cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,804 Documents
Manajemen Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Ventilasi Mekanis Jangka Panjang: Suatu Tinjauan Sistematis Mengenai Keselamatan Pasien dan Mutu Pelayanan Failasuf Wibisono; Yunie Armiyati; Aric Vranada
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59717

Abstract

Ventilasi mekanik jangka panjang (Long-Term Mechanical Ventilation/LTMV) merupakan salah satu bentuk terapi penunjang kehidupan yang diberikan kepada pasien dengan gangguan pernapasan kronis. Seiring meningkatnya penerapan Home Mechanical Ventilation (HMV), berbagai manfaat telah dilaporkan, seperti peningkatan kualitas hidup pasien serta berkurangnya frekuensi dan durasi perawatan di rumah sakit. Namun demikian, penggunaan ventilasi mekanik dalam jangka panjang juga menghadirkan tantangan yang berkaitan dengan keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan. Dalam kondisi ini, perawat memegang peranan penting melalui pemantauan kondisi pasien, pencegahan komplikasi, pemberian edukasi kepada keluarga, serta koordinasi pelayanan secara berkesinambungan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menelaah, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai manajemen keperawatan pada pasien pengguna ventilasi mekanik jangka panjang dengan penekanan pada aspek keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada pedoman PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar terhadap artikel yang diterbitkan pada tahun 2021–2024. Proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menghasilkan sepuluh artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan empat tema utama, yaitu keselamatan pasien pada pengguna LTMV, pemantauan dan pencegahan komplikasi, mutu pelayanan dan keberlanjutan perawatan, serta kontribusi perawat dalam pelaksanaan HMV. Berbagai strategi seperti pemantauan berkelanjutan, pemanfaatan telemonitoring, penggunaan indikator mutu, edukasi bagi caregiver, dan kerja sama multidisiplin terbukti mendukung peningkatan keselamatan pasien serta mutu pelayanan. Dengan demikian, manajemen keperawatan memiliki kontribusi yang signifikan dalam mengoptimalkan luaran pasien melalui peningkatan kompetensi perawat, sistem pemantauan yang terstandar, dan keterlibatan aktif keluarga dalam proses perawatan.
Perubahan Siklus Menstruasi Pada Akseptor KB Pengguna Kontrasepsi Suntik Tiga Bulan di Puskesmas Kecamatan Ciracas Adrian Goenawan; Andreas Evangelius Messakh; Johnny Johnny; Erma Mexcorry Sumbayak
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59763

Abstract

The contraceptive method that many women choose is the injectable contraceptive method. However, injectable contraceptives also have many side effects such as changes in blood pressure, menstrual disorders, changes in sexual desire, changes in body weight. The aim of the study was to determine the relationship between the use of 3-month injectable contraceptives and the menstrual cycle in mothers at the Ciracas District Health Center. The research design used is an analytic descriptive design with a cross sectional approach. The sampling technique is by using consecutive sampling method with a total sample of 105 respondents. The results of the study using the chi square statistical test obtained a value of P = 0.04 <0.05. In conclusion, there is a significant relationship between the use of 3-month injectable contraceptives and the menstrual cycle in women at the Ciracas District Health Center.
Kebijakan Pencegahan Perundungan Program Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia: Analisis Menggunakan Health Policy Triangle Hanisa Rizkamilna Fitriadewi; Puput Oktamianti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59785

