cover
Contact Name
Irika Widiasanti
Contact Email
irika@unj.ac.id
Phone
+6281578300565
Journal Mail Official
jurnalmenara@unj.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil - UNJ Jl Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Menara: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 19074360     EISSN : 26225549     DOI : https://doi.org/10.21009/jmenara
Core Subject : Engineering,
Jurnal Menara ditujukan kepada semua akademisi dan praktisi di bidang Teknik Sipil. Dengan adanya Jurnal Menara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan keilmuan bidang Teknik Sipil dalam arti dapat memberikan pencerahan berpikir bagi yang ikut berpartisipasi aktif di dalamnya. Cakupan Jurnal Menara meliputi hasil penelitian eksperimental, penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, dan penelitian pengembangan serta kajian ilmiah berupa studi literatur yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan membangun inovasi dalam bidang Teknik Sipil
Articles 244 Documents
ECENG GONDOK SEBAGAI BAHAN BAKU PAPAN PARTIKEL Wahyu Nurramadhan; Irza Ahmad; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.418 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dari sifat fisik kerapatan,kadar air, pengembangan tebal, dan sifat mekanik keteguhan lenturserta modulus elastisitas papan partikel dengan bahan baku ecenggondok dan perekat urea formaldehida (UF) serta hardener (NH4CL)sesuai dengan persyaratan SNI 03-2105-2006.Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen, populasisebanyak 7 papan dengan ukuran 30x30x1 cm, sedangkan sampeldiambil sebanyak 10 buah dari setiap 1 papan, 1 sampel untukkerapatan dan kadar air, 3 sampel untuk pengembangan tebal, dan 6sampel untuk keteguhan lentur serta modulus elastisitas. Teknikanalisis data dengan menggunakan uji t, yang sebelumnya dilakukanuji analisis persyaratan yaitu normalitas. Bahan yang digunakan dalampenelitian ini adalah partikel eceng gondok dengan ukuran 10 meshdan perekat urea formaldehida (UF) sebanyak 10% sertahardener(NH4CL) sebanyak 2%.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu papan partikel eceng gondok10mesh dan UF 10% serta NH4CL 2% tidak memenuhi standar SNI 03-2105-2006 dikarenakan sifat mekaniknya di bawah standar SNI 03-2105-2006.
SIFAT FISIK DAN MEKANIK BAMBU LAPIS DENGAN KULIT DAN TANPA KULIT TERHADAP SNI 01–5008.7–1999 (Studi Kasus: Bambu Hitam) Yunita Supriyanti; Gina Bachtiar; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.895 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7946

