cover
Contact Name
Irika Widiasanti
Contact Email
irika@unj.ac.id
Phone
+6281578300565
Journal Mail Official
jurnalmenara@unj.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil - UNJ Jl Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Menara: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 19074360     EISSN : 26225549     DOI : https://doi.org/10.21009/jmenara
Core Subject : Engineering,
Jurnal Menara ditujukan kepada semua akademisi dan praktisi di bidang Teknik Sipil. Dengan adanya Jurnal Menara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan keilmuan bidang Teknik Sipil dalam arti dapat memberikan pencerahan berpikir bagi yang ikut berpartisipasi aktif di dalamnya. Cakupan Jurnal Menara meliputi hasil penelitian eksperimental, penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, dan penelitian pengembangan serta kajian ilmiah berupa studi literatur yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan membangun inovasi dalam bidang Teknik Sipil
Articles 244 Documents
KUAT LENTUR LEMBARAN SERAT SEMEN YANG MENGGUNAKAN JERAMI PADI Cut Farida Hanum; Erna Septiandini; Amos Neolaka
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.439 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v5i2.7927

Abstract

Perkembangan pembangunan di bidang perumahan, perkantoran, sekolahan, sarana kesehatandan lain-lain akan menuntut pula perkembangan industri bahan bangunan.Berdasarkan biropusat statistik tahun 2003 jumlah penduduk Indonesia, sampai pertengahan tahum 2003mencapai 214,593 juta jiwa.(BPS) Meningkatnya jumlah penduduk membawa dampak positif bagi perkembangan konstruksi diIndonesia, sehingga tuntutan terhadap kebutuhan bahan bangunan pun akan semakin meningkatseiring bertambahnya jumlah penduduk pada masa akan datang. Terutama bangunan untuktempat tinggal yang merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang utama, makakebutuhan tersebut perlu dipenuhi dengan menyediakan bahan bangunan yang cukup baik darisegi kualitas maupun dari segi kuantitas serta harganya terjangkau oleh daya beli masyarakat
EVALUASI SARANA PENYEHATAN LINGKUNGAN RUMAH SUSUN Studi Kasus di Kawasan Rumah Susun Pejompongan Jakarta Pusat Dedi Ismail; Prihantono ST; Santoso Sri Handoyo
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.148 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v5i2.7928

Abstract

Penelitian ini secara operasional bertujuan untuk mengevaluasi sarana sanitasilingkungan datar bertingkat tinggi yaitu: air bersih, udara dan ventilasi, informasi,pembuangan kotor dan air hujan serta limbah air.Penelitian ini dilakukan di Wilayah Dataran Tinggi Datar Benhil IPejompongan Jakarta dari Pusat melalui jenis penelitian deskriptifsecara teknis survei dan menggunakan instrumen penelitian mengambilbentuk kuesioner penomoran 40 item masalah.Hasil penelitian yang diterima didasarkan pada hasil dan observasidari survei yang dilakukan menunjukkan bahwa sarana sanitasi lingkungandi daerah datar bertingkat tinggi Pejompongan Jakarta dari Pusat yang meliputi:air bersih, udara dan ventilasi, informasi, pembuangan kotor dan air hujanserta limbah dari air memenuhi kondisi kesehatan.
PEMANFAATAN BATU-BATUAN KECIL ( KERIKIL JAGUNG ) SEBAGAI BAHAN TAMBAH PEMBUATAN PAVING BLOCK Sri Wardani; Prihantono ST; Tri Mulyono
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.13 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v6i1.7929

