cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Evolusi Terapi TKI ALK Pada Non-Small Cell Lung Cancer: Perbandingan Efektivitas dan Profil Keamanan Dalam Penggunaan Sebagai First-Line Therapy Mally Ghinan Sholih; Hadi Sudarjat; Paulina Intan Deanita; Noviani Ayu Mulyati; Nabila Yokki Ani Eka Putri; Sabina Khairunnisa Siagian; Afirsta Rahma Nur Pratiwi; Sri Ayu Ainurrosyidah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60165

Abstract

Kanker paru merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia dengan tingginya angka mortalitas yang dipengaruhi oleh keterlambatan diagnosis dan keterbatasan terapi konvensional. Terapi target berbasis mutasi gen Anaplastic Lymphoma Kinase (ALK) menjadi isu penting dalam meningkatkan prognosis pasien, terutama pada Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC). Kajian ini disusun dengan tujuan untuk melihat perbandingan efektivitas dan profil keamanan obat terapi ALK TKI dalam meningkatkan rentang hidup pasien kanker paru menggunakan metode literature review dengan sumber data yang diperoleh dari artikel penelitian dan publikasi ilmiah yang berasal dari jurnal nasional maupun internasional terakreditasi. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan bantuan perangkat lunak Publish or Perish. Hasilnya lorlatinib menunjukkan efektivitas tertinggi, terutama dalam mengendalikan metastasis sistem saraf pusat dan mengatasi mutasi resistensi ALK, namun disertai risiko efek samping yang lebih besar. Sebaliknya, alectinib memiliki tolerabilitas yang lebih baik sehingga lebih sesuai untuk terapi jangka panjang. Dengan demikian, penggunaan ALK-TKI generasi kedua dan ketiga dapat menjadi pilihan terapi yang lebih optimal sebagai first-line therapy pada pasien NSCLC ALK-positif, dengan pemilihan terapi yang tetap perlu disesuaikan berdasarkan kondisi klinis dan karakteristik masing-masing pasien.
Korelasi Pengetahuan dan Sikap Perawat dengan Kepatuhan Hand Hygiene dan Dampaknya Pada Angka Hais di RSUD I.A. Moeis Samarinda Halimah Sadiyah; M. Ardan; Dewi Mardahlia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60175

Abstract

Kepatuhan hand hygiene merupakan kunci pencegahan Healthcare Associated Infections (HAIs). Di IGD RSUD I.A. Moeis Samarinda, kepatuhan masih rendah (45–50%) sementara angka phlebitis melonjak hingga 14,02‰. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan dan sikap perawat terhadap kepatuhan hand hygiene serta dampaknya terhadap kejadian HAIs. Desain cross-sectional diterapkan pada 30 perawat IGD yang dipilih secara total sampling. Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan (10 item) dan sikap (9 item), observasi kepatuhan sesuai standar WHO, serta data sekunder HAIs periode 2023–2025. Analisis menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan 29,67 (74,2%), sikap 33,20 (83,0%), namun rata-rata kepatuhan hanya 46,8%. Pengetahuan (p=0,035; r=0,386) dan sikap (p=0,021; r=0,421) berhubungan signifikan dengan kepatuhan dengan kekuatan sedang. Meski pengetahuan dan sikap tergolong baik, hanya 3,3% perawat mencapai kepatuhan 100%; beban kerja tinggi dan minimnya pengawasan menjadi faktor kesenjangan. Lonjakan phlebitis (14,02‰) sejalan dengan rendahnya kepatuhan. Simpulan: Pengetahuan dan sikap berpengaruh positif terhadap kepatuhan, tetapi penerapan aktual masih rendah. Diperlukan penguatan edukasi, monitoring berkelanjutan, dan budaya keselamatan pasien untuk menurunkan angka HAIs.
Analisis Bibliometrik Tentang Bullying dan Respon Psikososial di Kalangan Remaja Alisya Aska Aulia Rahma; Ema Waliyanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60182