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik dan mekanikbambu lapis berbahan dasar bambu hitam dengan kulit maupun tanpakulit, untuk selanjutnya digunakan sebagai pembanding adalah SNI01–5008.7–1999 (kayu lapis struktural). Sifat fisik dan mekanik yangdiujikan meliputi kadar air, keteguhan lentur, modulus elastisitas, danketeguhan rekat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, keteguhan lenturmaupun modulus elastisitas sejajar serat, dan keteguhan rekat bambulapis berbahan dasar bambu hitam tanpa kulit memenuhi SNI 01–5008.7–1999, namun tidak demikian untuk keteguhan lentur maupunmodulus elastisitas tegak lurus serat. Sedangkan untuk bambu lapisberbahan dasar bambu hitam dengan kulit diperoleh kesimpulan bahwaketeguhan lentur sejajar serat, modulus elastisitas sejajar dan tegaklurus serat memenuhi SNI 01–5008.7–1999, namun tidak demikianuntuk kadar air, keteguhan lentur tegak lurus serat dan keteguhanrekat. Berdasarkan hasil penelitian juga diperoleh kesimpulan bahwaketeguhan lentur bambu lapis dengan kulit lebih rendah daripadaketeguhan lentur bambu lapis tanpa kulit untuk arah sejajar serat,sedangkan untuk arah tegak lurus serat, keteguhan lentur bambu lapisdengan kulit lebih tinggi daripada keteguhan lentur bambu lapis tanpakulit.
KESADARAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DALAM PEMELIHARAAN TAMAN LINGKUNGAN DI JAKARTA PUSAT Achmad Afandi; Amos Neolaka; Rosmawita Saleh
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.319 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat kesadaran lingkungan masyarakat di Jakarta Pusat dalampemeliharaan taman lingkungan. Tempat penelitian dilakukan di Kelurahan Galur pada taman lingkungan RT 012/RW 04 dan tamanlingkungan RT 03/RW 07. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan November 2010 s.d Maret 2011Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif survei. Sampel sebanyak 50 orang responden (50 KK) yang terdiri dari 25orang responden dari RT 012/RW 04 dan 25 orang responden dari RT 03/RW 07. Instrumen uji coba 20 butir pernyataan diperoleh 16 butirpernyataan yang valid dan reliabel. Hasil penelitian ini diperoleh Kesadaran lingkungan masyarakat di Jakarta Pusat dalam pemeliharaan taman lingkungan. pada RT 012/04, menunjukkan tingkat pengetahuan yang sangat baik denganpersentase 88,67 % atau kesadaran lingkungan sangat baik Pada sikap/perilaku dengan persentase 74,55 % ini menunjukkan kesadaranlingkungan baik, sedangkan pada gaya hidup menunjukkan persentase 82,33 % yang berarti kesadaran lingkungan sangat baik.Sedangkan pada RT 03/07, menunjukkan tingkat pengetahuan yang sangat baik dengan persentase 80,67 % atau kesadaranlingkungan sangat baik. Pada sikap/perilaku dengan persentase 68,33 % ini menunjukkan kesadaran lingkungan cukup, sedangkan padagaya hidup menunjukkan persentase 55 % yang berarti kesadaran lingkungan kurang.Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai indikator pengetahuan, sikap/perilaku dan gaya hidup dalam pemeliharaan taman lingkungandi pada RT 012/04 adalah baik. pada RT 03/07 untuk indikator pengetahuan adalah baik, Sedangkan sikap/perilaku dan gaya hiduptidak mencerminkan kesadaran lingkungan sesungguhnya.
KESADARAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN SUMUR RESAPAN AIR HUJAN (Studi pada RW.02 Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat) James Daniel; Amos Neolaka; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.603 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7948