Abstract

Kebutuhan akan bahan bangunan, setiap tahun selalu meningkat. Salah satunya adalahPaving Block. Untuk mendapatkan Paving Block yang berkualitas baik adalah dengan caramenambah bahan lain untuk menyusun komposisi campurannya.Salah satu bahan yang memberi kemungkinan sebagai bahan pembuatan Paving Blockadalah batu-batuan kecil (Kerikil Jagung). Batu-batuan ini dapat diperoleh dari penyaringanpasir batu (sirtu) / dari penyaringan pasir kasar yang mengandung batu-batuan kecil.Berdasarkan analisis ayakan (besar butiran) batu-batuan kecil (Kerikil Jagung) tertahanpada ayakan 4,75 mm. Sehingga dapat digolongkan kedalam kerikil halus dengan ukuranbutiran 5 mm ≤ 10 mm.Kerikil jagung digunakan sebagai bahan tambah dalam pembuatan paving block, denganperbandingan berat pada komposisi campuran semen : pasir : kerikil jagung untuk bagianatas / kepala masing-masing A (1:1:0) / sebagai kontrol, B (1:1:1), C (1:1:1,5) dan D (1:1:2).Hal ini untuk mengetahui adanya perbedaan penggunaan kerikil jagung terhadap kuattekan bata beton (paving block) sesuai dengan Standar Nasional Indonesia
STUDI PEMANFAATAN LIMBAH KAYU SENGON SEBAGAI BAHAN BAKU PAPAN SEMEN PARTIKEL Apolonia Asteria Barreto; Gina Bachtiar; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.194 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v6i1.7935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah papan semen partikel denganmenggunakan limbah kayu sengon memenuhi persyaratan Cement-BondedParticle Boards International Standard (ISO 8335-1987). Penelitian ini dilakukan diFakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor pada bulan November – Desember2010. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan populasiadalah papan semen partikel yang menggunakan limbah kayu sengon.Sedangkan sampel pada penelitian ini adalah papan semen partikel limbah kayusengon.Hasil uji liliefors untuk normalitas pada taraf signifikan α = 0,01. Nilai rata-ratatertinggi untuk keteguhan lentur papan semen partikel pada arah x yaitu 52,86kg/cm2 dan untuk keteguhan lentur arah y yaitu 50, 95 kg/cm2.Kesimpulan dari penelitian ini adalah papan semen partikel yang menggunakanbahan campuran limbah kayu sengon memiliki nilai Keteguhan Lentur, Kerapatandan Kadar Air dibawah nilai standar ISO 8335-1987. Sedangkan nilaiPengembangan Tebalnya memenuhi standar ISO 8335-1987.
STUDI KUAT LENTUR DINDING ANYAMAN BAMBU HITAM (Gigantochloa atroviolacea) PLASTER SEBAGAI ALTERNATIF DINDING BANGUNAN Dewi Arin Pustakasari; Gina Bachtiar; Amos Neolaka
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.093 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v6i1.7936

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan rumah selalu meningkat dari tahun ke tahun, maka dari itukebutuhan bahan bangunan seperti batu bata dan batako sebagai dinding meningkat.Penggunaan tanah persawahan untuk membuat batu bata secara terus menerus, menyebabkankerusakan lingkungan areal persawahan, maka perlu di cari alternatif bahan lain untuk dinding,salah satunya yakni dinding anyaman bambu hitam plaster.Dengan memperhatikan kekuatan bambu yang tinggi dan didukung suatu kenyataan bahwabambu dengan kualitas tinggi dapat diperoleh pada umur 3 sampai 5 tahun, dalam kurun waktuyang relatif singkat, serta dengan mengingat bahwa bambu mudah ditanam dan tidakmemerlukan suatu perawatan yang khusus, maka bambu mempunyai peluang besar untukmengantikan kayu. Melihat dari ketersediaan bahan baku bambu yang melimpah terutamadidaerah pedesaan
Kesadaran Lingkungan Masyarakat Jakarta Timur dalam Mengantisipasi Bencana Banjir Besar Setiap Tahun se-JABODETABEK Eka Sartika; Amos Neolaka; Gina Bachtiar
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.337 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v6i1.7937

