cover
Contact Name
Irika Widiasanti
Contact Email
irika@unj.ac.id
Phone
+6281578300565
Journal Mail Official
jurnalmenara@unj.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil - UNJ Jl Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Menara: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 19074360     EISSN : 26225549     DOI : https://doi.org/10.21009/jmenara
Core Subject : Engineering,
Jurnal Menara ditujukan kepada semua akademisi dan praktisi di bidang Teknik Sipil. Dengan adanya Jurnal Menara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan keilmuan bidang Teknik Sipil dalam arti dapat memberikan pencerahan berpikir bagi yang ikut berpartisipasi aktif di dalamnya. Cakupan Jurnal Menara meliputi hasil penelitian eksperimental, penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, dan penelitian pengembangan serta kajian ilmiah berupa studi literatur yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan membangun inovasi dalam bidang Teknik Sipil
Articles 235 Documents
PEMANFAATAN LIMBAH ABU INSENERATOR SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA PEMBUATAN GENTENG BETON DALAM KAITANNYA DENGAN KUAT LENTUR GENTENG Putri Rusmayanti; Gina Bachtiar; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.551 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v3i1.7893

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari inceneratorabu dengan kekuatan lentur dari genteng beton dengan 10%, 20%, 30%dan 40%. Penelitian ini dilakukan di Departemen Perindustrian DKILaboratorium Jakarta dan genteng beton dibuat di PD. Patra. ItuMetode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan empat jenis perawatanyang, kelompok A penambahan 10%, grup B dengan penambahan 20%, grup B dengan 30%Selain dan kelompok D dengan penambahan 40%. Ada 15 ubin untuk setiap perlakuan;sepuluh ubin atap beton untuk eksperimen kekuatan lentur dan 5 betongenteng atap untuk percobaan penyerapan air. Data yang diambildari penelitian bahwa kekuatan ikatan rata-rata A memiliki 274 kg / cm2 dengan12,53% penyerapan air, kekuatan ikatan rata-rata B memiliki 256 kg / cm2dengan 12,09% penyerapan air, kekuatan ikatan rata-rata C memiliki 228 kg / cm2dan kekuatan ikatan rata-rata D memiliki187,6 kg / cm2 dengan 11,7% airpenyerapan. Hasil penelitian diuji dengan Analisis Varianssatu ekor dengan  = 0,01 dan itu adalah Gamed yang Fhitung = 99,64 yang menandai lebih tinggidari Ftabel = 4,38. Jadi, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggipenambahan abu incenerator ke ubin atap beton, ikatan yang lebih tinggikekuatan genteng beton
PEMANFAATAN AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN PENGISI LEMBARAN SERAT SEMEN DALAM KAITANNYA TERHADAP MUTU Nauval Huda; Rosmawita Saleh; Erna Septiandini
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.941 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v3i1.7894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ampas tebu dapatdimanfaatkan sebagai bahan pengisi dalam pembuatan lembaran seratsemen sehingga nantinya kuat lentur lembaran serat semen ampas tebumemenuhi standar kuat lentur SNI 15-0233-1989 (kuat lentur dan cara ujilembaran serat semen). Penelitian ini dilakukan di laboratorium Bio Kompositdan laboratorium Keteknikan Kayu Fakultas Kehutanan Institut PertanianBogor (PPB). Waktu pelaksanaan penelitian selama ± 3 bulan, dari bulanFebruari sampai dengan Mei 2007.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimentalyang pelaksanaannya dilakukan di laboratorium. Populasi penelitian iniadalah lembaran serat semen yang menggunakan campuran 1 semen : 2tepung batu : faktor air semen (fas) 0,9 : ampas tebu dengan persentase 5%,dan 10% terhadap berat semen, jumlah masing-masing perlakuan sebanyak15 buah, total populasi 435 buah. Sampel yang diambil sebanyak 12 buahuntuk pengujian ukuran dan sifat-sifat physis melalui teknik acak secerhana.Pengajuan persyaratan analisis data dengan pengujian normalitasmenggunakan uji Liliefors pada taraf signifikan  = 0,01 sehingga databerdistribusi normal dan pengujian hipotesis menggunakan uji T pihak kiridan pihak kanan dengan taraf signifikansi  = 0,01 dan dk = n – 1.Hasil dari penelitian ini adalah ampas tebu tidak dapat dimanfaatkan sebagaibahan pengisi lembaran serat semen sebab beberapa perlakuan yangdicobakan belum memenuhi standar kuat lentur yang disyaratkan SNI 15-0233-1989 (kuat lentur dan cara uji lembaran serat semen), terutama nilaikuat lentur.
INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KECIL PENCUCIAN TEKTIL Putri Nur Tiara; Daryati Sr; Sri Wahyuning Astuti
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.892 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v3i1.7895