Abstract

Abstrak Perundungan merupakan salah satu permasalahan psikososial yang banyak dialami remaja dan berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang hingga masa dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan publikasi ilmiah internasional mengenai perundungan dan respons psikososial pada remaja selama periode 2015–2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus dan diseleksi menggunakan pedoman PRISMA 2020 dengan kriteria artikel berbahasa Inggris yang membahas perundungan pada remaja dalam bidang kedokteran dan keperawatan. Sebanyak 218 dokumen dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan jumlah publikasi dari tahun ke tahun dengan puncak publikasi terjadi pada tahun 2025. Amerika Serikat menjadi negara dengan kontribusi publikasi tertinggi, yaitu sebanyak 60 artikel. Analisis kata kunci mengindikasikan bahwa fokus penelitian mengalami perkembangan dari kajian mengenai faktor risiko, seperti depresi, kecemasan, ejekan fisik, dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas, menuju pembahasan mengenai strategi intervensi yang lebih spesifik dan terukur. Temuan ini menunjukkan bahwa penelitian terkait dampak psikososial perundungan terus berkembang dan menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah yang inklusif, serta penguatan kemampuan regulasi emosi remaja untuk mengurangi dampak negatif perundungan. Kata Kunci: bullying, remaja, respon psikososial, kesehatan mental. Abstract Bullying is a significant psychosocial issue among adolescents and may lead to long-term consequences that persist into adulthood. This study aimed to examine the development of international research on bullying and adolescents’ psychosocial responses during the period of 2015–2025. A descriptive quantitative design with a bibliometric approach was employed. Data were retrieved from the Scopus database and screened according to the PRISMA 2020 guidelines. Eligible articles were English-language publications focusing on adolescent bullying within the fields of medicine and nursing. A total of 218 documents were analyzed using VOSviewer software. The findings revealed a substantial increase in publication output over the study period, with the highest number of publications recorded in 2025. The United States emerged as the leading contributor, accounting for 60 publications. Keyword analysis indicated an evolution in research focus, from studies emphasizing risk factors such as depression, anxiety, physical teasing, and discrimination against minority groups to investigations of more specific and measurable intervention strategies. These findings suggest that research on the psychosocial impacts of bullying has continued to expand, highlighting the importance of collaboration among families, inclusive school environments, and the enhancement of adolescents’ emotional regulation skills to mitigate the adverse effects of bullying. Keywords: bullying, adolescents, psychosocial response, mental health.
Faktor-Faktor Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tapung Tahun 2026 Rizki Rahmawati Lestari; Dessyka Febria; Zurrahmi Z.R; Sri Hardianti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60477

Abstract

Cakupan ASI Eksklusif di berbagai daerah di Indonesia masih jauh dari target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 20–26 Mei 2026. Variabel yang diteliti meliputi dukungan tenaga kesehatan, pengetahuan ibu, dukungan suami, pekerjaan ibu, pendidikan ibu, umur ibu, dan umur kehamilan ibu saat melahirkan. Pengambilan sampel dilakukan secara systematic random sampling (n=120). Data dianalisis menggunakan Uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan secara signifikan dengan pemberian ASI eksklusif adalah dukungan suami (POR: 8,219; 95% CI = 2,848–23,719), pekerjaan ibu (POR: 5,188; 95% CI = 1,264–21,301), dan pendidikan ibu (POR: 3,785; 95% CI = 1,110–12,904). Disarankan agar pihak Puskesmas memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tentang ASI eksklusif kepada pasangan suami istri.
Hubungan Postur Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja Industri Konveksi di Desa Tritunggal Siti Mar’atus Sholikhah; Nugrahadi Dwi Pasca Budiono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60494

Abstract

Salah satu bahaya kesehatan yang sering menimpa pekerja di industri konveksi adalah Musculoskeletal Disorders (MSDs), terutama akibat aktivitas kerja yang melibatkan posisi tubuh yang tidak mematuhi pedoman ergonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara munculnya keluhan (MSDs) dengan keadaan postur kerja pada pekerja industri konveksi di Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik cross-sectional dengan 74 pekerja yang dipilih melalui seleksi purposif. Nordic Body Map (NBM) digunakan untuk mendeteksi penyakit muskuloskeletal, sedangkan alat Rapid Upper Limb Assessment (RULA) digunakan untuk mengevaluasi permasalahan postur kerja. Analisis Spearman Rank digunakan dalam pengolahan data. Berdasarkan temuan penelitian, sebagian besar karyawan memiliki keluhan MSDs sedang (78,4%) dan postur kerja berisiko tinggi (59,5%). Berdasarkan pengujian statistik, terdapat korelasi yang signifikan antara posisi kerja dan keluhan MSDs (p=0.000; r=0.403). Postur tubuh yang tidak tepat saat bekerja dikaitkan dengan meningkatnya keluhan gangguan muskuloskeletal di kalangan pekerja profesional. Untuk mengurangi risiko terjadinya permasalahan muskuloskeletal, maka perlu dilakukan modifikasi kerja berbasis ergonomi.
Health Belief Model–Based TRIAD-KRR Education and Risky Sexual Behaviors among Adolescents: A Literature Review Shinta Ainur Rohmah; Sri Wahyuni; Nopi Nur Khasanah; Herry Susanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60711