Abstract

Menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap upaya pelestarian lingkungan memang perludilakukan secara intensif. Pada beberapa kesempatan, kita pasti pernah menyaksikan hal-halyang membuat miris, terkait perilaku masyarakat yang tidak ramah lingkungan. Ketika dalamperjalanan hendak ke kampus, tiba-tiba dari jendela mobil yang ada di depan saya terlontarkemasan air minum mineral yang mengotori badan jalan. Beberapa hari kemudian kejadiannyaagak berbeda, dari jendela sebuah mobil truk terlontar sobekan-sobekan kertas yang melayanglayangdan akhirnya mengotori jalanan. Kejadian lain cukup memalukan juga, dari jendelasebuah mobil yang tergolong mewah dibuang kemasan kue yang berceceran di jalan. Kejadiankejadianini merupakan contoh perilaku masyarakat yang tidak peduli pada kebersihanlingkungan. Perilaku manusia yang tidak sadar lingkungan inilah yang menjadi salah satupenyebab terjadinya banjir.
STUDI TENTANG MUTU BATAKO YANG ADA DI PASARAN WILAYAH JAKARTA TIMUR TERHADAP SNI 03-0349-1989 Munawaroh S.Pd; Erna Septiandini; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.004 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v6i1.7938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa mutu suatu bahan bangunan yaitu Batako. Banyaknya batako yang bersedar di pasaran dan tidak adanya kontrolterhadap kualitas/mutu batako oleh produsen, merupakan salah satu faktor yang menyebabkan Batako tidak memenuhi standar (SNI 03-0349-1989). Dalampenelitian ini ada 9 kelompok Batako yang diambil langsung dari pabrik/produsen Batako, dengan pertimbangan bahwa 9 kelompok tersebut dapat mewakili wilayah tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dan deskriptif. Sebagai acuan yang berlaku di Indonesia menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-0349-1989. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, ternyata batako yang diuji tidak memenuhi syarat mutu SNI 03-0349-1989. Pada pengujian sifat tampak masih banyak contoh batako yang bidang permukaannya cacat, rusuk-rusuknya tidaksiku satu terhadap yang lainnya, sudut rusuknya mudah dirapihkan dengan kekuatan jari tangan sementara persyaratan pada sifat tampak dalam SNI 03-0349-1989 adalah bidang permukaan batako tidak boleh cacat, rusuk-rusuk batako siku satu terhadap yang lainnya, sudut rusuk batako tidak mudahdirapihkan dengan kekuatan jari tangan. Hasil pengujian sifat tampak kelompok A, B, C, E, F, I memenuhi SNI 03-0349-1989, sedangkan kelompok D, G, H tidak memenuhi memenuhi SNI 03-0349- 1989. Pada pengujian ukuran ternyata kelompok A, B, C, D, E, F, H, dan I untukukuran panjang, lebar, dan tebalnya tidak memenuhi toleransi SNI 03-0349-1989 yaitu untuk panjangnya minimum 38,5 cm dan maksimum 39,5 cm; lebarnyaminimum 18,5 cm dan maksimum 19,3 cm; tebalnya minimum 9,8 cm dan maksimum 10,2 cm. Hanya kelompok G yang ukuran panjangnya memenuhitoleransi yaitu 39,1 cm, sedangkan lebar dan tebalnya tidak memenuhi. Pada pengujian tebal dinding sekatan lubang semua contoh batako memenuhi SNI 03-0349-1989. Pada pengujian kuat tekan semua kelompok tidak memenuhi nilai minimum SNI 03-0349-1989 yaitu 20 kg/cm2. Pada pengujian penyerapan airsemua kelompok memenuhi SNI 03-0349-1989 yaitu maksimum 25 % (tingkat mutu I).
STUDI PEMANFAATAN LIMBAH KAYU SENGON SEBAGAI BAHAN BAKU PAPAN SEMEN PARTIKEL Apolonia Asteria Barreto; Gina Bachtiar; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.388 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v6i2.7939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah papan semen partikel denganmenggunakan limbah kayu sengon memenuhi persyaratan Cement-BondedParticle Boards International Standard (ISO 8335-1987). Penelitian ini dilakukan diFakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor pada bulan November – Desember2010. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan populasiadalah papan semen partikel yang menggunakan limbah kayu sengon.Sedangkan sampel pada penelitian ini adalah papan semen partikel limbah kayusengon.Hasil uji liliefors untuk normalitas pada taraf signifikan α = 0,01. Nilai rata-ratatertinggi untuk keteguhan lentur papan semen partikel pada arah x yaitu 52,86kg/cm2 dan untuk keteguhan lentur arah y yaitu 50, 95 kg/cm2.Kesimpulan dari penelitian ini adalah papan semen partikel yang menggunakanbahan campuran limbah kayu sengon memiliki nilai Keteguhan Lentur, Kerapatandan Kadar Air dibawah nilai standar ISO 8335-1987. Sedangkan nilaiPengembangan Tebalnya memenuhi standar ISO 8335-1987.
PERBANDINGAN VOLUME KEBUTUHAN MATERIAL KUDA-KUDA RANGKA ATAP BAJA TIPE PRATT, HOWE, COMPOUND FAN Irika Widiasanti; Adhi Purnomo; Arif Budiman
