performance Appraisal Instruments: Validity, Reliability, and Implications for Nursing Practice Deltario Novian Joko Sucipto; Purwaningsih Purwaningsih; Nuzul Qur’aniati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52048

Abstract

Accurate assessment of nurse performance is essential to improving healthcare quality, patient outcomes, and organizational effectiveness. Despite the development of various performance appraisal instruments, concerns persist regarding their validity, reliability, fairness, and alignment with clinical practice. This systematic review, conducted following PRISMA guidelines, analyzed studies published between 2020 and 2025 from PubMed, Scopus, ProQuest, and Sage Journals that discussed the development, evaluation, or implementation of nurse performance appraisal tools. From 226 identified articles, 13 met the inclusion criteria. The instruments reviewed ranged from self-assessment and peer/supervisor evaluation to empowerment-based and theoretically grounded models such as self-efficacy and the balanced scorecard. Findings revealed that most instruments positively influenced job satisfaction, empowerment, organizational commitment, and patient outcomes. However, persistent challenges include subjectivity, inconsistent benchmarks, limited validation, and poor communication between appraisers and appraisees. Instruments integrating multiple perspectives and theoretical foundations demonstrated greater comprehensiveness and acceptance. Therefore, future development should prioritize standardization, validity, reliability, fairness, and alignment with organizational goals, positioning performance appraisal as a strategic mechanism to enhance nursing performance and healthcare quality rather than merely an administrative requirement.