Abstract

Perencanaan ini dimaksudkan untuk memperoleh hasil perhitungan dimensi yang manaDiperlukan untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah untuk Pencucian Tekstil di IndonesiaIndustri Kecil di Kecamatan Sukabumi Selatan, sedangkan sistem yang tepatyang akan digunakan adalah biofilter anaerob-aerob.Dalam perencanaan ini, ada 3 industri pencuci jeans yang termasuk dalam hal inipenelitian regional. Dari hasil analisis laboratorium yang berlebihanmempengaruhi parameter berdasarkan tolok ukur kualitas sebagaimana diatur dalam KEP-51 / MENLH / 10/1995 adalah sebagai berikut: BOD5 = 574 mg / l; COD = 1,181,82 mg / l;dan TSS = 238 mg / l. Unit pemrosesan yang digunakan dalam reservoir pembagi pasir,reservoir pemerataan, reservoir sedimen kimia (koagulasi), anaerobaerobreaktor biofilter, waduk kontrol dan waduk pengeringan lumpur adalah:BOD5 = 85 mg / l; COD = 250 mg / l; TSS = 60 mg / l. Data limbah adalah:BOD5 = 44,74 mg / l; COD = 103,11 mg / l; TSS = 43,87 mg / l.Dari hasil perencanaan, dimensi bangunan diperoleh sebagai berikut: pasirreservoir pembagi 5 mx 3,5 mx 3,5 m; pemerataan 2,7 mx 1,3 mx 2,5 m;reservoir sedimen kimia (koagulasi) 0,5 mx 0,5 mx 0,5 m; anaerobaerobreaktor biofilter 2,6 mx 1,5 mx 3,8 m; lumpur penampung lumpur 5,5 mx5,5 mx 5,5 m dan waduk kontrol 1,5 mx 1,5 mx 1,5 m.
PENGGUNAAN PUING BETON UNTUK LAPIS PERKERASAN JALAN Daryati Sr
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.841 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v3i2.7896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai CBR bahan lapis pondasi atasyang menggunakan material dengan memanfaatkan limbah puing beton darisisa benda uji crushing test. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahuiapakah nilai CBR bahan lapis pondasi atas dengan menggunakan bahan puingbeton dapat memenuhi nilai CBR standar Bina Marga.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, populasi dalampenelitian ini adalah lapis pondasi atas jalan. Sampel yang digunakan adalahbenda uji dari bahan puing beton.Nilai CBR diperoleh dari uji CBR laboratorium.Dari hasil analisa data dapat disimpulkan bahwa nilai CBR bahan lapispondasi atas dengan menggunakan puing beton lebih rendah dari nilai CBRstandar Bina Marga.
FAKTOR FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KETERLAMBATAN PADA PROSES PENGADAAN JASA PEMBORONGAN STUDI KASUS : ADB LOAN NO.1798-INO RR(SP Adhi Purnomo; Harcana Adriantara
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.396 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v3i2.7897