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran masyarakatdalam pembuatan Sumur Resapan Air Hujan (SRAH) pada RW.02Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dalam studi ini dilakukan surveiterhadap 42 responden warga yang belum membuat SRAH denganluas tanah yang disurvei minimal 225 m2. Kuesioner tersebut meliputiidentitas responden, butir–butir pernyataan dalam bentuk daftarcentang (Check List). Data lalu dianalisis dengan rumus statistikasederhana.Dalam penelitian ini, pengukuran validitas menggunakan teknikkorelasi product moment dari Karl Pearson. Untuk menghitungreliabilitas instrumen, digunakan rumus Alpha Croncbach. Metodepenelitian yang digunakan adalah deskriptif survei. Sampel sebanyak42 rumah (42 KK) yang tersebar di RW.02. Instrumen uji cobasebanyak 20 butir pernyataan kepada 20 responden diperoleh 15 butirpernyataan dengan hasil valid dan reliabel.Hasil penelitian kuesioner didapatkan bahwa nilai indikatorpengetahuan sebesar 3,43 dengan interpretasi “baik”. Untuk indikatorsikap sebesar 2,63 dengan interpretasi “cukup”. Kemudian pada nilaiindikator perilaku sebesar 2,44 dengan interpretasi “kurang”. Nilaikeseluruhan indikator kesadaran sebesar 2,83 dengan interpretasi“cukup”.Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan masyarakatbaik namun sikap dan perilaku untuk membuat SRAH tidak sesuaidengan kenyataan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwapengetahuan masyarakat tidak didukung dengan sikap maupunperilakunya.
STUDI PENGELOLAAN AIR BERSIH DI KAWASAN INDUSTRI JABABEKA KABUPATEN BEKASI Faeruzy Arnandi; Henita Rahmayanti; Gina Bachtiar
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.36 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan airbersih yang ideal untuk memenuhi kepuasan pelanggan (industri danperumahan) dikawasan industri Jababeka. Penelitian ini dilakukan diKawasan Industri Jababeka pada WTP I dan WTP II mulai dari bulanMei sampai dengan bulan Juli 2011.Dalam penelitian ini menggunakan Metode Deskriptif Kualitatif,dengan populasi adalah seluruh pelanggan air bersih (industri danperumahan) di Kawasan Industri Jababeka. Sedangkan jumlah sampeladalah 10 pelanggan industri dan 33 pelanggan perumahan denganteknik pengambilan sampel menggunakan simple randomsampling.Instrument yang digunakan adalah kuisioner, wawancara danobservasi untuk menjaring data mengenai kualitas dan kuantitas airbersih di WTP dan pendapat pelanggan mengenai air bersih diKawasan Industri Jababeka. Parameter pokok yang diukur adalahtingkat pH dan Kekeruhan/turbidity yang terdapat di tempatpengolahan dan pipa distribusi di WTP.Hasil penelitian didapat bahwa terdapat kekurangan jikadibandingkan dengan standar kualitas air bersih yang telah ditetapkandi Kawasan Industri Jababeka dengan kenyataan yang sebenarnya.Namun, untuk pemenuhan air bersih kawasan pelanggan industri,berdasarkan presentase menunjukkan bahwa kualitas air masih belummemenuhi kebutuhan dan kepuasaan pelanggan. Sementara dari segikuantitas, pemenuhan air bersih untuk kawasan pelanggan perumahanmasih belum memenuhi kepuasaan pelanggan, debit air yangdihasilkan masih harus ditingkatkan. Namun, untuk pemenuhankuantitas air bersih di kawasan industri sudah memenuhi kepuasaanpelanggan. Setelah dilakukan identifikasi tempat pengelolaan, hasilperbandingan frekuensi menunjukkan, untuk instalasi pengolahan airtidak terjadi penurunan kualitas (kekeruhan dan peningkatan pH) dankuantitas (volume dan debit air). Penurunan terjadi pada bagian pipadistibusi, baik kualitas dan kuantitas. Untuk meminimalisir penurunantersebut, perlu dilakukan pengawasan yang ketat pada saat melakukanflushing.
EVALUASI MENGENAI KUANTITAS DAN KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU DI WILAYAH DKI JAKARTA Rizka Novianty; Amos Neolaka; Henita Rahmayanti
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.897 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ruang terbuka hijau (RTH)di wilayah DKI Jakarta, evaluasi yang dilakukan adalah dari segikuantitas dan kualitas. Kuantitas yaitu jumlah ruang terbuka hijau(RTH) dan kualitas yaitu sejauh mana pemanfaatan dan kondisi ruangterbuka hijau (RTH) di wilayah DKI Jakarta.Penelitian ini dilakukan di seluruh wilayah Kotamadya di DKIJakarta pada bulan Februari hingga Juni 2011. Pada penilitian inidigunakan populasi berupa seluruh wilayah DKI Jakarta dan sampleberupa beberapa wilayah ruang terbuka hijau yang ada di setiapwilayah Kotamadya di DKI Jakarta tergantung dengan bentuk yangdikembangkan di setiap wilayah administratif. Pada penelitian ini akanmengkaji kesesuaian data yang ada pada Dinas Tata Ruang DKIdengan kebenaran data langsung di lapangan.. Pada penelitian ini jugaakan dikaji seberapa besar pemanfaatan ruang terbuka hijau danbagaimana kondisi ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah DKI Jakarta.Dari penelitian, pendataan dan survey langsung di lapangandidapat jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah DKI Jakartasebesar 9,12%. Jumlah tersebut masih jauh dari target Pemda DKIJakarta itu sendiri yakni 13,84%. Dari pengamatan secara kualitas,didapatkan pemanfaatan dan kondisi yang berbeda- beda dari setiapRTH di setiap wilayah. Bentuk RTH yang dikembangkan di setiapwilayah adminstratif di DKI Jakarta juga berbeda- beda tergantungdengan tujuan pemanfaatannya. Beberapa RTH yang disurvei terlihatdalam kondisi memprihatinkan terutama pada RTH pemukiman dankondisi yang cukup baik terlihat pada Taman, baik taman bangunanumum, taman interaksi, maupun taman rekreasi.
STUDI PERBANDINGAN SAMBUNGAN BALOK ¼ , ½ BENTANG DAN UTUH PADA SAAT PENGECORAN TERHADAP KEKUATAN BALOK BETON Prihantono ST
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.362 KB)