Abstract

Pendidikan kedokteran spesialis di Indonesia dinilai rentan terhadap praktik perundungan akibat budaya hierarki klinis yang kaku dan asimetri kekuasaan. Meskipun pemerintah telah merumuskan berbagai regulasi pencegahan, implementasinya masih terhambat oleh fenomena kebungkaman organisasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan pencegahan dan penanganan perundungan PPDS secara komprehensif menggunakan kerangka Health Policy Triangle (HPT) oleh Walt dan Gilson (1994). Penelitian ini menggunakan desain kualitatif melalui tinjauan kebijakan naratif berbasis analisis dokumen regulasi nasional dan literatur sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen hukum saat ini telah komprehensif mendefinisikan pelindungan dan sanksi secara substansial pada dimensi Konten. Namun, efektivitasnya tertahan oleh dominasi budaya hierarkis dan adanya jarak kekuasaan pada dimensi Konteks, serta tumpang tindih yurisdiksi antara otoritas rumah sakit dan universitas pada dimensi Aktor. Dinamika ini memicu ketakutan peserta didik akan pembalasan akademik, sehingga menghambat optimalisasi sistem pelaporan terpusat pada dimensi Proses. Ketiadaan lembaga pengawas independen membuat pelindungan karier pelapor belum terjamin secara absolut. Sebagai rekomendasi, diperlukan harmonisasi yurisdiksi kelembagaan, pembentukan satuan tugas anti-perundungan otonom yang terlepas dari hierarki internal, dan pergeseran menuju sistem pengawasan iklim pendidikan yang proaktif.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan ASI Eksklusif pada Anak Down Syndrome: Studi Cross-Sectional Siti Masdah; Lidia Hastuti; Cau Kim Jiu; Sri Ariyanti; Usman Usman; Muhammad Alfarizi; Ravi Aulia Febriyanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59846

Abstract

Latar Belakang: Anak dengan Down Syndrome (DS) memiliki berbagai kondisi klinis yang dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Kondisi seperti hipotonia, kelainan jantung bawaan (Congenital Heart Disease/CHD), dan penyakit penyerta berpotensi mengganggu kemampuan menyusu dan mempertahankan laktasi. Tujuan: Menganalisis determinan keberhasilan ASI eksklusif pada anak Down Syndrome. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 70 ibu yang memiliki anak Down Syndrome. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik biner dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: Proporsi keberhasilan ASI eksklusif sebesar 47,1%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa penyakit penyerta, CHD, hipotonia, mudah lelah saat menyusu, kesulitan mengisap, dan kebutuhan bantuan posisi berhubungan signifikan dengan keberhasilan ASI eksklusif (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa CHD (AOR=0,24; 95%CI=0,07–0,83), hipotonia (AOR=0,25; 95%CI=0,07–0,88), dan penyakit penyerta (AOR=0,29; 95%CI=0,09–0,93) merupakan faktor dominan yang menurunkan peluang keberhasilan ASI eksklusif. Kesimpulan: Keberhasilan ASI eksklusif pada anak Down Syndrome dipengaruhi terutama oleh kondisi klinis anak. CHD merupakan faktor paling dominan yang menurunkan keberhasilan ASI eksklusif. Diperlukan dukungan laktasi dan pendampingan multidisiplin untuk meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif pada anak Down Syndrome.
Analisis Perbedaan Kadar Kolesterol Total dan LDL pada Perempuan Obesitas Premenopause dan Pascamenopause Yesi Anggriani; Yusrawati Yusrawati; Arni Amir
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59895

Abstract

Abstrak Obesitas merupakan faktor risiko utama gangguan metabolisme lipid dan penyakit kardiovaskular. Pada perempuan, perubahan hormonal yang terjadi selama transisi menopause, terutama penurunan kadar estrogen, dapat memengaruhi metabolisme lipid dan meningkatkan risiko dislipidemia. Kondisi ini diduga menyebabkan perbedaan kadar kolesterol total dan low-density lipoprotein (LDL) antara perempuan obesitas premenopause dan pascamenopause. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional komparatif yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Koto Panjang Ikua Koto. Sebanyak 80 perempuan obesitas yang terdiri atas 40 premenopause dan 40 pascamenopause diikutsertakan dalam penelitian. Pemeriksaan kadar lipid dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menggunakan metode enzimatik kolorimetri (GPO-PAP). Analisis statistik meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji t independen dengan tingkat kemaknaan p < 0,05 Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata kadar kolesterol total pada kelompok perempuan obesitas pascamenopause sebesar 235,76 ± 28,78 mg/dL, lebih tinggi dibandingkan kelompok premenopause yang memiliki rerata 204,94 ± 46,99 mg/dL. Perbedaan tersebut bermakna secara statistik (p = 0,001). Rerata kadar LDL pada kelompok pascamenopause juga lebih tinggi, yaitu 131,61 ± 43,20 mg/dL, dibandingkan kelompok premenopause sebesar 107,35 ± 25,37 mg/dL, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,003). Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada kadar kolesterol total dan LDL antara kelompok perempuan obesitas pascamenopause dan premenopause Kata Kunci: Obesitas, Premenopause dan Pascamenopause, Kolesterol Toral dan LDL
The Effectiveness of Discharge Planning Implementation on The Quality of Life of Ischemic Stroke Patients: A Literature Review Yunizabetri sy; Nurul Huda; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59899

