cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
ANALISIS PENEMUAN SUSPEK TB DI KABUPATEN SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2021 Mira Sistyaningsih; Lucia Yovita Hendrati; Supaat Setia Hadi; Noer Farakhin
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13418

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan penyumbang kasus TB terbanyak ketiga di Jawa Timur setelah Kota Surabaya dan Kabupaten Jember. Namun angka penemuan kasus TB di Kabupaten Sidoarjo belum memenuhi target dan cenderung menurun dibanding 2 tahun sebelumnya. Capaian CDR tahun 2021 sebesar 47,2%. Rendahnya angka penemuan kasus TB berkaitan dengan rendahnya capaian penemuan suspek TB. Capaian pelayanan suspek TB sesuai standar di Kabupaten Sidoarjo tahun 2021 sebesar 43%. Tujuan penelitian adalah menganalisis masalah dalam penemuan suspek TB di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observational yang dilakukan tanggal 21 Januari - 25 Februari 2022 di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Identifikasi masalah dilakukan dengan wawancara pemegang program dan studi dokumen. Prioritas masalah menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Analisis penyebab masalah dilakukan dengan menggunakan metode Fishbone. Capaian pelayanan suspek TB sesuai standar sebesar 43% masih belum memenuhi target Standar Pelayanan Minimal. Hal tersebut menjadi prioritas masalah pada program TB berdasarkan metode USG. Penyebab rendahnya capaian penemuan suspek TB yang mendapatkan pelayanan sesuai standar yaitu belum optimalnya upaya penemuan suspek TB yang dilakukan petugas kesehatan dan kader yang dipengaruhi faktor kurangnya komitmen, situasi pandemi covid, keterbatasan anggaran skrining, kurangnya dukungan lintas sektor dan peran serta masyarakat. Belum optimalnya upaya penemuan terduga TB yang dilakukan petugas kesehatan dan kader merupakan prioritas masalah dalam program TB di Sidoarjo. Rekomendasi pemecahan masalah adalah peningkatan kapasitas petugas dan kader dalam penemuan suspek TB, monitoring evaluasi capaian kinerja per bulan, dan pemberian reward.
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK PASCA OPERASI USUS BUNTU Inggie Novania; Angelica Novianti; Agnes Rekawati; Zera Nopratiwi; Reagan Darmawan
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13420

Abstract

Peradangan usus buntu merupakan suatu keadaan dimana usus buntu mengalami penyumbatan yang disebabkan oleh beberapa hal seperti tinja, parasite atau putaran pada usus buntu itu sendiri. Keadaan ini memerlukan penanganan yang cepat dan tepat supaya tidak memberikan dampak buruk yang lebih fatal bagi kesehatan tubuh. Usus buntu tidak hanya menyerang orang dewasa, namun juga anak-anak yang umumnya dimulai dengan usia 10 tahun. Penyembuhan usus buntu dapat dilakukan, misalnya dengan operasi. Pasca operasi, pasien anak harus dilakukan perawatan Kembali supaya pasca operasi tidak menimbulkan komplikasi yang fatal. Salah satu cara yang dianggap mampu mempercepat proses pemulihan pasca operasi usus buntu pada anak adalah asuhan keperawatan. Untuk itu, peneliti ingin mengetahui lebih lanjut mengenai asuhan keperawatan anak pasca operasi usus buntu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan yang dilakukan pada anak pasca operasi usus buntu. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka Data yang diperoleh kemudian akan dianalisis secara mendalam untuk diketahui hasil penelitian yang menunjukkan bahwa asuhan keperawatan pada anak pasca operasi usus buntu dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu asesmen, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang dilakukan dengan seksama untuk memperoleh hasil sebagaimana yang diinginkan.
Analisis Yuridis Terhadap Tanggungjawab Hukum Pelaporan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Oleh Rumah Sakit Melalui Aplikasi Festronik (Rumah Sakit Umum Daerah langsa) Khaliluddin Khaliluddin; Redyanto Sidi; Yasmirah Mandasari Saragih
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis yuridis tanggung jawab hukum pelaporan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) oleh rumah sakit melalui Aplikasi Festronic di RSUD Langsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan hukum, peraturan perundang-undangan, dan putusan pengadilan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa RSUD Langsa memiliki kewajiban hukum untuk mematuhi peraturan perundang-undangan tentang pelaporan limbah B3. Aplikasi Festronik dapat digunakan sebagai sarana pelaporan limbah B3 yang efektif dan efisien, namun tidak meniadakan kewajiban Rumah Sakit untuk memastikan kebenaran dan keakuratan data yang dilaporkan melalui aplikasi tersebut. Penyalahgunaan atau kelalaian dalam melaporkan limbah B3 dapat menimbulkan akibat hukum yang serius bagi Rumah Sakit, termasuk denda dan sanksi pidana. Oleh karena itu, Rumah Sakit harus memastikan bahwa semua staf yang terlibat dalam proses pelaporan limbah B3 memahami dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang relevan serta memperhatikan etika dan standar keamanan lingkungan. Kesimpulannya, tanggung jawab hukum atas pelaporan limbah B3 oleh rumah sakit melalui aplikasi Festronik harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kehati-hatian. Rumah Sakit harus memastikan keakuratan dan kebenaran data yang dilaporkan serta memperhatikan aspek etika dan keselamatan lingkungan pada setiap tahapan proses pelaporan limbah B3.
Pengetahuan Remaja Mengenai Intervensi Non Farmakologis Untuk Mengatasi Flour Albus di SMA Negeri 2 Kota Bitung Risna Ayu Rahmadani; Meinita Wulansari; Lisa Ardiningtyas; Endang Puji Ati; Sri Atikah
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13443