Abstract

Background: Adolescents are a vulnerable group for reproductive health problems, including risky sexual behaviors, sexually transmitted infections, and unintended pregnancy. Theory-based health education, such as the Health Belief Model (HBM) and the TRIAD-KRR framework, is considered effective in improving knowledge, strengthening risk perception, and promoting protective behaviors. However, variations in intervention delivery from face-to-face sessions and peer education to digital platforms require a comprehensive evaluation of their effectiveness. Objective: This literature review aimed to evaluate the effectiveness of theory-based reproductive health education (HBM, TRIAD-KRR, and related approaches) in improving knowledge, attitudes, self-efficacy, and the prevention of risky sexual behaviors among adolescents. Methods: A systematic search was conducted in PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, DOAJ, and national journal portals (Garuda, university OJS platforms, and Indonesian nursing and health journals) for articles published between 2020 and 2025. The search strategy followed the PICO framework and PRISMA 2020 guidelines using keywords related to adolescents, TRIAD-KRR, Health Belief Model, health education, and risky sexual behavior. Inclusion criteria were original research articles using quasi-experimental or randomized controlled trial designs, adolescent populations, theory-based educational interventions, and outcomes related to knowledge, attitudes, or risk behaviors. Articles were screened through title–abstract review, full-text assessment, and eligibility verification. A total of 13 studies met the criteria and were appraised using the Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Results: Theory-based educational interventions delivered through classroom teaching, peer-led activities, case-based learning, and digital media consistently improved adolescents’ knowledge, enhanced attitudes and self-efficacy, and reduced tendencies toward risky sexual behaviors. Conclusion: Theory-based reproductive health education is an effective and feasible strategy for preventing risky sexual behaviors among adolescents. Integrating interactive methods with digital support is recommended to sustain and strengthen program outcomes.
Studi Deskriptif Status Gizi Anak Sekolah Dasar di SDN I Lidah Kulon Surabaya Anastasia Putu Martha Anggarani; Raditya Kurniawan Raditya Kurniawan Djoar; Nora Ekawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.55372

Abstract

Pemantauan status gizi anak sekolah dasar merupakan aspek penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, mengingat anak merupakan investasi pembangunan jangka panjang. Status gizi yang optimal sejak usia dini sangat dipengaruhi oleh kecukupan dan keseimbangan asupan zat gizi, yang berperan dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta daya tahan tubuh anak. Anak yang memperoleh asupan gizi seimbang diharapkan tumbuh sehat dan mampu mencapai potensi optimalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status gizi anak usia sekolah dasar di SDN Lidah Kulon 1 Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan subjek sebanyak 246 siswa berusia 7–10 tahun. Data status gizi diperoleh melalui pengukuran antropometri, meliputi berat badan dan tinggi badan, yang selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan kategori status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi baik, yaitu sebesar 60%. Namun demikian, masih ditemukan responden dengan status gizi rendah sebesar 13%, status gizi berlebih sebesar 7%, dan status gizi obesitas sebesar 20%. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas siswa memiliki status gizi yang baik, masih terdapat proporsi anak dengan permasalahan gizi yang perlu mendapat perhatian. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidaksesuaian pola makan dan asupan gizi pada sebagian anak. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua dan lingkungan sekolah dalam mengatur dan mengawasi pola konsumsi makanan anak agar kebutuhan gizi terpenuhi secara seimbang guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
Inhalasi Whipping Pink (Nitrous Oxide) Terhadap Kegawatan Neurologis–Respiratorik: Analisis Misinformasi Media Sosial Dalam Perspektif Keperawatan Kritis Rivani Nur Oktavia; Regyta Marshanda; Budi Widiyanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.56708