Abstract

Stroke is one of the leading causes of disability and mortality worldwide, significantly affecting patients' quality of life. Patients with ischemic stroke require continuous care after hospital discharge to support recovery and prevent complications. Discharge planning is an essential strategy for ensuring continuity of care and facilitating patients’ transition from hospital to home. This study aimed to analyze the effectiveness of discharge planning on the quality of life of patients with ischemic stroke. An integrative literature review approach was employed by searching articles from PubMed, ScienceDirect, Wiley Online Library, Google Scholar, Semantic Scholar, ResearchGate, and BMC databases. The keywords used included discharge planning, transitional care, quality of life, and ischemic stroke. A total of 10 articles that met the predetermined inclusion and exclusion criteria were analyzed. The methodological quality of the selected studies was assessed using the Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. The findings indicated that discharge planning effectively improved the quality of life of patients with ischemic stroke by enhancing discharge readiness, self-care ability, rehabilitation adherence, functional recovery, and continuity of care. Furthermore, the integration of transitional care strategies was shown to reduce hospital readmission rates and improve patient outcomes. It can be concluded that discharge planning is an effective intervention that should be implemented in a structured, patient-centered, and sustainable manner to improve the quality of life of patients with ischemic stroke.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Penerapan Aplikasi Tracking Berbasis Digital Antrian Obat Rawat Jalan Di RSUD Dr. Gondo Suwarno Kabupaten Semarang Arrum Rodhiyana; Avianti Eka Dewi Aditya Purwaningsih; Amalia Nurul Ulum
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59998

Abstract

Pelayanan kefarmasian rawat jalan merupakan indikator penting dalam menilai mutu layanan rumah sakit, terutama terkait transparansi informasi antrian obat. Sistem tracking manual sering menimbulkan ketidakjelasan informasi yang berdampak pada rendahnya kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat kepuasan pasien sebelum dan sesudah penerapan sistem tracking berbasis digital sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan kefarmasian di RSUD dr. Gondo Suwarno Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain before–after pada 372 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan dengan uji Paired Sample t-test dan korelasi Spearman pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa kepuasan pasien meningkat dari 11,3% sebelum implementasi menjadi 81,2% setelah penerapan sistem digital. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001) serta hubungan positif dan signifikan antara penerapan sistem digital dan kepuasan pasien (r = 0,164; p = 0,001). Penerapan sistem tracking berbasis digital terbukti meningkatkan transparansi layanan serta berkontribusi terhadap peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pasien rawat jalan.
Always Connected, Never Fulfilled? Peran Social Comparison, Fomo dan Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rafika Maharani Hakim; Miftahun Najah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60072

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital dan media sosial telah mengubah pola interaksi sosial, khususnya di kalangan dewasa muda. Instagram, sebagai salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan, mendorong individu untuk mengamati dan membandingkan diri mereka dengan orang lain, yang dapat menyebabkan tekanan psikologis seperti perbandingan sosial dan Fear of Missing Out (FOMO). Kondisi ini dianggap mampu memengaruhi kesejahteraan psikologis, terutama di kalangan mahasiswa yang berada pada tahap eksplorasi identitas dan penyesuaian sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh perbandingan sosial kemampuan, perbandingan sosial opini, dan Fear of Missing Out terhadap kesejahteraan psikologis di antara pengguna Instagram aktif berusia 18–25 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yang melibatkan 268 partisipan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan sosial kemampuan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis, sedangkan perbandingan sosial opini memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Selain itu, Fear of Missing Out berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis dan muncul sebagai prediktor yang paling dominan. Studi ini menyimpulkan bahwa dinamika psikologis dalam penggunaan media sosial dapat berfungsi sebagai faktor adaptif dan maladaptif yang memengaruhi kesejahteraan psikologis individu.
Evaluasi Efektivitas Terapi Antidiabetik Oral Terhadap Perubahan HBA1C Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan Di RSIJ Cempaka Putih Periode September 2024–September 2025 Salsabila Kasih Putri Ramadhani; Ida Paulina Sormin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60160