Abstract

Remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi seperti keputihan. Keputihan yang tidak diatasi dengan segera dapat mengakibatkan gangguan fungsi organ reproduksi seperti infertilitas, kehamilan ektopik, bahkan kanker serviks. Beberapa intervensi untuk mengatasi keputihan bisa dilakukan dirumah dengan menggunakan bahan alam yang mudah diperoleh. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan remaja mengenai intervensi non farmakologis untuk mengatasi flour albus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 62 siswi yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Siswi yang menjadi sampel penelitian adalah yang bersedia menjadi responden dan  telah mengalami menstruasi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Data kemudian diolah dan di interpretasikan dalam bentuk table distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja belum mengetahui mengenai intervensi non farmakologis untuk mengatasi keputihan yaitu 49 orang (79%). Belum banyak sosialisasi mengenai intervensi non farmakologis, maka dari itu penting untuk dilakukan edukasi melalui beberapa media untuk meningkatkan pengetahuan remaja dalam mengatasi keputihan.    
Technological Challenges in Online Learning During Covid-19 Pandemic: A Focus Group Discussion Exploring Nursing Students’ Perspectives Evelyn Tambunan
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13489

Abstract

In nursing education, the use of technology can have a significant influence on the online learning process. However, in the Covid-19 pandemic era of nursing education, many challenges in online learning were encountered. Within this context, the present study aimed to explore undergraduate nursing students’ perceptions regarding the technological challenges in online learning during Covid-19 pandemic. A qualitative study was conducted using zoom focus group discussions synchronously with the help of a discussion guide consisting of five open-ended questions. Overall, 34 nursing students were recruited using a maximum variation sampling technique; these students then participated in four focus group discussions. All interviews were recorded, transcribed verbatim, and analyzed for thematic contents using the standard created by Kyngas content analysis framework. A thematic content analysis yielded four core themes: (1) technical issues, (2) technology cost, (3) inexperience in ICT, (4) clinical learning issues. The seven sub-theme emerged: (1) incompatibility technological devices, (2) unstable internet connectivity, (3) purchase adequate technology devices, (4) purchase additional study quota, (5) students’ new experience, (6) faculties’ new experience, (7) inadequate clinical learning platform. Technological challenges were encountered in online learning during Covid-19 pandemic. This represents a significant picture perceived by nursing students. The challenges in online nursing education should be rigorously evaluated to monitor its effectiveness.
Malignancy Risk Index 4 (RMI 4) is better than RMI 3 as a predictor Advanced Epithelial Ovarian Carcinoma was used for NACT Putu Arik Herliawati; Dhian Eka Putri Harnandari; Rezha Alivia Hildayanti; Arghya Wicaksana; Pande Putu Firsta
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13495

Abstract

Of the 4 cancers in women, ovarian carcinoma is the first cause of death. The low survival rate in patients with advanced stages requires early detection to improve treatment outcomes. The methods currently used to determine whether a patient can be given neoadjuvant chemotherapy are ascites cytology and laparoscopy.This study aims To compare RMI 4 and RMI 3 as a non-invasive method in determining preoperative NACT administration. The method used is RMI 3 and RMI 4 diagnostic scoring where this method can be used as a predictor of advanced epithelial ovarian carcinoma in the interest of NACT. An analytical observational study with a retrospective cross sectional type study with samples of all patients suffering from ovarian cancer for the past 5 years, from January 2016 to January 2020 who had been diagnosed at the Gynecology Polyclinic RSUD dr. Saiful Anwar. The number of initial samples of this study was 253 women, but after being included in the inclusion criteria, there were 106 samples. After staging by an authorized clinician, there were 48 patients with early stage and 58 patients with advanced stage. Between the results of the RMI score and the histopathological results on the ROC curve, it was found that the accuracy value of RMI 3 is 84.9% and the accuracy value of RMI 4 is 86.8%. It can be concluded that RMI 4 is better than RMI 3 as a predictor of advanced ovarian carcinoma to determining preoperative NACT administration.
RELATIONSHIP BETWEEN THE FULFILLMENT OF SPIRITUAL NEEDS WITH THE MOTIVATION OF PATIENTS SCHIZOPHRENIA IN THE HEALTH CENTER AREA, PIDIE DISTRICT Miniharianti Miniharianti; Badrul Zaman; Jihan Rabial
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13526

Abstract

The fulfillment spiritual and motivational needs is very necessary for people with mental health disorders, considering that spiritual needs and motivation play an important role in changing mental status. Motivation recovery is a positive attitude, oriented towards achieving goals, namely healing and the strength that encourages individuals to recover. The purpose of this study was to determine the relationship between spiritual needs and healing motivation in schizophrenic patients. The sample in this study was 63 respondents in the Pidie Health Center area. This research used analytic method with cross sectional design. The research instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using the chi square test. The results of the univariate analysis of the majority of respondents have spiritual in the good category (81.0%). The majority of respondents had a motivation to recover in the good category (90.1%). The results of the bivariate test showed that the p-value = 0.002 indicated that there was a relationship between fulfilling spiritual needs and the motivation to heal patients with mental disorders. This study suggests to nurses and families that it is important to meet the spiritual needs of schizophrenic patients in order to increase patient motivation and accelerate healing.
HUBUNGAN KEKERASAN VERBAL (VERBAL ABUSE) ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA Mihrawaty Antu; Rini Fahriani Zees; Ramlia Nusi
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13530

Abstract

Kepercayaan diri merupakan suatu perasaan dan keyakinan terhadap kemampuan untuk menunjang potensi yang dimiliki. Data KPPPA pada tahun 2018 sebanyak 56% remaja Indonesia memiliki kepercayaan diri rendah. Data KPAI pada 2020 jumlah anak yang mengalami kekerasan verbal sebanyak 49,2 juta jiwa. Kekerasan verbal ini dapat berdampak pada psikologis anak termasuk gangguan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerasan verbal orang tua dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di MTs Negeri 2 Boalemo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah siswa-siswi kelas 7 dan 8 di MTs Negeri 2 Boalemo sebanyak 114 orang dengan jumlah responden 84 siswa. Analisis data menggunakan uji Kendal Tau. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kekerasan verbal tinggi berjumlah 46 responden (54%) dan tingkat kepercayaan diri rendah berjumlah 37 reponden (44%). Hasil uji Kendal Tau-b menunjukan bahwa nilai p-value 0,000 (p<0.05) Artinya, terdapat hubungan antara kekerasan verbal (verbal abuse) orang tua dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di MTs Negeri 2 Boalemo. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,626 yang artinya terdapat pengaruh negatif antar dua variabel, sehingga semakin tinggi kekerasan verbal yang dilakukan oleh orang tua maka semakin rendah tingkat kepercayaan yang dimiliki oleh remaja. Key words: verbal abuse, self-confidence, adolescents.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BANYAK RUMAH SAKIT MENGADOPSI ERACS SEBAGAI ALTERNATIF PERSALINAN CAESAR : A LITERATURE REVIEW Tansya Sushan Purnaningrum; Chriswardani Surayawati; Suhartono Suhartono
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13611