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengantisipasi keterlambatan pelaksanaanproses pengadaan pekerjaan proyek agar tidak terulang di masa yang akandatang dengan cara mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruhterhadap keterlambatan proyek prasarana jalan. Metode yang digunakanadalah melalukan survei berupa penyebaran kuesioner kepada panitia danstake holder pengadaan jasa pemborongan pada paket ADB-Loan No. 1789-INO. Hasil dari penelitian ini adalah faktor yang berpengaruh terhadapketerlambatan pada proses jasa pemborongan..Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara studiliteratur dan survey pada sumber informasi yang dibutuhkan berupawawancara terstruktur dan melalui kuesioner.Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data tersebutdiperoleh dengan cara menyebarkan angket atau kuesioner dengan caramewawancarai responden secara langsung terhadap pakar dalam bidangyang berkaitan dengan masalah yang dibahasBerdasarkan pembahasan dari hasil olahan data, temuan dan validasi dapatditarik kesimpulan bahwa Faktor – faktor yang berpengaruh terhadapketerlambatan pengadaan jasa pemborongan dipengaruhi oleh 2 faktordominan, yaitu :- Dana pendamping dalam APBN DIPA dana belum siap- Lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan ijin/rekomendasi dari BankPembangunan Asia untuk memulai setiap tahapan proses pelelangan
PENGARUH DEFORMASI BERTAHAP ROLLING TERHADAP KEKERASAN BAJA TAHAN KARAT AUSTENITIK 304 UNTUK KEPERLUAN KONSTRUKSI Juwarin S; M.O.S Aritonang; Dadang Suyadi
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.595 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v3i2.7898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data secara empirik tentangpengaruh deformasi bertahap rolling terhadap nilai kekerasan baja tahankarat Austenitik 304 untuk keperluan konstruksi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental.Kelompok eksperimen adalah 3 perlakuan, yakni: deformasi rolling 12%,25% dan 50%.Instrumen penelitian adalah mesin uji kekerasan Brinell, mesinrolling untuk proses deformasi dan mikroskop elektron untuk pengujianmetalografi.Uji persyaratan analisis yang digunakan adalah uji Chi Kuadratuntuk data normalitas dan homogenitas. Pengujian metalografi menunjukkanadanya perbedaan yang spesifik antara struktur logam pada masing-masingspesimen yang mengalami deformasi rolling setelah pengujian kekerasanbahan.Hasil penelitian adalah terdapat pengaruh deformasi bertahap rollingterhadap nilai kekerasan bahan bagi keperluan konstruksi.
KUAT LENTUR LEMBARAN SERAT SEMEN YANG MENGGUNAKAN JERAMI PADI Cut Farida Hanum; Erna Septiandini; Amos Neolaka
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.364 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v3i2.7899

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serat jerami terhadapkekuatan lentur dari lembaran serat semen. Metode penelitian inimerupakan metode eksperimen dengan empat jenis perlakuan yaitu, kelompok A 9% denganpenambahan serat jerami, kelompok B dengan penambahan 10% serat jerami, kelompok C dengan 11%penambahan serat jerami dan grup D dengan penambahan serat jerami 12%. Ada 15lembaran serat semen untuk setiap perawatan; 5 untuk kekuatan lenturpercobaan, 5 untuk percobaan penyerapan air dan 5 lembar serat semenuntuk percobaan berat volume.Dari kelompok Reseach A menunjukkan rata-rata kekuatan lentur81,82 kg / cm2, daya serap air 9,66% dan berat volume 2,07gr / cm3, Grup B menunjukkan rata-rata kekuatan lentur memiliki 83,72 kg / cm2,penyerapan air 10,95% dan berat volume 2,02 gr / cm3, Grup Cmenunjukkan rata-rata kekuatan lentur memiliki 77,24 kg/cm2, penyerapan air11,86% dan berat volume 1,96 gr / cm3, Grup D menunjukkan rata-ratakekuatan lentur memiliki 71,95 kg / cm2, daya serap air 12,25% danberat volume memiliki 1,45 gr / cm3. Analisis Varians satu ekor dengan  = 0,01menunjukkan Fhitung = 0,0042 lebih rendah dari Ftabel = 6,99. Jadi tidak adaperbedaan signifikan dalam kekuatan lentur lembar serat semen karenapenambahan serat jerami 9%, 10%, 11% dan 12%.
PEMANFAATAN SERAT IJUK PADA GENTENG BETON DENGAN MENGGUNAKAN BATU APUNG SEBAGAI BAHAN TAMBAH TERHADAP MUTU GENTENG BETON Novi Susiawati; Irza Ahmad; Amos Neolaka
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.597 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v3i2.7900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan nilai optimum dan perbedaan kualitas genteng beton menggunakan serat pohon kelapa sebagai bahan tambahan. Tempat penelitian ini di Balai Penelitian Substansi Laboratorium Dinas Perindustrian DKIJakarta. Metode penelitian adalah metode eksperimen. Ada lima jenis perawatan, yaitu: 0%; 1%; 1,5%; 2% dan 2,5% Fibred dari pohon palem dari berat semen. Jumlah. uji objek keseluruhan / seluruh 50 uji objek dengan masing-masing perlakuan 10 uji objek.Data memiliki Distribusi yang homogen dan normal ke. Pemeriksaan oleh ANAVA diperoleh dengan salah satu cara F hitung> F tabel sehingga H0 menolak, untuk beban lentur 30,35> 2,58 dan serapan air 120> 2,58.Sedangkan uji t untuk mendapat beban limber dari thitung> ttabel atau 28,66> 2,82 makaH0 menolak. Penyerapan sedang mengairi t hitung <t tabel atau - 0,324> 2,82 maka H0 diterima. Diperoleh. dari hasil penelitian t di sini adalah perbedaan kualitas genteng beton dengan menggunakan variasi dari berbagai pohon kelapa yang berbeda pada nilai optimum dan kualitas genteng beton dari genteng beton dengan variasi serat pohon kelapa yang berbeda lebih besar dari SNI.Hasil penelitian genteng beton dengan menggunakan palm tree fibred dengan variasi yang berbeda, dapat menghasilkan nilai rata-rata beban lentur memenuhi StandarSNI Nasional Indonesia dengan hasil yang meningkat. Untuk penyerapanmengairi, semakin meningkatkan persentase serat pohon kelapa yang digunakan maka semakin tinggi nilai absorpsi pengairan ubin beton. menggunakan serat pohon kelapa sebagai tambahan pada ubin beton dapat digunakan sampai persentase 1% serat pohon kelapa dari berat semen, dengan nilai beban lentur 152,3 kgf dan absorpsi air 9,98% memenuhi Standar Nasional Indonesia sesuai dengan SNI 03 -0096-1999.
ANALISIS RUANG JALAN DI PERUMAHAN TAMAN KEDAUNG WILAYAH CIPUTAT JAKARTA SELATAN Jaelani S; Amos Neolaka; Henita Rahmayanti
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.778 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v3i2.7901