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.233 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kebutuhan material baja pada kuda-kuda bentuk Pratt truss, Howe Truss, danCompound Fan Truss sehingga dapat diketahui jumlah penggunaan kebutuhan material baja terkecil. Penelitian ini akan membandingkantiga tipe kuda-kuda pada panjang bentangan 24 m. Perhitungan gaya batang pada kuda-kuda menggunakanprogram SAP 2000 yang didasarkan oleh beban mati, beban hidup, dan beban angin yang bekerja pada struktur kuda-kuda sesuai denganSNI-03-1727-1989 tentang Tata Cara Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung. Data perhitungan gaya batang didapat, selanjutnya ditentukanjenis profil baja yang sesuai dengan besarnya gaya dan jenis batang yang berkerja yaitu batang tarik dan tekan. Perhitungan dimensi profilpada batang kuda-kuda dilakukan sesuai dengan SNI 03-1729-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk BangunanGedung.Berat parameter profil di setiap batang kemudian dikalikan dengan panjangnya sehingga diketahui volume material baja yang diperlukan dalam satuan kilogram(kg). Volume seluruh batang dijumlahkan dan kemudian dibandingkan dengan bentuk kuda-kudayang lainnya.Perbandingan dilakukan untuk mendapatkan bentuk kuda-kuda yang paling sedikit menggunakan bahan material baja.Kesimpulan penelitian ini adalah pada bentang 24 m bentuk kuda-kuda Compound Fan Truss memiliki jumlah kebutuhan materialbaja terkecil yaitu sebesar 1220,51 kg. Kuda-kuda Howe Truss memiliki jumlah kebutuhan pemakaian material baja dengan nilai sebesar1870,12 kg, sedangkan kuda-kuda Bentuk Pratt Truss memiliki jumlah kebutuhan material baja terbesar pada bentang ini yaitu 2112,37 kg.
ANALISIS MUTU BATU BATA MERAH PEJAL TRADISIONAL DI JAKARTA TERHADAP SNI 15-2094-2000 Tommy Syaelendra; Erna Septiandini; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.537 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas bata merah pejal tradisional yang di distribusikan di Jakarta dengan menggunakan SNI15-2094-2000 sebagai acuannya. Pengujiannya berupa pengujian sifat tampak, ukuran dan toleransi, kuat tekan, penyerapan air, kerapatansemu dan kandungan garam yang berbahaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan deskriptif.Sampel yang digunakan sebanyak 30 buah benda uji dari toko material. Di setiap kotamadya diambil 3 toko material untuk diambil 30buah benda uji. Di Jakarta terdapat 5 Wilayah, maka dari 5 Wilayah tersebut didapat 450 buah benda uji. Data yang diperoleh dari hasilpenelitian di laboratorium yaitu bata merah pejal yang diuji dilihat dari ukuran dan toleransi serta dilihat dari kuat tekannya tidak memenuhistandar.Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1). Hasil analisis dari ketiga pengujian sifat tampak tersebut menunjukkan sampel batu bata merahpejal tradisional di tiap-tiap wilayah memenuhi SNI 15-2094-2000. 2). Hasil analisis ukuran dan toleransi batu bata merah pejal tradisional ditiap-tiap wilayah tidak memenuhi SNI 15-2094-2000. 3). Hasil analisa untuk kuat tekan rata-rata wilayah TX, TZ, SX, SZ, BX dan UY tidakmemenuhi tingkat mutu bata merah pejal yang ada di SNI 15-2094- 2000 karena hasil kuat tekan rata-rata < 50 kg/cm2. Sedangkan nilaikuat tekan wilayah TY, SY, BY, BZ, UX,UZ, PX, PY dan PZ memenuhi tingkat mutu bata merah pejal yang ada di SNI 15-2094-2000 karenahasil kuat tekan rata-rata > 50 kg/cm2. 4). hasil analisa penyerapan air untuk wilayah TX–TY, SX–SY-SZ, BX-BY-BZ, UX–UY-UZ dan PX-PYPZlulus uji SNI 15-2094-2000. 5). Hasil analisa untuk kerapatan semu adalah semua wilayah dari bata merah pejal memenuhi mutu SNI 15-2094-2000. 6). Hasil analisa kandungan garam yang berbahaya di tiaptiap wilayah memenuhi SII 0021 - 78, karena nilai kandungan garamkurang dari 50%.

Page 7 of 25 | Total Record : 244


Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 21 No. 1 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 2 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 1 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 2 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 1 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2023): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2023): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 2 (2022): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 1 (2022): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2021): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2021): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2020): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 1 (2020): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2019): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2019): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 2 (2018): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2018): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2017): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2016): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2014): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2013): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2009): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2009): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2006): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2006): Menara: Jurnal Teknik Sipil More Issue