Abstract

Latar Belakang : Enhanced Recovery After Caesarian Surgery merupakan program pemulihan pasca operasi caesar yang dinilai dapat memberikan banyak manfaat. Konsep ERACS merupakan pengembangan dari konsep Enhanced Recovery After Surgery, dimana konsep ERAS ini awalnya digunakan pada operasi bedah digestif. Konsep ERACS ini terbukti mengurangi lama rawat pasien di rumah sakit, mengurangi komplikasi pasca operatif, dan meningkatkan kepuasan pasien. Oleh karena itu konsep ERAS ini kemudian dikembangkan untuk tindakan operasi di bidang lain salah satunya di bagian obstetri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi banyak rumah sakit mengadopsi ERACS sebagai alternatif persalinan caesar. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan literatur review dengan pendekatan kepustakaan yang berpedoman Preferred Reporting Items for Systemic Reviews and Meta Analysis. Studi literasi yang dapat digunakan sebagai tinjauan pustaka atau referensi dalam studi dengan besar sampel sebanyak 20 jurnal. Hasil penelitian ini selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi banyak rumah sakit mengadopsi ERACS adalah karena metode ERACS meminimalkan rasa sakit dan nyeri persalinan. meringankan biaya perawatan bagi pasien, memulihkan kondisi pasien dengan cepat, mempercepat aktivitas mobilisasi, menurunkan risiko terjadinya infeksi pasca operasi, mempercepat pemenuhan nutrisi pasca operasi, dan memperpendek durasi rawat inap di rumah sakit.
PERAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PELAYANAN KESEHATAN : A SYSTEMATIC REVIEW Patriot Haryo Trenggono; Adang Bachtiar
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13612

Abstract

Penerapan Artificial Intelligence (AI) pada dunia kedokteran diharapkan memiliki dampak yang signifikan pada praktik klinis. Perusahaan-perusahaan kesehatan dan kelompok akademis di seluruh dunia telah mengakui dan mempelajari lebih dalam potensi teknologi AI untuk meningkatkan bidang kesehatan, dan banyak tim peneliti sekarang berlomba untuk menghasilkan sistem AI agar semakin bertambah, atau bahkan untuk mengganti posisi dokter. AI berpotensi mengungguli kemampuan manusia, namun orang-orang masih enggan menggunakannya. Penelitian ini merupakan Systematic Review dengan menggunakan metode Preferred Reporting Item for Systematic Reviews and Meta-Analyses PRISMA. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan beberapa database ProQuest dan Scopus dengan kata kunci yaitu artificial intelligence, medical artificial inteligence, dan artificial intelligence in health care. Semua artikel yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dari tahun 2017 sampai 2022. Potensi AI untuk berkontribusi dalam mendukung proses diagnostik hingga menggantikan peran dokter semakin besar. Tidak hanya itu, AI juga berpeluang untuk memberikan pengalaman kemudahan dalam akses seperti rekam medis elektronik, pemberian rekomendasi obat, sebagai peringatan untuk keamanan pasien jatuh, dan lain sebagainya. Banyak sekali peran AI dalam perkembangan teknologi di bidang kesehatan, cepat atau lambat semua potensi yang dimiliki AI akan memberikan dampak baik tentunya dengan perbaikan-perbaikan yang agresif dan dukungan dari semua pemangku kepentingan dan juga para praktisi.

Page 25 of 242 | Total Record : 2415