Abstract

Studi Banding Hubungan Beton Beton dengan Sambungan Konstruksi ¼, ½ Jarak dan Keseluruhan Di Pada Pengecoran Kekuatan Beton Balok;Drs.Prihantono., ST., M.Eng. Pengujian dilakukan pada tiga jenis pancaran pers, yaitu:1 balok utuh dicor 2 balok dicor dengan bentang tengah dengan sambungan sudut terminasi / sambungan 90 °(2 buah)3 Balok dicor dengan koneksi pada ¼ rentang pada sudut penghentian / penyambungan45 ° (2 buah)Sinar ketiga berukuran 15 cm x 25 cm x 240 cm dengan kualitas beton K225, untukpenguatan tulangan dan tekan menggunakan penguatan kualitas dengan U 24 ɸ 12 mm,juga untuk penggunaan behel U24 ɸ 6-200 mm. Memuat pada balok akan diberikan bertahap pada 2poin dalam setiap 1/3 rentang. Pengusiran dihentikan sampai sinar dihancurkan(rusak) atau jika sinar tidak rusak kemudian memuat hingga kemampuan maksimumjack hidrolik.Berdasarkan kemampuan untuk membawa beban (P) dari semua balok memiliki kemampuantahan beban maksimum yang sama adalah 2207,5 kg. Berdasarkan pola balok yang retaksambungan konstruksi ½ lebih baik daripada sambungan balok ¼., balok utuh lebih baik darikedua.
PENGGUNAAN SERAT BATANG POHON PISANG SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN PAPAN SERAT TERHADAP MUTU PAPAN SERAT Dini Akbar Juniardi; Gina Bachtiar; Amos Neolaka
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.738 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i2.7952

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan keberadaan pisang serat batang mempengaruhi kualitas papan serat dan memenuhi persyaratan kadar air, kepadatan, pengembangan tebal, daya serap air, kekuatan tarikan sekrup, penentuan modulus lentur elastisitas, modulus lentur dan fraktur penetapan berdasarkan SNI 01 -4449-2006 fiberboard. Bahan yang digunakan adalah pisangserat batang kepok dan urea formaldehida 13%. Menguji hipotesis air konten yang diperoleh thitung <TTable sehingga H0 diterima, dengan air rata-rata isi 12,33% turun di bawah standar pada kadar air 13%. Pengujianhipotesis berasal densitas thitung ≥ TTable sehingga H0 ditolak, dengan rata-rata densitas 0,61 gr / cm3 di atas kepadatan standar 0,4-0,84 gr / cm3. Pengujianhipotesis berasal pengembangan berat thitung ≥ TTable sehingga H0 ditolak, dengan sebuah perkembangan ketebalan rata-rata 76,51% melebihi standar pengembangan yang 12% lebih tebal. Pengujian hipotesis penyerapan air diperoleh thitung ≥ Ttabel sehingga H0 ditolak, dengan rata-rata penyerapan air sebesar 156,97% daya serap air standar adalah 35%. Pengujian hipotesis constancy screw pull diperoleh thitung ≤ TTable bahwa H0 diterima, dengan ketegasan sekrup tarik 0,51 kg / cm3 an Rata-rata jatuh di bawah penetapan standar 20 kg / cm3 menghapussekrup. Pengujian hipotesis Constancy flexural modulus fraktur diperoleh thitung ≥ Sehingga TTabel H0 ditolak, penentuan modulus lentur modulus 82,22 kg / cm3 penentuan lentur modulus rata-rata melebihi standar pada 51 kg / cm3 rusak. Pengujian hipotesis konstanta flexural modulus elastisitas diperoleh thitung ≥ Ttabel sehingga H0 ditolak, modulus lentur kekenyalan elastisitas rata-rata9704,3 kg / cm3 melebihi standar penentuan modulus lentur elastisitas 8200 kg / cm3. Menguji sifat fisik dan mekanis papan serat denganbahan dasar serat batang pisang kepok mengacu pada standar SNI 01-4449- Papan serat tahun 2006. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pohon pisang berbahan fiberboard celana pendek cocok untuk digunakan di tempat-tempat yang tidak rentan terhadap air. Karena tidak semuasifat fisik dan mekanik memenuhi persyaratan SNI 01-4449-2006.
PERBANDINGAN PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA RINGAN DENGAN PASANGAN DINDING PANEL PRECAST DITINJAU dari SEGI BIAYA dan WAKTU (STUDI KASUS PADA PROYEK GREEN PALACE APARTMENT, KALIBATA JAKARTA SELATAN) Elmi Yuntafa; Irika Widiasanti; Eka Murtinugraha
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.446 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i2.7953

