cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,804 Documents
Korelasi Pengetahuan dan Sikap Perawat dengan Kepatuhan Hand Hygiene dan Dampaknya Pada Angka Hais di RSUD I.A. Moeis Samarinda Halimah Sadiyah; M. Ardan; Dewi Mardahlia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60175

Abstract

Kepatuhan hand hygiene merupakan kunci pencegahan Healthcare Associated Infections (HAIs). Di IGD RSUD I.A. Moeis Samarinda, kepatuhan masih rendah (45–50%) sementara angka phlebitis melonjak hingga 14,02‰. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan dan sikap perawat terhadap kepatuhan hand hygiene serta dampaknya terhadap kejadian HAIs. Desain cross-sectional diterapkan pada 30 perawat IGD yang dipilih secara total sampling. Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan (10 item) dan sikap (9 item), observasi kepatuhan sesuai standar WHO, serta data sekunder HAIs periode 2023–2025. Analisis menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan 29,67 (74,2%), sikap 33,20 (83,0%), namun rata-rata kepatuhan hanya 46,8%. Pengetahuan (p=0,035; r=0,386) dan sikap (p=0,021; r=0,421) berhubungan signifikan dengan kepatuhan dengan kekuatan sedang. Meski pengetahuan dan sikap tergolong baik, hanya 3,3% perawat mencapai kepatuhan 100%; beban kerja tinggi dan minimnya pengawasan menjadi faktor kesenjangan. Lonjakan phlebitis (14,02‰) sejalan dengan rendahnya kepatuhan. Simpulan: Pengetahuan dan sikap berpengaruh positif terhadap kepatuhan, tetapi penerapan aktual masih rendah. Diperlukan penguatan edukasi, monitoring berkelanjutan, dan budaya keselamatan pasien untuk menurunkan angka HAIs.
Faktor-Faktor Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tapung Tahun 2026 Rizki Rahmawati Lestari; Dessyka Febria; Zurrahmi Z.R; Sri Hardianti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60477

Abstract

Cakupan ASI Eksklusif di berbagai daerah di Indonesia masih jauh dari target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 20–26 Mei 2026. Variabel yang diteliti meliputi dukungan tenaga kesehatan, pengetahuan ibu, dukungan suami, pekerjaan ibu, pendidikan ibu, umur ibu, dan umur kehamilan ibu saat melahirkan. Pengambilan sampel dilakukan secara systematic random sampling (n=120). Data dianalisis menggunakan Uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan secara signifikan dengan pemberian ASI eksklusif adalah dukungan suami (POR: 8,219; 95% CI = 2,848–23,719), pekerjaan ibu (POR: 5,188; 95% CI = 1,264–21,301), dan pendidikan ibu (POR: 3,785; 95% CI = 1,110–12,904). Disarankan agar pihak Puskesmas memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tentang ASI eksklusif kepada pasangan suami istri.
Hubungan Postur Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja Industri Konveksi di Desa Tritunggal Siti Mar’atus Sholikhah; Nugrahadi Dwi Pasca Budiono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60494

Abstract

Salah satu bahaya kesehatan yang sering menimpa pekerja di industri konveksi adalah Musculoskeletal Disorders (MSDs), terutama akibat aktivitas kerja yang melibatkan posisi tubuh yang tidak mematuhi pedoman ergonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara munculnya keluhan (MSDs) dengan keadaan postur kerja pada pekerja industri konveksi di Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik cross-sectional dengan 74 pekerja yang dipilih melalui seleksi purposif. Nordic Body Map (NBM) digunakan untuk mendeteksi penyakit muskuloskeletal, sedangkan alat Rapid Upper Limb Assessment (RULA) digunakan untuk mengevaluasi permasalahan postur kerja. Analisis Spearman Rank digunakan dalam pengolahan data. Berdasarkan temuan penelitian, sebagian besar karyawan memiliki keluhan MSDs sedang (78,4%) dan postur kerja berisiko tinggi (59,5%). Berdasarkan pengujian statistik, terdapat korelasi yang signifikan antara posisi kerja dan keluhan MSDs (p=0.000; r=0.403). Postur tubuh yang tidak tepat saat bekerja dikaitkan dengan meningkatnya keluhan gangguan muskuloskeletal di kalangan pekerja profesional. Untuk mengurangi risiko terjadinya permasalahan muskuloskeletal, maka perlu dilakukan modifikasi kerja berbasis ergonomi.
Health Belief Model–Based TRIAD-KRR Education and Risky Sexual Behaviors among Adolescents: A Literature Review Shinta Ainur Rohmah; Sri Wahyuni; Nopi Nur Khasanah; Herry Susanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60711

Abstract

Background: Adolescents are a vulnerable group for reproductive health problems, including risky sexual behaviors, sexually transmitted infections, and unintended pregnancy. Theory-based health education, such as the Health Belief Model (HBM) and the TRIAD-KRR framework, is considered effective in improving knowledge, strengthening risk perception, and promoting protective behaviors. However, variations in intervention delivery from face-to-face sessions and peer education to digital platforms require a comprehensive evaluation of their effectiveness. Objective: This literature review aimed to evaluate the effectiveness of theory-based reproductive health education (HBM, TRIAD-KRR, and related approaches) in improving knowledge, attitudes, self-efficacy, and the prevention of risky sexual behaviors among adolescents. Methods: A systematic search was conducted in PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, DOAJ, and national journal portals (Garuda, university OJS platforms, and Indonesian nursing and health journals) for articles published between 2020 and 2025. The search strategy followed the PICO framework and PRISMA 2020 guidelines using keywords related to adolescents, TRIAD-KRR, Health Belief Model, health education, and risky sexual behavior. Inclusion criteria were original research articles using quasi-experimental or randomized controlled trial designs, adolescent populations, theory-based educational interventions, and outcomes related to knowledge, attitudes, or risk behaviors. Articles were screened through title–abstract review, full-text assessment, and eligibility verification. A total of 13 studies met the criteria and were appraised using the Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Results: Theory-based educational interventions delivered through classroom teaching, peer-led activities, case-based learning, and digital media consistently improved adolescents’ knowledge, enhanced attitudes and self-efficacy, and reduced tendencies toward risky sexual behaviors. Conclusion: Theory-based reproductive health education is an effective and feasible strategy for preventing risky sexual behaviors among adolescents. Integrating interactive methods with digital support is recommended to sustain and strengthen program outcomes.