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pola menggunakan ruang jalan sebagai tempatmelakukan aktivitas keluarga. Penelitian ini termasuk penelitian survei. ItuPopulasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga Perumahan Taman KedaungWilayah Ciputat yang berjumlah 858 kk. Padahal banyak metode sampeladalah 86 kk 10% yang diambil dengan metode sampel acak.Proses file dilakukan setelah file dikumpulkan untuk melewati respondenjawaban, analisis selanjutnya dengan menggunakan statistik sederhana adalah tabel frekuensi, matrikdan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipenya menggunakan space street sebagaitempat untuk aktivitas keluarga adalah: 1. Sebagai tempat untuk berjemur di bawah sinar matahari adalah 30% keluarga yang pernah dilakukan2. Sebagai tempat bermain anak-anak adalah 49% 3. Karena parkir adalah 22% dan 4.Seperti tempat mencuci mobil adalah 22%.Motivasi importan yang mendorong penghuni perumahan untuk melakukanaktivitas tidak ada yang susah di lingkungan perumahan.
JARINGAN KERJA PADA TAHAP STRUKTUR DAN PENGARUHNYA TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN PROYEK. Ida Farida; Irika Widiasanti
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2009): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.168 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v4i1.7903

Abstract

Perhitungan ini bertujuan untuk menentukan jenis jaringan kerja yang efektifyang dapat digunakan pada proyek Menara Asiatic Mega Kuningan JakartaSelatan.Metode perhitungan yang digunakan adalah studi literatur dan metodesurvei. Teknik perhitungan adalah tanya jawab kepada pihak proyek denganpedoman wawancara dan mengumpulkan dokumen-dokumen proyek.Hasil perhitungan adalah adanya logika keterkaitan antar kegiatan.Lintasan kritis yang terjadi pada zone 3A. Ada kegiatan yang dapatdilakukan bersamaan dengan kegiatan yang lain.Kesimpulan adalah (1) Untuk bangunan gedung bertingkat tinggisebaiknya digunakan jaringan kerja diagram panah karena dapatmemberikan informasi yang lengkap. (2) Pada jaringan diagram panah dapatterlihat mengenai lintasan kritis.

Page 5 of 24 | Total Record : 235


Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 2 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 1 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 2 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 1 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2023): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2023): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 2 (2022): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 1 (2022): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2021): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2021): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2020): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 1 (2020): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2019): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2019): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 2 (2018): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2018): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2017): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2016): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2014): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2013): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2009): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2009): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2006): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2006): Menara: Jurnal Teknik Sipil More Issue