Abstract

Whipping pink inhalation (recreational Nitrous oxide/N₂O) is increasingly popular on social media and is often perceived as safe. However, repeated exposure can trigger neurological emergencies such as peripheral neuropathy, myelopathy due to vitamin B12 deficiency, and respiratory disorders in the form of acute hypoxia and respiratory depression. Digital misinformation has the potential to delay detection and management in critical care. This study aims to analyze the clinical impact of N₂O inhalation on neurological and respiratory emergencies and analyze social media misinformation from a critical care nursing perspective. The method used is an Evidence Based Practice-based literature analysis through a review of the latest scientific journals related to the effects of N₂O toxicity, clinical manifestations, and implications for critical care nursing. The results show that chronic exposure to N₂O inactivates vitamin B12, causing spinal cord demyelination, sensorimotor disorders, and the risk of hypoxia due to oxygen displacement. Early intervention, screening of use history, and evidence-based education are crucial. It was concluded that recreational N₂O inhalation carries a high risk of neurological and respiratory emergencies. Critical care nurses play a strategic role in early detection, stabilization, and education to counter misinformation.
Mitos Memasukkan Sendok ke Dalam Mulut: Tinjauan Literatur Tentang Praktik Pertolongan Pertama Pada Pasien Kejang Rini Damayanti; Shindy Gustarina; Dina Indrati DS
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.56816

Abstract

Febrile seizures are one of the most common neurological disorders in children aged 6 months to 5 years and often cause anxiety in families because they occur suddenly and require immediate treatment. Most seizures occur at home, so families play a crucial role in providing first aid to prevent complications such as injury, aspiration, or respiratory distress. However, various studies have shown that public knowledge regarding first aid for seizures is still limited and often influenced by myths that are inconsistent with medical recommendations, such as inserting objects into the patient's mouth during a seizure. This study aims to analyze first aid practices for seizure patients related to the myth of inserting a spoon into the mouth based on a literature review. The method used was a literature review with a narrative analysis approach to various scientific articles discussing family experiences, community knowledge, and first aid practices for patients with seizures or epilepsy. The results of the study indicate that family experiences in providing first aid to children with febrile seizures can be categorized into several main themes: allowing the seizure to continue, observing the child's condition, inserting objects into the child's mouth, and asking for help from others. Some practices carried out by families are still inconsistent with medical recommendations due to limited knowledge and prevailing beliefs in the community. Therefore, a systematic health education program is needed to increase the knowledge and preparedness of families in providing first aid for febrile seizures appropriately and safely.
Pengetahuan Gizi dan Siklus Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri SMA di Kabupaten Morowali Amina Amina; Rakhmawati Agustina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.56877

Abstract

Latar Belakang: Menurut data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2023, prevalensi anemia secara global diperkirakan mempengaruhi 40% anak-anak berusia 6 hingga 59 bulan, 37% wanita hamil antara usia 15 dan 49 tahun, dan 30% wanita usia subur (15 hingga 49 tahun). Anemia pada remaja harus segera diatasi karena memberikan dampak negatif untuk saat ini dan saat mendatang. Tujuan penelitian dianalisis hubungan pengetahuan gizi dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 1 Bungku Tengah Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali. Metode: Penelitian ini ialah penelitian observasional analitik dengan rancangan/desain menggunakan cross sectional. Cross sectional digunakan untuk melihat hubungan antara variabel bebas (pengetahuan gizi dan siklus menstruasi) dengan kejadian anemia pada remaja putri. Data dikumpulkan secara bersamaan waktunya. Sampel adalah remaja putri yang telah mengalami menstruasi, sebanyak 150 orang. Analisis data meliputi univariat dan bivariat. Analisis bivariat yaitu pengetahuan dan kejadian anemia menggunakan Chi Square sedangkan siklus menstruasi dengan kejadian anemia menggunakan Fisher Exact Test. Hasil Penelitian: Pengetahuan gizi sampel baik, siklus menstruasi normal. Sampel mengalami anemia. Tidak ada hubungan pengetahuan gizi dengan kejadian anemia (p=0.355) dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia (p=1.000) Kesimpulan: Pengetahuan gizi dan siklus menstruasi bukan merupakan variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia