cover
Contact Name
Irika Widiasanti
Contact Email
irika@unj.ac.id
Phone
+6281578300565
Journal Mail Official
jurnalmenara@unj.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil - UNJ Jl Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Menara: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 19074360     EISSN : 26225549     DOI : https://doi.org/10.21009/jmenara
Core Subject : Engineering,
Jurnal Menara ditujukan kepada semua akademisi dan praktisi di bidang Teknik Sipil. Dengan adanya Jurnal Menara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan keilmuan bidang Teknik Sipil dalam arti dapat memberikan pencerahan berpikir bagi yang ikut berpartisipasi aktif di dalamnya. Cakupan Jurnal Menara meliputi hasil penelitian eksperimental, penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, dan penelitian pengembangan serta kajian ilmiah berupa studi literatur yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan membangun inovasi dalam bidang Teknik Sipil
Articles 244 Documents
PELAKSANAAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN (Studi kasus pada Proyek Kota kasablanka) Dina Widya Astuti; Y.P Panjaitan; Eka Murtinugraha
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.805 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i2.7955

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara umum pada Proyek Kota Kasablanka. Penelitian ini dilakukan di proyek Kota Kasablanka area Kota Kasablanka (KK) 2 dengan P.T Acset Indonusa sebagai kontraktor utamanya. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2011 hingga selesai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Sistem Manajemen K3 padaproyek Kota Kasablanka dengan PT. Acset Indonusa sebagai kontraktor utamanya belum mencakupi hal-hal yang sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Nomor : PER.05/MEN/1996 dilihat dari belum terlaksananya prosedur-prosedur yang dibuat perusahaan di lapangan dan tidak adanya pelatihan dan pemantauan standar bagi tenaga kerja. Petugas K3 pun hanya mendapatkan pelatihan penggunaan APAR yang dilakukan oleh pengurus.
Studi Deskriptif Analitis Pemanfaatan Abu Serbuk Kayu Mahoni Sebagai Bahan Tambah Pembuatan Paving Block Untuk Mencari Kuat Tekan Optimum Berdasarkan SNI 03-0691-1989 Ibnu Jauzi; Prihantono ST; Dadang Suyadi
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2014): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.226 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v9i2.7957

Abstract

Paving block adalah batako untuk lantai adalah tempat banyak digunakan sebagai jalan aspal materi di kampus, area kantor, trotoar, jalan, tempat parkir dan sebagainya. Ini mungkin menyiratkan bahwa penggunaan paving block sangat rumit, jadi kebutuhan juga meningkat karena kemudahan dalam pemasangan dan pemeliharaan, sehingga spesifik perawatan dapat dilakukan untuk merampingkan penggunaannya dalam hal kualitas. Penelitian ini bertujuan untukcari tahu, berapa nilai kekuatan tekan optimal yang dihasilkan oleh blok tersebut paving menggunakan bahan tambah bubuk abu mahoni dengan penambahan 0%, 5%, 10% dan 15% dari rasio berat semen. Penelitian ini dilakukan di PUSLITBANG Bogor untuk membakar serbuk gergaji,spesimen pabrik di Pengadilan Jati Makmur, Pondok Gede dan uji kuat tekan yang dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Negara Universitas Jakarta pada Mei hingga November 2012 .. Studi ini mencoba menjelaskan melalui percobaan menguji kekuatan tekan paving block dengan menggunakan material yang ditambahkan adalah abu kayu bakar yang dibasahi dengan suhu 600oC yang sedang diharapkan untuk menghasilkan kekuatan tekan yang optimal dari berbagai variabel yang telah ditentukan, jumlah 0%, 5%, 10% dan 15% dari berat semen. Belakangan bahan-bahan ini bisa digunakan sebagai bahan tambahan alternatif bahan dalam pembuatan blok paving beton pada khususnya. Dalam studi ini, menggunakan metode eksperimen, populasi adalah paving block spesimen dengan dimensi panjang 10cm, lebar 10 cm dan tebal 6 cm. Sampel yang digunakan adalah spesimen paving block dengan nilai 0,35 FAS oleh 10 spesimen dengan 4 kelompok yaitu proporsi campuran; 10 buah campuran spesimen 1 Pc: 4 Ps ditambah abu serbuk gergajimahoni 0% berat semen, B; campur 1 Pc: 4 Ps ditambah abu kayu mahoni bubuk 5% berat semen, C; campur 1 Pc: 4 Ps ditambah abu kayu mahonibubuk 10% dari berat semen dan D; campur 1 Pc: 4 Ps plus abu mahoni serbuk kayu 15% berat semen. Keseluruhan spesimen berusia 28 hari yang direncanakan di Indonesia sesuai dengan SNI-03-0691-1989 tentang prosedur pengujian kekuatan tekan untuk cekal paving. Teknik analisis data yang digunakan adalah tes rata-rata. Dari hasil tersebut, diperoleh kuat tekan rata-rata paving block oleh menggunakan campuran 1 Pc: 4 Ps ditambah abu mahoni bubuk kayu 10% adalah campuran terbaik 421kg / cm2 kuat tekan, sedangkan nilai dari campuran kuat tekan 1 Pc: 4 Ps mahoni bubuk kayu ditambah abu 0% adalah 243 kg / cm2, kuat tekan mencampur 1 Pc: 4 Ps ditambah mahoni abu serbuk gergaji berjumlah 5% dan campuran336kg / cm2, 1 Pc: 4 Ps plus bubuk kayu mahoni ash hasil penurunan 15% dari penambahan 5% dan 10% sedang 254kg / cm2.
PERBANDINGAN PERHITUNGAN STRUKTUR KUDA-KUDA BAJA SIKU GANDA DENGAN ASUMSI JOIN SEBAGAI SENDI DAN ASUMSI JOIN SEBAGAI JEPIT MENGGUNAKAN APLIKASI KOMPUTER Herdy Dwiyana; Irika Widiasanti; Gina Bachtiar
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2014): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.366 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v9i2.7958

Abstract

Berdasarkan identifikasi masalah maka peneliti membatasi masalah padaperbandingan hasil perhitungan desain kuda-kuda baja Pratt siku ganda denganasumsi join sebagai sendi dan join sebagai jepit pada bentang 15 m, 18 m dan 21m menggunakan aplikasi SAP 2000 student version.Dengan karya tulis ini akan dicoba untuk mencari jawaban dari pertanyaan berikutini Seberapa besarkah perbedaan nilai angka keamanan yang terjadi antaraasumsi join sebagai sendi dengan asumsi join sebagai jepit pada struktur kudakudabaja Pratt siku ganda.Hasil penelitian tentang perbandingan perhitungan struktur kuda-kuda baja sikuganda dengan asumsi join sebagai sendi dan join sebagai jepit menggunakanaplikasi komputer dapat memberikan informasi berupa nilai angka keamanan danbesar dimensi kuda-kuda yang diperlukan.
STUDI KUAT TEKAN BETON YANG MENGALAMI PENUNDAAN PENUANGAN DENGAN PENAMBAHAN BAHAN TAMBAH RETARDER Ferdian Zudis Putra; Prihantono ST; Eka Murtinugraha
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2014): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.39 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v9i2.7959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kekuatan tekan betonmenuangkan tertunda selama 2,5 jam untuk mendapatkan dosis optimal yang ditambahkan dalambeton yang merupakan penambahan Retarder POZZOLITH 425 R ditambahkan dengan 5 dosisvariasi yaitu 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6% dan 0,8% untuk desain campuran beton f’cNilai 35 MPa dan kemerosotan 75 ± 20 mm.Penelitian ini diadakan di PT. Adhimix Precast Indonesia Plant Kebon Jeruk BaratJakarta di Material Testing Laboratory pada bulan September Sampai November 2012 denganmetode eksperimental sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) danAmerican Society for Testing and Materials (ASTM). Penelitian ini menggunakandesain campuran beton untuk 35 MPa dan nilai Slump 75 ± 20 mm, yang banyak darisampel silinder adalah 50.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penambahan Retarder yang optimalPOZZOLITH 425 R menambahkan dosis penuangan beton yang tertunda selama 2,5 jam dengandesain mixes f’c 35 MPa adalah 0,6% dari berat semen dengan kompresifnilai kekuatan 46,31 MPa dan nilai kemerosotan adalah 13 cm. persentase maksimumpeningkatan kuat tekan terjadi pada penambahan Retarder POZZOLITH425 R adalah 14,64%. Untuk penambahan Retarder POZZOLITH 425 R 0,2%, 0,4%, dan0,8% perubahan persentase kuat tekan adalah 5,12%; 9,06%; dan -2,66%dari beton yang tidak ditambahkan retarder.
PEMANFAATAN LIMBAH PADAT IPAL INDUSTRI TEKSTIL SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS PADA BETON Iristyaningrum Wiyono; Sittati Musalamah; Anisah MT
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2014): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.632 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v9i2.7960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegunaan dari limbah padat IPAL indutri tektil pada kuat tekan beton pada benda uji kubus dalam upaya untukmendapatkan proporsi maksimum pada beton dengan menggunakan 4 perlakuan yaitu, 0%, 20%, 40% dan 60% dari jumlah berat agregat halus untuk rancangan beton f’c 25 Mpa dengan slump 120±20 mm.Penelitian ini dilaksanakan di Laboraturium Kimia Universitas Indonesia dan Laboraturium Uji Bahan Universitas Negeri Jakarta pada bulan Desember 2012hingga Januari 2013 dengan metode eksperimen. Penelitian ini menggunakan beton dengan rancangan f’c 25 Mpa dengan slump 120±20 mm, dengan jumlahsampel 40 benda uji berbentuk kubus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan pada penggunaan limbah padat IPAL industri tekstil dengan kuat tekan beton. Rata-rata kuat tekan tertinggi terdapat pada kandungan limbah 60% dari berat agregat halus yaitu18,99 Mpa, tegangan karakteristik tertinggi didapat oleh beon dengan kandungan limbah 40%, sedangkan nilai slump yang memenuhi nilai slump rencana adalah pada beton dengan kandungan limbah 20% dari berat agregat halus yaitu 100 mm.
50 MEKANISME SERTIFIKASI TENAGA AHLI JASA KONSTRUKSI MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG KEINSINYURAN Irika Widiasanti
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2014): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.211 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v9i2.7961

Abstract

Undang-undang nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran disahkan 25 Pebruari 2014 bertujuan untuk mencegah kesalahan dan kelalaian praktek keinsinyuran yang dapat merugikan masyarakat, mengatasi pekerjaan teknologi dan ahli teknologi, mengamankan investasi, dan anggaran pembangunan,mengembangkan keinsinyuran dan teknologi serta penyetaraan kualifikasi dan kompetensi insinyur Indonesia dengan insinyur dari negara lain. Sehinnganantinya mampu memajukan profesi keinsinyuran agar menjadi ujung tombak pembangunan dan daya saing global untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Kesiapan lulusan teknik untuk bersaing di pasar harus dibarengi dengan aturan hukum dan perundangan yang mengaturnya. Selain itu, UU Keinsinyuran juga mengatur tentang sertifikasi insinyur professional, penyelenggaraan lisensi kerja hingga standar pelayanan. Hal-hal yangmendorong penyelenggaraan sertifikasi tenaga kerja konstruksi antara lain adalah segmentasi pasar kerja bergeser dari pendekatan wilayah ke pendekatan profesi dan kompetensi , Sumber Daya Manusia kompetensi tinggi untuk memenangkan persaingan, sertifikat menjadi bukti pengakuan kualifikasi tertulis.Studi ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme sertifikasi tenaga ahli jasa konstruksi sebagai salah satu bidang keinsinyuran yang diatur pada UUKeinsinyuran ini. Pembahasan ditinjau terhadap lembaga penyelenggara dan proses penyelenggaraan.Pelaksanaan studi mengacu pada metodologi yang meliputi kegiatan utama Studi literatur, pengumpulan data primer dan sekunder, analisis data, perumusankesimpulan dan rekomendasi. Analisis dilakukan didasarkan pada informasi yang diperolah dari berbagai sumber, baik informasi sekunder, informasi primer yang dilengkapi dengan pendapat para pakar dan praktisi.Hasil dari studi ini, diharapkan dapat memperkuat konsep sertifikasi tenaga ahli sesuai dengan prinsip sistem nilai dan base practice internasional
POTENSI PELABUHAN SORONG SEBAGAI SIMPUL TOL LAUT Yusfita Chrisnawati
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2016): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.088 KB)

Abstract

Berdasarkan Williamson Indeks, perbandingan ketimpangan antara wilayah barat dan timur Indonesia adalah 0,83: 0,4. Tingginya ransum ini disebabkan oleh pendapatan per kapita yang tidak merata antara pulau Jawa sebagai pulau utama dan pulau lainnya. Pemerintah Indonesia melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, memprioritaskan pembangunan di wilayah timur untuk mempercepat ekonomi dan menyeimbangkan distribusi logistik. Pelabuhan Sorong adalah salah satu pintu gerbang transportasi laut di Provinsi Papua yang diprediksi perkembangannya akan memberikan dampak positif pada pembangunan ekonomi berbasis masyarakat dan sumber daya alam lokal.Studi ini didasarkan pada kondisi Pelabuhan Sorong yang ada dan rencana pembangunan lokal-nasional Sorong, yang kemudian diolah dengan metode peramalan permintaan dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan Pelabuhan Sorong sebagai salah satu simpul Tol Laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan berbagai rekomendasi untuk memperkuat konektivitas Pelabuhan Sorong, memberikan alternatif jalur Tol Laut dan juga memberikan beberapa saran kepada pemerintah daerah sebagai upaya untuk meningkatkan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelabuhan Sorong memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai simpul di Tol Laut dengan beberapa notasi pengembangan seperti aksesibilitas; transportasi multimodal; sumber daya manusia dan teknologi dan juga konflik kepentingan lokal. Penerapan Tol Laut memungkinkan distribusi barang untuk meningkatkan dan merangsang pertumbuhan ekonomi di Papua.
ANALISIS KOMPOSISI BIAYA KOMPONEN RUMAH SEDERHANA DI JABODETABEK Lenggogeni MT
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2016): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.638 KB)

Abstract

Untuk memenuhi perumahan dengan harga terjangkau, para pengembang harus merencanakan perkiraan biaya pembangunan rumah yang tepat. Perkiraan biaya yang baik akan sangat membantu dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi perumahan dan menjaga biaya konstruksi sesuai rencana sehingga tidak akan mempengaruhi harga rumah. Kegagalan dalam memperkirakan biaya dapat terjadi ketika penaksir kurang referensi untuk membayangkan komponen kegiatan kerja dan melacak catatan dari proyek sebelumnya sejalan dengan kurangnya pengalaman dan konsep untuk mempersiapkan perkiraan biaya konstruksi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase komposisi komponen biaya kegiatan konstruksi perumahan yang berdampak pada biaya riil perumahan di wilayah Jabodetabek.Metode penelitian ini adalah deskripsi analitik dengan menghitung biaya komponen kegiatan dalam pembangunan perumahan untuk mendapatkan komposisi dan persentase yang berpengaruh terhadap biaya riil perumahan.Hasilnya adalah di tempat pertama adalah struktur beton dengan 21,40% dan diikuti oleh karya arsitektur dengan 17,22%. Tempat ketiga adalah konstruksi dinding dengan 17,31%. Persentase di atas mewakili biaya dalam menentukan total biaya riil perumahan.
MODEL REGRESI BANGKITAN DAN TARIKAN PENUMPANG KAPAL Study kasus: PT. Pelni (Persero) Yusfita Chrisnawati
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2016): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.172 KB)

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim dengan wilayah kepulauan terbesar di dunia memiliki kepentingan untuk mengembangkan transportasi laut yang dapat diandalkan untuk mendapatkan berbagai manfaat yang salah satunya adalah untuk mempercepat pertumbuhan ketidaksetaraan antara kawasan timur dan barat. Dibandingkan dengan transportasi udara, transportasi laut relatif lebih murah untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah, namun pergerakan penumpang menggunakan transportasi laut cenderung menurun secara bertahap sebagai dampak dari persaingan mode. Tujuan penelitian adalah untuk menemukan faktor-faktor yang terkena dampak terhadap perjalanan generasi dan daya tarik gerakan penumpang transportasi laut.Data OD matriks penumpang dari 92 port, data sosio-ekonomi dan konten spasial diproses dan dibagi menjadi 7 zona berdasarkan karakteristik geografis. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menghasilkan model matematis dari generasi perjalanan dan daya tarik penumpang dengan 2 variabel dependen dan 12 variabel independen.Hasilnya menunjukkan bahwa zona 4: Sulawesi menghasilkan perjalanan terbesar sedangkan zona 1: Sumatera adalah yang terkecil. Zona 7: Papua tercatat sebagai atraksi penumpang terbesar, sedangkan zona 1: Sumatera adalah yang terkecil. Papua membuktikan pergerakan penumpang paling banyak dengan 652.630 per tahun. Generasi perjalanan penumpang dipengaruhi oleh jumlah pencari kerja (X5) dan jumlah universitas (X7) dengan model regresi Ybang = 29161,68 + 0,178 X5 + 219.188 X7. Daya tarik perjalanan penumpang dipengaruhi oleh jumlah pencari kerja (X5), jumlah universitas (X7), dan PDRB (X12) dengan model regresi 32496,823 + 0,107 X5 + 219,188 X7 + 1,724E + 11 X12.
KAJIAN LABORATORIUM PARAMETER MARSHALL DENGAN PASIR PANTAI CARITA SEBAGAI AGREGAT HALUS DALAM HRS-WC Ayu Nastiti; Tri Mulyono; Adhi Purnomo
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2016): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.616 KB)

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang nomor 4 di dunia yaitu 106.000 km memiliki potensi luas lahan pasir pantai sebesar 1.060.000 hektar. Berdasarkan kajian dan penelitian, pemanfaatan secara ekonomis pasir pantai belum optimal dalam bidang konstruksi termasuk lapis perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter Marshall dalam HRS-WC yang menggunakan pasir pantai sebagai agregat halusnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Jalan Balai Irigasi BekasiData agregat halus dari Pasir Pantai Carita yang diambil pada jarak 30 meter dari bibir pantai saat ketinggian muka air laut rendah. Penelitian menggunakan 5 variasi kadar aspal yaitu 2%; 3%; 4%; 5%; dan 6% dengan sampel uji masing-masing kadar sebanyak 6 (enam) buah. Dengan perlakuan yang sama menghasilkan (1) kadar aspal optimum sebesar 3 % dengan nilai stabilitas 110,39 kg, nilai kelelehan 2,9 mm, nilai VMA 15,53 %, nilai VFB 53,12 %, nilai VIM 7,28 %, nilai MQ 383,06 kg/mm, dan kepadatan 2,95 gr/cc; (2) Parameter marshall yang didapatkan dengan menggunakan pasir pantai memenuhi Spesifikasi Umum 2011-DPU kecuali nilai VMA. Nilai VMA akan memenuhi persyaratan jika dipakai kadar aspal 8% (hasil perpanjang persamaan hubungan kadar aspal dan VMA untuk VMA>18% dicapai dengan Kadar Aspal 8%); (3) Hubungan antara kadar aspal dengan Flow, VMA, VFB, dan kepadatan membentuk kecenderungan positif secara liner atau dengan kenaikan kadar aspal akan meningkatkan nilai Flow, VMA, VFB, dan kepadatan serta sebaliknya, akan menurunkan nilai VIM secara linier dan MQ secara polinomial. Meningkatnya kepadatan secara linier akan meningkatkan VMA dan VFB serta menurunkan VIM. Berdasarkan hasil ini dapat dinyatakan (1) Pasir Pantai Carita tidak dapat dimanfaatkan sebagai agregat halus pada HRS-WC pada lalu-lintas sedang karena nilai VMA tidak memenuhi persyaratan; (2) Pasir Pantai Carita kemungkinan dapat digunakan sebagai agregat halus pada campuran HRS-WC dengan kadar sekitar 8% untuk lalu lintas sedang; (3) Pasir pantai Carita sebaiknya digunakan untuk HRS-WC dengan lalu lintas ringan.

Page 9 of 25 | Total Record : 244


Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 21 No. 1 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 2 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 1 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 2 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 1 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2023): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2023): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 2 (2022): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 1 (2022): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2021): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2021): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2020): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 1 (2020): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2019): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2019): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 2 (2018): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2018): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2017): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2016): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2014): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2013): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2009): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2009): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2006): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2006): Menara: Jurnal Teknik Sipil More Issue