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronik yang memerlukan pengelolaan terapi jangka panjang untuk mencapai kontrol glikemik optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas terapi antidiabetik oral terhadap perubahan HbA1c, menilai kesesuaian pemilihan terapi berdasarkan HbA1c awal sesuai pedoman klinis, serta menganalisis hubungan karakteristik sosiodemografi dan komorbiditas dengan efektivitas terapi pada pasien DMT2 rawat jalan di RSIJ Cempaka Putih. Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif dengan data rekam medis. Sampel terdiri atas 100 pasien. Data meliputi karakteristik sosiodemografi, komorbiditas, jenis terapi antidiabetik oral, serta nilai HbA1c sebelum dan sesudah terapi. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil menunjukkan mayoritas pasien berada pada kelompok usia dewasa akhir (54%), berjenis kelamin perempuan (55%), dan memiliki indeks massa tubuh normal hingga kegemukan. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara nilai HbA1c sebelum dan sesudah terapi (p=0,828). Selain itu, tidak ditemukan hubungan signifikan antara jenis terapi (p=0,177), komorbiditas (p=0,112), jenis kelamin (p=0,728), usia (p=0,445), status berat badan (p=0,693) terhadap efektivitas penurunan HbA1c. Evaluasi kesesuaian terapi menunjukkan 58% pasien menerima terapi sesuai pedoman dan 42% belum sesuai. Disimpulkan bahwa terapi antidiabetik oral belum efektif statistik menurunkan HbA1c, sehingga diperlukan evaluasi dan optimalisasi terapi dengan mempertimbangkan faktor pasien untuk mencapai kontrol yang baik.
Evolusi Terapi TKI ALK Pada Non-Small Cell Lung Cancer: Perbandingan Efektivitas dan Profil Keamanan Dalam Penggunaan Sebagai First-Line Therapy Mally Ghinan Sholih; Hadi Sudarjat; Paulina Intan Deanita; Noviani Ayu Mulyati; Nabila Yokki Ani Eka Putri; Sabina Khairunnisa Siagian; Afirsta Rahma Nur Pratiwi; Sri Ayu Ainurrosyidah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60165

Abstract

Kanker paru merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia dengan tingginya angka mortalitas yang dipengaruhi oleh keterlambatan diagnosis dan keterbatasan terapi konvensional. Terapi target berbasis mutasi gen Anaplastic Lymphoma Kinase (ALK) menjadi isu penting dalam meningkatkan prognosis pasien, terutama pada Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC). Kajian ini disusun dengan tujuan untuk melihat perbandingan efektivitas dan profil keamanan obat terapi ALK TKI dalam meningkatkan rentang hidup pasien kanker paru menggunakan metode literature review dengan sumber data yang diperoleh dari artikel penelitian dan publikasi ilmiah yang berasal dari jurnal nasional maupun internasional terakreditasi. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan bantuan perangkat lunak Publish or Perish. Hasilnya lorlatinib menunjukkan efektivitas tertinggi, terutama dalam mengendalikan metastasis sistem saraf pusat dan mengatasi mutasi resistensi ALK, namun disertai risiko efek samping yang lebih besar. Sebaliknya, alectinib memiliki tolerabilitas yang lebih baik sehingga lebih sesuai untuk terapi jangka panjang. Dengan demikian, penggunaan ALK-TKI generasi kedua dan ketiga dapat menjadi pilihan terapi yang lebih optimal sebagai first-line therapy pada pasien NSCLC ALK-positif, dengan pemilihan terapi yang tetap perlu disesuaikan berdasarkan kondisi klinis dan karakteristik masing-masing pasien.