Abstract

Dinding merupakan salah satu elemen non-struktur yang terdapat dalam suatu bangunan gedung yang berfungsi sebagai penyetabil, pengikat balok dan kolom-kolom. Manfaat lain dari dinding adalah sebagai penyekat ruangan dan pelindung dari pengaruh alam (iklim dan cuaca)(Pradipta, 2010).Saat ini material-material penyusun dinding semakin beragam, diantaranya yaitu penggunaan batako, kayu, bambu, multiplek, bata ringan, dan panel precast. Berbagai macam material tersebut bersaing dalam merebut konsumennya, sehingga muncul beberapa merk dengan spesifikasi yang beragam. Hal ini semata-mata bertujuan agar dapat dihasilkan bangunan yang lebih baik dengan biaya, mutu, dan waktu yang memadai untuk dinding. Dahulu orang cenderung menggunakan batako ataupun batu bata, namun saat ini orang sudah banyak yang menggunakan bata ringan sebagai penyusun dinding. Selain dinding bata ringan, terdapat dinding panel precast.
PENGARUH PENAMBAHAN ECENG GONDOK PADA PEMBUATAN BATAKO BERLUBANG TERHADAP KUAT TEKAN BATAKO MENURUT SNI 03-0349-1989 Chandra Eliap Therti; Daryati Sr; Gina Bachtiar
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.598 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i2.7954

Abstract

tujuan penelitian ini adalah untuk menambahkan serat eceng gondok dengan persentase yang berbeda pada campuran semen dan pasirterhadap tingkat mutu III, untuk dinding non struktural terlindungi dari cuaca mutu batako sesuai SNI 03-0349-1989 sebesar 35 kg/cm2. Sedangkan banyaknya serat eceng gondok ditentukan dalam persen terhadap berat semen, yaitu sebesar 0%, 1%, 3%, 5%, dan 7%Perkembangan pembangunan dalam bidang konstruksi sudah mulai terasa dampaknya, mengakibatkan kebutuhan akan bahan bangunan semakin meningkat. Misalnya dalam proyekpembangunan perumahan maupun pembangunan gedung bahan bangunan untuk dinding atau pemisah ruangan ada berbagai macam pilihan seperti, batako, batu bata, dinding panel dan beton ringan seperti hebel. Peningkatan kebutuhan bahan bangunan tersebut harus disediakandalam jumlah skala besar dan tentunya pembuatan bahan tersebut bisa dari alam maupun buatan.Untuk mensukseskan rencana pembangunan fisik perlu ada industri bahan bangunan yang menghasilkan produk yang bermutu baik dengan jumlah yang cukup banyak. Salah satu cara untuk memenuhi permintaan kebutuhan bahan bangunan tersebut adalah dengan carameningkatkan sumber daya alam yang berada di negara ini. Khususnya di bidang konstruksi sudah banyak dipergunakan berbagai metode untuk memperoleh kemudahan dalam memperoleh modal yang efisien, bahan baku dan tenaga kerja yang berkualitas.

Page 8 of 25 | Total Record : 244


Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 21 No. 1 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 2 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 1 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 2 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 1 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2023): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2023): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 2 (2022): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 1 (2022): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2021): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2021): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2020): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 1 (2020): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2019): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2019): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 2 (2018): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2018): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2017): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2016): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2014): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2013): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2009): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2009): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2006): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2006): Menara: Jurnal Teknik Sipil More Issue